Pertemuan Dua Rektor: IIB Darmajaya Jadi Rujukan Pengembangan Kampus di Indonesia Timur!

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menerima kunjungan Rektor Universitas Iqra Buru, Maluku Dr. Muhammad Sehol, S.Pd., M.Si., M.Pd.Si.pada Selasa, (2/11/25).

Kunjungan tersebut diterima langsung Rektor IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D. didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I. dan Wakil Rektor Bidang Nonakademik Muprihan Thaib, S.Sos., M.M. Hadir juga dalam pertemuan tersebut Sekretaris Yayasan Alfian Husin Dr. Ir. Firmansyah YA, M.B.A., M.Sc.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Sehol menuturkan tujuannya untuk bersilaturahmi dan menjalin kerja sama Tri Darma Perguruan Tinggi dengan IIB Darmajaya. Muhammad Sehol yang juga pengurus Aptisi Pusat ini banyak mendapatkan informasi tata kelola pengelolaan manajemen perguruan tinggi.

Diantaranya struktur organisasi perguruan tinggi, pembelajaran, dan peningkatan kualitas tenaga pengajar hingga fasilitas serta kompetensi lulusan. Dialog dan sharing knowledge antar kedua pimpinan perguruan tinggi ini juga memfokuskan pada pengembangan masing-masing institusi.

“Saya sangat senang dapat silaturahmi ke IIB Darmajaya yang memiliki slogan The Best,” ungkapnya.

Kampusnya, lanjut dia, menanamkan nilai-nilai pendidikan dan keagamaan yang kuat bagi mahasiswanya. “Saya akan ajak Yayasan untuk berkunjung ke IIB Darmajaya dalam pengembangan Universitas Iqra Buru selepas dari kunjungan ini,” tuturnya.

Sementara, Rektor IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., menyambut baik kunjungan dan rencana kerja sama Universitas Iqra Buru dalam Tri Darma Perguruan Tinggi. “Kita sangat senang dapat dikunjungi oleh salah satu pimpinan perguruan tinggi di wilayah Timur,” ungkap dia seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Menurutnya, banyak kolaborasi yang dapat dilakukan dalam pengembangan kedua perguruan tinggi. “Pertukaran dosen, kolaborasi riset hingga pengembangan entrepreneur kampus. Semoga rencana kerja sama kedua perguruan tinggi dapat berjalan baik dan lancar dalam peningkatan kualitas lulusan,” tutupnya.

Rektor Universitas Iqra Buru, Maluku juga diajak berkeliling oleh Wakil Rektor Bidang Nonakademik Muprihan Thaib, S.Sos., M.M. Mulai dari Rektorat, Warung Perancis, Lab IAC, Gedung F Raden Saleh, PLPP, Dekanat, hingga berakhir ke UPT ICCA.(**)

Mahasiswa Prodi Sistem Informasi Darmajaya Dinobatkan Mister Lampung 2025 Bidang Ekonomi Kreatif

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Grand Final Mister & Miss Lampung 2025 resmi digelar di Swiss-Belhotel Lampung pada 29 November 2025. Pada malam puncak tersebut, Yandi Maulana, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi/Inovasi Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, berhasil meraih gelar Mister Lampung 2025 Bidang Ekonomi Kreatif.

Dalam ajang yang diikuti finalis dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung tersebut, Yandi tampil percaya diri dan menunjukkan kapasitasnya sebagai generasi muda yang memahami pentingnya pengembangan ekonomi kreatif di era digital.

“Saya sangat bersyukur bisa meraih gelar ini. Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga motivasi bagi saya untuk terus berkontribusi dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Lampung,” ujar Yandi Maulana setelah dinobatkan.

Ia menambahkan bahwa dukungan keluarga, teman, dan dosen menjadi dorongan besar selama proses seleksi hingga malam grand final.

Ketua Program Studi Sistem Informasi IIB Darmajaya, Dr. Wasilah, S.Kom., M.T., memberikan apresiasi atas capaian tersebut. “Kami bangga dengan prestasi Yandi. Ia membuktikan bahwa mahasiswa Sistem Informasi tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan teknologi, tetapi juga mampu berprestasi pada ajang non-akademik yang menuntut kreativitas dan kepercayaan diri,” jelasnya.

Dr. Wasilah juga menegaskan bahwa kemenangan Yandi menjadi bukti bahwa mahasiswa IIB Darmajaya memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini. Dengan gelar yang diraihnya, Yandi Maulana diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif di Lampung.(**)

KWT Sumber Makmur Margodadi Gelar Pameran Hasil Pertanian Generatif, Tampilkan Karya Tani Muda dan Edukasi Organik

TUBABA –(deklarasinews.com)- Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Makmur Margodadi bersama 10 Tani Muda sukses menggelar Pameran Hasil Pertanian Generatif dalam rangkaian Project Akhir Ganavira pada Minggu (30/11/25). Kegiatan yang berlangsung di lokasi KWT Sumber Makmur ini menjadi ajang unjuk karya hasil pembelajaran pertanian organik selama 10 bulan terakhir sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

Pameran ini diikuti oleh 79 peserta, yang terdiri dari anak-anak TK, orang tua, anggota KWT, dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kepala Tiyuh Margodadi, Camat Tumijajar, perwakilan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, PPL Tumijajar, serta Dinas PMD Tubaba.

Perwakilan kitabisa.com Anindita menyampaikan bahwa pameran ini merupakan momentum penting bagi para peserta untuk menunjukkan keterampilan yang telah mereka pelajari, mulai dari pembuatan media semai, penyemaian bibit, perawatan tanaman, hingga panen menggunakan metode pertanian organik.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak, orang tua, dan Tani Muda untuk memperlihatkan proses sekaligus memahami manfaat pertanian organik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selama acara, peserta diajak mengikuti berbagai pos edukasi yang dipandu oleh 35 fasilitator program Ganavira. Anak-anak belajar mengenal sayuran, membuat media semai, hingga praktik perawatan tanaman. Sementara itu, para ibu mengikuti sesi pembuatan media semai, panen, hingga pengolahan sampah dapur menjadi kompos organik.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah sesi Pameran Produk Generatif, di mana peserta dan warga melihat langsung hasil pertanian serta olahan organik karya KWT dan Tani Muda. Produk-produk tersebut meliputi bibit organik, sayuran segar hasil budidaya berkelanjutan, hingga pewarna alami dari bumbu dapur.

Pameran ini tidak hanya menampilkan visual hasil panen, tetapi juga cerita proses belajar, inovasi, serta komitmen peserta dalam menerapkan pola pertanian ramah lingkungan.

Kepala Tiyuh Margodadi Feri Saputra T berharap kegiatan ini mampu membuka peluang kolaborasi di masa depan, baik dengan masyarakat maupun instansi terkait.
“Ini menjadi ajang branding bagi KWT dan Tani Muda untuk dikenal sebagai penggerak pertanian organik. Kami ingin menunjukkan bahwa pertanian sehat bisa dilakukan secara kreatif, menyenangkan, dan bernilai ekonomi,” katanya.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara menargetkan meningkatnya kepedulian warga terhadap pentingnya pangan sehat serta praktik pengolahan lahan yang ramah lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup modern yang berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan refleksi peserta dan foto bersama seluruh fasilitator, tamu undangan, dan warga. Project Akhir Ganavira dianggap menjadi langkah awal memperluas edukasi pertanian organik di lingkungan Margodadi sekaligus merayakan pencapaian peserta yang telah berproses hampir satu tahun.

Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi model pembelajaran pertanian generatif yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Tulang Bawang Barat. (**)

Dosen Sistem Informasi IIB Darmajaya Semangati Siswa SMKN 8 Menjadi Programmer Sukses

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Randi Estian, S.Kom., M.T.I., dosen Program Studi Sistem Informasi/Inovasi Digital IIB Darmajaya, menjadi narasumber dalam kegiatan bertema “Sukses Menjadi Programmer” di SMKN 8 Bandar Lampung pada Senin (1/12/25).

Dalam kunjungannya, Randi didampingi oleh Senior Staf dan Staf Direktorat Humas, Kerjasama, dan Pemasaran IIB Darmajaya: Amransyah, S.E., dan Gia Ayu Tari, S.Kom. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yakni Yandi Maulana (Prodi Sistem Informasi) dan Novita Anggraini Halim (Prodi Manajemen).

Mengawali penyampaian materi, Randi menjelaskan deskripsi pekerjaan seorang programmer yang tidak hanya menulis kode, tetapi juga merancang, menguji, memelihara aplikasi, serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan solusi teknologi dapat digunakan dengan baik. “Programmer itu problem solver. Kita membantu menyelesaikan persoalan nyata melalui perangkat lunak,” jelasnya.

Ia juga memberikan motivasi dengan memaparkan alasan kenapa profesi programmer itu keren. “Programmer itu punya kemampuan menciptakan sesuatu dari nol. Dari ide sederhana bisa menjadi aplikasi yang bermanfaat untuk jutaan orang. Itu keren karena karya kalian bisa berdampak luas,” ujar Randy. Ia menambahkan bahwa profesi ini fleksibel, memiliki peluang kerja global, dan dapat dilakukan secara remote.

Lebih jauh, Randi turut menyampaikan beberapa nama programmer dan tokoh teknologi terkenal yang telah memberikan dampak besar, seperti Mark Zuckerberg (pendiri Facebook), Bill Gates (pendiri Microsoft), Tim Berners-Lee (pencipta World Wide Web), serta tokoh Indonesia seperti Nadiem Makarim (pendiri Gojek) dan William Tanuwijaya (pendiri Tokopedia). Dalam pernyataan tidak langsung, Randi menuturkan bahwa perjalanan para tokoh tersebut menunjukkan bahwa kesuksesan di dunia teknologi dapat diraih oleh siapa saja yang tekun belajar, berani mencoba, dan tidak takut gagal.

Sesi ini berlangsung interaktif. Para siswa antusias bertanya mengenai bahasa pemrograman pertama yang sebaiknya dipelajari, peluang karier programmer di masa depan, serta tips untuk tetap produktif saat belajar coding. Randi berharap materi yang disampaikan dapat membangkitkan semangat siswa untuk terus mengasah kemampuan digital dan siap bersaing di era teknologi.(**)

Gubernur Mirza Dorong Pramuka Jadi Mitra Strategis Pemprov dalam Ketahanan Pangan dan Tanggap Bencana

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Lampung menugaskan kepengurusan baru Kwarda Lampung untuk fokus pada pembentukan karakter generasi muda, menjadikannya instrumen utama Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Kamabida Lampung saat Pelantikan Pengurus Mabida & Mabida Harian, Kwarda & LPK, dan DKD Gerakan Pramuka Lampung Masa Bakti 2025 – 2030, di Balai Keratun Lt. III, Senin (1/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional (Sekjen Kwarnas) Pramuka, Mayjen TNI (Purn) Bachtiar melantik Gubernur Rahmat Mirzani Djausal sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) dan Sekdaprov Marindo Kurniawan sebagai Kamabida Harian Gerakan Pramuka Provinsi Lampung.

Kemudian, Kamabida Lampung melantik Wakil Gubernur Jihan Nurlela sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kakwarda) Lampung dan Inspektur Bayana sebagai Ketua Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarda Lampung yang dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Dewan Kerja Daerah (DKD) Lampung oleh Kakwarda Lampung.

​Kamabida Lampung kemudian menyoroti posisi strategis Gerakan Pramuka sebagai organisasi kaderisasi terbesar di Indonesia, yang mampu mendidik hampir setengah juta anggotanya di Lampung secara berkelanjutan.

​”Tidak ada organisasi lain di Indonesia yang mengkaderisasi anggotanya secara berkelanjutan, mulai dari usia SD hingga Perguruan Tinggi. Pramuka adalah instrumen utama yang mengajarkan kedisiplinan, karakter, integritas, dan yang paling penting, rasa cinta serta pengorbanan kepada bangsa,” tegas Kamabida.

​Kamabida secara khusus menugaskan Kakwarda Lampung untuk menjadikan Pramuka sebagai mitra strategis dan alat ungkit bagi Pemerintah Provinsi Lampung dalam penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembentukan karakter masyarakat, terutama pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan Kwarda akan sangat bergantung pada pengorbanan waktu, pemikiran, dan tenaga dari seluruh pengurus.

​Sebagai mitra strategis, Kamabida mengarahkan Kwarda Lampung untuk segera berkolaborasi dengan pemerintah dalam dua program prioritas: Ketahanan Pangan, dengan menggerakkan anggota Pramuka untuk berpartisipasi aktif, serta Tanggap Bencana, dengan melaksanakan pelatihan kesiapsiagaan bagi seluruh anggota di seluruh tingkatan, sesuai instruksi Presiden.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan tiga hal: Kolaborasi adalah kunci ketahanan bangsa, Pramuka memiliki peran nyata dalam pembentukan karakter, dan Pramuka adalah pilar penting menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, ​Ketua Kwarda Lampung Jihan Nurlela, menegaskan bahwa pelantikan ini adalah titik awal untuk menghadirkan Gerakan Pramuka Lampung yang lebih progresif, inklusif, dan relevan dengan dinamika zaman.

​“Di tengah tantangan generasi muda yang semakin beragam, mulai dari perkembangan teknologi hingga isu moral dan intoleransi, Pramuka harus hadir sebagai kekuatan moral dan sosial, sekaligus pilar pendidikan non-formal yang kokoh,” ujar Kakwarda Jihan Nurlela.

​Kwarda Lampung siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam penguatan karakter generasi muda dan telah menetapkan empat agenda prioritas, di antaranya Penguatan pembinaan karakter, Pemberdayaan Pramuka sebagai garda terdepan dalam aksi sosial dan penanganan kebencanaan, serta Perluasan kolaborasi lintas sektor. Selain itu, Kwarda Lampung berkomitmen penuh untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Karang Pamitran Nasional pada tahun 2028.

​Dalam amanat Ketua Kwarnas yang disampaikan oleh Sekjen Kwarnas Mayjen TNI (Purn) Bachtiar, Kwarnas meminta jajaran pengurus baru untuk menjadi garda terdepan dalam penguatan karakter bangsa dan mendukung program strategis pemerintah, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan sesuai dengan Asta Cita Presiden.

​“Gerakan Pramuka Lampung akan difokuskan dan dititikberatkan untuk membantu mensukseskan swasembada pangan, energi, dan air. Pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu menjadi teladan dalam setiap ucapan, sikap, dan tindakan, serta senantiasa mengamalkan Trisatya dan Darma Pramuka,” tegas Sekjen Kwarnas.

​Kwarnas menekankan bahwa amanah ini adalah kepercayaan dan tanggung jawab moral untuk menuntun generasi muda menuju Indonesia Emas tahun 2045, dan menyerukan pentingnya sinergi yang kuat antara Mabida, Kwarda, Mabicab, dan Kwarcab, serta mendorong inovasi yang adaptif melalui pemanfaatan teknologi.

Dosen Sistem Komputer IIB Darmajaya Paparkan Riset IoT dalam Lecture Exchange di NTVU Tiongkok

TIONGKOK -(deklarasinews.com)- Dosen Program Studi Sistem Komputer Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Novi Herawadi Sudibyo, menjadi pemateri dalam kegiatan Lecture Exchange di Nantong Vocational University (NTVU), Jiangsu, Tiongkok (22/11/25).

Pada kesempatan tersebut, Novi menyampaikan materi mengenai perkembangan teknologi Industri 4.0 dan implementasi Internet of Things (IoT) dan yang telah dikembangkan di program studi Sistem Komputer IIB Darmajaya.

Dalam kesempatan tersebut, dihadapan peserta mahasiswa NTVU dan peserta 2025 China – ASEAN Education Cooperation Week Vocational Skills Contest yang berasal dari 10 negara, Novi menjelaskan evolusi teknologi dari era Industri 1.0 hingga 4.0 yang membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Ia menekankan pentingnya literasi teknologi bagi generasi saat ini agar tidak tertinggal oleh perkembangan AI dan sistem otomatisasi.

Selain perkembangan teknologi industri, Novi memaparkan berbagai hasil penelitian yang dikerjakan dan telah diimplementasikan bersama tim dosen dan mahasiswa, mulai dari proyek smart farming di green house atap kampus hingga sistem pemberian pakan ikan otomatis yang dapat bekerja otomatis sesuai jadwal serta dapat dikendalikan melalui smartphone, yang mana sistem tersebut telah dihibahkan kepada petani budidaya ikan di Lampung Tengah sebagai bentuk pengabdian dan penerapan hasil riset.

Dalam sesi materi, Novi juga menyampaikan bahwa pembelajaran IoT di Darmajaya, mahasiswa diarahkan bekerja dalam tim untuk merancang proposal, melakukan analisis, untuk menyusun dan membangun project prototype sistem kontrol bergerak (Mobile). Mahasiswa juga didorong membuat driver mikrokontroler mandiri melalui perancangan sirkuit PCB sebagai bekal kompetensi di bidang sistem embedded, guna untuk menghasilkan karya teknologi yang handal dan mudah dalam implementasi dan siap untuk diproduksi atau masuk dunia industri.

Novi turut menunjukkan contoh arsitektur sistem kontrol IoT modern, termasuk contoh sistem pakan ikan otomatis yang dikembangkan dengan komponen sensor ultrasonik, relay, motor DC, RTC, dan kendali smartphone.

Selain itu, ia juga memaparkan proyek terbaru yang sedang diimplementasikan di kawasan ekowisata hutan mangrove berupa instalasi panel surya yang dilengkapi sistem kontrol menggunakan smartphone. Proyek ini bertujuan membantu penyediaan listrik di lingkungan ekowisata yang diharapkan dapat memberikan dampat positif sehingga dapa meningktkan perekonomian masyarakat didesa.

Di akhir sesi, Novi membuka diskusi dengan peserta dan mengundang mahasiswa NTVU untuk menjelajahi lebih jauh peluang pengembangan sistem IoT. Ia juga menyampaikan undangan untuk berkunjung ke kampus IIB Darmajaya. “Jika suatu hari Anda datang ke Indonesia, silakan berkunjung ke kampus kami di Lampung,” tuturnya.

Untuk pendaftaran mahasiswa baru IIB Darmajaya tahun 2026, silakan kunjungi laman resmi pmb.darmajaya.ac.id. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh dengan menghubungi narahubung yang tersedia 24 jam melalui nomor 08117972244 atau 082306097566. (**)

Softskill Naik Drastis! Nexplore 2025 Jadi Jalur Rahasia Maba Darmajaya Menuju Sukses Organisasi!

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Minat dan Bakat (Mibat) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Nexplore dengan tema “Your Map to The Future” selama dua hari (27 – 28 November 2025) di Lapangan Futsal.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pelaksana Nexplore Faisal Amin mengatakan kegiatan Nexplore merupakan kegiatan yang diselenggarakan Mibat Darmajaya untuk memgeksplore dunia kampus dan meningkatkan mibat mahasiswa baru IIB Darmajaya. “Melalui Nexplore setiap maba menemukan pintu awal dalam menuju petualangan berorganisasi untuk mengeluarkan bakatnya dengan pilihannya,” ungkapnya.

Faisal menerangkan bahwa Nexplore mendorong mahasiswa baru lebih percaya diri dalam mengikuti organisasi kampus Darmajaya.”Manfaatkan kesempatan ini untuk menggali potensi dan bakat dalam berorganisasi,” ujar dia seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Sementara, Rektor IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan bahwa pentingnya dalam berorganisasi khususnya untuk menunjang softskill selama kuliah. “Saya ucapkan selamat kepada Direktorat Kemahasiswaan yang berhasil meningkat peringkat dari sebelumnya Baik ke Baik Sekali dan tahun depan semoga dapat Unggul,” ungkap dia mengawali sambutannya.

Nexplore, lanjut dia, memberikan Anda selaku mahasiswa baru mulai mengetahui potensi apa yang dimiliki. “Kemampuan hardskill bukan satu-satunya tetapi juga softskill memjadi bagian penting. Jadi Anda dapat menggali dan mendapatkan kesempatan ini hanya di Darmajaya melalui Mibat,” pungkasnya.

Nexplore menampilkan stand dari organisasi kemahasiswaan IIB Darmajaya beserta himpunan mahasiswa. Adapun pengunjung Nexplore juga dapat menikmati bazaar UMKM yang berada di Lapangan Futsal.

Untuk pendaftaran mahasiswa baru IIB Darmajaya tahun 2026, silakan kunjungi laman resmi pmb.darmajaya.ac.id. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh dengan menghubungi narahubung yang tersedia 24 jam melalui nomor 08117972244 atau 082306097566. (**)

Dies Natalis 60 Tahun, FEB Unila Dorong Peran Alumni Majukan Pendidikan dan Ekonomi Provinsi Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) merayakan Dies Natalis ke-60 tahun dengan rangkaian acara yang menekankan penguatan sinergi antara akademisi dan alumni.

Puncak perayaan yang diselenggarakan pada Minggu (30/11/2025) menjadi momentum peluncuran tagline baru dan penegasan peran alumni sebagai mitra strategis fakultas.

Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.U., ASEAN Eng., dalam sambutannya menegaskan bahwa Dies Natalis ke-60 FEB Unila merupakan sebuah pencapaian bersejarah.

“Enam puluh tahun perjalanan FEB Unila merupakan pencapaian bersejarah yang patut kita syukuri dan kita rayakan bersama. Selama enam dekade, FEB Unila telah menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya generasi-generasi terbaik: para akademisi, birokrat, pengusaha, maupun pelaku kebijakan, dan profesional di berbagai sektor,” ujar Rektor.

Rektor Lusmeilia menekankan, di era pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, alumni adalah mitra strategis.

“Kami percaya bahwa alumni adalah mitra strategis yang tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga kontribusi nyata dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kolaborasi industri, pembukaan peluang magang dan kerja, hingga penguatan reputasi institusi di tingkat nasional dan global,” katanya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta pada pagi hari ini menjadi energi positif untuk menapaki perjalanan FEB Unila ke masa depan.

Dekan FEB Unila, Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., secara resmi meluncurkan tagline baru fakultas, yaitu “FEB Growing to the Best.”

Prof. Nairobi turut menyampaikan mandat penting dari Menteri Pendidikan, yaitu harapan agar Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat menjadi tulang punggung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

“Ini semua tentu saja akan menggerakkan ekonomi kita semua, menggerakkan perekonomian rakyat, menuntaskan kemiskinan yang diharapkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Ia juga menyoroti potensi besar wisatawan domestik yang berkunjung ke Lampung, yang mencapai sekitar 18 juta, dan berharap pengangkatan seni dan ornamen Lampung dalam acara ini dapat meningkatkan gairah wisata.

Ketua KAFE Unila, Dr. Edarwan, S.E., M.Si., menyambut baik usia ke-60 FEB Unila yang disebutnya sebagai usia yang sangat matang, yang harus terus berkembang menjadi growing to the best.

“Kita sebagai alumni FEB Unila adalah sebagai mitra strategis yang harus bersinergi, berkolaborasi dalam rangka memajukan FEB Unila, memajukan Universitas Lampung, dan memajukan bangsa Indonesia,” tegas Edarwan.

Ia mengajak seluruh alumni untuk meningkatkan solidaritas, loyalitas, dan kontribusi nyata demi memajukan fakultas.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Chara Pratamj Tidespania Tubarad, S.E., M.Acc,. Ph.D., Ak., CIBP., CA, dalam laporannya mengatakan bahwa rangkaian Dies Natalis ke-60 FEB Unila telah dilaksanakan secara komprehensif, melibatkan seluruh elemen civitas akademika dan alumni, dengan rangkaian kegiatan :

  1. 24 November: Dilaksanakan Rapat Senat Luar Biasa yang dihadiri oleh Rektor dan Senat Fakultas serta para dosen. Acara dirangkai dengan Sosialisasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.
  2. 26 November: Diselenggarakan Kuliah Umum dengan pembicara Dr. Dany Amrul Ichdan, Wakil Direktur MIND ID sekaligus Alumni FEB Angkatan 94, yang membahas topik Transformasi Industri Pertambangan.
  3. 30 November (Puncak Acara): Puncak Dies Natalis dirayakan dengan Senam Bersama dan Tembang Kenangan Temu Alumni. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 500 kupon peserta/alumni yang hadir.

Puncak acara pada 30 November diwarnai dengan berbagai kegiatan, antara lain Senam, Donor Darah, pembagian ratusan doorprize, serta sesi Tembang Kenangan antar angkatan, yang menyajikan lagu-lagu angkatan masing-masing dan membuat semua angkatan berbaur.

Sebagai bentuk kepedulian, melalui KAFE Unila, juga diberikan Bantuan Penyusunan Skripsi kepada dua orang mahasiswa akhir FEB, yaitu Mahdiyyan Fadillah dan Anita, yang diserahkan langsung oleh Sekretaris KAFE, Ganjar Jationo.

Tercatat, alumni yang hadir di puncak acara ini mewakili 28 angkatan, dimulai dari angkatan 1978.

Sekolah Demokrasi: Mencegah Keruntuhan Institusi dan Membangun Kembali Demokrasi

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Universitas Paramadina bekerjasama dengan Universitas Diponegoro, LP3ES, KITLV Leiden, dan INDEF menyelenggarakan  Sekolah Demokrasi Angkatan VIII dengan tema Mencegah Keruntuhan Institusi dan Membangun Kembali Demokrasi. Acara yang berlangsung selama 2 hari (28-29 November 2025) bertempat di Universitas Paramadina, Kampus Kuningan, dan kampus Cipayung.

Prof. Suharnomo, Rektor Universitas Diponegoro, dalam sambutanya dengan nada tegas namun penuh keprihatinan, ia menyampaikan bahwa demokrasi Indonesia berada pada titik yang membutuhkan penguatan mendesak. Menurutnya, kita tidak boleh hanya terpaku pada prosedur demokrasi seperti pemilu atau pergantian kepemimpinan. Demokrasi membutuhkan institusi kuat yang mampu menopang legitimasi politik dan menjaga ruang publik tetap sehat. Ia mengingatkan bahwa dalam situasi politik seperti sekarang ketika banyak lembaga pengawasan melemah, dan ketika ruang kebebasan sipil mengalami tekanan maka literasi demokrasi menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda. “Dalam situasi seperti ini, institusi demokrasi tidak boleh melemah apalagi runtuh. Dampaknya akan serius, tidak hanya bagi kebijakan, tetapi juga bagi masa depan bangsa” tuturnya.

Dr. Handi Risza Idris, Wakil Rektor Bidang Pengelolaan Sumber Daya Universitas Paramadina, memulai dengan sebuah pertanyaan yang sering muncul dalam wacana pembangunan: manakah yang harus dibangun terlebih dahulu, demokrasi atau ekonomi? Pertanyaan ini tampak sederhana, namun jawaban dan implikasinya sangat kompleks. Menurut Handi, dalam sejumlah negara, terutama negara kesejahteraan di Eropa, pembangunan ekonomi sering kali menjadi fondasi awal sebelum demokrasi berkembang secara matang. Namun Indonesia berada dalam dinamika yang berbeda. Reformasi 1998 membuat demokrasi tumbuh bersamaan dengan proses pembangunan ekonomi. Akibatnya, seringkali keduanya dipertentangkan: apakah negara harus lebih fokus pada stabilitas ekonomi atau kebebasan politik?

Handi menegaskan bahwa dilema itu sebetulnya tidak relevan lagi. Demokrasi dan ekonomi bukan dua pilihan yang harus dipilih salah satu. Indonesia, memiliki potensi ekonomi yang besar: bonus demografi, pertumbuhan industri kreatif, sektor digital yang berkembang pesat, hingga kekayaan alam yang masih belum sepenuhnya dimanfaatkan. Namun potensi sebesar apa pun tidak akan memberi manfaat tanpa tata kelola yang baik. Dan tata kelola yang baik hanya dapat muncul dari sistem demokrasi yang sehat. “Demokrasi dan ekonomi harus diberi ruang yang sama, keduanya merupakan pilar negara untuk menghadirkan kesejahteraan sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945” kata Handi.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menegaskan bahwa perjalanan pemberantasan korupsi di Indonesia selama dua dekade terakhir mengalami pasang surut yang sangat signifikan. Dalam sebuah diskusi publik yang digelar di Universitas Paramadina, Wijayanto menyoroti dinamika KPK dari awal pembentukannya pada tahun 2000 hingga saat ini, menekankan perlunya pengembalian independensi dan penguatan lembaga antikorupsi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Wijayanto, pembentukan KPK pada awal 2000-an menjadi simbol tekad bangsa Indonesia untuk menegakkan hukum dan menolak budaya korupsi. “KPK dilahirkan sebagai representasi struktur politik, sosial, dan ekonomi yang ingin bersih dari korupsi. Ini bukan sekadar institusi, tetapi cermin komitmen bangsa terhadap demokrasi,” ujarnya. Ia membagi perjalanan pemberantasan korupsi ke dalam tiga periode penting: era Presiden Gus Dur, era Presiden SBY, dan era Presiden Jokowi. Setiap periode menunjukkan karakter yang berbeda, dengan pencapaian dan tantangan tersendiri.

Selama periode 2007 hingga 2019, menurut Wijayanto, pemberantasan korupsi menunjukkan kemajuan yang nyata. Kasus-kasus besar berhasil ditangani, dan KPK mendapat dukungan publik yang luas. Namun, titik balik terjadi pada tahun 2019 ketika revisi UU KPK disahkan. “Sejak saat itu, independensi KPK melemah. Bukan karena KPK tidak ingin bekerja, tetapi karena struktur politik dan administratif membatasi ruang geraknya,” katanya.

Ia menekankan bahwa ketika KPK dilemahkan, bukan hanya lembaganya yang dirugikan, tetapi struktur demokrasi dan tata kelola pemerintahan Indonesia secara keseluruhan. Selain itu, Wijayanto juga mengkritik fenomena dramatisasi kerugian negara yang sering muncul di publik. Ia menekankan bahwa perhitungan kerugian harus berbasis nilai nyata, bukan potensi atau estimasi yang bombastis. “Di banyak negara maju, nilai kerugian dihitung secara konkret, berdasarkan kerugian yang terjadi. Di Indonesia, angka-angka kadang terlihat besar karena cara menghitungnya yang tidak konsisten,” ujarnya,

Ia mencontohkan kasus pengadaan kapal ASDP yang nilainya dinilai hanya sebagai besi tua, padahal sebenarnya merupakan investasi strategis. Perbedaan metode ini, menurutnya, sering membuat pemberantasan korupsi tampak dramatis tanpa memberikan pemahaman yang jelas tentang dampak nyata bagi negara. Melihat situasi ini, Wijayanto menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo memiliki pekerjaan rumah besar.

Ia menekankan perlunya konsolidasi peran KPK, membersihkan hambatan administratif, mengembalikan independensi lembaga, mengakhiri politisasi dan dramatisasi kasus korupsi, serta menetapkan metodologi pengukuran kerugian negara yang jelas dan ilmiah. Semua langkah ini, penting agar pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi narasi populer, tetapi juga menghasilkan tata kelola yang nyata dan berkelanjutan. “Pemberantasan korupsi bukan sekadar menangkap pelaku atau menciptakan sensasi di media sosial. Ini tentang membangun kepercayaan publik, memperkuat demokrasi, dan menciptakan kepastian hukum” tegasnya

Malik Ruslan, Redaktur Penerbitan LP3ES, mengajak peserta untuk melihat korupsi bukan hanya sebagai masalah hukum dan administrasi, tetapi sebagai persoalan moral dan budaya politik. Menurutnya, korupsi di Indonesia memiliki akar sosiologis yang panjang. Budaya pemberian, hubungan patron-klien, serta struktur sosial yang permisif terhadap praktik-praktik tidak etis turut memperkuat lingkaran korupsi. Malik menjelaskan bahwa masyarakat kerap menganggap pemberian hadiah sebagai bentuk hubungan baik, bukan sebagai gratifikasi.

Kebiasaan ini telah berlangsung ratusan tahun dan sulit dihapus hanya dengan regulasi baru. Ia mengatakan bahwa “sistem sebaik apa pun akan hancur jika manusianya tidak berubah. Ini bukan pembelaan terhadap korupsi, tetapi sebuah pengingat bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat didekati hanya melalui penguatan lembaga. Pendidikan moral, budaya transparansi, dan kritik publik menjadi komponen penting yang tidak boleh diabaikan” tutur Malik.

Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa, Prodi Administrasi Bisnis UBL Gelar Sosialisasi & Inklusi Sukuk Tabungan ST015

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan edukasi keuangan yang relevan, aplikatif, dan sesuai kebutuhan generasi muda, Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Inklusi Sukuk Tabungan ST015 pada Jumat (28/11/2025) di Auditorium Pascasarjana UBL. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan mahasiswa, khususnya terkait instrumen pembiayaan negara berbasis syariah.

Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Apep Ridwan, Kasubbag Manajemen Pengetahuan DJPPR Kementerian Keuangan RI, dan Adi Prasetia, Direktur Fixed Income PT Bina Artha Sekuritas.

Dalam materinya, Apep Ridwan menegaskan bahwa generasi muda merupakan kelompok strategis dalam upaya memperkuat ketahanan fiskal negara. Pemahaman terhadap instrumen keuangan negara, termasuk Sukuk Tabungan, menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional. “Sukuk Tabungan bukan sekadar instrumen investasi, tetapi juga sarana keterlibatan mahasiswa dalam pembiayaan pembangunan. Karena itu, pemerintah terus mendorong partisipasi publik, khususnya milenial dan Gen Z, untuk memperkuat ketahanan fiskal sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Adi Prasetia menjelaskan bahwa proses pembelian Sukuk Tabungan seri ST015 kini semakin mudah berkat kehadiran berbagai platform digital yang telah bekerja sama dengan pemerintah. “Dengan modal mulai dari Rp1 juta, mahasiswa sudah dapat menjadi investor negara secara aman, terjangkau, dan transparan. ST015 juga menawarkan imbal hasil kompetitif dengan skema floating with floor yang memberikan kepastian sekaligus potensi kenaikan kupon,” jelasnya.

Adi Prasetia juga menambahkan bahwa investasi Sukuk Tabungan memiliki dampak sosial yang signifikan karena dana yang dihimpun digunakan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan nasional. “Instrumen ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan publik. Dengan akses digital yang makin mudah, kami berharap semakin banyak generasi muda yang mulai berinvestasi sekaligus berkontribusi bagi ekonomi nasional,” tambahnya.

Ketua Program Studi Administrasi Bisnis UBL, M. Oktavianur, turut menekankan urgensi peningkatan literasi dan akses keuangan bagi mahasiswa. “Literasi keuangan sangat penting bagi generasi muda, terutama mahasiswa kami, agar mampu mengambil keputusan finansial yang cerdas dan berorientasi masa depan. Tingginya literasi dan akses keuangan akan memperluas partisipasi publik dalam instrumen negara seperti Sukuk Tabungan,” pungkasnya.

Acara yang dipandu oleh Trenggono Pujo Sakti, dosen Administrasi Bisnis UBL, berlangsung interaktif. Mahasiswa terlihat antusias, mengajukan pertanyaan seputar manfaat, mekanisme, hingga peluang investasi pada Sukuk Tabungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin memahami peran penting Sukuk Tabungan sebagai instrumen investasi yang aman, inklusif, dan berdampak sosial, serta terdorong untuk berkontribusi dalam pembiayaan pembangunan nasional melalui instrumen keuangan negara.