Pemerintah Kabupaten Malang Melakukan Penyesuaian Jam Pembelajaran Tatap Muka Bagi Siswa Selama Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026

MALANG -(deklarasinews.com)- Kebijakan ini diberlakukan mulai 24 Februari hingga 14 Maret 2026 guna menjaga efektivitas proses belajar mengajar di tengah pelaksanaan ibadah puasa.

Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fisik siswa maupun tenaga pendidik yang menjalankan ibadah puasa, sehingga kegiatan pembelajaran tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, mengatakan bahwa pengaturan waktu belajar dilakukan secara proporsional di setiap jenjang pendidikan. Meski terdapat pengurangan durasi pembelajaran, waktu masuk sekolah tetap dimulai pukul 07.00 WIB.

“Waktu masuk sekolah tetap pukul 07.00,” ujar Bagus, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) durasi pembelajaran dikurangi 10 menit untuk setiap mata pelajaran. Sementara di tingkat Sekolah Dasar (SD) pengurangan dilakukan selama 5 menit per mata pelajaran, dan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dikurangi 10 menit per mata pelajaran.

Menurut Bagus, kebijakan tersebut tidak akan mengurangi substansi materi pembelajaran. Ia meminta para guru untuk menyesuaikan metode penyampaian materi agar target kurikulum tetap tercapai.

“Kami menekankan kepada para guru untuk memadatkan materi pembelajaran agar target kurikulum tetap bisa terpenuhi,” jelasnya.

Kebijakan penyesuaian jam belajar ini mengacu pada Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 H/2026.

Selain kegiatan intrakurikuler, sekolah juga dianjurkan memanfaatkan momentum Ramadan dengan menggelar berbagai kegiatan keagamaan, seperti tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan pembentukan akhlak mulia siswa.

Sementara bagi siswa nonmuslim, pihak sekolah diimbau tetap memfasilitasi kegiatan bimbingan rohani dan aktivitas keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

92 Siswa dari Tujuh SMA di Kepulauan Yapen Ikuti Seleksi Paskibraka 2026

SERUI -(deklarasinews.com)– Sebanyak 92 siswa terbaik dari tujuh SMA di Kabupaten Kepulauan Yapen mengikuti seleksi Paskibraka tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak 10 Maret hingga 17 Maret ini menjadi bagian dari persiapan untuk perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

Sebelumnya sehari pembukaan seleksi pada Selasa 10 Maret 2026, dilakukan secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kepulauan Yapen, Sony Arnold Woria, di Gedung KNPI Serui. Kesbangpol hadir mewakili pemerintah daerah, sementara pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dan perwakilan sekolah pengirim peserta turut hadir, termasuk SMA N 1 Serui, SMA N 2 Serui, SMA Kasih Bangsa, SMA YPK Penabur, SMA PGRI, SMKS YPK, dan SMA Yapis. Dalam sambutannya, Sony Arnold Woria menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap persiapan putra-putri terbaik Kabupaten Yapen untuk mengemban tugas nasional.

Ketua PPI Kabupaten Kepulauan Yapen, Rayu Samsul, menjelaskan bahwa seleksi berlangsung selama tujuh hari dengan beberapa tahapan. “Hari ini kami melaksanakan seleksi awal berupa tes wawasan kebangsaan dan inteligensi umum. Tahapan berikutnya mencakup pengukuran tinggi badan, tes jasmani, dan asesmen lainnya. Pelatihan intensif akan dimulai April, sebelum seleksi provinsi pada Mei. Tujuan kami menyiapkan Paskibraka yang siap mewakili Yapen hingga tingkat provinsi dan nasional,” ujar Samsul saat diwawancarai di Gedung KNPI Serui, Rabu (11/3/2026).

Samsul menambahkan, pelaksanaan seleksi disesuaikan agar tidak mengganggu peserta yang menjalankan ibadah puasa, dan dijadwalkan berakhir 17 Maret 2026.

Prestasi tahun lalu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Kepulauan Yapen. “Kami mengirim empat peserta ke seleksi provinsi Papua, dan semuanya lolos ke tingkat nasional. Salah satunya, Ade Magdalena Warkawani dari SMK YPK, terpilih sebagai Putri Pembawa Bendera Pagi dan menerima bendera langsung dari Gubernur. Itu momen yang luar biasa bagi kami,” ujar Samsul.

Tahun ini, Provinsi meminta Yapen mengirim enam perwakilan. “Kami berharap pemerintah daerah tetap mendukung enam peserta ini agar siap berjuang di provinsi dan nasional,” tambah Samsul.

Peserta seleksi merupakan siswa-siswi unggulan yang telah mengikuti ekstrakurikuler Paskibraka di sekolah masing-masing, menandai komitmen Kabupaten Kepulauan Yapen dalam menyiapkan generasi muda yang siap mengemban tugas kebangsaan.(GM)

Kebijakan Pembatasan Kuota Mahasiswa Baru di PTN menjadi Harapan Baru Keberlangsungan PTS

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk membatasi jumlah penerimaan mahasiswa baru (maba) jenjang S1 di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), khususnya bagi kampus berstatus Badan Hukum (PTN-BH), mendapat dukungan penuh dari kalangan akademisi swasta. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah konkret untuk menjaga ekosistem pendidikan tinggi yang lebih sehat dan berkeadilan.

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Dr. Handi Risza, menyatakan bahwa langkah pemerintah tersebut merupakan “angin segar” bagi keberlangsungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia. Menurutnya, dominasi PTN dalam menyerap mahasiswa selama ini telah menciptakan ketimpangan beban operasional dan kualitas antara kampus negeri dan swasta.

Handi memaparkan data yang cukup kontras mengenai rasio mahasiswa di Indonesia. Berdasarkan data BPS, saat ini 127 PTN menampung sekitar 4,4 juta mahasiswa, yang berarti rata-rata satu PTN membina 34.712 mahasiswa. Sementara itu, 2.713 PTS di Indonesia hanya menampung 4,8 juta mahasiswa, dengan rata-rata hanya 1.781 mahasiswa per kampus.

Kondisi ini semakin diperparah oleh tren penurunan jumlah mahasiswa baru di sektor swasta. Handi mengungkapkan bahwa saat ini banyak PTS yang mengalami penurunan pendaftar hingga 20%—30%, bahkan beberapa di antaranya sudah tidak lagi menerima mahasiswa baru.

“Beban berat operasional kampus yang ditanggung PTS akan sangat berdampak pada peningkatan kualitas dan keberlangsungan PTS. Oleh sebab itu, perlu intervensi pemerintah untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan pembatasan penerimaan mahasiswa baru PTN,” ujar Dr. Handi Risza dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/3/2026).

Selain pembatasan kuota, Handi juga mendorong Kemdiktisaintek untuk melakukan terobosan dalam aspek pembiayaan. Ia menyoroti bahwa selama ini Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) hanya dinikmati oleh kampus negeri, padahal PTS memiliki tanggung jawab konstitusional yang sama dalam mencerdaskan bangsa.

Ia mengusulkan agar pemerintah mulai mempertimbangkan pemberian Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPT) bagi PTS. Menurutnya, kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban operasional kampus swasta serta menekan biaya pendidikan bagi mahasiswa dengan prinsip keadilan yang setara.

Sebelumnya, Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek, Prof. Mukhamad Najib, Ph.D., telah mengonfirmasi bahwa rencana pembatasan kuota S1 di PTN-BH memang masuk dalam agenda kementerian. Hal ini bertujuan agar PTN-BH dapat lebih fokus pada penguatan riset dan program pascasarjana (S2 dan S3), sementara porsi pendidikan sarjana (S1) dapat terdistribusi lebih merata ke perguruan tinggi lainnya.

Handi Risza menegaskan bahwa keberpihakan pemerintah sangat dinantikan saat ini. Tanpa adanya intervensi berupa pembatasan jumlah maupun jangka waktu penerimaan di PTN, keberlangsungan banyak PTS di Indonesia berada dalam posisi yang terancam.

 

Prestasi Gemilang! Prodi Ilmu Komunikasi UBL Sabet Akreditasi Unggul

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Bandar Lampung (UBL). Program Studi Ilmu Komunikasi untuk Program Sarjana (S1) resmi meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK).

Status akreditasi tertinggi tersebut ditetapkan melalui Keputusan Dewan Eksekutif LAMSPAK Nomor 070/AK.03.05/2026 tertanggal 2 Maret 2026. Berdasarkan keputusan tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi UBL dinyatakan memenuhi seluruh kriteria penilaian akreditasi sehingga berhak memperoleh status Terakreditasi Unggul yang berlaku sejak 8 April 2025 hingga 8 April 2030.

Capaian ini menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, tata kelola program studi, kualitas sumber daya dosen, fasilitas, kurikulum berbasis kebutuhan industri, serta produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan civitas academica Prodi Ilmu Komunikasi UBL.

Rektor UBL Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA menegaskan bahwa raihan Akreditasi Unggul Program Studi Ilmu Komunikasi merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh civitas academica melalui proses yang panjang dan tidak mudah. “Meraih akreditasi Unggul tentu bukan proses yang instan. Ini merupakan hasil kerja kolektif, komitmen, dan konsistensi seluruh civitas academica dalam menjaga mutu pendidikan, sekaligus memastikan kurikulum tetap relevan dengan perkembangan industri komunikasi sehingga lulusan memiliki daya saing dan mampu berkarier secara profesional di industri komunikasi,” ujarnya, Selasa (10/03/2026).

Raihan akreditasi Unggul ini tidak hanya menambah deretan program studi berkualitas di UBL, tetapi juga semakin mengukuhkan posisi UBL sebagai perguruan tinggi swasta terdepan di wilayah LLDIKTI Wilayah II dengan prodi terakreditasi Unggul/A terbanyak.

Komitmen terhadap kualitas tersebut turut memperkuat predikat UBL sebagai Kampus Swasta Terbaik di Sumbagsel selama tujuh tahun berturut-turut. Ke depan, capaian ini diharapkan menjadi momentum bagi Prodi Ilmu Komunikasi UBL untuk terus memperluas kolaborasi dengan dunia industri, media, dan berbagai institusi strategis dalam menghadirkan pendidikan komunikasi yang inovatif, relevan, serta mampu mencetak lulusan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Ciptakan Aplikasi Kontrol Diabetes, Mahasiswa Prodi Akuntansi Darmajaya Ini Pemenang DSC 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Rozi Pratama, mahasiswa Prodi Akuntansi/Accountpreneurship Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, menjadi salah satu pemenang Darmajaya Startup Competition 2026 yang digelar Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) IIB Darmajaya.

Rozi menghadirkan proposal aplikasi yang membantu penderita diabetes mencatat kadar gula darah sekaligus memesan makanan sehat yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Ide tersebut lahir dari pengalaman pribadinya sebagai penderita diabetes.

“Proposal bisnis ini saya bentuk karena saya sendiri penderita diabetes dan melihat semakin banyak penderita diabetes di Indonesia yang kesulitan mengontrol makanan,” ujar Rozi saat diwawancarai pada Selasa (10/3/2026).

Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memantau gula darah sekaligus mendapatkan akses makanan sehat yang aman bagi penderita diabetes. Ke depan, Rozi berharap inovasinya dapat dikembangkan dan dimanfaatkan lebih luas. “Harapannya aplikasi ini bisa bermanfaat bagi penderita diabetes, bukan hanya di Lampung tetapi di seluruh Indonesia agar mereka bisa hidup lebih sehat dan produktif,” katanya.

Sementara itu, Kepala Inkubator Bisnis dan Teknologi IIB Darmajaya, Lilla Rahmawati, menyampaikan bahwa sebanyak tujuh startup mahasiswa terpilih sebagai pemenang Darmajaya Startup Competition 2026 dan berhak menerima total pendanaan inkubasi sebesar Rp100 juta. Skema pendanaan berbasis kebutuhan dirancang agar dukungan yang diberikan selaras dengan tahap perkembangan masing-masing startup.

Ia menegaskan program tersebut merupakan komitmen kampus dalam menumbuhkan wirausaha muda berbasis inovasi. “Kami tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga pendampingan intensif agar para tenant mampu scale up dan siap masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Setelah ditetapkan sebagai pemenang, ketujuh startup tersebut akan memasuki tahap inkubasi dan pendampingan bisnis intensif di bawah pembinaan Inkubitek IIB Darmajaya. Program ini meliputi mentoring terstruktur, penguatan model bisnis, pengembangan produk, hingga strategi perluasan akses pasar.(**)

Aksi Berbagi Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Jelang Idulfitri Pererat Silaturahmi dengan Warga Gedong Meneng

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Puluhan bingkisan Lebaran dibagikan kepada masyarakat sekitar lingkungan kampus Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya pada Selasa, (10/3/26).

Pembagian bingkisan dari Yayasan Alfian Husin dan IIB Darmajaya merupakan rutinitas tahunan dalam menjalin silaturahmi. Adapun bingkisan berupa kecap, gula, teh, tepung, nata de coco, kue, mie instan dan susu tersebut untuk dimanfaatkan menyambut Lebaran Idulfitri.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Nonakademik IIB Darmajaya Muprihan Thaib,S.Sos., M.M., yang mewakili Yayasan Alfian Husin mengatakan bahwa kegiatan pembagian bingkisan lebaran ini adalah rutin setahun sekali. “Bukan bingkisannya tetapi silaturahminya yang rutin. Selama ini kami juga senang atas kerja sama yang terjalin dengan warga sekitar kampus,” ungkapnya.

Muprihan juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga sekitar atas aktivitas kampus IIB Darmajaya khususnya dalam kegiatan kemahasiswaan. “Selama ini warga sekitar juga sangat berperan aktif dalam menjaga kampus khususnya ketika libur dengan melaporkan ke satuan pengamanan ataupun kami bila terdapat hal-hal yang tidak sesuai,” ujarnya.

Menurutnya, bingkisan ini merupakan bentuk perhatian kepada warga sekitar. “Semoga dapat sedikit membantu untuk merayakan Lebaran Idulfitri,” tuturnya.

Sementara perwakilan Warga RT 006 LK I Gedong Meneng Baru, Rosita menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian kampus IIB Darmajaya dan Yayasan Alfian Husin selama ini. “Kepedulian ini semoga dapat bermanfaat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri,” ucapnya.

Rosita menerangkan perhatian yang diberikan ini juga kedepannya diharapkan akan selalu terjaga dengan baik. “Semoga Yayasan Alfian Husin dan IIB Darmajaya semakin maju dan terus berkembang,” tutupnya. (**)

Penghujung Ramadhan, PERTI Lampung Matangkan Program dan Perluasan Kepengurusan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pengurus Wilayah Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Provinsi Lampung memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk memperkuat konsolidasi organisasi melalui kegiatan silaturahmi dan rapat kerja, di Aula Lantai 3 Gedung Alfian Husin, Selasa (10/3/26) sore.

Kegiatan yang berlangsung pada hari ke-20 Ramadhan tersebut menjadi ajang mempererat kebersamaan antar pengurus sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi ke depan, terutama dalam pengembangan dakwah, pendidikan, dan penguatan kelembagaan PERTI di Provinsi Lampung.

Ketua Umum PERTI Lampung, Firmansyah Y. Alfian, mengatakan pelaksanaan rapat kerja di penghujung Ramadhan diharapkan membawa keberkahan sekaligus menjadi ikhtiar bersama untuk meningkatkan peran organisasi di tengah masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia. Di hari ke-20 Ramadhan ini kita bersilaturahmi sekaligus rapat kerja. Semoga kegiatan ini diberikan keberkahan oleh Allah SWT dan kita dapat menjemput malam Lailatul Qadar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya di PERTI Lampung tidak menargetkan hal-hal yang berlebihan, melainkan fokus pada penguatan organisasi secara bertahap dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.

Saat ini PERTI Lampung telah memiliki kepengurusan di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan. Ke depan, organisasi tersebut menargetkan terbentuknya kepengurusan di lima kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Menurut Firmansyah, perluasan kepengurusan menjadi langkah strategis agar PERTI semakin aktif dalam menjalankan program dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan di berbagai daerah.

Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam tertua di Indonesia, PERTI Lampung juga berkomitmen menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah kabupaten/kota maupun Pemerintah Provinsi Lampung.

Selain memperkuat organisasi, PERTI Lampung juga tengah mengembangkan Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Alfian Husin yang berada di Wates, Lampung Tengah. Pesantren tersebut diharapkan mulai menerima santri baru tahun ini dan menjadi pusat pengembangan pendidikan Islam.

Sekretaris PERTI Lampung, yang juga pemimpin Rapat Kerja, Muprihan Thaib, mengatakan program kerja organisasi disusun secara realistis dengan menitikberatkan pada penguatan fondasi organisasi serta pengenalan PERTI di tengah masyarakat.

Sementara itu, tokoh PERTI Lampung, Syaiful Anwar, menilai rapat kerja yang digelar di bulan Ramadhan menjadi momentum penting untuk merumuskan program kerja yang sejalan dengan visi organisasi, yakni mewujudkan kehidupan umat Islam yang bermartabat sesuai syariat.

Dalam forum tersebut, para pengurus juga mendorong agar bidang informasi dan komunikasi memanfaatkan perkembangan teknologi digital, termasuk melalui podcast dan berbagai platform media digital, sehingga PERTI semakin dikenal masyarakat dan mampu menjalankan program kerjanya secara lebih efektif di era modern.

Adapun berbagai  masukan dalam Raker dalam pengoptimalan program kerja juga disampaikan dihadapan para peserta. Mulai dari kegiatan dan sosialisasi organisasi ke masyarakat. Raker diakhiri dengan berbuka puasa bersama pengurus dan kader PERTI Lampung dihiasi canda tawa dan kekeluargaan. (**)

KAHBIS IIB Darmajaya Buka Layanan Konsultasi dan Bantuan Hukum Gratis

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Program Studi Hukum Bisnis Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya membuka layanan konsultasi dan bantuan hukum gratis melalui Klinik Advokasi Hukum Bisnis dan Siber (KAHBIS). Layanan ini ditujukan bagi civitas academica kampus serta masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum.

Layanan konsultasi dan bantuan hukum gratis ini dibuka setiap hari kerja di Ruang KAHBIS, Gedung G.1.7 IIB Darmajaya. Melalui program tersebut, kampus berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memberikan akses bantuan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Program Studi Hukum Bisnis, Mashuril Anwar, S.H., M.H mengatakan, layanan tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran hukum di lingkungan kampus dan masyarakat luas.

“Kami ingin masyarakat tidak menghadapi permasalahan hukum sendirian. Melalui KAHBIS, kami menyediakan ruang konsultasi hukum gratis yang dapat dimanfaatkan civitas akademika maupun masyarakat yang membutuhkan,” ujar Mashuril saat diwawancarai pada Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, layanan konsultasi tersebut didampingi oleh tim yang terdiri dari akademisi dan praktisi hukum yang memiliki kompetensi di bidangnya, khususnya dalam hukum bisnis dan hukum siber. Menurut Mashuril, kehadiran klinik advokasi ini juga menjadi sarana edukasi hukum bagi masyarakat agar lebih memahami hak dan kewajiban dalam berbagai persoalan hukum. “Program ini tidak hanya memberikan konsultasi, tetapi juga menjadi media edukasi hukum. Harapannya, masyarakat semakin sadar hukum dan mampu menyelesaikan permasalahan secara tepat,” jelasnya.

Selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari peran perguruan tinggi dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sadar hukum. Dengan adanya layanan ini, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh informasi dan pendampingan terkait persoalan hukum yang dihadapi.(**)

Jalani Ramadan di Tengah Musim Dingin Moskow, Dosen UBL Ini Rasakan Makna Baru Puasa

MOSKOW -(deklarasinews.com)- Ramadan tahun ini menjadi pengalaman berbeda bagi Aprinisa, dosen Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL) yang kini tengah menempuh studi Doktoral di Rusia. Untuk pertama kalinya, ia menjalani ibadah puasa jauh dari tanah air, tepatnya di Moskow, saat musim dingin masih menyelimuti kota tersebut.

Riri panggilan akrabnya yang sedang melanjutkan studi S3 di Peoples’ Friendship University of Russia (RUDN University) dengan konsentrasi Hukum Bisnis itu mengatakan, suasana Ramadan di Moskow sangat kontras dibandingkan dengan di Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim. “Kalau di Indonesia, Ramadan selalu terasa hidup. Menjelang magrib jalanan ramai oleh penjual takjil, aroma makanan khas Ramadan, serta suasana kebersamaan yang kuat. Di sini suasananya jauh lebih sunyi karena masyarakat menjalani aktivitas seperti biasa,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (10/03/2026).

Ia menceritakan, pada awal Ramadan suhu udara di Moskow masih berada di bawah nol derajat dengan salju yang sesekali turun menutupi jalanan dan bangunan kota. Kondisi tersebut memberikan pengalaman tersendiri dalam menjalankan ibadah puasa. “Berpuasa di suhu dingin sangat berbeda. Tidak ada rasa haus yang menyengat seperti di daerah tropis, tetapi dinginnya udara justru menjadi tantangan tersendiri bagi tubuh,” katanya.

Durasi puasa di Moskow pada awal Ramadan berkisar antara 13 hingga 14 jam, dimulai sekitar pukul 04.30 pagi dan berakhir menjelang pukul 18.45 waktu setempat. Secara durasi tidak jauh berbeda dengan Indonesia, namun suasana yang berbeda membuat pengalaman menjalani puasa terasa unik. Menurutnya, hal yang paling dirasakan bukan sekadar perbedaan cuaca, tetapi suasana Ramadan yang lebih individual. Tanpa keramaian khas bulan suci seperti di Indonesia, ia menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan reflektif.

“Untuk berbuka puasa, saya biasanya menyiapkan makanan sederhana seperti kurma, air hangat, sup, atau nasi dengan lauk yang dibeli dari supermarket terdekat. Di tengah udara Moskow yang dingin, makanan hangat terasa sangat berarti setelah seharian berpuasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun berada jauh dari tanah air, suasana Ramadan tetap terasa melalui kebersamaan komunitas Muslim di kota tersebut. “Umat Muslim di Moskow tetap menjalankan tradisi Ramadan, salah satunya dengan melaksanakan salat tarawih berjamaah di sejumlah masjid besar, termasuk Moscow Cathedral Mosque yang menjadi salah satu pusat kegiatan umat Muslim di sini,” tuturnya.

Selain itu, komunitas Muslim yang berasal dari berbagai negara seperti Asia Tengah, Timur Tengah, hingga Asia Tenggara juga kerap mengadakan kegiatan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan di tengah kehidupan kota metropolitan yang multikultural.

Ia menilai, menjalani Ramadan di luar negeri memberikan pengalaman spiritual yang berbeda. Tanpa suasana meriah seperti di tanah air, ibadah puasa justru terasa lebih personal dan reflektif. “Ramadan di sini mengajarkan banyak hal tentang kemandirian, ketahanan diri, dan bagaimana menjaga iman di tempat yang jauh dari rumah,” katanya.

Menurutnya, pengalaman menjalani Ramadan di Rusia menjadi pengingat bahwa makna bulan suci tidak selalu hadir melalui keramaian atau tradisi yang meriah, tetapi juga dapat ditemukan dalam kesederhanaan dan keheningan.

Firmansyah: Raker PERTI Momentum Konsolidasi dan Kebersamaan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Lampung periode 2025–2030 akan menggelar Rapat Kerja, Selasa (10/3/26), di Aula Lantai 3 Gedung Alfian Husin, Bandar Lampung. Agenda ini menjadi momentum penting bagi pengurus baru untuk merumuskan arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan, sekaligus mempererat kebersamaan melalui acara buka puasa bersama.

Ketua PERTI Lampung, Dr. Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., menyampaikan harapannya agar rapat kerja ini menjadi wadah konsolidasi dan penguatan visi organisasi.

“Raker ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi kesempatan untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen kita dalam mengabdi kepada umat dan bangsa,” kata Firmansyah, Senin (9/3/26).

Firmansyah menekankan pentingnya soliditas internal pengurus dalam menjalankan program kerja. Ia berharap seluruh jajaran dapat bekerja sama dengan semangat kebersamaan, sehingga PERTI Lampung semakin kokoh sebagai organisasi keagamaan dan pendidikan. “Soliditas adalah kunci, tanpa kebersamaan kita tidak akan mampu menghadapi tantangan zaman,” kata Sekretaris Yayasan Alfian Husin itu.

Selain itu, Firmansyah menyoroti perlunya inovasi dalam bidang pendidikan dan dakwah. Menurutnya, PERTI Lampung harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan dakwah dan meningkatkan kualitas pendidikan Islam di daerah. “Kita harus berani berinovasi, memanfaatkan teknologi agar dakwah dan pendidikan lebih efektif,” tegasnya.

Dalam konteks sosial, Firmansyah berharap PERTI Lampung dapat lebih aktif berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat. Program kerja yang dirumuskan diharapkan menyentuh langsung kebutuhan umat, terutama di bidang pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan.

Dia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dan organisasi keagamaan lainnya. Kolaborasi lintas sektor diyakini akan memperkuat peran PERTI Lampung dalam menjaga kerukunan dan memperkuat nilai kebangsaan. “Sinergi dengan berbagai pihak akan membuat PERTI Lampung lebih kuat dan relevan,” ujarnya.

Rapat kerja ini akan diikuti oleh seluruh pengurus PERTI Lampung periode 2025–2030. Agenda utama meliputi penyusunan program kerja, pembahasan strategi organisasi, serta penguatan struktur kelembagaan.

Sebagai penutup kegiatan, pengurus dan peserta akan melaksanakan buka puasa bersama di lokasi yang sama. Firmansyah menegaskan bahwa kebersamaan di meja iftar (suasana ukhuwah saat buka puasa bersama) menjadi simbol persaudaraan dan semangat pengabdian.

“Buka puasa bersama ini adalah wujud kebersamaan kita, memperkuat ukhuwah, dan meneguhkan komitmen untuk melayani umat,” kata Firmansyah yang juga Ketua APTISI Wilayah Lampung itu. (**)