Musyawarah Kepengurusan DPC Laskar Merah Putih Kabupaten Pesawaran Digelar

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Acara yang di adakan pada rabu 29/04/26 di Sekretariat Markas Daerah  Provinsi Lampung yang beralamat di jalan Randu Kemiling Bandar Lampung. Di hadiri oleh

Ketua DPD Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Lampung, H. Johan Nasri, S.E., S.H., beserta jajaran, Calon Ketua DPC Kabupaten Pesawaran Rio Remota,S.E., beserta calon anggotanya.

Dalam sambutannya H.Johan Nasri menyampaikan harapannya Agar  DPC LMP Pesawaran dapat kembali seperti dulu  yang menjadi serambi Lampung.Dan kepada seluruh Anggotanya  untuk menjaga solidaritas dan integritas sebagai keluarga besar Laskar Merah Putih.

Di sesi tanya jawab Rio Remota.S.E.,mengucapkan Terimakasih atas sambutan yang di berikan kepadanya dan anggotanya, In Shaa Allah kami siap menjalankan mandat dari DPD LMP dan menjalankan tugas ini dengan Tanggung jawab. Kami juga perlu bimbingan perlu arahan perlu kerjasama yang benar-benar solid karena kebersamaan tanpa kesolitan itu nol rasanya atau buang-buang waktu. Ijinkan saya di kesempatan ini menyampaikan kenapa mandat sampai sekarang belum terbentuk  karena jujur sedikit banyaknya kami tahu kondisi di Pesawaran dan isue yang kami dengar terkait Dualisme, Kami tidak ingin ada ketersinggungan ataupun gesekan dari pihak lain, Maka kamipun menggali informasi.

Dari hasil informasi yang kami dapat kami memutuskan untuk terus  berdiskusi  dan sampai dengan kesimpulan kita bertemu hari ini di sini untuk melanjutkan Mandat yang di berikan kepada kami. ucapnya

Menanggapi pertanyaan terkait isue  Dualisme

Johan menyampaikan dengan melalui tahapan Putusan PTUN, Putusan PTUN, Putusan MA, Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Artinya sudah tidak ada lagi Dualisme di tubuh Organisasi Kemasyarakatan LASKAR MERAH PUTIH

LASKAR MERAH PUTIH yang Sah secara Administrasi, Hukum, Undang Undang Ormas, AD/ART Ormas, Peraturan Organisasi adalah Hi.M. Arsyad Canu sebagai Ketua Umum LASKAR MERAH PUTIH, Hi. Johan Nasri, SE sebagai Ketua Markas Daerah LASKAR MERAH PUTIH Provinsi Lampung. Tegasnya

Dia juga mengingatkan apabila ada pihak atau oknum yang mengatas namakan Ormas Laskar Merah Putih, diluar kepengurusan yang telah disampaikan, Saya akan menindak tegas secara hukum yang berlaku.Pungkasnya [ Mulia Mega ]

Diduga Oknum Pungut Uang Bulanan Pedagang Sebesar 750 Ribu Perbulan,” Culiner Alun Alun Bekasi

BEKASI -(deklarasinews.com)- Pusat Culiner UMKM Alun – Alun Kota Bekasi Jl. Pramuka Kel. Marga Jaya Kec. Bekasi Selatan, sangat begitu ramai dan banyak pengunjung warga bekasi atau dari luar bekasi, yang berdatangan untuk nikmati suasana malam hari yang begitu ramai dan padat pengunjung, sambil berjalan kaki,  santai untuk lihat – lihat yang jualan makanan di sepanjang jalan alun – alun bekasi untuk membeli suatu makanan, semua makanan ada dan sangat lengkap yang di jual selama ini, Rabu dini hari (29/4/26)

‎‎”Ditengah berjualan, ada salah satu pedagang yang berjualan makanan di alun – alun bekasi, bercerita sambil berjualan dan menunggu pembeli, pedagang ini lansung menceritakan bahwa dirinya sudah lama berjualan di alun – alun bekasi dan mengikuti program dari Pemerintah Kota Bekasi, yang dianjurkan untuk daftar anggota UMKM, menurut semua pedagang disini mereka merasa bangga dan senang kalau semua  pedagang pada daftar untuk ikut masuk UMKM,”Ungkap seorang pedagang

‎‎Inisial (Yy) selaku pedagang usaha makanan yang berjualan di alun – alun menjelaskan kepada wartawan, bahwa dirinya selama ini telah ikuti peraturan yang ada disini seperti bayar listrik 10 ribu dan bayar sampah 5 ribu, itu pun setiap hari kami ikutin, ketika itu kami di suruh bayar bulanan perlapak sebesar 750 ribu /perbulan, setelah kami jalanin untuk berjualan dan akhirnya kami berhenti dulu sementara untuk berjualan di alun – alun, karena kami tidak punya lagi modal buat usaha, lantaran sewa tempat dilokasi ini tiap bulan sangat mahal, sedangkan kami jualan pasang surut terkadang rame, kadang sepi pas – pasan buat belanja lagi modal besok,”Lanjut (Yy)

‎Bukan kami saja yang harus bayar bulanan sewa tempat, semua pedagang yang berjumlah 300  disini sama harus bayar 750 ribu/perbulan, kalau emang pemerintah kota bekasi adakan Retribusi buat sewa tempat untuk bayar kami akan ikut, selama ini kami bayar sama oknum yang datang untuk minta uang sewa lapak sebesar 750 ribu,”Kata (Yy)

‎”Masih yang sama, kami mencoba hubungin Sekretaris Dinas (Sekdis) UMKM Rita melalui Via Whats App untuk konfirmasi dan meminta tanggapannya terkait ada dugaan pungutan uang bayar sewa lapak di alun – alun bekasi sebesar 750 ribu/perbulan,”tuturnya, Sekdis Rita UMKM menjelaskan kepada wartawan bahwa pihaknya akan berkoordinasi sama teamnya yang lain untuk tindak lanjutin prihal seperti ini, beliau akan jadikan bahan evaluasi pembicaraan kepada Kepala Dinas (Kadis) UMKM Helbert, terkait dugaan pungutan uang bayar sewa tempat sebesar 750 ribu/perbulan,”Ungkap Rita

‎Kami berharap dari Dinas UMKM respon cepat telusuri dan selidikin, siapa oknum tersebut yang selama ini pungut uang sewa bayar lapak di alun – alun bekasi selama UMKM berdiri, Tutup. (Ronald)

Warga Bulak Sentul Butuh Penerangan Lampu Jalan di Lingkungan

BEKASI -(deklarasinews.com)- Warga Bulak Sentul membutuhkan lampu penerangan jalan dilingkungan, agar wilayahnya dapat teralisasi untuk pemasangan lampu penerangan dari Dinas PJU Kota Bekasi, yang selama ini, hingga saat ini warga minta pihak dari Dinas PJU dapat respon cepat untuk tanggapin prihal warga Kp. Bulak Sentul RT.003, RT 007/ 017 Kel.Harapan Jaya Kec.Bekasi Utara, Rabu dinihari (29/4/26)

‎‎”Sting RT 011 salah satu Bulak Sentul untuk mewakili warganya, ingin ketemu dengan pihak Dinas PJU Kota Bekasi, dan menanyakan prihal lampu penerangan jalan buat di lingkungannya, sampai sekarang ini belum juga dapat di teralisasi di wilayahnya,”Tuturnya

‎‎Pada hal sudah jelas kami sudah dapat ketemu Kepala Bidang (Kabid) dari PJU Naryo tanggal 2 April 2026 Minggu yang lalu di tempat Kantor Dinas Perhubungan (Dishub), kami dapat berbincang – bincang terkait diwilayah lingkungan kami, selama sekian tahun dalam lingkungan kami tidak ada lampu penerangan dari Dinas PJU untuk pasang diwilayah kami,”Lanjut

‎‎Kami sepakat dengan semua RT lingkungan kami untuk buat Surat Proposal Aspirasi Warga, untuk pengadaan lampu jalan dilingkungan kami masing – masing, sampai detik – detik ini belum juga teralisasi juga,”Kata RT Sting

‎‎Kepala Bidang (Kabid) PJU Naryo, menerangkan, bahwa pihak dari kami Dinas PJU akan kami pasang  lampu penerangan jalan secepatnya di wilayah bulak sentul, soalnya anggota kami yang ada dilapangan cuma hanya ada tiga orang, sedangkan yang harus dijalankan sekecamatan Bekasi Utara, kami sampaikan sama  Sting RT 011  yang mewakili warga bulak sentul, kami minta untuk sabar dan menunggu, nanti team kami dari lapangan akan ke tempat lokasi lingkungan bulak sentul bekasi utara,”Ungkap Naryo

‎Kami warga berharap Dinas PJU Kota Bekasi dapat respon cepat dan menanggapi Aspirasi Warga kami, agar wilayah kami dapat di teralisasi dengan secapatnya untuk dipasang lampu penerangan jalan wilayah bulak sentul bekasi utara, Tutup. (Ronald)i dapat respon cepat dan menanggapi Aspirasi Warga kami, agar wilayah kami dapat di teralisasi dengan secapatnya untuk dipasang lampu penerangan jalan wilayah bulak sentul bekasi utara, Tutup. (Ronald)

Pesta Bonataon PPTSB Cabang Tangerang Raya Meriah dan Sukses

KOTA TANGERANG -(deklarasinews.com)- Pesta Perayaan Bonataon PPTSB (Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Boru dohot Bere) Cabang Tangerang meriah dan sukses.

Pesta Bonataon yang dilaksanakan dibilangan Palm Semi gedung Ufit Minggu 26/4/2026 berjalan dengan suka cita serta meriah penuh kehangatan diantara sesama.

Adapun tema Perayaan pesta Bonataon PPTSB Cabang Tangerang Raya yakni “Marsiurupan Jala Marsadani Roha”

Pesta Perayaan yang diawali dengan Ibadah kebaktian Minggu seluruh anggota PPTSB yang hadir dipimpin oleh Paraeses HKBP Distrik Banten (XXI) Inang Pendeta Sumihar Sinaga, M.Th dengan suka cita dan rasa syukur.

Usai Ibadah Kebaktian acara dilanjutkan oleh Ketua Cabang PPTSB Lebinner Sinaga dengan kata sambutan menyampaikan bahwa Pesta Bonataon kali ini menampilkan wajah baru, dia mengharapkan lewat acara ini akan tampil pemimpin pemimpin muda yang membuat Punguan kita ini semakin maju ujarnya.

Senada juga yang dipaparkan Ketua Wilayah Jakarta Raya, Ramli Sinaga mengapresiasi kerjasama yang sangat baik tim kepanitiaan Bonataon dan Pengurus Cabang serta para ketua ketua sektor, melalui Pesta Bonataon ini bukan hanya sekedar seremonial, melainkan kita harus menjalankan dan menjadikan momentum memperkuat semangat marsiurupan jala marsadani roha.

Melalui kebersamaan ini untuk kita terus menjaga persatuan, saling menopang dan menjadikan PPTSB sebagai rumah kita ujar Ketua Wilayah.

Roy Dillianto Sinaga selaku Ketua Panitia Pesta Bonataon mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas partisipasi serta dukungan seluruh pihak terlebih buat seluruh anggota yang bergabung disektor sektor PPTSB se Cabang Tangerang Raya, sehingga kegiatan Pesta Bonataon ini berjalan dengan lancar pungkas Roy.

Maraknya suasana Pesta Bonataon dengan adanya hiburan yang berupa tradisi Batak Toba, acara kebersamaan Manortor yang mana adalah ciri khas budaya Batak, sehingga melalui tortor tersebut generasi orang tua, muda dan anak anak menjadi simbol kebersamaan dengan nilai nilai kehidupan yang diwariskan leluhur Batak.

Roy selaku Ketua Panitia mengatakan atas terselenggaranya dan suksesnya Pesta Bonataon PPTSB Cabang Tangerang Raya 2026 ini adalah bukti nyata kebersamaan dan solidaritas seluruh anggota PPTSB se Tangerang Raya, semoga kebersamaan ini terus berjalan dengan baik dan menjadi berkat buat kita semua. Horas…Horas…Horas.

Adanya Pembiyaran Gubug Liar di Kali Cakung Draine Belum Ditertibkan

JAKARTA -(deklarasinews.com)-  Kali  Cakung Draine, Cilincing, Jakarta Utara  kian marak dengan bangunan liar yang berdiri diatas lahan fasum dan fasos tersebut.

Jika tetap dibiarkan akan membuat lahan kali tersebut mengalami penyempit,  sehingga berdampak banjir saat hujan turunpun tak bisa terelakkan.

“Sekarang ini banyak bangunan baru berdiri, jika terus dibiarkan jumlah akan semakin banyak dan sulit nantinya dibongkar. Dengan banyaknya bangunan liar ini tentu akan membawa dampak yang kurang baik karena mengakibatkan kali ini mengalami penyempitan” kata Saipul 45, warga Rusun CIlincing Jakarta Utara.

Keluhan yang sama juga disampaikan, Geri 40, warga Jalan Sungai Landak, Cilincing. Warga yang mendirikan bangunan-bangunan liar disepanjang kali Cakung Draine tersebut merupakan warga Pendatang dari dererah kota Mebanggun di  lahan kdli gree Cilincing.

Memang keberadaannya sangat mengganggu apalagi menggunakan lahan sungai. “Bukan cuma membuat semerawut tapi kalau dibiarkan kali bakal mengecil dan bisa mengakibatkan banjir” tuturnya.

Maraknya bangunan liar yang berdiri di sepanjang kali Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara di keluhkan warga. Sebab selain membuat kawasan tersebut kumuh juga membuat aliran sungai tersebut mampet.Sebab, dalam akhir-akhir ini keberadaannya semakin banyak. Untuk itu warga berharap pemerintah segera menertibkan bangunan-bangunan tersebut dan melakukan normalisasi kali agar kedepan tidak lagi dimanfaatkan oknum-oknum untuk membangun bangunan liar.

Keluhan ini disampaikan warga ke Media melalui aspirasi warga dengan isi. ‘Yth. Bapak Gubernur DKI Jakarta. Dan walikota utara  Tolong ditertibkan bangunan yang ada dipinggir kali Cakung Drain Cilincing yang bikin kumuh dan bikin mapet saluran sungai. Mohon untuk tindaklanjutnya. Terima kasih. (SW)

Alumni STP Jakarta di Lampung Bangun Soliditas, Siapkan Aksi Nyata untuk Sektor Perikanan

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal dan Sarasehan yang digelar Korps Alumni (KORAL) AUP–STP–Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Koordinator Wilayah Lampung di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, Hanura, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh alumni Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta dan Politeknik AUP yang berdomisili, bertugas, maupun berasal dari Provinsi Lampung, serta turut melibatkan taruna yang sedang melaksanakan praktik lapangan.

Mengusung tema “Merajut Silaturahmi untuk Mewujudkan Cita dan Kebersamaan”, kegiatan tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga dimanfaatkan sebagai forum strategis untuk menyatukan visi dan langkah ke depan dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Dalam sesi sarasehan, para alumni membahas berbagai isu penting, mulai dari pemberdayaan nelayan dan keluarga pelaku usaha perikanan, penguatan budidaya perikanan, pengelolaan perairan umum darat, pesisir pantai dan mangrove, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan usaha dan hilirisasi produk perikanan di daerah berstandar ekspor berlandaskan HACCP dengan prinsip kelestarian alam dan berkelanjutan.

Sebagai institusi pendidikan vokasi di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sekolah Tinggi Perikanan (STP) yang kini telah bertransformasi menjadi Politeknik Ahli Usaha Perikanan (Poltek AUP) memiliki peran penting dalam mencetak tenaga profesional di bidang perikanan. Para alumninya diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan sektor kelautan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, KORAL Korwil Lampung juga menyepakati sejumlah program kerja periode 2024–2029, di antaranya penguatan organisasi, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan jejaring alumni, hingga penguatan usaha produktif berbasis perikanan. Acara ini disambut baik oleh Kepala Balai Besar Perikanan Laut Lampung Bapak Supito,S.Pi., M.Si bahwa acara ini merupakan secercah pelita harapan baru yang dapat mendukung program Asta Cita nasional terutama pada sektor memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ketua KORAL Korwil Lampung Galih A.F.A, S.St.Pi.,M.Tr.Pi menyampaikan bahwa alumni tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi akan mendorong aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin kehadiran alumni benar-benar dirasakan, khususnya oleh pelaku usaha perikanan. Ke depan, akan ada program yang menyentuh langsung masyarakat, baik dalam bentuk pendampingan, pelatihan, maupun penguatan usaha,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan dan latar belakang keilmuan terapan, alumni AUP-STP Jakarta yang saat ini bertransformasi menjadi Poltek AUP untuk diarahkan memberikan dedikasi dan pengabdian ilmu terapan perikanan di provinsi Lampung diharapkan dapat berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

Kegiatan diawali senam bersama, apel pagi, sarasehan, pemantapan pengurus hingga ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol soliditas dan komitmen bersama dalam membangun sektor perikanan yang lebih maju dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.

Ketum AWPI Jadi Narasumber dalam Pemahaman Hukum Manajemen SMA Negeri Se-Lampung, Pembentukan LBH Jadi Prioritas Peserta

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Upaya meningkatkan kualitas manajemen pendidikan terus dilakukan oleh sejumlah SMA Negeri di Provinsi Lampung. Salah satunya melalui kegiatan bertajuk “Penguatan Profesional dan Pemahaman Hukum dalam Manajemen Sekolah”, yang diikuti oleh SMA Negeri 1 dari Kabupaten Lampung Tengah, Kota Metro, Tulang Bawang dan Mesuji.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), Hengki Ahmat Jazuli sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara profesionalisme tenaga pendidik dan pemahaman hukum dalam pengelolaan sekolah.

Menurut Hengki, manajemen sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus memahami regulasi yang mengatur tata kelola pendidikan. Hal ini penting untuk mencegah potensi pelanggaran hukum serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di lingkungan sekolah.

“Penguatan profesional harus diiringi dengan pemahaman hukum yang baik. Kepala sekolah dan tenaga pendidik harus mengetahui batasan serta tanggung jawabnya agar tidak terjebak dalam persoalan hukum,” ujar Ketum AWPI Hengki Ahmat Jazuli, saat menjadi narasumber dalam kegitan tersebut di Aula Rapat SMA Negeri 1 Terusan Nunyai Lampung Tengah, Senin (27/4/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi publik di dunia pendidikan. Sekolah, sebagai lembaga publik, memiliki kewajiban untuk memberikan informasi yang akurat dan dapat diakses oleh masyarakat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta, yang terdiri dari kepala sekolah, guru, serta tenaga administrasi. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sekolah saat ini.

Selain itu, forum ini juga menjadi ruang diskusi interaktif, di mana peserta dapat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari pengelolaan anggaran, tata kelola administrasi, hingga potensi sengketa hukum di lingkungan sekolah.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh SMA Negeri di wilayah Lampung Tengah, Metro, Tulang Bawang, dan Mesuji dapat meningkatkan kualitas manajemen sekolah yang profesional, transparan, serta sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Dalam sesi diskusi, para peserta juga menyampaikan harapan agar dibentuk lembaga bantuan hukum (LBH) yang dapat secara khusus mendampingi pihak sekolah dalam menghadapi persoalan hukum.

“Kami berharap langkah dan masukan ini bisa menjadi perhatian. Karena kami menilai kompleksitas aturan dan potensi permasalahan administrasi maupun pidana di lingkungan pendidikan membutuhkan pendampingan yang profesional dan berkelanjutan,” ungkap Sunarti, salah satu peserta dari SMA Negeri 1 Meraksa Aji Kabupaten Tulang Bawang, mewakili peserta lainnya.

Menanggapi hal tersebut, narasumber dari Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia, Hengki Ahmat Jazuli, menyambut baik usulan tersebut. Ia menyatakan bahwa pembentukan LBH khusus sektor pendidikan merupakan langkah strategis dalam memberikan perlindungan hukum bagi kepala sekolah dan tenaga pendidik.

“Ini menjadi kebutuhan nyata di lapangan. Kedepan, kita dorong adanya lembaga bantuan hukum yang bisa memberikan pendampingan, konsultasi, hingga advokasi bagi pihak sekolah agar tidak berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan hukum,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, keberadaan LBH akan membantu memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh sekolah tetap berada dalam koridor hukum, sekaligus memberikan rasa aman bagi para pengelola pendidikan dalam menjalankan tugasnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Terusan Nunyai Lampung Tengah, Dra. Ratnawati, M.Pd., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat membantu pihak sekolah dalam memahami aspek hukum yang selama ini kerap menjadi kendala dalam pengelolaan administrasi dan kebijakan sekolah.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya dalam meningkatkan pemahaman terkait regulasi dan tata kelola yang benar. Dengan adanya pembekalan seperti ini, kami lebih percaya diri dalam menjalankan tugas secara profesional dan sesuai aturan,” ungkap Kepala SMA Negeri I Terusan Nunyai mewakili para peserta yang hadir dalam kegiatan terabut.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga para kepala sekolah dan tenaga pendidik dapat terus memperbarui wawasan, terutama dalam menghadapi dinamika kebijakan pendidikan yang terus berkembang.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta, yang terdiri dari kepala sekolah, guru, serta tenaga administrasi. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sekolah saat ini.

Selain itu, forum ini juga menjadi ruang diskusi interaktif, di mana peserta dapat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari pengelolaan anggaran, tata kelola administrasi, hingga potensi sengketa hukum di lingkungan sekolah.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh SMA Negeri di wilayah Lampung Tengah, Metro, Tulang Bawang, dan Mesuji di Provinsi Lampung dapat meningkatkan kualitas manajemen sekolah yang profesional, transparan, serta sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

 

Demokrasi Meunasah Bergema: Pemilihan Tuha Peut Keude Keumuneng Berlangsung Sukses dan Penuh Kebersamaan

ACEH TIMUR -(deklarasinews.com)- Pemilihan Tuha Peut Gampong Keude Keumuneng berlangsung sukses, aman, dan lancar pada Senin (27/4/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Meunasah Gampong Keude Keumuneng tersebut dihadiri unsur Muspika, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasie Pemerintahan Kecamatan Idi Tunong, Idris, S.Kom.I yang mewakili unsur kecamatan dan memberikan pengarahan kepada masyarakat agar menjaga kekompakan serta menyukseskan jalannya demokrasi di tingkat gampong. Hadir pula Camat Idi Tunong, Adnan, S.Ag, Kapolsek Idi Tunong Ipda Saiful Bahri, S.E, serta Imum Mukim Keumuneng.

Adapun calon Tuha Peut yang mengikuti pemilihan tersebut yaitu:

  1. Insyawati
  2. Azhari Ali Basyah
  3. Dra. Fauziah
  4. Karimuddin
  5. Muhammad Husaini
  6. Muhammad Nasir

Proses pemilihan berlangsung tertib, aman, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir untuk menggunakan hak pilihnya.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, diperoleh hasil sebagai berikut:

Nomor Urut 1 Insyawati : 60 suara

Nomor Urut 2 Azhari Ali Basyah : 13 suara

Nomor Urut 3 Dra. Fauziah : 23 suara

Nomor Urut 4 Karimuddin : 44 suara

Nomor Urut 5 Muhammad Husaini : 17 suara

Nomor Urut 6 Muhammad Nasir : 119 suara

Dengan hasil tersebut, Muhammad Nasir dari Nomor Urut 6 memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan Tuha Peut Gampong Keude Keumuneng.

Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Tuha Peut Gampong Keude Keumuneng, Anta Zuludfi, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, seluruh tahapan pemilihan berjalan lancar, aman, dan tertib. Terima kasih kepada seluruh masyarakat serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Usai proses penghitungan suara selesai, Camat Idi Tunong, Adnan, S.Ag, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Gampong Keude Keumuneng yang telah menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

“Pemilihan ini menjadi contoh yang baik karena berlangsung damai, tertib, dan penuh kebersamaan. Saya berharap Tuha Peut yang terpilih nantinya dapat bekerja sama dengan pemerintah gampong demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Keuchik Gampong Keude Keumuneng, Nurdin, juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat yang telah menjaga suasana tetap kondusif.

Ia berharap anggota Tuha Peut yang terpilih nantinya dapat menjalankan amanah dengan baik, memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta bersama-sama membangun Gampong Keude Keumuneng menjadi lebih baik. (Ami)

Camat Candipuro Terbitkan SE Pembatasan Angkutan, Bulog Nilai Hambat Akselerasi Lamsel Sebagai Sentra Beras

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Camat Kecamatan Candipuro Sumiyati SE mengeluarkan surat edaran tentang pembatasan angkutan kendaraan yang melintas diwilayahnya.

Surat Edaran (SE) dengan nomor 621/192/VII.12/2026 tentang  Himbauan Penggunaan Jalan Kabupaten diwilayah Kecamatan Candipuro tersebut ditujukan kepada para kepala desa se Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa menindak lanjuti masukan dari anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan dan keluhan warga masyarakat tentang kerusakan jalan diwilayahnya.

Oleh karena itu diminta kepada seluruh kepala desa agar memberikan himbauan kepada para pengusaha, pabrik padi yang ada diwilayahnya agar tidak mengangkut produksi  barang atau hasil  pertanian yang berkapasitas lebih dari  20 ton. Menurutnya hal itu bertujuan untuk  lebih pemanfaatan jalan kabupaten yang maksimal, awet, aman dan nyaman bagi masyarakat luas, ” paparnya

Dalam pantauan kami dilapangan bahwa kerusakan jalan tersebut salah satu penyebabnya adalah adanya kendaraan angkut yang melebihi kemampuan jalan, seperti Truck Fuso, Kontainer dengan bobot melebihi 20 ton.

Sehingga dengan kondisi jalan yang bisa dilewati oleh kendaraan yang kapasitasnya dibawah 20 ton, maka ketika kendaraan besar melintas diatasnya maka percepatan kerusakan jalan terjadi, ” tegas SE  Camat Candipuro ini.

Pernyataan berbalik datang dari Kabulog Lampung Selatan Ferdial saat ditemui pelitaekpres.com, Jumat (24/4/2026) dikantornya. Kepada median ini Kabulog Lamsel menjelaskan bahwa SE yang dikeluarkan oleh Camat Candipuro itu sangat tidak mendukung semangat Bulog menjadikan Lampung Selatan menjadi Sentra Beras dipulau Sumatera, khususnya di Lampung.

Seperti diketahui bahwa untuk mencapai ketitik itu diperlukan Akselerasi semua sektor pendukung lainya salah satunya yakni Infrastruktur jalan agar distribusi dan angkutan lebih cepat, aman dan nyaman.

Dengan demikian maka semangat menjadikan Lampung Selatan sebagai Sentra beras pulau Sumatera akan segera terwujud, ” ungkap Kabulog Lamsel ini.

Perlu diketahui bahwa Kecamatan Candipuro adalah merupakan salah satu wilayah yang memiliki area persawahan cukup luas dengan petani yang bisa diandalkan. Oleh karena itu Bulog berusaha dekat dengan penghasil gabah/padi. Dengan adanya Gudang Bulog di kecamatan Candipuro diharapkan lebih cepat dalam distribusi dan menyerap hasil pertanian para petani, khususnya dari Camdipuro dan sekitarnya .

Oleh karena itu Bulog sangat berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah agar Semangat menjadikan Lampung Selatan menjadi Sentra Beras di pulau Sumatera atau Lampung segera terwujud. Salah satunya yakni peningkatan Infrastruktur jalan sehingga akses distribusi dan pengiriman lebih cepat, aman dan nyaman. ” pungkasnya. (Cak Ton)

Peringati Hari Kartini, Komunitas Renang Antar Pulau Seberangi Mercusuar Terjun Berenang Ke Pulau Tangkil

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- Peringati Hari Kartini 2026 kali ini, Komunitas Renang Antar Pulau unjuk kecepatan berenang terjun dari kapal di Mercusuar berenang menuju Pulau Tangkil pada Sabtu (25/4/2026).

Ketua panitia Napoly mengungkapkan,” Kegiatan ini dilakukan masih suasana Hari Kartini. Bagi kami perenang seringkali difokuskan pada menjaga kebugaran lewat renang. Kemampuan berenang, keberanian karena renang ditengah lautan dan kegigihan untuk sampai ke tujuan menjadi satu kebanggaan bagi kami.Ibu-ibu ini kuat dan cepat berenangnya hampir menyamai kami yang laki-laki. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga stamina walaupun anggota bukan terbilang berusia muda namun kecepatan berenang di laut patut diapresiasi,” ujarnya.

Semangat Kartini renang di tengah laut khusus perempuan yang memaknai gerakan renang sebagai simbol perjuangan melawan arus, keberanian, dan kesehatan fisik sebagai wujud emansipasi.

Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas sesama perenang meningkatkan kebugaran, dan merayakan emansipasi wanita yang ikut berenang. (Red)