Bupati Lambat Titip Pesan Pembangunan Tiga Ruas Jalan Di Lampung Barat ke Gubernur

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menitipkan pesan khusus kepada Gubernur Lampung terkait percepatan peningkatan infrastruktur tiga ruas jalan penghubung antar kabupaten yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung.

Pesan tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, dalam agenda Safari Ramadan tingkat Provinsi Lampung di Lampung Barat.

Parosil secara langsung menyampaikan harapannya kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, agar tiga akses utama penghubung kabupaten segera mendapat perhatian serius.

“Ada tiga jalur utama penghubung Kabupaten Lampung Barat – Kabupaten Tanggamus jalur Ulu Belu, kemudian jalur Sukabumi–Suoh, dan jalur pusat kota Liwa menuju Kabupaten OKU Selatan,” ujar Parosil saat menghadiri Safari Ramadan di Masjid Jami Al-Muhajirin, Pekon Sukapura, Kecamatan Sumber Jaya, Kamis (26/02/2026) sore menjelang berbuka puasa.

Ia menjelaskan, ketiga ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung.

Namun hingga kini, kondisinya masih menjadi perhatian dan kerap dikeluhkan masyarakat Lampung Barat.

“Jadi Pak, masyarakat sering mengeluhkan soal jalan dan ini cepat sekali viralnya di media sosial. Tidak semua masyarakat tahu bahwa pembangunannya merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi,” tegasnya.

Menurut Parosil, keberadaan infrastruktur jalan yang memadai sangat penting untuk menunjang mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam mempercepat pembangunan.

“Kehadiran Bapak/Ibu sekalian merupakan kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami di daerah,” kata Parosil

“Sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten menjadi kunci dalam memperkuat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok pekon,” imbuhnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, selaku ketua rombongan Safari Ramadan, menanggapi langsung aspirasi yang disampaikan Bupati Lampung Barat.

“Terkait apa yang disampaikan Pak Bupati mengenai akses jalan provinsi, sepulang dari Safari Ramadan ini, besok pagi akan kami sampaikan kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi kerakyatan.

“Kami menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai tanpa dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

Safari Ramadan ini menjadi ruang untuk bertemu langsung, mendengar, dan memastikan apa yang kita kerjakan tepat sasaran,” tambahnya.

Menurut Bani, Kabupaten Lampung Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Keindahan alam pegunungan serta kekayaan budaya masyarakatnya menjadi aset berharga yang harus dijaga dan dikembangkan bersama.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Safari Ramadan Provinsi Lampung juga menyerahkan bantuan rumah ibadah untuk masjid di Lampung Barat, serta memberikan santunan kepada anak yatim dan piatu.

Hadir mendampingi Bupati Lampung Barat dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, Sekda Lampung Barat Drs. Nukman, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, peratin, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kecamatan Sumber Jaya.

Sementara dari jajaran Pemerintah Provinsi Lampung turut hadir perwakilan Polda Lampung, Kepala Balitbangda Provinsi Lampung, Kepala Biro Administrasi Pembangunan, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah Provinsi Lampung lainnya.(Andri)

Parosil Mabsus Minta SPPG Jaga Sanitasi Kebersihan Lingkungan

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus menekankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjaga sanitasi kebersihan lingkungan supaya tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

Permintaan itu disampaikan Parosil Mabsus ketika mengumpulkan seluruh kepala SPPG se-Kabupaten Lampung Barat di Aula Kagungan Setdakab, Senin 23 Februari 2026.

Dalam arahannya, selain menekankan terkait bagaimana penanganan sampah atau sisa makanan, Bupati Lampung Barat dengan tegas meminta menu MBG di Bulan Suci Ramadhan harus terjamin kesehatan, higenis dan ketepatan waktu dalam penyaluran.

“Selain menu yang harus betul-betul terjamin kesehatannya, waktu pendistribusian yang tepat waktu. Tidak kalah pentingnya SPPG harus dapat mengelola sampah dengan baik agar tidak mencemarkan lingkungan sehingga meresahkan warga,” ungkap Parosil Mabsus.

Dikatakannya, jika memang pihak SPPG tidak memiliki solusi terkait penanganan dan pengolahan sampah, maka ke depan mungkin perlu adanya kersajasam dengan dinas lingkungan hidup.

“Jika memang SPPG tidak bisa menanganinya, mungkin ke depan akan ada MOU dengan dinas lingkungan hidup,” paparnya.

“Tetapi kalau memang SPPG memiliki solusi terkait penanganan sampahnya, agar bisa bermanfaat justru memang itu yang saya harapkan. Yang terpenting tidak mencemarkan lingkungan sehingga mmebuat keresahan bagi warga,” tutup Parosil Mabsus.(nsr)

Bupati Lampung Barat Dukung Agita Nazara Tampil di Puteri Indonesia 2026

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus menyampaikan secara langsung apresiasi sekaligus dukungan moral kepada Agita Nazara perwakilan Provinsi Lampung pada Puteri Indonesia tahun 2026.

Dukungan itu disampaikan saat Agita melakukan audiensi ke kediaman Bupati Lampung Barat, Bandar Lampung, Selasa (17/02).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lampung Barat yang akrab disapa Pak Cik menyatakan kekagumannya sekaligus apresiasi terhadap keberhasilan Agita mampu membawa nama Lampung di tingkat nasional.

Menurut Parosil Mabsus, keberhasilan Agita saat ini memiliki kapasitas besar untuk membawa nama Lampung di tingkat nasional.

Ia menilai ajang Puteri Indonesia merupakan ruang strategis untuk memperkenalkan nilai budaya, potensi daerah, serta citra positif Lampung ke panggung nasional.

“Mudah-mudahan dengan kemenangan dan kepercayaan ini, ananda mampu untuk mengemban amanah agar memperomosikan sekaligus menjual potensi yang di miliki oleh Provinsi Lampung. Baik kebudayaan, prekonomian, kesenian dan kebudayaan,” harap Parosil Mabsus.

Ia juga menekankan, keberhasilan Agita di tingkat nasional ini merupakan contoh bagi generasi muda di Lampung “cantik penting, tetapi yang paling utama adalah kemampuan untuk memahami apa yang dibutuhkan kondisi dan situasi saat ini,” pungkasnya.(Andri)

Di Ruang Pengajian Akbar, Bupati Parosil: “Pembangunan itu Tidak Seperti Sim Salabim”

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Nuansa religius dan semangat pembangunan berpadu hangat dalam Pengajian Akbar menyongsong Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah yang digelar di kediaman Bupati Lampung Barat, Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Sabtu (14/2/2026)

Ribuan masyarakat dari 15 kecamatan memadati lokasi, sekaligus menghadiri syukuran satu tahun kepemimpinan periode kedua Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin (2025–2030).

Acara yang menghadirkan penceramah Asep Holis Nurjamil dari Kota Bandar Lampung ini juga dihadiri Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial, jajaran kepala perangkat daerah, camat, peratin, tokoh organisasi Wanita, serta berbagai unsur masyarakat.

Di tengah lantunan doa dan tausiyah, Bupati Parosil Mabsus menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah kepada seluruh masyarakat Lampung Barat.

“Saya atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah tahun 2026. Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan, iman, kesabaran, dan keikhlasan,” ujarnya.

Namun, pengajian kali ini bukan sekadar seremoni spiritual. Ia menjadi ruang refleksi satu tahun kepemimpinan periode kedua yang penuh tantangan, terutama dalam hal efisiensi anggaran.

Bupati Parosil tak menampik, tahun pertama periode keduanya diwarnai kebijakan efisiensi anggaran.

Dampaknya, sejumlah proyek infrastruktur, terutama jalan penghubung antar kecamatan belum bisa dituntaskan secara cepat.

Ia mencontohkan ruas jalan Sumber Jaya–Kebun Tebu yang kini masih dalam tahap tambal sulam dan akan ditangani lebih lanjut setelah Lebaran, menunggu proses tender selesai.

“Pembangunan itu tidak seperti sim salabim. Ia butuh proses, butuh perjuangan, dan tentu butuh anggaran,” tegasnya.

Menariknya, Parosil mengakui bahwa jalan di sekitar kediamannya pun belum sepenuhnya mulus.

Bukan karena tak mampu membangun, melainkan karena ia mengedepankan asas pemerataan.

“Kalau cuma di sini saja yang bagus, apa kata masyarakat Suoh? Apa kata Batu Brak, Pagar Dewa, Sekincau? Pemimpin itu memang sulit adil secara sempurna, tapi ada konsep pemerataan,” katanya di hadapan ribuan warga.

Ia mengungkapkan, dalam pembahasan APBD Perubahan Oktober 2024, meski baru dilantik kembali pada Februari 2025, dirinya mengarahkan efisiensi anggaran sebesar Rp5,2 miliar untuk pembangunan di Kecamatan Suoh yang dinilai paling parah kondisi jalannya.

“Kalau saya egois, tentu anggaran itu saya fokuskan ke kampung halaman saya. Tapi tidak. Kita pakai skala prioritas,” jelasnya.

Selain Suoh, ruas Sekincau–Pekon Waspada menuju Batu Ketulis–Way Ngison juga menjadi perhatian utama.

Tahun ini, Pemkab bersama DPRD dan dukungan legislatif di tingkat pusat serta provinsi terus memperjuangkan agar ruas Sumber Jaya hingga Pura Mekar Kebun Tebu sampai Mutar Alam Air Hitam dapat tertangani.

“Berdoa dan berjuang itu seperti dua sisi mata uang, saling melengkapi,” ujar Parosil.

Momentum Ramadhan menjadi pengingat bahwa membangun daerah bukan hanya soal beton dan aspal, tetapi juga soal kesabaran, kebersamaan, dan niat tulus melayani masyarakat.

Satu tahun kepemimpinan periode kedua PM ini menjadi titik penguatan komitmen.

Meski tantangan fiskal membatasi gerak, arah pembangunan Lampung Barat tetap jelas: pemerataan, keberpihakan pada wilayah paling membutuhkan, dan sinegi eksekutif-legislatif.

Ramadhan datang membawa harapan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, bersama Bupati Parosil dan Wakil Bupati Mad Hasnurin, menegaskan kesiapan: pembangunan akan terus dikuatkan, bertahap, terukur, dan merata.nsr)

Pemkab Lampung Barat Gelar Aksi Bersih-bersih dalam Gerakan ASRI

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melaksanakan kegiatan bersih-bersih dalam rangka Aksi Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Jumat (13/02/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan kerja.

Aksi bersih-bersih yang dikenal dengan sebutan korve tersebut dimulai dari Jalur II hingga ke Masjid Baiturrahman. Seluruh jajaran pimpinan dan pegawai di lingkungan Pemkab Lampung Barat turut ambil bagian, mulai dari Sekretaris Daerah Drs. Nukman, M.M., para asisten, staf ahli bupati, serta kepala perangkat daerah hingga staf.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mad Hasnurin menyampaikan bahwa kegiatan korve ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah bersama seluruh kepala daerah dan Forkopimda se-Indonesia yang digelar pada 2 Februari 2026 di Sentul International Convention Center, Kota Bogor.

“Dalam arahannya, Bapak Presiden menekankan pentingnya Gerakan ASRI sebagai gerakan bersama yang diwujudkan melalui kegiatan korve. Ini adalah upaya membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Mad Hasnurin.

Ia menjelaskan, arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Gubernur Lampung melalui Instruksi Gubernur Nomor 8 Tahun 2026 tanggal 3 Februari 2026. Instruksi itu mengharuskan seluruh pemerintah daerah di Provinsi Lampung melaksanakan kegiatan korve di lingkungan kerja masing-masing minimal dua kali dalam satu minggu.

Sejalan dengan instruksi tersebut, Pemkab Lampung Barat melaksanakan korve secara serentak yang diikuti oleh seluruh pimpinan dan staf.

“Melalui Gerakan ASRI ini, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman, bersih, dan indah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup, khususnya di Kabupaten Lampung Barat, ” Harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Tantangan ke depan terkait penurunan kualitas lingkungan semakin nyata dan berat, bahkan berbagai bencana akibat kerusakan lingkungan sudah mulai dirasakan.

“Langkah kecil yang kita lakukan pagi ini melalui korve sangat berarti sebagai salah satu upaya menjaga kualitas lingkungan hidup,” katanya.

Menutup sambutannya, Mad Hasnurin berpesan agar kegiatan korve yang dilaksanakan tidak hanya menjadi simbol semata, tetapi dilakukan secara berkelanjutan dan penuh tanggung jawab, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan Kabupaten Lampung Barat.(andri)

Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, Parosil Wanti-wanti OPD Agar Tidak Kembali Terjadi Kelangkaan Gas LPG

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri sudah di depan mata, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus wanti-wanti jajarannya untuk memastikan ketersediaan Gas LPG 3 kilogram tetap terkendali.

Peringatan ini disampaikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus menyusul pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ketika lonjakan konsumsi energi kerap memicu kelangkaan di sejumlah daerah.

“Kita belajar dari tahun sebelumnya, pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri gas LPG 3 Kilogram mengalami kelangkaan,” kata Bupati Lampung Barat pada acara Rapat koordinasi dalam rangka pengendalian iflasi daerah menjelang bulan Ramadhan 1447 H dan Hari Raya Idul Fitri, di Auala Kagungan Setdakab, Kamis 12 Februari 2026.

Parosil Mabsus menegaskan bahwa pelayanan penyediaan Gas LPG 3 kilogram bagi masyarakat harus berjalan maksimal, terutama pada periode menjelang bulan puasa dan Idul Fitri mendatang.

Bupati Lampung Barat menekankan, ia tidak ingin kembali menerima laporan keluhan masyarakat terkait LPG yang sulit diperoleh, sebagaimana pernah terjadi pada momentum Ramadan dan Idul Fitri sebelumnya.

“Saya tidak mau ada keluhan dari masyarakat bahwa gas LPG 3 kilogram langka,” pinta Parosil Mabsus.

Ia meminta OPD terkait supaya melakukan pengawasan terhadap distribusian LPG, agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi terutama pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri mendatang.

Perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terhadap distribusi energi jelang Ramadan tidak terlepas dari pola tahunan yang berulang. Pada beberapa Ramadan sebelumnya, peningkatan aktivitas rumah tangga dan usaha mikro menyebabkan permintaan LPG 3 kilogram melonjak, bahkan sempat memicu antrean panjang dan kenaikan harga di tingkat pengecer di sejumlah wilayah.

“Jangan sampai hal yang terjadi pada tahun sebelumnya, tahun ini kembali terjadi kembali,” pungkasnya.(nsr)

Kekuhan Diresmikan Bupati Lampung Barat Sebagai Sistem Peringatan Dini Berbasis Kearifan Lokal

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus resmi melaunching Kekuhan (Kentongan Bambu) sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal, Kamis 12 Februari 2026.

Presmian berlangsung di SMPN 1 Liwa. Ditandai memukulan Kekuhan dipimpin Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus diikuti oleh seluruh tamu undangan.

Menurut Bupati Lampung Barat, diresmikannya Kekuhan sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal bukan tanpa alasan.

Selain Kekuhan memiliki sejarah atau historis tersendiri. Kekuhan pada dahulu sebelum berkembangnya zaman merupakan alat komunikasi antar masyarakat.

“Sebelum berkembangnya zaman, Kekuhan merupakan alarm masyarakat yang memberi atau menyampaikan berita penting dan pada masuk waktu ibadah shalat,” kata Parosil Mabsus.

Meskipun dengan berkembangnya zaman semakin Modern, Parosil Mabsus berharap Kekuhan menjadi alat kominikasi yang efektif digunakan untuk memberi informasi antar masyarakat.

“Meskipun sudah memasuki zaman moderen namun kearifan lokal di Lampung Barat harus tetap dipertahankan,” ujarnya.

Terlebih, Lampung Barat merupakan daerah rawan bencana, sebab sebagian wilayah merupakan perbukitan, juga dilewati langsung oleh Seser Semangko.

Oleh karenanya, ia mengaku pihaknya berkomitmen untuk melestarikan Kekuhan sebagai alarm pemberian kabar berita antar masyarakat.

“Kentongan merupakan alat tradisional yang dapat digunakan disituasi seperti apapun. Seandainya terjadi bencana Kekuhan dapat digunakan untuk memberi informasi ke masyarakat dengan harapan tidak terjadi korban jiwa,” terangnya.

Bupati dua periode itu juga menyoroti program Gubernur Lampung Mirzani Djausal
“Kamis Beradap”, beliau meminta agar kebijakan tersebut diikuti dan dipatuhi.

“Sebagai bentuk dukungan kepada program Gubernur Lampung Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan untuk hari Kamis menggunakan batik khas Lampung dan Injang Miwang (sarung menangis),” tutupnya.

Sementra kepala Pelaksana BPBD Lampung Barat Padang Priyo Utomo menjelaskan di tetapkannya Kekuhan sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap komitmen Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus-Mad Hasnurin sebagai Kabupaten tangguh bencana.

Ia menjelaskan terdapat tujuh pola ketukan tanda komunikasi, peringatan pada Kekuhan:

1. Tiga ketukan pendek selama tiga kali menandakan ada yang meninggal.
2. Dua ketukan pendek selama tiga kali menandakan adanya kemalingan.
3. Tiga ketukan pendek selama tiga kali memberikan informasi terjadi kebakaran rumah.
4. Empat ketukan pendek selama tiga kali menandakan adanya bencana alam, banjir, longsor dan lain-lain.
5. Lima ketukan pendek selama tiga kali jika terjadi kemalingan ternak.
6. Satu ketukan pendek dilanjutkan sepuluh ketukan panjang ditutup satu ketukan pendek untuk memanggil gotong royong.
7. Ketukan panjang yang dilakukan berkali-kali menandakan bahwa sudah terjadi bahaya atau darurat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Mad Hasnurin, Ketua DPRD Edi Novial, Sekretaris Daerah Nukman, Ketua TPP PKK Partinia Parosil Mabsus, Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah dan dewan guru.(nsr)

Nukman Sebut Melodi Mimpi Sebagai Ruang Lahirnya Harapan, Kreativitas, dan Cita-cita

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Grand Opening Melodi Mimpi resmi di buka oleh Sekrataris Daerah (SEKDA) Kabupaten Lampung Barat, Nukman di Lamban Pancasila, Kecamatan Balik Bukit, Rabu 11 Februari 2026, malam.

Grand Opening Melodi Mimpi, yang dirangkai dengan Pagelaran Seni Vokal “Melodi Bumi Nusantara”, sebuah peristiwa budaya yang sarat makna, rasa, dan identitas.

Menurut Nukman, Seni bukan sekadar pertunjukan, melainkan bahasa jiwa. Melalui seni vokal dan musik, menyampaikan rasa, menyatukan perbedaan, serta merawat ingatan kolektif bangsa.

Nukman memaknai Melodi Mimpi sebagai ruang lahirnya harapan, kreativitas, dan cita-cita, sementara “Melodi Bumi Nusantara” adalah wujud kekayaan harmoni dari beragam budaya yang tumbuh dan hidup di Negeri ini.

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Inisiatif seperti ini sangat penting dalam rangka melestarikan seni budaya, membina generasi muda yang kreatif, serta memperkuat jati diri daerah di tengah arus globalisasi,” kata Nukman.

Lampung Barat memiliki kekayaan seni, budaya, dan kearifan lokal yang luar biasa. Oleh karena itu, ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang edukasi, kolaborasi, dan regenerasi seniman, serta mampu mendorong tumbuhnya berkelanjutan. ekosistem seni yang

Nukman meminta kepada para seniman dan pelaku seni vokal khususnya di Lampung Barat supaya terus berkarya, bermimpi, dan berinovasi.

“Jadikan seni sebagai cahaya yang menerangi peradaban, sekaligus sebagai jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan,” pungkasnya.(Andri)

Bupati Lambar Dukung Pidana Alternatif Non Pemenjaraan Jelang Pemberlakuan KUHP Baru

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menegaskan komitmennya mendukung penerapan pidana alternatif non-pemenjaraan dalam sistem hukum nasional.

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pringsewu di Ruang Kerja Bupati, Rabu (11/02/2026).

Audiensi tersebut menjadi langkah strategis memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dengan aparat penegak hukum, khususnya menjelang pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Dalam regulasi baru itu, diperkenalkan pidana alternatif seperti kerja sosial dan pidana pengawasan sebagai pendekatan pemidanaan yang lebih humanis.

Kepala Bapas Kelas II Pringsewu, Sri Nurhayati, menjelaskan bahwa penerapan pidana alternatif membutuhkan dukungan aktif dari pemerintah daerah.

Dukungan tersebut meliputi penyediaan lokasi kerja sosial, sarana dan prasarana pendukung, program pembinaan, hingga pelatihan keterampilan bagi para klien pemasyarakatan.

“Peran pemerintah daerah sangat penting agar pidana alternatif dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat, baik bagi pelaku maupun masyarakat,” ujar Sri Nurhayati.

Menanggapi hal itu, Parosil Mabsus menyambut baik inisiatif koordinasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemkab Lampung Barat pada prinsipnya siap mendukung penuh pelaksanaan pidana alternatif sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pemerintah daerah akan melakukan inventarisasi potensi sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan, termasuk lokasi kerja sosial yang memungkinkan.

Selanjutnya akan kami koordinasikan dengan perangkat daerah terkait agar pelaksanaannya berjalan optimal,” kata Parosil.

Menurutnya, penerapan pidana non-pemenjaraan tidak hanya menjadi bagian dari reformasi hukum nasional, tetapi juga peluang bagi daerah untuk berperan dalam pembinaan yang lebih berorientasi pada keadilan restoratif dan kemanfaatan sosial.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara Pemkab Lampung Barat dan Bapas Kelas II Pringsewu, sehingga implementasi pidana alternatif benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendukung sistem pemidanaan yang lebih berkeadilan dan manusiawi.(Andri)

Pemkab Lambar Matangkan Perencanaan Penataan Kota Liwa, Bupati Tekankan Pembangunan Tertib dan Berkelanjutan

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun daerah secara berkelanjutan dan tertata rapi. Hal ini terlihat dari Rapat Perencanaan Penataan Kota Liwa yang digelar di Ruang Rapat Pesagi, Kantor Bupati Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Barat, pada Selasa (10/02/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus, didampingi Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, serta dihadiri jajaran pejabat terkait, di antaranya para asisten, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala BPKAD, Kepala DLH, dan Kepala Dinas Perhubungan.

Dalam arahannya, Bupati Parosil menegaskan bahwa penataan Kota Liwa tidak hanya bertujuan mempercantik wajah ibu kota kabupaten, namun juga harus mengedepankan konsep elegan, tertib, dan ramah lingkungan.

Menurutnya, perencanaan pembangunan Kota Liwa untuk tahun 2026 perlu dibahas dan disiapkan lebih awal. Hal ini penting mengingat keterbatasan kemampuan anggaran daerah, sehingga setiap program yang direncanakan harus benar-benar matang dan tepat sasaran.

“Untuk pelaksanaan perencanaan pembangunan Kota Liwa tahun 2026, kita harus mendiskusikannya lebih awal. Saya berharap ruangan ini menjadi ruang diskusi bersama untuk menyampaikan masukan dan saran terkait rencana kegiatan tahun depan,”  ujar Parosil.

Selain penataan kota, Parosil juga menekankan agar pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama pada tahun 2026, khususnya di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh.

“Saya berharap pembangunan infrastruktur ruas jalan di Lampung Barat, terutama di Suoh dan Bandar Negeri Suoh, mulai dari jalan yang berlubang atau rusak bisa diupayakan kembali mulus. Intinya, harus ditangani bagaimanapun caranya,”tegasnya.

Lebih lanjut, Parosil mengingatkan agar setiap perencanaan pembangunan harus berbasis data lapangan. Ia menyebutkan bahwa data tersebut dapat dirujuk dari hasil Musrenbang tingkat kecamatan tahun 2025–2026, sehingga program yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan prinsip perencanaan yang selalu ia pegang, yakni mengutamakan kualitas daripada kuantitas pekerjaan.

“Prinsip saya dalam perencanaan penataan Kota Liwa, yang terpenting adalah menyelesaikan satu pekerjaan tapi tuntas, dari pada lima pekerjaan namun hasilnya setengah-setengah,” ungkapnya.

Melalui rapat ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berharap dokumen perencanaan penataan Kota Liwa dapat disusun secara matang dan terukur. Tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat Lampung Barat.)