Kunker Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung: Pemkab Lampung Barat Siap Perkuat Sinergi Majukan Pendidikan dan Moderasi Beragama

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung melakukan kunjungan kerja dan pembinaan ASN di Kabupaten Lampung Barat, Jumat (5/12/2025).

Kegiatan yang dipusatkan di MTs Negeri 1 Lampung Barat, Pekon Gunung Sugih, Kecamatan Balik Bukit, dihadiri para pejabat Kemenag, jajaran ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan majelis-majelis agama se-Lampung Barat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Barat Drs. Nukman, MM, hadir mewakili bupati Parosil Mabsus, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kepala Kanwil Kemenag Lampung beserta rombongan.

Dalam sambutan yang dibacakan Sekda Nukman, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas perhatian Kemenag terhadap penguatan pendidikan dan kehidupan keagamaan di daerah.

“Kehadiran Bapak Kepala Kanwil tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kami, tetapi juga wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan keagamaan, dan pembangunan karakter generasi bangsa,” ujar Sekda.

Pemkab menilai Kemenag memegang peran strategis dalam membina kehidupan umat beragama, menjaga moderasi beragama, serta memajukan pendidikan madrasah.

Karena itu, Pemkab menyatakan siap memperkuat kolaborasi dengan Kemenag dalam sejumlah isu prioritas, di antaranya:

Peningkatan kompetensi guru madrasah melalui pelatihan dan penguatan digital, pemerataan sarana prasarana pendidikan madrasah, dan penguatan moderasi beragama untuk menjaga kerukunan.

Selain itu, kolaborasi program pembangunan SDM dan kesejahteraan guru, kemudian optimalisasi layanan keagamaan, termasuk penyuluhan, bimbingan perkawinan, serta layanan haji dan umrah.

Sekda juga menekankan transformasi madrasah yang kini menjadi pilihan utama masyarakat.

“Madrasah telah bertransformasi, tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga membekali peserta didik dengan kompetensi abad 21. Kami berharap MTsN 1 dan seluruh madrasah di Lampung Barat menjadi pusat pembentukan karakter unggul,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Zulkarnain, S.Ag., M.Hum., menegaskan bahwa jabatan harus membawa manfaat bagi masyarakat.

“Kita harus berjalan bersama untuk membangun Kementerian Agama Lampung,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa ASN Kemenag harus menjadi pelayan publik yang responsif dan berintegritas.

“Bukan saatnya pejabat duduk enak lalu masyarakat dicuekin. Pelayanan prima adalah wajah Kementerian Agama: cepat, sopan, ramah, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Zulkarnain juga menekankan pentingnya prinsip Asta Protas sebagai arah gerak Kemenag, yaitu responsif, kolaboratif, memperkuat layanan digital, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjaga kerukunan masyarakat.

“Jika kamu tidak bisa menyenangkan semua orang, senangkanlah beberapa orang. Jika tidak, jangan sakiti satu orang pun,” tukasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Kemenag Lampung Barat, Miftahus Surur, S.Ag., M.Si., memaparkan kondisi keagamaan serta capaian lembaga pendidikan di bawah Kemenag.

Lampung Barat, dengan jumlah penduduk 312.376 jiwa, memiliki keberagaman yang saling menguatkan: 99% Muslim, disusul Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Kerukunan antarumat beragama di daerah ini juga sangat baik, dengan indeks kerukunan 2024 mencapai 78, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional di angka 76,02.

Ia juga menyampaikan data kelembagaan keagamaan yang terdapat 5 madrasah negeri dan 105 madrasah swasta, seluruh madrasah negeri telah meraih predikat Adiwiyata tingkat nasional atau mandiri.

Selain itu, terdapat 43 pondok pesantren, 15 KUA kecamatan: terdiri dari 3 KUA SBSN, 4 KUA hibah Pemda, dan 1 KUA yang belum memiliki kantor.

Selanjutnya ada 405 ASN, terdiri dari PNS, CPNS, PPPK, dan P3K paruh waktu. 1.416 guru, termasuk guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam. 41 penyuluh agama dari berbagai agama, dan terdapat 1.020 rumah ibadah, mulai dari masjid, musala, gereja, pura, hingga vihara.

Miftahus Surur menekankan bahwa meskipun jumlah tokoh agama saat ini 226 orang, idealnya dibutuhkan lebih dari 4.000 tokoh untuk jumlah penduduk yang ada.

“Namun demikian, tingkat kerukunan kita sangat membanggakan. Ini menjadi modal sosial penting bagi pembangunan Lampung Barat ke depan,” pungkasnya.

Kegiatan kunjungan kerja ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan Kemenag.

Baik Pemkab maupun Kemenag bertekad meningkatkan kualitas layanan publik, pendidikan madrasah, serta penguatan moderasi beragama demi mewujudkan masyarakat Lampung Barat yang cerdas, rukun, dan berkarakter.(andri)

Wabup Lambar Hadiri RAKORDA BAZNAS Provinsi Lampung

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS Provinsi Lampung yang dirangkaikan dengan Launching Gerakan Sadar Zakat, Kamis (04/12/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan BAZNAS dalam Mewujudkan Lampung Maju” itu berlangsung di Emersia Hotel Bandar Lampung, Jalan Wolter Monginsidi No. 70, Telukbetung Utara.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., serta dihadiri Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M, para bupati dan wali kota se-Provinsi Lampung, serta pimpinan BAZNAS dari 15 kabupaten/kota.

RAKORDA BAZNAS kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Badan Amil Zakat Nasional dalam meningkatkan tata kelola zakat, serta mendorong gerakan zakat sebagai kekuatan sosial ekonomi umat di Provinsi Lampung.

Berbagai pembahasan strategis mengemuka, mulai dari peningkatan sinergi pemerintah daerah dengan BAZNAS, optimalisasi penghimpunan zakat, hingga evaluasi program pemberdayaan mustahik.

Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, sekaligus menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung program zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan penguatan kesejahteraan masyarakat.

Acara berlangsung khidmat dan produktif, ditandai dengan peluncuran Gerakan Sadar Zakat yang diharapkan menjadi motor penggerak meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berzakat, berinfak, dan bersedekah sebagai bagian dari partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat mengikuti RAKORDA BAZNAS Provinsi Lampung dan Launching Gerakan Sadar Zakat. Kegiatan ini sangat penting karena mempertegas peran BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Wabup Mad Hasnurin usai acara.

Menurut Wabup Mad Hasnurin, Kabupaten Lampung Barat berkomitmen untuk terus mendukung penguatan tata kelola zakat agar semakin profesional, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi mustahik.

Melalui Gerakan Sadar Zakat ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga kekuatan besar untuk membangun Lampung yang maju dan berkeadilan.

“Semoga sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS terus meningkat sehingga program pemberdayaan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.(Andri)

Wabup Mad Hasnurin Hadiri High Level Meeting TPID Lampung Bahas Kesiapan Menghadapi NATARU 2025–2026

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Menjelang perayaan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (NATARU), Provinsi Lampung kembali dihadapkan pada sejumlah isu strategis yang rutin muncul setiap akhir tahun.

Lonjakan mobilitas masyarakat, meningkatnya permintaan bahan pangan, potensi cuaca ekstrem, hingga ancaman kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Situasi ini menuntut kesiapsiagaan lintas instansi agar stabilitas ekonomi dan keamanan tetap terjaga.

Untuk memastikan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Rabu (3/12/2025), di Emerald Ballroom Hotel Grand Mercure Lampung, yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela.

Pertemuan ini dihadiri unsur Forkopimda, instansi vertikal, BUMN strategis, akademisi, pelaku usaha, serta kepala daerah dari 15 kabupaten/kota se-Lampung, termasuk Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin.

Dalam forum tersebut, berbagai isu penting disampaikan dan menjadi pembahasan, mulai dari rrah pengamanan menghadapi NATARU, termasuk pengendalian arus lalu lintas, antisipasi bencana, dan pemantauan titik-titik keramaian.

Selain itu, dibahas mengenai ketersediaan dan harga bahan pokok, evaluasi dan prospek inflasi Provinsi Lampung, kesiapan moda transportasi, kesiapan Perum BULOG, serta ketersediaan BBM dan LPG untuk mencegah kelangkaan maupun antrean panjang di masyarakat.

Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin hadir untuk memastikan bahwa pemerintah kabupaten siap berkolaborasi menjaga stabilitas harga serta kelancaran distribusi barang dan jasa menjelang perayaan keagamaan tersebut.

Menurutnya, Lampung Barat sebagai wilayah yang memiliki karakter geografis menantang dengan distribusi logistik yang mengandalkan jalur lintas barat dan beberapa sentra produksi pangan, memerlukan perhatian khusus dalam masa puncak permintaan akhir tahun.

Usai mengikuti High Level Meeting TPID, Wabup Mad Hasnurin menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat siap mendukung langkah-langkah pengendalian inflasi serta pengamanan menjelang perayaan NATARU.

“Kami di Lampung Barat siap memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik provinsi maupun pusat. Menjelang NATARU, fokus kami adalah memastikan ketersediaan pangan tetap aman, distribusi barang lancar, dan stabilitas harga dapat terjaga,” ujar Wabup Mad Hasnurin.

“Selain itu, kesiapan sektor transportasi dan energi juga menjadi perhatian kami. Dengan sinergi bersama TPID Provinsi, BULOG, dan aparat keamanan, kami optimistis Lampung Barat dapat menyambut Natal dan Tahun Baru dengan kondisi yang aman, lancar, dan kondusif,” lanjutnya.

Melalui High Level Meeting TPID ini, Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk memastikan kenyamanan masyarakat dalam menyongsong Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kehadiran para kepala daerah, termasuk Wabup Mad Hasnurin, memperkuat langkah kolaboratif dalam menjaga stabilitas harga, kelancaran pasokan, serta keamanan seluruh wilayah Lampung.(andri)

Lampung Barat Perkuat Sinergi Ekonomi Lewat Kehadiran Wabup Mad Hasnurin di PTBI 2025

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Novotel Lampung, Jumat malam (28/11/2025).

Acara yang mengangkat tema “Tangguh Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” itu dihadiri oleh seluruh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung serta para kepala daerah se-Lampung.

Kegiatan berskala nasional tersebut juga terhubung secara virtual dengan agenda PTBI pusat, yang menampilkan sambutan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, penganugerahan TPID dan TP2DD terbaik serta BI Award 2025, pemaparan arah strategis kebijakan Bank Indonesia oleh Gubernur BI, dan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia.

Sementara itu, rangkaian kegiatan di lokasi acara mencakup penyampaian Outlook Perekonomian Provinsi Lampung dan pemberian apresiasi kepada mitra terpilih Bank Indonesia Perwakilan Lampung.

Kehadiran Wakil Bupati Lampung Barat dalam acara tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan Bank Indonesia dalam mendorong ketahanan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Usai menghadiri acara tersebut, Wabup Mad Hasnurin menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan PTBI 2025.

“Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 ini memberikan gambaran yang jelas tentang arah kebijakan ekonomi nasional dan provinsi ke depan,” ujar Wabup Mad Hasnurin.

Menurut Wabup Mad Hasnurin, sinergi antara Kabupaten Lampung Barat dengan Bank Indonesia menjadi sangat penting dalam memperkuat stabilitas ekonomi daerah, terutama menghadapi tantangan global yang terus berkembang. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Kami berharap kebijakan yang disampaikan hari ini dapat menjadi pedoman bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya tahan,” harapnya.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Barat siap terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dengan terselenggaranya PTBI 2025, pemerintah daerah berharap sinergi antara pusat, provinsi, BI, dan pemerintah daerah semakin kuat untuk menghadapi dinamika ekonomi di tahun mendatang.(nsr)

Bupati Lampung Barat Resmikan Masjid Al-Kautsar dan Tempatkan Santri Ponpes Miftahul Huda 407 di Talang Surip

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Masjid Al-Kautsar di Talang Surip, Pekon Basungan, Kecamatan Pagar Dewa, resmi berdiri dan siap dimanfaatkan masyarakat setelah diresmikan langsung oleh Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus pada Kamis (27/11/2025). Peresmian tersebut turut dirangkaikan dengan kegiatan penitipan dan pemukiman santri dari Pondok Pesantren Miftahul Huda 407.

Turut hadir dalam acara tersebut Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat. Prosesi peresmian dilanjutkan dengan doa dan pengajian bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah ibadah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Parosil menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan masyarakat yang telah bergotong-royong dalam mendirikan Masjid Al-Kautsar.

“Alhamdulillah pada hari ini kita dapat mengabulkan permohonan dari panitia untuk meresmikan Masjid Al-Kautsar dan ngaji bareng. Mudah-mudahan kegiatan silaturahmi kita hari ini mendapat berkah, maghfirah dan hidayah dari Allah SWT,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat dalam mendukung pembangunan masjid secara swadaya.

“Sudah 10 bulan sejak saya dilantik pada 02 Februari 2025, saya telah meresmikan dua masjid. Pertama Masjid Al-Muhajirin di Kecamatan Batu Ketulis dan kedua Masjid Al-Kautsar di Kecamatan Pagar Dewa ini. Saya bangga karena pembangunan masjid ini betul-betul bersumber dari kesadaran masyarakatnya,” jelasnya.

Menurut Bupati, pembangunan masjid merupakan wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT, bukan dilihat dari besar kecilnya materi, melainkan ketulusan dalam berkontribusi.

“Masjid ini berdiri berkat bantuan masyarakat yang menyumbang bantuan berupa semen, keramik dan kebutuhan lainnya dalam pembangunan masjid ini. Atas nama Pemkab Lampung Barat, saya menyampaikan terima kasih atas jiwa gotong royong masyarakat sehingga terbangunlah Masjid Al-Kautsar,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengumumkan penempatan Ustadz Saifulloh dan Ustadzah Ais yang ditugaskan oleh Pondok Pesantren Miftahul Huda Kecamatan Sumber Jaya untuk mengajar dan membina anak-anak di wilayah tersebut.

“Fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat sholat, tetapi juga sebagai tempat menyiapkan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia dan memiliki ketakwaan kepada Allah SWT,” tutupnya.

Dengan peresmian ini, Masjid Al-Kautsar diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda, sekaligus simbol kekuatan gotong royong masyarakat Pagar Dewa dalam memakmurkan rumah ibadah.(nsr)

Budaya, Apresiasi, dan Pesan Moral Warnai Hari Guru Nasional 2025 di Lampung Barat

LAMBAR -(deklarasinws.com)- Embun pagi belum sepenuhnya surut dari rumput Lapangan Indrapati Cakra Negara, namun deretan pakaian adat tradisional mulai memadati lapangan yang berada di Lingkungan Pemkab Lampung Barat tersebut pada Rabu (26/11/2025).

Warna-warna kain tapis, destar yang tegak, dan sarung gantung para guru PGRI menyatu dalam satu lanskap yang jarang terlihat, sebuah penanda bahwa peringatan Hari Guru Nasional ke-80 di kabupaten ini bukan sekadar seremoni, tetapi selebrasi perjalanan panjang para pendidik.

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, berdiri sebagai Inspektur Upacara. Di hadapannya hadir ribuan guru dan siswa dari 15 kecamatan, bersama jajaran forkopimda, Kapolres, Dandim 0422, Kepala Kejaksaan, Ketua DPRD, hingga para pemangku kebijakan pendidikan.

Barisan TNI/Polri, pejabat tinggi pratama, serta unsur pemerintah daerah tampak kompak mengenakan pakaian adat tradisional, menjadikan momen ini tak hanya khidmat, tetapi juga kaya makna budaya.

Di momen itu, selaku Inspektur, Bupati Parosil membacakan pidato tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Kalimat demi kalimat terasa seperti refleksi panjang atas perjalanan para guru yang sering kali berjalan sunyi: perjuangan mengajar di pelosok, tuntutan administrasi, perubahan zaman yang cepat, hingga tekanan sosial yang semakin kompleks.

“Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban,” demikian suara Bupati Parosil mengutip isi pidato.

Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi penjaga nalar kritis, pembangun akhlak, dan teladan moral di tengah derasnya arus digital, hedonisme, dan problem sosial murid masa kini, dari kecanduan gawai, judi online, hingga pergulatan keluarga.

Pemerintah, lanjutnya, telah dan terus berupaya memperkuat posisi guru. Mulai dari beasiswa S1 untuk 12.500 guru, pelatihan seperti PPG dan pembelajaran berbasis AI, hingga tunjangan sertifikasi dan kenaikan insentif bagi guru honorer. Tahun depan, kesempatan studi akan dibuka untuk 150.000 guru.

Namun di balik itu semua, pesan moral tetap tegas: guru perlu kembali pada niat, memperkuat jati diri, dan berdiri tegak di tengah tantangan. Sementara masyarakat harus lebih menghargai kerja sunyi para pendidik, bukan menghakiminya dari angka-angka.

Bupati Parosil menambahkan dengan intonasi yang lebih pelan namun tidak mengurangi ketegasan, “Muliakanlah dirimu dengan memuliakan gurumu. Ridha dan doa guru menentukan masa depanmu.”

Perayaan Hari Guru dan PGRI di bumi Beguai Jejama Sai Betik di tahun 2025 ini bergulir menjadi lebih meriah, sebab terdapat kolaborasi budaya.

Tampak adanya parade guru dari 15 kecamatan, pagelaran seni budaya, hingga Nyambai Bebakhong yang menghadirkan harmoni antara guru, siswa, dan masyarakat.

Selain itu terlihat berdiri Stand kreatif dari tiap kecamatan menampilkan hasil karya pendidikan, sementara Gebyar PAUD membuat area lapangan riuh oleh tawa anak-anak kecil.

Pada momen apresiasi, beberapa guru dan siswa berprestasi menerima penghargaan. Namun sorotan mengarah pada satu nama: Ali Haidir, Komandan Upacara, guru dari Kecamatan Pagar Dewa, yang mendapat hadiah umroh langsung dari Bupati Parosil. sebuah penghormatan simbolik bagi sosok-sosok pendidik yang bekerja dalam senyap tetapi berdampak nyata.

Acara ditutup dengan pelepasan balon ke udara, seolah menjadi simbol pelepasan doa dan harapan agar guru-guru Lampung Barat, dan Indonesia, terus melangitkan mimpi bagi anak bangsa.

Ada satu bagian pidato yang terasa khusus menggugah peserta upacara ketika Bupati Parosil menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh murid:

Belajarlah yang Baik!

Cintai Ayah dan Ibu!

Hormati Guru!

Rukun Sama Teman!

Cintai Tanah Air dan Bangsa!

Kalimat itu mengalir sederhana, namun kuat. Menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum, tetapi soal karakter dan hubungan yang saling memuliakan antara murid, keluarga, dan guru.

Dalam kehangatan itu, makna Hari Guru terasa kembali pada akarnya: keikhlasan, perjuangan, dan cinta yang tidak lekang waktu.

Peringatan Hari Guru Nasional ke-80 di Lampung Barat tahun ini bukan hanya perayaan, tetapi pengingat bahwa kualitas bangsa ditentukan oleh kualitas mereka yang mengajar di ruang-ruang kelas, mengisi lembar-lembar kosong masa depan anak-anak.

Seperti penutup pidato yang dibacakan Bupati Parosil, “Terima kasih Bapak dan Ibu Guru atas dharma bakti yang tak ternilai. Teruslah mengabdi untuk negeri. Di tanganmu masa depan bangsa ini dititipkan. Selamat Hari Guru 2025. Guru Hebat, Indonesia Kuat.”(nsr)

Bupati Parosil Lepas 79 Jamaah Umroh di Ponpes Al-Hasyimiah, Doakan Perjalanan Lancar dan Penuh Keberkahan

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus secara resmi melepas 79 jamaah umroh di Pondok Pesantren Al-Hasyimiah, Pekon Sumber Alam, Kecamatan Air Hitam, Jumat (14/11/2025). Pelepasan berlangsung khidmat dengan dihadiri pengurus ponpes, tokoh masyarakat, serta keluarga jamaah.

Sebanyak 79 jamaah tersebut berasal dari Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat dan Lampung Utara. Dan melaksanakan perjalanan ibadah umroh secara mandiri. Keberangkatan ini menjadi salah satu momen keagamaan terbesar yang dilepas langsung oleh pemerintah daerah pada akhir tahun 2025.

Dalam agenda pelepasan itu, Pemkab Lampung Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program peningkatan iman dan takwa masyarakat. Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia yang religius dan berakhlak mulia.

Bupati Parosil dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur serta harapan agar seluruh jamaah diberi kelancaran dan kemudahan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Ia menekankan pentingnya menjaga keikhlasan niat selama berada di Mekah dan Madinah.

“Saya menyampaikan selamat menunaikan ibadah umroh. Mudah-mudahan semua jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan, dan kesabaran,” ujar Bupati Parosil dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan para jamaah agar memanfaatkan waktu dengan memperbanyak doa di tempat-tempat mustajab. “Berdoalah sungguh-sungguh, bukan sekadar jalan-jalan,” tegasnya.

Parosil meyakini bahwa keberangkatan para jamaah merupakan panggilan hati yang diberikan Allah SWT. Ia berharap seluruh rangkaian perjalanan ibadah berjalan lancar dan seluruh permohonan jamaah diijabah.

“Mudah-mudahan seluruh doa bapak ibu, baik dalam perjalanan maupun saat berada di Tanah Suci, dikabulkan Allah SWT,” ucapnya.

Selain menyampaikan pesan ibadah, Bupati juga menitipkan harapan agar para jamaah turut mendoakan masyarakat Lampung Barat. Ia meminta agar daerah tersebut senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan.

“Kami di sini hanya bisa mendoakan. Kami berharap bapak ibu juga mendoakan masyarakat Lampung Barat agar selalu sehat, aman, tenteram, dan sentosa,” tutup Parosil.(Andri)

Kumpulkan Seluruh Peratin dan Camat se-Kabupaten Lampung Barat, Ini Pesan Parosil Mabsus.

‎LAMBAR -(deklarasinews.com)- Wajah yang tidak biasa berlangsung di Aula Kagungan Setdakab, Selasa 11 November 2025. Pasalnya, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus mengumpulkan seluruh Peratin (Kepala Desa) dan Camat. Bukan untuk mebahas cairnya Anggaran Dana Desa (ADD) maupun kenaikan honor bagi orang nomor satu di tingkat Pekon tersebut, namun untuk membahas optimalisasi pemanfaatan dana desa guna penguatan infrastruktur dan dukungan program nasional ditengah gempuran episiensi anggaran.

Diskusi berlangsung cukup lama dan serius serta teliti. Hal ini mengingat pertemuan tersebut merupakan masa depan Kabupaten Lampung Barat untuk ke depan. Tidak hanya seluruh peratin se-Kabupaten mengikuti dan mendengarkan arahan Bupati Lampung Barat, bahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Nukman, Asisten I Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pirwa dan Sejumlah Kepala Perangkat Daerah turut hadir dalam membahas masa depan Kabupaten yang dinobatkan daerah paling aman di Provinsi Lampung.

Pria yang akrab disapa Pak Cik ini, menuturkan ADD merupakan bentuk nyata komitmen negara memperkuat pekon sebagai fondasi pembangunan nasional, olehnya, harus dikelola dengan prinsip transparan, akuntabel, partisipatif, efektif, dan efisien, dengan fokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, transformasi digital, serta pembangunan berbasis padat karya, yang pada akhirnya diharapkan dapat mewujudkan pekon mandiri dan menciptakan pemerataan pembangunan nasional.

Namun, kondisi keuangan daerah saat ini mengalami tekanan akibat pengurangan transfer pusat sebesar Rp162 miliar dan peningkatan beban belanja, termasuk TPP dan Tenaga PPPK Paruh Waktu. Karena itu, diperlukan sinergi kuat antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pekon agar pembangunan tetap berjalan optimal.

Ia menekankan arah kebijakan dan fokus pemanfaatan Dana Desa diantaranya, peningkatan infrastruktur desa, sinergi dengan program prioritas Nasional, penanggulangan bencana, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), program Makan Bergizi Gratis (MBG), akuntabilitas dan transparansi pengelolaan.

Diakhir arahannya, Bupati dua periode ini meminta agara seluruh Peratin se-Kabupaten Lampung Barat dan Camat supaya tingkatkan koordinasi dan sinkronisasi program pekon dengan perangkat daerah agar sejalan dengan RKPD dan RPJMD Kabupaten, harus memahami prioritas pembangunan pekon dan berhati-hati dalam pengelolaan APBPekon untuk menghindari masalah hukum, Camat dan peratin aktif dalam kegiatan gotong royong, terutama terkait infrastruktur dan bencana.

Serta, optimalkan potensi penerimaan daerah dari pekon untuk memperkuat fiskal kabupaten, bangun komunikasi yang baik dan transparan dengan media serta masyarakat, untuk menjaga kondusivitas, camat dan peratin harus tanggap dalam menangkal hoaks dan isu negatif yang dapat mengganggu stabilitas sosial, segera laporkan kendala di lapangan dan ambil langkah strategis untuk penyelesaiannya.

Beliau berharap seluruh arahan ini ditindaklanjuti dengan tanggung jawab dan komitmen tinggi, “Mari kita wujudkan pekon yang mandiri, sejahtera, dan berdaya, demi terbangunnya masyarakat Lampung Barat yang beradab, berkarakter, bermartabat, dan berkompeten,” tutup Parosil Mabsus.(nsr)

Pemkab Lampung Barat dan PPTI Lampung Perkuat Sinergi Eliminasi TBC Tahun 2030

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menerima audiensi dari Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Lampung di Ruang Rapat Pesagi, Kantor Bupati Lampung Barat, Senin (10/11/2025).

Audiensi ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan PPTI dalam upaya percepatan eliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) di Lampung Barat serta menyusun arah kerja kolaboratif di tingkat kabupaten.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ahmad Hikami, Ketua Kehormatan PPTI Kabupaten Lampung Barat, Partinia Parosil Mabsus, Ketua PPTI Lampung Barat, Ira Permata Sari, serta Kepala Dinas Kesehatan Lampung Barat, dr. Widyatmoko Kurniawan.

Sementara dari PPTI Provinsi Lampung hadir sebanyak sembilan orang yang dipimpin langsung oleh Ketua PPTI Provinsi Lampung, dr. H. Wirman, MM.Kes.

Sebagai organisasi sosial kemanusiaan, PPTI berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemberantasan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Lembaga ini berfokus pada pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pasien, serta edukasi masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas.

Secara nasional, PPTI menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030, sesuai agenda pembangunan kesehatan nasional dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Di Kabupaten Lampung Barat, PPTI telah terbentuk sejak tahun 2022, dengan Ira Permata Sari dari Dinas Kesehatan sebagai ketua, dan Partinia Parosil Mabsus saat ini didaulat sebagai Ketua Kehormatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kehormatan PPTI Kabupaten Lampung Barat, Partinia Parosil Mabsus, menekankan pentingnya pendekatan pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita ini bukan pengobatan, tapi pencegahan dan sosialisasi. Kami perlu program yang jelas agar bisa turun ke masyarakat menjelaskan apa itu penyakit TBC dan bagaimana cara mencegahnya,” ujar Partinia.

Ia menambahkan, sinergi antarorganisasi seperti TP-PKK, Baitul Mukhlisin, serta Bunda PAUD organisasi lainnya akan memperkuat pergerakan sosialisasi di tingkat bawah.

“Kalau digabungkan dengan kegiatan PKK atau pengajian, sosialisasi ini bisa cepat terlaksana. Tapi tetap perlu ada program yang jelas agar tidak berjalan tanpa arah,” lanjutnya.

Sebagai Ketua Kehormatan, Partinia juga menyatakan kesiapannya membantu upaya pencegahan hingga ke tingkat kecamatan dan pekon (desa).

Sementara itu, Ketua PPTI Provinsi Lampung, dr. H. Wirman, MM.Kes., menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari program advokasi PPTI di seluruh kabupaten/kota di Lampung.

“Program utama kami adalah sosialisasi, edukasi, pendampingan, serta pencarian kasus TBC di masyarakat. Kami akan berkeliling ke 15 kabupaten/kota untuk memperkenalkan program ini, kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi guna memperkuat kontribusi daerah terhadap eliminasi TBC,” ungkapnya.

“Kami berterima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Semoga kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam membantu masyarakat mencegah penyakit TBC,” tambahnya.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama PPTI berkomitmen untuk mengembangkan program pencegahan dan edukasi TBC berbasis masyarakat, mendorong integrasi kegiatan PPTI dengan program organisasi sosial lainnya. Selain itu, akan membentuk struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan dan pekon dan mengoptimalkan pendanaan serta efisiensi kegiatan sosialisasi dengan sinergi lintas sektor.(Andri)

Bupati Lampung Barat: “Kemerdekaan Tidak Jatuh dari Langit, Tapi Ditempa Oleh Waktu dan Keikhlasan”

LAMBAR -(deklarasinews.com)-  Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan ke-80 tahun 2025 dengan khidmat.

Upacara penaikan bendera dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Lampung Barat pada Senin (10/11/2025), dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, Ketua DPRD Lampung Barat, Kapolres Lampung Barat, Kajari Lampung Barat, Dandim 0422/LB, Kepala Kemenag, Kepala BPS, Sekda, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, Ketua Dharma Wanita Persatuan, jajaran ASN Pemkab Lampung Barat, serta unsur TNI dan Polri.

Usai upacara bendera, kegiatan dilanjutkan dengan upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Upacara Hari Pahlawan bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wujud penghormatan dan refleksi atas jasa para pejuang bangsa.

Melalui upacara tersebut, generasi penerus diingatkan untuk meneladani nilai perjuangan, keberanian, dan keikhlasan para pahlawan.

Sementara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, menjadi simbol penghargaan dan doa bagi para pahlawan yang telah gugur.

Butiran bunga yang ditebarkan melambangkan cinta, rasa hormat, serta pengingat agar semangat perjuangan mereka senantiasa hidup di hati bangsa Indonesia.

Dalam amanat yang dibacakan oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, mewakili Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, disampaikan pesan mendalam tentang makna perjuangan dan keteladanan para pahlawan bangsa.

“Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” ujar Parosil membacakan amanat tersebut.

Bupati juga menegaskan tiga nilai utama yang dapat diteladani dari para pahlawan, yaitu kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa, dan pandangan jauh ke depan.

“Para pahlawan sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, dan sabar membangun kebersamaan. Dari kesabaran itulah lahir kemenangan,” lanjutnya.

“Mereka tidak menuntut balasan setelah kemerdekaan diraih. Justru kembali ke rakyat untuk mengabdi. Di situlah letak kehormatan sejati,” tegasnya lagi.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa semangat perjuangan masa kini bukan lagi dengan senjata, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat.

“Perjuangan hari ini adalah memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan. Inilah semangat yang dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, dan membangun manusia Indonesia yang berdaya,” tutur Parosil.

Menutup amanatnya, Parosil Mabsus mengajak seluruh peserta upacara untuk melanjutkan semangat para pahlawan dengan tindakan nyata.

“Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji: kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam, dengan bekerja, bergerak, dan berdampak.”

Peringatan Hari Pahlawan di Lampung Barat tahun 2025 ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air.

Melalui kegiatan upacara dan tabur bunga, diharapkan generasi muda semakin menyadari bahwa kemerdekaan dan kemajuan bangsa adalah hasil perjuangan panjang yang harus terus dijaga dengan kerja nyata, kejujuran, dan keikhlasan.(andri)