Agooy, Terkait Anggaran Laoundry Pakaian Ketua DPRD Lamsel, Anggota Tidak Dikasih Tahu

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Setelah beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media online mengomentari terkait anggaran Laoundry pakaian ketua DPRD Lampung Selatan yang nilai cukup Fantastis.

Kini komentar pedas juga datang dari salah satu Fraksi yang ada di DPRD Lampung Selatan, ” Saya tidak tahu dan tidak diberitahu oleh Ketua DPRD atau Sekwan DPRD Lampung Selatan terkait anggaran Laoundry pakaian ketua DPRD yang cukup Fantastis itu, ”

Dan perlu diketahui bahwa sebelum isu ini menyeruak dipermukaan bahkan naik pada pemberitaan media online pada akhir-akhir ini, kami sudah pernah berdiskusi bersama anggota fraksi lainya terkait anggaran Laoundry ini.

Namun diskusi tentang anggaran Laoundry pakaian ketua belum kelar, keburu rekan-rekan wartawan telah menaikan pemberitaannya dimedia masing-masing. Oleh karena itu ketika ada awak media bertanya kebenaranya kami tidak bisa menjawab karena kami tidak diberitahu dan tidak ada pemberitahuan kepada anggota fraksi yang ada di DPRD ini, ” ungkap Ketua Fraksi kepada media ini, Jumat (15/5/2026).

Oleh karena itu kedelan kami berharap kepada pimpinan DPRD agar ada komunikasi kepada seluruh fraksi yang ada, jangan dipilih-pilih. Sehingga jika basah-basah semua, jika kering ya kering semua, ” punkas kader Cak Muhaimin Iskandar ini menutup keteranganya.

Sebelumnya dari rilis resmi yang disampaikan oleh sekretariat DPRD Lampung Selatan dikatakan bahwa
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Lampung Selatan, Ahmad Herry melalui humas DPRD Lamsel akhirnya memberikan klarifikasi pemberitaan tentang besaran anggaran Laoundry Ketua DPRD setempat yang sudah menggelinding dimasyarakat, Jumat (15/5/2026).

Dalam rilis resminya sekretariat DPRD Lamsel menyampaikan bahwa menanggapi informasi yang berkembang di sejumlah media terkait anggaran laundry di lingkungan Sekretariat DPRD Lampung Selatan, Kepala Bagian Umum selaku PPTK memberikan penjelasan bahwa anggaran tersebut merupakan bagian dari kebutuhan perawatan fasilitas penunjang kegiatan di lingkungan DPRD.

Menurutnya, anggaran tersebut masuk dalam sub kegiatan belanja jasa kantor yang di dalamnya mencakup perawatan dan laundry berbagai perlengkapan, seperti gordyn rumah dinas Ketua DPRD, gordyn pada ruangan pimpinan, hingga sarung kursi yang digunakan di ruang rapat maupun ruang paripurna Sekretariat DPRD Lampung Selatan.

“Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas yang digunakan dalam aktivitas kedewanan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menyampaikan, anggaran yang digunakan setiap bulan sebesar Rp6.500.000 setelah dipotong pajak. Seluruh proses pelaksanaan juga dilakukan melalui mekanisme E-Katalog versi 6 sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah. (Cak Ton).

Wagub Cik Ujang Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas

PALEMBANG – (deklarasinews.com)– Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, melaksanakan Safari Shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Perumdam Kartika, Jalan Kolonel Sulaiman Amin, Kelurahan Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Jumat (15/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang mengungkapkan rasa syukur karena dapat melaksanakan Shalat Jumat berjamaah bersama masyarakat di Masjid Al-Ikhlas. Menurutnya, agenda tersebut sebenarnya telah lama dijadwalkan, namun baru dapat terlaksana pada hari ini.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa sama-sama melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Al-Ikhlas ini. Sebenarnya sudah lama dijadwalkan, namun baru hari ini ada kesempatan,” ujarnya.

Menjelang Hari Raya Iduladha, Cik Ujang juga menyampaikan rencananya untuk memberikan bantuan hewan kurban berupa seekor sapi kepada masjid tersebut.

“Sebentar lagi Hari Raya Kurban, insyaallah saya akan memberikan sapi,” katanya.

Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan berupa Al-Qur’an serta bantuan keuangan untuk mendukung pembangunan masjid. Bantuan lainnya, lanjut dia, akan menyusul melalui dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional.

“Tadi banyak sekali yang disampaikan oleh Pak Ketua terkait pembangunan ini. Saya hanya bisa membantu semampunya. Ada bantuan Al-Qur’an, ada bantuan keuangan, dan nanti akan menyusul lagi. Tolong minta nomor rekeningnya, karena ada juga bantuan dari Baznas,” tambahnya.

Safari Jumat tersebut berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan kedekatan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan masyarakat setempat. (Ning)

IKEMAL Yapen Kobarkan Semangat Pattimura Lewat Kirab Obor Perjuangan di Serui

SERUI -(deklarasinews.com)- IKEMAL Cabang Kabupaten Kepulauan Yapen kembali menggelorakan semangat Kapitan Pattimura pada peringatan Hari Pahlawan Nasional Ke-209, Jumat (15/5/2026). Kegiatan berlangsung di Lapangan Sapta Marga Kodim 1709/Yawa, Serui, dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta tokoh masyarakat.

Rangkaian acara dimulai dengan kirab obor perjuangan Pattimura yang dibawa mengelilingi Kota Serui. Obor diterima oleh Ketua IKEMAL Cabang Kabupaten Kepulauan Yapen, Harold Wenno, dan diserahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen untuk dinyalakan di Lapangan Sapta Marga.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy, Wakil Bupati Roi Palunga, Ketua DPRK Yapen Ebzon Sembai, Forkopimda, para asisten Setda, pimpinan OPD, perwakilan Dewan Adat Saireri, serta perwakilan BUMN dan BUMD. Hadirin juga terdiri dari warga Maluku yang bermukim di Yapen beserta perwakilan paguyuban dan masyarakat setempat.

Ketua IKEMAL Cabang Kabupaten Kepulauan Yapen Harold Wenno mengingatkan makna sejarah nyala obor Pattimura.

Menurutnya, nyala obor yang pertama kali dinyalakan oleh Kapitan Pattimura (Tomas Matulessi) di Gunung Sanewi, Saparua, pada 14–15 Mei 1817, kini terus hidup sebagai simbol perjuangan.

“Api obor ini telah menerangi Bumi Para Raja sejak masa lalu hingga kini,” kata Harold.

Harold menjelaskan empat makna utama yang dipetik dari nyala api obor perjuangan Kapitan Pattimura

Pemersatu bangsa. Nyala obor melambangkan keberanian, persatuan, dan tekad untuk membela kepentingan umum serta menolak praktik penjajahan.

Reformasi perjuangan. Bila para pahlawan dahulu berjuang dengan senjata (parang dan salawaku), generasi muda saat ini harus membekali diri menjadi pribadi tangguh dan profesional menghadapi tantangan modern.

Inspirasi generasi muda. Ritual lari obor setiap tahun menandai estafet perjuangan yang tidak boleh berhenti; semangat Pattimura harus terus hidup di kalangan pemuda.

Cinta tanah air. Api obor adalah api abadi yang mengingatkan anak-anak Maluku untuk berkarya dan memajukan daerah di mana pun mereka berpijak.

Dengan semangat itu, Harold menegaskan tekad IKEMAL untuk membantu pemerintah memberantas kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan di Kabupaten Kepulauan Yapen. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang memberi kesempatan bagi putra-putri Maluku untuk bekerja dan berkarya di Yapen.

“Kami berterima kasih kepada Tuhan dan kepada pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mengabdi dan berkarya di sini,” ujar Harold Wenno. (GM)

Obor Perjuangan Pattimura Dinyalakan di Serui, IKEMAL Yapen Teguhkan Semangat Kebangsaan

SERUI -(deklarasinews.com)- Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Cabang Kabupaten Kepulauan Yapen kembali menggelar peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-2009 pada Jumat, 15 Mei 2026.

Acara berlangsung meriah di Lapangan Sapta Marga Kodim 1709/Yawa, Kota Serui, dan dihadiri Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy, S.E., M.Si., Wakil Bupati Roi Palunga, Ketua DPRK Ebzon Sembai, S.Pi., M.H., unsur Forkopimda, pengurus IKEMAL, serta warga Maluku di Serui dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Benyamin Arisoy menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana, pengurus IKEMAL, dan seluruh warga Maluku yang telah mensukseskan peringatan Hari Pahlawan Kapitan Pattimura.

Ia menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan, keberanian, dan pengorbanan Pattimura dalam melawan penjajah demi martabat dan kehormatan bangsa.

“Semangat perjuangan Kapitan Pattimura harus terus hidup di tengah kehidupan masyarakat kita saat ini.”

Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata melawan penjajah, maka hari ini perjuangan kita adalah membangun daerah, menjaga persatuan, menciptakan keamanan dan ketertiban, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Arisoy.

Bupati juga mengajak seluruh warga IKEMAL untuk bersama-sama mendukung visi dan misi pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Yapen. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk ikut membangun kesadaran melalui edukasi, menjalankan pola hidup sehat, menjaga pergaulan yang baik, serta menghilangkan stigma terhadap penderita HIV/AIDS.

“Kita harus hadir memberi dukungan, kepedulian, dan semangat kemanusiaan, karena pencegahan HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama demi masa depan generasi kita,” tambahnya.

Acara puncak ditandai kedatangan peserta pembawa obor perjuangan Pattimura. Obor tersebut diterima langsung oleh Ketua IKEMAL Harold Wenno, kemudian diserahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk diselamakan (dinyalakan) di Lapangan Sapta Marga Kodim 1709/Yawa. Prosesi penyalaan obor disaksikan oleh Forkopimda, tamu undangan, dan warga Maluku yang hadir.

Peringatan ini selain sebagai wujud penghormatan kepada pahlawan nasional Kapitan Pattimura juga menjadi sarana penguatan identitas dan solidaritas komunitas Maluku di Yapen.

Dengan semangat yang sama, diharapkan nilai-nilai keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air yang ditunjukkan Pattimura dapat menjadi inspirasi dalam membangun masa depan daerah dan generasi muda.(GM)

Pemkab Yapen Buka Mubes II Pemuda Adat Onate

SERUI -(deklarasinews.com)—  Asisten III Setda Kabupaten Kepulauan Yapen, Aser Pongrate, S.STP., M.A.P., mewakili Bupati Benyamin Arisoy membuka secara resmi Musyawarah Besar (Mubes) II Pemuda Adat Onate yang digelar di Auditorium RRI Serui, Jumat (15/5/2026). Kegiatan mengangkat tema “Menjaga Warisan, Menata Masa Depan.”

Hadir langsung pada acara tersebut Ketua DPRK Kepulauan Yapen Ebzon Sembai, S.Pi., M.H., bersama sejumlah anggota DPRK; Ketua Pokja DPRK Provinsi Papua sekaligus Ketua Dewan Adat Saireri, Wellem Saman Bonay Forkopimda; para pimpinan OPD; ketua-ketua dari tujuh suku adat di  Yapen; Ketua KNPI, ketua penguyuban; serta tokoh adat dan pemuda Onate.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Aser Pongrate mewakili Bupati, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh pemuda Suku Yawa Onate.

“Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mempererat persatuan, memperkuat solidaritas, dan membangun semangat kebersamaan antar generasi muda,” ujar Aser membacakan sambutan Bupati.

Bupati menilai mubes bukan sekadar ajang pemilihan kepengurusan atau penyusunan program organisasi, melainkan momentum melahirkan gagasan-gagasan positif demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah berharap pemuda Suku Yawa Onate terus menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan Kabupaten Kepulauan Yapen.

“Pemuda harus tampil sebagai pelopor persatuan, penjaga nilai-nilai budaya, serta penggerak pembangunan di tengah masyarakat,” lanjut sambutan itu.

Selain itu, Bupati mengajak pemuda aktif menjaga ketertiban umum, keamanan lingkungan, dan menjadi teladan dalam upaya menjaga kebersihan Kota Serui.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga meminta dukungan masyarakat dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Menurut data yang disampaikan, jumlah kasus saat ini tercatat sebanyak 3.125 kasus.

“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya perilaku berisiko, serta menghapus stigma terhadap penderita HIV/AIDS,” kata sambutan tersebut.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Saireri, Willem Saman Bonay S.Sos, menegaskan pentingnya menghormati setiap suku di daerah. Menurutnya, penindasan terhadap suku-suku merupakan bentuk penghianatan mengingat peran besar mereka dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Willem mengajak pemuda untuk bersatu membangun Yapen sebagaimana membangun Indonesia.

Wellem juga menaruh harapan besar agar pada 2030 banyak pemuda terbaik dari suku Yawa Onate yang mampu mengisi kursi di DPRK Kepulauan Yapen. Ia menekankan bahwa untuk menyelamatkan bangsa dan negara, pemuda harus bangkit, menjaga kedaulatan rakyat, serta memastikan tanah, hutan, dan hasil alam tidak dirampas tanpa memperhatikan hak-hak masyarakat adat yang hidup di atas tanahnya sendiri.

“Bangkitlah pemuda Yawa Onate; berjalanlah bersama dan bergandengan tangan dengan beraama sama jutu suku di Kabupaten Kepulauan Yapen untuk menuju Kota Emas yang kita cintai,” ujar Wellem mengakhiri sambutannya.

Penutup.

Musyawarah Besar II Pemuda Adat Onate diharapkan menghasilkan kepengurusan yang kuat dan program kerja konkret yang mendukung pelestarian budaya, peningkatan kesejahteraan, serta partisipasi aktif pemuda dalam pemerintahan dan pembangunan daerah.(GM)

Usai Dirujak Oleh Beberapa Media Terkait Anggaran Cuci Pakaian Pimpinan DPRD, Setwan Akhirnya Lakukan Klarifikasi

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Masyarakat kabupaten Lampung Selatan dibuat tercengang, kaget dan terbelalak saat membaca salah satu media online di Lampung Selatan tentang anggaran yang cukup Fantastis untuk alokasi

anggaran peruntukan belanja jasa pencucian pakaian (londry) Pimpinan DPRD Lampung Selatan hingga mencapai Rp.78 Juta (Tujuh puluh delapan juta rupiah) untuk tahun anggaran 2026 yang diajukan oleh Setkretariat dewan setempat.

Beberapa warga masyarakat mengatakan bahwa saat ini pemerintah baik pusat ataupun daerah sedang gencar gencarnya melakukan efisiensi anggaran demi kelanjutan pembangunan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan sesuai rencana yang sudah ditetapkan.

Besaran anggaran untuk Laoundry pimpinan DPRD tersebut warga menilai bahwa para wakil rakyat yang duduk di legislatif tersebut tidak peka terhadap kondisi masyarakat saat ini,

” Ketua Dewan ini tidak peka, padahal sejumlah sektor pelayanan dasar seperti Infrastruktur, kesehatan, pendidikan, Bansos masih butuh perhatian, ”

Kalau post anggaran yang menjadi sorotan para pemerhati kebijakan pemerintah dan masyarakat ini ini benar, kenapa sih kok tega-teganya menganggarkan hal -hal yang terkesan buang-buang anggaran saja.

seperti kita ketahui bersama bahwa, saat ini masyarakat sedang menghadapi tekanan kondisi ekonomi yang cukup berat, kondisi masyarakat dalam kondisi tidak baik-baik saja seharusnya para wakil rakyat ini lebih bijak dalam membuat anggaran, kalau bisa yang langsung dirasakan oleh masyarakat, ” ungkap Parjan tukang ojek pasar ini.

Setwan berikan klarifikasi :

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Lampung Selatan, Ahmad Herry melalui humas DPRD Lamsel akhirnya memberikan klarifikasi pemberitaan tentang besaran anggaran Laoundry Ketua DPRD setempat yang sudah menggelinding dimasyarakat, Jumat (15/5/2026).

Dalam rilis resminya sekretariat DPRD Lamsel menyampaikan bahwa menanggapi informasi yang berkembang di sejumlah media terkait anggaran laundry di lingkungan Sekretariat DPRD Lampung Selatan, Kepala Bagian Umum selaku PPTK memberikan penjelasan bahwa anggaran tersebut merupakan bagian dari kebutuhan perawatan fasilitas penunjang kegiatan di lingkungan DPRD.

Menurutnya, anggaran tersebut masuk dalam sub kegiatan belanja jasa kantor yang di dalamnya mencakup perawatan dan laundry berbagai perlengkapan, seperti gordyn rumah dinas Ketua DPRD, gordyn pada ruangan pimpinan, hingga sarung kursi yang digunakan di ruang rapat maupun ruang paripurna Sekretariat DPRD Lampung Selatan.

“Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas yang digunakan dalam aktivitas kedewanan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menyampaikan, anggaran yang digunakan setiap bulan sebesar Rp6.500.000 setelah dipotong pajak. Seluruh proses pelaksanaan juga dilakukan melalui mekanisme E-Katalog versi 6 sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Kami berupaya menjalankan seluruh kegiatan sesuai aturan yang berlaku, termasuk dalam proses pengadaannya,” tambahnya.

Sekretariat DPRD Lampung Selatan berharap penjelasan tersebut dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat terkait penggunaan anggaran perawatan fasilitas di lingkungan DPRD. (Cak Ton).

Bupati Pesibar Paparkan Potensi Wisata Ikon Kebanggaan Daerah

PESIBAR -(deklarasinews.com)– Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Dedi Irawan, menerima kunjungan kerja sekaligus sesi wawancara khusus dari tim produksi stasiun televisi nasional Trans7 di ikon wisata kebanggaan daerah, Pantai Labuhan Jukung, Krui, Kamis (14/05/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Dedi Irawan didampingi Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Hamidi, S.Si., M.Ak., Kabid Informasi, Komunikasi dan Publik Dipron Aripin, S.H., Kabid Persandian Ansori, S.Pd., Kasubbag Protokol M. Danang Ma’ruf, M.P., S.STP., serta tim produksi Trans7.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengekspos lebih luas potensi unggulan Kabupaten Pesisir Barat kepada masyarakat Indonesia, mulai dari perkembangan pembangunan infrastruktur hingga pesona pariwisata yang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam sesi wawancara, Bupati Dedi Irawan menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah terus dilakukan guna memperkuat potensi daerah serta mempermudah mobilitas masyarakat dan wisatawan.

“Kami terus berupaya memastikan pembangunan di Pesisir Barat tidak hanya terpusat pada satu titik, tetapi menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Konektivitas jalan dan fasilitas publik menjadi kunci utama agar potensi lokal mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Bupati Dedi Irawan.

Selain pembangunan infrastruktur, Bupati juga mempromosikan sektor pariwisata yang menjadi salah satu kekuatan utama Kabupaten Pesisir Barat, daerah yang dikenal dengan julukan Negeri Para Sai Batin dan Para Ulama.

Ia menjelaskan bahwa Pesisir Barat tidak hanya dikenal sebagai destinasi selancar (surfing) kelas dunia dengan kualitas ombak yang diakui peselancar mancanegara, tetapi juga menawarkan wisata keluarga, budaya, dan kuliner yang menarik bagi wisatawan.

Pantai Labuhan Jukung sendiri dikenal sebagai salah satu pusat wisata kuliner dan lokasi favorit masyarakat untuk bersantai sambil menikmati panorama matahari terbenam (sunset) yang memukau.

Kehadiran tim Trans7 diharapkan dapat menjadi sarana promosi yang efektif dalam menarik minat investor serta wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke Kabupaten Pesisir Barat.

Bupati Dedi Irawan juga menyampaikan apresiasi kepada insan media yang telah berperan aktif dalam mendukung kemajuan daerah melalui publikasi dan pemberitaan positif.

“Melalui kolaborasi dengan media seperti Trans7, kami ingin dunia mengetahui bahwa Pesisir Barat adalah permata di ujung Lampung yang siap menyambut siapa pun dengan tangan terbuka, baik untuk berwisata maupun berinvestasi,” tutupnya.(Arnandes)

Bupati Tangerang Sidak Tempat Hiburan Malam Ilegal dan Panggil Pengelola

TANGERANG – (deklarasinews.com)– Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Kapolesta Tangerang dan Dandum 0510 Tigaraksa melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lokasi tempat hiburan malam yang diduga tidak memiliki izin operasional.

Dalam sidak tersebut, Bupati turut memanggil pengelola usaha dan menggelar musyawarah bersama unsur Forkopimda, aparat wilayah, serta perwakilan warga setempat di Kantor Kelurahan Kadu Agung Tigaraksa. Rabu, (13/5/26).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolresta Tangerang, Dandim, camat, lurah, hingga perwakilan RT/RW, juga pengelola tempat hiburan guna memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif.

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan, pihaknya telah meminta klarifikasi langsung kepada pemilik usaha hiburan malam terkait aktivitas yang meresahkan masyarakat tersebut.

“Kita melaksanakan musyawarah dengan Forkopimda, Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Camat, Pak Lurah, ada perwakilan RT/RW juga, ada juga si pemilik usaha hiburan tadi. Jadi sudah kita sampaikan terhadap situasi kondisi di wilayah kita, Kabupaten Tangerang, ini harus betul-betul aman, kondusif,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Lanjut dia, para pengelola tempat hiburan malam tersebut telah membuat surat pernyataan resmi untuk menghentikan seluruh aktivitas usaha hiburan di lokasi tersebut.

“Yang bersangkutan sudah menyatakan,  tidak akan melaksanakan aktivitas usaha hiburan lagi, Sekarang sudah ditandatangani semuanya, pernyataan di atas segel, disaksikan oleh Pak RT, Pak RW, juga Pak Lurah dengan Pak Camatnya,” katanya.

Pihaknya berharap langkah tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta menjaga ketertiban lingkungan di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi hal yang positif bagi seluruh warga dan juga para aktivitas usahanya di situ tidak lagi melaksanakan usaha hiburan yang meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait sanksi apabila pengelola kembali membuka usaha hiburan malam tersebut, Bupati menegaskan bahwa pengelola siap menerima konsekuensi hukum sesuai pernyataan yang telah dibuat.

“Mereka sudah menyatakan apabila dia melaksanakan lagi, dia siap untuk diproses secara hukum,” tegasnya.

Dia juga menyebut bahwa tempat hiburan malam yang disidak tersebut tidak memiliki izin operasional. Terkait dugaan tempat hiburan itu telah beroperasi selama bertahun-tahun, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah telah meminta agar seluruh aktivitas hiburan di lokasi tersebut dihentikan.

Selain itu, Pemkab Tangerang juga akan melakukan pengawasan lebih luas terhadap tempat-tempat hiburan yang tidak berizin di wilayah lainnya.

“InsyaAllah. Termasuk tadi Satpol PP sudah saya perintahkan juga untuk lebih ketat mengawasi, termasuk di tempat yang lain,” tandasnya. (*)

Gotong Royong Penambalan Jalan, Wujud Sinergi Pemerintah, Masyarakat, dan Swasta di Tubaba

TUBABA –(deklarasinews.com)- Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap infrastruktur daerah kembali ditunjukkan melalui kegiatan gotong royong penambalan ruas jalan Simpang PU menuju Tiyuh Pulung Kencana, yang dilaksanakan pada Kamis (14/05/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Nadirsyah, serta melibatkan Kepalo Tiyuh Candra Mukti bersama masyarakat setempat. Selain itu, partisipasi pihak swasta juga turut mendukung pelaksanaan kegiatan, yakni dari Rumah Sakit Ummi Athaya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Nadirsyah menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dalam menjaga serta meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

“Perbaikan jalan ini merupakan langkah cepat dan responsif terhadap kondisi ruas jalan yang mengalami kerusakan. Melalui gotong royong, kita tidak hanya mempercepat penanganan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antar elemen masyarakat,” ujar Nadirsyah.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik tenaga, material, maupun dukungan lainnya, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan efektif.

Sementara itu, Kepalo Tiyuh Candra Mukti Marsudi,menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kehadiran Wakil Bupati serta dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu masyarakat dalam memperbaiki akses jalan yang menjadi jalur penting aktivitas sehari-hari warga.

Kegiatan gotong royong ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun sinergi lintas sektor demi percepatan pembangunan daerah, khususnya dalam bidang infrastruktur jalan.

Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan akses transportasi masyarakat menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman, sehingga dapat menunjang aktivitas ekonomi serta mobilitas warga di wilayah tersebut. (Mar)

Polemik Pemilihan RW 11 Taman Jaya Telah Berakhir, Chandra Terpilih Secara Aklamasi

KOTA TANGERANG -(deklarasinews.com)- Warga di wilayah Cipondoh Makmur disebut menuntut kejelasan terkait status ketua RW terpilih, khususnya dalam polemik pemilihan Ketua RW 11 Taman Jaya. Permasalahan ini sempat dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh DPRD Kota Tangerang.

Menurut hasil RDP, persoalan muncul karena panitia dinilai tidak menjalankan tata tertib pemilihan dengan benar. Dalam aturan disebutkan bahwa apabila hanya ada satu calon Ketua RW, maka penetapan dapat dilakukan secara aklamasi tanpa pemungutan suara.

Kasus ini menjadi perhatian warga karena posisi Ketua RW dianggap penting sebagai penghubung aspirasi masyarakat dengan pihak kelurahan dan pemerintah daerah.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cipondoh Nur Alamsyah, S.Sos, M.Si, memberikan penjelasan terkait polemik pemilihan Ketua RW yang terjadi di wilayah tersebut. Dalam keterangannya, pihak kecamatan menegaskan bahwa proses pemilihan harus berjalan sesuai aturan, transparan, dan tetap mengedepankan kondusivitas lingkungan.

Sekcam menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan telah menerima berbagai masukan serta aspirasi dari warga terkait dinamika pemilihan Ketua RW. Oleh karena itu, pihak kecamatan bersama kelurahan terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh pihak agar persoalan dapat diselesaikan secara musyawarah.

“Perbedaan pendapat dalam proses pemilihan merupakan hal yang wajar, namun kami berharap seluruh elemen masyarakat tetap menjaga persatuan dan ketertiban lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, pihak kecamatan juga memastikan akan melakukan evaluasi terhadap seluruh tahapan pemilihan apabila ditemukan hal-hal yang dinilai tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Sekcam menegaskan bahwa keputusan yang diambil nantinya akan mengutamakan kepentingan masyarakat dan stabilitas lingkungan.

Pemerintah Kecamatan Cipondoh mengimbau warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta tetap menjaga suasana aman dan harmonis di lingkungan masing-masing.

Lurah Cipondoh Makmur H. Asad Nasrulloh, S.E.. menambahkan bahwa berdasarkan hasil pertemuan bersama warga dan tokoh masyarakat, telah dicapai kesepakatan secara aklamasi. Dalam forum tersebut, warga sepakat memilih Pak Chandra sebagai Ketua RW.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil melalui musyawarah bersama demi menjaga kekompakan dan keharmonisan warga di lingkungan setempat. Pihak kelurahan berharap seluruh masyarakat dapat menerima hasil keputusan tersebut dan kembali fokus menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan.

“Dalam waktu dekat saya akan membuat SK kepada Ketua RW 11 Taman Jaya yang terpilih secara aklamasi, untuk menetapkan keputusan secara administrasi,” tutupnya.(Nan)