Wabub Lamsel : Ruas Jalan Sidomulyo-Blimbing Sari Lamtim Habis Lebaran Beres

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar mengungkapkan ruas jalan penghubung Sidomulyo Lamsel dan Belimbing Sari, Lampung Timur, usai lebaran tahun 2026 ini akan segera diperbaiki

Hal tersebut di sampaikan Wabub M. Syaiful Anwar, saat melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok sembako jelang hari raya 1447 Hijriyah, di pasar baru Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Senin (16/3/2026).

“Jalan penghubung dua Kabupaten antara Sidomulyo, Lampung Selatan dan Belimbing Sari, Lampung Timur di perkirakan habis lebaran tahun ini akan segera diperbaiki,” ungkapnya.

Wabup meminta kepada masyarakat mohon bersabar, karena semuanya butuh sebuah proses yang harus dilalui dan mohon doanya agar apa yang menjadi harapan dapat terpenuhi.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas atas nama Pemerintah Daerah Lampung Selatan, belum dapat melaksanakan percepatan perbaikan jelang lebaran tahun ini.

Karena kata Wabup, perlu di ketahui ruas jalan Sidomulyo dan Belimbing Sari merupakan wewenang Pemerintah Provinsi Lampung.

“Dan perlu sama-sama kita ketahui, ruas jalan jalan Sidomulyo dan Belimbing Sari pada tahun kemarin 2025 baru saja di perbaiki,” tuturnya.

Akan tetapi, kalau melihat dari segi pertumbuhan ekonomi antara Sidomulyo, Candipuro ke Lampung Timur ini pertumbuhan nya tengah bagus-bagus nya

Sehingga, banyak kendaraan besar yang masuk melintas, dimana pada dasarnya bukan pada kelasnya. Sehingga tahun kemarin di perbaiki di tahun ini jalan tersebut rusak kembali

“Jadi kita ambil prasangka baik saja, dengan adanya pertumbuhan ekonomi sangat pesat maka ruas jalan Sidomulyo dan Belimbing Sari tahun kemarin kemarin di perbaiki kini sudah rusak kembali,” tegasnya (Cak/Sla)

Blusukan ke Pasar Natar, Bupati Egi Cek Harga Sembako Jelang Lebaran, Pedagang: Masih Stabil

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama turun langsung ke Pasar Natar, Kecamatan Natar, Senin (16/3/2026), untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan pasokan pangan tersedia bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Egi menyusuri sejumlah lapak pedagang sembako sambil berdialog langsung dengan para pedagang dan pembeli.

Ia menanyakan kondisi harga bahan pokok sekaligus memantau kemungkinan kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang Lebaran.

“Hari ini kita melakukan pengecekan langsung harga bahan pokok di Pasar Natar. Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga sembako masih relatif stabil,” ujar Egi di sela kegiatan.

Pemantauan langsung ke pasar tradisional ini dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga secara berkala melakukan monitoring harga pangan di pasar guna mengantisipasi lonjakan harga.

Di sela-sela kunjungan, Bupati Egi juga membeli sejumlah sayuran dari pedagang pasar. Sayuran tersebut kemudian dibagikan kepada warga yang sedang berbelanja, yang disambut antusias oleh masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Egi menyebutkan terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Namun demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas yang wajar.

Ia mencontohkan, harga ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp35.000 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi juga mengalami kenaikan dari sekitar Rp125.000 menjadi Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

“Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, tetapi masih dalam rentang yang normal,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Lampung Selatan memastikan akan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan harga bahan pokok di pasar.

“Kami akan terus melakukan monitoring hingga mendekati Lebaran. Insyaallah harga masih dalam batas normal dan tidak akan mengalami lonjakan yang terlalu tinggi,” tambah Egi.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Natar, Muis, mengatakan bahwa harga bahan pokok secara umum masih relatif stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan.

“Kalau secara umum masih stabil, hanya beberapa barang saja yang naik sedikit,” kata Muis.

Dengan pemantauan langsung tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan lebih tenang.

Bupati Egi Terapkan Standar Kebersihan Baru, Mulai 2026 Warga Lampung Selatan Wajib Pilah Sampah

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai menerapkan standar baru dalam pengelolaan kebersihan dan keindahan lingkungan.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama resmi mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Kebersihan dan Keindahan Lingkungan, yang menjadi pedoman baru bagi seluruh instansi pemerintah, fasilitas publik, hingga masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Peraturan ini menandai perubahan cara pandang terhadap kebersihan di Lampung Selatan. Jika sebelumnya kebersihan lebih dipahami sebatas kondisi bersih secara umum, kini pemerintah daerah menetapkan standar yang lebih terukur dan sistematis.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menjelaskan bahwa Perbup tersebut mengatur penerapan tiga konsep utama, yakni ABRI, BKW, dan Strategi Bijak Kelola Sampah.

“Mulai 2026, kebersihan di Lampung Selatan tidak lagi hanya soal bersih secara kasat mata, tetapi memiliki standar yang jelas melalui Peraturan Bupati,” ujar Hendry dalam keteranganya resminya, Minggu, 15/3/2026.

Menurut Hendry, aturan ini berlaku bagi seluruh kantor pemerintah daerah, perangkat daerah, instansi vertikal, kecamatan, desa dan kelurahan, sekolah, puskesmas, serta berbagai fasilitas pelayanan publik yang berada dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

*Konsep ABRI: Asri, Bersih, Rapi, Indah*

Dalam peraturan tersebut, setiap instansi diwajibkan menerapkan konsep ABRI, yaitu Asri, Bersih, Rapi, dan Indah.

Konsep *asri* diwujudkan melalui penanaman dan pemeliharaan tanaman hias, pohon pelindung, serta ruang terbuka hijau di lingkungan kantor maupun fasilitas publik.

Sementara itu, aspek *bersih* menekankan pembersihan rutin area kerja, ruang pelayanan, halaman kantor, hingga area publik dari sampah, debu, maupun bau tidak sedap.

Kemudian aspek *rapi* mengatur penataan dokumen, ruang kerja, area parkir, dan fasilitas pelayanan agar tertata dengan baik dan mudah diakses masyarakat.

Sedangkan aspek *indah* diwujudkan melalui pengecatan bangunan, penataan ornamen estetika, serta pengaturan elemen visual yang memberikan kenyamanan sekaligus mencerminkan kearifan lokal Lampung Selatan.

*Standar Toilet BKW*

Selain lingkungan kerja, Perbup ini juga mengatur standar fasilitas sanitasi melalui konsep *BKW, yaitu Bersih, Kering, dan Wangi.*

Toilet di kantor pemerintah maupun fasilitas publik diwajibkan bebas dari kotoran dan bau, tidak memiliki genangan air, serta memiliki ventilasi dan sistem sanitasi yang baik.

“Standar BKW ini bertujuan memastikan fasilitas sanitasi yang layak dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan layanan publik,” kata Hendry.

*Strategi Bijak Kelola Sampah*

Perbup ini juga menekankan strategi pengelolaan sampah yang lebih terstruktur melalui konsep *Bijak Kelola Sampah.*

Beberapa langkah yang diwajibkan antara lain pemilahan sampah minimal menjadi tiga jenis, yaitu sampah organik, sampah anorganik yang dapat didaur ulang, dan sampah residu.

Pemerintah daerah juga mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, optimalisasi barang tahan lama, serta penerapan prinsip *3R* _(reduce, reuse, recycle)_ melalui bank sampah, fasilitas pengomposan, dan TPS3R.

Setiap instansi dan fasilitas publik juga diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah, bahkan dapat dikembangkan hingga empat jenis termasuk sampah B3 rumah tangga.

Selain itu, penggunaan bahan yang sulit terurai seperti styrofoam juga dibatasi dalam kegiatan pemerintah daerah.

*Larangan dan Sanksi*

Perbup tersebut juga memuat sejumlah larangan bagi masyarakat maupun pelaku usaha, termasuk membuang sampah sembarangan di jalan, sungai, pantai, dan fasilitas umum.

Larangan lain mencakup pembakaran sampah sembarangan, pencampuran berbagai jenis sampah dalam satu wadah, serta pembuangan limbah berbahaya ke tempat sampah umum.

Bagi pelaku usaha, penggunaan kemasan yang sulit terurai seperti styrofoam juga dilarang, serta diwajibkan menyediakan fasilitas pemilahan sampah di area usaha.

Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi administratif mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, pembinaan khusus, hingga penghentian sementara aktivitas usaha.

*Penghargaan untuk Daerah Bersih*

Selain sanksi, pemerintah daerah juga menyiapkan mekanisme penghargaan bagi instansi, desa, dunia usaha, maupun masyarakat yang berhasil menerapkan standar kebersihan tersebut dengan baik.

Bentuk penghargaan dapat berupa piagam dari bupati, publikasi resmi pemerintah daerah, hingga penetapan sebagai zona bersih dan nyaman.

Penghargaan tersebut akan diberikan minimal satu kali dalam setahun setelah melalui proses evaluasi oleh perangkat daerah yang membidangi lingkungan hidup.

Hendry mengatakan, penerbitan Perbup ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju budaya hidup bersih dan ramah lingkungan.

“Harapannya, kebersihan bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi budaya bersama masyarakat Lampung Selatan,” katanya. (Red)

Jelang Lebaran, THR Rp35,6 Miliar untuk 12 Ribu ASN dan DPRD Lampung Selatan Cair Lebih Awal

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, ribuan aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Pemerintah daerah memastikan pembayaran dilakukan lebih awal dengan total anggaran mencapai Rp35,6 miliar.

Sebanyak 12.014 penerima mendapatkan THR tersebut, terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dua pejabat negara, anggota DPRD, hingga PPPK paruh waktu.

Penyerahan THR secara simbolis dilakukan oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama kepada perwakilan ASN di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kalianda, Jumat (13/3/2026).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Selatan Rini Ariasih menjelaskan bahwa pencairan THR telah dilakukan langsung ke rekening masing-masing penerima.

“Per 12 Maret 2026 tunjangan hari raya keagamaan bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah dicairkan,” ujar Rini dalam laporannya.

Ia merinci, total penerima THR tersebut meliputi 5.442 PNS, 741 PPPK, dua pejabat negara, 50 anggota DPRD, serta 5.779 PPPK paruh waktu yang menerima tunjangan keagamaan dan tambahan penghasilan THR bagi ASN.

Menurut Rini, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp35.629.356.958 untuk pembayaran THR ASN tahun 2026.

“Pemberian THR ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras para ASN dalam mendukung pelayanan publik serta pembangunan daerah,” kata Rini.

Selain sebagai bentuk apresiasi, lanjut dia, kebijakan tersebut juga menjadi wujud perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan aparatur menjelang Idulfitri.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa pembayaran THR merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan aparatur sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Anggaran ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan kesejahteraan aparatur tetap terjaga,” ujar Egi.

Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang diterima ASN harus dibayar dengan kinerja dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Setiap rupiah yang saudara terima adalah hutang pengabdian. Pastikan setiap sen yang diterima dapat diwujudkan menjadi pelayanan terbaik dan menghadirkan kepuasan bagi masyarakat,” tegasnya.

Egi juga menekankan pentingnya birokrasi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, birokrasi yang lambat dan pasif tidak lagi relevan di tengah perkembangan zaman.

“Kita dituntut untuk bekerja secara adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian yang tulus, saya yakin Kabupaten Lampung Selatan yang maju, mandiri, dan sejahtera dapat kita wujudkan bersama,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Egi turut memberikan apresiasi kepada pemenang lomba bertutur cerita rakyat Lampung dalam ajang Student Olympic Lampung Selatan 2025.

Penghargaan berupa tabungan pelajar diberikan kepada Nova Reza Aliando dari SMA Negeri 1 Kalianda sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap prestasi generasi muda Lampung Selatan.(Red)

Hendry Kurniawan Apresiasi Kepedulian Sosial PWI Lampung saat Buka Puasa Bersama Anak Yatim

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, mengapresiasi kepedulian sosial yang ditunjukkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung melalui kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak-anak panti asuhan.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor PWI Lampung, Balai Wartawan H. Sofian Akhmad, Bandar Lampung, Kamis (12/3/2026) itu turut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah kabupaten/kota dan provinsi di Lampung, Forkopimda, akademisi, serta insan pers.

Dalam kesempatan tersebut, Hendry menyampaikan bahwa kegiatan yang digelar PWI Lampung tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar insan pers dan pemerintah daerah, tetapi juga menghadirkan nilai kepedulian sosial yang nyata bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PWI Lampung. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga sarat dengan nilai kepedulian sosial melalui santunan kepada anak-anak yatim serta bantuan kepada pihak yang membutuhkan,” ujar Hendry yang hadir mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.

Menurutnya, peran organisasi pers tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat hadir dalam berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia pun berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk memperkuat semangat kepedulian sosial, khususnya di bulan suci Ramadan.

Dalam kegiatan tersebut, PWI Lampung menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim dari Panti Asuhan Almahmuda Kemiling. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada anak dan istri anggota PWI yang telah meninggal dunia serta kepada anggota PWI Lampung yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.

Acara juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat tanah Kantor PWI Lampung oleh perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandar Lampung kepada PWI Lampung.

Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, menyampaikan terima kasih kepada BPN yang telah memproses sertifikat tanah kantor PWI hingga selesai dalam waktu sekitar enam bulan.

Ia menjelaskan bahwa gedung PWI Lampung merupakan hibah dari mantan Ketua PWI Lampung almarhumah Hj. Sofian Akhmad yang diwakili oleh enam orang putra-putrinya, yang kemudian diproses hingga menjadi sertifikat resmi atas nama PWI Lampung.

Dalam kesempatan yang sama, Wirahadikusumah juga mengungkapkan bahwa Provinsi Lampung telah ditetapkan sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2027 dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.

Sementara itu, sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Lampung, M. Firsada, menyampaikan apresiasi kepada PWI Lampung yang dinilai konsisten menjaga profesionalisme dan kualitas jurnalisme di daerah.

Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban antara insan pers dan para undangan yang hadir. (Red)

Hindari Gratifikasi, Bupati Lampung Selatan Larang Pejabat Daerah Terima ‘Hampers Lebaran’

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik gratifikasi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bahkan memastikan dirinya bersama jajaran pemerintah daerah tidak menerima hampers atau bentuk gratifikasi lainnya yang biasanya marak saat momentum hari raya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menjelaskan bahwa imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Lampung Selatan Nomor 20 Tahun 2026 tanggal 2 Maret 2026 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Terkait Hari Raya di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

“Artinya Pak Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran tidak menerima gratifikasi atau hampers yang biasanya marak menjelang Hari Raya Idulfitri,” kata Hendry dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).

Dalam surat edaran tersebut, Bupati Egi mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyelenggara negara di lingkungan Pemkab Lampung Selatan untuk menolak serta melaporkan setiap bentuk penerimaan gratifikasi pada kesempatan pertama.

Ia menegaskan, ASN harus menjadi teladan dengan tidak memberi maupun menerima gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan bertentangan dengan tugasnya, termasuk dalam momentum perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Selain itu, Bupati Lampung Selatan juga menekankan bahwa permintaan dana atau hibah seperti Tunjangan Hari Raya (THR) atau sebutan lain, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan institusi kepada masyarakat, perusahaan, atau sesama pegawai negeri, merupakan perbuatan yang dilarang.

Praktik tersebut dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, melanggar aturan serta kode etik, dan berisiko mengarah pada tindak pidana korupsi.

Dalam surat edaran itu pula, ASN diminta tidak menggunakan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi. Fasilitas dinas hanya boleh dimanfaatkan untuk kegiatan yang berkaitan langsung dengan tugas kedinasan.

Bupati Lampung Selatan juga meminta para kepala perangkat daerah, kepala bagian, direktur RSUD dan BUMD, kepala UPTD puskesmas, kepala satuan pendidikan, hingga lurah dan kepala desa untuk menyampaikan imbauan secara internal kepada seluruh pegawai agar menolak gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengingatkan pihak swasta, asosiasi, perusahaan, maupun masyarakat untuk tidak memberikan hadiah atau bentuk gratifikasi kepada pegawai negeri maupun penyelenggara negara.

Langkah ini diharapkan menjadi upaya pencegahan agar tidak terjadi praktik suap, uang pelicin, atau bentuk gratifikasi lain yang berpotensi melanggar hukum. (Red)

Hadapi Arus Mudik Lebaran, Bupati Egi Instruksikan Layanan Publik Tetap Jalan dan Siapkan 15 Posko Kesehatan

KALIANDA -(deklarasinews.com)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai mematangkan berbagai persiapan menghadapi arus mudik dan lonjakan aktivitas masyarakat pada Lebaran 1447 Hijriah.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyediaan 15 posko kesehatan yang akan bersiaga selama 24 jam di sejumlah titik keramaian.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) bulanan yang dipimpin langsung Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, Rabu (11/3/2026).

Rakor itu turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, jajaran pejabat utama, kepala perangkat daerah, serta para camat di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Dalam arahannya, Bupati Egi menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan selama masa libur Lebaran, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan penting meskipun sebagian besar aktivitas perkantoran libur.

Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, Pemkab Lampung Selatan menyiapkan 15 posko kesehatan di berbagai lokasi strategis yang diprediksi akan ramai selama periode mudik dan libur Idulfitri.

Bupati Egi juga menekankan pentingnya perhatian terhadap petugas yang tetap bekerja selama libur Lebaran. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan insentif dan fasilitas tambahan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

“Mereka bekerja saat yang lain libur, sehingga perlu diperhatikan insentif, uang lembur, dan fasilitas tambahan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah,” ujar Egi.

Selain pelayanan kesehatan, Bupati Egi meminta peningkatan pengamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di wilayah yang menjadi pusat aktivitas pemudik dan wisatawan seperti Kecamatan Kalianda, Bakauheni, serta kawasan destinasi wisata.

Ia menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan untuk memperkuat koordinasi dengan Polres Lampung Selatan guna menjaga kelancaran lalu lintas dan keamanan masyarakat selama periode mudik.

Bupati Egi juga meminta seluruh rumah sakit dan puskesmas di Lampung Selatan tetap mengoperasikan layanan darurat selama libur Idulfitri, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya penyakit yang kerap meningkat saat mobilitas masyarakat tinggi.

Di sisi lain, tim siaga bencana juga diminta meningkatkan pemantauan terhadap potensi bencana di kawasan wisata selama masa libur Lebaran.

Dinas Pariwisata turut diinstruksikan menyiapkan pengelolaan destinasi wisata yang aman dan tertib dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran.

Selain fokus pada kesiapan mudik, Bupati Egi juga menyoroti ketahanan pangan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri.

Ia meminta seluruh perangkat daerah bersama para camat turun langsung ke pasar untuk memantau harga kebutuhan pokok serta memastikan ketersediaan gas LPG bagi masyarakat.

“Menjelang Idulfitri, kita harus memastikan stabilitas harga bahan pokok dan gas LPG tetap terjaga. Saya minta perangkat daerah bersama para camat turun langsung ke pasar. Pak Sekda agar mengatur jadwal pengecekan harga, dan nanti saya bersama Wakil Bupati juga akan turun ke lapangan bersama Forkopimda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Egi menekankan bahwa setiap program kerja pemerintah daerah harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

“Setiap pekerjaan yang kita lakukan harus memiliki output yang jelas, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Menutup arahannya, Bupati Egi mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerja secara kolaboratif dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama menghadapi momentum Lebaran yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas warga.

“Saya yakin kunjungan ke Lampung Selatan pada Lebaran tahun ini akan meningkat. Oleh karena itu, pelayanan kepada masyarakat harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Egi. (Red)

Buka Puasa Bersama GOW di Lampung Selatan, Zita Anjani Santuni Anak Yatim dan Ajak Ibu-ibu Perkuat Benteng Keluarga

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan 1447, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan Zita Anjani memanfaatkan momentum penuh berkah tersebut untuk berbagi kebahagiaan bersama anak yatim.

Melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Zita Anjani menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim di Lampung Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Agung Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, Selasa (10/3/2026), itu juga dihadiri Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan Reni Apriyani, Ketua DWP Ratna Yanuana Supriyanto, serta jajaran pengurus GOW setempat.

Dalam sambutannya, Zita Anjani menegaskan bahwa kegiatan berbagi santunan kepada anak yatim bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kasih sayang dan tanggung jawab moral untuk menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan perhatian lebih.

“Alhamdulillah, di hari ke-20 puasa ini kita bisa berkumpul dan berbagi. Ini menjadi wake up call bagi kita semua, khususnya para ibu, untuk lebih peka dan merangkul anak-anak kita, termasuk mereka yang membutuhkan perhatian lebih seperti anak-anak yatim,” ujar Zita.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran seorang ibu sebagai benteng utama keluarga, terutama di tengah derasnya pengaruh teknologi digital dan media sosial yang kini mulai menyasar anak-anak usia dini.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan melindungi generasi muda dari berbagai dampak negatif perkembangan zaman.

“Anak-anak adalah masa depan kita. Jika benteng keluarga, yakni ibu, tetap kuat dan kokoh, maka anak-anak kita akan selamat dari berbagai pengaruh buruk zaman sekarang. Mari kita gunakan momentum Ramadan ini untuk mempererat kembali ikatan keluarga,” tambahnya.

Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, sejumlah kepala perangkat daerah, serta para Ketua TP PKK kecamatan dan desa/kelurahan se-Kabupaten Lampung Selatan.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan tausiyah agama dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Sofian, sebelum dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan dapat terus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Red)

 

Momen Zita Anjani Turun ke Jalan, 200 Takjil DWP Lampung Selatan Disambut Antusias Warga Kalianda

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Suasana menjelang waktu berbuka puasa di perempatan Lampu Merah Lapangan Radin Inten, Kalianda, Selasa (10/3/2026), tampak lebih semarak dari biasanya.

Ratusan pengendara dan warga yang melintas antusias menyambut pembagian takjil gratis yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan bakti sosial tersebut dipimpin langsung oleh Penasehat DWP Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, yang turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat.

Sebanyak 200 paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan dan warga sekitar sebagai bentuk kepedulian serta semangat berbagi di bulan suci Ramadan.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat pembagian takjil berlangsung. Warga dan pengendara yang melintas di kawasan tersebut tampak berdesakan untuk mendapatkan paket takjil yang dibagikan secara gratis menjelang waktu berbuka puasa.

Dalam kesempatan itu, Zita Anjani mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Hari ini kita berbagi takjil dengan masyarakat. Masyaallah, antusias masyarakat Lampung Selatan luar biasa sekali. Semoga kegiatan kecil ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa,” ujar Zita.

Ia juga berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat, terutama selama bulan Ramadan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan Reni Apriyani Anwar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Lampung Selatan Ratna Yanuana Supriyanto, serta jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lampung Selatan.

Kehadiran para pengurus organisasi perempuan tersebut menambah kehangatan kegiatan, di mana mereka bersama-sama turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

Salah satu warga Kalianda, Nova, mengaku senang dan berterima kasih atas kegiatan berbagi yang dilakukan. “Terima kasih Bu, semoga selalu sehat,” ujarnya singkat.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial kepada masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. (Red)

1.175 KK Korban Banjir di Empat Kecamatan Terima Bantuan Beras dan Sembako dari Pemkab Lampung Selatan dan 10 Perusahaan

JATI AGUNG -(deklarasinews.com)- Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.

Melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan, bantuan kemanusiaan segera disalurkan kepada warga terdampak di empat kecamatan pada Minggu (8/3/2026).

Sebanyak 1.175 kepala keluarga (KK) korban banjir menerima bantuan beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), masing-masing sebanyak 10 kilogram per keluarga. Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak segera terpenuhi.

Penyaluran bantuan dilakukan secara serentak di empat titik, yakni Kecamatan Jati Agung, Tanjung Bintang, Tanjung Sari, dan Natar.

Untuk wilayah Kecamatan Jati Agung, bantuan dipusatkan di Kantor Camat Jati Agung dan diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, yang hadir mewakili bupati.

Sementara itu, penyaluran bantuan di Kecamatan Tanjung Bintang dilakukan di Desa Jatibaru, di Kecamatan Tanjung Sari dipusatkan di Kantor Camat Tanjung Sari, dan di Kecamatan Natar disalurkan di Desa Sidosari.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan, jumlah penerima bantuan terbanyak berada di Kecamatan Jati Agung dengan 865 KK, disusul Kecamatan Natar 143 KK, Kecamatan Tanjung Bintang 117 KK, dan Kecamatan Tanjung Sari 50 KK.

Selain beras, masyarakat juga menerima berbagai bantuan kebutuhan pokok lainnya seperti telur, mi instan, roti, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, kasur, selimut, sandang dewasa hingga paket peralatan dapur.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

“Bapak Bupati menyampaikan agar masyarakat tetap bersabar menghadapi musibah ini. Pemerintah daerah hadir dan terus berupaya memberikan bantuan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” ujar Supriyanto.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah merespons berbagai keluhan masyarakat pascabanjir.

“Kami ingin memastikan warga yang terdampak mendapatkan dukungan dan tidak merasa sendiri menghadapi situasi ini,” tambahnya.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, pemerintah daerah juga menggandeng sejumlah perusahaan di Lampung Selatan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Tercatat 10 perusahaan ikut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut, di antaranya Senaya, PT Konverta Mitra Abadi, ASDP, BBJ, PT Optima Nusa Tujuh, PT Natar Gerbang Angkasa, PT Charoen Pokphand Feedmill Lampung, Starlight Cabin, Krakatoa Grup (Junglea Sea dan Elty), serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dukungan dunia usaha melalui CSR ini menjadi bukti bahwa kolaborasi semua pihak sangat penting untuk membantu masyarakat yang terdampak,” jelas Supriyanto.

Selain penyaluran bantuan darurat, Pemkab Lampung Selatan juga mulai menyiapkan langkah penanganan jangka panjang untuk mengatasi penyebab banjir yang terjadi di sejumlah wilayah.

Pemerintah daerah, kata Supriyanto, akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan instansi terkait lainnya untuk menelusuri akar persoalan banjir sehingga solusi yang diambil bisa lebih efektif.

Di sisi lain, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, serta instansi terkait juga telah diterjunkan ke lapangan guna melakukan penanganan teknis dan memantau kondisi wilayah terdampak.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap masyarakat yang terdampak banjir dapat segera bangkit dan aktivitas kehidupan kembali berjalan normal. (Red)