Dikabarkan Unsur Pimpinan DPRD Lampung Selatan Mulai Tidak Harmonis

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Isu ketidak harmonisan unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan mulai terhembus dimasyarakat.

Sehingga spekulasi dimasyarakat mulai berkembang, apakah lembaga dimana para wakil rakyat yang mendapat amanah dari rakyat ini bisa melaksanakan tugasnya dalam kurun waktu lima tahun kedepan.

Seperti diketahui bahwa DPRD merupakan Lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah dibumi khagom mufakat ini.

DPRD yang merupapakan representasi rakyat ini, mempunyai fungsi diantaranya pembentukan peraturan daerah, anggaran dan pengawasan.

Namun dengan isu yang berkembang tentang retaknya harmoniaasi para unsur pimpinan di DPRD Lampung Selatan ini, apakah dalam waktu lima tahun kedepan akan dapat menyelesaikan tugas dan janjinya kepada rakyat/pemilih dan menjadikan rakyat sejahtera lahir dan bathin.

Untuk mengetahui kebenaran isu retaknya harmonisasi unsur pimpinan DPRD Lamsel, Tim media ini mencoba menghubungi melalui telponnya seluler Ketua DPRD Lamsel Erma Yusneli SE, namun tidak ada jawaban, begitu juga ketika dikonfirmasi via WhatsApp juga tidak ada jawaban.

Tim media ini kemudian mencoba menghubungi Sekretaris dewan DPRD Lamsel Heri juga tidak ada jawaban, ketika di WA juga tidak membalas.

Salah satu dari unsur pimpinan DPRD Lamsel Wakil Ketua III Bella Jayanti membalas pesan WhatsApp yang dikirim tentang isu ketidak harmonisan unsur pimpinan lembaga legislatif di Serambi Sumatera ini.

Dalam jawaban melalui pesan WhatsAppnya Bella Jayanti menjawab,

” Walaikumsalam Bang, Alhamdulillah sampai saat ini hubungan kami antar pimpinan baik dan komunikasi juga berjalan lancar. Kalaupun ada perbedaan pandangan dalam menyikapi berbagai persoalan menurut saya wajar aja, justru hal tsb merupakan bagian dari proses demokrasi & menjadi kekuatan untuk menghasilkan keputusan yang lebih matang. Yang terpenting, kami tetap solid dan sama-sama fokus menjalankan tugas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Lampung Selatan, ”

Dalam jawaban Kader partai berlambang Matahari Terbit ini mengesankan bahwa unsur pimpinan di DPRD Lamsel baik-baik saja dan solid dan siap bergerak dan berjuang untuk kemajuan Lampung Selatan, ” tuturnya.

Semoga pernyataan yang disampaikan oleh wakil ketua III DPRD Lamsel dari Fraksi PAN ini benar adanya. Sehingga kedepan Lampung Selatan semakin berjaya dan masyarakatnya sejahtera. Amin.  (Cak Ton)

Sekdaprov Sumsel Hadiri Peresmian Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo

PALEMBANG –(deklarasinews.com)– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., menghadiri peresmian operasionalisasi 1.601 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) secara virtual dari Jalan TPH Sofyan, Gandus, Palembang, Sabtu (16/5/2026).

Peresmian secara nasional dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kebanggaannya atas percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih yang dinilai berjalan sangat cepat. Menurutnya, mulai dari proses pematangan konsep hingga pembangunan fisik koperasi berhasil diselesaikan hanya dalam waktu satu tahun.

“Secara fisik, saat ini sudah siap 9.000 gedung beserta sistemnya. Program pemerintah untuk KDMP dengan total 9.294 gerai juga telah selesai dibangun. Mari kita maju dengan rasa percaya diri bahwa koperasi ini akan menjadi kekuatan bersama dalam membangun ekonomi masyarakat dan negara,” ujar Presiden Prabowo.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan inisiatif besar Presiden Prabowo tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, Koperasi Merah Putih dirancang agar roda perekonomian masyarakat benar-benar bergerak dan tumbuh dari bawah sehingga mampu menciptakan pemerataan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dengan diresmikannya operasionalisasi ribuan koperasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan siap mendukung penuh keberadaan KDMP di seluruh wilayah Sumsel.

Koperasi ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, menjaga ketahanan pangan lokal, serta membuka peluang usaha baru bagi warga di tingkat desa dan kelurahan.(Ning)

Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Sumsel Dukung Ketahanan Pangan Nasional

OKU SELATAN –(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mendukung ketahanan pangan nasional saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Polda Sumsel tersebut juga dirangkaikan dengan groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri, peluncuran operasional 166 SPPG Polri, penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat, serta penyerahan benih jagung secara simbolis kepada kelompok tani.

Panen raya dilaksanakan secara serentak dan terhubung virtual bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui Zoom Meeting.

Turut hadir Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., Forkopimda OKU Selatan, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya dari Tuban, Jawa Timur, Presiden Prabowo menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan suatu negara.

“Semua harus bekerja keras agar pangan kita tetap aman. Tidak mungkin suatu negara bertahan tanpa ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Polri, dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

“Hari ini saya berterima kasih kepada tim pangan dan berbagai pihak, termasuk Polri, dalam menjaga ketahanan pangan. Masalah swasembada pangan ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan semua pihak, mulai dari daerah hingga BUMN, BUMD, dan lembaga lainnya,” tambahnya.

Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang mengatakan panen raya tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor pertanian Sumsel dalam menopang program swasembada pangan nasional.

“Panen raya jagung ini menjadi bukti nyata semangat petani di OKU Selatan dan Sumsel, serta dukungan pemerintah, Polda Sumsel, pemerintah kabupaten, dan pihak swasta. Terima kasih kepada Kapolda Sumsel atas upaya peningkatan produksi jagung di Sumsel,” katanya.

Menurutnya, Sumsel memiliki sumber daya alam yang sangat potensial untuk pengembangan pertanian modern, khususnya komoditas jagung.

“Sumber daya alam Sumsel dan dukungan teknologi memiliki potensi besar untuk pengembangan jagung di seluruh wilayah Sumsel. Apa saja yang kita tanam pasti tumbuh, tergantung kesungguhan petani yang didampingi para pemangku kepentingan agar kelompok tani semakin maju,” ujarnya.

Data Dinas Pertanian mencatat produksi kumulatif jagung Sumsel periode Januari–Juni 2026 diperkirakan mencapai 124.901 ton jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen atau meningkat 6.345 ton dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Sementara itu, produksi jagung pipilan kering kadar air 28 persen mencapai 168.956 ton dengan luas panen 18.906 hektare dan produktivitas rata-rata 66,06 kuintal per hektare.

Kabupaten OKU Selatan tercatat sebagai daerah dengan produktivitas tertinggi mencapai 70,52 kuintal per hektare, disusul OKU Timur sebesar 64,74 kuintal per hektare dan Banyuasin sebesar 60,96 kuintal per hektare.

Harga rata-rata jagung pipilan kering kadar air 14 persen saat ini mencapai Rp6.400 per kilogram di gudang Bulog.

Pada Tahun Anggaran 2025, bantuan benih jagung hibrida di Sumsel mencapai 23.661 hektare yang terdiri atas bantuan DIPA Pusat seluas 22.661 hektare dan APBD Provinsi seluas 2.000 hektare.

Khusus Kabupaten OKU Selatan, bantuan benih jagung hibrida Tahun 2026 melalui DIPA Pusat mencapai 22.825 hektare dengan jadwal tanam Juni hingga Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang mengajak masyarakat agar tidak ragu mengembangkan usaha pertanian karena pemerintah terus memberikan dukungan, termasuk melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Oleh sebab itu, jangan takut berusaha. Mari bersama mendukung program swasembada pangan Presiden. Saat ini panen jagung sudah bisa menggunakan mesin, tidak seperti dulu. Sekarang sudah ada alsintan yang mendukung,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada komoditas jagung, tetapi juga padi, kopi, karet, serta komoditas unggulan daerah lainnya.

“Kalau kebutuhan pangan tersedia dan perut kita kenyang, kita tidak akan melihat milik orang lain. Yang penting mau bekerja keras, tekun dalam berusaha, dan disertai doa,” ujarnya.

Cik Ujang turut mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan.

“Ayo kita dukung Presiden, gubernur, dan bupati untuk mewujudkan swasembada pangan. Bersama petani, kita harus kompak dan berdiri di kaki sendiri,” tegasnya.

Bupati OKU Selatan, Abusama, menyampaikan apresiasi kepada Polri dan Pemprov Sumsel karena panen raya jagung dipusatkan di wilayahnya.

“Kami mohon dukungan kepada Polda Sumsel dan Pemprov Sumsel dalam membina dan meyakinkan petani OKU Selatan agar terus meningkatkan produktivitas pertanian mereka,” katanya.

Selain jagung, Abusama juga berharap masyarakat terus meningkatkan budidaya kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Sumsel.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan benih jagung, traktor, dan hand traktor secara simbolis kepada kelompok tani, serta pelepasan simbolis pengiriman hasil panen raya jagung ke gudang Bulog untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program ketahanan pangan nasional di Sumsel.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sumsel, Bulog, perbankan, kelompok tani, dan seluruh pihak atas dukungan terhadap panen raya jagung ini sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat petani terus diperkuat demi meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.(Ning)

Wabup Nadirsyah Kembali Gotong Royong Bersama Warga Tunas Asri dan Tirta Makmur ‎

TUBABA –(deklarasinews.com)– Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Nadirsyah, dengan turun langsung mengikuti kegiatan gotong royong bersama masyarakat di Tiyuh Tunas Asri dan Tiyuh Tirta Makmur, Sabtu (16/05/2026).

‎‎Kegiatan gotong royong tersebut difokuskan pada perbaikan akses jalan kabupaten  yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas masyarakat. Bersama warga, Nadirsyah ikut membantu proses penimbunan jalan menggunakan material batu agar kondisi jalan menjadi lebih baik dan nyaman dilalui masyarakat.

‎‎Sejak pagi hari, warga terlihat antusias berkumpul dan bekerja bersama. Suasana kebersamaan tampak begitu kuat ketika masyarakat, aparatur tiyuh, dan pemerintah daerah saling bahu membahu menyelesaikan pekerjaan di lapangan.

‎‎Dalam kegiatan tersebut, material batu yang digunakan berasal dari sumbangan pihak swasta lapak singkong Putra Kembar. Selain itu, bantuan material juga diberikan oleh tiga MBG yang berada di wilayah Tirta Makmur sebagai bentuk dukungan terhadap perbaikan infrastruktur lingkungan masyarakat.

‎‎Kegiatan gotong royong ini sendiri sudah beberapa kali dilaksanakan bersama warga dan menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi jalan di wilayah tersebut.

‎Kehadiran Wakil Bupati yang kembali turun langsung ke lapangan pun mendapat apresiasi dari masyarakat.

‎‎Wabup Nadirsyah mengatakan bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada program pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat serta pihak swasta.

‎‎“Kalau semua bergerak bersama, pekerjaan yang berat akan terasa ringan. Inilah semangat gotong royong yang harus terus dijaga. Pemerintah hadir bersama masyarakat untuk mencari solusi terhadap kebutuhan di lapangan,” ujar Nadirsyah di sela kegiatan.

‎‎Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh warga yang tetap menjaga budaya kebersamaan, termasuk pihak swasta yang telah ikut membantu memberikan material untuk perbaikan jalan.

‎Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta merupakan kekuatan penting dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya pembangunan infrastruktur lingkungan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

‎‎Warga yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku senang dan termotivasi karena pemerintah daerah hadir langsung bersama masyarakat tanpa sekat. Kehadiran Wakil Bupati dinilai menjadi penyemangat tersendiri bagi masyarakat untuk terus menjaga budaya gotong royong.

‎‎Kegiatan berlangsung lancar, penuh keakraban, dan diwarnai semangat kebersamaan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kondisi jalan lingkungan di Tiyuh Tunas Asri dan Tiyuh Tirta Makmur dapat semakin baik sehingga mendukung aktivitas dan mobilitas masyarakat sehari-hari. (Mar)

Sekdaprov: Lampung Miliki 345 Koperasi Merah Putih

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengikuti prosesi peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Sekdaprov Marindo mengikuti acara tersebut secara virtual dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Way Halim, Perumnas Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Marindo, Pemerintah Provinsi Lampung mendukung percepatan pembentukan dan operasionalisasi KDKMP melalui pemanfaatan aset milik pemerintah daerah untuk pembangunan fasilitas koperasi di berbagai wilayah.

“Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan Pak Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peresmian operasionalnya Koperasi Desa Merah Putih. Salah satunya berada di Provinsi Lampung, tepatnya di Way Halim ini yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Lampung,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemprov Lampung bersama jajaran TNI melakukan inventarisasi aset daerah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung percepatan pembangunan KDKMP dan salah satu aset tersebut berada di kawasan Way Halim, Kota Bandar Lampung.

Menurut Marindo, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong pemanfaatan aset-aset pemerintah yang belum digunakan secara optimal agar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Pemerintah Provinsi Lampung bersama TNI memastikan aset-aset pemerintah yang belum digunakan secara utuh bisa dimanfaatkan untuk mendukung percepatan berdirinya Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, hingga saat ini sudah terdapat 345 unit KDKMP yang berdiri di Lampung.

Jumlah tersebut disebut menjadi yang terbanyak di luar Pulau Jawa.

Marindo menyebutkan bahwa KDKMP di Lampung nantinya memiliki berbagai unit usaha, mulai dari gerai kebutuhan pokok, apotek, layanan kesehatan, distribusi LPG, layanan PLN hingga usaha pangan seperti beras dan jagung.

Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, secara keseluruhan terdapat 41 titik KDKMP yang diresmikan di wilayah Lampung dan Bengkulu pada hari yang sama.

Ia merinci, hingga 16 Mei 2026, Kodam XXI/Radin Inten telah menyelesaikan pembangunan 562 titik koperasi, terdiri dari 345 titik di Lampung dan 217 titik di Bengkulu.

“Kita terus mengejar target. Harapannya akhir Mei atau paling lambat awal Juni sudah ada 600 titik yang selesai 100 persen,” ujarnya.

Khusus di Bandar Lampung, Kristomei menyebut target pembangunan mencapai 10 titik KDKMP.

Saat ini lima titik telah selesai dibangun dan ditargetkan meningkat menjadi delapan titik pada awal Juni mendatang.

Menurutnya, dukungan Pemprov Lampung sangat membantu percepatan pembangunan koperasi, terutama dalam penyediaan lahan.

“Di Bandar Lampung kami sempat terkendala lahan. Nah, untuk itu kami dibantu oleh Pemprov sehingga ada lahan-lahan milik Pemprov yang bisa dibangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” pungkasnya. (Red)

Pemprov Lampung Perkuat Kerja Sama Lampung–Malaysia di Sektor Pariwisata, Energi dan Investasi

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat hubungan strategis dengan Malaysia melalui berbagai langkah konkret di sektor pariwisata, konektivitas internasional, investasi, energi hijau, hingga ketenagakerjaan.

Komitmen tersebut tercermin dalam rangkaian pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Konsul Jenderal Malaysia Shahril Nizam Abdul Malek, jajaran maskapai TransNusa, serta perusahaan energi dan infrastruktur asal Malaysia Citaglobal Berhad yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Lampung pada 12–13 Mei 2026.

Dalam pertemuan bersama Konsul Jenderal Malaysia, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa hubungan antara Lampung dan Malaysia selama ini telah terjalin erat, baik dari sisi sosial, ekonomi, pariwisata maupun ketenagakerjaan.

Menurutnya, saat ini sedikitnya terdapat sekitar 8.000 pekerja migran asal Lampung yang bekerja di Malaysia.

Selain itu, Malaysia juga menjadi salah satu negara penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ke Provinsi Lampung.

“Hubungan Lampung dan Malaysia ini sudah sangat dekat. Banyak masyarakat Lampung yang bekerja, berusaha, maupun bepergian ke Malaysia. Karena itu kami ingin hubungan ini terus diperkuat melalui kerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Ia juga menilai terbukanya konektivitas penerbangan langsung Lampung–Kuala Lumpur menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kedua wilayah sekaligus membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Selain membahas hubungan masyarakat kedua negara, Gubernur Mirza turut memaparkan berbagai potensi unggulan Lampung, mulai dari sektor komoditas, industri, hingga destinasi wisata.

Menanggapi hal tersebut, Konsul Jenderal Malaysia Shahril Nizam Abdul Malek menyampaikan antusiasmenya terhadap berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Pemerintah Provinsi Lampung.

Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang sangat potensial karena masyarakat Malaysia memiliki minat tinggi untuk berwisata ke Indonesia.

Selain itu, ia juga menyoroti peluang kerja sama dalam perdagangan produk halal dan sektor tekstil yang dinilai memiliki prospek besar di pasar Malaysia.

“Dengan semakin terbukanya konektivitas antara Lampung dan Malaysia, hubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata dan hubungan antar masyarakat tentu akan semakin kuat,” ujarnya.

Upaya memperkuat konektivitas internasional tersebut juga dibahas dalam rapat peningkatan penerbangan bersama maskapai TransNusa.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mirza mendorong pengembangan rute penerbangan langsung Lampung–Kuala Lumpur guna mempermudah akses masyarakat sekaligus meningkatkan arus wisatawan mancanegara ke Provinsi Lampung.

Chief Executive Officer TransNusa Dato Bernard menilai hubungan wisata antara Lampung dan Malaysia sangat prospektif.

Menurutnya, selama ini masyarakat Lampung yang bepergian ke Malaysia masih harus transit melalui Jakarta sehingga penerbangan langsung dinilai memiliki potensi pasar yang besar.

“Kami melihat potensi wisatawan dari Malaysia ke Lampung cukup besar. Begitu juga masyarakat Lampung yang bepergian ke Malaysia cukup tinggi. Karena itu, TransNusa melihat ini sebagai peluang,” ujarnya.

Pihak TransNusa berencana melakukan studi mendalam terkait pengembangan rute tersebut dengan target awal tiga kali penerbangan dalam sepekan dan berpotensi meningkat menjadi penerbangan harian apabila permintaan terus tumbuh.

Gubernur Mirza mengatakan pengembangan konektivitas internasional tersebut diharapkan mampu memperluas akses wisatawan asing menuju berbagai destinasi unggulan Lampung, termasuk kawasan selancar Pantai Tanjung Setia di Kabupaten Pesisir Barat.

“Apapun yang dilakukan untuk kemajuan Lampung, saya sangat mendukung kerja sama ini,” ujarnya.

Keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat hubungan dengan Malaysia juga diwujudkan melalui kerja sama investasi strategis di sektor energi hijau dan infrastruktur berkelanjutan bersama perusahaan asal Malaysia, Citaglobal Berhad.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dan Memorandum of Understanding (MoU) antara Gubernur Mirza bersama Executive Chairman & President Citaglobal Berhad Mohamad Norza Zakaria.

Kerja sama difokuskan pada pengembangan energi baru terbarukan dan pengelolaan lingkungan, meliputi proyek floating solar panel, pengolahan sampah menjadi energi (Waste to Energy), biomassa limbah industri, hingga pengembangan kawasan industri ramah lingkungan.

“Ke depan fokus kami di Provinsi Lampung memang akan mengarah pada energi, terutama energi terbarukan,” tegasnya.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan energi hijau, termasuk tiga bendungan yang dinilai layak dikembangkan menjadi proyek floating solar panel dengan kapasitas mencapai 150–200 megawatt per bendungan.

Selain itu, Lampung juga memiliki sekitar 1,3 juta hektare potensi biomassa yang berasal dari limbah pertanian dan perkebunan seperti padi, jagung, singkong, nanas, hingga bagas tebu.

Tak hanya energi baru terbarukan, Pemerintah Provinsi Lampung juga menawarkan peluang pengembangan proyek Waste to Energy seiring meningkatnya volume sampah di daerah.

Gubernur Mirza menilai posisi strategis Lampung yang dekat dengan Jakarta dan memiliki pelabuhan laut dalam juga sangat potensial untuk mendukung hilirisasi komoditas dan pengembangan kawasan industri baru di Sumatera bagian selatan.

“Kami ingin Lampung tidak hanya menjual komoditas mentah, tetapi juga tumbuh melalui hilirisasi dan industri bernilai tambah,” pungkasnya.

Sementara itu, Mohamad Norza Zakaria menjelaskan bahwa Citaglobal saat ini aktif mengembangkan berbagai proyek clean energy di Malaysia, termasuk floating solar, biogas, Waste to Energy, telekomunikasi, dan infrastruktur konstruksi.

Ia menyampaikan optimismenya terhadap peluang investasi di Lampung dan berharap kerja sama tersebut menjadi awal yang baik bagi pengembangan berbagai proyek strategis Malaysia di Provinsi Lampung.

Rangkaian pertemuan internasional tersebut memperlihatkan langkah aktif Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun jejaring kerja sama global untuk memperkuat transformasi ekonomi daerah, memperluas investasi, membuka akses internasional, serta mempercepat pembangunan sektor strategis berbasis potensi unggulan Lampung.

Bupati Pringsewu Ikuti Peresmian Operasionalisasi 1.061 KDKMP Oleh Presiden RI

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengikuti acara peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Presiden RI Prabowo Subianto, yang dipusatkan di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).

Bupati Pringsewu didampingi Ketua DPRD Suherman, Dandim 0424 diwakili Kepala Staf Mayor Inf. Rahmat Hariyanto, Kapolres Pringsewu AKBP M.Yunus Saputra, serta Kadis Kopdagprin Sulistiyo Ningsih, Kadis PMP Judi Muljana, Kadis PMPTSP Handri Yusuf, Kadis PUPR Ahmad Syaifudin, Kadis Pertanian Maryanto, Kadis Perikanan Supendi, Kepala Kesbangpol Catur Agus Dewanto, Sekdis Ketahanan Pangan drh.Budi, Camat dan Uspika beserta para Kapekon mengikuti secara virtual dari Kopdes Merah Putih Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutan mengatakan peresmian operasionalisasi 1.061 KDKMP merupakan tonggak sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Program tersebut bukan sekadar pembangunan gedung, tetapi pembangunan sistem ekonomi rakyat yang terintegrasi dan berpihak kepada masyarakat kecil.

“Peresmian lebih dari seribu koperasi yang memiliki gudang, sistem distribusi, kendaraan operasional, hingga dukungan logistik merupakan langkah besar membangun ekonomi rakyat dari bawah. Keberhasilan pembangunan ribuan koperasi dalam waktu singkat ini juga menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia untuk mandiri dan berdiri di atas kekuatan sendiri,” ujar Presiden.

Terpisah, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan koperasi memiliki peran sangat strategis sebagai penggerak ekonomi rakyat, terutama dalam memperkuat akses permodalan, distribusi kebutuhan pokok, pemasaran hasil usaha masyarakat, serta pengembangan usaha produktif berbasis potensi desa. Kehadiran KDKMP merupakan langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi perdesaan.

“Dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan, KDKMP akan mendorong pemberdayaan masyarakat, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan dapat menjadi lembaga ekonomi yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan, pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat serta menjadi ujung tombak dalam memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga produk lokal bisa diserap dengan harga yang adil,” ujarnya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan semua pihak terkait serta mendukung dan menyukseskan program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Pringsewu, dalam rangka memperkuat ekonomi desa atau pekon yang muaranya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Mulia Mega )

Pemprov Lampung Kembangkan Ekonomi Berbasis Pariwisata, Jalan Pesisir Dipercepat

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)-  Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengembangkan strategi besar ekonomi berbasis pariwisata (tourism-based economy) melalui perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung.

Hasil yang mulai dirasakan masyarakat, salah satunya Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu yang sebelumnya ditempuh  4 Jam, kini hanya 2,5 jam. Akses Wisata Pesisir Lampung kian terhubung.

Dengan strategi ini, Pemerintah Provinsi Lampung berhasil memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata unggulan melalui percepatan pembangunan dan perbaikan jalan provinsi di jalur pesisir selatan.

Perbaikan konektivitas jalan juga dimulai dari pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin sepanjang 5,888 kilometer yang menjadi pintu utama menuju kawasan wisata pesisir Pesawaran.

Selama ini, ruas tersebut dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terpadat saat musim liburan. Dengan lebar jalan sebelumnya sekitar lima meter dan volume kendaraan mencapai 7.500 kendaraan saat akhir pekan, kemacetan panjang kerap terjadi dan menghambat mobilitas wisatawan maupun masyarakat.

Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar untuk meningkatkan kapasitas jalan menjadi 14 meter lengkap dengan rigid pavement, drainase, bahu jalan, dan perlengkapan keselamatan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut bukan sekadar perbaikan jalan, melainkan bagian dari strategi besar pengembangan ekonomi berbasis pariwisata.

“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi besar. Karena itu aksesnya harus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Dari Padang Cermin menuju Teluk Kiluan, Pemerintah Provinsi Lampung juga mempercepat penanganan jalan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dengan nilai kontrak mencapai Rp48,2 miliar.

Penanganan dilakukan pada sejumlah titik prioritas sepanjang jalur wisata pesisir yang selama ini mengalami kerusakan cukup berat dan menjadi kendala utama mobilitas masyarakat maupun wisatawan.

Melalui program tersebut, tingkat kemantapan jalan ditargetkan meningkat dari 83,80 persen menjadi 96,85 persen.

Gubernur Mirza menegaskan, pembangunan konektivitas pesisir menjadi bagian penting dalam membuka jalur wisata terintegrasi dari Pesawaran hingga Tanggamus.

“Kalau jalur Pesawaran sampai Tanggamus tersambung dengan baik, maka akan terbentuk jalur wisata pesisir yang sangat potensial dan berdampak besar terhadap ekonomi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, di ruas Teluk Kiluan menuju Gigi Hiu atau Simpang Umbar, Pemprov Lampung mulai melakukan pembangunan bertahap guna membuka akses menuju salah satu destinasi wisata eksotis yang telah dikenal hingga mancanegara.

Pantai Gigi Hiu selama ini dikenal memiliki panorama batu karang unik menyerupai gigi hiu dengan latar ombak Samudra Hindia. Namun keterbatasan akses membuat kunjungan wisatawan belum optimal.

Pada tahap awal, pembangunan dilakukan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan rigid pavement dengan dukungan anggaran Rp23,9 miliar.

Pemerintah Provinsi Lampung menilai pembangunan jalan ini akan menjadi pengungkit terbentuknya ekosistem pariwisata terintegrasi di wilayah pesisir, sekaligus mendukung sektor perikanan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga distribusi hasil bumi masyarakat.

“Percuma kalau jalan sudah bagus tetapi ekosistemnya tidak dibangun. Karena itu kita dorong agar investasi, ekonomi kreatif, budaya, dan sektor wisata tumbuh bersama,” ujar Gubernur.

Masyarakat pun menyambut positif pembangunan tersebut. Dan berharap akses yang semakin baik akan membuat kawasan wisata pesisir Lampung semakin ramai dikunjungi wisatawan dan membawa dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga.

Kini, jalur Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu perlahan berubah wajah. Dari perjalanan panjang dan melelahkan selama empat jam, akses menuju surga wisata pesisir Lampung kini semakin cepat, nyaman, dan menjanjikan masa depan baru bagi pariwisata daerah.

Tim Volly Bintang Putri Demokrat Bungkam Dangin Peken Palas (3-0)

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Tim Volly Bintang Putri Demokrat Sidodadi berhasil menundukkan Tim Volly Dangin Peken Palas dengan skor (3-0), pada Open Turnamen Karang Taruna Cup I desa Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (15/5/2026) malam.

Sejak babak pertama Tim asuhan Achmad Johani AMd terus melakukan tekanan kearea pertahanan lawan. Tiga Algojo Bintang Putri Demokrat Sidodadi yakni Dinda (13), Ica (11) dan Kiyowo (7) dan kawan-kawan terus berhasil mengumpulkan poin demi poin pada Set pertama.

Sehingga pada Set pemanasan ini praktis dikuasai oleh para pemain asuhan anggota DPRD Lampung Selatan dari partai Demokrat ini.

Namun disisi lain Olive (7) dan kawan kawannya dari Tim Dagin Peken Palas tidak menyerah begitu saja. Beberapa kali Ayu (9) salah satu pemain legendaris dari Way Panji melakukan perlawanan, sehingga pada babak pertama skor menjadi (25-15) untuk Tim Bintang Putri Demokrat Sidodadi.

Pada Set kedua kedua Tim melakukan serangan-serangan yang cukup intens kearea pertahanan masing-masing. Namun Dinda, Ica, Kiyowo dan kawan-kawan lebih gencar menyerang, sehingga Set kedua berakhir dengan skor (25-15) untuk Bintang Putri Demokrat Sidodadi.

Set ketiga yang merupakan set penentuan permainan Tim Bintang Putri Demokrat semakin menarik untuk ditonton. Beberapa skill dalam bermain Volly mulai ditampilkan oleh Dinda (13) dan kawan-kawanya. Beberapa kali Tim Dengin Peken sempat kewalahan menahan serangan tiga Srikandi Bintang Putri Demokrat. Tidak memerlukan waktu lama Set ketiga akhirnya dimenangkan oleh Dinda (23) dan kawan-kawan.

Usai pertandingan Achmad Johani AMd kepada media ini mengatakan, bahwa hasil pertandingan malam ini Tim asuhannyq bermain baik, kompak dan enak untuk ditonton. Dan Alhamdulillah pada pertandingan perdana bisa memenangkan pertandingan dengan skor 3-0 (25-15, 25-15 dan 25-08).

Namun demikian pada pertandingan putaran berikutnya pihaknya akan melakukan latihan-latihan tambahan, sehingga saat meladeni lawan berikutnya para pemain sudah siap, baik fisik maupun mental, ” tutur lagislator dari partai Demokrat ini. (Cak Ton)

Agooy, Terkait Anggaran Laoundry Pakaian Ketua DPRD Lamsel, Anggota Tidak Dikasih Tahu

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Setelah beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media online mengomentari terkait anggaran Laoundry pakaian ketua DPRD Lampung Selatan yang nilai cukup Fantastis.

Kini komentar pedas juga datang dari salah satu Fraksi yang ada di DPRD Lampung Selatan, ” Saya tidak tahu dan tidak diberitahu oleh Ketua DPRD atau Sekwan DPRD Lampung Selatan terkait anggaran Laoundry pakaian ketua DPRD yang cukup Fantastis itu, ”

Dan perlu diketahui bahwa sebelum isu ini menyeruak dipermukaan bahkan naik pada pemberitaan media online pada akhir-akhir ini, kami sudah pernah berdiskusi bersama anggota fraksi lainya terkait anggaran Laoundry ini.

Namun diskusi tentang anggaran Laoundry pakaian ketua belum kelar, keburu rekan-rekan wartawan telah menaikan pemberitaannya dimedia masing-masing. Oleh karena itu ketika ada awak media bertanya kebenaranya kami tidak bisa menjawab karena kami tidak diberitahu dan tidak ada pemberitahuan kepada anggota fraksi yang ada di DPRD ini, ” ungkap Ketua Fraksi kepada media ini, Jumat (15/5/2026).

Oleh karena itu kedelan kami berharap kepada pimpinan DPRD agar ada komunikasi kepada seluruh fraksi yang ada, jangan dipilih-pilih. Sehingga jika basah-basah semua, jika kering ya kering semua, ” punkas kader Cak Muhaimin Iskandar ini menutup keteranganya.

Sebelumnya dari rilis resmi yang disampaikan oleh sekretariat DPRD Lampung Selatan dikatakan bahwa
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Lampung Selatan, Ahmad Herry melalui humas DPRD Lamsel akhirnya memberikan klarifikasi pemberitaan tentang besaran anggaran Laoundry Ketua DPRD setempat yang sudah menggelinding dimasyarakat, Jumat (15/5/2026).

Dalam rilis resminya sekretariat DPRD Lamsel menyampaikan bahwa menanggapi informasi yang berkembang di sejumlah media terkait anggaran laundry di lingkungan Sekretariat DPRD Lampung Selatan, Kepala Bagian Umum selaku PPTK memberikan penjelasan bahwa anggaran tersebut merupakan bagian dari kebutuhan perawatan fasilitas penunjang kegiatan di lingkungan DPRD.

Menurutnya, anggaran tersebut masuk dalam sub kegiatan belanja jasa kantor yang di dalamnya mencakup perawatan dan laundry berbagai perlengkapan, seperti gordyn rumah dinas Ketua DPRD, gordyn pada ruangan pimpinan, hingga sarung kursi yang digunakan di ruang rapat maupun ruang paripurna Sekretariat DPRD Lampung Selatan.

“Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas yang digunakan dalam aktivitas kedewanan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menyampaikan, anggaran yang digunakan setiap bulan sebesar Rp6.500.000 setelah dipotong pajak. Seluruh proses pelaksanaan juga dilakukan melalui mekanisme E-Katalog versi 6 sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah. (Cak Ton).