LaSEF 2026 Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Lampung Melalui Pemberdayaan Umkm, Literasi, Dan Penguatan Industri Halal

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026 telah diselenggarakan pada 8–10 Mei 2026 di Lampung City Mall, Bandar Lampung. Hingga tanggal 10 Mei 2026, LaSEF 2026 berhasil menarik pengunjung mencapai 7 ribu orang, mendorong penjualan hingga ratusan juta rupiah, dan menjembatani kebutuhan modal para pelaku usaha dengan mitra perbankan syariah melalui komitmen business matching bernilai Rp 230 Miliar untuk tahun 2026 berkolaborasi dengan OJK Provinsi lampung.

Selama tiga hari penyelenggaraan, LaSEF 2026 menghadirkan berbagai program strategis yang menyentuh langsung masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, penguatan halal lifestyle, literasi ekonomisyariah, talkshow edukatif,serta berbagai kompetisi kreatif ekonomisyariah. Kegiatan tersebut

di antaranya diwujudkan melalui kolaborasi dengan lebih dari 40 pelaku usaha dengan beragam produk kuliner, olahan pangan dan minuman, kopi khas Lampung, hingga produk wastra daerah.

Berbagai lomba juga telah diselenggarakan dalam rangkaian LaSEF 2026, seperti Lampung Brewpreneur Challenge 2026, Harmony in Syariah: Nasyid Competition, hingga Kompetisi Dakwah Ekonomi Syariah yang telah menjadi ruang ekspresi bagi barista, nasyid, serta da’i muda berbakat. Selain itu,

LaSEF 2026 juga menghadirkan booth Ketahanan Pangan dalam rangka pembagian bibit cabai gratis sebagai aksi nyata mendukung kemandirian pangan melalui pilar Penguatan Halal Value Chain.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa penyelenggaraan LaSEF 2026 merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui sinergi bersama Pemerintah Daerah, perbankan, lembaga keuangan syariah, akademisi, pondok pesantren, dan pelaku usaha, ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi penggerak utama penguatan sektor riil dan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan LaSEF 2026 yang dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata dukungan Bank Indonesia terhadap pembangunan daerah.

Berbagai program yang dihadirkan dinilai sejalan dengan target prioritas pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Lampung, khususnya dalam penguatan industri halal, pengembangan UMKM, serta kemandirian pesantren.

Pemerintah Provinsi Lampung juga mengapresiasi inisiasi Wakaf Sumur Produktif sebagai solusi konkret dalam mendukung produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan El Nino. “Satu sumur, membawa seribu keberkahan,” ujar Gubernur Lampung.

Kegiatan LaSEF 2026 merupakan salah satu bentuk komitmen BI dalam mendukung pengembangan eksyar yang inklusif, berkelanjutan, serta mendorong stabilitas dan kemandirian ekonomi di tingkatprovinsi.

Mengangkat tema “Sinergi dan Inovasi untuk Ekonomi Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah sebagai pilar pendukung pertumbuhan daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung dan Bank Indonesia sepakat bahwa pengembangan ekonomi syariah membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Momentum LaSEF 2026 diharapkan menjadi pijakan awal dalam memperkuat transformasi ekonomi daerah yang berlandaskan nilai keberlanjutan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat. LaSEF 2026 bukan menjadi akhir dari rangkaian pengembangan ekonomi syariah di Lampung, melainkan awal penguatan ekosistem ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan baru di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Rangkaian LaSEF 2026 tidak hanya menjadi wadah pengembangan bakat dan kreativitas generasi muda Provinsi Lampung, namun juga menjadi bagian dari Road to FESyar Sumatra 2026. Para pemenang kompetisi akan mewakili Provinsi Lampung pada ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatra 2026.

Melalui penguatan literasi ekonomi syariah, pengembangan talenta kreatif, dan partisipasi generasi muda, Bank Indonesia optimistis Provinsi Lampung mampu meningkatkan daya saing ekonomi syariah di tingkat regional maupun nasional.*

 

Kunjungan Wapres RI di Lampung Berjalan Lancar, PLN Pastikan Pasokan Listrik Prima

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung memastikan keandalan pasokan listrik selama rangkaian kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Provinsi Lampung pada Jumat (8/5).

Kunjungan kerja tersebut meliputi sejumlah lokasi strategis, di antaranya Koperasi Nelayan Merah Putih Desa Margasari di Lampung Timur, SMKN 4 Bandar Lampung, RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, serta Sekolah Rakyat Terintegrasi 35 Bandar Lampung. Pada agenda di Desa Margasari,

Wapres berdialog langsung dengan nelayan, petambak udang, dan masyarakat setempat terkait penguatan ekonomi kerakyatan dan sektor perikanan.

Untuk mendukung kelancaran seluruh agenda kenegaraan tersebut, PLN UID Lampung menyiapkan sistem kelistrikan berlapis dengan memastikan kesiapan infrastruktur jaringan, personel siaga, hingga peralatan pendukung di setiap lokasi kunjungan.

General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, menyampaikan bahwa PLN telah melakukan serangkaian langkah antisipatif guna memastikan pasokan listrik tetap aman dan stabil selama kegiatan berlangsung.

“PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik selama seluruh rangkaian kegiatan kenegaraan berlangsung. Seluruh personel, peralatan pendukung, serta sistem backup telah dipastikan dalam kondisi siap operasi agar kegiatan dapat berjalan lancar tanpa gangguan kelistrikan,” ujar Rizky.

Sebagai penguatan sistem backup, PLN UID Lampung menyiapkan 6 unit genset dengan total kapasitas 3.061 kVA, mulai dari kapasitas 11 kVA hingga 1.000 kVA. Selain itu, PLN juga menyiapkan 6 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) dengan total kapasitas 536 kVA untuk menjaga kontinuitas suplai listrik di titik-titik prioritas.

Siaga kelistrikan tersebut melibatkan 28 personel gabungan dari unit UP3, ULP, dan dispatcher UP2D yang disiagakan di seluruh lokasi kegiatan. Personel bertugas melakukan pengamanan jaringan, pemantauan sistem kelistrikan secara real time, serta memastikan kesiapan peralatan cadangan selama agenda berlangsung.

Melalui kesiapsiagaan ini, PLN UID Lampung terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal untuk mendukung berbagai agenda strategis nasional, pelayanan publik, serta aktivitas masyarakat secara berkelanjutan.

Baru Setahun Dibangun, Casa Grande Palembang Sudah Terjual 80 Persen! Ini Daya Tariknya

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Kehadiran kawasan hunian modern Casa Grande di Jalan Tegal Binangun, Kecamatan Plaju Darat, Kota Palembang, menjadi salah satu pilihan baru bagi masyarakat yang menginginkan rumah nyaman dengan fasilitas lengkap serta nilai investasi yang prospektif.

Dibangun di lokasi strategis yang berada di jalur utama Kota Palembang, Casa Grande hadir dengan konsep hunian modern yang mengutamakan kenyamanan penghuni, kualitas bangunan, serta kemudahan akses menuju berbagai pusat aktivitas masyarakat.

Manager Marketing Casa Grande, Mukmin Hambali, mengungkapkan bahwa pembangunan kawasan perumahan tersebut mulai dilakukan sejak tahun 2024. Hingga kini, pengembang terus melakukan pengembangan kawasan secara bertahap, termasuk peningkatan infrastruktur jalan dan penyelesaian seluruh aspek legalitas proyek.

“Casa Grande mulai dibangun sejak tahun 2024. Tahun ini kami fokus memperbaiki jalan dan melengkapi infrastruktur pendukung lainnya. Dari sisi legalitas juga sudah selesai, sehingga kami optimistis mengembangkan Casa Grande di wilayah Kota Palembang, tepatnya di Jalan Tegal Binangun, Kecamatan Plaju Darat,” ujar Mukmin. Sabtu (9/5/26)

Casa Grande berdiri di atas lahan seluas lebih dari tiga hektare dengan total pengembangan mencapai 213 unit rumah. Pada tahap awal, pengembang menghadirkan dua cluster unggulan yakni Cluster Luxura tipe 60 dengan luas tanah 105 meter persegi dan Cluster Vello tipe 45 dengan luas tanah 84 meter persegi.

Tak hanya itu, dalam momentum grand opening, Casa Grande juga memperkenalkan cluster terbaru bernama Oriana dengan tipe 50 dan luas tanah 93 meter persegi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian keluarga modern.

Mukmin menjelaskan, meskipun tergolong sebagai perumahan baru, Casa Grande mampu mencatat penjualan yang sangat positif. Dalam kurun waktu satu tahun, penjualan unit telah mencapai sekitar 80 persen, menyisakan sekitar 20 persen unit yang masih tersedia.

“Alhamdulillah, dalam waktu satu tahun penjualan sudah mencapai 80 persen. Kami optimistis seluruh unit yang tersisa bisa habis terjual tahun ini,” katanya.

Tingginya minat masyarakat terhadap Casa Grande tidak lepas dari lokasi perumahan yang berada di pinggir jalan utama serta masuk dalam wilayah administrasi Kota Palembang. Kondisi tersebut dinilai menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan kemudahan akses bagi penghuni.

Selain lokasi strategis, Casa Grande juga menghadirkan beragam fasilitas penunjang yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan penghuni. Fasilitas tersebut meliputi kolam renang, lapangan multifungsi, jaringan underground gas alam, fasilitas WiFi, listrik PLN, hingga layanan PDAM.

“Kami ingin memberikan kenyamanan maksimal bagi penghuni. Bahkan untuk tipe spesial saat ini sudah sold out hingga 90 persen, khususnya tipe 60 karena lokasinya strategis dan menjadi tipe terbesar yang kami tawarkan,” jelas Mukmin.

Dari sisi harga, Casa Grande menawarkan hunian dengan harga yang kompetitif di kelasnya. Untuk tipe 60 dipasarkan di kisaran Rp900 juta, tipe 45 sekitar Rp700 juta, sedangkan tipe Oriana 50 dibanderol sekitar Rp800 jutaan.

Dalam hal pembiayaan, pihak pengembang menggandeng sejumlah perbankan, khususnya Bank BTN dan BTN Syariah, guna memudahkan masyarakat memiliki rumah impian melalui fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) dengan tenor hingga 25 tahun.

Tak hanya mengedepankan konsep modern dan fasilitas lengkap, Casa Grande juga menaruh perhatian besar pada kualitas konstruksi bangunan. Mukmin menyebut penggunaan pondasi batu kali serta cor beton K-400 menjadi salah satu keunggulan yang dihadirkan demi menjaga kualitas bangunan dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari promo grand opening, calon pembeli cukup membayar uang muka atau DP mulai Rp20 juta dan sudah bisa langsung menerima kunci rumah. Pengembang juga menyediakan berbagai hadiah menarik seperti lantai megalite, perangkat elektronik, hingga canopy solar dengan total nilai mencapai Rp30 juta.

“Casa Grande kami hadirkan bukan hanya sebagai hunian nyaman, tetapi juga sebagai investasi terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.(Ning)

BI Lampung Gelar Lampung Sharia Economic Festival 2026, Perkuat Halal Lifestyle dan Pembiayaan Syariah

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung resmi membuka Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026 di Lampung City Mall, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan baru di Provinsi Lampung.

Mengusung tema “Sinergi dan Inovasi untuk Ekonomi Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, LaSEF 2026 menghadirkan berbagai program penguatan UMKM halal, literasi ekonomi syariah, hingga pembiayaan berbasis syariah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan LaSEF 2026 dirancang untuk mempercepat pengembangan ekonomi syariah sekaligus memperluas halal lifestyle di Lampung.

 “Penyelenggaraan LaSEF 2026 merupakan langkah strategis untuk mengakselerasi perkembangan UMKM, memperluas halal lifestyle, dan melahirkan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung,” ujar Bimo.

Ia menjelaskan, LaSEF 2026 berfokus pada tiga program utama, yakni perluasan implementasi halal value chain, optimalisasi pembiayaan syariah, serta penguatan literasi ekonomi syariah.

Program tersebut diwujudkan melalui Halal Mart, pameran UMKM, sertifikasi halal, pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA), business matching pembiayaan syariah, hingga berbagai kompetisi dan talkshow edukatif.

Sementara itu, Gubernur Lampung yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Lampung, Mulyadi Irsan, mengapresiasi sinergi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mendukung investasi di Lampung.

Menurutnya, di tengah tantangan dampak El Nino pada 2026, program Wakaf Sumur Produktif yang diinisiasi BI Lampung bersama Dompet Dhuafa menjadi solusi nyata bagi keberlangsungan sektor pertanian.

“Satu sumur membawa ribuan keberkahan. Ini adalah wujud sedekah yang tidak berhenti mengalir sekaligus solusi konkret menjaga produktivitas petani kita,” kata Mulyadi.

Pemerintah Provinsi Lampung menilai ekonomi syariah memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Dengan mayoritas penduduk Muslim dan didukung lebih dari 1.000 pondok pesantren, Lampung dinilai mampu mengembangkan industri halal yang kompetitif hingga pasar global.

Melalui LaSEF 2026, Bank Indonesia dan Pemprov Lampung berharap ekosistem ekonomi syariah tidak hanya berkembang sebagai tren, tetapi menjadi kekuatan riil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

 

Dominasi Karyawan IMIP Jadi Lokomotif Ekonomi Bahodopi

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Kehadiran kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) tak hanya sebagai pusat aktivitas hilirisasi nikel nasional, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal dan regional. Hal ini tercermin dari tingginya aktivitas konsumsi harian yang didominasi oleh tenaga kerja usia produktif di kawasan yang terletak di Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah.

Karakteristik mayoritas karyawan produktif di kawasan IMIP berada pada rentang usia 26–35 tahun. Dari survei perputaran ekonomi di Kecamatan Bahodopi diketahui, proporsi mereka mencapai 56,4 persen dari total responden. Komposisi demografis ini menunjukkan bahwa kawasan IMIP didukung kelompok usia produktif yang aktif secara ekonomi, dengan kecenderungan tingkat belanja kebutuhan harian yang tinggi dan stabil.

Karakteristik usia produktif berimplikasi langsung pada pola pengeluaran. Survei yang dilakukan tim Research and Support Departemen Secretariat General Affair PT IMIP mencatat, 98,4 persen responden mengalokasikan pengeluaran mereka untuk kebutuhan konsumsi makanan dan minuman setiap hari. Rerata belanja konsumsi tercatat mencapai sekitar Rp2,19 juta per orang setiap bulan. Ini menjadikan sektor kuliner sebagai salah satu tulang punggung utama ekonomi lokal di lingkar industri IMIP.

Dalam riset itu disebutkan, secara agregat, aktivitas konsumsi para karyawan ini membentuk perputaran ekonomi yang signifikan. Total pengeluaran bulanan karyawan di kawasan IMIP diperkirakan mencapai Rp492 miliar, atau setara Rp5,9 triliun dalam setahun. Angka ini tidak hanya mencerminkan daya beli yang kuat, tapi juga menunjukkan besarnya kontribusi tenaga kerja industri terhadap pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

Tingginya konsumsi harian tersebut turut mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Bahodopi dan sekitarnya. Saat ini, tercatat sebanyak 7.643 unit UMKM beroperasi di kawasan tersebut, dengan komposisi usaha mikro sekitar 78 persen, dan usaha kecil 22 persen. Kehadiran UMKM ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan harian para pekerja, terutama untuk alokasi kebutuhan makan-minum, kontrakan, transportasi, dan kebutuhan dasar lainnya.

Di samping konsumsi makanan, pola hidup karyawan usia produktif juga mendorong pertumbuhan sektor pendukung lainnya, seperti transportasi dan indekos. (Lihat Tabel). Sebagian besar pekerja (82,6%) tinggal di rumah kos atau kontrakan dengan sewa rata-rata Rp1,26 juta per bulan. Sekitar 79,3 persen responden juga mengeluarkan biaya rutin untuk transportasi yang turut menggerakkan sektor jasa transportasi lokal.

Menariknya, preferensi belanja karyawan cenderung kuat pada pelaku usaha lokal. Sebanyak 57% karyawan menyatakan lebih sering berbelanja di warung atau kios lokal dibandingkan ke toko modern. Faktor kedekatan lokasi menjadi alasan utama, selain pertimbangan harga yang lebih terjangkau dan kedekatan sosial dengan penjual. Dengan struktur demografi didominasi usia produktif serta daya beli kuat, kawasan IMIP diproyeksikan akan terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang dinamis. Kondisi ini berpeluang terus menghidupkan ruang pertumbuhan inklusif bagi pelaku UMKM di Bahodopi.

Situasi ini menjadi sinyal pentingnya dukungan pengembangan kegiatan ekonomi padat karya di sekitar industri padat modal di kawasan IMIP. Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, memandang, perlu penguatan untuk sektor perdagangan, jasa logistik, konstruksi, dan UMKM pendukung lain. “Langkah ini bertujuan membantu memperluas distribusi manfaat ekonomi dari aktivitas industri. Selain itu, dapat membantu menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat lokal,” BI Sulteng dalam keterangan tertulisnya.

Dalam jangka panjang, penting pula diversifikasi struktur ekonomi daerah demi menjaga agar perekonomian tidak terlalu rentan terhadap dinamika satu sektor utama saja. Beberapa sektor potensi ekonomi lokal lain yang perlu dikembangkan adalah pertanian, perikanan, pariwisata, dan industri pengolahan skala menengah. Sejalan dengan itu, pemerintah daerah dapat lebih aktif dan responsif menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan perdagangan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulteng, Andi Irman, S.STP, MM, menuturkan upaya strategis yang akan ditempuh dengan meningkatkan iklim investasi kondusif bagi perkembangan industri serta penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat. “Selain pengelolaan potensi fiskal daerah, pemerintah mendukung kebijakan hilirisasi industri untuk memberikan nilai tambah komoditas daerah,” kata Andi Imran. Dengan struktur demografi yang didominasi oleh usia produktif serta kuatnya daya beli, kawasan IMIP diproyeksi terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang dinamis, sekaligus mengerek pertumbuhan inklusif bagi pelaku UMKM di Kecamatan Bahodopi dan Kabupaten Morowali. Dengan begitu, akan tercipta keseimbangan pertumbuhan industri yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. (*)

Narahubung:

Dedy Kurniawan (Head of Media Department PT IMIP) |

Rpdm

Empat Hari di Aek Loba, Ny. Luluk Williams Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kemandirian Pangan Keluarga Karyawan PT Socfindo

ASAHAN -(deklarasinews.com)- Kebun Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, menjadi pusat perhatian dalam rangkaian kunjungan kerja rutin tahunan Ny. Luluk Williams, Istri Principal Director PT Socfindo. Kedatangan yang berlangsung sejak 8 hingga 12 Mei 2026 ini disambut meriah dan penuh semangat, didampingi oleh Ny. Hartaty Martina Tarigan (Istri General Manager), Ny. Teresa Enthoven (Istri Estate Advisor), Ny. Indun Sugihartana (Istri Kepala Bagian Umum), serta dr. Michael Tamalate selaku dokter perusahaan, Jumat (8/5/2026). Rombongan turut dimeriahkan oleh tim KISS (Kumpulan Ibu & Istri Staf Socfindo), organisasi internal yang aktif mendampingi kegiatan sosial dan kemasyarakatan perusahaan.

Pada hari pertama kunjungan, Jumat pagi, agenda dimulai dengan peninjauan ke UPTD SDN 010123 Kelurahan Aek Loba Pekan. Suasana haria menyambut kedatangan rombongan, ditandai dengan pemotongan pita di gerbang sekolah dan penampilan tarian khas daerah yang dibawakan siswa-siswi setempat. Di lokasi ini, Ny. Luluk Williams menyampaikan sosialisasi penting mengenai pola hidup dan makanan sehat, sedap, dan sederhana dengan mengusung konsep “Isi Piringku”.

Konsep ini merupakan panduan gizi resmi dari Kementerian Kesehatan RI yang menggantikan kampanye “4 Sehat 5 Sempurna”, dengan rumus sederhana: satu piring makan harus berisi 50% sayuran dan buah-buahan, serta 50% lagi terdiri dari karbohidrat dan protein. Fokus utamanya adalah pemenuhan gizi seimbang dengan porsi tepat serta mengutamakan penggunaan bahan pangan lokal.

“Isi Piringku ini bukan pola diet ketat, melainkan panduan agar tubuh kita tetap sehat, bugar, tidak mudah lelah, dan terhindar dari penyakit. Kita ingin masyarakat sadar bahwa makan enak dan bergizi itu tidak harus mahal, cukup pintar mengolah apa yang ada di sekitar kita,” jelas Ny. Luluk Williams. Kegiatan ini dinilai sebagai wujud sinergi nyata antara sektor swasta dan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat luas.

Rangkaian kegiatan berlanjut dengan kolaborasi bersama kelompok TP PKK Kecamatan Aek Kuasan dan Aek Ledong. Bersama ibu-ibu, Ny. Luluk mempraktikkan pembuatan tempe higienis menggunakan metode satu kali rebus, serta berbagai kegiatan boga lainnya. Metode ini dipilih karena lebih efisien, higienis, namun tetap menjaga kandungan gizi dan cita rasa, sekaligus mendorong keterampilan pengolahan makanan keluarga berbasis bahan baku lokal.

Tak hanya soal gizi dan kuliner, rombongan juga menyempatkan diri meninjau langsung fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Tempat Penitipan Anak (TPA) yang tersebar di kawasan pemukiman karyawan berbagai divisi. Kunjungan ini sekaligus menjadi momen pemeriksaan kesehatan anak-anak keluarga karyawan serta evaluasi mendalam terkait kenyamanan lingkungan dan penerapan pola hidup sehat di lingkungan tempat tinggal mereka.

Melihat ketersediaan fasilitas dan tata kelola lingkungan yang baik, Ny. Luluk memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen Kebun Aek Loba. Menurutnya, keberadaan fasilitas seperti Rumah Sehat dan PAUD bukan sekadar pemenuhan standar infrastruktur, melainkan bukti nyata kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan dan keluarganya.

“Keberhasilan menciptakan lingkungan hunian yang nyaman, sehat, dan asri ini luar biasa. Ini sangat berpengaruh pada gairah hidup dan semangat kerja karyawan. Lingkungan yang indah dan sehat adalah investasi besar bagi kualitas hidup manusia,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Ia mendorong setiap keluarga untuk menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan kebun gizi mandiri. Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus melestarikan kearifan lokal yang bermanfaat bagi kesehatan.

Pada hari-hari berikutnya, agenda dilanjutkan dengan peninjauan kualitas hunian karyawan hingga rumah dinas staf pimpinan, memeriksa langsung standar kebersihan, kenyamanan, dan keindahan lingkungan perumahan.

Group Manager III PT Socfindo, Irwan Sya’ban, melalui Pengurus Kebun Aek Loba, Fakhry Zein, menjelaskan bahwa kunjungan ini adalah agenda tahunan yang dilaksanakan di seluruh unit operasional perusahaan. Tujuannya untuk memastikan standar kesejahteraan terjaga, memantau fasilitas, serta mengevaluasi berjalannya program pemberdayaan keluarga.

“Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen kami membangun komunitas karyawan yang sehat, sejahtera, dan harmonis. Hasil evaluasi dari kunjungan ini nantinya akan menjadi dasar pemberian penghargaan bagi divisi-divisi berprestasi, yang rencananya akan diserahkan pada penutupan kegiatan Senin, 11 Mei 2026,” ungkap Fakhry Zein.(Don)

JNE Kecam Aksi Pembegalan Kurir di Bandung, Berikan Apresiasi kepada Ksatria JNE

JAKARTA -(deklarasinews.com)- JNE menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras atas insiden pembegalan yang menimpa Hasan Alnazhari salah satu kurir saat menjalankan tugas pengantaran pada minggu, 3 Mei 2026 di kawasan Astana Anyar, Bandung. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap paket yang dikirimkan, terdapat dedikasi para kurir yang bekerja dalam berbagai kondisi demi menjaga kepercayaan pelanggan. Peristiwa ini tidak hanya berdampak secara material, tetapi juga meninggalkan trauma bagi Hasan yang tengah menjalankan tanggung jawabnya sebagai garda terdepan layanan logistik dalam menghubungkan kebahagiaan kepada pelanggan.

Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keselamatan kerja, JNE bergerak cepat memberikan perhatian penuh terhadap korban. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi pendampingan intensif, dukungan moral, serta koordinasi dengan pihak berwenang guna memastikan proses hukum berjalan dengan baik. Apresiasi juga diberikan manajemen JNE dengan pemberian 1 unit motor yang diserahkan langsung oleh M. Feriadi Soeprapto selaku Presiden Direktur JNE dan didampingi Edi Santoso  Direktur JNE, Fikri Al Haq Fachryana Human Capital Development Division Head JNE, Agustinus Ayung Prasetio  Human Capital Operation Division Head, dan Iyus Rustandi Kepala Cabang JNE Bandung, secara simbolis di kantor pusat JNE, Jl. Tomang Raya, Jakarta Barat, Rabu (6/5/2026).

Dalam sambutannya M. Feriadi menyampaikan, “JNE mengecam keras segala bentuk tindak kriminal, khususnya yang membahayakan keselamatan karyawan/ti kami yang sedang menjalankan tugas. Keselamatan kurir adalah prioritas utama perusahaan,”. Feriadi menambahkan, “Kami memastikan korban mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan, baik secara fisik maupun psikologis, harapannya dengan pemberian unit motor ini dapat membantu meringankan beban karyawan kami. JNE juga akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang agar kasus ini dapat segera dituntaskan,” tutupnya.

Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi seluruh pihak akan pentingnya menjaga keamanan dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi para pekerja lapangan yang setiap hari menghubungkan kebutuhan masyarakat. JNE mengapresiasi dukungan dari seluruh masyarakat dan pihak berwenang khususnya Polsek Astana Anyar Bandung, yang telah membantu secara maksimal dalam proses hukum yang sedang berjalan

Dengan semangat Connecting Happiness, JNE berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terbaik sekaligus memastikan perlindungan bagi seluruh karyawan, sebagai bagian dari perjalanan perusahaan dalam menghubungkan kebahagiaan di seluruh Indonesia.

Akselerasi Ketahanan Pangan Daerah, PLN Hadirkan Listrik Andal untuk Pertanian Modern

LAMTENG -(deklarasinews.com)- PT PLN (Persero) memperkuat perannya dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penyediaan listrik andal pada kegiatan tanam perdana program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Upaya ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi nasional berbasis sektor produktif.

Kehadiran listrik yang andal menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Melalui dukungan kelistrikan, berbagai proses produksi mulai dari irigasi, pompanisasi, hingga operasional alat pertanian modern dapat berjalan optimal.

Program PM-AAS yang diinisiasi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional. Mengadopsi praktik pertanian modern dari Arkansas, Amerika Serikat, program ini menerapkan metode tanam benih langsung (Tabela), pola tanam rapat, peningkatan populasi tanaman, serta pemanfaatan mekanisasi pertanian. Pada tahap awal, program ditargetkan mampu menghasilkan hingga 10 ton per hektare pada lahan seluas 100 hektare.

Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung, Endro Gunawan, S.P., M.E., Ph.D., menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan mampu meningkatkan Indeks Kali Tanam (IKT) dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun.

“Kami berharap dukungan berbagai pihak, termasuk PLN, dalam penyediaan listrik yang andal guna menjaga ketersediaan air irigasi secara kontinu sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat,” ujarnya.

PLN melalui UP3 Metro turut hadir dan menegaskan komitmennya dalam mendukung kebutuhan kelistrikan sektor pertanian sebagai bagian dari akselerasi program ketahanan pangan daerah. Manager PLN UP3 Metro, Anas Febrian, menyampaikan bahwa listrik menjadi enabler penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian modern.

“Dengan listrik yang andal, petani dapat mengelola air secara lebih optimal dan meningkatkan intensitas tanam. Dukungan ini merupakan bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Pemanfaatan energi listrik dalam sektor pertanian tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga mendorong praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kehadiran listrik andal diharapkan mampu memperkuat produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, perangkat daerah Kabupaten Lampung Tengah, BBWS Mesuji-Sekampung, PT Pupuk Indonesia Wilayah Lampung, unsur Forkopimcam Seputih Raman, serta kelompok tani setempat.

Melalui kolaborasi lintas sektor, PLN optimistis pemanfaatan listrik di sektor pertanian akan semakin luas dan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem pertanian modern yang berkelanjutan.

“Petani jaga pangan, PLN jaga terang, untuk masa depan.” tutup Anas.

 

LaSEF 2026 Hadir di Lampung, BI Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah dan UMKM Halal

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung kembali menghadirkan ajang penguatan ekonomi syariah melalui kegiatan Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah Sumatra 2026 dan dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 10 Mei 2026 di Lampung City Mall.

Kepala Kantor Perwakilan BI Lampung, Bimo Epyanto, menegaskan bahwa penyelenggaraan LaSEF tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi semata, tetapi juga bertujuan menanamkan nilai-nilai spiritual dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, perkembangan ekonomi syariah saat ini semakin menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk dan layanan halal.

“Ekonomi syariah kini menjadi bagian penting dalam struktur perekonomian nasional. Tidak hanya soal transaksi, tetapi juga bagaimana nilai-nilai keadilan, keberkahan, dan keberlanjutan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

LaSEF 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang dirancang menarik dan edukatif, mulai dari bazar kuliner halal, pameran produk unggulan UMKM, business matching, hingga talkshow inspiratif. Selain itu, juga digelar berbagai perlombaan serta kajian keagamaan yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap konsep ekonomi syariah secara menyeluruh.

Bimo menambahkan, kegiatan ini juga menjadi wadah interaksi antara pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat umum untuk saling bertukar gagasan. Ia berharap LaSEF dapat menjadi ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya inovasi dan penguatan sektor ekonomi syariah di Lampung.

Sementara itu, Deputi Direktur KPw BI Lampung, Achmad P. Subarkah, menegaskan bahwa program yang dihadirkan dalam LaSEF bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, seluruh rangkaian acara dirancang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Salah satu fokus utama dalam LaSEF tahun ini adalah peningkatan literasi wakaf produktif. Subarkah menjelaskan bahwa pemahaman masyarakat terkait wakaf masih perlu ditingkatkan, meskipun konsep seperti zakat, infak, dan sedekah sudah cukup dikenal luas.

“Wakaf produktif memiliki potensi besar untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Tahun ini kami mendorong program wakaf dalam bentuk pembangunan sumur bor, yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Ia mengibaratkan wakaf produktif sebagai upaya memberikan “alat” bagi masyarakat untuk mandiri, bukan sekadar bantuan sesaat. Dengan pendekatan ini, diharapkan dampak ekonomi dan sosial dapat berlangsung lebih berkelanjutan.

Selain itu, BI Lampung juga terus mengembangkan konsep halal lifestyle, khususnya di sektor fesyen dan kuliner. Potensi pasar produk halal dinilai masih sangat luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga untuk menembus pasar internasional.

Sebagai bentuk dukungan konkret, BI Lampung secara konsisten memfasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM setiap tahunnya. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar.

Tak hanya itu, BI juga memberikan pelatihan dan sertifikasi bagi Juru Sembelih Halal (Juleha), guna memenuhi kebutuhan tenaga profesional, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan seperti Idul Adha.

Dengan berbagai program yang dihadirkan, LaSEF 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Lampung, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM berbasis halal yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

 

Dorong Kesejahteraan Kartini hingga Pendidikan, YBM PLN Salurkan Rp30,4 Juta Zakat

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- PT PLN (Persero) UID Lampung melalui YBM (Yayasan Baitul Maal), lembaga yang menghimpun dan menyalurkan zakat pegawai PLN, menyalurkan dana sebesar Rp30,4 juta kepada 12 penerima manfaat di Bandar Lampung. Bantuan tersebut disalurkan melalui berbagai program, mulai dari pemberdayaan perempuan dalam Program Kartini hingga dukungan pendidikan dan bantuan sosial bagi masyarakat.

Penyaluran ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendorong kesejahteraan masyarakat khususnya di Provinsi Lampung melalui pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran. Selain mendorong kemandirian ekonomi perempuan, program yang dijalankan juga menyasar peningkatan akses pendidikan serta kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Ketua YBM PLN UID Lampung, Bennie Adenata RAG, menyampaikan bahwa pihaknya terus menjaga amanah para muzaki dengan menyalurkan zakat kepada asnaf yang berhak. “Kami memastikan dana zakat yang dihimpun dapat tersalurkan secara tepat dan memberi dampak langsung bagi penerima manfaat,” ujarnya.

Salah satu penerima manfaat, Wahyu Widodo, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Sebagai petugas kebersihan keliling, ia selama ini mengandalkan iuran warga yang tidak selalu mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Melalui penyaluran ini, PLN UID Lampung berharap dana zakat tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga mendorong kesejahteraan yang lebih berkelanjutan serta menghadirkan keberkahan bagi para muzaki.