Persiapan Pengajian Akbar HUT ke-35, Pemkab Lampung Barat Gelar Senam dan Gotong Royong

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar senam dan gotong royong bersama sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Pengajian Akbar yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lampung Barat ke-35, Jum’at (18/09/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin, Kawasan Sekuting Terpadu, Pekon Wates, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, dengan dipimpin langsung Plt. Asisten Bidang Administrasi Umum, Drs. Syekhudin.

Senam dan gotong royong bersama ini diikuti oleh sejumlah Kepala Perangkat Daerah, tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta siswa dan siswi sekolah. Para peserta bersama-sama melakukan aktivitas kebugaran sebelum dilanjutkan dengan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar masjid.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta juga dihimbau membawa peralatan kebersihan, seperti sapu lidi, serok sampah dan karung.

Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung proses pembersihan kawasan Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin agar lebih bersih, rapi dan nyaman menjelang pelaksanaan Pengajian Akbar.

Plt. Asisten Bidang Administrasi Umum Kabupaten Lampung Barat, Drs. Syekhudin, mengatakan kegiatan senam dan gotong royong tidak hanya menjadi bagian dari persiapan teknis kegiatan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kebersamaan dan semangat gotong royong bersama dalam rangkaian HUT Kabupaten Lampung Barat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan kita menyambut Pengajian Akbar dalam rangkaian HUT Kabupaten Lampung Barat ke-35. Kita ingin memastikan lingkungan tempat pelaksanaan kegiatan dalam kondisi bersih, rapi dan nyaman,” ujar Syekhudin.

Menurutnya, keterlibatan seluruh perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga para pelajar menunjukkan adanya semangat kebersamaan dalam menyukseskan rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Lampung Barat.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kegiatan ini dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian kita terhadap lingkungan. Gotong royong merupakan budaya yang harus terus kita jaga dan tumbuhkan dalam kehidupan bermasyarakat,” katany.

Syekhudin juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan Pengajian Akbar yang akan menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT Kabupaten Lampung Barat ke-35.

“Mari kita sama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban, sehingga pelaksanaan Pengajian Akbar nantinya dapat berjalan dengan baik, lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(andri)

Parosil Dorong IJTI Jadi Mesin Promosi Kopi dan Wisata di Lampung Barat

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus meminta Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menjadi penangkal berita hoaks sekaligus wadah untuk mempromosikan potensi daerah.

Hal itu ditegaskan Parosil saat membuka Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) ke-1 IJTI Koordinator Daerah Barat di Aula Kagungan Setdakab, Rabu, 16 September 2026.

Korda Barat ini membawahi tiga kabupaten, Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus. Mengusung tema Membangun Integritas dan Profesionalisme Jurnalis.

Menurut Parosil, Lampung Barat memiliki banyak keunggulan potensi. Mulai dari kopi robusta sebagai penghasil utama, deretan objek wisata alam, hingga kekayaan budaya Sekala Bekhak.

“Lampung Barat ini penghasil kopi terbesar di Lampung namun dampak terhadap daerahnya belum ada karena belum ada regulasinya. Selain itu memiliki kekayaan objek wisata namun ada beberapa tempat yang tidak dapat dikelola kerena masuk dalam daerah TNBBS,” kata Parosil Mabsus.

Tidak hanya itu, Bupati Lampung Barat juga menjelaskan bahwa daerahnya sampai dengan saat ini masih konsisten melestari budaya yang diwariskan nenek moyang terdahulu.

Ia berharap dengan hadirnya IJTI di Lampung Barat, ke depan akan berperan penting dalam membantu Pemerintah Daerah dalam memaksimalkan potensi daerah. Menurutnya, media Televisi dapat lebih datail dalam menyajikan berita karena bukan hanya sekedar tulisan atau berbentuk narasi, namun menampilkan gambar sesuai dengan kondisi dan fakta.

“Televisi ini menyajikan berita bukan hanya cerita dan narasi tulisan, tapi gambar. Itu keunggulan televisi. Dan televisi adalah penangkal berita bohong,” ujar Parosil.

Ia menilai kehadiran IJTI di wilayah Barat Lampung menjadi momentum untuk memperkuat sinergi. Sebab, pemerintah daerah butuh media televisi untuk mengangkat potensi, sementara media butuh akses informasi yang akurat dari pemerintah.

“Dengan hadirnya IJTI ke Lampung Barat, mudah-mudahan bisa memberikan harapan. Daerah yang punya banyak unggulan ini bisa dipromosikan lewat televisi,” katanya.

Parosil juga menyinggung perubahan perilaku masyarakat. Hampir semua warga memiliki televisi, namun tidak semua menontonnya secara intens di tengah gempuran media sosial. Karena itu, kolaborasi konten yang kuat dan berimbang menjadi kunci.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Muskorda Hari Gunawan mengatakan pembentukan Korda Barat merupakan langkah strategis IJTI Lampung untuk menghimpun dan meningkatkan kapasitas jurnalis televisi di wilayah pesisir.

Senada, Ketua IJTI Pengda Lampung Andres Apandi menyebut pembentukan koordinator di daerah akan mempermudah komunikasi dan pembinaan profesionalisme jurnalis.

“Di tengah derasnya arus informasi digital, korda ini menjadi ruang untuk meningkatkan profesionalisme teman-teman di daerah, sekaligus menjaga marwah kemerdekaan pers,” kata Andres.

Sementara Ketua Umum IJTI Pusat Herik Kurniawan menegaskan, usia 28 tahun IJTI bukan hanya soal penguasaan teknik jurnalistik, melainkan menjaga filosofi dan etika.

“Kami siap kolaborasi, berdiri kokoh bersama publik untuk membangun Indonesia dari kawasan ini,” ujar Herik.

Muskorda ke-1 ini menjadi yang kedua digelar IJTI Lampung setelah sebelumnya dilaksanakan di Lampung Selatan.(nsr)

Bupati Parosil dan IJTI Tanam Pohon di Kebun Raya Liwa, Perkuat Komitmen Lampung Barat sebagai Kabupaten Konservasi

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Komitmen menjadikan Lampung Barat sebagai kabupaten konservasi kembali diperkuat melalui kolaborasi pemerintah daerah dan insan pers.

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menanam pohon di areal Kebun Raya Liwa (KRL), Rabu (16/9/2026).

Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) IJTI sekaligus bentuk dukungan terhadap program konservasi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus mengatakan, keterlibatan IJTI dalam penanaman pohon merupakan langkah strategis untuk memperkuat upaya mewujudkan Lampung Barat sebagai kabupaten konservasi.

“Hari ini Pak Bupati mengikuti undangan Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia dalam rangka Muskorda. Ini salah satu langkah yang cukup strategis, karena Lampung Barat ini adalah kabupaten konservasi,” kata Parosil.

Menurut Parosil, pohon yang ditanam IJTI memiliki beragam jenis, mulai dari tanaman buah hingga pohon kayu.

“Kawan-kawan IJTI melakukan penanaman pohon. Pohonnya beragam, ada buah, ada pohon kayu dan yang lain-lain,” ujarnya.

Ia berharap dukungan tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman pohon, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga lingkungan di Lampung Barat.

“Tentu harapan Pak Bupati dengan adanya dukungan seperti ini Kabupaten Lampung Barat betul-betul terwujud menjadi kabupaten konservasi,” kata Parosil.

Penanaman pohon tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin, unsur Forkopimda Lampung Barat, jajaran pemerintah daerah, Ketua IJTI Sumatera Gusti Yennosa, Ketua IJTI Provinsi Lampung Adres Ependi, serta 15 anggota IJTI Daerah Barat yang berasal dari Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus.

Ketua IJTI Pusat, Herik Kurniawan mengatakan, penanaman pohon di Kebun Raya Liwa bukan sekadar kegiatan simbolis. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan lingkungan.

“Penanaman pohon ini adalah sebuah simbol, simbol sebuah harapan masa depan bahwa saat ini kita bergerak bukan hanya untuk saat ini tapi juga untuk kebaikan di masa mendatang,” kata Herik.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan IJTI.

“Terima kasih kepada Pak Bupati dan jajarannya atas dukungannya untuk IJTI. Atas dukungan yang luar biasa ini menunjukkan bahwa kita bersinergi dalam rangka membuat karya jurnalistik yang berkualitas,” ujarnya.

Herik berharap sinergi antara IJTI dan pemerintah daerah dapat terus dijaga, baik isu lingkungan maupun dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

“Mari sama-sama kita mengawal untuk karya jurnalistik berkualitas yang ada di Kabupaten Lampung Barat,” kata dia.

Selain konservasi, Parosil berharap kehadiran jajaran IJTI di Lampung Barat dapat memperkuat promosi potensi wisata dan panorama alam daerah tersebut.

Ia secara khusus menyebut Kebun Raya Liwa sebagai salah satu potensi yang perlu diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada Pak Ketua IJTI Pusat. Mudah-mudahan kehadiran beliau dan rombongan bisa berkolaborasi dan mempromosikan keindahan dan panorama yang ada di Kabupaten Lampung Barat, salah satunya Kebun Raya Liwa,” tutur Parosil.(nsr)

Wakil Bupati Lampung Barat Hadiri Rapat Komisi II DPR RI, Membahas Dorong Optimalisasi Aset Daerah dan Penguatan Reforma Agraria

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin bersama kepala perangkat daerah menghadiri Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI melalui Video Konferensi di Ruang Rapat Pesagi, Kantor Bupati Lampung Barat, Selasa (15/09/2026).

Raker dan RPD Komisi II DPR RI tersebut membahas optimalisasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) dan aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta penguatan peran pemerintah daerah dalam Reforma Agraria dan perlindungan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta para Gubernur se-Indonesia. Sementara Bupati/Walikota mengikuti secara virtual melalui video konferensi.

Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda mengatakan, rapat tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI, khususnya pada bidang pertanahan, tata ruang dan keuangan daerah.

“Hari ini kita melaksanakan tugas fungsional pengawasan di bidang pertanahan, tata ruang dan keuangan daerah,” ujar Rifqinizamy.

Ia menjelaskan, salah satu agenda utama yang dibahas adalah pengelolaan aset pemerintah daerah, khususnya Barang Milik Daerah (BMD) dan aset BUMD yang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Agenda yang pertama terkait pengelolaan aset pemerintah daerah atau Barang Milik Daerah (BMD) serta aset BUMD yang berkontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah,” katanya.

Menurutnya, optimalisasi aset daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan keuangan daerah. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan aset yang dimiliki dapat dikelola secara baik sehingga memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.

Selain pengelolaan aset, Komisi II DPR RI juga menyoroti peran kepala daerah dalam Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA). Gubernur, bupati dan wali kota diharapkan berperan aktif dalam pelaksanaan Reforma Agraria di daerah masing-masing.

“Peran kepala daerah atau gubernur sebagai Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) sebagaimana ketentuan di dalam Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2022, begitu pula dengan bupati dan wali kota,” jelas Rifqinizamy.

Ia juga menyoroti persoalan tata ruang, khususnya terkait Lahan Sawah Dilindungi (LSD), yang menjadi salah satu isu penting dalam pembahasan Komisi II DPR RI.

“Persoalan yang terkemuka di Komisi II DPR RI terkait dengan tata ruang, terutama terkait dengan Lahan Sawah Dilindungi (LSD),” ujarnya.

Menanggapi rapat tersebut, Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat akan memperhatikan dan menindaklanjuti berbagai arahan yang disampaikan dalam rapat.

Menurut Mad Hasnurin, pengelolaan BMD dan aset BUMD harus dilakukan secara optimal agar aset daerah tidak hanya menjadi bagian dari administrasi pemerintahan, tetapi juga dapat memberikan manfaat dalam mendukung pembangunan dan peningkatan PAD.

“Rapat ini menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah. Kita akan menindaklanjuti arahan yang disampaikan, terutama dalam pengelolaan aset daerah agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan PAD,” kata Mad Hasnurin.

Ia menambahkan, Pemkab Lampung Barat juga akan memperkuat koordinasi terkait Reforma Agraria dan tata ruang, termasuk dalam pengawalan terhadap Lahan Sawah Dilindungi.

“Untuk Reforma Agraria dan Lahan Sawah Dilindungi, pemerintah daerah tentu akan terus berkoordinasi dan menjalankan peran sesuai kewenangan. Penataan ruang harus dilakukan dengan baik agar pembangunan tetap berjalan dan kepentingan perlindungan lahan juga tetap terjaga,” Pungkasnya.(andri)

Bupati Lambar Minta Peratin Data Ulang Warga yang Terhapus dari PBI.

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus meminta para peratin (Kepala Desa) untuk melakukan pendataan ulang warga yang terhapus dari kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Permintaan itu disampaikan Bupati Lampung Barat, Parosil Parosil saat menghadiri pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Hidayah, Pekon Muara Jaya II, Kecamatan Kebun Tebu, Minggu (13/9/2026).

Bupati Lampung Barat mengatakan, banyak keluhan warga yang sebelumnya masuk desil 1, 2 dan 3, namun kini tidak lagi tercover BPJS PBI dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Pak Peratin. Tolong nanti didata ya, mana masyarakat yang masuk desil satu, dua, dan tiga, tapi terhapus dari pada dana PBI sehingga tidak memiliki BPJS. Agar dibantu oleh Dinas Sosial,” kata Parosil.

Parosil menegaskan, pendataan ini penting agar warga yang kurang mampu tidak kehilangan akses terhadap pelayanan kesehatan.

“Supaya jangan terjadi hal yang tidak kita inginkan. Masyarakat kita mau berobat tapi tidak mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Selain soal BPJS, Parosil juga mengajak masyarakat menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan. Ia menilai pengajian harus memberi makna dan manfaat, bukan sekadar seremoni.

“Kita awali dari rumah tangga kita sendiri terlebih dahulu, bagaimana kita menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga,” katanya.

Sementaraketua pelaksana kegiatan Masudi mengatakan, kegiatan ini sebagai Ihtiyar untuk menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk mendengarkan, dan mengikuti pengajian tersebut dengan khidmat.(Andri)

Ribuan Peserta Padati Koni Fun Run HUT Lambar, Dua Motor Jadi Rebutan Warga

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Lapangan Purabakti, Pekon Purajaya, Kecamatan Kebun Tebu, ribuan warga tumpah ruah mengikuti Koni Fun Run 5K dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 Kabupaten Lampung Barat, Sabtu 12 Seftember 2026.

Kegiatan dilepas langsung Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus. Wakil Bupati Mad Hasnurin, Sekretaris Daerah Nukman beserta jajaran juga ikut lari bersama masyarakat sejauh 5 kilo.

“Pagi hari ini kita melaksanakan Fun Run dalam rangka HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat,” kata Parosil Mabsus sembari lari kecil mengikuti Fun Run.

Antrean peserta mengular sejak pagi. Panitia kewalahan karena yang datang jauh melebihi target.

“Pesertanya membludak, dukungan dari berbagai lapisan masyarakat luar biasa,” ujar Parosil.

Yang menarik, peserta didominasi anak muda. Fun run kini jadi gaya hidup baru di Lampung Barat.

“Ternyata kegiatan Fun Run saat ini, lagi digandrungin dengan kaum-kaum millennial,” Kata Bupati Lampung Barat sambil menunjuk peserta di sampingnya.

Usai garis finish, acara tidak langsung bubar. Bupati dan Wakil Bupati ikut senam bersama ribuan warga. Puncaknya pengundian hadiah. Panitia menyiapkan dua unit sepeda motor baru, dua sepeda listrik, dan puluhan alat elektronik.

Hadiah besar itu yang membuat warga rela jalan 5 kilo di bawah matahari. Teriakan nama pemenang beberapa kali memecah suasana Lapangan Purabakti.

Anggi, salah satu warga Kecamatan Kebun Tebu beruntung mendapatkan hadiah undian satu unit Sepeda Motor. Sedangkan satu unit lagi keberuntungan berpihak kepada ibu Meriyati.

Ketua Umum Koni Lampung Barat Muhammad Irfan Fadillah menegaskan, Koni Fun Run merupakan bentuk keterlibatan Koni dalam memeriahkan HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa dalam waktu dekat Lampung Barat akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV).

“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Lampung Barat. Mari bersama-sama kita raih prestasi terbaik di tingkat provinsi,” ujarnya.

Ia juga menitipkan pesan penting jelang Porprov dua bulan mendatang. “Kami tidak bisa berjalan sendiri. Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat Lampung Barat untuk mendoakan dan mendukung para atlet kita demi mengharumkan nama daerah di kancah provinsi,” pungkasnya.(andri)

Kontrak Diperpanjang, Gaji Naik Oktober, Kabar Baik Untuk PPPK Paruh Waktu Lambar

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus memastikan masa depan PPPK paruh waktu di daerahnya tidak berhenti di 2026. Kontrak mereka akan diperpanjang, sekaligus diikuti kenaikan gaji mulai Oktober mendatang.

Kepastian itu disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus usai menyerahkan bantuan seragam gratis di SMPN 1 Sekincau, Kamis 10 Seftember 2026.

“Kemarin baru saja diserahkan Pak Bupati kepada DPRD di sidang paripurna. Mudah-mudahan pembahasannya tidak terlalu lama di DPRD. Nanti setelah disahkan dalam bentuk APBD perubahan, akan kita sampaikan dengan Provinsi, setelah distujui kenaikan gaji PPPK Paruh Waktu akan segera terlaksana,” terang Parosil Mabsus.

Terkait masa kontrak PPPK paruh waktu Lampung Barat yang akan berakhir di bulan Oktober mendatang, Parosil Mabsus menegaskan Pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan perpanjangan kontrak.

“Tentu nanti setelah masa kontrak PPPK paruh waktu di Lampung Barat habis akan diperpanjang lagi,” tegasnya.

Parosil Mabsus menambahkan, kesejahteraan PPPK paruh waktu ini akan jadi prioritas selama keuangan daerah membaik.

“Ke depan untuk di APBD murni 2027 tidak menutup kemungkinan juga terjadi lagi kenaikan. Yang penting APBD kita kembali dalam kondisi yang normal, pendapatan juga meningkat. Nanti kesejahteraan menjadi skala prioritas,” kata Parosil.

Selain perpanjangan kontrak, kenaikan pendapatan juga sudah di depan mata. Targetnya cair awal Oktober 2026 setelah APBDP disahkan DPRD dan dievaluasi provinsi.

“Target kita di awal Oktober itu sudah terjadi kenaikan pendapatan dari pada PPPK paruh waktu. Untuk angka pastinya memang gambaran untuk sementara ini yang saat ini mendapat Rp500.000 jadi Rp750.000, yang dari Rp750.000 menjadi Rp 900.000,” jelas Parosil.

Parosil Mabsus menyebut angka itu masih bisa berubah tergantung pembahasan di DPRD. Tapi potensi turun sangat kecil.

“Dan tidak menutup kemungkinan tergantung nanti pembahasan di DPRD. Kalaupun mungkin ada kenaikan. Tapi kalau turun sangat kecil kemungkinan,” ujarnya.

Parosil juga mengingatkan agar pencairan gaji tidak molor. Ia tak ingin PPPK parih waktu kembali dibuat cemas karena jadwal yang berubah-ubah.

“Saya berharap pencairan ini tepat waktu. Artinya kalau memang di awal bulan, awal bulan. Kalau memang di akhir bulan, akhir bulan. Jangan sampai nanti bulan ini awal bulan, bulan depan akhir bulan. Itu akan menjadi problem bagi PPPK paruh waktu,” katanya.

Menjawab harapan PPPK paruh waktu agar diangkat jadi PNS, Parosil menegaskan Pemerintah Daerah hanya bisa mengusulkan.

“Termasuk juga harapan-harapan dari pada PPPK paruh waktu terkait dengan supaya mereka bisa menjadi PNS. Tentu sebagai pemerintah kita mempunyai kewenangan hanya melakukan pendataan sekaligus juga mengusulkan. Kalau masalah keputusannya ada di pemerintah pusat,” pungkasnya.(andri)

Pekon Sukarame Ditargetkan Mandiri dan Produktif Pasca Dicanangkan Desa Tapis

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pekon Sukarame, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat resmi jadi Pekon Binaan Desa Tapis Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Lampung. Pencanangan dilakukan langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Lampung Ny. Purnama Wulan Sari Mirza secara daring, Selasa 8 September 2026.

Program Desa Tapis ini fokus satu hal. Menguatkan keluarga dari bawah. Bukan sekedar plang dan seremonial.

“Kegiatan pencanangan Pekon Tapis ini merupakan wujud komitmen TP PKK Provinsi Lampung dalam memperkuat peran keluarga melalui pembinaan yang berkesinambungan dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK,” kata Purnama Wulan Sari.

TP PKK Provinsi tidak datang hanya memberi arahan. Lewat Pokja 2 dan Pokja 3, mereka langsung memberikan pelatihan ke kader PKK dan masyarakat  Sukarame.

Tujuannya jelas, menggali apa yang jadi kekuatan Pekon Sukarame, lalu dikembangkan jadi potensi yang mendongkrak kesejahteraan keluarga.

Desa Tapis ditargetkan berdampak langsung. Mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan keluarga, pelestarian lingkungan, sampai ekonomi keluarga yang mandiri.

“Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, kita ingin memperkuat kapasitas kader PKK agar semakin mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mewanti-wanti. Program ini harus dikawal dan dievaluasi secara terus-menerus. “Saya mengajak seluruh jajaran TP PKK, Pemerintah Lampung Barat, para kader, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal dan mengevaluasi program Desa Tapis ini secara berkelanjutan,” tegasnya.

Purnama menekankan, PKK tidak bisa jalan sendiri. Butuh sinergi dari tingkat provinsi sampai ke pekon, juga dengan pemerintah daerah dan instansi lain, sebab menurutnya, keberhasilan program PKK adalah keberhasilan kita bersama.

Ketua TP PKK Lampung Barat, Partinia Parosil Mabsus, menyambut baik pencanangan ini. Tapi ia titip pesan agar programnya berkelanjutan.

“Pencanangan ini bukan sekedar agenda seremonial melainkan motivasi berkelanjutan agar desa binaan mampu mandiri, produktif, dan menjadi percontohan bagi wilayah lainnya,” terang Partinia.

Ia berharap pembinaan ini memberi energi baru untuk Lampung Barat. Sekaligus mengapresiasi bantuan yang disalurkan TP PKK Provinsi ke Sukarame berupa kursi roda, bibit, mesin jahit, susu untuk anak posyandu, dan sembako untuk lansia.

“Terima kasih banyak Ibu Ketua. Mudah-mudahan bantuannya berkah, barokah, manfaat buat masyarakat Kabupaten Lampung Barat,” ucapnya.

“Dengan status baru ini, Sukarame kini jadi percontohan PKK Provinsi di Lampung Barat. Ujiannya ada di lapangan, apakah pelatihan, pangan, dan ekonomi keluarga benar-benar bergerak, atau hanya berhenti di pencanangan,” pungkasnya.(Andri)

290 Siswa Batu Brak Dapat Seragam Gratis di Tengah Produktivitas Kopi Menurun

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Produksi kopi di Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat tahun 2026 mengalami penurunan 50-60 persen. Di saat yang sama ratusan siswa SD dan SMP harus tetap sekolah.

Untuk meringankan, Pemerintah Kabupaten  Lampung Barat membagikan bantuan seragam gratis ditambah alat tulis di SDN 1 Kegeringan, Selasa 8 September 2026. Rinciannya, 230 siswa SD dan 60 siswa SMP. Masing-masing siswa menerima 3 setel seragam.

Pembagian seragam geratis dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Mad Hasnurin, Anggota DPRD Herpin, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat dan para dewan guru.

Perwakilan wali murid Batu Brak, Gunawan, menyebut program itu sangat membantu. “Program ini sangat membantu dan menyelamatkan kami. 80 persen masyarakat Batu Brak petani kopi. Tahun ini produksi turun hingga 50-60 persen, sementara kebutuhan anak sekolah tetap ada,” kata Gunawan.

Menurutnya, bantuan itu memotong dua pos belanja keluarga. “Setidaknya dapat mengurangi dua aitem Pak Bupati, baik baju seragam dan buku tulis. Kami tinggal memikirkan satu aitem lagi yakni sepatu,” ujarnya.

Gunawan meminta program ini dilanjutkan. Ia juga menyampaikan dua usulan. Pertama, SMPN 1 Batu Brak perlu pagar karena lokasinya berbatasan langsung dengan kebun kopi warga sehingga pengawasan guru lebih extra. Kedua, penambahan tenaga pendidik karena masih ada guru yang merangkap mata pelajaran.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus meminta orang tua tidak membeli seragam terlebih dahulu sebelum dilakukan pembagian seragam gratis dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

“Kalau Bapak Ibu suka dengan program ini ke depan kita komitmen untuk tahun depan, orang tua murid jangan dulu membelikan anaknya seragam. Ini memang akan menjadi PR Dinas Pendidikan bagaimana caranya agar pembagian seragam dilakukan lebih cepat lagi, kalau memungkinkan di bulan Agustus sudah kita bagikan,” kata Parosil.

Selain seragam gratis, Parosil menyebut Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga menjalankan program beasiswa. Di antaranya beasiswa kedokteran dan program Satu Keluarga Satu Sarjana. Tahun ini dibuka dua jurusan untuk program Satu Keluarga Satu Sarja di Universitas Terbuka, yakni PGSD dan Kewirausahaan.

“Kalau Bapak Ibu, keluarganya masih ada yang belum ada sarjananya, bisa mengikuti program beasiswa satu keluarga satu sarjana dengan jurusan PGSD dan Kewirausahaan. Program ini sudah kita mulai dari tahun ini,” pungkasnya.(andri)

Program Tiga Setel Seragam Gratis Berhasil Pangkas Beban Orang Tua.

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Sebanyak 1.048 setel seragam sekolah gratis dibagikan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kepada siswa di Kecamatan Sukau dan Lumbok Seminung, Senin 7 September 2026.

Pembagian dilakukan langsung Bupati dan wakil Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus – Mad Hasnurin di SMP Negeri 1 Lumbok Seminung untuk 355 siswa, dan di SMP Negeri 1 Sukau untuk 693 siswa. Setiap anak menerima tiga jenis seragam putih-merah, Pramuka, dan batik.

Salah satu wali murid di Lumbok Seminung, Suryadi, merasakan dampaknya. Menurutnya bantuan ini memangkas pengeluaran bulanan untuk kebutuhan sekolah.

“Sebagai orang tua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, khususnya Bapak Bupati. Bantuan ini sangat membantu kami karena dapat meringankan beban sekaligus memotivasi anak-anak agar semakin semangat belajar di sekolah,” ujar Suryadi.

Selain soal ekonomi, Suryadi menilai seragam baru juga berdampak ke anak. Siswa jadi lebih percaya diri dan semangat ke sekolah,” terangnya.

Terpisah, Meliana wali murid Kecamatan Sukau menyampaikan apresiasi atas program tersebut. Menurutnya, pemberian seragam gratis sangat membantu orang tua karena harga perlengkapan sekolah yang harus dibeli untuk anak cukup besar jika ditanggung sendiri.

la berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan dan bila memungkinkan diperluas ke kebutuhan sekolah lainnya.

“Terima kasih atas pembagian seragam gratis ini kepada putra-putri kami di Kecamatan Sukau. Kalau harus membeli sendiri tentu biayanya cukup mahal,” ujar Meliana.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Barat mengatakan program ini bukan hal baru. Parosil menyebut ini kelanjutan kebijakan periode pertamanya. Bedanya, jumlah bantuan dinaikkan setelah ada evaluasi dan masukan orang tua.

“Pada periode sebelumnya ada seragam gratis satu setel dan tas. Setelah kita evaluasi di lapangan, orang tua menginginkan seragam gratis tetap diberikan sebanyak tiga setel, yaitu putih-merah, Pramuka dan batik berikut alat tulis,” kata Parosil.

Bupati Lampung Barat beralasan, ketiga jenis itu memang seragam wajib yang dipakai siswa setiap minggu. Jika diberikan sekaligus, orang tua tidak perlu lagi menambah anggaran untuk membeli sendiri.

Parosil juga menyampaikan permohonan maaf. Ia mengakui pembagian seragam tahun ini terlambat. Seharusnya seragam sudah diterima siswa di awal tahun ajaran, bukan awal September.

“Persoalan keterlambatan pembagian karena pengadaannya cukup banyak. Tetapi saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar pembagian seragam gratis ini bisa lebih cepat,” ujarnya.

Ia memerintahkan Dinas Pendidikan mengevaluasi total proses pengadaan dan distribusi. Tujuannya agar tahun depan bantuan bisa sampai ke sekolah sebelum siswa membutuhkan.

Menurut Parosil, program pendidikan tidak bisa hanya dirancang dari kantor. Masukan orang tua di lapangan harus jadi acuan penyempurnaan kebijakan.(andri)