Wakil Walikota Pagaralam Resmikan Program MBG Di SDN 30 Perandonan

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Wakil Wali Kota Pagar Alam, Hj. Bertha, meresmikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 30 Perandonan, Kelurahan Selibar, Kecamatan Pagar Alam Utara, sekaligus menghadiri launching dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dempo Makmur, Kecamatan Pagar Alam Utara, Senin (20/04/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak, serta meningkatkan konsentrasi belajar di sekolah. Wawako juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pihak sekolah, dan masyarakat dalam menyukseskan program tersebut.

Program MBG dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan siswa, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM.

Wawako menegaskan Pemerintah Kota Pagar Alam, siap mendukung penuh pelaksanaan program MBG, yang merupakan program pemerintah pusat dan termasuk dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Program ini bertujuan agar anak-anak menjadi generasi yang cerdas dan sehat. Menu makanan yang diberikan telah disusun oleh ahli gizi, sehingga kebutuhan nutrisi siswa dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Wawako.

Wawako juga mengingatkan agar makanan yang disediakan dapat dikonsumsi dengan baik sesuai porsi dan gizi yang telah ditentukan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda Pagar Alam, Asisten I, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, serta masyarakat setempat.(Rep)

Wali Kota Pagar Alam Temui Kemenkes RI, Usulkan Gedung KRIS dan Pengadaan Alkes RSD Besemah

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, didampingi Sekretaris Daerah Zaily Oktosab Fitri Abidin bersama Kepala Dinas Kesehatan serta Plt. Direktur UPTD RSD Besemah Kota Pagar Alam, melaksanakan audiensi ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada, Senin (20/04/2026).

Audiensi tersebut bertujuan untuk mengajukan usulan pembangunan Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), peningkatan sarana dan prasarana, serta pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di UPTD RSD Besemah Kota Pagar Alam, guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Wali Kota beserta rombongan diterima langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono,Sp.PD-KEMD.,Ph.D, beserta jajaran. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai kebutuhan strategis Rumah Sakit daerah, agar dapat memenuhi standar pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan sesuai dengan kebijakan nasional.

Wali Kota Ludi Oliansyah menyampaikan harapannya agar usulan tersebut dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat, sehingga pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan di Kota Pagar Alam dapat segera terealisasi demi pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

Sementara itu, pihak Kementerian Kesehatan menyambut baik usulan yang disampaikan dan akan menindaklanjuti sesuai dengan mekanisme serta ketentuan yang berlaku. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.(Rep)

Cegah Banjir Susulan, Eva Dwiana Tinjau Normalisasi Sungai Bersama TNI di Way Halim

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)-  Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bersama TNI percepat normalisasi sungai di wilayah Kelurahan Jagabaya 1, Kecamatan Way Halim hal ini dilakukan karena  pada  Selasa (14/4/2026) air di sungai tersebut meluap hingga menggenangi rumah warga.

Dari pantauan yang dilakukan pada Sabtu (18/4)  Satgas Bandar Lampung yang terdiri dari BPBD, DLH, Pol PP, Dinas PU, kecamatan, kelurahan serta linmas bersama TNI melakukan normalisasi sungai sejak pukul 08.00 WIB.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana pun turut hadir meninjau langsung normalisasi sungai yang ada di wilayah itu, hal ini sebagai langkah agar masyarakat tidak lagi terkena luapan air sungai saat hujan deras tiba.

Bunda Eva pun menegaskan agar Satgas Bandar Lampung selalu siaga meskipun tidak hujan, karena bencana alam bisa datang kapan saja.

Kota Bandar Lampung  melakukan percepatan normalisasi sungai dan gorong-gorong di beberapa wilayah, salah satunya dengan melakukan penataan konstruksi badan sungai sejumlah wilayah.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen pemkot memberikan solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang kerap dikeluhkan warga.

Bahwa normalisasi sungai tetap menjadi prioritas pemkot, terutama melakukan pembersihan sendimen yang tebal di setiap gorong-gorong di Bandar Lampung (red).

Wakil Walikota Pagaralam Buka Grand Final Bujang Gadis Pagar Alam 2026

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Semangat pelestarian budaya dan pengembangan potensi generasi muda menyelimuti Aula SDN 74 Pagar Alam pada pelaksanaan Grand Final Pemilihan Bujang Gadis Pagar Alam (BGP) 2026. Acara bergengsi ini dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Pagar Alam, Ibu Hj. Bertha, didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Pagar Alam, Ibu Hera Parianti Ludi, Sabtu (18/4/2026).

Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Hj. Bertha. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran Bujang Gadis Pagar Alam sebagai duta daerah yang tidak hanya unggul dalam penampilan, tetapi juga memiliki kecerdasan dan pemahaman mendalam tentang kearifan lokal serta potensi wisata Kota Pagar Alam.

Selain hadir memberikan dukungan moril, Ibu Hera Parianti Ludi juga menjalankan peran krusial sebagai salah satu dewan juri dalam Grand Final Pemilihan Bujang Gadis Pagar Alam 2026. Kehadiran beliau di kursi juri memberikan perspektif penting terkait aspek perilaku, etika, dan kontribusi sosial(Rep)

Wako Pagaralam: Jaga Lingkungan dan Jangan Buang Sampah Sembarangan

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Wali Kota Ludi Oliansyah menjadi Inspektur Upacara Gabungan Pemerintah Kota Pagar Alam, dalam rangka peringatan Hari Konsumen Nasional dan Hari Bumi Sedunia, yang diikuti oleh Wakil Wali Kota Hj Bertha, perwakilan Forkopimda, seluruh ASN, serta perwakilan TNI dan Polri, di Halaman Kantor Wali Kota Pagar Alam, pada Jumat pagi (17/04/2026).

Dalam sambutannya Wali Kota Pagar Alam menjelaskan sesuai keputusan presiden bahwa hari konsumen Nasional bukan hanya bentuk apresiasi terhadap konsumen, tetapi juga momentum untuk mendorong terciptanya konsumen yang cerdas terhadap pelaku usaha.

Wako mengatakan pada hari konsumen ini Pemerintah Daerah dituntut untuk menunjukan arah yang baik khususnya dalam pengelolaan pasar. Wako menjelaskan bahwa pasar merupakan pusat pertumbuhan ekonomi, oleh karna itu harus dilakukan penataan pasar supaya terciptanya pasar yang rapi untuk kenyamanan konsumen.

“Saya juga mengingatkan untuk OPD yang terlibat (dalam pengelolaan pasar, red) supaya benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawab kita selaku pemerintah, agar apa yang diharapkan oleh masyarakat bisa tercapai dengan baik,” tegas Wako Ludi.

Sementara dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Wali Kota mengimbau kepada seluruh ASN untuk menjaga lingkungan masing-masing.

“Saya tegaskan untuk jangan membuang sampah ke sembarang tempat, Jangan sampai kita mencemari lingkungan,” tegas Wako Ludi.(Rep)

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandar Lampung Lakukan Aksi Bersih Drainase

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Merespons peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi curah hujan tinggi pada 17–18 April 2026, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengambil langkah cepat dan taktis. Ia menginstruksikan aksi “Jumat Bersih” massal di seluruh wilayah yang mencakup 126 kelurahan dan 20 kecamatan pada Jumat (17/4/2026) pagi.

Perwakilan Forum Camat Kota Bandar Lampung, Hendry Satria Jaya, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan penguatan dari agenda rutin yang diarahkan oleh Wali Kota. Namun, kali ini fokus utama terletak pada mitigasi konkret di jalur-jalur drainase utama.

Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat bersama aparatur pemerintah hingga tingkat bawah. Fokus pembersihan meliputi drainase dan gorong-gorong utama, siring atau selokan di permukiman warga, serta saluran air primer dan sekunder yang menjadi titik rawan penyumbatan.

“Sesuai arahan Bunda Eva, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan hingga tingkat lingkungan dan RT,” ujarnya.

Hendry, yang juga menjabat sebagai Camat Panjang, menjelaskan bahwa efektivitas drainase perkotaan sangat bergantung pada kapasitas tampung saluran.

“Tumpukan sedimen dan sampah kerap mengurangi volume saluran air hingga 70 persen. Pembersihan ini merupakan langkah mitigasi struktural agar air hujan dapat mengalir optimal ke pembuangan akhir tanpa meluap ke jalan atau permukiman,” jelasnya.

Untuk memastikan instruksi ini berjalan efektif, Wali Kota Eva Dwiana mewajibkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung ke lapangan. Para pejabat diminta mengawasi jalannya pembersihan di tingkat kecamatan serta melaporkan dokumentasi kondisi lapangan.

Laporan tersebut akan menjadi bahan acuan bagi pimpinan dan Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kota Bandar Lampung dalam mengambil langkah strategis selanjutnya sebagai bentuk akuntabilitas kinerja pemerintah.

Hendry menekankan pentingnya koordinasi lintas kelurahan mengingat sistem drainase kota yang saling terintegrasi.

“Kami di Forum Camat mendukung penuh instruksi Wali Kota. Ini adalah langkah preventif yang krusial. Mitigasi banjir bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan juga kesiapan saluran dalam menampung lonjakan debit air yang tiba-tiba sesuai prediksi BMKG,” tegasnya.

Kehadiran para Kepala OPD di lapangan diharapkan mampu memberikan dorongan moral bagi warga sekaligus memastikan sinergi dari tingkat kota hingga lingkungan terkecil.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai awal pembentukan kesadaran kolektif. Mari bersama menjaga fasilitas publik agar gorong-gorong tidak lagi menjadi tempat pembuangan sampah. Dengan kolaborasi yang baik, risiko genangan air di Kota Tapis Berseri dapat diminimalisasi secara berkelanjutan,” pungkas Hendry (red).

Wali Kota Bandar Lampung Kunjungi Anggota BPBD Yang Mengalami Kecelakaan Kerja saat Jalankan Tugas

BANDAR LAMPUNG  -(deklarasinews.com)- Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyambangi Aulia Ahmad Akbar pegawai  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung yang mengalami kecelakaan kerja saat menjalankan tugas evakuasi bencana di wilayah Gang Onta, Kecamatan Kedaton.

Untuk meringankan beban korban, Bunda Eva memberikan bantuan uang tunai Rp15 juta dan umroh. “Terima kash banyak atas pengorbanannya, semoga lekas beraktivitas kembali,” ungkapnya usai menemui korban di RS Advent, Bandar Lampung, Kamis (16/4/2026).

Untuk diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada saat waktu istirahat setelah salat dzuhur. Dalam kondisi kelelahan usai bekerja, Akbar diduga kurang fokus saat hendak membersihkan mesin pompa penyedot air yang masih dalam keadaan menyala.

Akibatnya, tangan korban tersedot ke dalam mesin pompa air hingga menyebabkan tiga jarinya putus.

Untuk saat ini Akbar tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung. Dari keterangan keluarga, Akbar membutuhkan penanganan serius, baik dari sisi medis maupun pemulihan pascaoperasi (red).

Prioritaskan Keselamatan Warga, Pemkot Bandar Lampung Ambil Alih Normalisasi Sungai Tanjung Senang

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan mitigasi banjir guna memberikan rasa aman bagi masyarakat. Meski terdapat wilayah yang secara regulasi berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemerintah Kota (Pemkot) mengambil langkah inisiatif untuk mengintervensi pengerjaan infrastruktur di titik-titik krusial, salah satunya di Kecamatan Tanjung Senang.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota saat turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir di sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Bumi Waras, Rajabasa, Labuhan Ratu, Sukabumi, dan Tanjung Senang, Kamis (16/4/2026).

Dorong Optimalisasi Sinergi Lintas Sektoral

Dalam keterangannya, Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva menyoroti pentingnya konsistensi koordinasi antarinstansi. Ia berharap ke depan komunikasi dengan pihak Balai dapat berjalan lebih dinamis dan sinkron, mengingat penanganan bencana memerlukan respons cepat serta kehadiran seluruh pemangku kepentingan di lapangan.

“Kami terus berupaya mengajak seluruh pihak untuk duduk bersama. Masalah banjir di kota ini akan tuntas jika ada sinergi yang solid dari tingkat kecamatan hingga pihak Balai. Namun, saat ini kami melihat masih ada kendala dalam kepastian koordinasi di lapangan,” ujar Eva Dwiana.

Mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi, Bunda Eva memutuskan mengambil langkah diskresi demi kepentingan publik, terutama terkait proyek drainase di Tanjung Senang yang sempat terhambat.

“Masyarakat sudah sangat kooperatif dengan menghibahkan tanah mereka untuk kepentingan umum. Kita tidak bisa membiarkan pengerjaan ini tertunda terlalu lama. Saya sudah menjalin komunikasi dan meminta izin kepada pihak Balai agar Pemkot dapat segera mengambil alih pengerjaannya. Ini murni demi keselamatan warga,” tegasnya.

Bantuan Rp5 Miliar untuk 5.800 KK

Sejalan dengan upaya perbaikan infrastruktur, Pemkot Bandar Lampung juga fokus pada langkah perlindungan sosial. Sebanyak Rp5 miliar anggaran disiapkan untuk meringankan beban masyarakat di 36 titik banjir yang tersebar di 13 kecamatan.

Adapun paket bantuan yang disalurkan kepada setiap kepala keluarga (KK) terdiri dari beras 10 kilogram dan santunan tunai sebesar Rp500.000 per KK guna membantu biaya pemulihan serta pembersihan rumah pascagenangan.

Selain itu, Pemkot juga akan melakukan penataan kembali aliran sungai yang terhambat oleh bangunan tertentu, khususnya di wilayah Sukabumi. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus air dan meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.

“Pemerintah hadir untuk bertanggung jawab. Jika ada kendala pada aliran sungai yang tertutup, kami akan melakukan penertiban secara terukur. Beberapa titik sudah kami rapikan kembali agar fungsi sungai sebagai saluran pembuangan air dapat kembali optimal,” pungkasnya.

Meski bertindak tegas dalam ranah kebijakan, Bunda Eva tetap memberikan penguatan moral kepada warga. Ia mengajak masyarakat untuk tetap sabar, menjaga semangat gotong royong, serta meyakini bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi masyarakat di masa-masa sulit (red)

Pemkot Pagaralam Serahkan CPP Kepada KPM

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Dalam rangka meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan akan menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras dan minyak goreng kepada 18.442 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersebar di 5 Kecamatan dan 35 Kelurahan.

Bantuan CPP tersebut secara simbolis diserahkan Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah bersama Forkopimda Pagar Alam, di Kantor Camat Dempo Utara, Kamis (16/04/2026).

Adapun rincian penerima manfaat tersebut, di Pagar Alam Selatan sebanyak 5.803 KPM, Kecamatan Pagar Alam Utara 4.891 KPM, Kecamatan Dempo Utara 3.215 KPM, Kecamatan Dempo Tengah 2.240 KPM dan Kecamatan Dempo Selatan 2.293 KPM, masing-masing keluarga penerima manfaat mendapatkan 20 Kg beras dan 4 Liter minyak goreng.

Bantuan pangan beras dan minyak goreng tersebut merupakan program Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) / National Food Agency (NFA) yang diperintahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta mengurangi beban pengeluaran masyarakat rentan.

“Nantinya apabila masih ada warga yang belum dapat bantuan pangan tersebut, Pemkot Pagar Alam melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan akan berupaya mencari solusi terbaik, lewat alokasi APBD, BanGub dan lainnya demi ketentraman dan kesejahtraan kita bersama,” kata Wali Kota.

Wali Kota Ludi juga mengatakan, sinergitas antar berbagai pihak mulai dari Pemerintah Pusat dan Provinsi serta unsur BUMN, TNI/Polri, Swasta, Organisasi dan Masyarakat dalam penguatan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat terus di dorong, guna menciptakan kekuatan ketahanan pangan daerah.

“Melalui sinergi ini akan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan Semoga segala upaya yang telah kita laksanakan, selalu di ridhoi Allah SWT,” harap Wali Kota.(Rep)

Ludi Oliansyah Tegas: Kartu Anggota Ilegal, Pungli di Pasar Nendagung Harus Dihentikan

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Dugaan praktik pungutan liar (pungli) berkedok kewajiban kartu anggota di Pasar Nendagung, Kecamatan Pagar Alam Selatan, akhirnya terbongkar setelah Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, turun langsung ke lapangan dan mendengar keluhan pedagang serta kuli panggul yang merasa dipaksa membayar untuk bisa bekerja.

Langkah tegas ditunjukkan Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, saat melakukan peninjauan langsung ke Pasar Nendagung. Di tengah agenda penataan kawasan pasar, ia justru menemukan persoalan serius yang membebani masyarakat kecil—dugaan pungli yang dikemas melalui kewajiban memiliki kartu anggota asosiasi pedagang.

Keluhan datang dari para pedagang hingga kuli panggul. Mereka mengaku tidak bisa beraktivitas di pasar tanpa memiliki kartu tersebut. Kondisi ini menimbulkan keresahan karena dianggap sebagai bentuk pembatasan hak mencari nafkah sekaligus praktik yang memberatkan.

Melalui akun resmi @pagaralam serame, Ludi Oliansyah menegaskan sikap kerasnya terhadap praktik tersebut.

“Tidak ada pungutan biaya apa pun di luar ketentuan resmi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kota Pagar Alam, yakni hanya sebatas biaya sewa kios, kebersihan, dan keamanan,” tegas Ludi.

Ia juga menyoroti legalitas kartu anggota yang diwajibkan kepada para pekerja pasar. Menurutnya, kartu tersebut tidak memiliki dasar hukum yang sah dan tidak pernah diterbitkan melalui Surat Keputusan resmi pemerintah.

“Kartu anggota tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak pernah dikeluarkan melalui SK resmi pemerintah, sehingga dinyatakan ilegal,” ujarnya.

Temuan ini menguatkan indikasi bahwa praktik pungli telah berlangsung secara terselubung, memanfaatkan ruang aktivitas ekonomi rakyat. Bahkan, kewajiban kartu itu dinilai sebagai alat kontrol oleh pihak tertentu terhadap akses bekerja di pasar.

Ludi Oliansyah pun mengingatkan bahwa seluruh fasilitas Pasar Nendagung merupakan aset pemerintah daerah yang harus digunakan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan dimonopoli oleh kelompok tertentu.

“Seluruh fasilitas dan lahan Pasar Nendagung adalah milik pemerintah daerah dan diperuntukkan bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” tegasnya lagi.

Sebagai bentuk keseriusan, ia langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penelusuran menyeluruh terhadap peredaran kartu tersebut serta menindak pihak-pihak yang terlibat jika terbukti melanggar.

Tak hanya itu, Wali Kota juga memberikan kepastian kepada para kuli panggul agar tidak lagi merasa tertekan oleh aturan ilegal tersebut.

“Kuli panggul bebas bekerja tanpa harus memiliki kartu apa pun, selama mendapat kepercayaan dari pemilik barang atau pengepul,” ungkapnya.

Langkah cepat ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Pagar Alam tidak akan mentolerir praktik pungli dalam bentuk apa pun, terlebih yang menyasar masyarakat kecil di pusat ekonomi tradisional.

Diharapkan, dengan pembongkaran praktik ini, Pasar Nendagung dapat kembali menjadi ruang usaha yang adil, terbuka, dan bebas dari tekanan, sehingga para pedagang dan pekerja bisa mencari nafkah dengan aman dan nyaman. (Rep)