Oktober Jadi Momentum Rencanakan Liburan, ARYADUTA Palembang Tawarkan Diskon hingga 25 Persen

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Memasuki bulan Oktober, masyarakat mulai memiliki kesempatan untuk menyusun berbagai rencana perjalanan hingga awal tahun mendatang. Bagi yang ingin mendapatkan akomodasi dengan harga lebih menarik, ARYADUTA Palembang menghadirkan program 10.10 October Sale dengan beragam penawaran khusus.

Program tersebut berlangsung selama 2–10 Oktober 2026. Dalam periode ini, tamu berkesempatan memperoleh diskon hingga 25 persen untuk pemesanan kamar, serta potongan hingga 20 persen untuk Food & Beverage (F&B), dengan ketentuan tidak berlaku untuk minuman beralkohol.

Menariknya, keuntungan dari promo ini tidak hanya bisa dinikmati dalam waktu dekat. Pemesanan selama periode promo dapat digunakan untuk periode menginap hingga 31 Januari 2027.

Dengan masa berlaku tersebut, masyarakat memiliki ruang lebih luas untuk menyusun agenda perjalanan, baik untuk sekadar melepas penat di akhir pekan, perjalanan bisnis, liburan bersama keluarga, maupun mempersiapkan momen libur akhir tahun dan awal tahun baru.

Perencanaan lebih awal juga memberikan keuntungan tersendiri bagi calon tamu. Melalui satu periode pemesanan, perjalanan untuk beberapa bulan ke depan dapat dipersiapkan sekaligus, sehingga rencana liburan tidak harus dilakukan secara mendadak menjelang keberangkatan.

ARYADUTA Palembang melalui program 10.10 October Sale menawarkan kesempatan bagi masyarakat untuk mulai mengunci rencana perjalanan lebih awal dengan harga yang lebih kompetitif.

Bagi masyarakat yang telah memiliki agenda perjalanan hingga awal 2027, periode 2–10 Oktober 2026 dapat menjadi salah satu momentum untuk mempersiapkan kebutuhan akomodasi sekaligus menikmati penawaran yang tersedia. (ning/ril)

GSP YBM PLN, Transformasi Rumah Singgah Hadirkan Harapan bagi Masyarakat

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Menjalani pengobatan di luar daerah bukan perkara mudah bagi pasien dan keluarga. Selain menghadapi proses medis yang panjang, mereka juga harus memikirkan tempat tinggal selama berada jauh dari rumah. Bagi masyarakat prasejahtera, kebutuhan tersebut dapat menjadi beban tambahan di tengah perjuangan untuk mendapatkan kesembuhan. Kondisi inilah yang coba dijawab melalui Griya Singgah Pasien (GSP) YBM PLN, yang merupakan transformasi dari Rumah Singgah Pasien YBM PLN IZI dan hadir sebagai tempat singgah bagi pasien serta pendamping dari luar daerah yang menjalani pengobatan di Bandar Lampung (29/9/2026).

Sejak mulai beroperasi pada 2018, GSP YBM PLN telah menjadi tempat singgah bagi masyarakat yang membutuhkan. Hingga saat ini, fasilitas tersebut telah melayani lebih dari 8.000 pasien dan pendamping. Kehadiran GSP tidak hanya menyediakan tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi ruang untuk beristirahat, berbagi cerita, dan saling menguatkan bagi pasien maupun keluarga yang tengah menjalani masa pengobatan.

Kebermanfaatan tersebut tidak terlepas dari peran Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, lembaga yang menghimpun, mengelola, dan menyalurkan zakat yang berasal dari penghasilan pegawai PLN kepada masyarakat yang berhak menerima. Melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, dana zakat tersebut disalurkan untuk menghadirkan manfaat di tengah masyarakat, termasuk membantu pasien dan keluarga yang membutuhkan tempat tinggal selama menjalani pengobatan di luar daerah. GSP YBM PLN menjadi salah satu wujud nyata dari semangat tersebut.

Salah satu penerima manfaat GSP pada Agustus 2026 adalah Iin Rahmawati (46), warga Kabupaten Mesuji, Lampung, yang menjalani pengobatan kanker usus di RSU Urip Soemohardjo, Bandar Lampung. Untuk mendapatkan perawatan, Iin harus menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Mesuji. Sang suami, Guntawa (57), setia mendampingi selama proses pengobatan. Keberadaan GSP YBM PLN membantu keduanya memperoleh tempat tinggal yang aman dan nyaman selama berada di Bandar Lampung, sehingga tidak perlu menambah beban biaya untuk mencari tempat singgah.

“Yang terpenting bagi kami sekarang adalah istri bisa fokus menjalani pengobatan. Kami sangat bersyukur karena ada tempat singgah yang membuat kami merasa lebih tenang selama berada di Bandar Lampung,” ungkap Guntawa. Bagi Iin dan keluarga, tempat singgah tersebut bukan hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga memberikan ketenangan selama harus menjalani pengobatan jauh dari kampung halaman.

Ketua YBM PLN UID Lampung, Bennie Adinata RAG, mengatakan transformasi Rumah Singgah Pasien menjadi Griya Singgah Pasien merupakan bagian dari upaya YBM PLN untuk terus memperkuat kebermanfaatan program bagi masyarakat. “GSP YBM PLN kami hadirkan sebagai ruang untuk membantu pasien dan keluarga yang sedang berjuang menjalani pengobatan. Bukan hanya tempat untuk singgah, tetapi juga tempat untuk mendapatkan rasa nyaman dan dukungan selama berada jauh dari keluarga maupun kampung halaman,” ujar Bennie.

Menurut Bennie, kebutuhan pasien yang datang dari luar daerah tidak berhenti pada layanan kesehatan. Dukungan terhadap kebutuhan pendamping, termasuk tempat tinggal selama proses pengobatan, juga menjadi bagian yang penting untuk diperhatikan. “Kami berharap keberadaan GSP YBM PLN dapat meringankan beban pasien dan keluarga. Dengan adanya tempat yang layak untuk beristirahat, pasien dapat lebih berkonsentrasi menjalani pengobatan, sementara keluarga yang mendampingi juga memiliki ruang untuk memulihkan tenaga,” lanjutnya.

Perjalanan GSP YBM PLN sejak 2018 hingga melayani lebih dari 8.000 pasien dan pendamping menjadi bagian dari upaya YBM PLN untuk terus menjejakkan manfaat melalui dana zakat yang dihimpun dari penghasilan pegawai PLN. GSP hadir bukan sekadar sebagai tempat bermalam, tetapi sebagai ruang yang menghadirkan kepedulian, kenyamanan, dan harapan bagi masyarakat yang sedang berjuang mendapatkan kesembuhan. Kisah Iin menjadi salah satu gambaran bahwa dukungan yang diberikan melalui GSP dapat membantu pasien dan keluarga menjalani perjuangan mereka dengan lebih tenang.(Red)

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, YBM PLN UP3 Tanjung Karang Salurkan Beras Premium untuk Warga Prasejahtera

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama mewarnai peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Tanjung Karang menyalurkan bantuan beras premium kepada warga Prasejahtera sebagai bagian dari pemanfaatan zakat yang dihimpun dari penghasilan para pegawai PLN (29/9/2026).

Penyaluran bantuan berlangsung di Masjid Nurul Ihsan dan diterima oleh puluhan warga. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mempererat kepedulian PLN terhadap lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.

Manager PLN UP3 Tanjung Karang, Presly Silaen, mengatakan kegiatan berbagi menjadi salah satu bentuk kepedulian PLN kepada masyarakat. Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan mendoakan kebaikan bersama.

“Doa kami tidak hanya sampai kepada beras premium, tapi kita saling mendoakan. Terutama saya mewakili seluruh karyawan, mendoakan Bapak Ibu semua dalam keadaan sehat dan banyak rezeki. Terima kasih untuk seluruh warga di Masjid Nurul Ihsan RT 5, RT 6, RT 7. Semoga pemberian beras premium ini membawa keberkahan,” ucap Presly.

Ketua YBM PLN UP3 Tanjung Karang, Yurdan Yendri, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari penyaluran zakat yang berasal dari penghasilan pegawai PLN. Melalui YBM PLN sebagai lembaga yang menyalurkan zakat pegawai, dana yang dihimpun kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sosial.

“Mohon doanya kepada Bapak Ibu supaya PLN UP3 Tanjung Karang terus melayani sampai akhir,” ujar Yurdan.

Bagi warga penerima, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketua Masjid Nurul Ihsan, Ustaz Temu Suyadi, menyampaikan apresiasi atas penyaluran zakat melalui bantuan beras kepada warga di lingkungan masjid.

“Alhamdulillah semoga seluruh karyawan PLN UP3 Tanjung Karang ini diberi kemudahan oleh Allah melalui zakat. Mudah-mudahan harta yang dikeluarkan berkah buat keluarga mereka. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presly, Bapak Yurdan, serta seluruh karyawan PLN UP3 Tanjung Karang,” tutur Temu.

Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu upaya YBM PLN UP3 Tanjung Karang menghadirkan manfaat dari zakat pegawai PLN secara langsung di tengah masyarakat. Di momentum Hari Kesaktian Pancasila, kegiatan tersebut turut mencerminkan nilai kepedulian dan kebersamaan yang tumbuh melalui aksi nyata di lingkungan sekitar.

Melalui penyaluran zakat tersebut, YBM PLN UP3 Tanjung Karang berharap manfaat bantuan dapat dirasakan warga Beringin Raya dan mendorong semakin kuatnya semangat berbagi serta kepedulian antarsesama.(Red)

Konsisten Dorong Transisi Energi, IMIP Terus Kembangkan PLTS Kawasan

MOROWALI -(deklarasinews.com)– Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di dalam kawasan sebagai wujud konsistensi mendukung transisi energi. Langkah ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan IMIP yang mengedepankan efisiensi sumber daya dan meminimalkan dampak di setiap proses produksi.

Sejumlah PLTS telah beroperasi di kawasan industri terintegrasi berbasis mineral nikel ini dan terus bertambah. Di antaranya PLTS PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) sebesar 0,957 MWp, PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (GCNS) 0,304 MWp, dan PT Ocean Sky Metal Industry (OSMI) 0,188 MWp. PT BTR juga telah mengoperasikan PLTS berkapasitas 9,5 MWp.

Deputy Operational Director PT IMIP, Yulius Susanto, menegaskan bahwa pengembangan PLTS merupakan upaya mengurangi emisi dari aktivitas perusahaan sekaligus mendukung program Pemerintah Indonesia dalam transisi energi dan target Net Zero Emission (NZE) 2060.

“Kami sudah berkomitmen untuk menuju green industry. Salah satunya pengurangan penggunaan bahan bakar fosil,” kata Yulius, Senin (28/9/2026).

Perusahaan tenant lainnya juga mulai beralih ke energi surya secara bertahap. PT Dexin Steel Indonesia (DSI) mengembangkan PLTS atap 66 MWp dengan sekitar 119.800 panel surya yang terpasang di lahan seluas 396.700 meter persegi. PT PMMI segera menyelesaikan instalasi PLTS 0,57 MWp, sementara PT QMB tengah memetakan pemanfaatan energi surya untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menekan jejak emisi karbon.

Yulius menjelaskan, pengembangan PLTS di IMIP tidak menggunakan satu model seragam. Teknologi disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing fasilitas. PT GCNS dan ITSS memanfaatkan area atas kanal melalui konsep Canal Top Solar PV, sedangkan OSMI, BTR, PMMI, QMB, dan DSI memasang PLTS atap pada bangunan industri.

“Memang tidak mudah, karena penerapan energi listrik berbasis tenaga surya ini memiliki kebutuhan dan cost besar. Seperti tenant kita PT Sesmo yang sedang mengembangkan PLTS 200 MWp itu memerlukan lahan sekitar 200 hektare. Tapi kami terus mendorong tenant-tenant menggunakan energi listrik tenaga surya ini,” tegasnya.

Ia mengakui, PLTS belum serta-merta menggantikan seluruh kebutuhan energi fosil. Namun, langkah ini menjadi bagian dari proses menuju sistem energi yang lebih beragam dan efisien.

Sebagai kawasan industri terintegrasi, IMIP menegaskan diri sebagai mitra strategis dalam mendukung transisi energi global menuju masa depan yang lebih bersih. “Harapan kami dengan adanya PLTS ini, bisa menyatakan kepada dunia bahwa kita merupakan kawasan industri yang benar-benar serius dan berkomitmen tinggi menuju green industry dan bersinergi dengan pemerintah untuk emisi yang lebih baik,” tandas Yulius. (Rpdm)

Momentum Hari Pelanggan Nasional, PLN Perkuat Keandalan Listrik Industri PT Fermentech Indonesia

LAMTIM -(deklarasinews.com)– Keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional sektor industri. Untuk memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Metro memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan PT Fermentech Indonesia melalui kunjungan pelanggan dalam rangkaian peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026 (28/9/2026).

PT Fermentech Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri penyedap rasa sejak 1991 dan berlokasi di Desa Gunung Pasir Jaya, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Sebagai pelanggan sektor industri, perusahaan membutuhkan pasokan listrik yang andal dan berkualitas untuk menunjang kelancaran proses produksinya.

Kunjungan tersebut dipimpin Manager PLN UP3 Metro, Anas Febrian, bersama jajaran manajemen dan diterima langsung oleh Kepala Departemen Utility PT Fermentech Indonesia, Uzair, Head of General Affairs (GA), Hendro Afriyandi, serta Technical Manager, Tohru Nemoto.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas kondisi operasional perusahaan, kebutuhan tenaga listrik, serta langkah-langkah koordinasi untuk menjaga kualitas dan keandalan pasokan listrik. Dialog ini sekaligus menjadi ruang bagi PLN untuk mendengarkan masukan pelanggan secara langsung guna meningkatkan kualitas pelayanan.

Manager PLN UP3 Metro, Anas Febrian, mengatakan bahwa kunjungan pelanggan dalam momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi bagian dari upaya PLN membangun komunikasi yang lebih dekat dengan sektor industri, sekaligus memastikan layanan kelistrikan mampu mengikuti kebutuhan operasional pelanggan.

“Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi kesempatan bagi kami untuk hadir lebih dekat, mendengarkan kebutuhan pelanggan secara langsung, sekaligus memperkuat koordinasi. PLN berkomitmen menjaga keandalan dan kualitas pasokan listrik agar kegiatan operasional pelanggan dapat berjalan optimal,” ujar Anas.

Menurutnya, keberadaan industri seperti PT Fermentech Indonesia memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Oleh karena itu, PLN terus memperkuat pelayanan dan infrastruktur kelistrikan guna mendukung produktivitas serta pertumbuhan sektor industri di Lampung.

“Bagi PLN, pelayanan tidak hanya sebatas menyediakan listrik, tetapi juga memastikan pelanggan mendapatkan respons yang cepat dan solusi sesuai kebutuhan. Komunikasi yang baik menjadi kunci agar kami dapat terus meningkatkan kualitas layanan,” tambahnya.

Sementara itu, Head of General Affairs PT Fermentech Indonesia, Hendro Afriyandi, mengapresiasi kunjungan PLN UP3 Metro serta pelayanan yang selama ini dinilai responsif terhadap kebutuhan perusahaan.

“Kami mengapresiasi kunjungan PLN UP3 Metro dalam rangka Hari Pelanggan Nasional ini. Bagi kami, keandalan pasokan listrik sangat penting untuk mendukung kelancaran operasional perusahaan. Kami berharap sinergi dan komunikasi yang baik antara PT Fermentech Indonesia dan PLN dapat terus terjaga, sehingga kebutuhan listrik perusahaan dapat terpenuhi dengan baik,” ungkap Hendro.

Melalui kunjungan tersebut, PLN UP3 Metro berharap hubungan kemitraan dengan PT Fermentech Indonesia semakin kuat, sekaligus membuka ruang koordinasi yang lebih efektif dalam mengantisipasi kebutuhan kelistrikan industri ke depan.

Upaya ini sejalan dengan semangat Hari Pelanggan Nasional untuk menghadirkan pelayanan yang semakin responsif, andal, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.(Red)

Rayakan Milad ke-20, YBM PLN Tebar Kebahagiaan melalui Dongeng Ceria dan Santunan

LAMPURA -(deklarasinews.com)– Dalam rangka memperingati Milad ke-20, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Kotabumi menghadirkan keceriaan bagi 55 anak yatim dan dhuafa di lingkungan Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara wilayah kerja PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bumi Abung melalui kegiatan dongeng ceria dan pemberian santunan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen YBM PLN untuk terus menebarkan kebaikan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja PLN 28 September 2026.

Mengusung semangat Menabar Manfaat Membangun Kemandirian, kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan keceriaan. Anak-anak diajak mengikuti sesi dongeng interaktif yang dibawakan oleh Kak Idrus dan Chiko. Melalui cerita yang ringan, edukatif, dan menghibur, anak-anak diajak mengenal berbagai nilai kebaikan, kepedulian, serta semangat untuk terus belajar dan menjadi pribadi yang bermanfaat.

Ketua YBM PLN UP3 Kotabumi, Endar Julianto, dalam sambutan sekaligus laporan kegiatan menyampaikan bahwa momentum Milad ke-20 YBM PLN menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat berbagi dan memperluas manfaat kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa.

“Milad ke-20 YBM PLN bukan hanya menjadi momentum untuk memperingati perjalanan YBM selama dua dekade, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita untuk terus menebarkan manfaat. Melalui kegiatan hari ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak yatim dan dhuafa,” ujar Endar.

Idrus Mustofa atau yang lebih akrab dipanggil Kak Idrus menyampaikan apresiasi kepada YBM PLN atas kegiatan yang diselenggerakan dengan mengundang dirinya sebagai pendongeng untuk anak-anak. Menurutnya, dongeng dapat menjadi media yang menyenangkan untuk membangun kedekatan sekaligus menyampaikan pesan-pesan positif kepada anak-anak.

“Anak-anak hari ini sangat antusias dan luar biasa responsnya. Melalui dongeng, kita bisa menyampaikan pesan tentang kebaikan, kejujuran, berbagi, dan semangat meraih cita-cita dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Semoga keceriaan yang mereka rasakan hari ini bisa menjadi kenangan baik dan memberikan semangat untuk mereka,” ujar Idrus.

Fitri Nurjanah, salah satu Ibu dari anak-anak penerima santunan menyampaikan rasa syukurnya atas atas perhatian yang diberikan YBM PLN kepada anak-anak. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat melalui santunan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak melalui kegiatan yang menyenangkan.

“Terima kasih kepada YBM PLN yang sudah memberikan perhatian dan santunan kepada anak-anak. Anak-anak juga terlihat senang mengikuti kegiatan dongeng hari ini. Semoga kebaikan yang diberikan YBM PLN dibalas dengan kebaikan yang lebih besar dan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan,” ungkap Fitri.(Red)

Sinergi Keterbukaan Informasi Publik, PLN PWI Gelar Audiensi Jelang HPN dan Porwanas 2027

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung memperkuat sinergi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung melalui audiensi yang berlangsung di Kantor PLN UID Lampung, Kamis (17/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan keterbukaan informasi publik sekaligus kolaborasi menyukseskan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 yang akan digelar di Provinsi Lampung (279/2026).

General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, mengatakan insan pers memiliki peran strategis dalam menjembatani informasi antara PLN dan masyarakat. Karena itu, sinergi dengan PWI diharapkan semakin memperkuat penyampaian informasi kelistrikan yang cepat, akurat, transparan, dan mudah dipahami publik.

Audiensi juga membahas persiapan Lampung sebagai tuan rumah HPN dan Porwanas 2027. PLN menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh penyelenggaraan agenda nasional tersebut, khususnya dari sisi kesiapan dan keandalan pasokan listrik pada lokasi-lokasi yang menjadi pusat kegiatan.

“Rangkaian HPN dan Porwanas 2027 merupakan event nasional yang wajib kita dukung dan sukseskan bersama. PLN siap memastikan dukungan kelistrikan yang andal agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan lancar. Momentum ini bukan hanya penting bagi kemajuan pers Indonesia, tetapi juga dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian dan pariwisata Lampung,” ujar Noer.

Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, menyambut baik komitmen PLN UID Lampung dalam mendukung HPN dan Porwanas 2027. Menurutnya, kesuksesan Lampung sebagai tuan rumah membutuhkan sinergi dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk PLN yang memiliki peran strategis dalam memastikan keandalan infrastruktur kelistrikan selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengapresiasi dukungan dan komitmen PLN UID Lampung. HPN dan Porwanas 2027 merupakan momentum besar bagi Lampung untuk menyambut insan pers dari seluruh Indonesia sekaligus memperkenalkan berbagai potensi daerah. Kami berharap kolaborasi PWI dan PLN tidak hanya dalam menyukseskan agenda tersebut, tetapi juga terus diperkuat dalam mendukung keterbukaan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Wirahadikusumah.

Dalam audiensi tersebut, Wirahadikusumah didampingi Sekretaris PWI Lampung Andi Syahputra Panjaitan, para Wakil Ketua Elkana Rio, Asdizal, Kusmawati, dan Segan Simanjuntak, Wakil Sekretaris Delima Napitupulu dan Syahroni Yusuf, Wakil Kepala Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Abung Mamasa, serta Wakil Bendahara Noerjanah. Melalui pertemuan tersebut, PLN UID Lampung dan PWI Lampung sepakat terus membangun komunikasi dan kolaborasi guna menghadirkan informasi publik yang berkualitas sekaligus bersama-sama menyukseskan Lampung sebagai tuan rumah HPN dan Porwanas 2027. (Red)

Outlet Kedelapan Dibuka, Cimuka Mulai Bidik Wajah-Wajah Jakarta

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Perawatan wajah perlahan bergeser dari sesuatu yang dianggap sebagai kemewahan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Kesadaran untuk merawat kulit tidak lagi hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga bagaimana seseorang meluangkan waktu untuk merawat dan menghargai dirinya sendiri.

Perubahan itu pula yang coba ditangkap Cimuka. Berawal dari Batam, brand facial yang membawa konsep “Cintai Muka Kamu” tersebut terus memperluas jangkauannya ke berbagai daerah di Indonesia.

Kini, Cimuka memasuki babak baru dengan membuka outlet kedelapan di kawasan Greenville, Jakarta Barat, Sabtu (26/9/2026).

Kehadiran outlet tersebut menjadi bagian dari ekspansi Cimuka setelah sebelumnya membuka sejumlah cabang di Pulau Sumatera dan Banten. Jakarta menjadi salah satu pasar penting yang ingin dijangkau Cimuka melalui konsep perawatan wajah yang diklaim berkualitas, praktis dan terjangkau.

Bagi Cimuka, perluasan jaringan bukan sekadar menambah jumlah outlet. Ada misi yang ingin dibawa lebih jauh, yakni menjadikan perawatan wajah sebagai kebiasaan yang mudah dilakukan siapa saja.

Dengan tagline “Glowing Setiap Hari,” Cimuka menawarkan layanan facial mulai dari Rp99.000 dengan rangkaian 10 tahap perawatan.

Founder PT Cimuka Indonesia Sukses, Mariana Lim, mengatakan konsep tersebut lahir dari keinginan untuk menghadirkan layanan facial yang inklusif dan modern, sehingga perawatan kulit tidak hanya dapat dinikmati oleh kelompok masyarakat tertentu.

“Kami percaya bahwa setiap orang berhak memiliki kulit sehat dan percaya diri. Cimuka hadir untuk memberikan solusi perawatan wajah yang aman, berkualitas, dan bersahabat di kantong. Kami ingin semua orang bisa glowing setiap hari tanpa harus mahal, dan perawatan muka dimulai dari cuci muka,” ujar Mariana saat pembukaan outlet Cimuka di Greenville, Jakarta Barat.

Dari Perawatan Wajah hingga Membangun Kebiasaan

Ada satu pesan sederhana yang ingin ditekankan Cimuka melalui konsep bisnisnya, merawat wajah tidak harus dimulai dari sesuatu yang rumit.

Perawatan dapat dimulai dari kebiasaan paling dasar, yaitu menjaga kebersihan wajah secara rutin. Dari gagasan tersebut, Cimuka mencoba membangun pengalaman facial yang praktis tanpa menghilangkan tahapan perawatan.

Rangkaian treatment yang ditawarkan terdiri atas 10 tahap, mulai dari pembersihan wajah, ekstraksi, penggunaan masker hingga tahap akhir berupa pelembap dan tabir surya.

Setiap proses dilakukan oleh terapis yang telah mendapatkan pelatihan khusus dan bekerja berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan perusahaan.

Cimuka juga menyebut produk yang digunakan dalam treatment merupakan formulasi eksklusif yang dikembangkan secara internal. Produk tersebut digunakan dalam rangkaian perawatan dengan memperhatikan standar kebersihan yang diterapkan di setiap outlet.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Cimuka menjaga pengalaman pelanggan tetap konsisten meski dilakukan di lokasi yang berbeda.

Artinya, pelanggan di Jakarta diharapkan mendapatkan standar pelayanan yang sama dengan pelanggan di outlet-outlet sebelumnya.

Minimalis, Cepat, tetapi Tetap Memberi Ruang untuk Relaksasi

Selain aspek treatment, Cimuka juga mencoba mengubah cara masyarakat memandang waktu untuk merawat diri.

Interior outlet dirancang dengan konsep minimalist spa experience. Ruang perawatan dibuat dengan suasana yang lembut dan menenangkan agar pelanggan dapat beristirahat sejenak dari aktivitas sehari-hari.

Konsep ini menjadi bagian dari identitas Cimuka yang ingin mempertemukan tiga hal sekaligus, perawatan wajah, efisiensi waktu dan pengalaman yang nyaman.

Bagi masyarakat perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi, waktu menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih layanan perawatan. Karena itu, facial tidak hanya ditawarkan sebagai prosedur kecantikan, tetapi juga sebagai bentuk jeda singkat dari rutinitas.

Di sinilah pesan “Cintai Muka Kamu” mendapat makna yang lebih luas.

Mencintai diri sendiri tidak selalu harus dilakukan melalui sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari memberikan perhatian terhadap tubuh, termasuk wajah, dengan cara yang sederhana dan teratur.

Outlet Kedelapan, Langkah Baru Cimuka

Pembukaan outlet Greenville menjadi penanda outlet kedelapan Cimuka sekaligus langkah pertama brand tersebut di Jakarta Barat.

Pemilihan Jakarta sebagai bagian dari ekspansi menunjukkan upaya Cimuka membawa konsep yang sebelumnya berkembang di luar Jakarta ke pasar ibu kota yang memiliki karakter konsumen lebih beragam.

Cimuka melihat peluang tersebut bukan hanya dari besarnya pasar kecantikan, tetapi juga dari perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin memperhatikan personal care.

Di tengah banyaknya pilihan klinik dan pusat kecantikan, Cimuka mencoba mengambil ruang yang berbeda dengan menghadirkan facial dengan konsep sederhana, terjangkau dan mudah diakses.

Perjalanan dari Batam menuju Jakarta Barat pun menjadi bagian dari cerita pertumbuhan Cimuka. Dari sebuah brand yang lahir di daerah, Cimuka kini mulai membangun jaringan yang lebih luas di berbagai wilayah Indonesia.

Outlet Greenville diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan konsep tersebut kepada masyarakat Jakarta Barat sekaligus memperkuat perjalanan ekspansi Cimuka ke depan.

“Cintai Muka Kamu” akhirnya bukan sekadar nama konsep. Ia menjadi pesan yang ingin terus dibawa Cimuka di setiap outlet: bahwa merawat diri tidak harus mahal, tidak harus rumit, dan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

Dengan outlet kedelapan yang kini hadir di Greenville, perjalanan Cimuka memasuki babak baru.

Dari Batam, bergerak ke Sumatera, Banten, dan kini Jakarta Barat.

Sebuah langkah yang mereka sebut “Cimuka On The Move.”

Dan dari Greenville, perjalanan itu baru dimulai. (Red)

Dari Laboratorium ke Hidroponik, Jejak Karyawan IMIP di Ruang Hijau

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Tak hanya menjalani rutinitas kerja di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), sebagian karyawan juga memberi inspirasi dari berbagai aktivitas positif lainnya. Seperti yang dilakukan Meidi Yurianti Mangkasa. Di sela rutinitas sebagai Analis Kimia dan Air pada Departemen Testing Center PT TTRI (salah satu tenant di Kawasan IMIP), Meidi menjalani pekerjaan lain, usaha green house di Desa Makarti, Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah.

Di sana, ia tak lagi mengenakan seragam analis laboratorium. Meidi menjadi petani hidroponik, pengelola usaha, sekaligus konten kreator. “Kalau mau untung lebih, memang harus korban waktu,” kata Meidi, saat dijumpai di green house miliknya, kemarin.

Meidi mulai bekerja di kawasan industri terintegrasi berbasis mineral nikel sebagai analis laboratorium yang berhubungan erat dengan sampel dan angka. Salah satu sampel yang dianalisis adalah material ore. Dari proses analisis tersebut, kadar nikel dapat diketahui dan menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas serta nilai ekonominya.

Soal merintis usaha hidroponik, Meidi mengaku bermula dari hal sederhana dengan mencoba menanam sendiri di balkon tempat kosnya di Desa Labota. Ia membeli polibag, mencari tanah yang dianggap subur, lalu mulai menanam berbagai tanaman. Bagi Meidi, keberhasilan menuai yang ia tanam sendiri memberikan kepuasan berbeda. Tanaman itu kemudian dimasak sendiri, juga dibagikan kepada teman dan tetangga kos.

Suatu ketika, selada hasil panennya ia unggah melalui media sosial dan temannya tertarik membeli. Saat itu Meidi menjualnya sekitar Rp5.000 per tanaman. Dari transaksi sederhana tersebut, sebuah kesadaran muncul. Ternyata bisa jadi rupiah. Ia mulai mencari tahu siapa yang membutuhkan selada di Bahodopi. Restoran, usaha burger dan kebab, frozen food, hingga berbagai usaha kuliner menjadi calon konsumennya.

Maret 2023, Meidi mulai membangun green house yang lebih serius. Panen pertama dari pengembangan tersebut dilakukan pada Mei 2023. Usaha itu kemudian diberi nama Mey Farm Hidroponik. Pada tahap pembibitan, tanaman mendapat konsentrasi nutrisi sekitar 500–600 ppm. Setelah sekitar 10 hari, dipindahkan ke tahap remaja dengan konsentrasi sekitar 800–900 ppm selama 17–20 hari. Berikutnya adalah meja dewasa, dengan konsentrasi sekitar 1.000–1.200 ppm hingga tanaman siap dipanen pada usia sekitar 40 hari.

Meidi memilih menciptakan ruang hijau kecil melalui tanaman hidroponik. Ia tidak mengklaim green house miliknya dapat menyelesaikan persoalan lingkungan di kawasan industri terintegrasi berbasis mineral nikel tersebut. Namun, ia melihat aktivitas sederhana itu sebagai bentuk kontribusi yang bisa ia lakukan. “Saya berharap hidroponik ini bisa menyumbangkan sedikit oksigen di kawasan industri IMIP, khususnya Bahodopi,” ujarnya.

Meidi sedang memperluas green house untuk meningkatkan kapasitas produksi selada. Ia berharap dapat merekrut masyarakat sekitar Bahodopi dan membuka lapangan pekerjaan baru. Ia menyadari, status karyawan tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang berlangsung selamanya. Karena itu, Meidi ingin memiliki sumber penghasilan lain yang dibangun sejak sekarang. Hidroponik menjadi ruang relaksasi mengelola tekanan dan rutinitas pekerjaan di laboratorium.

Ada cerita yang membuat Meidi berbeda dari kisah karyawan yang memiliki usaha sampingan. Ia justru menggunakan apa yang dimiliki untuk membangun pilihan lain. Ilmu kimia menjadi modal, pekerjaan di laboratorium melatih ketelitian, kemudian hobi sebagai pintu masuk dengan memanfaatkan media sosial alat pemasaran. “Saya harus ngonten biar orang tahu saya jual selada,” ujar Meidi.

Eka Oktavia, salah satu konsumen dan pemilik Frozen Food Bahomakmur mengaku, sering memesan selada di Mey Farm Hidroponik. Penilaiannya, rasa seladanya tidak pahit, ukurannya besar dengan harga terjangkau, Rp10.000/pohon. “Kemasannya proper, bisa tahan hingga 10 hari dalam lemari pendingin,” kata Eka Oktavia. (*)

Narahubung:

Dedy Kurniawan (Head of Media Department PT IMIP)

Rpdm

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PDKB PLN UID Lampung Catat 4.252 MWh Pekerjaan Tanpa Padam Sepanjang 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Sebanyak 1.479 titik pemeliharaan jaringan listrik di Lampung dapat dikerjakan tanpa pemadaman sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Melalui Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung mencatat saving energi mencapai 4.252 MWh dan saving jam nyala 1.289 jam, sehingga pasokan listrik pelanggan tetap terjaga selama pekerjaan berlangsung.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menjaga keandalan sistem distribusi di tengah kebutuhan listrik masyarakat yang terus berkembang. Dengan metode PDKB, pemeliharaan dilakukan ketika jaringan tetap bertegangan sehingga pelanggan tidak perlu mengalami pemadaman akibat pekerjaan terencana.

Senior Manager Distribusi PLN UID Lampung, Moh. Sadli, mengatakan pekerjaan tanpa padam tidak terlepas dari kolaborasi personel PDKB di berbagai unit. Semangat tersebut diperkuat melalui ONE PDKB — Organized Network Excellence, yang mendorong sinergi lintas unit dalam menyelesaikan pekerjaan jaringan.

“Melalui semangat ONE PDKB, setiap titik pekerjaan bukan hanya tentang pemeliharaan jaringan, tetapi tentang kebersamaan menuntaskan tantangan, menjaga listrik tetap menyala, serta memastikan pelayanan kepada pelanggan terus berjalan,” ujar Sadli.

Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Sadli mengatakan semangat persatuan dan gotong royong juga tercermin dalam pola kerja PDKB. Personel dengan kompetensi khusus dapat diterjunkan secara kolaboratif lintas unit untuk mempercepat pekerjaan sekaligus menjaga kontinuitas pasokan listrik.

Salah satu kolaborasi tersebut terlihat dalam Bakti PDKB Tahap III Tahun 2026 di Kabupaten Lampung Timur pada 14 – 18 September 2026. Sebanyak 70 titik pekerjaan menjadi sasaran dalam kegiatan yang melibatkan personel PLN UP3 Metro, UP3 Kotabumi, dan UP3 Tanjung Karang.

Manager PLN UP3 Metro, Anas Febrian, mengatakan pemeliharaan tanpa padam menjadi penting karena keandalan listrik berkaitan langsung dengan aktivitas pelanggan, mulai dari rumah tangga, pelayanan publik hingga kegiatan ekonomi.

“Keandalan listrik merupakan bagian penting dari kualitas pelayanan PLN kepada pelanggan dan kebutuhan energi listrik terus mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan perkembangan ekonomi daerah. Melalui Bakti PDKB, pekerjaan pemeliharaan dapat tetap berjalan tanpa mengurangi kenyamanan pelanggan dalam menggunakan listrik,” ujar Anas.

Manfaat pemeliharaan tanpa padam tersebut turut mendapat apresiasi dari Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah. Menurutnya, keandalan kelistrikan menjadi salah satu faktor pendukung produktivitas masyarakat di daerah.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN atas kolaborasi dan sinergi bersama Kabupaten Lampung Timur. Bakti PDKB menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal untuk mendukung produktivitas masyarakat Lampung Timur,” ujar Ela.

Di balik manfaat tersebut, pekerjaan PDKB memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda karena dilakukan saat jaringan tetap dalam kondisi bertegangan. Karena itu, PLN menerapkan standar keselamatan secara ketat, mulai dari kesiapan personel berkompetensi khusus, penggunaan alat pelindung diri dan peralatan sesuai standar, hingga kepatuhan terhadap prosedur kerja.

Ela juga menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. Ia berharap kompetensi dan kolaborasi personel PDKB tetap diiringi dengan kedisiplinan dalam menjalankan standar keselamatan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan aman.

PLN UID Lampung akan terus mengoptimalkan kolaborasi ONE PDKB; Organized Network Excellence dengan semangat “Bersama Menuntaskan Tantangan, Menguatkan Keandalan.” Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat keandalan jaringan sekaligus mengurangi dampak pekerjaan pemeliharaan terhadap aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dunia usaha dan industri di Provinsi Lampung.