Koramil dan Warga Paciran Karya Bakti di Pantai

LAMONGAN – (deklarasinews.com)– Salah satu pantai yang berada di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dijadikan sasaran pelaksanaan kerja bakti oleh pihak Koramil.

Kerja bakti itu, melibatkan warga sekaligus beberapa elemen masyarakat lainnya.

Bukan tanpa sebab, karya bakti yang dipusatkan di kawasan pantai Paciran itu ditujukan untuk menjaga ekosistem pantai yang selama ini menjadi perhatian semua pihak.

“Kawasan pantai ini sudah mulai tercemar sampah plastik. Ini yang kami keluhkan,” kata Danramil Paciran, Kapten Kav Sumaji. Jumat (6/1/2023) siang.

Sumaji menambahkan, upaya bersih-bersih itu merupakan salah satu langkah jitu dalam menjaga keutuhan ekosistem yang ada di pantai tersebut.

Bahkan, pelibatan masyarakat tentunya menjadi suatu hal yang wajib dilakukan oleh pihak Koramil, terlebih dalam mengedukasi pentingnya menjaga ekosistem alam.

“Supaya masyarakat disini paham dan sadar, pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (*)

Berkunjung ke Museum Brawijaya, Pangdam V/Brawijaya Teringat Senjata Tadulako

MALANG – (deklarasinews.com)– Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., didampingi PJU Kodam V/Brawijaya melakukan kunjungan kerja ke Museum Brawijaya yang terletak di jalan Ijen Nomor 25 A, Gading Kasri, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.

Dalam kunjungannya tersebut, Pangdam V/Brawijaya disuguhi ratusan barang bersejarah. Mulai dari buku, dokumen, kendaraan, pakaian, dan senjata-senjata tua dari zaman perang kemerdekaan, baik dari hasil rampasan Belanda, Jepang maupun buatan dalam negeri.

Museum Brawijaya dibangun pada tahun 1967 atas gagasan Pangdam V/Brawijaya (1959-1962) Brigjen TNI (Purn) Soerachman. Museum yang dibangun diatas lahan seluas 10.500 meter persegi tersebut berhasil diresmikan oleh Kolonel Pur Dr. Soewondo berkat kerjasama dengan pemerintah daerah Malang pada 4 Mei 1968. Pembangunan museum tersebut bertujuan agar masyarakat tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan.

Setibanya di Museum Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf melihat beberapa benda koleksi, seperti Tank buatan Jepang yang merupakan hasil rampasan arek Suroboyo dan pernah digunakan dalam perang 10 November 1945 melawan sekutu.

Senjata Penangkis Serangan Udara (PSU), Meriam Si Buang, meriam ini pernah digunakan dalam pertempuran sengit yang berlangsung hampir 6 jam yang menggugurkan seorang prajurit TKR bernama Kopral Buang. Untuk mengenanag jasa prajurit tersebut Meriam ini dinamakan sebagai Meriam Buang.

Ada juga Tank Amfibi AM, Patung Jenderal Sudirman, yang menjadi simbol perjuangan untuk bangsa Indonesia. Sementara di ruang Lobi, terdapat dua relief dan lambang-lambang kodam Indonesia.

Di ruang lobi juga terdapat mobil sedan antic buatan parik De Soto USA yang digunakan kolonel Seongkono sebagai kendaraan dinas jabatan pada saat menjabat Panglima Divisi IV Narotama dan Panglima Divisi Brawijaya (Divisi Jatim) tahun 1948-1950 di Jawa Timur.

Di ruang koleksi, Pangdam V/Brawijaya disuguhkan beberapa koleksi benda-benda dari tahun 1945 sampai 1949. Diantaranya, foto-foto Panglima Kodam Di Jawa Timur, Lukisan pakaian seragam PETA, HEIHO, dan pejuang, Burung merpati yang diawetkan digunakan sebagai kurir pembawa pesan, pedang samurai, furniture meja kursi yang pernah digunakan untuk, senjata-senjata hasil rampasan dan masih banyak lagi koleksi lainnya. Sedangkan di ruang Koleksi II, memamerkan benda-benda koleksi dari tahun 1950-1976 seperti. Peta kota Malang, Meriam dan bejana besi, ratusan keris, komputer pertama yang digunakan oleh Kodam VIII/Brawijaya, dan banyak lagi koleksi lainnya.

Yang tak kalah menarik adalah adanya 300-an koleksi keris milik Pangdam V Brawijaya (1995-1997), Mayjen TNI (Purn) Imam Utomo. Ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Jatim 1998-2008.

“Keris sebelumnya dititipkan di Museum Mpu Tantular Sidoarjo. Kemudian pengambilan keris melalui biro khusus di museum dan untuk jumlahnya diperkirakan mencapai 300-an keris,” jelas pemandu Museum Brawijaya, MA Tabin.

Usai berkeliling, Mayjen TNI Farid Makruf tiba-tiba teringat dengan senjata Tadulako saat melihat beberapa keris yang terpampang di etalase.

“Ini senjata Tadulako,” ujar Mayjen TNI Farid Makruf.,

Konon, Mayjen TNI Farid makruf pernah membangun Museum Guma saat menjabat sebagai Danrem 132/Tadulako Provinsi Sulawesi Tengah. Guma merupakan senjata tradisional yang dulunya digunakan para pejuang tanah air di Sulawesi Tengah. Selain itu, Farid Makruf juga pernah menggelar pameran senjata khas Sulawesi tengah di Makorem 132/Tadulako. (*)

Pangdam V/Brawijaya Akui Puas dengan  Layanan dan Fasilitas di RST TK II Soepraoen Malang

MALANG – (deklarasinews.com)– Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A, didampingi PJU Kodam V/Brawijaya mengunjungi RST. Tk.II dr. Soepraoen di Jalan Supriadi Nomor 22, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Dalam kunjungannya, mantan Wairjen TNI tersebut ingin memastikan kondisi rumah sakit milik TNI-AD yang ada di kawasan Malang bisa bekerja secara maksimal.

“Saya kesini ingin memastikan saja, apakah RS milik TNI AD bisa bekerja dengan baik, tenaga medisnya dan bisa menunjang kesehatan pasiennya,” ujar Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., dihadapan Kepala RST TK.II.dr. Soepraoen dan Kakesdam V/Brawijaya.

Alhasil, setibanya di RST TK II Soepraoen Malang, Pangdam V/Brawijaya mengaku puas dengan pelayanan rumah sakit. Bangunan seluas 2 hektar tersebut kini dibangun dengan wajah yang cantik nan elegan. Selain didukung fasiltas pelayanan yang memadai, RS Soepraoen juga sudah terakreditasi di kementerian kesehatan.

“ternyata (RS) kita sudah mendapatkan akreditasi bintang 5. Hebat. Terima kasih Dokter.  Pak dokter ini sudah berupaya dengan baik membangun gedung dan memperbaiki fasilitas layanan. Saya harap alat kesehatannya ditingkatkan lagi,” jelasnya.

Menurut Pangdam V/Brawijaya, peningkatan layanan fasilitas di RS sangat penting dalam menunjang stabilitas kesehatan dan kesembuhan  pasien. Sehingga pasien merasa nyaman dan tenang saat berobat ke RS milik TNI AD.

“Jangan sampai pasien sudah bayar mahal tapi petugas nya tidak ramah, yang ada pasien tambah sakit. Mari kita layani dengan tulus dan ikhlas. Insyaallah akan kembali kepada kita nanti,” pesan Pangdam V/Brawijaya.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Pangdam V/Brawijaya sempat mengecek beberapa layanan RS yang dilengkapi dengan alat tekhnologi. Diantaranya, laboratorium, ruang analisa, laboratorium kateterisasi (Cath lab), dan Ruang CT Simulator. (*)

Pangdam V/Brawijaya Tekankan Kehadiran Prajurit Jadi Solusi Ditengah Kesulitan Masyarakat

MALANG – (deklarasinews.com)– Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., bersama PJU Kodam V/Brawijaya melaksanakan  kunjungan kerja ke Yonif 512/QY, Malang. Dihadapan prajurit, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., menekankan agar keberadaan prajurit bisa menjadi solusi ditengah kesulitan masyarakat.

Hal itu disampaikan Pangdam V/Brawijaya saat memberikan pengarahan usai olahraga bersama prajurit dan PNS Satuan Wilayah Malang Raya di Lapangan Rampal Jalan Panglima Sudirman No.64, Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. (5/1/2023).

“Keberadaan saya disini (tugas) saya adalah membantu pemerintah daerah dalam memajukan pembangunan daerah di wilayah Jawa Timur. Sehingga saya perintahkan prajurit untuk selalu menjadi solusi ditengah permasalahan atau kesulitan yang terjadi di masyarakat,” tegas Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A.

Menurut Pangdam V/Brawijaya, hal itu sesuai dengan visi misi Panglima TNI dan Kasad yakni keberadaan TNI harus bisa mengatasi kesulitan yang dialami rakyat dan turut membantu setiap penderitaan yang dialami.

“Baik dalam mengatasi persoalan stunting, ketersediaan air bersih dengan program TNI Manunggal Air, Ketahanan Pangan, kesejahteraan Masyarakat, dan Babinsa masuk dapur warga. Itulah yang bisa kita lakukan dalam membantu masyarakat Jawa Timur,” terangnya.

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, lanjut Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., seorang prajurit harus memiliki keberanian. Sebab, kesempatan hanya datang sekali dalam seumur hidup.

“Jika kamu bisa dan mampu, maka lakukan. Berikan kinerja yang terbaik. Patuhi Sumpah Prajurit, laksanakan Delapan Wajib TNI, loyalitas tegak lurus pada atasan, dan laksanakan pengabdian yang terbaik,” pesan Pangdam V/Brawijaya. (*)

Pangdam V/Brawijaya Salurkan Bantuan Makanan dan Air Bersih Untuk Korban Banjir di Kabupaten Bangkalan dan Sampang

MADURA – (deklarasinews.com)– Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., melakukan kunjungan ke lokasi korban bencana alam banjir di kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Minggu, (1/1/2023).

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf M.A., didampingi Aster Kasdam V/Brawijaya mengecek dan meninjau secara langsung warga yang menjadi korban bencana alam banjir di dua Kabupaten tersebut. Diantaranya, Desa Blega, Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan dan Kecamatan Kota, Kabupaten Sampang.

Di Desa Blega, Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., bertemu dengan beberapa warga terdampak. Dari keterangan warga, banjir setinggi dada orang dewasa tersebut disebabkan adanya curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari ini dan terjadinya pendangkalan sungai. Sehingga keberadaan sungai tidak mampu menampung intensitas air hujan.

“Bencana banjir ini sangat signifikan dan merugikan warga. Sejak tadi malam mereka sudah ada yang mengungsi di masjid, ada juga yang mengungsi di rumah keluarganya,” ujar Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A.,

Sementara di Kecamatan Kota Kabupaten Sampang, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., didampingi Bupati Sampang  Slamet Junaidi, Dandim 0828/Sampang Letkol CZI Suprobo Harjo Subroto, Kapolres Sampang AKBP Arman dan unsur Forkopimda Kabupaten Sampang. Dari hasil peninjauan di lokasi, genangan air setinggi dada orang dewasa tersebut membuat akses kota lumpuh total.

“Disini banyak sekali rumah-rumah yang terendam banjir, warga pun juga banyak yang mengungsi,” terang Mayjen TNI Farid Makruf, M.A.

Melihat kondisi tersebut, Pangdam V/Brawijaya berinisiatif untuk menyalurkan bantuan makanan, paket sembako dan air bersih untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang.

“Kami berharap malam ini banjir bisa menyusut. Sehingga masyarakat bisa melakukan aktifitas kembali. Selain itu, kami juga menghimbau kepada warga untuk tetap hati-hati dan waspada terhadap terjadinya banjir susulan,” tandasnya. (*)

Letkol Armen Dandim Klungkung Apresiasi Peran Semua Pihak

KLUNGKUNG – (deklarasinews.com)– Malam pergantian tahun di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali berjalan dengan aman dan kondusif. Tentunya, hal itu tak luput dari peran semua pihak yang ikut serta berkomitmen menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Hal itu pula, tak luput dari adanya apresiasi yang diberikan oleh Dandim 1610/Klungkung, Letkol Inf Armen yang pada saat itu ikut serta mengawal berjalannya malam pergantian tahun.

Acara yang Dikeman secara sederhana di Balai Budaya Ida Dewa Istri Kanya pada Sabtu (31/12) malam itu, turut dihadiri oleh Forkopimda.

“Apresiasi kami, untuk semua aparat dan Forkopimda yang telah berhasil menjaga stabilitas dan keamanan wilayah,” jelas Dandim.

Malam pergantian tahun, kata Dandim, seakan menjadi momen tersendiri. Bukan hanya sekedar seremonial semata. Ia menghimbau masyarakat untuk menjadikan momentum tersebut sebagai ajang intropeksi diri.

“Ini juga momen penting bagi kita semua untuk berbuat dan melakukan lebih baik di kedepannya,” jelasnya. (*)

Sahli Sospol Kapolri Memantau Malam Pergantian Tahun Baru Di Sejumlah Titik Keramaian Kota Palembang

PALEMBANG – (deklarasinews.com)– Sahli Sospol Kapolri Irjen Pol Rudi Setiawan SIK.MH, memantau langsung pusat-pusat keramaian di kota Palembang pada malam pergantian tahun.

Menariknya, mantan Wakapolda Sumsel ini memantau dengan mengendarai sepeda motor ke beberapa lokasi.

Sebelum memantau, Sahli Sospol Kapolri tersebut nampak memanaskan sendiri motornya lalu menggunakan helm polisi.

Saat disapa wartawan atas kenaikan pangkat nya Alhamdulillah syukur dan terima kasih dulur atas kerjasamanya selama ini dalam melaksanakan tugas di Polda Sumsel mohon Doanya dalam melaksanakan tugas ditempat yang baru semoga amanah.

“Saya mau memantau acara pergantian tahun naik motor. Mau ke Ke pos yan air mancur, griya agung, dan kelililing kota Palembang bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol A.Rachmad Wibowo SIK dan Gubernur Sumsel H.Herman Deru dan Forkompimda  Karena pusatnya kan disana,” ucap mantan Wakapolda Sumsel, Sabtu malam (31/12).

Usai memberikan keterangan dengan ramah dengan senyum khasnya pada awak media, Rudi Setiawan langsung mengendarai Sepeda motornya.

Rudi Setiawan tampak menggunakan pakaian polisi serta memakai jaket dan juga helm Polri. Dengan menggunakan jaket, langsung bergegas dari Griya Agung bersama Gubernur Sumsel H.Herman Deru dan Forkompimda lainnya diikuti beberapa personel dan pengawalan yang juga menggunakan Sepeda motor.

Pantauan, langsung diikuti para anggota Polda lainnya yang juga menggunakan sepeda motor Polisi. (Rls/Ags).

Kodim Lamongan Siagakan Prajurit, Kawal Malam Pergantian Tahun

LAMONGAN – (deklarasinews.com)– Ratusan prajurit TNI disiagakan oleh Kodim 0812/Lamongan. Penyiagaan itu, dilakukan menjelang malam pergantian tahun.

Dandim Lamongan, Letkol Kav Endi Siswanto Yusuf mengatakan penyiagaan personel itu dilakukan dalam upaya mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban wilayah di wilayah teritorial Kodim Lamongan.

“Upaya ini dalam rangka membantu Pemda dan Kepolisian dalam menjaga stabilitas wilayah,” ujar Dandim. Sabtu (31/12) siang.

Beberapa penekanan, disampaikan oleh Dandim. Salah satunya terkait sinergitas dan koordinasi antar semua pihak. “Semua personel sudah kita sebar di setiap pos pengamanan,” jelasnya. (*)

 

Mayjen TNI Farid Makruf, M.A, Resmi Menjadi Warga Kodam V/Brawijaya

SURABAYA – (deklarasinews.com)– Usai dilantik sebagai Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf, M.A., saat ini resmi menjadi warga Kodam V/Brawijaya. Hal itu ditandai dengan adanya tradisi Penerimaan warga baru Kodam V/Brawijaya bertempat di Makodam V/Brawijaya, Jalan Raden Wijaya, nomor 01 Surabaya, Jumat, (30/12/2022).

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A. diterima oleh Kasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Piek Budyakto, S.H., M.H., dan disambut oleh seluruh Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya dan Dansat jajaran Kodam V/Brawijaya beserta prajurit, PNS dan Persit di lingkungan Kodam V/Brawijaya. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan lepas sambut Pangdam V/Brawijaya yang dilaksanakan di Gedung Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak beserta istri, Kapolda Jatim, Kajati Jatim, Kabinda Jatim dan unsur Pejabat TNI-Polri di wilayah Jawa Timur. Meski digelar secara sederhana, namun kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan cukup meriah.

“Alhamdulillah ibunda saya juga hadir disini. Rekan-rekan dan seluruh pejabat Forkopimda juga turut hadir disini. Terima kasih semuanya. Dan saya harap silaturahmi ini tetap akan terjalin,” ucap Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf dalam sambutannya.

Dihadapan seluruh tamu yang hadir, Mayjen TNI Farid Makruf tak pernah menyangka dapat mengemban tugas dan amanah di Kota Pahlawan. Pria kelahiran Madura tersebut sebelumnya lebih banyak bertugas di Lombok, Poso, dan Palu.

Di Lombok, Mayjen TNI Farid Makruf diamanahkan menjadi Dansatgas Komando Satgas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) dalam Operasi Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi Wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mayjen TNI Farid berhasil membuat system’ bantuan pemerintah yakni rumah senilai Rp.50 juta per unit.

“Alhamdulillah sudah terbangun 47 rumah di Lombok. Sampai akhirnya saya keterima di Lemhanas tanpa tes,” terangnya.

Selain itu, dia pernah ditugaskan Panglima TNI untuk mengatasi radikalisme di Poso. Saat itu, dia turun langsung ke lapangan bersama anak buahnya untuk memburu sisa-sisa anggota Mujahiddin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora CS.

“Berbagai kesulitan itu yang membuat saya bisa beradaptasi. Sebagai orang baru, kami mohon dukungan, bantuan dan saran. Karena di era ketidakpastian ini tidak ada yang bisa memecahkan persoalan seorang diri. Kita butuh kerjasama dan sinergitas antar elemen. Sehingga mampu menyelesaikan berbagai kesulitan yang ada di Jawa Timur,” tandasnya.

Sementara diakhir kegiatan, juga dilaksanakan tradisi pelepasan terhadap Mayjen TNI Nurchahyanto, M.Sc., beserta Ny. Evi Nurchahyanto sebagai warga Kodam V/Brawijaya. (*)

 

Letkol Armen Pimpin Karya Bakti di Desa Gelgel

KLUNGKUNG – (deklarasinews.com)– Karya bakti yang digelar di Dusun Jero Kapal, Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali pada Jumat (30/12) pagi, dipimpin langsung oleh Dandim 1610/Klungkung, Letkol Inf Armen.

Terlihat, di lokasi itu Dandim bersama prajurit Kodim melakukan pembersihan di beberapa area yang ada di Dusun Jero Kapal.

“Karya bakti ini, wujud dedikasi tanpa batas Kodim Klungkung terkait adanya musibah dan kesulitan yang dialami warga Dusun Jero Kapal,” kata Dandim.

Salah satunya, di pemukiman Wayan Sujana. Tembok rumah Wayan Sujana, diketahui ambruk akibat hujan angin yang terjadi di Klungkung beberapa waktu lalu.

“Atas dasar itu, kami tergerak untuk membantu beliau,” ujarnya.

TNI, kata Letkol Armen, harus bisa memberikan bantuan dan solusi pada masyarakat. Sebab, menurutnya, TNI terlahir dari rakyat. “TNI juga akan kembali ke rakyat,” bebernya. (*)