Bupati Asahan Hadiri Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Lapangan Adhi Pradana

KISARAN -(deklarasinews.com)- Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di Lapangan Adhi Pradana Kisaran, Kabupaten Asahan, Rabu (01/07/2026).

Turut hadir unsur Forkopimda Kabupaten Asahan, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Staf Ahli TP PKK, Ketua Bhayangkari Cabang Asahan, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Komandan Batalyon TP 954 Naga Bekisar, Komandan Batalyon 126/KC, kepala Organisasi Perangkat Daerah, Ketua FKUB, Ketua Bamag, serta tamu undangan lainnya.

Kapolres Asahan yang bertindak selaku Pemimpin Upacara, AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H., membacakan pidato Presiden Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat internasional tidak terlepas dari dinamika geopolitik global, yang ditandai persaingan kekuatan besar, kejahatan siber, kejahatan transnasional, serta ketidakpastian ekonomi akibat konflik internasional.

Presiden menegaskan tantangan yang dihadapi Polri semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya harapan masyarakat terhadap pelayanan. Oleh karena itu, Polri dituntut bekerja secara prediktif, responsif, dan adaptif dalam menjaga keamanan serta menjawab kebutuhan publik.

Di akhir pesannya, Presiden mengajak seluruh jajaran Polri untuk terus memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme tugas, mengembangkan kapasitas sumber daya manusia, melenturkan organisasi menghadapi perubahan, serta memperkokoh legitimasi institusi melalui pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Asahan menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas peringatan bersejarah ini. “Selamat Hari Bhayangkara ke-80 untuk seluruh jajaran Polri, khususnya Polres Asahan. Semoga institusi ini senantiasa menjadi kekuatan yang profesional, modern, dan dipercaya dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta mengawal pembangunan di daerah kita,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati berharap, “Semoga Polri semakin Presisi, semakin dicintai masyarakat, dan terus bersinergi bersama pemerintah daerah demi mewujudkan Asahan yang aman, tertib, dan kondusif, guna mendukung pembangunan serta kesejahteraan seluruh masyarakat.”(Jun)

Eliminasi Malaria Jadi Prioritas, Pemprov Lampung Siapkan Langkah Terpadu

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat upaya eliminasi malaria dengan menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor Akselerasi Eliminasi Malaria Provinsi Lampung Tahun 2026 secara virtual di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (1/7/2026).

Fokus utama rapat diarahkan pada percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Pesawaran, satu-satunya daerah di Lampung yang belum memperoleh status eliminasi malaria.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengatakan, malaria masih menjadi pekerjaan rumah bagi Provinsi Lampung. Dari 15 kabupaten/kota, sebanyak 14 daerah telah berhasil mencapai status eliminasi malaria, sementara Kabupaten Pesawaran masih harus memenuhi sejumlah indikator yang dipersyaratkan.

“Kita tidak sedang mencari siapa yang salah, tetapi mencari solusi bersama. Saya berharap seluruh lintas sektor dapat mengurai berbagai kendala di Kabupaten Pesawaran sehingga target eliminasi malaria dapat segera tercapai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tren kasus malaria di Lampung sepanjang Januari hingga Juni 2026 masih menunjukkan fluktuasi. Jumlah kasus tercatat 292 kasus pada Januari, turun menjadi 173 kasus pada Februari, kembali meningkat pada Maret dan April, lalu kembali menurun pada Mei dan Juni. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca.

Wagub juga mengungkapkan, beberapa indikator eliminasi malaria di Kabupaten Pesawaran masih belum terpenuhi. Meskipun Annual Parasite Incidence (API) telah berada di bawah satu kasus per 1.000 penduduk, Slide Positive Rate (SPR) masih berada di angka 5,2 persen atau di atas target maksimal 5 persen. Selain itu, Kabupaten Pesawaran juga masih mencatat penularan malaria setempat (indigenous), sehingga belum memenuhi syarat bebas penularan selama tiga tahun berturut-turut.

Selain indikator utama tersebut, sejumlah indikator pendukung juga masih menjadi perhatian, di antaranya kelengkapan pelaporan, investigasi epidemiologi terhadap kasus positif, ketepatan waktu pelaporan, hingga dominasi parasit Plasmodium vivax yang masih menjadi penyebab utama malaria di wilayah tersebut.

Ia juga menyoroti distribusi kelambu massal yang terakhir dilakukan pada 2023. Pemerintah berharap distribusi kelambu dari Kementerian Kesehatan dapat kembali dilaksanakan di Kabupaten Pesawaran pada Desember 2026.

Meski demikian, Wagub memastikan ketersediaan logistik penanggulangan malaria di Provinsi Lampung, seperti obat-obatan, alat diagnosis cepat (Rapid Diagnostic Test/RDT), insektisida, maupun larvasida, masih mencukupi. Berdasarkan hasil identifikasi, kantong utama penularan malaria berada di wilayah Sukajaya Lempasing, Kabupaten Pesawaran.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga koordinasi lintas sektor, mulai dari dukungan perencanaan, pembiayaan, pengendalian lingkungan, hingga komunikasi kesehatan. Karena itu, rapat turut melibatkan perangkat daerah seperti Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta Dinas Pariwisata agar langkah penanganan dilakukan secara terpadu.

“Kalau Pesawaran berhasil mencapai eliminasi malaria, maka Provinsi Lampung juga akan tuntas. Kita tidak perlu menunggu target nasional tahun 2030, tetapi berupaya menyelesaikannya secepat mungkin melalui langkah-langkah konkret,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Lampung akan menyusun draf Surat Edaran Gubernur tentang percepatan eliminasi malaria. Sementara Pemerintah Kabupaten Pesawaran diminta segera membentuk tim percepatan melalui surat keputusan kepala daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah membentuk Kelompok Kerja Operasional Pencegahan dan Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria melalui SK Bupati Pesawaran Nomor 413/IV.02/HK/2022.

Ia menjelaskan, kasus malaria di Kabupaten Pesawaran mengalami peningkatan sejak 2022 hingga 2024, kemudian mulai menurun pada 2025 dan 2026. Namun demikian, hingga kuartal pertama 2026 telah tercatat 1.010 kasus positif malaria dari 16.448 orang yang diperiksa atau sekitar enam persen dari total pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, terdapat empat kasus kekambuhan akibat pengobatan yang belum tuntas.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menerapkan strategi percepatan eliminasi malaria dengan membagi wilayah menjadi daerah reseptif dan non-reseptif. Daerah reseptif dikelompokkan lagi menjadi fokus aktif, fokus nonaktif, dan fokus bebas berdasarkan riwayat penularan setempat. Saat ini terdapat empat kecamatan yang masuk kategori reseptif, sedangkan tujuh kecamatan lainnya tergolong non-reseptif.

Ia menambahkan, pembagian tugas juga telah dilakukan antara Dinas Kesehatan dan puskesmas. Dinas Kesehatan bertanggung jawab pada aspek kebijakan, pengelolaan sumber daya manusia, koordinasi, pengendalian vektor, hingga sistem informasi. Sementara puskesmas berfokus pada penemuan kasus, diagnosis, pengobatan, investigasi epidemiologi, promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan logistik, pelaporan, serta monitoring dan evaluasi.

Selain itu, seluruh organisasi perangkat daerah di Kabupaten Pesawaran telah diberikan peran sesuai kewenangannya sebagai bagian dari upaya bersama mempercepat eliminasi malaria di Kabupaten Pesawaran.

Wagub Jihan Lantik Indra Sanjaya sebagai Karo Adpim, Perkuat Birokrasi Profesional Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Indra Sanjaya sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Lampung, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Rabu (1/7/2026).

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3/2216/VI.04/2026.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Wagub Jihan, menyampaikan ucapan selamat kepada Indra Sanjaya atas amanah barunya sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Lampung.

“Semoga amanah yang diberikan ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi,” ujar Wagub Jihan.

Ia meyakini pengalaman, kompetensi, dan semangat yang dimiliki akan menjadi modal penting dalam membawa Biro Administrasi Pimpinan semakin profesional dalam mendukung tugas-tugas pimpinan daerah.

Menurut Wagub Jihan, pelantikan tersebut bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung membangun birokrasi yang semakin profesional dan berorientasi pada kinerja.

Wagub Jihan menjelaskan, pelantikan tersebut merupakan hasil dari proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan kompetitif sesuai ketentuan yang berlaku.

“Proses ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menerapkan sistem merit manajemen talenta, dimana setiap aparatur sipil negara memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan kompetensi, kinerja, integritas, dan rekam jejaknya,” jelasnya.

Wagub Jihan menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan hanya sebuah amanah, tetapi juga kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja nyata dan hasil yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Biro Administrasi Pimpinan memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari mengatur agenda pimpinan, mengoordinasikan berbagai kegiatan, menyusun bahan komunikasi pimpinan, mengelola dokumentasi, hingga memastikan informasi mengenai kebijakan pemerintah tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

“Di balik setiap agenda dan bahan komunikasi pimpinan yang berjalan dengan baik, terdapat kerja tim yang rapi, koordinasi yang kuat, serta perhatian terhadap hal-hal kecil yang sering kali tidak terlihat oleh publik,” ujarnya.

Wagub Jihan berharap Biro Administrasi Pimpinan terus menjadi simpul koordinasi yang memperkuat sinergi antara pimpinan dengan seluruh perangkat daerah maupun mitra strategis pembangunan. Selain itu, juga diharapkan mampu membangun pola kerja yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan. (

Bupati Yapen Lantik 277 Pejabat Baru; Tegaskan Zero Tolerance terhadap KKN dan Dorong Transformasi Digital

YAPEN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen melantik 277 pejabat administrator dan pengawas pada Rabu, 1 Juli 2026, di Gedung Silas Papare Serui. Pelantikan tersebut mencakup 96 pejabat eselon III — antara lain camat, kepala bagian, dan sekretaris dinas/badan — serta 181 pejabat eselon IV yang terdiri dari lurah dan kepala seksi di tingkat distrik/kecamatan.

Bupati Benyamin Arisoy menegaskan bahwa jabatan adalah amanah yang harus diwujudkan melalui kinerja, integritas, dan profesionalisme, bukan sekadar simbol status. Ia menyatakan seluruh proses pengangkatan telah mengikuti mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, pejabat yang baru dilantik diminta untuk segera menyesuaikan diri dengan tugas masing-masing dan menunjukkan hasil kerja nyata bagi masyarakat.” Ucapnya ”

Dalam sambutannya, Bupati Benyamin juga menggarisbawahi pentingnya adaptasi terhadap transformasi digital. Ia mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan penerapan sistem pemerintahan berbasis digital untuk meningkatkan kualitas layanan publik serta efisiensi kerja pemerintahan.” Ujarnga ”

Menurutnya, digitalisasi dapat mempercepat layanan administrasi, memudahkan pelaporan, dan meningkatkan transparansi pengelolaan anggaran.

Bupati juga mengingatkan para pejabat agar menjauhi penyalahgunaan wewenang, praktik gratifikasi, benturan kepentingan, serta pengaturan proyek atau pelayanan berdasarkan kedekatan personal. Ia menegaskan sikap tegas pemerintah daerah terhadap pelanggaran tersebut: setiap pejabat yang terbukti melakukan korupsi, kolusi, nepotisme, atau penyalahgunaan kewenangan akan diproses sesuai hukum tanpa perlindungan, pengecualian, atau kompromi.” Tegasnya ”

Khusus bagi para kepala distrik, Bupati menekankan pentingnya kehadiran di wilayah kerja, pelayanan aktif kepada masyarakat, serta penguatan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan Dana Kampung secara transparan dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa pengelolaan Dana Kampung harus memenuhi prinsip-prinsip akuntabilitas dan partisipasi masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga. ” Tegasnya ”

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja, Bupati menyampaikan bahwa akan dilakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat yang baru dilantik dalam jangka enam bulan. Evaluasi ini dimaksudkan untuk memastikan pelaksanaan tugas sesuai target pelayanan publik dan untuk mengambil langkah korektif bila diperlukan. “Tutup Bupati Yapen Benyamin Arisoy ”

Acara pelantikan dihadiri oleh Ketua DPRK Kepulauan Yapen Ebzon Sembai, S.Pi., M.H., Forkompimda, Plh. Sekda, para asisten Sekda dan staf ahli Bupati, pimpinan OPD di lingkungan Pemda, serta rohaniawan.

Suasana pelantikan berlangsung khidmat dan diwarnai harapan agar pejabat baru cepat beradaptasi serta bekerja untuk kesejahteraan masyarakat Kepulauan Yapen.

Pembangunan Tak Boleh Timpang, Bupati Egi Dorong Penguatan SDM dan UMKM Melalui Shobat di Sragi

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh berjalan timpang.

Kemajuan infrastruktur fisik harus diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia, penguatan nilai-nilai spiritual, serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat menghadiri kegiatan Shobat (Sholawat Bareng Bupati) di Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi, Selasa malam (30/6/2026).

Momentum Shobat kali ini tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan dan silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati Radityo Egi menyerahkan bantuan stimulan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Sragi sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

Di hadapan ratusan jemaah yang memadati lapangan, Bupati Egi menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, esensi Shobat bukan sekadar bershalawat bersama, melainkan memperkuat fondasi spiritual yang menjadi bagian penting dalam membangun daerah.

“Kita hidup di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Tantangan ekonomi, teknologi, dan derasnya arus informasi menuntut kita memiliki ilmu sekaligus akhlak yang kuat. Karena itulah malam ini kita berkumpul di forum Shobat, bukan sekadar bersholawat, tetapi memperkuat hati, mempererat ukhuwah, dan mengingatkan bahwa pembangunan yang paling penting adalah pembangunan manusia,” ujar Bupati Egi.

Ia menegaskan, sebesar apa pun pembangunan jalan, jembatan, maupun fasilitas umum yang dilakukan pemerintah tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak dibarengi dengan kerukunan masyarakat, kualitas sumber daya manusia, dan kesiapan generasi penerus.

Menurut Bupati Egi, kekuatan sebuah daerah tidak hanya lahir dari kemajuan fisik, tetapi juga dari masyarakat yang memiliki karakter, moral, serta kebersamaan yang kuat.

Selaras dengan semangat tersebut, Egi mengaitkan nilai-nilai yang dibangun melalui Shobat dengan implementasi Program Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul). Program tersebut dirancang sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan desa yang modern, namun tetap berakar pada nilai agama, budaya, dan semangat gotong royong.

Melalui Program Desa HELAU, Pemkab Lampung Selatan menargetkan terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan pelayanan publik yang semakin optimal. Dampaknya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal.

Selain itu, program tersebut juga menempatkan masjid sebagai pusat pembinaan umat serta mendorong lahirnya generasi muda yang gemar mengaji dan memiliki karakter serta benteng moral yang kuat.

“Program ini akan berhasil apabila pemerintah dan masyarakat berjalan berdampingan. Ketika pelayanan semakin baik, perekonomian warga bergerak, dan masjid menjadi pusat pembinaan umat, maka Desa HELAU benar-benar hadir memberi manfaat nyata,” kata Bupati Egi.

Melalui forum Shobat, Pemkab Lampung Selatan juga menghadirkan jajaran pimpinan daerah secara langsung di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi, menyerap aspirasi warga, memperkuat kepercayaan publik, sekaligus mengapresiasi kerukunan yang selama ini terjaga di Kecamatan Sragi.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Supriyanto, jajaran pejabat utama dan para kepala perangkat daerah Pemkab Lampung Selatan, Camat Sragi, serta Kepala Desa Kuala Sekampung.

 

Bupati Egi Hadiri HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolres Lampung Selatan Tegaskan Komitmen Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat

LAMSEL -(deklarasinews.com)-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara menjadi momentum bagi seluruh insan Polri untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat melalui pelayanan yang profesional, responsif, humanis, dan berdampak nyata.

Pesan tersebut disampaikan Kapolres Lampung Selatan, AKBP Toni Kasmiri, saat membacakan amanat Kapolri pada upacara HUT ke-80 Bhayangkara yang digelar di Lapangan Apel Mapolres Lampung Selatan, Rabu (1/7/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 WIB itu dihadiri Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), personel Polri dan TNI, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakannya, AKBP Toni Kasmiri menegaskan bahwa seluruh tugas kepolisian pada hakikatnya bermuara pada satu tujuan, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara profesional, cepat, dan responsif.

“Seluruh tugas kepolisian bermuara pada satu tujuan, yakni memberikan pelayanan terbaik yang profesional, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar AKBP Toni.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Polri semakin kompleks, mulai dari dinamika global, ancaman kejahatan siber, perkembangan teknologi informasi, hingga konflik internasional yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan nasional.

Untuk itu, Polri dituntut terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan sistem keamanan siber, peningkatan kemampuan prediktif, serta respons yang cepat dan tepat terhadap setiap laporan masyarakat.

“Keberhasilan berbagai program pemerintah juga tidak terlepas dari peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, Polri harus terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa,” kata AKBP Toni.

Lebih lanjut, Kapolres menekankan pentingnya pembenahan internal guna menjawab dinamika serta ekspektasi publik yang terus berkembang. Profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas harus menjadi budaya kerja dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Polri harus menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang humanis. Penguatan integritas, pelayanan berkualitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman menjadi kunci membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Peringatan HUT ke-80 Bhayangkara di Lampung Selatan menjadi refleksi sekaligus penguatan komitmen Polri untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, modern, transparan, dan terpercaya. Semangat tersebut diharapkan mampu memperkokoh kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya keamanan yang kondusif sebagai fondasi keberhasilan pembangunan daerah dan nasional.

 

Pemprov Lampung Perluas Akses Pandidikan Global Lewat Program Study and Network ke Korea

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperluas akses pendidikan internasional sekaligus membuka peluang kerja global bagi putra-putri daerah. Hal ini diwujudkan melalui uji penjajakan kerja sama strategis program pendidikan (Study and Work) ke Korea Selatan untuk lulusan SMA/SMK asal Lampung.

​Rencana kolaborasi berskala internasional tersebut dimatangkan dalam Rapat Pembahasan Kelas Migran Vokasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jihan Nurlela, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Selasa (30/6/2026).

Rapat tersebut dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Kelas Migran Vokasi yang telah berjalan sekaligus membahas peluang pengembangan kerja sama pendidikan dan vokasi ke Republik Korea bersama Asparindo Institute dan KOLA Korea Eduwork.

Dalam Rapat tersebut dijelaskan bahwa Republik Korea saat ini menghadapi tantangan penurunan jumlah penduduk usia produktif sehingga membutuhkan tenaga kerja terbaik dan mahasiswa internasional untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus memperoleh pengalaman bekerja secara legal.

​Dalam arahannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan bahwa program kemitraan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menyelesaikan sejumlah tantangan pembangunan di Provinsi Lampung, khususnya terkait ketenagakerjaan dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Melalui kerja sama ini, Provinsi Lampung memiliki kesempatan untuk mempersiapkan lulusan SMA/SMK/MA sederajat agar memperoleh pendidikan bertaraf internasional, kompetensi global, serta peluang karier profesional di Korea Selatan.

​”PR kita adalah yang pertama pengangguran terbuka, kemudian yang kedua IPM (Indeks Pembangunan Manusia). IPM itu menjadi salah satu PR besar Lampung, itu dua PR tersebut barangkali bisa diurai dari program Study and Work,” ujar Wakil Gubernur.

Wagub Jihan berharap kerja sama dengan pihak Korea Selatan ini dapat terus dirawat dan tidak berhenti pada sektor pendidikan semata. Ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung membidik perluasan kemitraan pada sektor-sektor produktif lainnya seperti pengembangan industri daerah.(Red).

Kunjungi Lampung, Wamen HAM Apresiasi Komitmen Pemprov Integrasikan HAM dalam Tata Kelola Pemerintahan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung  tetus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang berkeadilan dan menghormati hak setiap warga negara melalui penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) berbasis Hak Asasi Manusia (HAM).

Hal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat menerima kunjungan Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Mugiyanto Sipin, sekaligus membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia bagi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung yang berlangsung di Gedung Balai Keratun, Selasa (30/6/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kementerian HAM ke Provinsi Lampung sebagai wujud sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat penyelenggaraan pemerintahan yang menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kementerian HAM. Salam hangat juga dari Bapak Gubernur Lampung yang saat ini sedang menjalankan tugas di luar daerah,” ujar Jihan.

Menurut Jihan, keberagaman suku, budaya, dan agama yang dimiliki Lampung merupakan modal sosial yang kuat dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Nilai-nilai seperti sambayan, gotong royong, toleransi, dan saling menghormati telah lama menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat Lampung.

“Lampung adalah etalase yang baik dalam isu HAM. Walaupun masyarakatnya terdiri dari berbagai latar belakang, kita masih menjaga nilai sambayan, gotong royong, ramah-tamah, dan nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” katanya.

Jihan menegaskan bahwa pembangunan tidak semata diukur dari pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu menjamin terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat.

“Pembangunan bukan hanya soal membangun gedung atau meningkatkan angka ekonomi, tetapi bagaimana pemerintah hadir memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, aman, adil, dan memiliki kesempatan yang sama,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap warga negara berhak memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, serta perlindungan tanpa diskriminasi, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

“Selama mereka adalah manusia, maka mereka memiliki hak yang sama. Tidak boleh ada satu pun warga yang merasa ditinggalkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga mengingatkan bahwa ASN merupakan wajah pemerintah yang dinilai langsung oleh masyarakat melalui kualitas pelayanan yang diberikan.

“Bapak Gubernur selalu mengingatkan bahwa ASN adalah wajah pemerintah. Bagaimana ASN melayani masyarakat dan menyelesaikan tugas, itulah gambaran pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat perlindungan bagi kelompok rentan, serta menyelesaikan berbagai persoalan HAM, termasuk isu agraria dan berbagai persoalan sosial lainnya.

“Kami ingin setiap kebijakan tidak hanya baik di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri HAM RI, Mugiyanto Sipin, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip HAM ke dalam tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, paparan Wakil Gubernur Jihan menunjukkan bahwa HAM bukan sekadar konsep normatif, tetapi telah diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Saya senang sekali mendengar apa yang disampaikan Ibu Wakil Gubernur. Bagaimana menerjemahkan HAM menjadi kebijakan nyata sehingga dampaknya bisa dirasakan masyarakat,” ujar Mugiyanto.

Ia menekankan bahwa kualitas pelayanan ASN akan menentukan cara masyarakat memandang pemerintah.

“Kalau pelayanan tidak ramah, masyarakat akan melihat pemerintah tidak ramah. Kalau pelayanan berbelit-belit, masyarakat akan merasa negara ini sulit. Karena itu ASN adalah wajah pemerintah,” jelasnya.

Mugiyanto juga mengingatkan bahwa penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM merupakan amanat konstitusi sebagaimana diatur dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah memegang peran strategis sebagai garda terdepan karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kabupaten, kota, dan provinsi adalah garda terdepan perlindungan, pemajuan, dan penghormatan HAM. Karena itu pemahaman HAM harus menjadi pegangan ASN dalam menjalankan tugas sehari-hari,” katanya.

Ia turut menyoroti sejumlah isu yang masih menjadi perhatian di Lampung, mulai dari persoalan agraria, kehutanan, pertanian, perlindungan perempuan dan anak, hingga penyelesaian berbagai persoalan masa lalu yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan penguatan kapasitas ini, Kementerian HAM dan Pemerintah Provinsi Lampung berharap semakin terbangun aparatur yang memahami perspektif HAM dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik, sehingga hak-hak masyarakat dapat terpenuhi secara adil dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Red).

Pringsewu Kunjungi Kelompok Peternak Kambing Perah Kecamatan Sukoharjo

SUKOHARJO -(deklarasinews.com)- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengunjungi Kelompok Peternak Kambing Perah di wilayah Kecamatan Sukoharjo. Kunjungan Bupati didampingi Ketua Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Pringsewu Sutikno, Kadis Pertanian Maryanto, Kadis Kopdagprin Sulistiyo Ningsih, Kadis PMPTSP Handri Yusuf dan Camat Sukoharjo Yuli Susapto dipusatkan di Peternakan Kambing Perah RAS Farm Pekon Sukoharjo I, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Selasa, 30 Juni 2026.

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan kunjungan ini adalah untuk melihat dari dekat serta mengetahui permasalahan yang dihadapi para peternak kambing perah, serta sebagai upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil ternak, disamping penguatan kelompok peternak itu sendiri. Dikatakan juga bahwa Kabupaten Pringsewu telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung sebagai Sentra Kawasan Pengembangan Ternak Kambing dan Domba di Provinsi Lampung.

“Penetapan ini dikarenakan Kabupaten Pringsewu memiliki potensi yang cukup besar. Secara tidak langsung, ini tentu menimbulkan tanggungjawab pemerintah daerah untuk membina peternak kambing guna meningkatkan produksi ternaknya. Namun demikian, permasalahan yang kita hadapi adalah hasil produksi susu yang belum terserap untuk pangsa pasarnya. Sebetulnya ada peluang, karena ada yang bersedia menampung susu kambing dalam bentuk susu bubuk, asal memenuhi persyaratan dan kualifikasi yang ditentukan,” katanya.

Selain kambing perah, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Pringsewu juga tengah mengembangkan domba. Oleh karena itu, pihaknya menginginkan agar kualitas domba di Kabupaten Pringsewu juga bisa meningkat.

Sementara itu, Joko Waluyo, pemilik Peternakan Kambing Perah RAS Farm Sukoharjo, mewakili para peternak kambing perah setempat, mengatakan kendala yang dihadapi para peternak kambing perah di Kabupaten Pringsewu pada umumnya adalah masalah pemasaran hasil ternak yakni berupa susu kambing. Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu dan memberikan solusinya. (Mulia Mega.)

Kolaborasi Bersama Dinas Perdagangan Sumsel, Forkesi dan PTBA Latih ABK dan Orang Tua Olah Sampah Organik

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Forum Komunikasi Keluarga Anak Spesial Indonesia (Forkesi) Chapter Sumatera Selatan (Sumsel) berkolaborasi dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan didukung oleh Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel menggelar program pelatihan keterampilan khusus. Kegiatan ini menyasar para remaja berkebutuhan khusus beserta orang tua mereka.

Pelatihan ini berfokus pada dua program utama, yakni pengelolaan sampah organik dan teknik pemanfaatan lahan sempit. Langkah ini diinisiasi sebagai salah satu upaya strategis untuk memperkuat kemandirian sekaligus menciptakan ketahanan pangan bagi keluarga anak berkebutuhan khusus.

Acara yang berlangsung di Kantor Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel pada Selasa (30/6/26) ini bertujuan untuk membekali anak-anak berkebutuhan khusus dengan keterampilan praktis yang mandiri sekaligus produktif. Melalui kolaborasi ini, PT Bukit Asam memberikan dukungan penuh sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL), sementara Dinas Perdagangan menyediakan fasilitas dan ruang edukasi. Selain menekan volume sampah rumah tangga melalui pemisahan limbah organik, peserta juga diajarkan teknik pertanian perkotaan (urban farming) memanfaatkan pekarangan terbatas demi memenuhi kebutuhan pangan mandiri.

Pelatihan pengolahan limbah menjadi kompos yang diadakan oleh Forkesi Chapter Sumsel (Forum Komunikasi Keluarga Anak Spesial Indonesia) bertujuan untuk mengasah keterampilan praktis anak. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk membangun rasa percaya diri, kemandirian, dan memberikan nilai tambah bagi remaja berkebutuhan khusus beserta keluarga mereka, ujar Ketua Forkesi Chapter Sumsel, Devie Wahyuni, S.TP.

Devie Wahyuni menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Apresiasi tersebut diberikan atas komitmen nyata PTBA melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini fokus mendukung pemberdayaan remaja berkebutuhan khusus beserta keluarga mereka.

Menurut Devie, dukungan penuh dari PTBA sebagai mitra CSR yang bersinergi dengan Dinas Perdagangan Sumsel dan Dinas UMKM Sumsel sangat krusial. Sinergi ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi para orang tua. Salah satunya melalui pemanfaatan produk pangan mandiri yang dihasilkan langsung dari pekarangan rumah, jelasnya.

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, Henny Yulianti, S.IP, M.M., bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Hj. Mega Nugraha, S.H., M.Si. Sementara itu, dari pihak korporasi diwakili oleh Cahyo Ady Nugraha selaku Senior Public Relation Spesialis PT Bukit Asam Tbk.

Senior Public Relation Spesialis PT PT Bukit Asam Tbk, Cahyo Ady Nugraha, mengapresiasi pelaksanaan program pelatihan keterampilan bagi warga ring satu. Menurutnya, acara ini merupakan bukti nyata sinergi positif antara organisasi, pemerintah, dan pihak swasta.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini karena berdampak positif bagi masyarakat luas, khususnya Forkesi. PTBA akan terus memberikan dukungan penuh agar program seperti ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Cahyo. Ia juga berharap kegiatan pelatihan ini dapat berjalan lancar dan membawa kesuksesan jangka panjang bagi seluruh peserta.

Kesadaran mengolah sampah rumah tangga dari lingkungan terkecil dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. hal itu disampaikan Narasumber Ir. H. Cholil Buchori, M.Si, bahwa masyarakat perlu membangun budaya peduli terhadap limbah sampah, baik plastik maupun organik, yang dimulai dari rumah tangga. Menurutnya, setiap keluarga harus memiliki kesadaran untuk mengolah limbah tersebut menjadi bahan-bahan bermanfaat.

“Hasil olahan limbah ini nantinya dapat digunakan untuk mendukung ketahanan keluarga,” ujar Cholil.

Salah satu implementasi nyatanya adalah dengan memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah. Masyarakat dapat menggunakan area tersebut untuk menanam berbagai jenis sayur-sayuran dan buah-buahan. Melalui langkah optimalisasi lahan dan pengelolaan sampah mandiri ini, efek jangka panjang yang diharapkan adalah mampu menurunkan pengeluaran belanja harian keluarga secara signifikan, pungkasnya. (Ags).