LPPM Darmajaya Evaluasi PKM BEM 2025: Solar Energy dan Sistem SERASI di Desa Sidodadi

PESAWARAN -(deklarasinws.com)- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) internal terhadap Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Tahun Anggaran 2025 di Desa Sidodadi, Pesawaran pada Senin (17/11/2025).

Program ini mengusung judul “Implementasi Solar Energy dan Sistem Informasi SERASI sebagai Inovasi dalam Mewujudkan Desa Digital dan Energi Ramah Lingkungan di Desa Sidodadi.” Kegiatan pengabdian ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Monev menghadirkan dua reviewer, yakni Prof. Dr. Dyah Indriyana K., S.T., M.Sc. dari Universitas Lampung dan Prof. Dr. Anuar Sanusi, S.E., M.Si. dari IIB Darmajaya. Keduanya memberikan arahan dan evaluasi kepada tim pengabdian yang diketuai oleh Yan Aditya Pratama, S.Pd., M.Pd., M.M. (Program Studi Manajemen). Tim tersebut beranggotakan Novi Herawadi Sudibyo, S.Kom., M.T.I. (Sistem Komputer), Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs. (Teknik Informatika), serta perwakilan BEM 2025. Turut hadir Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IIB Darmajaya, Dona Yuliawati, S.Kom., M.T.I., dan Kepala Desa Sidodadi, Tunggal.

Ketua program, Yan Aditya Pratama, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab permasalahan nyata di Desa Sidodadi. “Program ini kami jalankan bersama BUMDes Sidodadi, Pokdarwis Cuku Nyinyi, dan kelompok UMKM untuk mengatasi keterbatasan penerangan di kawasan wisata mangrove serta rendahnya literasi digital masyarakat desa,” jelasnya. Metode Participatory Action Research (PAR) diterapkan melalui observasi, pelatihan, pendampingan, dan penyusunan panduan keberlanjutan.

Program ini mencakup tiga kegiatan utama: instalasi dan pemeliharaan solar panel, pengembangan wisata desa digital, serta pembuatan konten promosi UMKM. Sebanyak 20 pelaku UMKM dilatih dalam literasi media, storytelling, fotografi produk, dan pemanfaatan TikTok sebagai media promosi.

Menurut Yan, masyarakat menunjukkan kemajuan signifikan. “Tim Local Hero telah mampu membuat konten promosi secara mandiri yang menampilkan identitas UMKM secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam aspek infrastruktur, pemasangan solar panel menyediakan sumber energi ramah lingkungan bagi kawasan wisata mangrove. Sementara itu, penerapan Sistem Informasi SERASI membantu masyarakat dalam promosi pariwisata dan pemasaran produk UMKM secara daring.

Kepala Desa Sidodadi, Tunggal, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi program. “Kami sangat terbantu. Penerangan di kawasan wisata mangrove kini lebih baik dan masyarakat mulai memahami pentingnya teknologi digital,” katanya. Ia berharap kegiatan ini memberikan dampak jangka panjang bagi desa.

Reviewer Monev, Prof. Dyah Indriyana, menilai bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Integrasi energi terbarukan dan digitalisasi desa adalah langkah positif,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Anuar Sanusi menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam keberlanjutan program. “Kemandirian masyarakat menjadi indikator keberhasilan pengabdian,” tegasnya.(**)

Doktor ke-34 Darmajaya Bikin Bangga! Dr. Dodi Yudo Jadi Wisudawan Terbaik Universitas dan Fakultas di Unila!

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I. menjadi wisudawan terbaik program doktor dalam wisuda periode II tahun akademik 2025/2026 Universitas Lampung di Gedung Serba Guna pada Sabtu, (15/11/25).

Dosen Prodi Sistem Komputer Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya ini berhasil menyelesaikan program doktor Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dalam waktu 2,93 tahun. Dodi –biasa dia disapa – juga berhasil meraih IPK sempurna 4,00.

Predikat lulusan terbaik 1 tingkat Fakultas MIPA dan terbaik 1 tingkat universitas. Atas predikat tersebut Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I. berkesempatan mendapatkan ucapan selamat langsung dari Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Lusmeila Afriani, D.E.A., IPM sekaligus pemindahan kuncir toga.

Dr. Dodi Yudo Setyawan mengangkat disertasi berjudul Pengembangan Sistem Hybrid Smart Farming Berbasis Research and Development System Melalui Integrasi Kalibrasi Sensor, IoT, dan Otomasi Lokal. Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I. menjadi doctor ke-34 yang dimiliki oleh IIB Darmajaya.

Sementara, Rektor IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., mengucapkan selamat kepada Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I. yang telah berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat lulusan terbaik 1 tingkat fakultas dan universitas. “Ini merupakan kebanggaan IIB Darmajaya yang berkomitmen terus meningkatkan SDM tenaga pengajar dalam menciptakan lulusan yang berdaya saing unggul,” ungkapnya.

RZ Abdul Aziz berharap agar ilmu dan penelitian yang dihasilkan dalam program doktor tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Sistem Komputer dan teknologi. “Selamat sekali lagi. Teruslah memberi teladan dan membawa nama baik IIB Darmajaya di berbagai forum akademik,” tutup Rektor. (**)

UBL Bersama APHTN-HAN Sukses Selenggarakan Penataran Nasional Pengajar Hukum Pemerintahan Daerah

BANDAR LAMPUN -(deklarasinews.com)– Universitas Bandar Lampung melalui Pusat Studi Konstitusi dan Perundang-undangan (PSKP UBL) bekerja sama dengan Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) serta Pengurus Wilayah APHTN-HAN Lampung sukses menyelenggarakan Penataran Nasional Pengajar Hukum Pemerintahan Daerah pada 14–15 November 2025. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini berlangsung luring di Gedung Pascasarjana UBL dan daring melalui platform Zoom Meeting.

Kegiatan penataran menghadirkan mantan Hakim Mahkamah Konstitusi RI, Prof. Dr. M. Guntur Hamzah, S.H., M.H., sebagai Keynote Speaker. Dalam paparannya, beliau menyampaikan perspektif mendalam mengenai pengaturan pemerintahan daerah dalam kerangka konstitusi serta dinamika hubungan antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, turut hadir Sekretaris Jenderal APHTN-HAN, Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono, S.H., M.H.;  serta Deputi Kantor Komunikasi Kepresidenan (2024-2025) dan Komisaris Independen PT PLN–PT Enjiniring, Fritz Edward Siregar, S.H., LL.M., SJD.

Penataran ini juga diperkuat oleh kehadiran para pakar hukum tata negara dan administrasi negara dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain: Prof. Rudy, S.H., LL.M., LL.D. (Universitas Lampung), Prof. Dr. Iza Rumesten RS, S.H., M.H. (Universitas Sriwijaya), Prof. Dr. Tedi Sudrajat, S.H., M.H. (Universitas Jenderal Soedirman), Dr. Fitriani Ahlan Sjarif, S.H., M.H. (Universitas Indonesia), Dr. Jimmy Z. Usfunan, S.H., M.H. (Universitas Udayana), Dr. Yusdianto, S.H., M.H. (Universitas Lampung), Dr. Irine Handika, S.H., LL.M. (Universitas Gadjah Mada), Irna Juneahna, S.H., M.H., Ph.D. (Universitas Padjadjaran), Dr. Rifandy Ritonga, S.H., M.H. (Universitas Bandar Lampung), Dr. Sudarsono, S.H., M.Hum. (Panitera Pengganti MA – Kamar TUN), Dini Purnamawaty, S.E., M.Si. (Bappeda Kota Bandar Lampung) dan Perwakilan Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI). Para narasumber tersebut menyajikan materi komprehensif mengenai isu-isu aktual pemerintahan daerah, pembaruan regulasi, serta penguatan kapasitas pengajar di bidang hukum tata negara dan administrasi pemerintahan.

Dalam sambutan pembukaan, Rektor UBL yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi, Prof. Erry Yulian Triblas Adesta, Ph.D., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kegiatan ini memiliki arti penting dan strategis di tengah dinamika tata kelola pemerintahan yang terus berkembang. Kuncinya terletak pada kompetensi para dosen. Jika negara ini dibimbing oleh para pengajar yang mumpuni dari APHTN-HAN, saya yakin tata kelola pemerintahan akan berjalan semakin baik,” ujarnya.

Prof. Erry juga menambahkan gagasan mengenai perlunya peningkatan kualitas calon pimpinan daerah. “Ke depan, saya bahkan mengusulkan agar siapa pun yang akan menduduki jabatan eksekutif perlu melalui proses pengujian oleh para pengajar APHTN-HAN, bukan hanya mengandalkan pencitraan. Forum ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi ruang penting untuk memperkaya perspektif dan memetakan tantangan pemerintahan daerah secara lebih jernih,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UBL yang diwakili oleh Prof. Erry Yulian Triblas Adesta, Ph.D., dan APHTN-HAN yang diwakili oleh Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono, S.H., M.H. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara Program Pascasarjana UBL oleh Asisten Direktur Pascasarjana, Dr. Haninun, S.E., M.M., M.S.Ak., dan APHTN-HAN oleh Ketua Departemen Publikasi, Riset, dan Penerbitan, Prof. Dr. Rofi Wahanisa, S.H., M.H.

Melalui penyelenggaraan penataran nasional ini, UBL bersama APHTN-HAN berharap dapat memperkuat kompetensi akademisi dan pengajar hukum pemerintahan daerah, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan hukum dan tata kelola pemerintahan di Indonesia.(Red)

Ponpes SMB II Mulai Bangun Aula Pelatihan Pagar Nusa, KH. Soni Suharsono Targetkan Lahirnya Pesilat Santri Berprestasi

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya santri, khususnya di bidang seni bela diri pencak silat. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Aula Pelatihan dan Pengesahan Warga Baru Pagar Nusa di lingkungan pesantren SMP SMB II, Sabtu (15/10/2025).

Kegiatan yang diikuti sekitar 30 santri itu berlangsung khidmat dan menjadi salah satu momentum penting dalam penguatan pembinaan kader Pagar Nusa di Kota Palembang. Peletakan batu pertama dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren SMB II sekaligus Dewan Pendekar Pagar Nusa Palembang, KH. Soni Suharsono.

KH. Soni Suharsono menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan pusat pelatihan tersebut. Menurutnya, keberadaan aula khusus sangat dibutuhkan sebagai sarana pembinaan atlet dan kader Pagar Nusa yang selama ini berkembang cukup pesat di Ponpes SMB II.

“Ini adalah kebutuhan mendesak untuk memaksimalkan proses latihan dan pengesahan warga baru. Apalagi dalam satu minggu terakhir kami menghadirkan pelatih profesional dari Wonosobo, Jawa Tengah, yang selama ini mendampingi atlet-atlet muda Indonesia berlaga di Singapura,” jelasnya.

KH. Soni berharap pelatihan intensif yang diberikan dapat meningkatkan kemampuan teknis, mental, dan kedisiplinan para santri.

“InsyaAllah dari sinilah akan lahir atlet-atlet Pagar Nusa yang membanggakan pesantren, bahkan bisa berkompetisi di tingkat nasional dan internasional,” tegasnya.

Pembangunan aula ini disebut akan menjadi tonggak penting bagi masa depan Pagar Nusa di Sumatera Selatan. Selain sebagai tempat latihan, fasilitas tersebut juga akan dijadikan padepokan resmi Pagar Nusa Ponpes SMB II, tempat kaderisasi berkelanjutan dan pusat pelatihan terintegrasi.

“Kami ingin jadikan aula ini sentra pelatihan Pagar Nusa Sumsel. Tidak hanya untuk santri kami, tetapi juga untuk kader-kader muda dari berbagai wilayah,” tambah KH. Soni.

Dengan fasilitas yang lebih representatif, ia optimistis Pagar Nusa Palembang dapat melahirkan generasi baru pesilat yang solid, berakhlak, dan memiliki jiwa pengabdian.

Dalam kesempatan itu, KH. Soni kembali menegaskan pentingnya memahami filosofi berdirinya Pagar Nusa. Organisasi pencak silat kebanggaan Nahdlatul Ulama ini didirikan oleh Mbah Maksum Jauhari dari Kediri, di masa perjuangan nasional, sebagai bentuk pagar penjagaan terhadap ulama dan pesantren.

“Pagar Nusa itu pagar nusa dan bangsa. Santri yang terlatih harus siap menjaga marwah ulama, pesantren, dan membentengi NKRI dari berbagai ancaman ideologi yang ingin merusaknya,” ungkapnya.

Saat ini, perkembangan Pagar Nusa di Kota Palembang menunjukkan capaian positif. Dari total 18 kecamatan, seluruhnya telah memiliki Pengurus Anak Cabang (PAC). Kebanyakan pengurusnya merupakan alumni pesantren yang kembali mengabdi untuk membangun basis organisasi di wilayah masing-masing.

“Ini menunjukkan kebangkitan yang luar biasa. Dengan pembenahan struktur dan pusat pelatihan baru, kami optimistis Pagar Nusa Palembang akan semakin maju,” jelas KH. Soni.

Ia menutup acara dengan harapan agar pembangunan aula dan penguatan organisasi ini menjadi energi baru bagi kejayaan Pagar Nusa.

“Semoga ini menjadi awal kebangkitan besar Pagar Nusa untuk menjaga ulama, pesantren, serta berkhidmat kepada nusa dan bangsa,” ujarnya.(Ning)

Mahasiswa TI Rayakan Hakrab dengan Nuansa Kekeluargaan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Lampung sukses menggelar Hari Keakraban (Hakrab) di Wira Garden, Bandar Lampung, Sabtu 15 November 2025.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa baru dari seluruh program studi di Fakultas Teknologi ini bertujuan memperkuat rasa kebersamaan, mengenalkan budaya akademik, serta membangun ikatan yang harmonis antarwarga kampus.

Wakil Rektor I ITSNU Lampung, Dr. Sunarto, M.Pd.I, menegaskan bahwa Hakrab merupakan sarana fundamental untuk membentuk karakter mahasiswa sejak awal.

“Hakrab ini bukan hanya kegiatan penyambutan, tetapi proses pembentukan budaya akademik yang sehat dan penuh kekeluargaan. Kami ingin mahasiswa baru merasa memiliki tempat yang tepat untuk belajar, berkembang, dan berdaya,” ujarnya.

Dekan Fakultas Teknologi ITSNU Lampung, Aan Budianto, S.Pd., MA., turut memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

“Kegiatan ini membantu mahasiswa baru untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus. Kami ingin mereka merasa diterima dan siap menempuh perjalanan akademik dengan percaya diri, semangat, dan rasa kebersamaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kaprodi Teknologi Informasi, Maisaroh, S.Kom., M.TI, menekankan pentingnya interaksi antar-mahasiswa dan dosen dalam proses pembelajaran di era teknologi yang dinamis.

“Hakrab menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal budaya Prodi Teknologi Informasi. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami kurikulum, tetapi juga membangun kedekatan dengan dosen, kakak tingkat, serta seluruh elemen pembelajaran di prodi. Interaksi yang baik akan mendukung proses akademik mereka ke depan,” ungkapnya.

Maisaroh juga berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi belajar.

“Kami ingin mahasiswa menjadi pribadi yang aktif, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan di dunia teknologi digital,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HIMATI), Anggi Meliyani, menyampaikan bahwa Hakrab menjadi ruang perkenalan yang sangat penting bagi mahasiswa baru Prodi Teknologi Informasi.

“Kegiatan ini kami rancang agar mahasiswa baru TI bisa saling mengenal, tidak hanya dengan teman seangkatan, tetapi juga dosen, Kaprodi, dan kakak tingkat. Ini menjadi dasar terbentuknya lingkungan belajar yang solid dan suportif,” katanya.

Anggi menegaskan bahwa kegiatan pertama HIMATI ini mendapat dukungan penuh dari kampus.

“Alhamdulillah kampus memberikan dukungan luar biasa sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar. Ini bentuk sambutan hangat kami kepada mahasiswa baru,” ujarnya.

Sebagai pesan penutup, Anggi mengajak seluruh mahasiswa memaksimalkan momentum ini.

“Jadikan Hakrab sebagai awal perjalanan panjang penuh prestasi. Bangun relasi, kembangkan potensi, dan jadilah bagian dari mahasiswa ITSNU Lampung yang membanggakan,” katanya.

Dengan terselenggaranya Hakrab di Wira Garden ini, Fakultas Teknologi ITSNU Lampung berharap munculnya generasi mahasiswa yang unggul, berkarakter kuat, dan mampu bekerja sama dalam menciptakan iklim akademik yang kreatif dan produktif.(Red)

Unsri Jadi Tuan Rumah Sidang Paripurna MSA-PTNBH, Bahas Akselerasi Mutu dan Akreditasi Internasional ‎

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali mencatatkan perannya dalam penguatan tata kelola dan peningkatan mutu pendidikan tinggi nasional dengan menjadi tuan rumah Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA-PTNBH). Agenda bergengsi yang dihadiri ratusan delegasi dari 24 PTN-BH se-Indonesia ini digelar di Hotel Aryaduta, Jalan Kampus POM IX Palembang, pada Jumat (14/11/25).

‎‎Sidang ini menjadi momentum penting bagi para pimpinan senat akademik dari berbagai universitas besar Indonesia untuk membahas arah kebijakan akademik, khususnya terkait peningkatan akses dan mutu pendidikan tinggi yang mampu bersaing di tingkat global.

‎‎Rektor Unsri Prof. Dr. Taufiq Marwa menjelaskan bahwa agenda utama sidang kali ini berfokus pada pembahasan aspek akademik yang mendukung peningkatan kualitas PTN-BH. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari sistem penjaminan mutu, baik internal maupun eksternal.

‎‎Salah satu aspek penjaminan mutu eksternal yang menjadi sorotan adalah akreditasi, yang dinilai sebagai pilar penting untuk memastikan kesiapan PTN-BH menghadapi persaingan global.

‎‎“Harapannya PTN-BH semakin berkualitas dari sisi akademik. Hari ini juga berlangsung pemilihan pengurus MSA-PTNBH. Untuk ketua nya berasal dari Universitas Andalas, dan hari ini dilakukan pemilihan untuk menentukan wakil ketuanya,” jelasnya.

‎‎Ketua Senat Akademik Universitas Padjadjaran sekaligus Ketua Majelis Senat Akademik PTN-BH, Prof. Dr. Yoni Fuadah Sukriani, dr., Sp.FM., Subsp. SBM, menegaskan bahwa MSA-PTNBH rutin menggelar empat kali pertemuan setiap tahun secara bergilir di berbagai PTN-BH.

‎‎Pada pertemuan kali ini, fokus pembahasan adalah akselerasi mutu perguruan tinggi melalui akreditasi nasional dan internasional.

‎‎ “Intinya, akreditasi harus benar-benar membawa peningkatan mutu bagi PTN-BH. Ini bentuk komitmen kepada masyarakat bahwa pendidikan tinggi diselenggarakan sebaik mungkin, dengan mutu yang diakui tidak hanya secara nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.

‎‎Ia menambahkan bahwa akreditasi berperan besar dalam mencetak lulusan berkualitas yang dapat diterima dunia kerja, serta dalam meningkatkan daya saing universitas di panggung global.

‎‎ “Dengan akreditasi internasional, universitas kita bisa disejajarkan dengan kampus-kampus besar dunia dan akan lebih mudah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga global,” tambah Yoni.

‎‎Prof. Yoni juga menekankan bahwa akreditasi yang diakui secara internasional diharapkan dapat menarik minat mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa sistem pendidikan tinggi Indonesia semakin diakui di dunia.

‎‎Selain itu, pihaknya menargetkan setiap pertemuan MSA-PTNBH menghasilkan rekomendasi yang dapat disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi kebijakan. Perubahan regulasi yang cepat dinilai membutuhkan masukan yang tepat dari para pemangku kepentingan pendidikan tinggi.

‎Ia mencontohkan bagaimana masukan dari MSA-PTNBH turut berperan dalam revisi Permendikbud Nomor 53 Tahun 2023, yang kemudian melahirkan Permendikti Nomor 39 Tahun 2023.

‎“Selain advokasi kebijakan, kami juga melakukan refleksi internal. Apakah proses akreditasi yang kami jalani benar-benar membawa perbaikan budaya mutu, bukan hanya memperbaiki administrasi tanpa substansi,” kata Yoni.

‎Menutup pernyataan, ia berharap diskusi kali ini melahirkan rekomendasi yang memperkuat posisi akreditasi di PTN-BH serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan bersama para rektor di masing-masing universitas. (Ning)

Monev Internal Program Hilirisasi Riset Prioritas 2025 IIB Darmajaya Hadirkan Dua Reviewer

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal terhadap Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun Anggaran 2025, Kamis (13/11/25), di Ruang Seminar IAC IIB Darmajaya.

Kegiatan monev ini menghadirkan dua reviewer, yakni Prof. Admi Syarif, Ph.D dari Universitas Lampung dan Prof. Ir. Suhendro Yusuf Irianto, M.Kom., Ph.D dari IIB Darmajaya. Riset yang dimonev berjudul “Hilirisasi Pupuk Tablet Berbahan Dasar Lindi Sampah Kota untuk Ketahanan Pangan”, yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.

Penelitian ini diketuai oleh Dr. Ir. Damsir, M.T.A (Prodi Teknologi Pangan), dengan anggota tim Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A. (Prodi Teknologi Pangan), Dona Yuliawati, S.Kom., M.T.I (Prodi Sistem Informasi), Dr. Winda Lestari, S.E., M.M. (Prodi Manajemen), Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs (Prodi Teknik Informatika), serta Putri Regina (mahasiswa Prodi Sistem Informasi). Turut hadir pula Direktur PT. Graha Mulia Sarana Nusantara, Ujang, SE., MM, selaku mitra penelitian.

Dalam pelaksanaan monev, para reviewer melakukan penilaian menyeluruh terhadap capaian kinerja penelitian, mengevaluasi kesesuaian antara rencana dan hasil yang telah dicapai, serta memvalidasi kesiapan riset menuju tahap hilirisasi.

Prof. Admi Syarif, Ph.D mengapresiasi inovasi yang dikembangkan oleh tim peneliti IIB Darmajaya. “Pemanfaatan lindi sampah kota sebagai bahan dasar pupuk tablet merupakan ide yang sangat inovatif dan relevan dengan isu keberlanjutan. Jika dikembangkan secara konsisten, riset ini dapat berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan sekaligus penanganan limbah perkotaan,” ujar Prof. Admi.

Ia menambahkan bahwa penting bagi perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi dengan industri agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar bisa diimplementasikan di lapangan.

Sementara itu, Dr. Ir. Damsir, M.T.A, selaku ketua penelitian, menyampaikan bahwa timnya fokus menyempurnakan formulasi pupuk tablet serta memastikan proses produksinya efisien dan ramah lingkungan. “Kami berkomitmen agar hasil riset ini tidak hanya berhenti pada prototipe, tetapi dapat menjadi produk nyata yang digunakan oleh petani. Dukungan dari Kemdiktisaintek dan mitra industri menjadi motivasi kami untuk mendorong hilirisasi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Dr. Damsir.

Ketua LPPM IIB Darmajaya, Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs, menyampaikan bahwa kegiatan monev internal ini merupakan langkah penting untuk memastikan mutu dan keberlanjutan program penelitian yang dijalankan para dosen IIB Darmajaya. “Melalui monev internal, kami dapat memastikan setiap tahapan riset berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar luaran yang ditetapkan. LPPM terus mendorong para peneliti untuk menghasilkan inovasi yang dapat dihilirkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.(*)

Meriah Pembukaan GSFest 2025, Ribuan Atlet Pelajar Ikut Kompetisi di Global Surya

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Sebanyak 1.067 pelajar dari berbagai daerah se-provinsi Lampung meramaikan pembukaan Festival Pelajar bertajuk Global Surya Festival 2025 (GSFest 2025) yang diselenggarakan di lapangan olahraga outdoor Global Surya Islamic School, Jl. St. Djamil No. 1, Gd. Meneng, Rajabasa, Kotabandarlampung, kamis, (13/10).

Ketua panitia GSFest 2025, Niken Dewi Aripisanti, S.Pd.Gr, mengatakan kegiatan rutin tahunan bertema ‘Enhance Your Spirit to Reach Out the Achivements’, di gelar oleh Global Surya Islamic School sebagai ajang unjuk bakat dan keterampilan pelajar se-provinsi Lampung.

“Para peserta GSFest 2025 berasal dari pelajar mulai dari tingkat TK sampai dengan SMA sederajat se-provinsi Lampung yang mengikuti berbagai cabang perlombaan di bidang olah raga, keagamaan dan keterampilan seperti Futsal, Basket Ball, Toddler Running Ball, Da’i/Da’iah, Azan, Tahfiz, Kaligrafi, Speech, LCT, Fashion Show, Mewarnai, Senam, dan Tes Kemampuan Akademik,”paparnya.

Ketua Tim Penjamin Mutu (TPM) GSIS, Imam Santoso. MPd didampingi anggota TPM GSIS, Drs. Banjir Sihite, M.Pd dan Drs. H.Haryanto, M.Si menyampaikan dengan GSFest 2025 bertujuan salah satunya membangun dan pererat persahabatan dan persaudaraan sesama pelajar se-provinsi Lampung.

“GSIS merupakan sekolah Islam yang berwawasan Internasional. Dalam ajang GS Fest 2025 ini bisa melihat fasilitas sekolah lengkap sarana olahraga; futsal, basket, volley dan kolam renang semi olimpic, jadi silakan bertanding sambil lihat-lihat lingkungan GSIS yang asri ini”katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Yayasan Global Surya Islamic School, Dr. Drs. H. Andi Surya, MM., MH menegaskan, kegiatan ini mendukung terciptanya ekosistem sekolah Islami dan berwawasan Global.

“GS Fest 2025 juga menjadi ruang untuk mengembangkan bakat, karakter, dan solidaritas. Inilah ekosistem sekolah Islam yang berwawasan Global yang ingin kami wujudkan yakni Islami, gaya hidup sehat, budaya sporty, serta generasi unggul dan berprestasi,”ungkapnya.

Adam Ashraf Zuhair peserta dari salah satu sekolah negeri yang berasal dari kabupaten Lampung Timur sangat terkesan dengan event yang diadakan oleh GSIS.

“GS Fest 2025 seru banget meski kami jauh dari Lampung Timur tapi kami tetap semangat mengikuti lomba ini, apalagi kami disambut dengan baik oleh panitianya, fasilitas yang diberikan pun sangat memuaskan, ditambah kami mendapatkan voucher 50% untuk tiket berenang di kolam renang GSIS juga kami mendapatkan Voucher pendidikan Beasiswa Andi Surya,”ujarnya bahagia. (rls/*)

Kuliah Sekaligus Servis Motor? Cuma di IIB Darmajaya, Daftar Dapat Diskon & Oli Gratis!

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya memberikan keuntungan kepada generasi Z dan Hondalovers Lampung yang ingin daftar kuliah sekaligus melakukan ganti oli motornya selama tiga hari (13 – 15 November 2025).

Hal ini disampaikan Direktur Humas, Kerja Sama dan Pemasaran (HKP) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Dian Eka Darma Wahyuni, S.E., M.M. diruang kerjanya pada Selasa, (12/11/25).

“IIB Darmajaya berkolaborasi dengan Tunas Honda Natar memberikan ganti oli gratis kepada pendaftar kuliah pada (13, 14, 15 November 2025),” ungkap dia seperti dikutip https://darmajaya.ac.id.

Dian –biasa dia disapa – menerangkan untuk pendaftaran mahasiswa baru tahun 2026/2027 IIB Darmajaya telah dibuka. “Selama tiga hari juga hanya dikenakan biaya pendaftaran 50 persen (Rp150.000),” ujarnya.

Kesempatan ini juga bisa dimanfaatkan bagi siswa/I kelas XII SMA/K/MA yang ingin memastikan tempat kuliahnya sejak awal sebelum lulus. “Selama gelombang pertama (November 2025 – Mei 2026) calon mahasiswa yang mendaftar mendapatkan UKT lebih terjangkau dari gelombang kedua dan ketiga,” bebernya.

Dian menuturkan agar siswa/I yang ingin merasakan kuliah rasa internasional segera daftarkan sekarang. “Jadi jangan sampai ketinggalan untuk membooking dari sekarang dengan biaya pendaftaran hanya 50 persen serta biaya ories Rp750 ribu,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Cabang Tunas Honda Natar, Muhammad Arif mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian tanggung jawab sosial perusahaan dengan memberikan pelayanan jemput bola kepada pengguna setia sepeda motor Honda. “IIB Darmajaya merupakan salah satu kampus yang mahasiswanya banyak menjadi pengguna kendaraan bermotor khususnya merk Honda,” ucapnya.

Selama tiga hari, lanjut dia, dapat mengganti oli gratis dengan ketentuan keluaran tahun 2020 – 2023 (BeaAt, Genio, Scoopy, dan Vario 160) dan belum mendapatkan pergantian lapisan anti karat. “Jadi manfaatkan kesempatan ini kepada mahasiswa/i ataupun siswa/I SMA/K/MA di Kota Bandar Lampung dan sekitarnya,” tutupnya. (**)

Darmajaya, Satu-satunya Wakil Sumatra di Forum Nasional Desain Interior

SURABAYA -(deklarasinews.com)- Ketua Program Studi (Kaprodi) Desain Interior Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Andi Wahyu Zulkifli Yusuf, S.Ds., M.Ds., menghadiri Pertemuan Asosiasi Program Studi Desain Interior Indonesia (APSDI), Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII), Lembaga Sertifikasi Profesi Desain Interior (LSPDI) dan Lembaga Akreditasi Mandiri Desain Perencanaan Lingkungan Arsitektur (LAMDEPILAR). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda Temu Karya Mahasiswa Desain Interior Indonesia (TKMDII) XVII yang diselenggarakan di Universitas Kristen Petra, Surabaya, pada Rabu, 12 November 2025.

Pada kegiatan ini, IIB Darmajaya menjadi satu-satunya perguruan tinggi dari Pulau Sumatra yang berpartisipasi. Sementara itu, peserta lainnya berasal dari berbagai kampus di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Surakarta, Yogyakarta, dan Denpasar. Kehadiran tersebut menunjukkan peran aktif IIB Darmajaya dalam memperluas jejaring akademik dan profesional di tingkat nasional.

Pertemuan ini mempertemukan para pengelola program studi, praktisi, serta lembaga akreditasi untuk membahas arah pengembangan pendidikan dan profesi desain interior di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Andi Wahyu Zulkifli Yusuf turut berdiskusi mengenai peningkatan kualitas kurikulum, kolaborasi antarkampus, serta peran institusi pendidikan dalam menyiapkan desainer interior yang adaptif terhadap perkembangan industri kreatif.

“Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk menyamakan visi antara dunia akademik, asosiasi profesi, dan lembaga akreditasi. Kami berharap hasil diskusi ini dapat memperkuat standar mutu pendidikan Desain Interior di Indonesia,” ujar Andi Wahyu.

Selain pertemuan organisasi profesi, TKMDII XVII juga menampilkan karya mahasiswa desain interior dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seminar nasional, serta workshop yang berfokus pada inovasi dan keberlanjutan dalam desain ruang.

Kehadiran IIB Darmajaya dalam kegiatan nasional ini menegaskan komitmen kampus untuk terus berpartisipasi aktif dalam pengembangan pendidikan desain interior di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi asal Sumatra di kancah nasional.(*)