Hadiri Entry Meeting Ombudsman RI 2026, Bupati Parosil Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menghadiri Sosialisasi (Entry Meeting) Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik (Opini Ombudsman RI) Tahun 2026 yang digelar di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Lampung tersebut dibuka langsung oleh Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Dr. Rahmadi Indra.

Entry meeting ini menjadi langkah awal pelaksanaan Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026 yang akan dilakukan Ombudsman RI terhadap pemerintah daerah, instansi vertikal, kepolisian, lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan, kantor imigrasi, hingga kantor pertanahan di Provinsi Lampung.

Sosialisasi tersebut dihadiri Gubernur Lampung, para bupati dan wali kota se-Provinsi Lampung, jajaran pemerintah daerah, serta pimpinan instansi vertikal yang menjadi objek penilaian pelayanan publik tahun 2026.

Melalui kegiatan ini, Ombudsman RI memberikan pemahaman terkait mekanisme, indikator, serta standar penilaian maladministrasi sebagai upaya memperkuat pengawasan dan mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik sesuai amanat Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Usai mengikuti kegiatan, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta bebas dari praktik maladministrasi.

“Kami menyambut baik pelaksanaan Penilaian Maladministrasi Tahun 2026 ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk terus memperbaiki tata kelola pelayanan publik,” ungkap Parosil.

Menurut Parosil, penilaian tersebut bukan sekadar mengejar hasil, tetapi menjadi bahan evaluasi agar seluruh perangkat daerah mampu memberikan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Parosil berharap seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menjadikan proses penilaian Ombudsman RI sebagai momentum memperkuat budaya melayani serta meningkatkan profesionalisme aparatur.

“Saya berharap seluruh OPD dapat mempersiapkan diri dengan baik, melengkapi seluruh standar pelayanan, serta terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik,” harapnya.

Sebab pada akhirnya, lanjut Parosil, yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang berkualitas, berkeadilan, dan memberikan kepastian.

“Itu yang menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat,” pungkasnya.(nsr)

Kominfo Lampung Barat Paparkan Penguatan Layanan Digital dan Aplikasi BAKAS saat Apel Mingguan ASN

LAMBAR -(deklarasinews.com)-  Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengikuti apel mingguan di halaman Kantor Bupati Lampung Barat, Senin (20/7/2026).

Pada apel tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bertindak sebagai petugas apel sekaligus memaparkan berbagai program strategis di bidang transformasi digital, pelayanan informasi publik, dan keamanan data.

Kepala Dinas Kominfo Lampung Barat, Burlianto Eka Putra, yang bertindak sebagai pembina apel menjelaskan bahwa Dinas Kominfo memiliki tiga bidang utama, yakni Bidang Aplikasi Informatika (Aptika), Bidang Komunikasi dan Informasi Publik (KIP), serta Bidang Persandian.

Menurut Burlianto, Bidang Aptika memiliki tugas merumuskan, melaksanakan, mengoordinasikan, dan mengevaluasi kebijakan terkait pengelolaan aplikasi, infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tata kelola pemerintahan berbasis elektronik (e-Government), serta pengembangan ekosistem digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Ia menyampaikan, Pemkab Lampung Barat telah membangun jaringan intra pemerintah berbasis fiber optik yang menghubungkan seluruh perangkat daerah dengan akses internet terpusat di Dinas Kominfo.

Sistem tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan keamanan data sekaligus mencegah potensi kebocoran informasi.

“Melalui jaringan intra pemerintah yang terpusat ini, keamanan, efektivitas, dan fleksibilitas jaringan dapat ditingkatkan, sekaligus memberikan efisiensi anggaran belanja internet setiap tahunnya,” ujar Burlianto.

Saat ini, lanjutnya, Dinas Kominfo juga tengah melakukan penambahan akses point di sejumlah perangkat daerah yang masih belum terjangkau jaringan internet nirkabel (WiFi).

Selain melayani kebutuhan internal pemerintahan, Dinas Kominfo juga menyediakan layanan WiFi publik gratis di enam titik, yakni Lapangan Pemda, Taman Kota Liwa, Pertokoan Ham Tebiu, Lamban Pancasila, GOR Aji Saka, dan Mal Pelayanan Publik.

Layanan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses informasi, belajar, bekerja, maupun memenuhi kebutuhan komunikasi tanpa harus terbebani kuota internet.

Pada bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Burlianto menjelaskan bahwa Pemkab Lampung Barat saat ini telah menjalin kemitraan dengan 272 media massa yang terdiri atas 97 surat kabar harian, 23 surat kabar mingguan, 135 media siber, 15 stasiun televisi, dan dua stasiun radio.

Kemitraan tersebut bertujuan memperluas penyebarluasan informasi mengenai pembangunan, program, dan kebijakan pemerintah daerah agar dapat diterima masyarakat secara cepat, akurat, dan berimbang.

Selain melalui media massa, publikasi kegiatan pemerintah juga dilakukan melalui kanal media sosial resmi Pemkab Lampung Barat, seperti Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, podcast, serta Radio Swara Praja.

Dalam kesempatan itu, Burlianto juga memperkenalkan aplikasi Berkas Administrasi Kepegawaian dan Absensi (BAKAS) yang dikembangkan Dinas Kominfo bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Aplikasi tersebut merupakan pengembangan dari aplikasi SINETRON dan memiliki sejumlah fitur, antara lain absensi berbasis telepon pintar, manajemen kinerja pegawai, layanan administrasi kepegawaian, serta simulasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Dalam waktu dekat akan dilakukan simulasi atau uji coba penggunaan aplikasi BAKAS di seluruh perangkat daerah. Kami berharap seluruh pimpinan dapat memberikan dukungan agar aplikasi ini segera diterapkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat,” kata Burlianto.

Ia menambahkan, aplikasi BAKAS nantinya dapat diunduh melalui Play Store dan akan digunakan oleh seluruh ASN, termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), baik penuh waktu maupun paruh waktu.(nsr)

Jalankan Arahan Presiden, Bupati Lampung Barat Cek Menu MBG di Sekincau dan Way Tenong

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Menjalankan intruksi Presiden Prabowo Subianto, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus melakukan pengecekan kualitas dan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Sekincau dan SMPN 1 Way Tenong, Kamis (16/07/2026).

Kunjungan ini untuk memastikan program strategis nasional tersebut berjalan sesuai standar gizi, higienis, dan disukai siswa.

Setibanya di lokasi, Bupati Lampung Barat langsung berdialog dengan para siswa. Hal pertama yang ditanyakan Bupati adalah menu makanan apa yang paling disukai.

Bupati Lampung Barat meminta dewan guru menjadi jembatan aspirasi siswa kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Anak-anakku semua boleh menyampaikan menu makanan apa yang menjadi makanan kesukaan kalian. Sampaikan kepada gurunya supaya dewan gurunya menyampaikan usulan kepada pihak SPPG,” kata Bupati di hadapan siswa.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam menentukan menu penting agar MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga menarik dan habis dikonsumsi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lampung Barat juga mengingatkan siswa agar tidak memaksakan diri mengonsumsi makanan MBG jika terdapat indikasi tidak layak.

“Jika ada makanan yang aromanya tidak sedap atau basi, anak-anakku semua jangan dipaksakan untuk dikonsumsi. Segera laporkan kepada dewan gurunya,” pesan Parosil.

Langkah ini, kata Bupati Lampung Barat untuk memastikan keamanan pangan dan mencegah risiko keracunan pada siswa.

Bupati menegaskan, MBG merupakan program strategis nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Ini program untuk meningkatkan gizi dan kecerdasan anak-anak kita. Semua pihak berkewajiban untuk mendukung dan melakukan pengawasan agar program tersebut berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

“Kita wajib mengawasinya bersama-sama agar program ini berjalan sesuai rencana,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berkomitmen terus melakukan monitoring ke sekolah-sekolah penerima MBG agar kualitas, kebersihan, dan ketepatan waktu distribusi tetap terjaga.(andri)

Bupati Parosil Perkuat Sinergi dengan Kanwil Kemenkum Lampung, Dorong Perlindungan Produk Hukum dan Kekayaan Intelektual Daerah

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum RI Provinsi Lampung, Taufiqurrakhman, beserta jajaran di ruang kerja bupati, Selasa (14/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, kolaborasi, dan sinkronisasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat dengan Kanwil Kementerian Hukum RI Provinsi Lampung dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pelayanan hukum.

Kepala Kanwil Kementerian Hukum RI Provinsi Lampung, Taufiqurrakhman, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda silaturahmi dengan seluruh kepala daerah di Provinsi Lampung.

“Kami menyampaikan tugas dan fungsi Kanwil Hukum yang berkaitan dengan pelayanan hukum kepada pemerintah daerah, baik kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat,” ujarnya.

“Kami siap membantu dan mendukung program daerah melalui koordinasi dan sinkronisasi sesuai tugas dan fungsi kami,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, pihaknya siap mendampingi Pemkab Lampung Barat dalam memetakan potensi kekayaan intelektual daerah.

Menurutnya, berbagai potensi mulai dari sektor pertanian, peternakan hingga hasil karya masyarakat dapat didaftarkan agar memperoleh perlindungan hukum.

“Intinya kami siap mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat sesuai dengan tugas dan fungsi kami,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menyambut baik kunjungan tersebut.

Bupati berharap hubungan yang selama ini telah terjalin dapat semakin diperkuat demi mendukung pembangunan daerah.

“Tujuan kita sama, yaitu membangun komunikasi, kolaborasi, dan sinergitas antara Pemkab Lampung Barat dengan Kanwil Hukum Provinsi Lampung,” ungkap Bupati Parosil.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini. Mudah-mudahan koordinasi yang terus terjalin dapat mendukung pencapaian target RPJMD Kabupaten Lampung Barat serta Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” imbuhnya.

Menurut Parosil, selama ini hubungan antara Pemkab Lampung Barat dan Kanwil Kementerian Hukum telah berjalan dengan baik, terutama dalam penyusunan berbagai produk hukum daerah seperti rancangan peraturan daerah (Ranperda) maupun peraturan bupati (Perbup).

Selain itu, Parosil juga menilai perlindungan terhadap kekayaan intelektual dan identitas daerah menjadi hal yang sangat penting.

Berbagai budaya dan ciri khas Lampung Barat perlu memiliki kepastian hukum agar tidak menimbulkan persoalan kepemilikan di kemudian hari.

“Kepastian hukum penting untuk mengantisipasi dan menghindari terjadinya ego kepemilikan di masa yang akan datang. Apa yang menjadi identitas daerah harus mendapatkan perlindungan hukum, apalagi Lampung Barat dalam budaya punya Sekura dan Orkes Gambus,” jelasnya.

Lebih lanjut, Parosil menekankan pentingnya harmonisasi setiap rancangan peraturan daerah bersama Kanwil Kementerian Hukum sebelum disahkan.

Setelah menjadi peraturan, menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat juga harus dilakukan agar aturan tersebut dapat dipahami dan diterapkan dengan baik.(andri)

Pemkab Pesisir Barat Resmi Awali Tahun Ajaran 2026/2027, Ir. Armand Achyuni Pimpin Upacara di SMPN 3 Krui

PESIBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat secara resmi mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar Upacara Bendera di SMP Negeri 3 Krui, Pekon Rawas, Senin (13/07/2026). Upacara tersebut dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Ir. Armand Achyuni.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat Edi Yusron, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Barat Marnentinus, S.IP., beserta jajaran, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pesisir Barat Irhamudin, S.K.M., S.H., M.M., Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pesisir Barat, perwakilan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan), Camat Pesisir Tengah, Ketua MKKS Pesisir Barat, Ketua K3S Pesisir Barat, Ketua PGRI Pesisir Barat, Kepala SMP Negeri 1 Krui, Kepala SMP Negeri 2 Krui, Kepala SD Negeri 10 Krui, Peratin Pekon Rawas, kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik.

Upacara Bendera pada hari pertama masuk sekolah menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat belajar, memperkuat kedisiplinan, serta menanamkan nilai-nilai karakter positif bagi seluruh peserta didik dalam mengawali proses pembelajaran di Tahun Ajaran 2026/2027.

Dalam amanatnya, Ir. Armand Achyuni menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Karena itu, seluruh peserta didik diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya, menghormati guru, mematuhi tata tertib sekolah, serta terus meningkatkan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Ia juga mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, dan kondusif agar proses pendidikan dapat berlangsung secara optimal.

Pada kesempatan tersebut, Ir. Armand Achyuni turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat merupakan kunci dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Pesisir Barat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Barat, Marnentinus, S.IP., berharap seluruh satuan pendidikan dapat mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan penuh semangat serta terus meningkatkan mutu pembelajaran dan pembinaan karakter peserta didik sesuai dengan arah kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

Melalui pelaksanaan Upacara Bendera pada hari pertama masuk sekolah tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan sektor pendidikan sebagai salah satu upaya mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing menuju Pesisir Barat yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera. (Arnandes,cmy)

Tinjau Sekolah Kopi, Bupati Parosil Beri Pesan ke Dinas Perkebunan Hingga Karyawan

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, meninjau Sekolah Kopi yang berlokasi di Pekon Sukajaya, Kecamatan Sumber Jaya, Senin (13/7/2026) pagi.

Sekolah Kopi yang menjadi salah satu ikon sekaligus destinasi edukasi dan wisata unggulan Kabupaten Lampung Barat itu mendapat perhatian khusus dari Bupati Parosil.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Kopi tidak hanya menjadi pusat pembelajaran mengenai kopi, tetapi juga menjadi etalase potensi kopi robusta Lampung Barat yang harus terus dikembangkan agar semakin dikenal dan diminati masyarakat maupun wisatawan.

“Sekolah Kopi ini merupakan kebanggaan Kabupaten Lampung Barat. Tempat ini bukan hanya menjadi sarana belajar tentang kopi, tetapi juga menjadi wajah daerah dalam memperkenalkan kualitas kopi robusta kita,” ujar Parosil.

“Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga dan dikembangkan agar semakin banyak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan,” imbuhnya.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Parosil didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Ia melihat langsung berbagai fasilitas yang tersedia di kawasan Sekolah Kopi, mulai dari laboratorium kopi dan ruang kelas sebagai tempat pembelajaran teori budidaya, green grading hingga praktik penyeduhan (brewing).

Selain itu, kedai kopi dan gazebo untuk menikmati sajian kopi robusta khas Lampung Barat, fasilitas penginapan berupa cottage dan area camping ground, hingga aula pertemuan, taman bermain anak, mushola, toilet, sampai area parki juga mendapat perhatian dari Bupati Parosil.

Dari hasil peninjauan, Parosil meminta seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dengan baik serta dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan kenyamanan kepada para pengunjung.

Ia juga menginstruksikan Dinas Perkebunan beserta perangkat daerah terkait agar terus menghadirkan inovasi dalam pengelolaan Sekolah Kopi sehingga memiliki daya tarik yang semakin kuat.

“Saya meminta Dinas Perkebunan bersama OPD terkait terus berinovasi. Ciptakan program-program yang menarik, kegiatan edukasi yang kreatif, maupun event yang mampu menarik minat masyarakat untuk datang ke Sekolah Kopi,” pintanya.

Menurutnya, jangan sampai fasilitas yang sudah terjaga baik selama ini hanya berjalan biasa-biasa saja, namun mesti ada pembaruan sehingga jumlah pengunjung terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Selain itu, Parosil juga berpesan kepada seluruh karyawan Sekolah Kopi agar menjaga kualitas pelayanan kepada setiap pengunjung.

Menurutnya, pelayanan yang ramah, kebersihan lingkungan, serta kondisi fasilitas yang terawat menjadi faktor penting dalam menciptakan kesan positif bagi setiap orang yang datang.

“Saya berpesan kepada seluruh karyawan Sekolah Kopi, jagalah fasilitas yang sudah dibangun ini seperti milik sendiri. Pastikan kebersihan lingkungan selalu terjaga, rawat setiap fasilitas dengan baik, dan berikan pelayanan yang ramah, cepat, serta profesional kepada seluruh pengunjung. Kalau pengunjung merasa nyaman dan puas, mereka akan kembali lagi bahkan mengajak orang lain untuk datang ke Lampung Barat,” pesan Parosil.

Sebab kata Parosil, keberhasilan Sekolah Kopi tidak hanya diukur dari megahnya bangunan dan lengkapnya fasilitas, tetapi juga dari kualitas pelayanan serta kemampuan menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung.

Melalui pembenahan pelayanan, peningkatan kebersihan, perawatan fasilitas, serta inovasi yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berharap Sekolah Kopi semakin berkembang sebagai destinasi edukasi, wisata, sekaligus pusat promosi kopi robusta unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(andri)

Bupati Lampung Barat Ikuti GAMAS : Ayah Hadir, Anak Percaya Diri, Keluarga Berkualitas

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Tepat di hari pertama masuk sekolah, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus ikut serta dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

Bupati secara langsung mengantar putrinya di SDN 2 Pekon Purajaya, Kecamatan Kebun Tebu, Senin (13/07/2026). Kehadiran Bupati dalam GAMAS ini menjadi contoh nyata dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan peran ayah dalam keluarga dan pendidikan anak.

Menurut Bupati Lampung Barat, kehadiran seorang ayah di hari pertama sekolah memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar mengantar.

“Kehadiran seorang ayah di hari pertama sekolah bukan sekadar mengantar, melainkan wujud nyata dari kasih sayang, perhatian, dan komitmen kita dalam meletakkan fondasi masa depan anak-anak kita. Ketahanan keluarga sejati dimulai dari hubungan yang hangat dan harmonis antara orang tua dan anak,” ungkap Parosil.

Bupati Lampung Barat menilai dukungan emosional dari ayah sangat penting untuk membangun semangat dan rasa percaya diri anak saat memulai tahun ajaran baru.

Ia menjelaskan, keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan dan pendidikan akan berdampak langsung pada tumbuh kembang anak.

“Ketika seorang ayah terlibat aktif, anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri yang tinggi, disiplin, serta memiliki karakter yang kuat untuk meraih cita-citanya,” jelasnya.

Gerakan GAMAS digagas untuk memperkuat peran ayah dalam keluarga. Tujuannya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Bupati Lampung Barat berharap GAMAS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. “Mari kita jadikan GAMAS ini sebagai budaya positif yang dimulai dari lingkungan keluarga. Bersama-sama, mari kita wujudkan keluarga yang harmonis, lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, serta generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” ajaknya.

Bupati Parosil menitipkan harapan untuk seluruh siswa baru di Lampung Barat.”Semoga setiap langkah anak-anak di hari pertama sekolah menjadi awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang gemilang.

Dengan gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat ingin mengajak seluruh ayah di Lampung Barat untuk terlibat dan menjadi bagian utama dalam perjalanan pendidikan anak-anak.(andri)

Buka MPLS di SMPN 1 Sumber Jaya, Parosil Mabsus : Disiplin, Integritas, dan Seragam Gratis untuk Siswa Baru

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kecamatan Sumber Jaya, Senin (13/07/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah sebelum memulai pembelajaran.

Pembukaan MPLS dikemas dengan upacara mingguan yang dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Barat. Disela kegiatan Bupati Lampung Barat menyerahkan pigama penghargaan bagi siswa berprestasi.

Dalam arahannya, Bupati Lampung Barat menegaskan bahwa MPLS merupakan kegiatan wajib di awal tahun ajaran baru untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK. Tujuannya untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, fasilitas, kurikulum, dan budaya belajar yang sehat tanpa adanya perpeloncoan maupun kekerasan.

Parosil Mabsus juga menjelaskan, MPLS memiliki peran penting dalam membantu siswa baru beradaptasi. “MPLS membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, mulai dari aspek keamanan, fasilitas umum, hingga sarana prasarana sekolah. Di sini juga kita menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru,” ujar Parosil.

Lebih dari itu, dikatakan Bupati Lampung Barat kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun karakter. Menurutnya, MPLS bertujuan mengembangkan interaksi positif antar siswa dan warga sekolah.

“Harapannya bisa menumbuhkan perilaku positif seperti kejujuran, kemandirian, saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat. Tujuannya untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong9 royong,” jelasnya.

Di hadapan ratusan siswa baru, Bupati Lampung Barat berpesan agar para siswa mengedepankan kedisiplinan dan tanggung jawab selama mengikuti kegiatan.

“Anak-anakku, tujuan utama MPLS adalah untuk memahami tata tertib sekolah. Jadi kedepankan disiplin dan tanggung jawab. Itu modal utama kalian untuk sukses belajar,” pesan Bupati

Pada kesempatan itu, Parosil juga menyampaikan kabar baik terkait program pendidikan Pemerintah Lampung Barat. Bupati mengingatkan siswa baru untuk tetap mengenakan seragam merah putih terlebih dahulu.

“Saya minta anak-anakku semua sementara pakai dulu seragam merah putih. Jangan sampai membebani orang tua. InsyaAllah tidak lama lagi pembagian seragam gratis dari Pemerintah Daerah akan segera dilakukan,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memiliki program pembagian tiga stel seragam gratis berikut alat tulis bagi seluruh siswa baru tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Lampung Barat.

Menurut Parosil Mabsus, program ini merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah untuk mengurangi beban orang tua murid di awal tahun ajaran baru.

Dengan dibukanya MPLS ini, diharapkan siswa baru di Lampung Barat dapat memulai tahun ajaran dengan semangat baru, lingkungan yang kondusif, dan dukungan penuh dari pemerintah daerah.(andri)

Didampingi Bupati Parosil, Gubernur Mirzani Sapa Warga BNS: Rp 45 Miliar Untuk Jalan Demi Swasembada Pangan

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bertemu langsung dengan warga Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) di halaman Kantor Kecamatan BNS, Rabu (08/07/2026).

Kehadiran Gubernur di lumbung pangan Lampung Barat ini membawa kabar baik. Tahun 2026, Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran Rp 45 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Kecamatan BNS.

Dalam kesempatan itu, Bupati Parosil menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

“Saya atas nama Pemerintah dan masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur yang sudah berkomitmen meningkatkan infrastruktur di Lampung Barat,” katanya.

Ia menyampaikan Kecamatan BNS dan Suoh ini merupakan daerah strategis penghasil pertanian diantaranya padi, kopi, coklat dan kelapa. Menurutnya lokasi ini penting dalam mendukung program Swasembada Pangan yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo Subianto.

“Perbaikan jalan ini sangat dinanti masyarakat, karena selama ini pendistribusian hasil pertanian terkendala akses yang belum maksimal,” ucapnya.

Dengan jalan yang baik, menurut Bupati Lampung Barat maka biaya angkut murah, hasil panen petani sampai ke pasar lebih cepat, dan harga di tingkat petani bisa lebih baik.

“Ini bentuk nyata keberpihakan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Bupati Parosil mengajak seluruh warga BNS untuk mendukung dan menjaga pembangunan ini. “Mari kita sambut baik para pekerja, kita jaga bersama-sama. Karena jalan ini bukan untuk pemerintah, tapi untuk kita semua,” pungkas Parosil.

Sementara, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan, pembangunan ruas jalan di Lampung Barat tahun 2025 mencakup lima ruas jalan. Progres saat ini sudah 20 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.

“Empat ruas di Kecamatan BNS dan satu ruas perbatasan Lampung Barat menuju Sumatra Selatan,” jelasnya.

Gubernur menegaskan, Suoh dan BNS memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian untuk itu pihaknya berkomitmen meningkatkan mutu infrastruktur.

“Wilayah ini potensinya tinggi untuk padi, coklat, kopi, pisang dan kelapa. Untuk itu Pemerintah Provinsi Lampung memberikan perhatian khusus pada peningkatan infrastruktur agar distribusi hasil pertanian berjalan lancar,” ujarnya.

Lebih dari infrastruktur, Gubernur juga menyoroti masa depan Sumber Daya Manusia (SDM). Dikatakannya ketika dirinya menjadi Gubernur Lampung Ia berkomitmen untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat Suoh dan BNS diantaranya melalui peningkatan infrastruktur.

Ia berharap dengan meningkatnya infrastruktur dapat meningkatkan roda prekonomian masyarakat dari mudahnya penyaluran hasil pertanian.

“Dengan meningkatnya infrastruktur diharapkan mempermudah masyarakat dalam menyalurkan hasil pertanian sehingga masyarakatnya semakin sejahtera,” tuturnya.

Untuk mendongkrak produktivitas pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan bantuan berupa pupuk hayati. “Pemerintah Provinsi Lampung memiliki program pupuk hayati cair guna meningkatkan produktivitas hasil pertanian masyarakat,” jelasnya.

“Satu pekon saya kasih satu fasilitas pembuat pupuk agen hayati. Selain itu, 10 unit Driyer juga akan diserahkan untuk masyarakat Kecamatan Suoh dan BNS,” paparnya.

Pertemuan Gubernur dan Bupati dengan masyarakat ini menjadi bukti sinergi kuat antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dalam mengakselerasi pembangunan di wilayah Lampung Barat.(andri)

Terima Audiensi Mahasiswa IPB University, Bupati Parosil Dorong Inovasi Kopi Bernilai Ekonomi Tinggi

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus menerima audiensi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) University yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Lampung Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Senin (6/7/2026).

Audiensi tersebut sekaligus menjadi momen penyerahan 11 mahasiswa IPB University yang akan menjalankan program KKN selama 40 hari, mulai pada tanggal 7 Juli hingga 17 Agustus 2026, ditempatkan di Pekon Pura Jaya, Kecamatan Kebun Tebu.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University, Danang Arya Nugroho, S.E., M.Si., para asisten, kepala perangkat daerah, serta mahasiswa IPB University.

Dalam sambutannya, Bupati Parosil Mabsus menyampaikan apresiasi kepada IPB University yang kembali mempercayakan Lampung Barat sebagai lokasi pelaksanaan KKN.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui inovasi dan pendampingan yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah.

Parosil juga memaparkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Lampung Barat, mulai dari sektor pertanian, perkebunan kopi, hingga destinasi wisata alam seperti Danau Ranau, pasar tematik, Kebun Raya Liwa, serta berbagai objek wisata lainnya.

“Lampung Barat memiliki potensi alam yang luar biasa dan masyarakat yang masih kuat menjaga adat istiadat. Ini menjadi modal penting untuk pembangunan berkelanjutan,” ujar Parosil.

Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh pekon di Lampung Barat memiliki potensi besar di sektor perkebunan kopi robusta. Dengan luas areal perkebunan lebih dari 54 ribu hektare dan produksi sekitar 63 ribu ton per tahun, komoditas kopi menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 36 ribu kepala keluarga atau sekitar 70 persen rumah tangga petani di Lampung Barat.

Karena itu, Parosil berharap kehadiran mahasiswa KKN IPB University mampu menghadirkan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan nilai tambah komoditas kopi melalui pengembangan produk turunan yang memiliki daya saing dan nilai ekonomi lebih tinggi.

“Saya berharap hasil inovasi mahasiswa KKN IPB University dapat menginspirasi para petani kopi untuk lebih berkreasi, sehingga kopi tidak hanya dikonsumsi sebagai minuman, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi,” katanya.

Selain itu, Parosil juga berharap para mahasiswa dapat membaur dengan masyarakat selama menjalankan KKN. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan di lapangan.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University, Danang Arya Nugroho, mengatakan Lampung Barat merupakan daerah yang memiliki daya tarik tersendiri bagi mahasiswa serta menjadi wilayah yang sangat strategis untuk proses pembelajaran langsung di tengah masyarakat.

“Lampung Barat sangat potensial untuk digali. Kami titip mahasiswa kami selama 40 hari ke depan untuk dibimbing dan didampingi oleh pemerintah daerah, kecamatan dan pekon,” ujarnya.

Danang berharap program KKN yang dilaksanakan para mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Lampung Barat untuk terus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, program KKN IPB University diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang mendukung pengembangan potensi daerah, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan kopi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung Barat secara berkelanjutan.(nsr)