MALANG -(deklarasinews.com)- Kebijakan ini diberlakukan mulai 24 Februari hingga 14 Maret 2026 guna menjaga efektivitas proses belajar mengajar di tengah pelaksanaan ibadah puasa.
Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fisik siswa maupun tenaga pendidik yang menjalankan ibadah puasa, sehingga kegiatan pembelajaran tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, mengatakan bahwa pengaturan waktu belajar dilakukan secara proporsional di setiap jenjang pendidikan. Meski terdapat pengurangan durasi pembelajaran, waktu masuk sekolah tetap dimulai pukul 07.00 WIB.
“Waktu masuk sekolah tetap pukul 07.00,” ujar Bagus, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) durasi pembelajaran dikurangi 10 menit untuk setiap mata pelajaran. Sementara di tingkat Sekolah Dasar (SD) pengurangan dilakukan selama 5 menit per mata pelajaran, dan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dikurangi 10 menit per mata pelajaran.
Menurut Bagus, kebijakan tersebut tidak akan mengurangi substansi materi pembelajaran. Ia meminta para guru untuk menyesuaikan metode penyampaian materi agar target kurikulum tetap tercapai.
“Kami menekankan kepada para guru untuk memadatkan materi pembelajaran agar target kurikulum tetap bisa terpenuhi,” jelasnya.
Kebijakan penyesuaian jam belajar ini mengacu pada Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 H/2026.
Selain kegiatan intrakurikuler, sekolah juga dianjurkan memanfaatkan momentum Ramadan dengan menggelar berbagai kegiatan keagamaan, seperti tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan pembentukan akhlak mulia siswa.
Sementara bagi siswa nonmuslim, pihak sekolah diimbau tetap memfasilitasi kegiatan bimbingan rohani dan aktivitas keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.