Tinjau Ruas Strategis di Jatimulyo, Gubernur Dorong Normalisasi Drainase dan Perbaikan Jalan

LAMSEL -(deklarasinews.com)– Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kemantapan jalan provinsi sebagai bagian dari strategi mendukung kelancaran distribusi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Rahmat Mirzani Djausal saat meninjau kondisi ruas Jalan Pangeran Senopati, Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (25/2/2026).

Peninjauan ini merupakan langkah nyata Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi dalam memastikan progres perbaikan infrastruktur berjalan optimal, khususnya pada ruas-ruas strategis yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kemantapan jalan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Infrastruktur jalan yang baik dinilai memiliki peran krusial dalam mendukung rantai distribusi barang dan jasa, yang pada akhirnya memberikan multiplier effect terhadap stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.

“Ruas yang mengalami kerusakan akan segera kita perbaiki. Selain itu, fungsi gorong-gorong akan kita kembalikan seperti semula untuk mengantisipasi genangan air saat hujan,” ujar Gubernur.

Menurutnya, penyempitan badan jalan akibat tertutupnya saluran drainase dan pemanfaatan ruang yang tidak semestinya menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan air yang mempercepat kerusakan jalan. Oleh karena itu, Pemprov Lampung juga mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat dan pelaku usaha agar bersama-sama menjaga fungsi infrastruktur publik.

Gubernur  mengimbau kepada para pedagang dan pemilik kios di sekitar kawasan pasar Jatimulyo agar mengembalikan area gorong-gorong pada fungsi awalnya. Upaya ini dilakukan demi kepentingan bersama, agar sistem drainase berfungsi optimal dan kualitas jalan tetap terjaga.

Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung sendiri terus mengakselerasi program peningkatan kemantapan jalan melalui perbaikan konstruksi, normalisasi drainase, serta pengawasan berkala terhadap kondisi ruas provinsi. Langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadirkan infrastruktur yang andal, aman, dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Pemprov Lampung optimistis tingkat kemantapan jalan provinsi akan terus meningkat, sehingga mampu mendukung konektivitas antarwilayah dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.(Red)

 

Sidak Pasar Liwa, Pemkab dan Satgas Saber Pastikan Harga Bapokting Stabil Jelang Hari Raya

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah terus menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Salah satunya melalui Sidak Pasar Liwa yang digelar untuk memastikan distribusi serta harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) tetap terkendali menjelang hari besar keagamaan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Liwa, Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (24/02/2026).

Sidak ini melibatkan Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan, Tim Badan Pangan Nasional, kepala perangkat daerah, serta camat setempat.

Ketua Satgas Saber Pangan, Iptu Rudy Prawira, menjelaskan bahwa sidak dilakukan untuk memantau langsung kondisi pangan yang beredar di pasar, baik dari sisi distribusi, mutu, maupun harga.

“Kegiatan hari ini merupakan sidak Pasar Liwa yang berkaitan dengan pemantauan distribusi serta bahan pangan yang beredar. Kita ingin memastikan komoditas seperti beras, bawang, cabai, dan kebutuhan pokok lainnya memenuhi standar mutu serta harga yang sesuai,” jelasnya.

Ia menambahkan, menjelang hari besar keagamaan kerap muncul potensi gangguan distribusi, penimbunan, hingga lonjakan harga yang merugikan masyarakat.

“Investigasi dan pemantauan ini merupakan bentuk mitigasi awal agar kondisi di lapangan benar-benar nyata dan konkret. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, dimulai pukul 08.30 WIB dan selesai sekitar pukul 10.00 WIB,” ujarnya.

Ke depan, hasil sidak ini akan menjadi bahan konsolidasi bersama untuk menentukan langkah tindak lanjut.

“Hasil pemantauan ini akan kami simpulkan bersama sebagai dasar menentukan rencana ke depan, semata-mata untuk menjamin kepastian distribusi pangan tetap tersedia dengan baik, harga eceran terkendali, serta meminimalisir potensi penyimpangan komoditas,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Badan Pangan Nasional, Lelly Triatni Siregar, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas pangan menjelang hari raya.

“Kami dari Bapanas memantau pasar-pasar terkait harga pangan menjelang hari raya besar. Pemerintah hadir untuk memastikan harga pangan tetap sesuai dan ketersediaan barang aman,” katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap pasokan pangan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, kami pastikan hingga menjelang hari raya tidak terjadi kelangkaan pangan,” tegasnya.

Dukungan penuh juga disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Lampung Barat, Pirwan, yang mewakili Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini dalam rangka menstabilkan harga pangan. Sinergi dan kolaborasi dengan Tim Saber Pangan menjadi kunci agar menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, ketersediaan pangan tetap aman dan distribusinya lancar,” ujarnya.

Ia berharap, melalui pengawasan intensif ini, seluruh kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan baik dan harga tetap terjangkau.

“Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis kebutuhan pangan masyarakat Lampung Barat dapat terpenuhi secara merata dan stabil,” pungkasnya.(nsr)

Hilal Tak Terlihat di POB Bukit Gelumpai, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 19 Februari 2026

RAJABASA -(deklarasinews.com)- Langit senja di Pantai Canti, Kecamatan Rajabasa, Selasa (17/2/2026), menjadi saksi ikhtiar penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Lampung Selatan.

Dari Pusat Observasi Bulan (POB) Bukit Gelumpai, para ahli falak memantau hilal, namun hasilnya belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan pemerintah.

Pemantauan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung itu menyatakan hilal tidak terlihat. Dengan demikian, keputusan resmi awal Ramadan menunggu sidang isbat pemerintah pusat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnaen, menjelaskan bahwa secara astronomis posisi hilal berada di bawah ufuk. Berdasarkan hasil hisab di titik POB Bukit Gelumpai, tinggi hilal tercatat minus 1 derajat 03 menit 0,021 detik dengan elongasi matahari-bulan 1 derajat 01 menit 0,008 detik.

“Merujuk kriteria Kementerian Agama dengan tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat, maka ketinggian hilal tersebut masih belum memenuhi syarat untuk teramati,” ujar Zulkarnaen.

Ia menambahkan, dalam pandangan empat mazhab fikih, awal Ramadan ditetapkan melalui rukyatul hilal atau observasi langsung. Apabila hilal tidak terlihat, maka bulan Syakban disempurnakan menjadi 30 hari.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Anton Carmana, menyampaikan bahwa Bukit Gelumpai merupakan lokasi strategis untuk pemantauan hilal karena secara geografis menghadap laut lepas tanpa penghalang visual.

“Bukit Gelumpai adalah posisi pantau terbaik di Lampung Selatan. Secara geografis menghadap laut lepas, sehingga memberikan pandangan optimal bagi para ahli untuk melihat hilal,” ujarnya.

Anton menegaskan, Rukyatul Hilal bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk ikhtiar yang memadukan pendekatan sains dan syariat.

Pengamatan dilakukan menggunakan teleskop modern dan perangkat astronomi presisi, namun tetap berlandaskan dalil agama.

“Kita menggunakan teknologi teleskop yang mutakhir, tetapi tetap bersandar pada dalil agama. Harapannya, masyarakat bisa menyambut Ramadan dengan penuh keyakinan dan kedamaian,” tambahnya.

Secara nasional, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar usai sidang isbat di Jakarta.

“Berdasarkan hasil hisab dan tidak ada laporan hilal terlihat, maka disepakati 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” kata Nasaruddin.

Dengan penetapan tersebut, umat Islam di Lampung Selatan dan seluruh Indonesia bersiap menyambut bulan suci Ramadan dengan kepastian jadwal ibadah yang telah ditetapkan pemerintah. (Red)

 

One Stop Tourism di Kalianda, UKP Zita Anjani Dorong Nirwana Resort Jadi Motor Ekonomi Warga

​KALIANDA -(deklarasinews.com)- Kawasan wisata terpadu Kalianda Nirwana Resort dinilai memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat Lampung Selatan. Selain menawarkan panorama pantai yang memikat, kawasan ini juga disebut telah memenuhi standar kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan.

Hal itu disampaikan Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, saat melakukan kunjungan pariwisata di Kawasan Kalianda Nirwana Resort, Selasa (17/2/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen UKP Bidang Pariwisata dalam memperkuat sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

Kalianda Nirwana Resort menghadirkan konsep one stop tourism center, dengan berbagai destinasi pantai yang berada dalam satu kawasan terintegrasi, seperti Grand Elty Krakatoa, Bagus Beach, M Beach, hingga Jungle Sea.

Menurut Zita, kelengkapan fasilitas menjadi kekuatan utama kawasan ini. Mulai dari penginapan, atraksi wisata, pusat kuliner, hingga pelaku UMKM, seluruhnya berada dalam satu lokasi yang mudah diakses wisatawan.

“Di sini ada penginapan, ada atraksinya, ada kulinernya, ada juga UMKM. Tadi kami melihat sentra makanan di Jungle Sea dan produk seperti baju tradisional yang dijual di sana. Ini sangat lengkap untuk sebuah destinasi wisata,” ujarnya.

Keberadaan UMKM dalam kawasan wisata dinilai mampu memperluas dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar.

Dalam kunjungannya, Zita juga menyoroti Grand Elty Krakatoa sebagai salah satu resort pionir di Lampung Selatan yang terus berinovasi agar tetap relevan dan kompetitif.

Ia menegaskan, aspek keamanan menjadi perhatian penting, mengingat wilayah Lampung Selatan berada relatif dekat dengan kawasan Gunung Anak Krakatau.

enurutnya, kawasan Grand Elty Krakatoa telah dilengkapi sistem pendeteksi gempa yang memberikan rasa aman tambahan bagi wisatawan.

“Teman-teman tidak perlu khawatir. Di sini sudah ada sistem deteksi gempa. Insya Allah aman,” tambahnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya mengedepankan estetika dan atraksi, tetapi juga mitigasi risiko dan keselamatan pengunjung.

Zita mengapresiasi kekompakan para penggiat pariwisata di Lampung Selatan yang terus bersinergi membangun sektor ini. Ia berharap, pengembangan destinasi terpadu seperti Kalianda Nirwana Resort dapat meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Ayo datang ke Lampung Selatan. Kita bangun pariwisata bersama agar ekonomi masyarakat bisa maju dan berkembang,” kata Zita Anjani. (Red)

Sentuh Lansia 95 Tahun di Sidomulyo, Zita Anjani Serahkan Bantuan dan Ajak Warga Hidup Sehat Lewat Senam OK Gas

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Kunjungan kerja Ketua TP PKK Lampung Selatan, Zita Anjani di Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (17/02/2026), menghadirkan momen haru sekaligus inspiratif.

Di sela kegiatan ramah tamah dan Senam OK Gas, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata itu menyerahkan bantuan kepada Sakiyem (95), peserta tertua yang tetap aktif mengikuti senam di usia senja.

Bantuan uang tunai tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas semangat Sakiyem menjaga kesehatan dan konsistensinya mengikuti kegiatan kebugaran bersama warga.

“Saya bersama Bupati memberikan apresiasi kepada Ibu Sakiyem yang tetap aktif dan menjaga kesehatan di usia 95 tahun. Semoga menjadi inspirasi bagi peserta lainnya untuk terus menerapkan pola hidup sehat,” ujar Zita.

Kehadiran Zita di Balai Desa Sidomulyo tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat pesan pentingnya pola hidup sehat berbasis komunitas. Kegiatan senam yang diikuti ratusan warga itu berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Dalam kunjungan tersebut, Zita didampingi Anggota DPRD Lampung Selatan Agus Sartono, Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan Reni Apriyani, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto beserta Ketua DWP Ratna Yanuana, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Tri Umaryani, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita juga mengapresiasi kondisi lingkungan Kantor Desa Sidomulyo yang dinilai bersih dan tertata rapi.

Menurutnya, hal tersebut selaras dengan program Bupati Lampung Selatan, yakni ABRI (Asri, Bersih, Rapi, Indah) dan BKW (Bersih, Kering, Wangi).

“Lingkungan kantornya bersih dan asri. Ini selaras dengan program Bupati Lampung Selatan ABRI dan BKW. Semoga dapat terus dipertahankan,” katanya.

Selain menyerahkan bantuan kepada lansia, Zita turut membagikan doorprize melalui sesi tanya jawab interaktif. Hadiah berupa makanan kesukaan Bupati Lampung Selatan itu disambut meriah oleh para peserta, menambah suasana hangat dalam kegiatan tersebut.

Tak hanya itu, Zita juga meninjau Pos Pelayanan Integrasi Layanan Primer yang disediakan UPTD Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo di sekitar Balai Desa.

Ia bahkan menyempatkan diri menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan kesehatan dasar di tingkat desa.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat, peduli lingkungan, serta memperkuat pelayanan publik berbasis desa. Momentum pemberian bantuan kepada lansia 95 tahun itu pun menjadi simbol bahwa perhatian terhadap kelompok rentan tetap menjadi prioritas di tengah berbagai agenda pembangunan. (Red)

UKP Zita Anjani Turun ke Pasar Sidomulyo, Cek Harga Sembako dan Dengarkan Langsung Suara Pedagang

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Suasana Pasar Sidomulyo yang biasanya riuh oleh tawar-menawar mendadak berubah lebih semarak, Selasa (17/2/2026).

Di tengah sibuknya transaksi jelang Ramadan, kehadiran Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani, menjadi magnet perhatian. Para pedagang menghentikan sejenak aktivitasnya, pembeli pun beringsut mendekat untuk sekadar menyapa.

Kunjungan Zita yang juga menjabat Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan itu dilakukan untuk meninjau langsung harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci. Namun, lebih dari sekadar agenda pemantauan, blusukan tersebut menghadirkan interaksi hangat yang terasa personal di tengah denyut ekonomi rakyat.

Sejak tiba di lokasi, Zita menyapa satu per satu pedagang. Ia berdialog ringan, menanyakan harga beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging, buah, hingga sayuran lokal.

“Gimana harganya, stabil kan?” tanyanya kepada seorang pedagang sembari tersenyum.

Pertanyaan sederhana itu disambut antusias. Sejumlah pedagang menyampaikan kondisi harga yang relatif stabil untuk beberapa komoditas, meski ada pula yang mulai menunjukkan tren kenaikan, terutama barang yang pasokannya bergantung dari luar daerah.

Salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi di lapak Tukilah (45), penjual bumbu dapur. Interaksi keduanya berlangsung cair dan penuh canda. Zita membeli aneka bumbu dan sayuran, membuat lapak kecil itu seketika menjadi pusat perhatian.

Tukilah mengaku terharu atas kunjungan tersebut. “Kami para pedagang berharap Bu Zita sering-sering berkunjung ke sini,” ujarnya.

Tak berhenti pada transaksi, Zita kemudian membagikan sayuran yang dibelinya kepada ibu-ibu yang tengah berbelanja. Aksi spontan itu memancing senyum dan rasa syukur dari warga. Beberapa pembeli bahkan tampak mengabadikan momen tersebut.

Kehadiran UKP di pasar tradisional bukan hanya simbolik. Di sela kunjungan, ia mencermati dinamika harga dan pasokan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kebutuhan pokok menjelang Ramadan, periode yang kerap diiringi lonjakan permintaan.

Dari hasil pantauan di Pasar Sidomulyo, tren harga sembako terpantau campuran. Sejumlah komoditas masih stabil, sementara lainnya berpotensi mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan. Pedagang berharap distribusi tetap lancar agar harga tidak melonjak signifikan.

Kunjungan UKP tersebut turut didampingi Anggota DPRD Lampung Selatan Agus Sartono, Wakil Ketua TP PKK Reni Apriyani, Sekretaris Daerah Supriyanto, Ketua DWP Ratna Yanuana, serta Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Tri Umaryani. (Red)

Lomba Songsong Ramadan 1447 H Resmi Ditutup, Zita Anjani Ajak Warga Sucikan Hati Sambut Bulan Suci

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Suasana haru dan penuh semangat mewarnai malam penutupan Lomba Songsong Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di halaman Masjid Agung Kalianda, Senin (16/2/2026) malam.

Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat yang memadati lokasi acara menjadi potret kuatnya kebersamaan warga menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung sejak Minggu (15/2/2026) itu resmi ditutup dengan pengumuman pemenang dari berbagai kategori lomba, mulai dari da’i, adzan, konten kreator, hingga hadroh dan qosidah. Para juara memperoleh trofi serta uang pembinaan dengan total hadiah jutaan rupiah. Juara pertama masing-masing kategori menerima Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, dan juara ketiga Rp3 juta.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Lampung Selatan, Zita Anjani, yang hadir langsung dalam acara penutupan mengaku terharu melihat semangat para peserta dan energi positif yang terpancar dari para pendukung.

“Saya terharu melihat para pemenang, semangatnya luar biasa. Teriakan para pendukung juga luar biasa. Melalui lomba hari ini, cara dakwah kita bisa lebih modern. Ide konten kreator juga bagus sekali. Sebagai Ketua TP PKK Lampung Selatan, saya sangat bersyukur dan bangga melihat antusiasme masyarakat,” ujarnya.

Menurut Zita, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai religiusitas di tengah masyarakat. Ia menilai pendekatan dakwah yang lebih kreatif dan adaptif, termasuk melalui kategori konten kreator, menjadi langkah relevan di era digital.

Menjelang datangnya Bulan Ramadan, Zita juga menyampaikan pesan reflektif kepada masyarakat. Ia bersama Bupati Lampung Selatan mengajak seluruh warga untuk menyucikan hati dan meluruskan niat dalam menyambut bulan ibadah.

“Menjelang Bulan Ramadan, saya dan Mas Bupati beserta teman-teman perangkat daerah memohon maaf. Mari kita sucikan hati, luruskan niat untuk beribadah,” katanya.

Lomba Songsong Ramadan 1447 H ini diikuti peserta dari berbagai kecamatan di Lampung Selatan. Ragam kategori yang diperlombakan menunjukkan semarak partisipasi masyarakat lintas usia, dari remaja hingga dewasa, serta perwakilan pondok pesantren dan perangkat desa.

Berikut daftar pemenang Lomba Songsong Ramadan 1447 Hijriah Kabupaten Lampung Selatan:

Lomba Da’i Kategori Dewasa

Juara 1: Hendryk (Kecamatan Merbau Mataram)

Juara 2: Habibi (Kecamatan Kalianda)

Juara 3: Supriadi (Kecamatan Sidomulyo)

Lomba Da’i Kategori Remaja

Juara 1: Najda Sa’adatur (Kecamatan Penengahan)

Juara 2: Rama Saputra (Kecamatan Kalianda)

Juara 3: Rika Wiliana (Kecamatan Palas)

Lomba Adzan Kategori Perangkat Desa

Juara 1: Abdurrahman (Kecamatan Rajabasa)

Juara 2: Arif Syamsudin (Kecamatan Penengahan)

Juara 3: Sumino (Kecamatan Tanjung Bintang)

Lomba Konten Kreator Kategori Umum

Juara 1: Yusron Hamdani (Kecamatan Natar)

Juara 2: Gani Abdi Pratama (Kecamatan Palas)

Juara 3: Jayus Saputra Mulya (Kecamatan Sragi)

Lomba Hadroh Kategori Pondok Pesantren/Umum

Juara 1: Ah Babul Huda (Kecamatan Way Sulan)

Juara 2: Al-Ihsaniyah (Kecamatan Sragi)

Juara 3: Anwarul Huda (Kecamatan Sidomulyo)

Juara Harapan Lomba Hadroh

Harapan 1: Bariklana (Kecamatan Ketapang)

Harapan 2: Way Bun (Kecamatan Katibung)

Harapan 3: Tarbiatul Habib (Kecamatan Kalianda)

Lomba Qosidah Kategori Dewasa

Juara 1: Al-Ghazali (Kecamatan Palas)

Juara 2: Hidayatul Falah (Kecamatan Katibung)

Juara 3: Ristama (Kecamatan Jati Agung)

Juara Harapan Lomba Qosidah Dewasa

Harapan 1: Nurul Falah (Kecamatan Penengahan)

Harapan 2: Nur Rahman (Kecamatan Kalianda)

Harapan 3: Al-Khoiriyah (Kecamatan Sragi)

Lomba Qosidah Kategori Remaja

Juara 1: At-Taqwa (Kecamatan Penengahan)

Juara 2: Pesona Hati (Kecamatan Tanjung Bintang)

Juara 3: Al-Muttaqod (Kecamatan Bakauheni)

Juara Harapan Lomba Qosidah Remaja

Harapan 1: Daarul Quran (Kecamatan Kalianda)

Kemeriahan malam penutupan menjadi penanda bahwa Ramadan 1447 Hijriah di Lampung Selatan disambut dengan semangat kebersamaan, kreativitas, dan penguatan nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.(Red)

 

Utusan Khusus Presiden Turun Langsung Bikin Gerabah di Natar, Pesan 50 Guci untuk Dukung UMKM Lampung Selatan

NATAR -(deklarasinews.com)- Kunjungan kerja dilakukan Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, ke sentra pembuatan gerabah “ERRI ART” di Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Senin (16/2/2026). Kehadiran Zita menjadi bentuk perhatian terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Lampung Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, Zita didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan Reni Apriyani, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto bersama Ketua DWP Ratna Yanuana, sejumlah pejabat pemerintah kabupaten, serta Camat Natar.

Tak sekadar meninjau, Zita juga berdialog langsung dengan para pengrajin dan mempraktikkan pembuatan gerabah. Ia menilai kualitas kerajinan yang dihasilkan ERRI ART memiliki standar yang baik serta berpotensi dikembangkan sebagai destinasi unggulan berbasis kerajinan tradisional.

“Hasil gerabahnya bagus sekali. Ini membuktikan bahwa masyarakat Lampung Selatan sangat kreatif. Ke depan, kita akan upayakan agar tempat ini menjadi lokasi yang lebih layak dan representatif,” ujar Zita.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Zita langsung memesan 50 guci dengan desain dan motif khas budaya Lampung Selatan. Langkah tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi peningkatan produksi sekaligus promosi produk gerabah lokal ke pasar yang lebih luas.

Pemilik ERRI ART, Ujang, mengaku bangga atas kunjungan tersebut. Menurutnya, perhatian langsung dari Ketua TP PKK Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden menjadi motivasi besar bagi para pengrajin.

“Saya sangat bahagia Ibu Zita bersedia datang langsung ke lokasi. Harapan besar saya ingin menjadikan tempat ini sebagai pusat edukasi dan wisata gerabah di Natar, Lampung Selatan,” ungkap Ujang optimistis.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan potensi Desa Negara Ratu sebagai salah satu sentra ekonomi kreatif di Kecamatan Natar yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata edukatif berbasis kerajinan tradisional. (Red)

Tampil di Forum Bergengsi APUDSI, Bupati Egi Paparkan Strategi Desa Wisata Berkelanjutan Lampung Selatan

JAKARTA -(deklarasinews.com)-Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, tampil sebagai narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Forum nasional bergengsi yang dihadiri pelaku usaha desa dari seluruh Indonesia tersebut menjadi panggung strategis bagi Lampung Selatan untuk memperkenalkan konsep pembangunan desa berbasis pariwisata berkelanjutan sekaligus peluang investasi daerah.

Dalam paparannya, Bupati Egi mengangkat tema “Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Potensi Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.” Ia menekankan bahwa setiap desa memiliki karakteristik unik sehingga kebijakan pembangunan harus disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing.

“Semua desa di Indonesia punya keunggulan masing-masing. Tidak bisa kita pukul rata. Kita harus melihat potensi lokalnya, lalu kita dorong agar menjadi kekuatan ekonomi,” ujar Egi di hadapan peserta Rakernas.

Ia memaparkan, Kabupaten Lampung Selatan mencatat sekitar 1,6 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Namun, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih berada di angka sekitar 1,2 persen, karena rata-rata lama tinggal wisatawan hanya sekitar tiga jam.

Menurutnya, kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang investasi yang besar, khususnya pada sektor hotel, restoran, kafe, serta homestay yang masih terbuka luas. Pemerintah daerah, lanjutnya, juga terus melakukan pembenahan aksesibilitas dan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan konektivitas ekonomi desa.

“Tahun 2025 kami menyelesaikan pembangunan jalan hampir 270,9 kilometer guna memperkuat konektivitas kawasan ekonomi desa dan destinasi wisata,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Egi turut memperkenalkan konsep agroeduwisata yang tengah dikembangkan di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro. Konsep tersebut mengintegrasikan sektor pertanian dengan pariwisata sebagai upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga ketahanan pangan.

“Kita ingin produksi pertanian tetap berjalan, namun memiliki nilai tambah melalui sektor pariwisata. Model ini sedang kami dorong di beberapa desa,” tambahnya.

Rakernas APUDSI yang berlangsung selama dua hari, 13-14 Februari 2026, juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-1 organisasi tersebut.

Mengusung tema “Resilient Village: Ketahanan Dimulai dari Desa,” kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha desa dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.

Melalui forum nasional tersebut, Bupati Egi berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha desa semakin kuat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan di berbagai daerah, termasuk Lampung Selatan.

Ketua MPR RI Perkuat UMKM dan Pariwisata di Lampung Selatan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Ketua MPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Selatan dalam rangka meninjau perkembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta potensi pariwisata daerah. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan sekaligus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung, Bupati Lampung Selatan, Wakil Bupati Lampung Selatan, Forkopimda Lampung Selatan, Ketua DPRD Pesawaran, serta Tol Ruas Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) juga turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan wilayah dan peningkatan konektivitas di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam pertemuan tersebut Muzani menekankan bahwa lampung Selatan harus jaya sesuai dengan Mars lampung selatan,dan sekaligus Mengunjungi stand- stand UMKM yang beraneka ragam berupa keripik pisang, winko durian, rempeyek kacang, dodol lampung, kopi, nastar, batu bungur dari tanjung bintang, baju sulam usus dan tukus lampung, tegasnya.

“Momentum ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam menjawab isu strategis, mulai dari ketahanan pangan, pengendalian inflasi, penguatan UMKM, peningkatan SDM, hingga transformasi ekonomi hijau dan digital,” ujarnya.

Ia menilai Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kekuatan ekonomi di Provinsi Lampung apabila dikelola dengan pendekatan kolaboratif dan berkesinambungan antara pemerintah pusat dan daerah.

“Saya melihat Lampung Selatan memiliki potensi besar. Jika dikelola dengan konsisten dan kolaboratif, daerah ini bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Lampung,” ujar Muzani.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan pembangunan yang dilakukan tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Sektor pertanian harus mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani, pariwisata membuka lapangan kerja, serta UMKM naik kelas dan lebih kompetitif,” kata Egi.

Di sisi lain, Manager Public Affairs HKA Ruas Bakter, M. Alkautsar menjelaskan bahwa Jalan Tol Ruas Bakauheni–Terbanggi Besar sebagai infrastruktur strategis sehingga memiliki peran vital dalam mendukung aksesibilitas menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Lampung Selatan.

“Kehadiran jalan tol ini mampu memangkas waktu tempuh perjalanan, meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, serta mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi yang ada,” ujar Alkautsar.

Alkautsar juga mengatakan bahwa selain mendukung konektivitas, Tol Bakter juga berkomitmen dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelibatan UMKM lokal. Hal ini diwujudkan melalui penyerapan produk-produk UMKM di rest area serta berbagai program pembinaan yang bertujuan meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku usaha lokal.

“Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, diharapkan UMKM di Lampung Selatan dapat terus berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sektor pariwisata yang didukung oleh akses infrastruktur yang memadai juga diharapkan mampu menjadi pengungkit utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Alkautsar.

Alkautsar juga menegaskan bahwa Ruas Tol Bakter berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan daerah, tidak hanya melalui penyediaan layanan jalan tol yang andal, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan sektor pariwisata di Provinsi Lampung.

“Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan konektivitas dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan, sehingga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat secara luas,” pungkasnya.