9 Bulan Kepemimpinan, Bupati Egi Paparkan Deretan Capaian Strategis di HUT ke-69 Lampung Selatan: Dari Jalan Mulus hingga WTP ke-9

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan menjadi ajang bagi Bupati Radityo Egi Pratama untuk memaparkan berbagai capaian strategis selama sembilan bulan masa kepemimpinannya.

Dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Lampung Selatan, Jumat (14/11/2025), Bupati Egi menegaskan bahwa seluruh kemajuan yang diraih merupakan hasil sinergi erat antara eksekutif, legislatif, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyoroti sejumlah program prioritas, terutama di sektor infrastruktur.

Sepanjang 2025, pemerintah daerah telah melakukan pembangunan dan peningkatan jalan kabupaten sepanjang 72,258 kilometer di 53 ruas pada 17 kecamatan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 33 kilometer telah rampung diperbaiki di 12 ruas jalan strategis.

“Tingkat kemantapan jalan pada 2024 berada di angka 54,97 persen. Setelah berbagai perbaikan, tahun 2025 meningkat menjadi 60,96 persen,” ujar Egi.

Di sektor perumahan, Pemkab Lampung Selatan memperbaiki 465 unit rumah tidak layak huni melalui program Bedah Rumah.

Selain itu, kolaborasi dengan Wanita Filantropi Indonesia dan dukungan dana desa menghasilkan tambahan 221 unit rumah yang telah selesai dibangun.

Perhatian pemerintah juga diarahkan pada percepatan penurunan stunting. Berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting tercatat 10,4 persen, menjadikan Lampung Selatan sebagai daerah dengan angka terendah se-Provinsi Lampung.

“Target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2025 insyaallah dapat kita capai,” tegasnya.

Di bidang pelayanan publik, kepesertaan BPJS Kesehatan telah mencapai 97,90 persen, sementara layanan administrasi kependudukan kini dapat diakses di seluruh 17 kecamatan.

Atas peningkatan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan RSUD Bob Bazar menerima predikat ‘Sangat Baik’ dari Kementerian PANRB.

Lampung Selatan juga membukukan berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya:

– Peringkat Tiga Besar Terbaik se-Lampung pada Survey Kepuasan Publik 2025 (Grade A)

– Stand Terinovatif APKASI Otonomi Expo

– Penghargaan pada peringatan Hari Keluarga Nasional ke-32 tingkat Provinsi

– WTP ke-9 berturut-turut dari BPK RI

– Penghargaan Strengthening of Social Forestry (SSF) dari Kementerian Kehutanan

– Adi Praja Satwa Sewaka Madya, Kabupaten Layak Anak kategori Nindya

– Pemimpin Daerah Award 2025 iNews TV

– Excellence Tourism and Food Sustainability Integration dari KITA Awards 2025 Garuda TV

Menurut Egi, seluruh capaian tersebut merupakan keberhasilan kolektif seluruh masyarakat Lampung Selatan.

“Tugas kita ke depan adalah mempertahankan capaian yang ada sekaligus memperkuat ketahanan keluarga, pangan, dan lingkungan,” kata Egi. (Red)

DPRD Lampung Selatan Gelar Paripurna Istimewa HUT ke-69, Bupati Egi Ajak Masyarakat Perkuat Semangat Membangun

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan tahun 2025, Kamis (14/11/2024).

Rapat paripurna yang berlangsung di ruang sidang utama gedung DPRD itu dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Erma Yusneli, bersama para wakil ketua Merik Havit, A. Benny Raharjo, dan Bella Jayanti.

Acara tersebut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Achmad Saefullah, serta tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Erma Yusneli menegaskan HUT ke-69 Kabupaten Lampung Selatan menjadi pengingat penting untuk memperkokoh persatuan serta memperkuat kesinambungan pembangunan. Ia berharap peringatan hari jadi ini memotivasi seluruh pihak untuk terus berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“Melalui hari ulang tahun ke-69 Kabupaten Lampung Selatan, mari kita perkokoh semangat persatuan dan kesinambungan pembangunan menuju terwujudnya Kabupaten Lampung Selatan yang sejahtera, berdaya saing modern dan berakhlak mulia,” ujar Erma.

Bupati Radityo Egi Pratama menyampaikan usia 69 tahun adalah perjalanan sarat tantangan sekaligus pembelajaran berharga bagi Lampung Selatan.

Menurutnya, daerah ini terus tumbuh dan berbenah untuk mewujudkan visi besar Lampung Selatan Maju, Menuju Indonesia Emas 2045.

“Hari ini kita tidak hanya memperingati hari lahir sebuah kabupaten, tetapi juga merayakan perjalanan panjang penuh semangat, kerja keras, dan pengabdian,” kata Egi.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga kesinambungan pembangunan agar tongkat estafet pembangunan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya dalam kondisi yang lebih baik.

“Mari terus bergerak bersama, mewujudkan Lampung Selatan Maju, Menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sementara, mewakili Gubernur Lampung, Achmad Saefullah mengucapkan selamat ulang tahun ke-69 kepada seluruh masyarakat Lampung Selatan.

Ia menegaskan bahwa peringatan HUT sebuah daerah bukan hanya ritual tahunan, melainkan momentum refleksi untuk menata langkah ke depan.

“Semoga di usia ke-69, Lampung Selatan semakin maju, semakin sejahtera, dan menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Lampung,” ujarnya.

Rapat paripurna ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua DPRD sebagai simbol rasa syukur dan harapan baru bagi Kabupaten Lampung Selatan yang memasuki usia ke-69. Momen tersebut sekaligus menandai komitmen bersama antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat untuk melanjutkan pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. (Red)

Lampung Selatan Toreh Prestasi di Indonesia Kita Awards 2025

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menerima penghargaan Excellence In Tourism and Food Sustainability Integration dalam ajang bergengsi Indonesia Kita Awards 2025 yang digelar Garuda TV di Patra Jasa Office Tower, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada Pemkab Lampung Selatan yang dinilai sukses mengintegrasikan sektor pariwisata dan ketahanan pangan dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Melalui konsep Kawasan Agro Edu Wisata Terpadu, Lampung Selatan dinilai berhasil menghadirkan inovasi ekonomi lokal yang ramah lingkungan dan menyejahterakan masyarakat.

Ajang penghargaan nasional itu turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sejumlah kepala daerah, gubernur, bupati, wali kota, dan tokoh inspiratif dari seluruh Indonesia juga turut hadir.

Selain Lampung Selatan, Provinsi Lampung juga meraih penghargaan di kategori Excellence in Agriculture and Food Prosperity, sedangkan Kota Bandar Lampung menerima penghargaan Excellence in Public Service Innovation.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sendiri mendapat penghargaan Distinguished Leadership in Home Affairs atas dedikasinya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah dan inovasi pelayanan publik di Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi kepada Garuda TV atas penyelenggaraan ajang penghargaan tersebut.

“Saya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Garuda TV. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh-tokoh yang dianggap mampu melakukan inovasi dan perubahan,” ujar Tito.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pengakuan tersebut.

Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memadukan potensi pariwisata dan sektor pangan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi kami di Pemkab Lampung Selatan untuk berkerja lebih baik. Melalui penghargaan ini, kami akan terus berinovasi demi masyarakat Lampung Selatan, khususnya para petani, pahlawan ketahanan pangan bangsa,” tutur Egi.

Ajang Indonesia Kita Awards 2025 menghadirkan berbagai kategori penghargaan, mulai dari Outstanding Leadership, Community Empowerment, hingga Innovation for Nation. Para penerima penghargaan dipilih melalui seleksi ketat oleh Dewan Juri Independen yang terdiri atas tokoh masyarakat, akademisi, dan pengamat politik.

Prestasi ini menambah deretan capaian Pemkab Lampung Selatan di tingkat nasional dan menegaskan posisi daerah berjuluk Bumi Khagom Mufakat ini sebagai salah satu daerah paling inovatif dalam pengembangan pariwisata berbasis ketahanan pangan berkelanjutan. (Red)

Bupati Lampung Selatan Teken Komitmen Bersama BKN untuk Akselerasi Manajemen Talenta ASN

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menandatangani Komitmen Bersama Kepala Daerah dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam rangka mempercepat pembangunan serta penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Provinsi Lampung.

Kegiatan yang turut dihadiri oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh itu digelar di Hotel Grand Mercure Lampung, Bandar Lampung, Kamis (6/11/2025).

Dalam sambutannya, Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa sistem manajemen talenta ASN dirancang untuk memastikan setiap pegawai ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kompetensi dan potensi yang dimiliki.

“Sistem manajemen talenta ASN ini bertujuan memastikan setiap ASN berada di posisi yang sesuai dengan kompetensinya, sekaligus menciptakan regenerasi SDM ASN yang profesional dan adaptif,” ujar Zudan.

Zudan menegaskan bahwa manajemen talenta tidak semata soal penempatan jabatan, tetapi juga menyangkut pengembangan kapasitas ASN melalui pendidikan, pelatihan, serta penciptaan prestasi dan inovasi.

“Dengan manajemen talenta, siapa pun bisa kita siapkan, baik melalui pendidikan dan pelatihan, sekolah tinggi, maupun melalui capaian prestasi dan inovasi,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Radityo Egi Pratama menyambut baik inisiatif tersebut. Ia berharap penerapan sistem manajemen talenta dapat memperkuat penerapan sistem merit yang objektif, transparan, dan akuntabel, serta terbebas dari intervensi politik dan praktik KKN.

“Semoga program ini melahirkan ASN yang unggul, profesional, dan berintegritas untuk kemajuan daerah serta pelayanan publik yang lebih baik,” kata Egi.

Melalui komitmen ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan dukungannya terhadap transformasi tata kelola ASN yang lebih adaptif, berbasis kompetensi, dan berorientasi hasil untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Red)

 

Padi Biosalin, Inovasi Cerdas Ubah Tambak Asin Jadi Sawah Produktif di Lampung Selatan

SRAGI -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam hal ini Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, terus mendorong inovasi di sektor pertanian melalui pendekatan kolaboratif pentahelix guna meningkatkan produktivitas lahan dan kesejahteraan petani.

Salah satu terobosan yang kini menjadi perhatian adalah penerapan program Padi Biosalin (Bio Salinity Tolerant Rice) di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi. Program ini berhasil mengubah lahan bekas tambak udang yang berair asin menjadi hamparan sawah produktif.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lampung Selatan, Anasrullah, bersama Ketua BPH Yayasan Batutta Bangun Negeri Universitas Indonesia Mandiri (UIM) Toto Priyana, Direktur Riset, Inkubasi Bisnis, dan Kualitas UIM Sigit Apriyanto, meninjau langsung lahan percontohan milik Kardiyansyah, anggota kelompok tani setempat yang menjadi pionir penerapan teknologi tersebut, Jumat (24/10/2025).

Turut hadir dalam kunjungan itu, Ketua Dekopinda Lampung Selatan, Rudi Topan, Kepala Desa Sidoasih, Kepala Desa Bandar Agung, serta sejumlah tokoh masyarakat sekitar.

Inovasi Padi Biosalin digagas oleh tokoh masyarakat, Kang Jalu, yang berupaya memanfaatkan lahan pesisir terdampak intrusi air laut agar tetap produktif.

“Ladang ini dulunya tambak udang dengan air payau. Kami ingin membuktikan bahwa tanah seperti ini tetap bisa produktif jika ditanami varietas yang tepat,” ujar Jalu di lokasi.

Ia menjelaskan, uji coba dilakukan di lahan dengan kadar garam tinggi dan hasilnya menunjukkan varietas Padi Biosalin mampu tumbuh serta berproduksi dengan baik.

“Ke depan, kami akan terus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan-lahan tidur. Meski airnya payau atau asin, padi ini tetap bisa tumbuh dan memberikan hasil,” tambahnya.

Kadis Kominfo Lampung Selatan Anasrullah menilai, keberhasilan Padi Biosalin merupakan langkah cerdas dalam memanfaatkan lahan pesisir yang selama ini dianggap tidak potensial.

“Ini solusi nyata bagi masyarakat di kawasan pantai. Saat musim kemarau dan pasokan air tawar terbatas, petani tetap bisa memanfaatkan air laut untuk bercocok tanam. Dengan begitu, roda ekonomi masyarakat tetap bergerak,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi pertanian adaptif seperti Biosalin menjadi bukti nyata bahwa teknologi mampu menjawab tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya alam.

Sementara itu, Direktur Riset, Inkubasi Bisnis, dan Kualitas UIM, Sigit Apriyanto menyebut pengembangan Padi Biosalin di lahan bekas tambak merupakan langkah strategis menuju pertanian berkelanjutan.

“Upaya ini tidak hanya meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian, tetapi juga memperkuat sinergi pentahelix antara akademisi, pemerintah, dan swasta dalam membangun ekosistem pertanian adaptif dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.

Dengan hasil yang menjanjikan, program Padi Biosalin diharapkan menjadi model pertanian adaptif di Lampung Selatan, membuka peluang baru bagi petani pesisir sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (Red)

Sekolah Garuda Siap Hadir di Lampung Selatan, Wamen Dikti: Jembatan Anak Daerah ke Universitas Dunia

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Republik Indonesia, Stella Christie, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Selatan untuk meninjau lokasi pembangunan Sekolah Garuda di Desa Margacatur, Kecamatan Kalianda, Rabu (22/10/2025).

Usai meninjau lokasi, Stella Christie menggelar audiensi dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, di ruang kerja bupati. Dalam pertemuan itu, Stella menjelaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan program nasional unggulan yang dirancang sebagai inkubator calon pemimpin bangsa dengan sistem pendidikan inklusif dan berstandar internasional.

“Sekolah Garuda ini ada di 20 kabupaten. Persaingannya terbuka dan berbasis peringkat. Saya mengunjungi langsung setiap lokasi. Sampai saat ini, saya sudah ke 21 provinsi dan 47 universitas,” ungkap Stella.

Ia menambahkan, pembangunan empat lokasi Sekolah Garuda saat ini telah memasuki tahap arsitektural, dan ditargetkan rampung pada Juni 2026.

Dalam prosesnya, pemerintah menggandeng sejumlah perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), guna memastikan rancangan arsitektur serta kurikulum yang relevan dengan dunia pendidikan tinggi.

“Kami sangat berkesinambungan dengan universitas. Setelah dari Lampung Selatan, saya akan ke Pringsewu dan Unila. Presiden sangat menginginkan agar Indonesia menembus dunia, dan Sekolah Garuda adalah langkah nyata ke arah itu,” ujarnya.

Stella menegaskan, Sekolah Garuda bukan sekolah eksklusif, melainkan terbuka bagi seluruh kalangan, terutama siswa berprestasi dan kurang mampu. Ia menyebut, 80 persen siswa akan menerima beasiswa penuh, baik selama menempuh pendidikan di Sekolah Garuda maupun saat melanjutkan ke universitas terbaik dunia.

“Kami ingin siswa dari berbagai daerah bisa membaur dan tumbuh menjadi pemimpin yang berprestasi. Karena itu, Sekolah Garuda baru justru dibangun di luar Jawa, di daerah-daerah yang membutuhkan,” jelasnya.

Kurikulum Sekolah Garuda menggunakan kurikulum nasional yang diperkaya dengan arahan Presiden dan riset akademik, serta menyiapkan siswa sejak jenjang SMP agar mampu bersaing di tingkat global.

Stella juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menjaring calon siswa terbaik, terutama dari keluarga prasejahtera.

“Sekolah ini kita bangun untuk masyarakat. Fasilitasnya juga bisa diakses masyarakat, seperti olahraga dan perpustakaan. Bahkan jalan di area sekolah tetap bisa digunakan warga sekitar,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Sekolah Garuda di wilayahnya.

Menurutnya, kehadiran sekolah unggulan nasional itu akan menjadi katalis kemajuan pendidikan di Lampung Selatan, serta membuka peluang lebih luas bagi generasi muda daerah untuk berprestasi hingga ke tingkat internasional.

“Kami berterimakasih kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Ibu Wamen, atas kepercayaan yang diberikan kepada Lampung Selatan. Kami siap mendukung penuh, mulai dari penyediaan lahan hingga kolaborasi lintas OPD agar program ini berjalan lancar,” ujar Egi. (Red)

Gebyar PAUD Lampung Selatan 2025: Ratusan Anak Tunjukkan Kreativitas, Bunda Zita Pastikan Kesejahteraan Guru PAUD Terjamin

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Tawa riang dan sorak kagum mewarnai Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Rabu (22/10/2025).

Ratusan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) tampil percaya diri di atas panggung, menari, bernyanyi, hingga beraksi dengan kostum penuh warna dalam ajang Gebyar PAUD Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025.

Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan itu mengusung tema “Membangun Anak Sehat, Cerdas, Ceria, Bermoral dan Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045”.

Acara turut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, yang menjadi magnet perhatian para peserta dan guru pendidik usia dini dari 17 Pusat Kegiatan Gugus (PKG) se-Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam laporannya, Kabid PAUD Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Beni Chandra, menyebut kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan antar lembaga PAUD sekaligus menguatkan komitmen bersama membentuk karakter anak sejak dini.

“Peserta terdiri dari kepala sekolah PAUD, pengurus organisasi guru seperti K3S, PGRI, IGTKI, PKG, serta siswa-siswi PAUD dari seluruh kecamatan,” terang Beni.

Sementara itu, Bunda PAUD Zita Anjani menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama bagi masa depan bangsa. Ia menyebut usia 0–6 tahun sebagai masa emas pembentukan karakter dan kecerdasan anak.

“Jika masa ini berhasil, masa depan anak pun akan cemerlang. Peran guru PAUD sangat vital,” ujarnya penuh semangat.

Tidak hanya menyemangati, Zita juga menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah terhadap kesejahteraan pendidik PAUD. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan insentif secara simbolis untuk guru honorer PAUD bulan September 2025, serta membagikan buku cerita anak guna mendukung literasi sejak usia dini.

“Saya pastikan insentif guru PAUD dikawal agar tepat waktu dan transparan. Pemerintah hadir untuk memastikan kesejahteraan para pendidik kita,” tegasnya.

Zita juga mengajak para guru dan lembaga PAUD aktif melaporkan jika masih ada anak-anak di Lampung Selatan yang belum mengenyam pendidikan usia dini.

“Kalau ada anak yang belum dapat pendidikan PAUD, lapor ke saya langsung. Bisa lewat DM media sosial saya,” ujarnya sambil tersenyum.

Suasana semakin semarak ketika anak-anak PAUD tampil memukau dalam berbagai pertunjukan seni dan parade kostum kreatif. Kekompakan para guru dan orang tua turut mempercantik panggung kebersamaan itu.

“Penampilan anak-anak luar biasa. Saya undang semua PAUD untuk ikut parade Hari Jadi Kabupaten Lampung Selatan pada 14 November nanti. Tunjukkan kreativitas terbaik kita,” ajak Zita disambut tepuk tangan meriah.

Gebyar PAUD 2025 menjadi lebih dari sekadar ajang unjuk bakat. Ia menjadi simbol nyata sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi Lampung Selatan yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.(Red)

Santri Bangkit, Negeri Kuat: Bupati Egi Ajak Santri Lampung Selatan Peluk Inovasi Zaman

CANDIPURO -(deklarasinews.com)- Udara pagi di Lapangan SDN 1 Cintamulya, Kecamatan Candipuro, terasa berbeda pada Senin (20/10/2025). Ratusan santri berseragam putih-putih berdiri tegap di bawah kibaran merah putih, mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang berlangsung khidmat dan penuh semangat.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bertindak sebagai Inspektur Upacara, memimpin jalannya peringatan yang sarat makna tersebut. Upacara dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, jajaran kepala perangkat daerah, tokoh agama, masyarakat, serta para santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Candipuro.

Dalam amanatnya, Bupati Egi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh santri, ustaz, dan kyai di Lampung Selatan yang telah berperan besar dalam menjaga nilai keislaman dan kebangsaan.

“Hari Santri Tahun 2025 adalah hari yang istimewa. Sepuluh tahun terakhir kita menyaksikan semakin kuatnya peran pesantren dan santri dalam berbagai bidang kehidupan,” ujar Egi saat membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia.

Lebih lanjut, Bupati Egi menyampaikan pesan penting Menteri Agama, bahwa santri masa kini harus menjadi bagian dari kemajuan bangsa, bukan hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga teknologi, sains, dan bahasa dunia.

“Santri tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga harus mampu menaklukkan dunia digital. Jadilah pelaku sejarah baru yang membawa nilai Islam rahmatan lil alamin dalam membangun peradaban yang damai dan berkeadaban,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Egi juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk menjadikan peristiwa itu sebagai pengingat pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan santri di lingkungan pesantren.

Peringatan HSN ke-10 tahun ini juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap kemajuan dunia pesantren. Melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Pesantren, pemerintah terus memperkuat dukungan bagi lembaga pendidikan berbasis keagamaan itu.

Tak hanya itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi santri disebut menjadi bukti nyata perhatian negara terhadap generasi pesantren.

“Kita patut menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas berbagai kebijakan dan program yang membawa dampak positif bagi bangsa, termasuk bagi pesantren dan santri,” kata Bupati Egi.

Menutup amanatnya, Bupati Egi menyerukan semangat kebangkitan santri sebagai agen perubahan di era modern.

“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawat tradisi pesantren, namun peluklah inovasi zaman. Karena dari tangan para santrilah masa depan Indonesia akan ditulis,” kata Bupati Egi penuh semangat. (Red)

Bukti Nyata Komitmen Bupati Egi: Jalan Way Harong-Sidoharjo Kini Mulus, Warga Agom Rasakan Manfaatnya

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Satu per satu janji pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lampung Selatan mulai diwujudkan. Kali ini, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama meresmikan ruas jalan Way Harong-Simpang Sidoharjo di Kecamatan Kalianda, Selasa (21/10/2025), menandai rampungnya proyek peningkatan jalan sepanjang 6,15 kilometer yang menghubungkan Desa Agom hingga Desa Sidoharjo.

Ruas jalan tersebut dikerjakan melalui program penanganan long segment secara bertahap, yakni 1.500 meter pada tahun 2023, 1.000 meter pada 2024, dan 3.650 meter diselesaikan pada 2025.

Kini, jalan yang dulu rusak berat itu telah berubah menjadi jalur penghubung yang mulus dan strategis, mempermudah mobilitas warga sekaligus membuka peluang ekonomi baru di wilayah tersebut.

“Bismillahirrahmanirrahim, jalan Desa Agom ini kita resmikan,” ujar Bupati Egi saat menandatangani prasasti peresmian, disambut tepuk tangan warga yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar memenuhi janji kampanye, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Perbaikan infrastruktur ini adalah langkah awal kami mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dengan jalan yang bagus, ekonomi bisa tumbuh, dan akses ke pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan sosial menjadi lebih mudah,” ujarnya.

Tak hanya itu, Egi juga menyinggung program Agro Eduwisata, salah satu prioritas pembangunan yang menggabungkan potensi pertanian, edukasi, dan pariwisata. Ia menilai, pembangunan jalan menjadi fondasi penting untuk menggerakkan sektor tersebut.

“Kami ingin pembangunan tidak berhenti di infrastruktur saja. Kalau jalan sudah baik, lingkungan tertata, dan masyarakat kompak menjaga kebersihan, Desa Agom bisa menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik,” katanya.

Bupati Egi juga mengajak warga untuk turut menjaga keberlanjutan pembangunan dengan memelihara jalan dan lingkungan sekitar.

“Mari kita rawat bersama. Tanam pohon, jaga kebersihan, dan buat desa ini nyaman. Kalau desa indah dan tertata, orang akan datang, ekonomi ikut tumbuh,” pesannya.

Sementara itu, Tarni (65), warga Desa Agom, tak kuasa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia mengaku jalan di desanya dulu sempat rusak parah hingga ditanami pohon pisang.

“Terima kasih Pak Bupati. Sekarang jalannya sudah bagus, enak dilewati. Dulu kami susah kalau hujan, sekarang alhamdulillah mulus,” ujarnya sambil tersenyum.

Peresmian ruas jalan Way Harong-Simpang Sidoharjo menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam mewujudkan pembangunan yang merata hingga ke pelosok desa, sejalan dengan visi menjadikan Lampung Selatan yang maju, mandiri, dan berdaya saing.  (Red)

Wanita Filantropi Indonesia Bedah Rumah di Lampung Selatan, Bupati Egi: Gotong Royong adalah Kekuatan Kita

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Kepedulian sosial kembali hadir di Lampung Selatan. Wanita Filantropi Indonesia (WFI) menggelar kegiatan bedah rumah layak huni bagi warga di Desa Negeri Pandan, Kecamatan Kalianda, dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan sosial ini turut dihadiri Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Ketua Umum WFI Jesmawati Tanjung, Wakil Ketua III DPRD Lampung Selatan Bella Jayanti, serta sejumlah pejabat daerah Pemkab Lampung Selatan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Egi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wanita Filantropi Indonesia atas kontribusinya membantu masyarakat di Lampung Selatan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Jesmawati Tanjung beserta seluruh jajaran WFI yang telah memilih Lampung Selatan sebagai lokasi kegiatan sosial ini,” ujar Bupati Egi.

Egi menjelaskan, di Lampung Selatan masih terdapat sekitar 8.000 rumah tidak layak huni. Tahun ini, pemerintah daerah telah menganggarkan pembangunan 474 unit rumah layak huni masyarakat berpenghasilan rendah ditambah 264 unit melalui dukungan dana desa.

Dari jumlah tersebut, 221 rumah layak huni telah rampung dibangun dan seluruhnya akan mendapatkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) secara gratis.

“Program ini merupakan upaya bersama untuk meringankan beban masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga. Kami ingin terus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Lampung Selatan ini miniatur Indonesia, beragam suku hidup di sini, dan semangat gotong royong menjadi kekuatan utama kita,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum WFI Jesmawati Tanjung menuturkan rasa syukur dan semangat yang menyertai pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.

“Kami sangat antusias, bahkan sejak pukul tiga pagi sudah bersiap untuk kegiatan ini. Program bedah rumah kami pilih karena ini kebutuhan primer masyarakat. Kami percaya, Allah telah menggerakkan hati kami untuk membantu keluarga Bapak Lekok dan keluarganya,” ujar Jesmawati di sela kegiatan di Desa Negeri Pandan.

Jesmawati juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

“Kami tahu Pak Bupati sangat sibuk, tapi beliau tetap meluangkan waktu untuk mendampingi kami. Tanpa dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, kegiatan ini tentu tak berjalan sebaik ini,” tambahnya.

Kegiatan bedah rumah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan seperti WFI menjadi bukti nyata bahwa gotong royong masih hidup dan terus bekerja untuk kesejahteraan rakyat. (Red)