Harganas ke-33, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Bangun Keluarga Tangguh dan Generasi Berkualitas

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi harus dibarengi dengan investasi besar pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang dimulai dari keluarga.

Hal tersebut disampaikan Wagub Jihan saat menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 bertema “Ayah Wajib Hadir” yang diselenggarakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Kamis (2/7/2026).

Menurut Wagub, keluarga merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan bangsa karena menjadi lingkungan pertama yang membentuk karakter, mental, dan kualitas generasi penerus.

“Saya melihat investasi pembangunan di suatu daerah maupun negara bukan hanya tentang membangun infrastruktur, gedung-gedung tinggi atau jalan-jalan beton, tetapi bagaimana pemerintah membangun sumber daya manusia yang berkualitas melalui ketangguhan keluarga-keluarga di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), keluarga dituntut semakin adaptif agar mampu mendampingi anak menghadapi berbagai tantangan zaman.

Menurutnya, bonus demografi yang sedang dimiliki Indonesia merupakan peluang besar menuju negara maju. Namun peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila keluarga mampu membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.

Wakil Gubernur menekankan bahwa transformasi kualitas SDM harus dimulai sejak awal kehidupan, bahkan sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta keterlibatan kedua orang tua.

Ia menilai kehadiran seorang ayah tidak hanya diukur dari pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga dari kedekatan emosional dan dukungan psikologis dalam proses tumbuh kembang anak.

“Kehadiran ayah bukan hanya soal hadir secara fisik atau memberikan nafkah, tetapi juga hadir secara psikologis dan emosional untuk membangun keluarga yang tangguh,” katanya.

Wagub juga mengajak para ayah untuk lebih aktif terlibat dalam pengasuhan anak sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga, sejalan dengan tema Harganas tahun ini.

Selain kesehatan keluarga, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung. Ia mengungkapkan bahwa rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung masih didominasi oleh indikator pendidikan sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

“Akses pendidikan harus dibuka seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat. Pemerintah Provinsi Lampung bersama seluruh pihak, termasuk BKKBN, terus mengedukasi masyarakat bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan anak-anak kita menuju Generasi Emas Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wagub mengatakan bahwa keluarga harus dipandang sebagai hulu dari seluruh kebijakan pembangunan. Kemajuan ekonomi dan infrastruktur, menurutnya, tidak akan berarti tanpa diimbangi kualitas manusia yang berkarakter, sehat, dan tangguh.

Ia juga mengapresiasi BKKBN Provinsi Lampung beserta seluruh mitra yang selama ini terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, menyampaikan bahwa peringatan Harganas ke-33 dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 16 Tahun 2026 serta diikuti sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah, instansi vertikal, perguruan tinggi, organisasi profesi, mitra kerja, kader pembangunan, dan masyarakat.

Ia menjelaskan, tema “Ayah Wajib Hadir” mengandung pesan bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu, sehingga peran ayah perlu semakin diperkuat dalam kehidupan keluarga.

Menurut Soetriningsih, rangkaian Harganas tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya pelayanan KB serentak, seminar keayahan, seminar remaja, literasi keuangan, pemeriksaan kesehatan lansia, bakti sosial bagi keluarga berisiko stunting, donor darah, serta berbagai kegiatan pembinaan masyarakat.

Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, turut mengajak para ayah untuk memanfaatkan waktu bersama keluarga, khususnya pada akhir pekan, sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

“Walaupun sibuk bekerja, ayah diharapkan tetap meluangkan waktu untuk membangun kedekatan dengan anak-anaknya. PKK Provinsi Lampung siap berkolaborasi bersama BKKBN dalam menyosialisasikan Gerakan Ayah Teladan Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Lampung didampingi Ketua TP PKK Provinsi Lampung dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung juga menyerahkan sejumlah penghargaan kepada para penerima apresiasi dalam rangka Harganas ke-33 serta meninjau stan UMKM yang turut meramaikan kegiatan.

Bupati Yapen Lantik Pj. Sekdakab Cyfrianus Yustus Mambay

YAPEN -(deklarasinews.com)- Setelah melalui serangkaian proses panjang, akhirnya masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen menyaksikan pelantikan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah. Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, resmi melantik Cyfrianus Yustus Mambay, S.Pd., M.Si., sebagai Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen. Pelantikan ini dimaknai sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen.

Acara pelantikan dihadiri oleh Ketua DPRK Kepulauan Yapen Ebzon Sembai, S.Pi., M.H., Wakil Ketua DPRK Djorge Diamon Logianto, Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, pimpinan OPD, dan rohaniawan.

Dalam sambutannya, Bupati Benyamin Arisoy menegaskan peran strategis Pj. Sekretaris Daerah dalam mengoordinasikan seluruh perangkat daerah. Ia berharap Cyfrianus Y. Mambay mampu memperkuat koordinasi dan konsolidasi antar-OPD, meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan etos kerja aparatur sipil negara (ASN), serta mengawal pengelolaan keuangan daerah secara transparan dan akuntabel.

“Sekretaris Daerah harus menjadi teladan dalam kepemimpinan birokrasi: bekerja dengan hati, melayani dengan tulus, serta mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak seluruh pimpinan OPD dan ASN untuk memberikan dukungan penuh kepada Pj. Sekretaris Daerah dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, kerja sama, kekompakan, dan semangat kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Kepulauan Yapen yang demokratis, berkeadilan, bertumbuh, dan sejahtera.

Bupati menyoroti masih adanya berbagai persoalan dalam pengelolaan dana kampung. Ia meminta Pj. Sekretaris Daerah bersama OPD terkait memperkuat pengawasan dan mencari solusi agar pengelolaan dana kampung semakin transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Meskipun pemerintah daerah telah melakukan perbaikan—termasuk penyaluran dana kampung secara terbuka di hadapan masyarakat—masih ditemukan masalah seperti penyalahgunaan anggaran, keterlambatan penyaluran hak aparat kampung, dan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tidak sesuai ketentuan.

Untuk itu, Bupati mendorong lahirnya kebijakan yang menjamin hak aparat kampung dan masyarakat diterima secara langsung, termasuk melalui mekanisme penyaluran yang lebih transparan.

Di akhir sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pelayanan masyarakat—khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan—harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia berharap kehadiran Pj. Sekretaris Daerah dapat memperkuat koordinasi antarperangkat daerah sehingga setiap persoalan pemerintahan dapat diselesaikan lebih cepat dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan hikmat, kekuatan, dan perlindungan kepada kita semua dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen,” tutup Bupati.

Tugas utama, Mengkoordinasikan OPD, memastikan pelaksanaan kebijakan daerah, mengawasi pengelolaan keuangan, dan meningkatkan kinerja ASN serta layanan publik.

Pelantikan diharapkan memberikan stabilitas birokrasi, mempercepat penyelesaian persoalan pemerintahan, dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan anggaran—termasuk dana kampung—sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik dan akuntabel.(GM)

Gubernur Mirza Ajak KAHMI dan FORHATI Perkuat Kolaborasi Wujudkan Lampung Maju

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)-  Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun Provinsi Lampung menuju daerah yang maju dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lampung dan Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Lampung periode 2026-2031 yang digelar di Mahan Agung, Kamis (2/7/2026).

Mengusung tema “Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan peran alumni HMI dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi atas kiprah KAHMI yang selama lebih dari lima dekade telah melahirkan kader-kader yang tersebar di berbagai sektor kehidupan masyarakat, baik pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, maupun sektor strategis lainnya.

“Ini adalah bukti keberhasilan kaderisasi HMI. Bagaimana HMI mampu menempatkan kader-kader terbaiknya di berbagai struktur masyarakat dan terus memberikan kontribusi serta arah bagi perjalanan bangsa, termasuk di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

Gubernur menyampaikan bahwa pembangunan Lampung tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi dan kerja bersama seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti KAHMI dan FORHATI.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dengan luas wilayah sekitar 3,3 juta hektare, di mana sebagian besar dimanfaatkan untuk sektor pertanian, perkebunan, dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat

“Lampung adalah provinsi agraris. Sebagian besar masyarakat kita bergerak di sektor pertanian dan perkebunan. Karena itu, harga komoditas sangat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Ketika komoditas membaik, ekonomi masyarakat ikut bergerak,” jelasnya.

Gubernur menyoroti pentingnya menciptakan sistem ekonomi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya para petani dan pelaku usaha di tingkat bawah. Menurutnya, potensi besar Lampung harus diolah agar tidak hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tinggi.

“Ke depan, yang harus kita lakukan adalah bagaimana kekayaan yang kita miliki dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Lampung. Kita harus mendorong hilirisasi, penguatan sektor produktif, serta membuka lebih banyak peluang ekonomi di desa,” katanya.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pemenuhan gizi masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan generasi unggul.

“Generasi emas harus dipersiapkan sejak sekarang. Kita harus memastikan anak-anak Lampung mendapatkan pendidikan yang baik, kesehatan yang baik, dan kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa berbagai kebijakan pembangunan ke depan diarahkan agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat luas, termasuk melalui penguatan sektor usaha mikro, pengembangan ekonomi desa, serta peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan.

Dalam kaitan itu, Gubernur berharap KAHMI dan FORHATI Lampung dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan gagasan, masukan, serta inovasi berbasis data untuk mempercepat pembangunan daerah.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi. Pemerintah membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk KAHMI, untuk bersama-sama membawa Lampung menjadi lebih maju,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut turut hadir jajaran Majelis Nasional KAHMI, pengurus KAHMI Lampung, unsur Forkopimda Provinsi Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, anggota DPRD Provinsi Lampung, kepala daerah kabupaten/kota, tokoh masyarakat, akademisi, serta para alumni HMI.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan Majelis Wilayah KAHMI Lampung periode 2026-2031 oleh Presidium Majelis Nasional KAHMI Abdullah Puteh, serta pelantikan FORHATI Lampung oleh Presidium FORHATI Pusat Anita Aryani.

Dalam agenda tersebut juga dilakukan peluncuran Kartu Anggota KAHMI oleh Ketua Majelis Wilayah KAHMI Lampung Budiono, serta penyerahan Kartu Anggota KAHMI Istimewa kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar sebagai bentuk penghargaan dan penguatan sinergi antara KAHMI dan pemerintah daerah.

Musrenbang RKPD 2027, Lampung Barat Fokus Transformasi Infrastruktur, Pendidikan, Ekonomi dan Pelayanan Publik

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kabupten di Aula Kagungan Setdakab.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan Kekuhan, kemudian dilanjutkan penanda tanganan berita acara oleh Bupati dan wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus – Mad Hasnurin beserta Kepala Bappeda Provinsi Lampung Anang Risgiyanto.

Pelaksanaan Musrenbang Kabupaten ini merupakan tindak lanjut dari Musrenbang tingkat Pekon dan Kecamatan pada awal tahun 2026 lalu. Masing-masing berikut jumlah usulan, tingkat Pekon 1.380, Kecamatan 1. 380 dan tingkat Kabupaten 451. Dari keseluruhan usulan pendidikan, infrastruktur, perkebunan serta peternakan akan menjadi skala prioritas.

Bupati Lampung Barat menegaskan bahwa Musrenbang RKPD 2027 menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah, dengan menekankan transformasi infrastruktur, transformasi ekonomi, dan pelayanan publik sebagai pilar utama menuju Lampung Barat Hebat dan Setia.

Menurutnya, Musrenbang ini merupakan rangkaian dari proses perencanaan pembangunan yang dimulai dari tingkat Pekon (Desa), kecamatan, hingga Kabupaten yang nantinya akan dilanjutkan tingkat Provinsi.

“Musrenbang ini menjadi simpul akumulasi dari seluruh proses perencanaan pembangunan, sekaligus wadah untuk menyepakati prioritas pembangunan daerah, program kegiatan, serta sinkronisasi dengan program provinsi dan nasional,” kata Parosil Mabsus.

Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Tahun 2025 diantaranya pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45%, tingkat kemiskinan menurun menjadi 9,93%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 73,14, tingkat pengangguran terbuka terendah di Provinsi Lampung 2,11%, Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 19,60 poin atau hanya 1 kasus kematian ibu sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu 4,51 poin atau 23 kasus kematian bayi.

“Program unggulan serta dukungan pusat dan Provinsi diantaranya pengembangan desa wisata budaya, program Desaku maju, pembangunan infrastruktur wilayah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) 69.492 penerima, 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” jelasnya.

Selain itu, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebanyak 135 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dengan 82 gerai, yang lebih dari 100% ada 4 gerai, yang lebih 90% ada 2 gerai dan 76 gerai lainnya masih di bawah 90%. Sekolah Rakyat yang saat ini dalam tahap persiapan lahan hibah dari provinsi, program Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) dan pembentukan Satgas hingga pekon dan pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Prioritas Rancangan RKPD Kabupaten Lampung Barat 2027 meliputi : Peningkatan kualitas daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, transformasi ekonomi inklusif dan hilirisasi, pendidikan, pembangunan infrastruktur strategis ramah lingkungan, penguatan inovasi kewirausahaan daerah serta penguatan ketahanan pangan dan ekonomi desa.

Sementara, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui Kepala Bappeda Lampung Anang Risgiyanto mengapresiasi kepada seluruh perangkat daerah di Lampung Barat yang telah menunjukkan kinerja di tahun 2025 dengan baik, meski mengalami episiensi namun dapat menunjukkan kinerja yang maksimal.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan peran aktif seluruh pihak. “Mari kita sinergikan langkah menuju Lampung yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutupnya.

Parosil–Mad Hasnurin Konsisten! Dari Seragam Gratis hingga Beasiswa, Lampung Barat Bangun Generasi Unggul dari Hulu ke Hilir

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam membangun sumber daya manusia terus dibuktikan secara nyata dan berkelanjutan.

Tidak hanya sebatas wacana, berbagai program konkret terus digulirkan sejak periode pertama kepemimpinan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus bersama Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin (PM) pada 2017–2022, hingga berlanjut di periode kedua 2025–2030.

Salah satu program unggulan yang menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat adalah program seragam sekolah gratis, yang merupakan bagian dari program besar bertajuk “Semua Bisa Sekolah”.

Program ini dirancang secara komprehensif dari hulu hingga hilir, dimulai dari memastikan akses pendidikan dasar yang merata hingga mendorong generasi muda melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui program beasiswa.

Program seragam sekolah gratis hadir sebagai solusi nyata dalam meringankan beban biaya pendidikan masyarakat di Bumi Beguai Jejama Sai Betik.

Pemerintah daerah memahami bahwa kebutuhan dasar seperti seragam sering kali menjadi kendala bagi sebagian keluarga untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

Melalui program ini, Pemkab Lampung Barat tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga berupaya menciptakan kesetaraan di lingkungan sekolah.

Anak-anak dapat belajar dengan rasa percaya diri tanpa adanya kesenjangan sosial akibat perbedaan kondisi ekonomi.

Pada tahun ajaran 2026/2027, program ini akan kembali digulirkan dengan cakupan yang luas oleh Pemkab Lampung Barat melalui Dinas Pendidikan setempat.

Tercatat sebanyak 5.595 siswa SD/MI dan 5.190 siswa SMP/MTs akan menjadi penerima manfaat.

Jumlah sekolah yang terlibat pun cukup besar, yakni 248 SD/MI dan 92 SMP/MTs di seluruh Lampung Barat yang mencakup 15 kecamatan.

Setiap siswa menerima tiga stel seragam lengkap, mulai dari seragam merah putih atau putih biru, seragam batik, hingga seragam Pramuka.

Kebijakan ini merupakan bentuk peningkatan layanan dan komitmen Pemkab Lampung Barat di bawah kepemimpinan PM untuk pemerataan pendidikan di kabupaten yang berjuluk negeri di atas awan.

Bupati Parosil menyatakan, bahwa program seragam gratis bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga memiliki dampak psikologis yang besar bagi siswa.

“Dengan seragam yang layak dan sama, anak-anak kita lebih percaya diri, tidak ada lagi rasa minder. Semua punya kesempatan yang sama untuk meraih prestasi,” ungkapnya.

Menurutnya, kesetaraan di lingkungan pendidikan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang kompetitif dan berkarakter.

Komitmen Pemkab Lampung Barat tidak berhenti pada jenjang pendidikan dasar dan menengah saja.

Sebagai bagian dari pembangunan SDM dari sisi hilir, pemerintah daerah juga menghadirkan program beasiswa baru bagi mahasiswa pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Beberapa program beasiswa yang disiapkan antara lain: beasiswa pendidikan seni (musik dan tari) di Universitas Lampung sebanyak 17 orang, beasiswa bahasa daerah di Universitas Lampung sebanyak 6 mahasiswa, dan beasiswa PGSD di Universitas Terbuka melalui SALUT AAF Way Tenong sebanyak 30 mahasiswa.

Program ini menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melestarikan budaya lokal serta memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di masa depan.

Melalui rangkaian program pendidikan dari seragam gratis hingga beasiswa, Pemkab Lampung Barat memiliki tujuan besar dalam pembangunan daerah.

Tujuan itu di antaranya: meningkatkan akses pendidikan yang merata, meringankan beban ekonomi masyarakat, mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, melestarikan budaya lokal melalui pendidikan, mencetak tenaga pendidik dan generasi profesional masa depan.

Sebab, Bupati Parosil menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah.

“Pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan bahwa tidak ada lagi anak-anak Lampung Barat yang tidak bisa sekolah karena alasan biaya. Karena bagi kami, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terkecuali,” tegasnya.

Selain itu, Bupati Parosil menaruh harapan besar terhadap keberlanjutan program ini.

“Kami ingin anak-anak Lampung Barat tidak hanya sekolah, tapi juga punya masa depan yang jelas. Dari seragam yang mereka pakai hari ini, hingga gelar yang mereka raih di masa depan,” tutupnya.

Dengan komitmen yang konsisten dan langkah nyata dari hulu hingga hilir, harapan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Lampung Barat terus tumbuh.

Program ini bukan sekadar bantuan seragam atau beasiswa, melainkan simbol kehadiran pemerintah dalam membangun masa depan generasi.

Dari seragam yang dikenakan hari ini, tersimpan harapan besar akan lahirnya generasi Lampung Barat yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

Bupati Asahan Luncurkan Sensus Ekonomi 2026, Siapkan 654 Petugas Jangkau 321 Ribu Unit Usaha dan Rumah Tangga

KISARAN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan secara resmi melaksanakan pencanangan dan pelepasan petugas pelaksana Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Kegiatan berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (15/06/2026) pukul 09.00 WIB.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Asahan, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, perwakilan unsur Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Asahan, Kepala BPS Kabupaten Asahan beserta jajaran, serta tamu undangan lainnya.

Kepala BPS Kabupaten Asahan Rahmat Gustiar, S.Si., M.Si., menjelaskan pelaksanaan SE2026 bertujuan menyediakan data dasar dan informasi statistik ekonomi yang lengkap, akurat, serta mutakhir. Sensus ini juga akan memetakan potensi dan struktur usaha di wilayah Kabupaten Asahan, menjadi landasan penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, serta mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang kuat, inklusif, dan berdaya saing.

“Untuk mendukung tugas ini, kami telah menyiapkan sebanyak 654 petugas yang telah dibekali pelatihan intensif selama periode 1–13 Juni 2026,” ujarnya. Rincian petugas tersebut terdiri dari 567 Petugas Pencacah Lapangan, 83 Petugas Pemeriksa Lapangan untuk pendataan umum, serta 4 petugas khusus untuk penanganan usaha besar.

Pendataan di lapangan akan berlangsung mulai tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, dengan target menjangkau sebanyak 321.757 unit yang meliputi rumah tangga dan unit usaha di seluruh pelosok wilayah Asahan. Rahmat pun memohon dukungan seluruh elemen masyarakat agar bersedia memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur demi keberhasilan sensus ini.

Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa data hasil sensus ini sangat krusial sebagai dasar penyusunan arah kebijakan dan program pengembangan perekonomian daerah. “Informasi yang akurat akan membantu kita merumuskan langkah strategis guna menekan angka kemiskinan dan pengangguran dengan memaksimalkan potensi dunia usaha yang ada,” ucapnya.

Kepada para petugas, Bupati meminta agar menjalankan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab. Ia juga menginstruksikan para Camat untuk menyampaikan kepada Kepala Desa dan Kepala Dusun agar turut memfasilitasi kelancaran pendataan di lapangan.

Rangkaian kegiatan ditandai dengan penyematan perlengkapan petugas secara simbolis oleh Bupati, penandatanganan piagam komitmen bersama, serta simulasi pendataan kepada Bupati dan Wakil Bupati Asahan. Seluruh kegiatan berakhir pukul 10.30 WIB dan berjalan aman, lancar, serta sukses.(Jun)

Bobby Nasution Gelar Nobar Timnas Indonesia vs Myanmar, Ribuan Warga Bersorak Sambut Kemenangan 3-0

DELI SERDANG (deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menggelar kegiatan nonton bareng pertandingan Timnas Indonesia U-19 melawan Myanmar. Acara berlangsung meriah di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin (01/06/2026) pukul 19.45 WIB, dihadiri ribuan warga yang datang memenuhi lokasi.

Turut hadir Wakil Gubernur Sumatera Utara, Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Asahan, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, serta para Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Utara.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyambut gembira tingginya antusiasme masyarakat. “Semangat warga Sumatera Utara ini menjadi energi luar biasa bagi para pemain yang sedang berjuang mengharumkan nama bangsa di kancah sepak bola Asia Tenggara,” ucapnya. Ia pun mengajak seluruh masyarakat terus mendoakan dan mendukung penuh perjuangan Timnas Indonesia U-19.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa ajang Piala AFF U-19 yang digelar di Sumut bukan sekadar pertandingan olahraga, melainkan momentum penting untuk menunjukkan kemampuan daerah menyelenggarakan event internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata setempat. “Kehadiran ribuan orang hari ini adalah bukti nyata bahwa sepak bola mampu mempersatukan kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menilai kegiatan ini memiliki makna positif dalam mempererat kebersamaan masyarakat. “Ini adalah bentuk dukungan nyata kita kepada para atlet muda yang berjuang membanggakan negara,” ungkapnya. Ia sangat mengapresiasi semangat kebersamaan yang tercipta, yang dinilai menjadi energi positif bagi generasi muda.

Bupati pun berharap Timnas Indonesia U-19 dapat menampilkan permainan terbaik, senantiasa menjunjung tinggi sportivitas, serta meraih hasil maksimal di setiap laga turnamen ini.

Suasana stadion memuncak saat peluit akhir dibunyikan. Tim Garuda Muda Indonesia berhasil meraih kemenangan meyakinkan atas Myanmar dengan skor akhir 3-0. Pertandingan berakhir pukul 22.15 WIB, seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses, aman, dan penuh kebahagiaan.(Jun)

Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Silaturahmi, Wagub Jihan Ajak Warga Dukung UMKM Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 bersama masyarakat di kawasan Pasar Kreatif dan Seni PKOR Way Halim, Rabu (1/7/2026).

Kehadiran Wakil Gubernur menjadi wujud dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat melalui olahraga, sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan warga.

Sejak sebelum pertandingan dimulai, suasana di kawasan PKOR Way Halim dipenuhi antusiasme masyarakat yang datang bersama keluarga, sahabat, dan komunitas untuk menyaksikan laga babak 32 besar Piala Dunia. Selain menikmati pertandingan, para pengunjung juga memadati stan-stan UMKM yang menjajakan berbagai produk kuliner dan kerajinan lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat terhadap sepak bola sangat tinggi. Menurutnya, sepak bola merupakan olahraga yang memiliki daya tarik luar biasa dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung. Tingginya euforia masyarakat terhadap sepak bola menjadi bukti bahwa olahraga ini sangat dicintai dan mampu menyatukan berbagai kalangan.

“Selain menggelar kegiatan nonton bareng (nobar), kami juga memanfaatkan momentum ini untuk lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan dialog, sehingga masyarakat maupun pelaku UMKM dapat bertemu serta berinteraksi langsung dengan para pejabat yang ada di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir serta mengajak seluruh pengunjung untuk turut mendukung pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk menampilkan dan mempromosikan produk-produknya melalui stan serta panggung khusus bagi teman-teman UMKM,” katanya.

Kegiatan nobar yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Lampung ini tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM dan pemanfaatan ruang publik sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap kegiatan ini dapat terus menjadi wadah kebersamaan yang aman, nyaman, tertib, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Pemkab Pesisir Barat Aktifkan Konsorsium Pendidikan 2026

PESIBAR -(deklarasinews.com)– Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan sektor pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Forum Jejak KREASI bertajuk “Pengesahan dan Aktivasi Konsorsium Pendidikan Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2026” yang diselenggarakan di Aula Hotel Sartika, Krui, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pesisir Barat, Dr. Drs. Gunawan, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Pesisir Barat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Regional Manager Program KREASI Provinsi Lampung, Zulfa, Program Manager KREASI Pesisir Barat Sari Lestari, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pendidikan, Aisyiyah, PGRI, HIMPAUDI, LPAI, IGI, Pergunu, DAMAR, K3S, serta seluruh peserta Forum Jejak KREASI.

Dalam sambutan Bupati Pesisir Barat yang dibacakan oleh Kepala Bapperida, disampaikan apresiasi kepada Yayasan Guru Belajar, Program KREASI, Global Partnership for Education, Save the Children, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, serta seluruh mitra pembangunan yang telah berkolaborasi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu faktor utama dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Meskipun IPM Kabupaten Pesisir Barat terus menunjukkan tren positif, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, salah satunya masih adanya anak yang putus sekolah. Kondisi tersebut memerlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar setiap anak memperoleh hak atas layanan pendidikan yang berkualitas.

Melalui Forum Jejak KREASI, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berharap Konsorsium Pendidikan dapat menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, Kementerian Agama, mitra pembangunan, dunia usaha, serta masyarakat dalam menyusun dan melaksanakan program-program pendidikan yang berbasis data, inovatif, dan berkelanjutan.

Selain memperkuat tata kelola pendidikan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat juga mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sebagai pendukung dalam penyusunan kebijakan, pemetaan anak berisiko putus sekolah, serta peningkatan mutu pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Mengakhiri sambutan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat komitmen dan kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, menekan angka anak putus sekolah, serta mewujudkan sumber daya manusia Kabupaten Pesisir Barat yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Arnandes)

Wagub Lampung Dorong Kader PMII Jadi Pemimpin Berintegritas dan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengajak kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk tidak berhenti menjadi aktivis organisasi, serta terus mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mampu mengisi berbagai posisi strategis di masa depan. Menurutnya, kader PMII harus tampil sebagai pribadi yang berintegritas, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

“Kami membutuhkan kader-kader PMII yang nantinya menjadi birokrat, dokter, kepala daerah, anggota legislatif, maupun pemimpin di berbagai bidang dengan tetap membawa nilai-nilai perjuangan PMII. Jangan berpuas diri hanya menjadi aktivis organisasi, tetapi teruslah mempersiapkan diri hingga mampu mengisi posisi-posisi strategis,” ucap Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat membuka Pelatihan Kader Lanjut (PKL) PC PMII Kota Bandar Lampung di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (01/07/2026)

Pelatihan Kader Lanjut (PKL) yang diselenggarakan Pengurus Cabang PMII Kota Bandar Lampung tersebut merupakan jenjang kaderisasi tingkat lanjut yang diikuti kader PMII dari berbagai daerah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan dihadiri jajaran PB PMII, pengurus PMII Provinsi Lampung, senior PMII, serta unsur Forkopimda dan organisasi kemahasiswaan.

Dalam kesempatan itu, Wagub Jihan menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu. Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), telah mengubah berbagai aspek kehidupan sehingga pola pikir dan cara bekerja juga harus ikut bertransformasi.

Karena itu, menurutnya, proses kaderisasi tidak lagi cukup mengandalkan metode konvensional. Organisasi kemahasiswaan perlu terus memperkuat kapasitas kader agar mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Wagub Jihan menilai tema PKL bertajuk Beyond Ordinary Cadres sangat relevan dengan kondisi saat ini. Tema tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa kader PMII harus memiliki karakter yang melampaui standar biasa melalui penguatan militansi, intelektualitas, dan semangat perubahan.

Ia menjelaskan, militansi diperlukan agar kader tetap istiqamah memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan terus menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat. Sikap tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus mengawal pembangunan daerah.

Selain militansi, Wagub Jihan menekankan pentingnya membangun kapasitas intelektual. Di tengah melimpahnya arus informasi, tantangan terbesar bukan lagi memperoleh informasi, melainkan mengolahnya menjadi pengetahuan, riset, serta rekomendasi kebijakan yang bermanfaat.

“Kita harus mampu memanfaatkan informasi menjadi gagasan yang konkret. Dari sanalah lahir rekomendasi dan solusi yang bisa digunakan untuk mengawal jalannya pemerintahan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat revolusioner bukan berarti sekadar menyuarakan perubahan melalui slogan. Revolusioner, menurut Wagub, diwujudkan melalui keberanian melakukan pembaruan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Menurut Wagub Jihan, pemerintah daerah membutuhkan partisipasi aktif generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan berpikir kritis. Kehadiran kader PMII di berbagai sektor diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus melahirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Oleh sebab itu, ia meminta seluruh peserta PKL memanfaatkan proses kaderisasi sebagai ruang belajar secara sungguh-sungguh. Materi yang diberikan para narasumber diharapkan menjadi bekal dalam menyusun kajian, riset, dan rekomendasi untuk mendukung pembangunan daerah.

Ketua Majelis Pembina Daerah PMII Lampung Fajrun Najah Ahmad turut mengingatkan pentingnya kader muda terus mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin bangsa. Menurutnya, proses kaderisasi harus menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa kader PMII harus tetap kritis dalam menyampaikan aspirasi, namun tetap mengedepankan etika, dialog, serta memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah sebagai bagian dari upaya bersama membangun daerah.

Sementara itu, perwakilan Pengurus Besar PMII, Dedi Indra Prayoga, mengatakan perubahan global yang dipicu perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, hingga perubahan iklim menuntut organisasi mahasiswa untuk terus melakukan pembaruan dalam sistem kaderisasi.

Menurutnya, kader PMII harus mampu membaca perubahan zaman dan menghasilkan gagasan yang relevan agar organisasi tetap menjadi ruang lahirnya pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah.

Ketua PC PMII Kota Bandar Lampung Topik Sanjaya menjelaskan bahwa PKL menjadi tahapan kaderisasi untuk mencetak kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan kemampuan menjawab tantangan pembangunan di masa mendatang.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan, Pemerintah Provinsi Lampung berharap proses kaderisasi mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah. Kehadiran kader-kader muda yang adaptif dan berdaya saing diharapkan menjadi modal penting dalam mendukung terwujudnya kemajuan Provinsi Lampung dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red).