Universitas Paramadina Bedah Masa Depan Pasar Modal Indonesia: Antara Sentimen Global dan Urgensi Reformasi Tata Kelola

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Universitas Paramadina menyelenggarakan diskusi panel bertajuk “Prospek dan Arah Pasar Modal Indonesia Pasca MSCI dan Moody’s” untuk merespons dinamika investasi nasional. Diskusi yang digelar secara daring (18/2/2026) ini menyoroti evaluasi lembaga internasional serta langkah-langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi di tengah fluktuasi global.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menegaskan bahwa pasar modal adalah gerbang depan ekonomi yang paling sensitif. Beliau mengibaratkan pasar modal sebagai bendungan besar yang mengairi dunia usaha, sebagaimana sejarah membuktikan peran modal publik dalam membesarkan raksasa industri seperti First Media hingga Gojek. Pengalaman First Media yang mendapatkan lisensi dari Menteri Penerangan era Orde Baru hingga akhirnya masuk ke pasar modal dan membangun jaringan kabel di seluruh Indonesia menjadi bukti nyata bagaimana pasar modal mampu mengairi bisnis hingga memiliki jutaan klien.

“Pasar modal adalah koneksi modal keuangan terutama dengan pasar keuangan global. Dia seperti bendungan, begitu juga dengan APBN dan Dana Pensiun, maka pasar modal juga sebuah bendungan yang amat besar yang bisa mengairi banyak bisnis,” ujar Prof. Didik.

Namun, ia memberikan peringatan keras terkait kondisi saat ini. “Dalam kaitan pasar modal Indonesia terutama setelah momen MSCI, mengisyaratkan bahwa pasar modal kita sakit. Dan kemudian presiden Prabowo memberikan hukuman kepada otoritas pasar modal yang tidak sensitif,” tegasnya. Beliau mengibaratkan pasar modal seperti “kerang hijau” yang menyerap polusi; jika pasar modal bergejolak, itu adalah sinyal bahwa ekosistem ekonomi sedang tidak sehat, terutama jika pengelolaan APBN nampak tidak kredibel sehingga membuat pasar cenderung lari.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, memaparkan bahwa rilis MSCI muncul di saat yang kritis, di mana portofolio investasi Indonesia mencatat angka negatif sebesar 14 miliar USD pada periode 2025 hingga kuartal III-2026, sebuah fenomena yang jarang terjadi. Kondisi ini menyebabkan dana asing ragu untuk masuk, sementara arus keluar modal domestik (outflow) justru semakin meningkat.

“Keriuhan di pasar modal sebetulnya hanya puncak gunung es dari soalan yang lebih besar di bawahnya. Ketika sektor pasar modal bermasalah, maka hampir bisa dipastikan bahwa sektor lain lebih bermasalah,” jelas Wijayanto.

Ia juga menyoroti penurunan outlook dari Moody’s pada 5 Februari lalu akibat adanya sovereign selling. Wijayanto menekankan bahwa fokus Moody’s dan MSCI terletak pada buruknya tata kelola (governance), risiko fiskal, serta kebijakan yang sulit diprediksi. Menurutnya, peringatan ini sebenarnya sudah dinarasikan sejak beberapa tahun lalu namun kurang mendapat respons. “Pembelajarannya adalah, hendaknya sebelum diingatkan oleh lembaga asing, maka ada baiknya mendengar para ekonom kita yang sejak jauh hari sudah menyampaikan pandangannya,” tambahnya.

Di sisi lain, CEO Investortrust Primus Dorimulu memberikan pandangan optimistis dengan menyebut kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo sudah berada pada jalur yang tepat (on the track). Hal ini tercermin dari pertumbuhan PDB kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39% secara tahunan. Primus juga memuji langkah Menteri Keuangan Purbaya yang melakukan injeksi dana ke perbankan setelah menyadari adanya kesenjangan antara pertumbuhan dana pihak ketiga dengan penyaluran kredit.

Untuk merespons evaluasi MSCI, pemerintah telah menyiapkan rangkaian reformasi menyeluruh. Langkah-langkah tersebut mencakup peningkatan batas minimum kepemilikan saham publik (free float) menjadi 15 persen serta transparansi Ultimate Beneficial Ownership (UBO) untuk mencegah manipulasi pasar. Selain itu, dilakukan penegakan hukum yang lebih tegas, reformasi struktural melalui demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga revisi aturan investasi bagi asuransi dan dana pensiun.

Pemerintah juga mendorong transparansi data KSEI yang lebih mendetail, penguatan tata kelola emiten bagi jajaran direksi, serta sinergi kelembagaan antara pemerintah, OJK, dan SRO. Diskusi yang dipandu oleh M. Rosyid Jazuli ini menyimpulkan bahwa meskipun tantangan eksternal cukup berat, konsistensi dalam penegakan hukum dan stabilitas makro akan menjadi kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan investor internasional.

 

Dari Santri Jadi Tech Innovator! Kunjungan Industri SMK Islam Al-Barokah Bongkar Rahasia IoT & Smarthome di Kampus Unggul Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kunjungan Industri siswa SMK Islam Al-Barokah Poncowarno Lampung Tengah ke Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya pada Sabtu (14/2/26) berlangsung penuh semangat dan inspirasi. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk memperluas wawasan di bidang teknologi, khususnya Internet of Things (IoT), sekaligus mempererat sinergi antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi.

Rombongan siswa disambut hangat oleh jajaran pimpinan kampus dan langsung mengikuti sesi pemaparan materi bertema Internet of Things. Materi disampaikan oleh Ketua Program Studi Sistem Komputer/Internet of Things (IoT), Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I., yang menjelaskan secara komprehensif bagaimana IoT telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia.

Dalam pemaparannya, Dr. Dodi menjelaskan bahwa IoT memungkinkan berbagai perangkat saling terhubung melalui internet dan dapat dikendalikan dari jarak jauh. Salah satu contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah penerapan pada sistem smarthome.

“IoT itu pada dasarnya membuat perangkat menjadi ‘cerdas’ karena bisa saling terhubung dan dikontrol melalui internet. Contoh paling sederhana adalah smarthome, di mana kita bisa menghidupkan dan mematikan lampu dari jarak jauh hanya menggunakan aplikasi di smartphone,” ujar Dr. Dodi.

Ia juga menambahkan bahwa teknologi tersebut tidak hanya memudahkan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan keamanan. Secara tidak langsung, Dr. Dodi menyampaikan bahwa pemanfaatan IoT di sektor rumah tangga, industri, hingga pertanian menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan solusi berbasis teknologi.

Kepala SMK Islam Al-Barokah, Asep Sunandar, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan dari pihak kampus. Ia menegaskan bahwa kunjungan industri ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membekali siswa dengan kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami memiliki slogan ‘Dari santri taklukkan teknologi’. Artinya, kami ingin siswa tetap rendah hati dalam iman, namun tangguh dalam kompetensi,” ungkapnya. Ia berharap para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk kemaslahatan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, turut dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SMK Nurul Iman Pesawaran dan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya sebagai bentuk penguatan kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

MoU tersebut ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Sutedi, S.Kom., M.T.I., yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Direktur Direktorat Humas, Kerja Sama, dan Pemasaran (Dit. HKP), Dian Eka Darma Wahyuni, S.E., M.M., bersama perwakilan dari pihak sekolah.

Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta kolaborasi berkelanjutan dalam bentuk program pembinaan, pelatihan, hingga peluang studi lanjut bagi para siswa. Kegiatan kunjungan industri ini pun ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.(**)

Dosen Sistem Informasi Unggul Darmajaya Ajari Business Intelligence kepada Siswa SMAN 1 Natar

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Dosen dan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan berbagi ilmu di SMAN 1 Natar, Jumat (13/2/26).

Kegiatan edukatif ini menghadirkan dua dosen, Indera, S.Kom., M.T.I dan Melda Agarina, S.Kom., M.T.I, serta mahasiswa berprestasi Yandi Maulana yang dikenal sebagai Mister Lampung 2025 Bidang Ekonomi Kreatif. Kehadiran mereka disambut antusias oleh ratusan siswa dan para guru.

Dalam pemaparannya, Melda Agarina, S.Kom., M.T.I menyampaikan materi bertajuk “Sistem Informasi bersama Sekolah Berbasis Data: Business Intelligence Bantu Tingkatkan Prestasi Siswa.” Ia menjelaskan bahwa penerapan sistem informasi yang terintegrasi memungkinkan sekolah mengelola data akademik secara lebih efektif dan efisien.

Menurutnya, konsep Business Intelligence membantu sekolah dalam menganalisis data nilai, kehadiran, hingga perkembangan siswa sehingga dapat menghasilkan laporan yang informatif dan mendukung pengambilan keputusan. “Dengan pemanfaatan data yang tepat, sekolah dapat mengidentifikasi potensi siswa lebih dini serta merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Indera, S.Kom., M.T.I membawakan materi “Peranan Sistem Informasi dalam Era Transformasi Digital.” Ia menekankan bahwa transformasi digital telah mengubah berbagai sektor, termasuk pendidikan. Sistem informasi menjadi fondasi penting dalam mendukung proses administrasi, pembelajaran berbasis teknologi, hingga manajemen sekolah yang modern dan adaptif.

Indera juga menegaskan bahwa penguasaan teknologi informasi merupakan kompetensi penting bagi generasi muda agar mampu bersaing di masa depan. “Transformasi digital menuntut kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dan mengelola sistem yang mendukungnya,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu membuka wawasan siswa tentang pentingnya sistem informasi dalam mendukung peningkatan prestasi dan kesiapan menghadapi era digital.(**)

Perangi Judi Online, Mahasiswa Unila Implementasikan Inovasi AI di Kemkomdigi

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Komitmen pemerintah dalam membersihkan ruang digital dari praktik perjudian daring mendapatkan dukungan inovatif dari kalangan akademisi.

Zaka Kurnia Rahman, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila), berhasil mengimplementasikan sistem kecerdasan buatan (AI) bernama GATE System di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Inovasi ini hadir di tengah masifnya serangan konten judi online yang menyasar berbagai lapisan masyarakat. GATE System dirancang menggunakan teknologi mutakhir untuk melakukan deteksi dini secara otomatis terhadap ribuan domain dan konten mencurigakan, sehingga mampu mempercepat proses verifikasi sebelum dilakukan pemutusan akses (take down).

Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan serta memperkuat upaya pemerintah dalam menekan penyebaran konten ilegal di ruang digital. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Alexander Sabar, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang dibawa oleh talenta muda asal Lampung tersebut.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan akademisi menjadi faktor krusial dalam menghadapi dinamika kejahatan siber yang semakin kompleks.

“GATE System adalah bukti nyata kepedulian generasi muda terhadap masalah bangsa. Inovasi ini sejalan dengan misi kami memberantas judi online. Sejak 20 Oktober 2024 hingga 16 September 2025, lebih dari 2,17 juta konten judi berhasil kami tangani, mayoritas berasal dari situs dan IP,” ujarnya.

Zaka menjelaskan, GATE System mengintegrasikan kemampuan pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing/NLP) dan visi komputer untuk mengenali pola-pola spesifik yang kerap digunakan situs judi online guna mengelabui sistem sensor konvensional.

“Tujuan utama pengembangan sistem ini adalah efisiensi. Dengan volume konten negatif yang mencapai jutaan, kita membutuhkan ‘gerbang’ otomatis yang mampu menyaring konten secara presisi sebelum masuk ke tahap eksekusi oleh tim teknis Komdigi,” ungkapnya.

Keberhasilan implementasi ini diharapkan dapat menjadi standar baru bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk berkontribusi langsung dalam proyek strategis nasional. Capaian tersebut sekaligus mempertegas posisi Unila sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu mencetak inovator teknologi berdaya saing nasional.

Pemerintah melalui Kementerian Komdigi pun berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur pengawasan ruang digital. Inovasi seperti GATE System diproyeksikan menjadi komponen vital dalam menjaga ekosistem digital Indonesia agar tetap sehat, aman, dan produktif.

Mahasiswa KKN–PLP FKIP Gelar Prabha Edu-Fest di SMPIT Auladina Indonesia

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Mahasiswa KKN–PLP Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (Unila) menggelar kegiatan kolaboratif di SMP IT Auladina Indonesia melalui program Prabha Edu-Fest serta peresmian dan pengembangan Taman Literasi Interaktif berbasis numerasi dan kinestetik.

Program ini menjadi wujud pengabdian kepada masyarakat berbasis pendidikan yang bertujuan memperkuat karakter sekaligus menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah.

Prabha Edu-Fest dilaksanakan dalam bentuk lomba cerdas cermat edukatif dengan sistem benar atau salah. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan nilai kepramukaan, nasionalisme, serta penguatan karakter peserta didik dalam rangka memperingati hari lahir Robert Baden-Powell.

Selain menghadirkan suasana kompetisi yang sehat, lomba ini juga menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan sportivitas di kalangan siswa.

Tak hanya berfokus pada kompetisi, mahasiswa juga menghadirkan program Taman Literasi Interaktif sebagai ruang belajar kreatif yang mengintegrasikan unsur numerasi dengan aktivitas kinestetik.

Taman literasi tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, sekaligus mendorong peningkatan minat baca, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan numerasi peserta didik.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi aktif antara mahasiswa KKN–PLP Unila, pihak sekolah, serta peserta didik sebagai subjek utama program. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi penguatan pendidikan karakter sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inovatif.

Melalui pelaksanaan Prabha Edu-Fest dan pengembangan taman literasi, mahasiswa FKIP Unila menunjukkan komitmennya dalam berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun generasi yang berkarakter, literat, dan siap menghadapi tantangan masa depan

Sambut Bulan Suci, Kepala SMPN 2 Abung Tinggi Ucapkan Marhaban Ya Ramadhan

​LAMPURA- (deklarasinews.com)– Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Kepala Sekolah SMPN 2 Abung Tinggi, Anggoro Catur, S.Pd., menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh keluarga besar SMPN 02 Abung Tinggi yang beralamat di Desa Sidokayo dan masyarakat Desa Sidokayo husus nya serta masyarakat kecamatan Abung Tinggi dan masyarakat Lampung Utara pada umumnya.

​Dalam pernyataannya, Anggoro mengajak seluruh jajaran pendidik, tenaga kependidikan, serta para siswa untuk menjadikan momentum bulan puasa sebagai sarana meningkatkan disiplin diri dan spiritualitas.

​”Saya pribadi dan mewakili keluarga besar SMPN 02 Abung Tinggi mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan. Semoga di bulan yang penuh berkah ini, kita semua diberikan kekuatan dan kesehatan untuk menjalankan ibadah dengan khusyuk,” ujar Anggoro Catur di ruang kerjanya.

​Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan semangat belajar meski sedang menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, puasa bukanlah penghalang untuk tetap produktif dalam mencetak generasi bangsa yang berkarakter.

​Pesan Utama Ramadhan dari Sekolah:

​ Mengajak siswa memperbanyak literasi religi selama bulan puasa. ​Saling Memaafkan: Menjadikan awal Ramadhan sebagai ajang membersihkan hati antar sesama rekan guru dan murid. ​Menanamkan nilai kejujuran yang merupakan inti dari ibadah puasa.

​Di akhir penyampaiannya, Anggoro berharap agar seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Abung Tinggi, dapat menjalani bulan suci ini dengan penuh kedamaian dan kebersamaan.(tim)

BPS Lampung Gandeng IIB Darmajaya, Siapkan Buku Sadar Statistik untuk Masyarakat Melek Data

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Upaya memperkuat literasi statistik di Provinsi Lampung memasuki babak baru. Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya melalui rencana penyusunan buku bersama guna mendorong gerakan Sadar Statistik. Kesepakatan ini mengemuka dalam audiensi yang digelar di Kantor BPS Provinsi Lampung, Jumat (13/2/26).

Kolaborasi lahir dari kesadaran akan tantangan besar dalam menyajikan data statistik yang kerap dianggap rumit dan sulit dipahami. Padahal, di era digital saat ini, data menjadi fondasi utama dalam perencanaan, evaluasi, hingga pengambilan keputusan.

Kepala BPS Provinsi Lampung Dr. Ahmadriswan Nasution, S.Si., M.T. menegaskan pentingnya membumikan statistik agar lebih aplikatif. “Data yang melimpah harus diimbangi dengan kemampuan membaca dan memaknainya secara benar. Melalui buku ini, kami ingin menghadirkan pemahaman statistik yang lebih sederhana, kontekstual, dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Teknologi IIB Darmajaya, Isnandar Agus, S.Pd., M.Kom., menyambut antusias langkah tersebut. Ia menilai sinergi ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya sadar data di lingkungan kampus dan masyarakat luas.

“Kami melihat penyusunan buku ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat terhadap pentingnya statistik. Data bukan sekadar angka, melainkan dasar dalam merumuskan kebijakan dan strategi yang tepat,” kata Isnandar.

Secara tidak langsung, pihak kampus juga menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis data di daerah.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Program Studi Pariwisata Dr. Anggalia Wibasuri, S.Kom., M.M., serta Ketua Program Studi Teknologi Pangan Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A., yang menunjukkan komitmen lintas disiplin dalam mengarusutamakan literasi statistik.

Dengan hadirnya buku Sadar Statistik yang tengah disiapkan, BPS Lampung dan IIB Darmajaya berharap masyarakat semakin cakap membaca data, kritis dalam menafsirkan informasi, dan bijak dalam mengambil keputusan. Statistik pun diharapkan tak lagi dipandang rumit, melainkan menjadi sahabat dalam pembangunan.(**)

Mantap, Kucuran Dana BOS SD 2 Margomulyo Bangun Pagar

OKU TIMUR -(deklarasinews.com)- Suara Media- Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pendidikan harus transparansi, akuntabilitas, dan kolaborasi. Hal ini untuk memastikan pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan di seluruh Indonesia khususnya di Sekolah Dasar SD 2 Margomulyo Kecamatan Belitang II.

‎Kepala Sekolah SD 2 Margomulyo Kristina Sugiyanti S,Pd SD mengatakan dana BOS tahun 2026 telah direalisasikan salah satunya untuk pasang pintu gerbang  depan dan samping.

‎Selain itu lanjutnya dana BOS  digunakan  untuk menggaji guru honor di SD tersebut.

‎”Sebagai Kapsek harus bijak dalam Pengucuran dana BOS, dan boleh menggunakan dana BOS untuk sarana dan prasarana, juga bangunan fisik seperti pembuatan pagar, pemasangan pintu gerbang,”tegasnya, Sabtu (14/2/2026).

‎Kristina juga menjelaskan  bahwa misi dari SD 2 Margomulyo menciptakan lingkungan belajar yang menggembirakan melalui kolaborasi antar  warga sekolah.

‎Memang berupaya agar penggunaan dana BOS tersebut benar-benar memberikan manfaat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah itu.

‎” pihaknya memang berupaya agar penggunaan dana BOS tersebut benar-benar memberikan manfaat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah itu,” pungkasnya.(ALX)

Terjun ke SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo, IIB Darmajaya Bongkar Rahasia Cyber Security & IoT ke Siswa!

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)-  Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan generasi muda melalui program “IIB Darmajaya Mengajar” di SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo, Lampung Tengah pada Jumat (13/2/26). Kegiatan ini menghadirkan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Nurfiana, S.Kom., M.Kom, serta dosen Program Studi Teknik Informatika, Rahmalia Syahputri, S.Kom., M.Eng.Sc. Turut melibatkan mahasiswa yakni Ramadanzah dan Arif Rahmadhani (Prodi Sistem Komputer) serta Muhammad Bilal Afghani (Prodi Teknik Informatika).

Dalam suasana penuh antusiasme, para siswa mendapatkan wawasan terkini seputar perkembangan teknologi digital yang kian pesat. Rahmalia Syahputri membawakan materi tentang literasi cyber security, mengupas pentingnya kesadaran keamanan siber di era digital. Ia menekankan bahwa generasi muda harus cerdas dan waspada terhadap ancaman dunia maya seperti phishing, peretasan data, hingga penyalahgunaan media sosial.

“Keamanan siber bukan hanya tanggung jawab ahli IT, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai pengguna internet,” jelas Rahmalia di hadapan para siswa. Ia juga memberikan tips praktis menjaga keamanan akun digital, penggunaan kata sandi yang kuat, serta pentingnya verifikasi dua langkah.

Sementara itu, Nurfiana, S.Kom., M.Kom menyampaikan materi tentang Internet of Things (IoT), teknologi yang menghubungkan berbagai perangkat melalui jaringan internet untuk saling berkomunikasi dan bertukar data. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana IoT telah diterapkan dalam berbagai sektor, mulai dari rumah pintar (smart home), industri, hingga bidang kesehatan.

“IoT membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan solusi berbasis teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Nurfiana.

Kegiatan ini menjadi momen inspiratif bagi siswa SMK Muhammadiyah 2 Kalirejo. Selain mendapatkan ilmu baru, mereka juga termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan berkarier di bidang teknologi.

Melalui kegiatan ini, IIB Darmajaya terus memperluas kontribusinya dalam membangun literasi digital dan menyiapkan sumber daya manusia unggul di Provinsi Lampung. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era digital. (**)

LPPM IIB Darmajaya Gelar Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian, Tekankan Kualitas Luaran

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya sukses menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Rabu–Kamis (11–12/2/26). Kegiatan ini menjadi ajang diseminasi capaian riset dan pengabdian dosen sekaligus penguatan budaya akademik berbasis luaran.

Seminar dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kampus tidak boleh berhenti pada kegiatan penelitian semata, tetapi harus memastikan dampaknya nyata.

“Budaya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus terus kita tumbuhkembangkan di lingkungan kampus. Ini bukan hanya kewajiban tridarma, tetapi juga bagian dari identitas akademik kita,” ujar Dr. Sutedi.

Ia juga mengingatkan para dosen peneliti dan pelaksana pengabdian agar menjaga komitmen terhadap target yang telah direncanakan sejak awal.

“Kita harus memastikan setiap luaran benar-benar sesuai dengan yang dijanjikan di proposal. Akuntabilitas akademik itu penting, baik untuk institusi maupun untuk kepercayaan pemberi hibah,” tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Winda Rika Lestari, S.E., M.M., Direktur Pengembangan Institusi, Inovasi, dan Kampus Berdampak (PIKB) Prof. Dr. Anuar Sanusi, S.E., M.Si., serta Kepala LPPM Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs.

Dalam laporannya, Dr. Sri Lestari menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari mekanisme kontrol mutu LPPM terhadap pelaksanaan program riset dan pengabdian.

Ia menjelaskan bahwa forum tersebut tidak hanya menjadi ruang presentasi hasil, tetapi juga sarana evaluasi kesesuaian capaian dengan rencana awal. Menurutnya, LPPM berkomitmen mengawal setiap tahapan agar luaran yang dihasilkan benar-benar terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami di LPPM ingin memastikan bahwa semua luaran—baik publikasi, produk, maupun model pengabdian—selaras dengan yang tertulis dalam proposal. Itu penting agar kualitas penelitian dan pengabdian kita semakin baik dari waktu ke waktu,” ujar Dr. Sri Lestari.

Dalam seminar ini dipaparkan hasil dari 13 penelitian pendanaan Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), 1 penelitian prototipe, 1 penelitian hilirisasi, serta 16 penelitian hibah institusi.

Sementara pada bidang pengabdian kepada masyarakat, dipresentasikan 12 program hibah institusi dan 2 program hibah DRTPM.

Melalui kegiatan ini, IIB Darmajaya menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang tidak hanya produktif, tetapi juga berorientasi pada kualitas luaran dan dampak nyata bagi masyarakat.(*)