Respons Cepat Banjir Jati Agung, Bupati Egi Turun Malam Hari Cek Kondisi Warga

JATI AGUNG -(deklarasinews.com)- Air masih menggenangi sejumlah permukiman di Kecamatan Jati Agung ketika Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama tiba meninjau lokasi banjir, Jumat (6/3/2026) malam.

Usai menghadiri Safari Ramadan di Kalianda, Egi langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi warga terdampak sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan cepat.

Peninjauan dilakukan di beberapa titik yang masih tergenang air, yakni Desa Gedung Harapan, Desa Margo Agung, serta Dusun 3 Desa Jati Mulyo. Saat bupati tiba di lokasi, kondisi banjir masih cukup tinggi dan belum sepenuhnya surut.

Bupati Egi hadir didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Dalam peninjauan tersebut, mereka mengecek langsung penyebab banjir sekaligus memastikan proses penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah akibat hujan deras yang mengguyur sejak Jumat sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan debit air meningkat secara cepat hingga akhirnya meluap ke permukiman warga.

Di Desa Gedung Harapan, luapan air yang terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WIB bahkan menutup akses Jalan Kota Baru. Derasnya arus banjir juga menyebabkan dua unit mobil terseret arus.

Sementara itu, di Desa Margo Agung, banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Salah seorang warga, Sri Utari, mengatakan air mulai naik sekitar pukul 16.00 WIB dan terus meningkat hingga merendam rumah-rumah warga. “Air naik cepat sekali, sekitar jam empat sore sudah tinggi,” ujarnya.

Hingga pukul 23.30 WIB, Jumat (6/3) malam, data sementara mencatat sekitar 160 kepala keluarga terdampak banjir di Desa Margo Agung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 warga terpaksa mengungsi di Gedung KDMP Margo Agung demi keselamatan.

Di wilayah Desa Jati Mulyo, banjir juga dipicu oleh jebolnya tanggul Bendungan Way Panas yang berada di Dusun 3, sehingga air meluap ke area permukiman sekitar.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Egi langsung menginstruksikan jajaran pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pendataan terhadap seluruh warga terdampak.

“Saya minta camat segera mendata seluruh warga yang terdampak banjir agar penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Kepada masyarakat yang saat ini berada di pengungsian, saya harap tetap bersabar dan tetap menjaga kesehatan,” kata Bupati Egi.

Ia juga memastikan pemerintah daerah akan segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, termasuk bantuan air bersih untuk membantu masyarakat membersihkan rumah-rumah yang terendam banjir.

“Kami akan mengirimkan bantuan, termasuk air bersih untuk membantu warga membersihkan rumah yang terdampak banjir. Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat dalam kondisi aman, sehat, dan kebutuhan pangan mereka terpenuhi,” tambahnya.

Sebelum Bupati dan Wakil Bupati tiba di lokasi, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan telah lebih dulu bergerak melakukan evakuasi warga serta membantu pengaturan lalu lintas di kawasan terdampak.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak serta menyiapkan langkah-langkah penanganan lanjutan guna memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan pasca banjir. (Red)

Setelah Bertahun-tahun Rusak, Jalan Marga Catur dan Way Gelam Akhirnya Mulus, Warga: Penantian Kami Terjawab

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Penantian panjang warga akhirnya terjawab. Setelah bertahun-tahun harus berhadapan dengan kondisi rusak, masyarakat di Desa Marga Catur, Kecamatan Kalianda, serta di Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro hingga Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, kini dapat menikmati akses yang lebih mulus.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan dua ruas jalan tersebut pada Jumat (6/3/2026). Kehadiran orang nomor satu di Lampung Selatan itu disambut antusias warga yang selama ini menanti perbaikan infrastruktur penghubung di wilayah mereka.

Bagi masyarakat setempat, jalan yang kini mulus bukan sekadar proyek pembangunan. Infrastruktur tersebut menjadi harapan baru untuk mempermudah aktivitas sehari-hari sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih baik.

Di Desa Marga Catur, Bupati Egi meresmikan ruas Jalan Kalirejo-Marga Catur dengan panjang sekitar 950 meter dan lebar kurang lebih 4 meter. Jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbaiki sehingga memudahkan akses masyarakat menuju pusat aktivitas ekonomi dan permukiman.

“Semoga jalan ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat. Saya titip agar jalan ini dijaga supaya awet dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, ruas Jalan Kalirejo-Marga Catur saya resmikan,” ujar Egi.

Peresmian tersebut turut menghadirkan momen haru bagi warga yang selama ini merasakan langsung dampak kerusakan jalan. Salah satunya Suparmi, warga Desa Marga Catur, yang mengaku bersyukur karena jalan yang lama rusak akhirnya diperbaiki.

“Dulu jalan ini rusak sudah lama sekali. Terima kasih Pak Bupati sudah membangun jalan di Marga Catur, bahkan sudah diresmikan juga. Terima kasih banyak Pak,” kata Suparmi.

Selain di Kalianda, Bupati Egi juga meresmikan ruas Jalan Way Gelam Kecamatan Candipuro-Balinuraga (R103) di Kecamatan Way Panji. Jalan dengan panjang sekitar 1,7 kilometer dan lebar rata-rata 4 meter tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.

Menurut Egi, pembangunan jalan ini diharapkan menjadi penopang mobilitas warga sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah hari ini di Way Gelam harapan masyarakat mulai terlihat. Mereka melihat secercah cahaya untuk hidup lebih baik lagi. Jalan ini diharapkan bisa menopang seluruh aktivitas masyarakat di sini,” kata Egi.

Bagi warga Way Gelam, perbaikan jalan ini terasa sangat berarti karena sudah lama dinantikan. Cristina Suparmi, warga setempat, mengatakan jalan tersebut terakhir kali diperbaiki sekitar tahun 2014.

“Kami mewakili warga Desa Way Gelam mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan Wakil Bupati yang telah memperhatikan kami dan memperbaiki jalan menjadi lebih bagus,” tutur Cristina Suparmi.

Hal senada disampaikan Solihin, warga lainnya. Ia menuturkan, kondisi jalan rusak sebelumnya kerap menghambat aktivitas warga.

“Waktu jalannya rusak tidak lancar. Sekarang jalannya sudah bagus jadi senang, enak dan lancar. Terima kasih Pak Egi, jalan kami sudah bagus. Mudah-mudahan bapak panjang umur dan diberi keberkahan oleh Allah SWT,” kata Solihin.

Dengan diresmikannya dua ruas jalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap mobilitas masyarakat semakin lancar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah setempat. (Red)

Safari Ramadan di Desa Pisang, Gubernur Mirza dan Bupati Egi Tebar Bantuan untuk Masjid dan Anak Yatim

PENENGAHAN -(deklarasinews.com)- Suasana sore di Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, terasa berbeda pada Kamis (5/3/2026).

Masjid Al-Falah dipenuhi warga yang antusias menyambut kedatangan rombongan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Kehadiran Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran pemerintah provinsi disambut hangat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dan masyarakat setempat.

Kunjungan Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi itu dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal didampingi Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, serta sejumlah pejabat utama Pemprov Lampung.

Rombongan gubernur disambut Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Turut hadir pula Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi PAN H.M. Hazizi, Tokoh Adat Sai Batin Lima Marga, pimpinan organisasi keagamaan, FKUB, FKPP, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Selain menjadi ajang silaturahmi, Safari Ramadan tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial. Pemprov Lampung menyerahkan dana hibah masjid sebesar Rp30 juta, santunan kepada 50 anak yatim, serta bantuan Al-Qur’an dari Kanwil Kementerian Agama.

Sementara itu, Pemkab Lampung Selatan turut memberikan dana hibah bagi takmir masjid, bantuan rumah ibadah sebesar Rp15 juta, serta paket sembako bagi lansia dan anak yatim.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rasa bangga karena Desa Pisang terpilih sebagai lokasi Safari Ramadan tingkat provinsi. Menurutnya, kehadiran gubernur membawa suasana kebersamaan yang hangat bagi masyarakat.

“Suasana sore di Desa Pisang ini terasa jauh lebih sejuk dan bermakna karena kehadiran Pak Gubernur beserta rombongan. Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, kami ucapkan selamat datang. Semoga di bulan penuh maghfirah ini, setiap langkah kita bernilai pahala,” ujar Bupati Egi.

Pada kesempatan itu, Bupati Egi juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Lampung Selatan dalam satu tahun terakhir kepemimpinannya.

Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah telah merealisasikan penanganan jalan sepanjang 272 kilometer dengan nilai Rp220,8 miliar, serta pembangunan jembatan dan drainase sepanjang 27.240 meter dengan nilai Rp37,1 miliar.

Di sektor ekonomi dan pariwisata, Kabupaten Lampung Selatan mencatat kunjungan wisatawan mencapai 1,6 juta orang, yang turut mendorong kebangkitan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2025 mencapai 5,71 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Provinsi Lampung dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami juga sedang menggalakkan program Kampung Helau. Ini bukan sekadar lomba kebersihan, tetapi gerakan hati untuk menciptakan lingkungan yang kreatif dan berdaya saing. Kalau lingkungannya helau atau indah, ibadah pun semakin khusyuk,” tambah Egi.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi sambutan hangat masyarakat Kecamatan Penengahan. Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat iman sekaligus mempererat kepedulian sosial.

“Ramadan mengingatkan kita bahwa hidup ini tidak lama. Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat iman dan kepedulian sosial. Saya mengajak kita semua menjaga kerukunan, jangan sampai perbedaan memecah belah kita. Lampung harus jadi lebih baik,” tegas Gubernur Mirza.

Safari Ramadan tersebut pun berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, mempertemukan pemerintah dan masyarakat dalam semangat silaturahmi, kepedulian sosial, serta harapan untuk kemajuan Lampung ke depan. (Red)

Membangun Masa Depan Lewat Kolaborasi, Heksahelix Jadi Napas Baru Lampung Selatan

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Pemandangan berbeda terlihat di Pendopo Agung, Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan pada Selasa (3/3/2026) petang.

Aura formal birokrasi mencair menjadi ruang diskusi yang hidup saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut hangat kedatangan para aktivis mahasiswa dari Aliansi Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Lampung Selatan.

Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Ini adalah kelanjutan konkret dari aspirasi yang sempat disuarakan mahasiswa di jalanan beberapa pada 23 Februari 2026 lalu. Kini, teriakan di podium beralih menjadi adu gagasan di meja dialog dalam bingkai kolaborasi Heksahelix.

LamSel ConNextion: Wadah Aspirasi Tanpa Sekat

Dalam suasana yang partisipatif, Bupati Radityo Egi menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan ide-ide segar anak muda menguap begitu saja.

Ia meresmikan dukungan penuh terhadap “LamSel ConNextion” sebuah platform strategis yang akan menjadi laboratorium ide, wadah diskusi, dan kompas bagi gerakan pemuda-mahasiswa di Lampung Selatan.

“Pembangunan daerah tidak bisa dilakukan dengan ‘single fighter’. Kita butuh energi pemuda. Mahasiswa bukan lagi sekadar pengawas dari luar, tapi mitra strategis yang duduk bersama kami merumuskan solusi,” tegas Bupati Egi.

Perspektif Akademisi: Lompatan Progresif Tata Kelola Daerah

Diskusi yang berlangsung hangat ini dipandu oleh Naufal A. Caya, akademisi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tulang Bawang (UTB).

Sebagai sosok yang juga menjabat Direktur Eksekutif SIGER Institute, Naufal menilai langkah Bupati Egi adalah sebuah terobosan komunikasi politik yang inklusif.

“Menempatkan mahasiswa sebagai subjek pembangunan, bukan lagi objek adalah langkah yang sangat tepat. Model Heksahelix ini memberikan ruang setara bagi pemerintah dan pemuda untuk berkolaborasi secara produktif,” ujar Naufal yang juga mantan aktivis mahasiswa ini.

Menurutnya, dialog ini merupakan momentum emas untuk menginstitusikan partisipasi anak muda dalam kebijakan publik. Ia menekankan bahwa ke depan, setiap kebijakan harus lahir dari proses yang didukung oleh:

– Riset dan Data yang akurat.

– Kepekaan Sosial terhadap kebutuhan masyarakat.

– Komunikasi Inklusif lintas sektor.

Membangun Fondasi Berkelanjutan

Pertemuan petang itu menjadi sinyal kuat bahwa Lampung Selatan sedang bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern.

Dengan semangat Heksahelix, kolaborasi ini diharapkan mampu memicu inovasi di sektor ekonomi lokal serta meningkatkan kualitas layanan publik.

“Ketika pemerintah membuka pintu dan pemuda menjawabnya dengan gagasan nyata, di situlah fondasi masa depan Lampung Selatan yang berkelanjutan sedang kita bangun,” tutup Naufal optimis.

Kini, bola panas ada di tangan para pemuda dan pemerintah. Akankah sinergi ini melahirkan inovasi baru bagi Bumi Khagom Mufakat? Publik menanti aksi nyata dari LamSel ConNextion. (Red)

13 Tahun Menanti, Dua Ruas Jalan di Penengahan Diresmikan Bupati Egi, Akses Ekonomi dan Pendidikan Warga Kini Lebih Lancar

PENENGAHAN -(deklarasinews.com)- Harapan panjang warga Kecamatan Penengahan akhirnya terjawab. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan dua ruas jalan strategis, yakni ruas Kuripan-Klaten sepanjang 820 meter dan ruas Pasuruan-Gandri sepanjang kurang lebih 1,28 kilometer, yang selama ini dinantikan masyarakat karena kondisinya rusak.

Peresmian tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Bagi warga, perbaikan infrastruktur ini membuka kembali akses vital yang menunjang aktivitas ekonomi, sosial, hingga pendidikan sehari-hari.

Salah satu warga Dusun Sidodadi, Desa Klaten, Darmadi, mengaku bersyukur atas terealisasinya perbaikan ruas Kuripan-Klaten yang menurutnya telah lama terbengkalai.

“Alhamdulillah, sekarang jalannya sudah diperbaiki. Selama kurang lebih 13 tahun, jalan Kuripan-Klaten belum mendapatkan perhatian. Kami masyarakat Dusun Sidodadi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Egi,” ujar Darmadi.

Ia menilai, kondisi jalan yang lebih baik akan mempermudah distribusi hasil pertanian warga. Selama ini, kerusakan jalan kerap menghambat mobilitas, terutama saat musim hujan yang membuat permukaan jalan semakin sulit dilalui.

Menurut Darmadi, dampak ekonomi dari perbaikan infrastruktur tersebut akan sangat terasa. Biaya angkut hasil panen berpotensi lebih efisien dan waktu tempuh menjadi lebih singkat, sehingga mendukung peningkatan pendapatan masyarakat.

“Kami berharap perbaikan dapat berlanjut karena masih terdapat beberapa ruas jalan yang berlubang. Semoga pembangunan ini terus berkesinambungan,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan bukan semata proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan jalan ini membawa kebermanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat sekitar, meningkatkan kesejahteraan, mendukung kegiatan sosial dan ekonomi, serta memperlancar akses pendidikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Menurutnya, keberlanjutan manfaat jalan sangat bergantung pada kesadaran kolektif untuk merawat dan menggunakannya sesuai ketentuan.

“Saya titip kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat jalan ini. Pastikan kendaraan yang melintas sesuai dengan batas muatan yang telah ditentukan agar jalan tetap awet dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Pemkab Lampung Selatan, lanjutnya, berkomitmen melaksanakan pembangunan infrastruktur secara bertahap dan merata. Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Dengan diresmikannya dua ruas jalan tersebut, warga Penengahan kini menatap aktivitas harian dengan optimisme baru, jalan yang lebih layak diharapkan menjadi penghubung bukan hanya antarwilayah, tetapi juga antara harapan dan kesejahteraan. (Red)

Akhirnya Mulus! Jalan Babatan-Simpang Bayur yang Bertahun-tahun Rusak Kini Resmi Dibuka

KATIBUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan meresmikan peningkatan ruas Jalan Babatan-Umbul Bayur (R127) hingga Jalan Tanjungan-Neglasari (R136) di Kecamatan Katibung, Jumat (27/2/2026) sore.

Ruas Babatan-Simpang Bayur sepanjang kurang lebih 850 meter yang sebelumnya rusak dan berlubang, kini resmi dibuka dan dapat digunakan masyarakat.

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, sekitar pukul 17.32 WIB. Dengan mengucap basmalah, ia menandai beroperasinya akses jalan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur dasar di wilayah itu.

“Alhamdulillah pada hari ini, tepat di hari Jumat pukul 17.32, ruas jalan Babatan-Simpang Bayur kurang lebih sepanjang 850 meter sudah selesai dikerjakan. Bismillah ini bisa memberikan dampak baik untuk masyarakat dan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Egi.

Sebelum diperbaiki, kondisi jalan tersebut dikeluhkan warga karena berlubang dan bergelombang. Kerusakan bahkan disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan semakin parah dalam tiga hingga empat bulan terakhir. Kondisi itu kerap menyulitkan aktivitas harian, baik bagi pengendara roda dua maupun roda empat.

Desi (40), salah satu warga yang hadir dalam peresmian, mengaku bersyukur atas pembangunan tersebut.

“Terima kasih Pak Bupati Egi, jalannya sudah diperbaiki, sekarang sudah bagus sekali. Dulu rusak berlubang bertahun-tahun, sekarang lewat jadi enak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya yang merasakan langsung perubahan kondisi akses transportasi di wilayah tersebut. Dengan jalan yang lebih mulus, mobilitas warga menjadi lebih nyaman dan aman.

Meski demikian, sejumlah warga juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah turut memperhatikan persoalan drainase di sekitar jalan.

Mereka mengeluhkan saluran air dan talud yang dinilai kurang memadai, sehingga saat hujan deras kerap terjadi genangan bahkan banjir.

“Ada satu keluhan, kalau hujan deras banjir. Got-got ini tolong diperbaiki biar airnya lancar. Kayaknya kurang tinggi atau bahkan tidak ada salurannya. Kami minta solusi untuk masyarakat Tanjung Ratu,” kata warga lainnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Egi meminta masyarakat bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun serta menyampaikan bahwa masukan warga akan menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Dengan bismillahirrahmanirrahim, jalannya saya resmikan. Terima kasih, tolong dijaga aksesnya, mohon dijaga bersama-sama supaya apa yang sudah dibangun oleh pemerintah bisa awet dan panjang umurnya. Titip aset ini,” pesannya.

Peningkatan ruas jalan di Kecamatan Katibung ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Peresmian tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam memperbaiki infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. (Red)

52 Tahun Menanti, Jalan Kota Dalam-Budidaya Akhirnya Mulus di Era Egi-Syaiful

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Penantian panjang warga Kecamatan Sidomulyo selama lebih dari setengah abad akhirnya berakhir.

Ruas Jalan Kota Dalam-Budidaya (R.092) resmi diresmikan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Jumat (27/2/2026), di Desa Budidaya.

Jalan yang disebut warga telah rusak sejak 1973 atau sekitar 52 tahun lalu itu kini berubah menjadi akses yang lebih layak dan aman. Peresmian tersebut disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi acara.

Secara teknis, ruas jalan Kota Dalam-Budidaya memiliki panjang 2.420 meter dengan lebar 3 meter. Pada tahun 2025, penanganan dilakukan menggunakan konstruksi rabat beton sepanjang 1.350 meter dengan lebar 3,5 meter. Secara total, panjang jalan yang telah ditangani mencapai 2.150 meter dengan konstruksi rabat beton.

Bagi warga, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas penantian panjang.

Ratnasih, warga Dusun 4 Desa Budidaya, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia menyebut jalan tersebut terakhir kali tersentuh pembangunan pada 1973.

“Jalan ini dari tahun 1973, jadi sudah 52 tahun baru diperbaiki sekarang ini. Perasaan saya senang sekali. Terima kasih Pak Bupati Radityo Egi Pratama sudah memperbaiki jalan yang sekian lama tidak pernah diperbaiki ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lili Salamah. Ia mengaku bersyukur karena jalan yang selama puluhan tahun rusak akhirnya dibangun.

“Ini jalannya sudah rusak sekitar 52 tahun. Alhamdulillah sekarang sudah dibangun. Dulu waktu kampanye ada janji untuk membangun jalan ini, dan sekarang ditepati. Senang sekali akhirnya diresmikan,” katanya.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan hingga akhir masa jabatan.

Ia menyampaikan bahwa pada awal 2025 tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Lampung Selatan berada di kisaran 54 persen.

“Dengan berbagai upaya peningkatan kualitas konstruksi jalan sepanjang 2025, alhamdulillah angka kemantapan jalan meningkat menjadi hampir 62 persen,” jelasnya.

Ia memastikan, program pembangunan dan peningkatan kualitas jalan akan terus dilanjutkan pada 2026 hingga 2027 sebagai bagian dari prioritas pemerintah daerah.

Peresmian jalan ruas Kota Dalam-Budidaya menjadi simbol terpenuhinya janji pembangunan sekaligus penanda perubahan nyata bagi masyarakat Sidomulyo.

Setelah lebih dari lima dekade, akses yang dulu rusak dan sulit dilalui kini berubah menjadi jalan yang lebih representatif, membuka harapan baru bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi warga setempat. (Red)

Safari Ramadan di Tanjung Bintang, Bupati Egi Ajak Warga Bersihkan Hati dan Perkuat Gotong Royong Bangun Lampung Selatan

TANJUNG BINTANG -(deklarasinews.com)- Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, untuk mengajak masyarakat membersihkan hati sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.

Ajakan itu disampaikan Egi saat menghadiri Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Baburrahman, Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjung Bintang, Kamis (26/2/2026).

Dalam sambutannya, Egi menekankan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut pembangunan karakter dan mental masyarakat. Menurutnya, kemajuan Kabupaten Lampung Selatan harus dimulai dari hati yang baik, adil, dan penuh pikiran positif.

“Kalau kabupaten kita ingin baik, maka saya ingin mengajak masyarakat punya hati yang baik, adil, positif. Itu akan mendatangkan hal yang baik, bukan untuk saya pribadi tapi untuk bapak ibu semua. Mudah-mudahan di bulan suci yang berkah ini, puasa kita bisa membersihkan hati kita,” ujar Egi.

Ia juga mengajak masyarakat memperbanyak rasa syukur dan ucapan terima kasih selama Ramadan. Egi mengibaratkan kehidupan seperti hukum tarik-menarik, di mana setiap kebaikan yang ditanam dari dalam diri akan kembali memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan lingkungan.

“Apa yang bapak ibu rasakan di dalam hati akan jadi pikiran, kemudian ucapan, tindakan. Tindakan ini akan membentuk kebiasaan, karakter. Nah, karakter ini akan membentuk nasib kita,” katanya.

Lebih lanjut, Egi menegaskan bahwa pembangunan Lampung Selatan tidak dapat dilakukan sendiri oleh kepala daerah dan wakilnya. Ia membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat serta sinergi lintas sektoral agar program pembangunan berjalan optimal.

Ia menyebutkan, berkat kerja sama yang solid, pada 2025 pembangunan infrastruktur jalan di Lampung Selatan telah mencapai 270,9 kilometer. Pada 2026, pembangunan tersebut akan terus dilanjutkan guna meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya mengajak semuanya, karena kalau cuma saya dan pak wakil bupati tangannya tidak akan cukup untuk membangun Lampung Selatan. Kita harus kompak dan menguatkan sistem bergotong royong,” tegasnya.

Kegiatan Safari Ramadan yang dihadiri jajaran Forkopimda, perangkat daerah, tokoh agama, dan masyarakat setempat itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah menyampaikan capaian serta arah pembangunan daerah.

Di bulan yang penuh berkah ini, pemerintah berharap terbangun kebersamaan yang semakin kuat antara pemerintah dan masyarakat demi Lampung Selatan yang lebih maju.(Red)

Bupati Egi Sisihkan Waktu di Tengah Agenda Padat, Duduk di Sisi Ranjang Nenek 81 Tahun yang Terbaring Stroke di Tanjungsari

TANJUNGSARI -(deklarasinews.com)- Di sela padatnya agenda pemerintahan, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama memilih berhenti sejenak. Bukan untuk beristirahat, melainkan untuk duduk di sisi ranjang seorang nenek renta yang terbaring lemah di rumah sederhana di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjungsari, Kamis (26/2/2026).

Nenek itu adalah Sukinem (81). Tubuhnya melemah akibat hipertensi yang berujung stroke. Di ruangan sederhana itulah, suasana mendadak hening ketika Egi mendekat, menyapa dengan lembut, dan memastikan langsung kondisi serta penanganan yang diterima.

Tanpa sekat formalitas, Egi duduk berhadapan dengan keluarga Sukinem. Ia tak hanya berbicara, tetapi juga memberi instruksi tegas kepada Sekretaris Daerah Supriyanto yang turut mendampingi kunjungan bersama jajaran perangkat daerah.

“Pak Sekda ini tolong diprioritaskan. Bu nanti dibantu ya Bu, nanti dari pemerintah daerah, mudah-mudahan bisa meringankan,” ujarnya, memastikan agar perhatian terhadap Sukinem tidak berhenti pada kunjungan semata.

Sebagai bentuk kepedulian langsung, Egi juga menyerahkan bingkisan sembako kepada keluarga. Bantuan itu mungkin sederhana, namun pesan yang dibawa jauh lebih besar, kehadiran pemerintah harus terasa hingga ke ruang-ruang paling sunyi warganya.

Camat Tanjungsari, Handoyo Soesilo, menjelaskan bahwa pihak kecamatan sebelumnya telah melakukan pendataan dan asesmen terhadap warga sakit dan penyandang disabilitas. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta pendamping sosial masyarakat telah dilibatkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Menurutnya, arahan langsung dari Bupati Lampung Selatan menjadi penguat bagi jajaran di tingkat kecamatan agar percepatan bantuan sosial dapat segera direalisasikan.

“Kami berharap Ibu Sukinem bisa segera mendapatkan program bantuan sosial sesuai kondisi yang ada, baik PKH, BPNT, maupun bantuan sosial lainnya,” kata Handoyo.

Ia juga memaparkan inovasi Kecamatan Tanjungsari bertajuk “Bakso Tansa” (Bakti Sosial Tanjungsari), kegiatan rutin setiap Jumat berupa kunjungan dari rumah ke rumah bagi warga sakit dan disabilitas bersama UPT Puskesmas Rawat Inap Tanjungsari. Dalam program tersebut, warga mendapatkan pelayanan kesehatan sekaligus bantuan sembako.

Kunjungan ini menjadi gambaran bahwa pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya berbicara soal jalan, jembatan, dan infrastruktur fisik. Di sela peresmian proyek dan agenda resmi, perhatian terhadap warga yang terbaring sakit tetap menjadi prioritas.

Langkah itu mungkin tampak sederhana, duduk di samping ranjang seorang nenek, menyentuh tangannya, memberi semangat, lalu memastikan bantuan diprioritaskan.

Namun dari rumah kecil di Desa Kertosari, pesan kepemimpinan itu terasa jelas, pemimpin tidak hanya hadir di podium, tetapi juga di ruang-ruang sunyi tempat warganya paling membutuhkan. (Red)

Resmikan Jalan di Tanjungsari dan Tanjung Bintang, Bupati Egi Harap Infrastruktur Jadi Penggerak Ekonomi Warga

TANJUNG BINTANG -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan pembangunan jalan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tanjungsari dan Kecamatan Tanjung Bintang, Kamis (26/2/2026).

Peresmian ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat konektivitas wilayah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya pemanfaatan ruas jalan oleh masyarakat.

Di Kecamatan Tanjungsari, ruas yang diresmikan adalah jalan Kertosari-Wawasan dengan panjang total 5,9 kilometer. Dari total tersebut, penanganan dilakukan sepanjang 2,3 kilometer dengan lebar 3 meter menggunakan hotmix AC-WC.

Sementara itu, di Kecamatan Tanjung Bintang, peresmian dilakukan pada ruas Jalan Jati Indah-Purwodadi Dalam (R.164). Ruas ini memiliki panjang 6.035 meter, dengan penanganan hotmix sepanjang 1.680 meter lebar 3 meter, rabat beton sepanjang 200 meter lebar 4 meter, serta pembangunan satu titik gorong-gorong box culvert.

Bupati Egi berharap infrastruktur yang telah dibangun pada 2025 tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Hari ini adalah momen di mana kita meresmikan jalan yang sudah diperbaiki di tahun 2025. Mudah-mudahan, bismillah, jalan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam kegiatan sehari-hari, baik dalam aktivitas ekonomi maupun aktivitas sosial lainnya,” ujarnya.

Suasana peresmian berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Warga memadati lokasi kegiatan dan menyambut langsung kehadiran orang nomor satu di Bumi Khagom Mufakat tersebut. Dalam kesempatan itu, Bupati Egi juga menyapa masyarakat satu per satu, menciptakan suasana yang akrab antara pemimpin dan warga.

Salah satu warga Tanjung Bintang, Trupus Raharjo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan atas pembangunan ruas jalan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Lampung Selatan, khususnya Bupati Radityo Egi Pratama, yang telah membangun Jalan Jati Indah sampai Purwodadi Dalam. Semoga jalan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Peresmian di Kecamatan Tanjung Bintang kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah, menambah nuansa kebersamaan dalam momen tersebut.

Pembangunan jalan di dua kecamatan tersebut menjadi bagian dari strategi percepatan konektivitas wilayah. Pemerintah daerah berharap keberadaan infrastruktur yang layak dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Dengan pembangunan yang terus berlanjut di berbagai titik, infrastruktur tetap menjadi prioritas sebagai fondasi penguatan kesejahteraan masyarakat Lampung Selatan.(Red)