HIMA Akuntansi IIB Darmajaya Sukses Hadirkan Seminar Finansial dan Pajak Bersama OJK dan DJP

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Himpunan Mahasiswa (HIMA) Akuntansi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar seminar bertajuk “Gen Z Melek Finansial dan Pajak: Siap Hadapi Dunia Kerja” pada Kamis, (21/5/26) di Aula IIB Darmajaya. Kegiatan seminar yang merupakan rangkaian Dies Natalis Kampus The Best IIB Darmajaya ini menjadi wadah edukatif bagi mahasiswa dan pelajar untuk meningkatkan literasi finansial serta pemahaman perpajakan di era modern.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kanwil Bengkulu dan Lampung. Peserta seminar merupakan perwakilan siswa-siswi jurusan akuntansi dari berbagai SMK di Bandar Lampung serta mahasiswa IIB Darmajaya.

Pemateri pertama, Dwi Krisno Yudi Pramono dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, menyampaikan materi bertajuk “Gen Z: Literasi Keuangan Untuk Masa Depan”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya generasi muda memahami pengelolaan keuangan sejak dini, mulai dari kebiasaan menabung, pengelolaan pengeluaran, hingga bijak dalam menggunakan layanan keuangan digital.

Ia juga mengingatkan peserta mengenai ancaman kejahatan digital yang marak menyasar generasi muda, seperti phishing, scam online, hingga judi online. Menurutnya, rendahnya kewaspadaan terhadap keamanan digital dapat menimbulkan kerugian finansial yang besar.

“Generasi muda harus lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan digital. Jangan mudah percaya dengan tautan yang mencurigakan atau tawaran keuntungan instan di internet,” ujar Dwi Krisno Yudi Pramono.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan sejumlah tips aman dalam bertransaksi digital, di antaranya tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun, menggunakan password yang kuat, berhati-hati terhadap link palsu, serta memastikan aplikasi keuangan yang digunakan telah terverifikasi dan resmi terdaftar. Ia menambahkan bahwa literasi digital dan finansial harus berjalan beriringan agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan bijak.

Pemateri selanjutnya yakni Ashadi Mulyadi dan Mohammad Andy selaku Penyuluh Pajak dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kanwil Bengkulu dan Lampung. Dalam seminar tersebut, para narasumber membahas pentingnya pengelolaan keuangan bagi generasi muda, kesadaran pajak sejak dini, hingga kesiapan menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Materi yang disampaikan dikemas secara interaktif sehingga mudah dipahami oleh peserta.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab selama kegiatan berlangsung. Peserta juga memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para pemateri terkait pengelolaan keuangan dan pemahaman perpajakan di era digital.

Ketua Program Studi Akuntansi IIB Darmajaya, Dedi Putra, S.E., M.S.Ak. mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi HIMA Akuntansi yang sukses menyelenggarakan kegiatan ini.

“Literasi finansial dan pajak menjadi hal penting bagi Gen Z, terutama untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional dan kehidupan finansial yang lebih mandiri,” ujarnya. (**)

Dari Freelance Designer ke Wisudawan Terbaik DHPT, Kisah Inspiratif M. Bagus Pratama Putra

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya mencetak lulusan berprestasi dalam Wisuda ke-41 yang digelar di Gedung Bagas Raya, Bandar Lampung, Rabu (20/5/26). Sebanyak 495 lulusan program sarjana dan pascasarjana resmi dikukuhkan dalam prosesi wisuda tersebut.

Salah satunya dari Fakultas Desain, Hukum, Pariwisata, dan Teknologi (DHPT). Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas DHPT diraih oleh M. Bagus Pratama Putra dari Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,80.

Di balik prestasi akademiknya, Bagus ternyata telah aktif membangun karier profesional sejak masih duduk di bangku kuliah. Selama menempuh pendidikan di IIB Darmajaya, ia bekerja sebagai freelance desainer di CV Samarata Kreatif. Berbagai karya desain yang dibuatnya bahkan telah digunakan oleh klien dari berbagai perusahaan.

Menurut Bagus, pengalaman bekerja sambil kuliah menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk mengasah kemampuan diri secara nyata di dunia industri kreatif.

“Kesan saya kuliah di Darmajaya sangat baik. Kalau bicara perkuliahan memang fokus utamanya akademik, tetapi di Darmajaya banyak kegiatan yang bisa kita lakukan, seperti mengikuti UKM, lomba, magang, atau student mobility yang dapat menambah pengalaman kita,” ujarnya.

Bagus mengaku aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus, khususnya program magang yang memberinya banyak pengalaman baru dan memperluas relasi profesional.

“Saya sendiri mengikuti kegiatan itu, terutama magang. Itu membuka mata saya ke dunia yang lebih luas, menambah relasi, dan juga memperkuat portofolio. Itu sangat penting,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi dukungan para dosen IIB Darmajaya yang dinilainya sangat suportif terhadap pengembangan mahasiswa, baik di bidang akademik maupun karier.

“Kalau tidak ada support dan bimbingan dosen, kita tidak bisa mengikuti kegiatan itu. Dosen mengajarnya asik, komunikatif, dan sportif,” tambahnya.

Bagus menilai ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sangat relevan dengan pekerjaannya sebagai freelance desainer. Berkat lingkungan kampus yang mendukung, ia mampu menyeimbangkan antara dunia kerja dan perkuliahan.

“Banyak ilmu saat berkuliah yang dapat saya implementasikan ke dunia kerja. Berkat lingkungan yang support, walaupun saya bekerja sambilan sebagai freelance desainer, saya tetap bisa mengikuti perkuliahan dengan baik,” ungkapnya.

Prestasi M. Bagus Pratama Putra menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu unggul secara akademik, tetapi juga dapat membangun pengalaman profesional sejak dini. Kombinasi kreativitas, kerja keras, dan lingkungan kampus yang suportif menjadikannya inspirasi bagi generasi muda di bidang industri kreatif. (**)

Rektor UBL Serukan Kolaborasi Multipihak Hadapi Ancaman Krisis Iklim Global

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Krisis iklim global yang semakin nyata mendorong lahirnya kolaborasi lintas sektor yang lebih konkret dan berkelanjutan. Kondisi tersebut menjadi perhatian utama dalam 4th International Symposium on Global Collaboration for Sustainability (ISGCS) 2026 yang digelar Universitas Bandar Lampung (UBL) di Holiday Inn Lampung Bukit Randu, Rabu (20/5/2026).

Mengusung tema “Navigating Global Climate Challenges through Multi-Stakeholder Partnership”, forum internasional tersebut mempertemukan akademisi, pemerintah, sektor industri, organisasi masyarakat sipil, hingga media untuk membahas strategi menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Rektor UBL, Prof. M. Yusuf S. Barusman, menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan ancaman nyata yang dampaknya telah dirasakan di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Perubahan iklim bukan lagi persoalan masa depan yang hanya menjadi bahan diskusi akademik. Kita telah menyaksikan berbagai fenomena cuaca ekstrem yang sebelumnya sulit dibayangkan. Beberapa waktu terakhir kita mengalami intensitas hujan yang sangat tinggi. Bayangkan apabila kondisi seperti itu terjadi terus-menerus dalam jangka panjang. Dampaknya tentu tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada ketahanan pangan, ekonomi, kesehatan masyarakat, hingga stabilitas sosial,” ujarnya.

Menurut Yusuf, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendorong lahirnya solusi dan kebijakan berbasis kolaborasi. Kampus, kata dia, tidak cukup hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus mampu menjadi penghubung antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

“Perubahan iklim merupakan tantangan global yang membutuhkan respons kolektif. Universitas harus hadir sebagai katalisator lahirnya inovasi, penguatan kebijakan, sekaligus jembatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat,” katanya.

Ia menilai penanganan krisis iklim tidak dapat dilakukan secara parsial karena dampaknya telah meluas ke berbagai sektor strategis, mulai dari lingkungan, ekonomi, ketahanan pangan, hingga keberlanjutan suatu bangsa.

“Karena itu, solusi terhadap tantangan global ini tidak dapat dilakukan secara individual. Kita membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, masyarakat, NGO, dan organisasi internasional,” tegas Yusuf.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh SDGs Center UBL tersebut merupakan bagian dari penguatan implementasi proyek Strengthening Capacities for Policy Planning for the Implementation of the 2030 Agenda in Indonesia and in the Global South Phase II (SDGs SSTC Phase II) yang didukung oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia.

Dalam forum tersebut juga dilakukan penandatanganan piagam kolaborasi MSP KEM11LAU sebagai simbol penguatan kemitraan multipihak dalam pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Selain menghadirkan pembicara nasional dan internasional, ISGCS 2026 turut diisi dengan panel diskusi dan presentasi hasil riset. Sebanyak 35 presenter memaparkan berbagai penelitian dan praktik baik terkait pembangunan berkelanjutan, ketahanan iklim, serta penguatan kolaborasi multipihak.

Melalui penyelenggaraan forum internasional ini, UBL menegaskan komitmennya dalam membangun diplomasi akademik dan jejaring global guna mendukung percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Bukan Sekadar Teori! Ini Mahasiswi Lampung yang Raih Prestasi Internasional

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Salah satu momen membanggakan pada Wisuda ke-41 Institusi Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, yang digelar pada 20 Mei 2026 di Gedung Bagas Raya, adalah kiprah Salsabila Shahibah Setiawan, lulusan Program Studi Bisnis Digital, yang membuktikan bahwa kuliah di Darmajaya bukan hanya soal teori, tapi juga tentang berani berkreativitas.

Putri dari Irpan Setiawan dan Rima Wardhani ini memulai perjalanannya sejak mengikuti kompetisi minat dan bakat mahasiswa baru. Dari situ, semangat beraninya terus tumbuh, membawa dirinya ikut serta dalam Darmajaya Startup Competition (DSC), podcast nasional, hingga forum internasional.

Titik balik terjadi saat semester enam, ketika Salsabila menerima tantangan menjalankan POJOK DIGITAL, program live streaming pemasaran prodi. Saat sebagian mahasiswa ragu, Salsabila maju sebagai produser dan menularkan semangatnya ke teman-teman. Hasilnya, mayoritas mahasiswa baru angkatan 25 mengenal prodi Bisnis Digital dengan cara yang kreatif dan interaktif.

Menurut Salsabila, pengalaman tersebut mengajarkannya banyak hal. Ia mengatakan, “Awalnya saya ragu, tapi setelah mencoba, ternyata semangat itu menular ke teman-teman dan membuat tim kami solid. Pojok Digital benar-benar membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berkreativitas dan belajar profesionalisme secara langsung.”

Ia menambahkan bahwa tantangan membagi waktu antara program Pojok Digital dan magang sebagai content creator di agency kreatif Bandar Lampung membuatnya belajar disiplin dan manajemen proyek, pengalaman yang tidak diajarkan dalam teori kuliah.

Selain magang, prestasi internal juga tidak luput dari perhatian Salsabila. Dua tahun berturut-turut, pada 2024 dan 2025, ia terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi Darmajaya.

Yang paling unik adalah pengalaman prestasi internasionalnya. Meskipun kemampuan bahasa Inggrisnya belum sepenuhnya native, Salsabila mampu berkomunikasi dengan sopan dan memahami diskusi dengan baik. Forum internasional ini diselenggarakan melalui kerja sama Darmajaya dengan salah satu universitas di Filipina, dengan fokus pada dampak artificial intelligence. Forum tersebut mempertemukan tim-tim dari berbagai negara Asia, termasuk China, Vietnam, Filipina, India, dan Indonesia. Dalam forum ini, tim Salsabila berhasil meraih predikat Best Poster 2, menegaskan kemampuan mahasiswa Darmajaya bersaing di level internasional.

Prestasi Salsabila selama kuliah sangat mengesankan: Top 15 Finalist Branding Case Competition Brexplore 2024; Top 30 Semi-finalist Business Case UI Innovation War 2023 & 2024; Favorite Winner National Podcast Competition Unnes 2023; Runner Up Business Plan Universitas Muhammadiyah Metro Lampung 2023; Top 10 Start Up Darmajaya Start Up Competition 2023; Juara 1 & Best Speaker Debat Minat Bakat Fair 2022; International Best Poster 2 Virtual Student Forum 2024; Juara 1 Video Promosi Honda Scoopy Launching Event 2025; dan Juara 2 Video Promosi Yudisium Kampus 2026.

Dengan keberanian, kreativitas, dan prestasi yang konsisten, Salsabila menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Prodi Bisnis Digital Darmajaya dapat mengubah teori menjadi praktik nyata, menorehkan prestasi, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(**)

ISGCS 2026 Soroti Krisis Iklim Global, UBL Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Percepatan SDGs

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu (20/05/2026), di Kementerian ATR/BPN, Jakarta. Bertindak selaku inspektur upacara, Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Dirjen SPPR), Virgo Eresta Jaya yang mengenakan seragam batik Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) bersamaan dengan peserta upacara di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

“Tepat pada hari ini, 20 Mei 2026, kita kembali merefleksikan momentum fundamental, yaitu semangat 1908 yang menjadi tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi menjaga tunas bangsa demi kedaulatan negara,” ujar Dirjen SPPR saat membacakan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid.

Dalam sambutannya, Dirjen SPPR menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini telah bergeser dari persoalan kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai program strategis nasional yang berfokus pada pembangunan kualitas sumber daya manusia, mulai dari program makan bergizi gratis, pemerataan akses pendidikan, hingga layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

“Kita harus meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita sebagai kompas utama yang harus dicapai bersama. Untuk itu, kita harus mampu mewujudkan misi tersebut agar menghadirkan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat,” tutur Virgo Eresta Jaya lanjut membacakan sambutannya.

Tema peringatan Harkitnas tahun ini adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut menegaskan pentingnya kemandirian bangsa melalui perlindungan dan pembangunan generasi muda sebagai fondasi masa depan Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat perlindungan generasi muda di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak. Kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen negara dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai dengan tumbuh kembang anak sebagai tunas bangsa.

Upacara Harkitnas ke-118 Tahun 2026 ini diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Kementerian ATR/BPN, dengan petugas upacara berasal dari Direktorat Jenderal SPPR. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN, serta sejumlah pegawai dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). (Nan)

Guru Besar UBL: Vape Narkoba Kini Jadi Ancaman Sosial yang Mengkhawatirkan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Fenomena penyalahgunaan New Psychoactive Substances (NPS) atau zat psikoaktif baru yang dikemas dalam bentuk liquid vape kini menjadi perhatian serius kalangan akademisi. Modus peredaran narkotika dengan memanfaatkan rokok elektronik dinilai telah berkembang menjadi ancaman sosial yang mengintai generasi muda melalui pendekatan gaya hidup modern dan media digital.

Guru Besar Sosiologi Hukum, Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL), Prof. Dr. Zainab Ompu Jainah, menilai perkembangan modus kejahatan narkotika saat ini semakin kompleks karena mengikuti perubahan teknologi, budaya populer, dan pola konsumsi masyarakat urban.

Menurutnya, vape yang semula dikenal sebagai bagian dari tren gaya hidup modern kini mengalami pergeseran fungsi menjadi media baru penyalahgunaan narkotika yang sulit dikenali masyarakat. “Liquid vape dimanfaatkan sebagai sarana penyalahgunaan narkotika karena bentuknya praktis, mudah dibawa, dan memiliki aroma perasa buah yang membuat peredarannya terselubung. Ini jauh lebih sulit dideteksi dibanding narkotika konvensional,” ujarnya saat ditemui di kampus Pascasarjana UBL, Selasa (19/5/2026).

Berdasarkan hasil pengawasan dan uji laboratorium Badan Narkotika Nasional, sejumlah liquid vape ilegal diketahui mengandung zat berbahaya seperti methamphetamine (sabu), MDMA (ekstasi), kokain, synthetic cannabinoid (ganja sintetis), hingga etomidate. Kandungan tersebut berpotensi merusak sistem saraf pusat, memicu gangguan mental, ketergantungan, hingga hilangnya kontrol diri.

Prof. Zainab menilai, pola penyebaran narkotika melalui vape saat ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih halus melalui budaya populer dan media sosial. Vape dipromosikan sebagai simbol modernitas, solidaritas pergaulan, hingga ekspresi kebebasan anak muda. “Masyarakat sering kali gagal membedakan antara budaya konsumsi modern yang wajar dengan perilaku menyimpang yang tumbuh secara terselubung,” katanya.

Dalam perspektif sosiologi hukum, Prof. Zainab menjelaskan bahwa kerentanan remaja terhadap fenomena tersebut dapat dipahami melalui sejumlah teori perilaku sosial. Salah satunya adalah Teori Differential Association dari Edwin H. Sutherland yang menjelaskan bahwa perilaku menyimpang dipelajari melalui lingkungan pergaulan dan komunitas sosial.

Selain itu, Teori Social Learning dari Albert Bandura menunjukkan adanya proses imitasi terhadap konten media sosial yang membentuk persepsi bahwa penggunaan vape merupakan sesuatu yang “keren” dan dapat diterima dalam pergaulan. Sementara Teori Anomie dari Robert K. Merton menggambarkan kondisi masyarakat modern yang mendorong pencarian kesenangan dan pengakuan sosial tanpa diimbangi dengan kontrol moral yang kuat.

Secara regulasi, peredaran liquid vape yang mengandung narkotika melanggar UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan terkait distribusi bahan berbahaya tanpa standar medis.

Namun demikian, Prof. Zainab menegaskan penanganan persoalan ini tidak cukup hanya melalui pendekatan represif berupa penangkapan dan sanksi pidana. Mengacu pada teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto, keberhasilan penegakan hukum juga ditentukan oleh budaya masyarakat, tingkat literasi hukum, dan kekuatan kontrol sosial.

“Persoalan terbesar hari ini adalah budaya permisif, lemahnya pengawasan lingkungan sosial, serta menurunnya kontrol orang tua terhadap perubahan gaya hidup anak-anak mereka,” tegas Ketua Program Studi Doktor (S3) Hukum UBL ini.

Karena itu, ia mendorong pemerintah memperketat pengawasan perdagangan digital dan mempercepat regulasi terhadap zat psikoaktif baru yang terus berkembang. Di sisi lain, keluarga dan institusi pendidikan harus kembali diperkuat sebagai benteng utama perlindungan moral generasi muda.

“Ketika penyimpangan sudah dibungkus atas nama gaya hidup dan kebebasan, hukum tidak boleh hanya hadir untuk menghukum, tetapi juga untuk membangun kesadaran sosial agar generasi muda tidak kehilangan arah,” pungkasnya.

Sinergi Kampus dan Industri! IIB Darmajaya dan PT Angkasa Pura Perkuat Kolaborasi

BANDAR LAMPUNG – (deklarasinews.com)– Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya terus memperluas kolaborasi dengan dunia industri melalui kunjungan strategis ke PT Angkasa Pura Kantor Cabang Bandara Radin Inten II pada Selasa (19/5/26). Kegiatan ini menjadi langkah nyata kampus dalam memperkuat sinergi di bidang pengembangan mahasiswa, kewirausahaan, hingga program magang.

Rombongan IIB Darmajaya dipimpin Kepala Pusat Inkubator Bisnis dan Karir, Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M., bersama Direktur Humas, Kerja Sama, dan Pemasaran, Dian Eka Darma Wahyuni, S.E., M.M., serta didampingi Senior Staf Kerja Sama, Ketut Artaye, S.Kom., M.T.I.

Kedatangan rombongan disambut hangat General Manager KC Bandara Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti; Airport Operation, Services & Security Division Head, Endro Hadi Saputra; Airport Commercial Department Head, Akhdi Mulya Ibrahim; serta Asset Management & General Services Junior Officer, Rahaditya Saputra.

Pertemuan berlangsung penuh keakraban dengan agenda utama mempererat silaturahmi sekaligus membahas peluang kerja sama strategis antara IIB Darmajaya dan PT Angkasa Pura. Fokus pembahasan mencakup pelaksanaan Youth Business Camp Season 3, program magang mahasiswa, serta pengembangan kewirausahaan berbasis industri.

Direktur Humas, Kerja Sama, dan Pemasaran IIB Darmajaya, Dian Eka Darma Wahyuni, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan kerja dan bisnis di era global.

“Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia industri, baik melalui program magang maupun penguatan jiwa entrepreneurship,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Inkubator Bisnis dan Karir IIB Darmajaya, Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M., menambahkan bahwa Youth Business Camp Season 3 nantinya akan menjadi wadah pengembangan kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan generasi muda dalam dunia bisnis.

Melalui kunjungan ini, IIB Darmajaya kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri sekaligus memperkuat konektivitas kampus dengan dunia usaha dan dunia kerja profesional.(**)

Dari Diskresi ke Kriminalisasi, Batas Tipis Kesalahan Administrasi dan Korupsi Kebijakan

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)– Kasus hukum yang menyeret mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, dalam perkara pengadaan Chromebook perlu dibaca dan dicermati secara hati-hati.

“Hal itu karena tidak hanya melalui sudut pandang hukum pidana korupsi saja, tetapi juga dari perspektif Hukum Administrasi Negara,” kata dosen tetap Hukum Bisnis Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Intan Meitasari, S.H., M.H.

Menurut Intan, perkara tersebut berasal dari sebuah kebijakan publik, yaitu  keputusan pemerintah dalam merumuskan, merancang, memilih, dan melaksanakan program digitalisasi pendidikan. Karena itu, ruang publik sangat perlu membedakan secara tegas antara kesalahan administrasi, kegagalan kebijakan, dan tindak pidana korupsi.

“Jika di lihat dari segi teori Hukum Administrasi Negara, tindakan pejabat pemerintahan harus diuji melalui tiga unsur utama, yaitu kewenangan, prosedur, dan tujuan. Tidak semua kebijakan yang dianggap gagal, tidak efektif, atau menimbulkan kerugian negara dapat otomatis dikualifikasikan sebagai tindak pidana korupsi,” ujar Intan.

Ia menjelaskan bahwa pejabat publik dalam menjalankan pemerintahan kerap berada dalam ruang kebijakan yang kompleks. Dalam kondisi tertentu, pejabat memiliki ruang sendiri untuk menggunakan diskresinya, yaitu kewenangan untuk mengambil keputusan ketika aturan memberikan pilihan, tidak lengkap, tidak jelas, atau terdapat kebutuhan tindakan cepat.

Namun, lanjut Intan, diskresi dalam hal ini tetap harus dilakukan berdasarkan kewenangan yang sah, tujuan yang benar, itikad baik, serta sesuai dengan asas-asas umum Pemerintahan yang baik.

Intan menambahkan, dalam perkara seperti pengadaan Chromebook, pertanyaan hukumnya tidak boleh berhenti hanya pada “apakah program tersebut kemudian dinilai bermasalah”. Hal yang lebih penting adalah membuktikan apakah sejak awal terdapat penyalahgunaan wewenang, konflik kepentingan, niat jahat, atau pengondisian kebijakan yang secara nyata menguntungkan pihak tertentu secara melawan hukum.

“Apabila tidak terdapat aliran dana yang masuk ke rekening pribadi pejabat yang bersangkutan, maka perkara ini perlu diuji dengan standar pembuktian yang sangat ketat. Ketiadaan aliran dana dalam hal ini memang tidak otomatis menghapus kemungkinan korupsi, tetapi dugaan keuntungan tidak langsung tetap harus dibuktikan secara terang, konkret, dan meyakinkan,” jelasnya.

Menurutnya, hukum pidana tidak boleh bekerja hanya dengan mengandalkan asumsi atau tafsir yang terlalu jauh dari fakta administrasi. Dalam negara hukum, pembuktian harus menjadi dasar utama sebelum seseorang dinyatakan bersalah.

Intan juga menyoroti pentingnya membedakan antara kesalahan kebijakan dan kejahatan kebijakan. Jika persoalannya terletak pada lemahnya kajian kebutuhan, kurang tepatnya pilihan teknologi, atau buruknya implementasi program, maka mekanisme pertanggungjawabannya dapat berupa evaluasi administratif, audit tata kelola, sanksi disiplin, atau pertanggungjawaban politik. Namun, jika terbukti ada rekayasa, pengondisian tender, atau keuntungan tertentu yang diperoleh secara melawan hukum, maka hukum pidana dapat masuk.

“Negara tentu harus tegas terhadap korupsi. Tetapi pemberantasan korupsi juga harus tetap menjaga batas antara kesalahan administratif dan kejahatan pidana. Jika setiap kebijakan yang tidak berhasil langsung ditarik ke ruang pidana, birokrasi akan kehilangan keberanian untuk berinovasi,” tegas Intan.

Ia menilai kasus ini penting bukan hanya karena menyangkut satu nama, tetapi juga karena menyentuh masa depan tata kelola pemerintahan. Hukum harus mampu membongkar korupsi tanpa mematikan diskresi pejabat publik. Sebaliknya, diskresi juga tidak boleh dijadikan tameng untuk menutupi penyalahgunaan kekuasaan.

“Dalam negara hukum, menghukum orang tanpa pembuktian yang kuat sama berbahayanya dengan membiarkan korupsi tanpa pertanggungjawaban. Oleh karena itu, perkara ini harus menjadi momentum untuk menegaskan kembali batas antara kekeliruan administrasi, kegagalan kebijakan, dan tindak pidana korupsi,” tutupnya. (**)

Mahasiswa Sistem Informasi Unggul IIB Darmajaya Raih Prestasi di The Face of Lampung 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Kabar membanggakan kembali datang dari Program Studi Sistem Informasi Unggul IIB Darmajaya. Mahasiswa berbakat, Eqi Sheva Al Mubaroq, sukses mengharumkan nama almamater dengan meraih gelar 2nd Runner Up & Intelegensia 1 The Face of Lampung 2026 pada ajang bergengsi tingkat Provinsi Lampung yang selenggarakan pada Sabtu (16/5/2026).

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Sistem Informasi Unggul tidak hanya kompeten dalam bidang teknologi dan akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas diri melalui kemampuan komunikasi, wawasan, kepribadian, serta kepercayaan diri yang kuat.

“Saya sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Pengalaman mengikuti The Face of Lampung 2026 menjadi proses pembelajaran yang luar biasa bagi saya, mulai dari pengembangan karakter, public speaking, hingga membangun rasa percaya diri. Semoga prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman mahasiswa lainnya untuk terus berani mencoba, berkembang, dan berprestasi,” ujar Eqi Sheva Al Mubaroq.

Ketua Program Studi Sistem Informasi, Dr. Wasilah, S.Kom., M.Kom., turut memberikan apresiasi atas capaian membanggakan tersebut. Menurutnya, keberhasilan Eqi mencerminkan kualitas mahasiswa Sistem Informasi Unggul yang mampu berkembang secara akademik maupun non-akademik.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Eqi Sheva Al Mubaroq. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Sistem Informasi Unggul memiliki potensi besar untuk bersaing, berinovasi, dan berprestasi di berbagai bidang. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya serta membawa nama baik almamater ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Program Studi Sistem Informasi Unggul IIB Darmajaya terus berkomitmen mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat(**)

Keren! Dosen dan Mahasiswa DKV IIB Darmajaya Tembus Pameran Nasional HIKAYART 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Prestasi membanggakan kembali diraih civitas academica Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya. Dosen DKV, Sigit Yudi Prasetyo., M.Ds, bersama mahasiswa angkatan 2023, Randy Max Sumaxer, ikut serta dalam pameran nasional pada HIKAYART–GoRo 2026 yang digelar di Galeri Hang Nadim, Pekanbaru, Riau.

Pameran seni rupa tersebut berlangsung pada 16 Mei hingga 17 Juni 2026 dan menghadirkan karya-karya pilihan dari seniman, akademisi, hingga kreator visual dari berbagai daerah di Indonesia. Keikutsertaan dosen dan mahasiswa DKV Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya menjadi bukti bahwa karya kreatif kampus mampu bersaing dan mendapat apresiasi di tingkat nasional.

Dalam pameran tersebut, Sigit Yudi Prasetyo, M.Ds menampilkan karya berjudul “POLA”. Karya tersebut menggambarkan struktur pola yang repetitif namun harmonis sebagai metafora kehidupan sosial yang terorganisir. Melalui pendekatan visual yang simbolis, karya itu menyoroti bagaimana kebersamaan mampu menciptakan ketahanan dan keindahan dalam kehidupan masyarakat.

Sigit mengatakan bahwa karya “POLA” lahir dari refleksi terhadap hubungan sosial manusia yang saling terhubung satu sama lain. Menurutnya, pola-pola kecil yang terlihat sederhana sejatinya membentuk kekuatan besar ketika disusun secara harmonis.

“Saya ingin menggambarkan bahwa keteraturan dan kebersamaan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan sosial yang kuat. Dari pola-pola yang berulang itu lahir harmoni dan ketahanan,” ujar Sigit Yudi Prasetyo.

Sementara itu, Randy Max Sumaxer menghadirkan karya bertajuk “From the Palm of the Hand to the Web of Life”. Karya tersebut mengangkat isu kolektivitas di era digital dengan mengeksplorasi hubungan manusia dengan jaringan sistemik dan teknologi. Randy mencoba menghadirkan refleksi tentang batas tipis antara konektivitas digital dan makna kehadiran yang sesungguhnya dalam kehidupan modern.

Randy mengungkapkan bahwa karya yang dibuatnya merupakan bentuk keresahan terhadap kehidupan manusia yang semakin dekat secara digital, namun terkadang terasa jauh secara emosional. Ia ingin mengajak audiens untuk merenungkan kembali makna hubungan antarmanusia di tengah derasnya arus teknologi.

“Melalui karya ini saya ingin mempertanyakan apakah kedekatan digital masih memberi ruang bagi makna yang mendalam dan rasa utuh sebagai manusia,” kata Randy Max Sumaxer.

Keberhasilan lolos kurasi pameran nasional ini menjadi pencapaian penting bagi Program Studi DKV Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya dalam mendorong budaya kreatif, inovatif, dan kompetitif di kalangan dosen maupun mahasiswa. Selain menjadi ruang apresiasi karya seni, partisipasi tersebut juga membuka peluang kolaborasi dan memperluas jejaring kreatif di tingkat nasional. (**)