Sekda Lampung Barat Lepas 40 Peserta Wisata Rohani ke Yogyakarta

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Barat, Drs. Nukman, M.M., secara resmi melepas peserta wisata rohani yang akan berangkat ke Yogyakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Lamban Pancasila, lingkup Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, pada Selasa (07/04/2026).

Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh kepala perangkat daerah, camat, serta tokoh agama dari berbagai keyakinan.

Sebanyak 40 peserta mengikuti wisata rohani yang berasal dari empat agama, yakni Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, dan Buddha.

Dalam sambutannya, Sekda Drs. Nukman, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan wisata rohani ini merupakan bagian dari program Pemerintah Daerah dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat positif, karena selain meningkatkan keimanan, juga mempererat tali persaudaraan antar umat beragama. Ini menjadi kekuatan bagi Lampung Barat dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan,” Ucapnya.

Selain itu kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, tetapi juga sebagai sarana untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan.

“Apa yang kita lihat dan pelajari di sana diharapkan dapat memberikan manfaat dan inspirasi untuk diterapkan di Kabupaten Lampung Barat,” Ujarnya.

Ia menjelaskan, selain mengunjungi rumah-rumah ibadah, peserta juga akan melihat potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tujuan. Hal ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi di Lampung Barat.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin belajar dari daerah lain, bagaimana mereka mengembangkan wisata berbasis religi yang didukung oleh UMKM. Harapannya, hal serupa dapat kita terapkan untuk meningkatkan perekonomian daerah,” Harapnya.

Sekda juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan. Mengingat jarak tempuh yang cukup jauh, kesiapan fisik menjadi hal penting agar kegiatan berjalan lancar.

“Saya berharap seluruh peserta berangkat dalam keadaan sehat dan kembali ke Lampung Barat juga dalam keadaan sehat,” Pungkasnya.(andri)

Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat Ikuti Entry Meeting BPK, Targetkan WTP Tetap Terjaga

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus – Mad Hasnurin mengikuti Entry Meeting BPK RI Pemeriksaan LKPD tahun 2025 di lingkungan Direktoral Jendral Pemeriksaan Keuangan Negara V di Jakarta, Kamis 02 April 2026.

Guna memastikan target opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tetap terjaga. Kegiatan ini menandai dimulainya proses pemeriksaan laporan keuangan daerah tahun anggaran 2025.

Kegiatan tersebut di ikuti oleh seluruh kabupaten/kota dan Provinsi. Pemerintah Kabupaten Lampung Barat sendiri mengikuti secara Zoom Meeting dari Aula Pesagi Setdakab.

Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V (Dirjen PKN V) BPK RI, Widhi Widayat mengatakan Entri Meeting ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pemeriksaan semester 1 tahun 2026. Melalui kegiatan ini ia berharap menjadi sarana penyamaan persepsi serta penguatan komitmen kepala daerah terhadap tata kelola keuangan yang akuntabel.

Widhi Widayat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah Provinsi, Kabupaten/kota yang telah menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu pada akhir bulan Maret lalu.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang sudah turut berpartisipasi dalam melakukan pemeriksaan harta negara,” ujarnya.

Sementara, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus berharap pihaknya dapat mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian yang telah diraih selama 15 tahun terakhir. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan bertanggung jawab.

“Alhamdulillah, kami telah meraih WTP beberapa tahun terakhir. Kami berharap dapat mempertahankan predikat ini dan terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah,” kata Parosil Mabsus.

Ia menekankan bahwa WTP merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemerintah  Lampung Barat dan komitmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah dan memastikan bahwa semua proses keuangan dilakukan dengan transparan dan akuntabel,” tambah Parosil Mabsus.

Bupati Lampung Barat juga mengapresiasi tim BPK yang telah memberikan penilaian dan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah.

“Kami akan terus bekerja sama dengan BPK untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah dan mempertahankan predikat WTP,” tutup Parosil Mabsus.(nsr)

Bupati Parosil Mabsus Tekankan Pelayanan Maksimal, 88 Pejabat Diminta Keluar dari Zona Nyaman

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus menegaskan komitmennya terhadap peningkatan pelayanan publik saat melantik dan merolling 88 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan tersebut digelar di Sekolah Kopi, Pekon Sukajaya, Kecamatan Sumber Jaya.

Dalam arahannya, Parosil menekankan bahwa pejabat yang baru dilantik tidak boleh bekerja dalam zona nyaman.

Ia meminta seluruh aparatur untuk benar-benar hadir sebagai pelayan masyarakat.

“Harapan saya, nilai-nilai yang terkandung selama Ramadan, yakni disiplin, kesabaran, dan keikhlasan, dapat diterapkan dalam kehidupan sebagai abdi negara, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Parosil.

Menurutnya, kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah keterbukaan dan keutuhan informasi.

Oleh karena itu, ia meminta para pejabat untuk responsif terhadap setiap kebutuhan masyarakat.

“Kalau ada masyarakat yang butuh jawaban, layanan, bimbingan, atau perhatian, maka lakukan. Karena bapak dan ibu semua digaji untuk itu,” tegasnya.

Parosil juga mengingatkan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni atau pengisian jabatan.

Lebih dari itu, momen ini menjadi langkah strategis dalam memastikan roda pemerintahan berjalan efektif, profesional, dan mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat saat ini tengah fokus menuntaskan berbagai program prioritas, khususnya dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Keberadaan pejabat yang kompeten dan berdedikasi sangat dibutuhkan untuk mempercepat capaian visi dan misi daerah. Saya minta seluruh pejabat yang dilantik segera bekerja, lakukan konsolidasi, pahami tantangan, serta ciptakan terobosan yang inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Sebanyak 88 pejabat yang dilantik terdiri dari pejabat administrator, pengawas, hingga pejabat fungsional di berbagai perangkat daerah dan kecamatan.

Dengan pelantikan ini, Parosil berharap kinerja birokrasi di Lampung Barat semakin solid dan mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, serta berkualitas bagi masyarakat.

Berikut nama-nama pejabat yang dilantik :

  1. Timbul Situmeang dilantik sebagai Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah.
  2. Eric Enrico sebagai Sekretaris Badan Perencanaan Daerah.
  3. Sukimin sebagai Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup.
  4. Sumarlin sebagai Sekretaris Dinas Sosial.
  5. Iwan Sopian sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP.
  6. Usman A Rani sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan.
  7. Ahmad Syukri sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
  8. Asep Suganda sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon.
  9. Erwin Ardiansya Indra Guna sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
  10. M. Yones sebagai Sekretaris Inspektorat.
  11. Ahmad Ahnuh sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
  12. Sarjak sebagai Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian.
  13. Ruspel Gultom sebagai Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah.
  14. Juremiyudi sebagai Camat Lumbok Seminung.
  15. Mat Patoni sebagai Camat Balik Bukit.
  16. Heriyanto sebagai Camat Batu Ketulis.
  17. Rudi Rahmadian sebagai Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.
  18. M. Agus Setiawan sebagai Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah.
  19. Dapet Jakson sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah.
  20. Erna Risnawati sebagai Camat Way Tenong.
  21. Agus Hadipurnama sebagai Camat Gedung Surian.
  22. Rusman sebagai Camat Batu Brak.
  23. Sri Handayani sebagai Camat Sumber Jaya.
  24. Alexander Pranggabaya sebagai Camat Suoh.
  25. Salman sebagai Camat Sukau.
  26. Selyawati sebagai Kabid Akuntansi dan Pelaporan pada Badan Keuangan dan Aset Daerah.
  27. Desmon Irawan sebagai Kabid Fisik pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
  28. Candrapaska sebagai Kabid Penataan dan Kerjasama Pekon.
  29. Heli Puspitawati sebagai Kabid Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian.
  30. Kalpitori sebagai Kabid Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera.
  31. Riady Andrianto sebagai Kabid Layanan Pustaka dan Pembudayaan Gemar Membaca.
  32. Imam Sumantri sebagai Kabid Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
  33. Budiyono sebagai Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan.
  34. Edwin Okta Fernandes sebagai Kabid Teknik Sarana dan Prasarana pada Dinas Perhubungan.
  35. Marico Tambunan sebagai Kabid Perkebunan.
  36. Seno Susanto sebagai Kabid Perdagangan.
  37. Alexander Saputra sebagai Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar.
  38. Nova Christina sebagai Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal.
  39. Muhlatip sebagai Kabid Rehabilitasi Sosial.
  40. Rega Saputra sebagai Kabid Ketersediaan, Cadangan dan Kerawanan Pangan.
  41. Dedi Firmansyah sebagai Kabid Aplikasi Informatika.
  42. Elpin Jaya sebagai Kabid Pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup.
  43. Yudhy Primandha sebagai Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Kelembagaan Pekon.
  44. Kelana Indah Susilawati sebagai Kabid Tanaman Pangan.
  45. Nurmi sebagai Kabid Konsumsi, Penganekaragaman, Mutu dan Keamanan Pangan.
  46. Mashuri sebagai Kabid Pengembangan Destinasi dan Kelembagaan Pariwisata.
  47. Himaya Saputra sebagai Kabid Pembinaan Ketenagaan.
  48. Misranto sebagai Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
  49. Sukardi sebagai Kabid Penegakan Perda dan Perbup.
  50. Hasnul Mubarok sebagai Kabid Angkutan dan Keselamatan.
  51. Misno sebagai Sekretaris Kecamatan Sekincau.
  52. Tusiran sebagai Sekretaris Kecamatan Bandar Negeri Suoh.
  53. Juwarsyah sebagai Sekretaris Kecamatan Suoh.
  54. Nilawati sebagai Kabid Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.
  55. Salaffudin sebagai Kabid Perindustrian.
  56. Miftahul Khoiri sebagai Kasubbag Umum dan Perencanaan.
  57. Adi Susanto sebagai Kasi Angkutan Penumpang.
  58. Haidar sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Sekincau.
  59. Imam Rosadi Vadilah Nodin sebagai Kepala UPTD Kebun Induk Kopi.
  60. Anri Yusuf sebagai Kasi Kelembagaan, Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar.
  61. Rifki Yufriza sebagai Kasubbid Akuntansi.
  62. Slamet Sutono sebagai Kasubbag Perencanaan Inspektorat.
  63. Erna Utami sebagai Kepala UPTD Rumah Potong Hewan.
  64. Eviana Zuraida sebagai Kepala UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu.
  65. Andes Seriawan sebagai Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kecamatan Sumber Jaya.
  66. Lazio Toto Azmi sebagai Kasubbag Protokol.
  67. Wendi Satria sebagai Kasi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Bandar Negeri Suoh.
  68. Lekat Apriadi sebagai Kasi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Balik Bukit.
  69. Desi Anggraini sebagai Kasubbid Penunjang Medis RSUD Alimudin Umar.
  70. Darwin Sabara sebagai Kasubbag Umum dan Perencanaan Dinas Sosial.
  71. Ferdiansyah Putra sebagai Kasubbag Umum dan Perencanaan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian.
  72. Nurul Zahrotun sebagai Kasi Kemasyarakatan Kecamatan Sukau.
  73. Elmayati sebagai Kasubbag Keuangan Dinas Lingkungan Hidup.
  74. Ari Darmanto sebagai Kasubbag Keuangan Dinas Perhubungan.
  75. Distomi sebagai Kasi Kemasyarakatan Kecamatan Kebun Tebu.
  76. Dadang Horizon sebagai Kasi Kemasyarakatan Kecamatan Lumbok Seminung.
  77. Erliansyah sebagai Kasi Pemberdayaan Masyarakat Pekon Kecamatan Pagar Dewa.
  78. Muhammad Irfan sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Gedung Surian.
  79. Aupa Ependi sebagai Kasi Pemberdayaan Masyarakat Pekon Kecamatan Bandar Negeri Suoh.
  80. Heriyanto sebagai Kasubbag TU UPTD Rumah Potong Hewan.
  81. Irwan sebagai Kasubbag TU UPTD Pusat Kesehatan dan Pengembangan Ternak Batu Ketulis.
  82. Rohanah sebagai Kasubbag TU UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu.
  83. Yusrizal sebagai Kasubbag TU UPTD Pemadam Kebakaran Kecamatan Sumber Jaya.
  84. Deden Ramdani sebagai Kasubbag TU UPTD Kebun Induk Kopi.
  85. Farid Wajdi sebagai Kasubbag Perencanaan dan Keuangan Kecamatan Kebun Tebu.
  86. Isty Yanuritasari sebagai Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Kebun Tebu.
  87. Endi Efriyadi sebagai Kasi Pembangunan Kelurahan Tugu Sari.
  88. Mar’atus Sholeha sebagai Kasi Pembangunan Kelurahan Fajar Bulan.(nsr)

Kadis Kominfo Lambar Luruskan Pemberitaan Isu Larangan Kendaraan Plat Luar Daerah Parkir di Lingkungan Pemda

LIWA -(deklarasinews.com)- Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Barat, Burlianto Eka Putra angkat bicara terkait pemberitaan yang beredar di berbagai platfrom media sosial terkait isu larangan kendaraan berplat luar daerah parkir di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat, Selasa 31 Maret 2026.

Burlianto menegaskan, bahwa memang benar Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berencana akan mengeluarkan peraturan larangan bagi kendaraan berplat luar daerah untuk parkir di lingkungan Pemerintah Daerah, akan tetapi hal tersebut khusus diperuntukan bagi pegawai yang bersetatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat.

“Peraturan ini direncanakan khusus bagi pegawai ASN yang berada di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat. Tidak berlaku bagi masyarakat umum atau tamu dari luar daerah yang hendak mengurus kepentingan mereka di Lambar. Bagi masyarakat umum peraturan tersebut tidak berlaku,” kata Burlianto

Dikatakannya, rencana tersebut lebih ditujukan sebagai bentuk imbauan dan ajakan kepada pegawai ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat untuk meningkatkan kesadaran agar menjadi contoh kepada masyarakat.

“Rencana tersebut dimaksudkan agar pegawai ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat menjadi contoh bagi lapisan masyarakat,” tutur Burlianto.

Ia menambahkan, langkah ini dimaksudkan selain untuk meningkatkan kesadaran ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Lampung Barat juga salah satu upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab, kendaraan yang digunakan di Lampung Barat namun masih terdaftar di daerah lain menyebabkan pajak kendaraan tersebut tidak masuk ke kas daerah Lampung Barat.

“Sayang sekali jika kendaraan yang setiap hari digunakan di Lampung Barat, tetapi pajaknya justru dibayarkan ke daerah lain. Padahal, pajak tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan daerah kita sendiri, terutama pembangunan jalan Kabupaten,” tutup Burlianto

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak salah memahami informasi yang beredar, serta dapat melihat kebijakan ini sebagai upaya Pemerintah Daerah dalam meningkatkan PAD Lampung Barat guna memajukan pembangunan ke depan. (*)

Bupati Lampung Barat Targetkan SMA N 1 Liwa Masuk 5 Besar Sekolah Unggulan di Lampung.

LAMBAR -(deklarasinews.com)-Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus berharap SMA Negeri 1 Liwa bisa masuk lima besar sekolah unggulan tingkat Provinsi Lampung.

Harapan ini disampaikan saat ia menghadiri acara perpisahan siswa-siswi kelas 12 angkatan 42 SMA Negeri 1 Liwa di Gor Ajisaka Sekuting Terpadu, Pekon Watas, Kecamatan Balik Bukit, Senin 30 Maret 2026.

“Hari ini SMA N 1 Liwa masuk dalam 10 besar tingkat Provinsi Lampung, ke depan saya berharap dapat masuk lima besar,” ujarnya.

Dengan adanya prestasi tersebut, Bupati Lampung Barat merasa bangga, pasalnya menurut Parosil Mabsus pendidikan sangat penting bagi daerah karena berperan sebagai motor penggerak utama kemajuan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai kepala daerah Parosil Mabsus menekankan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lampung Barat.

Ia berharap SMA Negeri 1 Liwa bisa terus meningkatkan mutu pendidikannya dan menjadi contoh bagi sekolah lain khususnya di wilayah Kabupaten Lampung Barat.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan beberapa pesan berharga kepada seluruh orang siswi/siswi yang akan segera lulus dari SMA.

Pesan itu berbentuk motivasi agar para siswa yang telah menempuh pendidikan selama duduk di bangku sekolah SMA N 1 Liwa agar terus optimistis hingga ke jenjang lebih tinggi.

“Persiapkan diri dengan baik. Terus dan terus belajar menimba ilmu demi mengejar menggapai cita-cita,” terangnya.

“Ke depan kalianlah yang akan melanjutkan kami sebagai tokoh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat,” tutupnya.(nsr)

Bupati Lampung Barat Kembali Ingatkan ASN Bijak Bermedia Sosial

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus kembali wanti-wanti Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat agar bijak menggunakan media sosial.

Diera digitalisasi pesatnya kemajuan zaman, media sosial memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap informasi baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu, Bupati Lampung Barat tak henti-hentinya mengingatkan jajaran untuk menggunakan media sosial ke arah yang positif, salah satunya sebagai wadah penyebar informasi terkait program yang akan, sedang maupun yang telah dilakukan Pemerintah Daerah Lampung Barat.

Himbauan tersebut disampaikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus ketika memimpin apel mingguan perdana sekaligus halal bihalal usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Kantor Bupati setempat, Senin 30 Maret 2026.

Bupati Lampung Barat mengatakan, seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dan teknologi informasi, kemampuan untuk bermedia sosial menjadi sebuah kebutuhan agar dapat beradaptasi dengan era digital modern. Namun, mengikuti perkembangan zaman bukan berarti menggunakan medsos tanpa kendali.

“Joget, bernyanyi, itu boleh-boleh saja akan tetapi kita harus bisa melihat kondisi dan tempat. Jangan sampai masih pada jam kerja live tik tok dengan berjoget-joget,” kata Parosil Mabsus dengan tegas.

Sebagai ASN bertanggung jawab pada jam kerja adalah kewajiban mutlak yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Kedisiplinan jam kerja merupakan kunci utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima dan profesional.

“Kembali saya tegas, saya tidak mau melihat ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Lampung Barat justru live tik tok dengan berjoget-joget atau bernyanyi-nyanyi pada jam kerja. Bermedia sosial boleh-boleh saja akan tetapi kita harus bijak memilih dan memilah postingan yang akan kita upload, apakah berdampak positif atau bahkan negatif,” pesan Parosil Mabsus.

Terakhir, Bupati Lampung Barat menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Mengingat apel ini merupakan apel perdana usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia mengajak jajaran untuk meningkatkan kinerja usai libur Lebaran dengan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Atas nama pribadi dan keluarga saya mengucapkan selamat Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin. Setelah libur dan cuti bersama, saatnya kita kembali fokus bekerja dengan lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.(nsr)

Pesta Sekura, Tradisi Penuh Makna yang Pererat Kebersamaan di Lampung Barat

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan terasa di Taman Kota Liwa, Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, saat digelarnya Halal Bihalal dan Pesta Sekura Cakak Buah Lampung Barat pada Jum’at (27/03/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu tradisi budaya yang selalu dinanti masyarakat, khususnya usai perayaan Idul Fitri di bulan Syawal.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. Ahmad Hikami, Kepala Perangkat Daerah, Camat, Lurah, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Asisten Ahmad Hikami mewakili Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan bahwa tradisi Sekura bukan sekadar ajang hiburan, tetapi memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, Sekura menjadi sarana silaturahmi sekaligus momentum untuk saling memaafkan, mengingat pelaksanaannya berada di bulan Syawal setelah umat Muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

“Bukan hanya sebagai ajang silaturahim biasa, tetapi juga Sekura dijadikan sebagai alat berkumpul untuk saling memaafkan satu sama lain. Selain itu, tradisi ini juga memberikan hiburan bagi masyarakat, termasuk bagi pengunjung dari luar daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata pelestarian budaya lokal yang terus dijaga oleh masyarakat Lampung Barat.

Di tanah yang dikenal sebagai Bumi Sekala Bekhak, masyarakat tampak antusias menyambut tradisi Sekura Cakak Buah. Tradisi ini bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga menjadi ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat mengenakan topeng dan berbagai kostum unik yang menghibur. Hal ini menciptakan suasana meriah sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga melalui kebersamaan dan semangat gotong royong.

Tradisi Sekura sendiri dilaksanakan secara bergiliran di setiap kecamatan hingga pekon di Lampung Barat, sehingga semangat budaya tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam pesannya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.

“Mari kita kobarkan semangat kebersamaan dalam memajukan Lampung Barat ke depan,” pesannya.

“Melalui Pesta Sekura ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan kecintaan terhadap budaya lokal semakin kuat di tengah masyarakat Lampung Barat,” Pungkasnya.(nsr)

Gerak Cepat, Bupati Lampung Barat Sambangi Rumah Lihun Korban kebakaran di Tugu Muya

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Cilta Gara, Pekon Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat pukul 04. 20 WIB 27 Maret 2026 menyebabkan kerusakan parah pada bangunan.

Mengetahui hal itu, selang beberapa jam Bupati Lampung Lampung Barat, Parosil Mabsus bergerak cepat turun langsung ke lokasi untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga yang mengalami musibah, Lihun.

‎Bupati Lampung Barat menegaskan, bahwa kehadiran pemerintah daerah di lokasi merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, terlebih peristiwa terjadi pada momen sakral Lebaran.

“Langkah cepat ini menjadi bukti respons tanggap Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat, terutama pada situasi bencana yang terjadi secara tiba-tiba di momentum hari besar keagamaan,” ucapnya.

‎Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi kondisi darurat, agar warga yang terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

Parosil Mabsus menyampaikan rasa simpati atas musibah yang menimpa keluarga Lihun.

‎”Ini adalah wujud perhatian dan empati pemerintah daerah kepada warga yang mengalami musibah,” kata dia.

“Atas nama pemerintah kami turut prihatin atas terjadinya musibah kebakaran ini,” ujar Parosil Mabsus menyemangati Lihun.

Kepala daerah dua periode itu juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik, serta memastikan kondisi rumah aman saat ditinggalkan.(andri)

Sekura Lampung Barat, Makin Meriah, Tapi Ada Pesan Kritis dari Bupati Parosil Mabsus!

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pesta budaya sekura yang berlangsung meriah di Pekon Canggu, Kecamatan Batu Brak, dan Pekon Watas, Kecamatan Balik Bukit pada Kamis (26/3/2026) tak hanya menyajikan suasana penuh warna dan kegembiraan, tetapi juga melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Dari kalangan pejabat, hingga masyarakat biasa, semua tampak antusias mengikuti prosesi budaya unik yang menjadi tradisi setiap bulan Syawal ini.

Namun, meskipun banyak pujian yang mengalir atas keberagaman dan keunikan acara sekura ini, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, mengingatkan adanya sisi-sisi yang perlu dievaluasi, demi menjaga citra budaya dan kenyamanan bersama.

Melalui ungkapannya, Bupati Parosil menekankan beberapa kritik konstruktif yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan sekura di tahun-tahun mendatang.

Bupati Parosil menyoroti pentingnya pembatasan norma dalam pelaksanaan sekura, terutama dalam hal penampilan peserta.

Ia mengatakan bahwa meskipun sekura merupakan sebuah tradisi yang lucu dan unik, namun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, khususnya terkait dengan atribut yang dikenakan oleh peserta.

“Sekura memang penuh dengan tawa dan keunikan, namun ada baiknya kita juga memperhatikan norma kepantasan dalam berpakaian,” ujarnya.

“Ada masukan dari masyarakat yang merasa tidak nyaman dengan penampilan yang menurut mereka kurang sopan. Itu harus menjadi perhatian kita,” tegas Parosil.

Lebih lanjut, Bupati Lampung Barat ini menyampaikan bahwa terdapat sejumlah peserta sekura kadang tampil dengan kostum yang memadukan unsur-unsur feminin dan lebih ke hal vulgar, hal itu bisa menimbulkan penilaian negatif dari masyarakat luar.

“Ada yang menjelma seperti wanita, dan terkadang penampilannya tidak pantas, bahkan terkesan vulgâr. Untuk masyarakat Lampung mungkin itu biasa, tapi bagi orang luar, mereka bisa saja memberi penilaian yang kurang baik terhadap kita,” katanya.

Selain itu, Parosil juga mengingatkan agar aksi sekura yang terkadang melibatkan interaksi langsung dengan warga, seperti meminta rokok atau THR, dapat meninggalkan kesan yang tidak baik, terutama jika ada warga yang merasa terintimidasi.

“Sekura ini harusnya menjadi ajang silaturahmi, bukan untuk menakut-nakuti orang. Jangan sampai ada yang merasa tertekan hanya karena dihentikan di jalan dan diminta rokok atau uang. Ini bisa memberi citra yang kurang baik tentang budaya kita,” tambahnya.

Bupati Parosil berharap agar penyelenggaraan sekura kedepannya tetap berfokus pada tujuan utama, yaitu menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan antarmasyarakat dalam suasana Lebaran.

“Sekura adalah sarana untuk kita saling memaafkan, halal bihalal. Mari kita jadikan sekura sebagai momen kegembiraan, bukan ajang untuk menunjukkan kekerasan atau intimidasi. Semoga tahun depan, sekura semakin positif, semakin membawa kebahagiaan, dan semakin diterima oleh semua kalangan,” harap Parosil.

Peserta yang hadir, termasuk Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, Kapolres, Dandim 0422/LB, Kajari, sejumlah kepala OPD, serta Camat, peratin, dan warga setempat, juga memberikan dukungan terhadap pesan Bupati Parosil.

Mereka sepakat bahwa sekura harus tetap menjaga identitas budaya daerah, namun dengan tetap mengutamakan norma dan kenyamanan bersama.

“Semoga dengan adanya kritik dan saran ini, sekura di tahun depan dapat menjadi lebih baik dan tetap melestarikan budaya yang ada, tanpa mengabaikan kenyamanan masyarakat,” ujar salah satu warga yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Masyarakat Lampung Barat berharap agar sekura tetap dipertahankan sebagai tradisi yang penuh makna dan kegembiraan.

Namun, seperti yang disampaikan Bupati, agar penyelenggaraan acara tersebut semakin tertata, jaga marwah budaya leluhur kita jangan sampai menimbulkan kesan yang negatif dimata masyarakat luas.

“Kami mendukung penuh agar sekura menjadi lebih positif dan membawa kebahagiaan bagi kita semua, tanpa harus membuat orang lain merasa tidak nyaman,” ungkap salah satu peserta.

Semoga pesan dari Bupati Parosil ini bisa menjadi introspeksi bagi semua pihak, dan sekura ke depannya semakin meriah, penuh tawa, namun tetap menjaga norma dan budaya yang luhur.(andri)

Nukman Harap Budaya Sekura Jadi Magnet Kunjungan Wisatawan Ke Lampung Barat

LAMBAR -(deklarasinews.com)- ektor budaya dan pariwisata menjadi salah satu solusi Pemerintah Daerah (PEMDA) untuk terus meningkatkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) di situasi gempuran episiensi anggaran, tidak terkecuali bagi Kabupaten Lampung Barat.

Budaya dan pariwisata terbukti menjadi solusi strategis dan andalan dalam peningkatan PAD. Sektor ini tidak hanya memberikan kontribusi finansial langsung, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui penciptaan lapangan kerja dan pelestarian identitas lokal.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (SEKDA) Kabupaten Lampung Barat, Nukman saat menghadiri perhelatan Pesta Sekura Cakak Buah di Pemangku Umbul Lioh, Pekon (Desa) Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, Rabu 25 Maret 2026.

“Pesta Sekura Cakak Buah ini selain upaya untuk melestarikan budaya warisan nenek moyang kita terdahulu, kegiatan ini juga memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah yang dapat menarik para wisatan dari luar daerah,” kata Nukman.

Dengan semakin dikenalnya Budaya Sekala Bekhak melalui Pesta Sekura di tingkat nasional, diharapkan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Lampung Barat sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Tradisi tahunan yang biasa di gelar masyarakat Lampung Barat ini juga tidak hanya melestarikan budaya, tetapi untuk memperkuat nilai Budaya Sekala Bekhak sebagai kebanggaan daerah.

Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam melestarikan tradisi Sekura Cakak Buah, pemerintah memberikan dukungan nyata melalui penyaluran dana hibah kepada Pekon penyelenggara kegiatan Sekura Cakak Buah.

Dukungan ini merupakan wujud perhatian dan komitmen Pemda agar tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur ini dapat terus hidup, berkembang, serta tetap menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat di Bumi Sekala Bekhak.

Ia mengajak lapisan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta semangat kebersamaan selama berlangsungnya kegiatan ini sehingga pesta sekura dapat berjalan dengan lancar, meriah, dan penuh kegembiraan.

“Semoga kegiatan ini membawa kebahagiaan, mempererat persaudaraan, serta semakin memperkuat kecintaan kita terhadap budaya daerah,” tutup Nukman.(andri)