Dari Laboratorium ke Hidroponik, Jejak Karyawan IMIP di Ruang Hijau

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Tak hanya menjalani rutinitas kerja di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), sebagian karyawan juga memberi inspirasi dari berbagai aktivitas positif lainnya. Seperti yang dilakukan Meidi Yurianti Mangkasa. Di sela rutinitas sebagai Analis Kimia dan Air pada Departemen Testing Center PT TTRI (salah satu tenant di Kawasan IMIP), Meidi menjalani pekerjaan lain, usaha green house di Desa Makarti, Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah.

Di sana, ia tak lagi mengenakan seragam analis laboratorium. Meidi menjadi petani hidroponik, pengelola usaha, sekaligus konten kreator. “Kalau mau untung lebih, memang harus korban waktu,” kata Meidi, saat dijumpai di green house miliknya, kemarin.

Meidi mulai bekerja di kawasan industri terintegrasi berbasis mineral nikel sebagai analis laboratorium yang berhubungan erat dengan sampel dan angka. Salah satu sampel yang dianalisis adalah material ore. Dari proses analisis tersebut, kadar nikel dapat diketahui dan menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas serta nilai ekonominya.

Soal merintis usaha hidroponik, Meidi mengaku bermula dari hal sederhana dengan mencoba menanam sendiri di balkon tempat kosnya di Desa Labota. Ia membeli polibag, mencari tanah yang dianggap subur, lalu mulai menanam berbagai tanaman. Bagi Meidi, keberhasilan menuai yang ia tanam sendiri memberikan kepuasan berbeda. Tanaman itu kemudian dimasak sendiri, juga dibagikan kepada teman dan tetangga kos.

Suatu ketika, selada hasil panennya ia unggah melalui media sosial dan temannya tertarik membeli. Saat itu Meidi menjualnya sekitar Rp5.000 per tanaman. Dari transaksi sederhana tersebut, sebuah kesadaran muncul. Ternyata bisa jadi rupiah. Ia mulai mencari tahu siapa yang membutuhkan selada di Bahodopi. Restoran, usaha burger dan kebab, frozen food, hingga berbagai usaha kuliner menjadi calon konsumennya.

Maret 2023, Meidi mulai membangun green house yang lebih serius. Panen pertama dari pengembangan tersebut dilakukan pada Mei 2023. Usaha itu kemudian diberi nama Mey Farm Hidroponik. Pada tahap pembibitan, tanaman mendapat konsentrasi nutrisi sekitar 500–600 ppm. Setelah sekitar 10 hari, dipindahkan ke tahap remaja dengan konsentrasi sekitar 800–900 ppm selama 17–20 hari. Berikutnya adalah meja dewasa, dengan konsentrasi sekitar 1.000–1.200 ppm hingga tanaman siap dipanen pada usia sekitar 40 hari.

Meidi memilih menciptakan ruang hijau kecil melalui tanaman hidroponik. Ia tidak mengklaim green house miliknya dapat menyelesaikan persoalan lingkungan di kawasan industri terintegrasi berbasis mineral nikel tersebut. Namun, ia melihat aktivitas sederhana itu sebagai bentuk kontribusi yang bisa ia lakukan. “Saya berharap hidroponik ini bisa menyumbangkan sedikit oksigen di kawasan industri IMIP, khususnya Bahodopi,” ujarnya.

Meidi sedang memperluas green house untuk meningkatkan kapasitas produksi selada. Ia berharap dapat merekrut masyarakat sekitar Bahodopi dan membuka lapangan pekerjaan baru. Ia menyadari, status karyawan tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang berlangsung selamanya. Karena itu, Meidi ingin memiliki sumber penghasilan lain yang dibangun sejak sekarang. Hidroponik menjadi ruang relaksasi mengelola tekanan dan rutinitas pekerjaan di laboratorium.

Ada cerita yang membuat Meidi berbeda dari kisah karyawan yang memiliki usaha sampingan. Ia justru menggunakan apa yang dimiliki untuk membangun pilihan lain. Ilmu kimia menjadi modal, pekerjaan di laboratorium melatih ketelitian, kemudian hobi sebagai pintu masuk dengan memanfaatkan media sosial alat pemasaran. “Saya harus ngonten biar orang tahu saya jual selada,” ujar Meidi.

Eka Oktavia, salah satu konsumen dan pemilik Frozen Food Bahomakmur mengaku, sering memesan selada di Mey Farm Hidroponik. Penilaiannya, rasa seladanya tidak pahit, ukurannya besar dengan harga terjangkau, Rp10.000/pohon. “Kemasannya proper, bisa tahan hingga 10 hari dalam lemari pendingin,” kata Eka Oktavia. (*)

Narahubung:

Dedy Kurniawan (Head of Media Department PT IMIP)

Rpdm

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PDKB PLN UID Lampung Catat 4.252 MWh Pekerjaan Tanpa Padam Sepanjang 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Sebanyak 1.479 titik pemeliharaan jaringan listrik di Lampung dapat dikerjakan tanpa pemadaman sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Melalui Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung mencatat saving energi mencapai 4.252 MWh dan saving jam nyala 1.289 jam, sehingga pasokan listrik pelanggan tetap terjaga selama pekerjaan berlangsung.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menjaga keandalan sistem distribusi di tengah kebutuhan listrik masyarakat yang terus berkembang. Dengan metode PDKB, pemeliharaan dilakukan ketika jaringan tetap bertegangan sehingga pelanggan tidak perlu mengalami pemadaman akibat pekerjaan terencana.

Senior Manager Distribusi PLN UID Lampung, Moh. Sadli, mengatakan pekerjaan tanpa padam tidak terlepas dari kolaborasi personel PDKB di berbagai unit. Semangat tersebut diperkuat melalui ONE PDKB — Organized Network Excellence, yang mendorong sinergi lintas unit dalam menyelesaikan pekerjaan jaringan.

“Melalui semangat ONE PDKB, setiap titik pekerjaan bukan hanya tentang pemeliharaan jaringan, tetapi tentang kebersamaan menuntaskan tantangan, menjaga listrik tetap menyala, serta memastikan pelayanan kepada pelanggan terus berjalan,” ujar Sadli.

Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Sadli mengatakan semangat persatuan dan gotong royong juga tercermin dalam pola kerja PDKB. Personel dengan kompetensi khusus dapat diterjunkan secara kolaboratif lintas unit untuk mempercepat pekerjaan sekaligus menjaga kontinuitas pasokan listrik.

Salah satu kolaborasi tersebut terlihat dalam Bakti PDKB Tahap III Tahun 2026 di Kabupaten Lampung Timur pada 14 – 18 September 2026. Sebanyak 70 titik pekerjaan menjadi sasaran dalam kegiatan yang melibatkan personel PLN UP3 Metro, UP3 Kotabumi, dan UP3 Tanjung Karang.

Manager PLN UP3 Metro, Anas Febrian, mengatakan pemeliharaan tanpa padam menjadi penting karena keandalan listrik berkaitan langsung dengan aktivitas pelanggan, mulai dari rumah tangga, pelayanan publik hingga kegiatan ekonomi.

“Keandalan listrik merupakan bagian penting dari kualitas pelayanan PLN kepada pelanggan dan kebutuhan energi listrik terus mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan perkembangan ekonomi daerah. Melalui Bakti PDKB, pekerjaan pemeliharaan dapat tetap berjalan tanpa mengurangi kenyamanan pelanggan dalam menggunakan listrik,” ujar Anas.

Manfaat pemeliharaan tanpa padam tersebut turut mendapat apresiasi dari Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah. Menurutnya, keandalan kelistrikan menjadi salah satu faktor pendukung produktivitas masyarakat di daerah.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN atas kolaborasi dan sinergi bersama Kabupaten Lampung Timur. Bakti PDKB menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal untuk mendukung produktivitas masyarakat Lampung Timur,” ujar Ela.

Di balik manfaat tersebut, pekerjaan PDKB memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda karena dilakukan saat jaringan tetap dalam kondisi bertegangan. Karena itu, PLN menerapkan standar keselamatan secara ketat, mulai dari kesiapan personel berkompetensi khusus, penggunaan alat pelindung diri dan peralatan sesuai standar, hingga kepatuhan terhadap prosedur kerja.

Ela juga menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. Ia berharap kompetensi dan kolaborasi personel PDKB tetap diiringi dengan kedisiplinan dalam menjalankan standar keselamatan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan aman.

PLN UID Lampung akan terus mengoptimalkan kolaborasi ONE PDKB; Organized Network Excellence dengan semangat “Bersama Menuntaskan Tantangan, Menguatkan Keandalan.” Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat keandalan jaringan sekaligus mengurangi dampak pekerjaan pemeliharaan terhadap aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dunia usaha dan industri di Provinsi Lampung.

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN dan Pemkab Way Kanan Perkuat Tata Kelola PJU melalui Meterisasi

WAY KANAN -9deklarasinews.com)- Dalam semangat memperingati Hari Kesaktian Pancasila, semangat gotong royong dan sinergi yang menjadi bagian dari nilai-nilai Pancasila diwujudkan melalui kolaborasi PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kotabumi dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blambangan Umpu bersama Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam mendukung tata kelola Penerangan Jalan Umum (PJU) melalui program meterisasi PJU di wilayah Kabupaten Way Kanan.

Langkah kolaboratif ini merupakan upaya bersama untuk mengoptimalkan pengelolaan aset PJU sekaligus meningkatkan akurasi pencatatan konsumsi tenaga listrik pada fasilitas publik di Kabupaten Way Kanan. Program meterisasi diharapkan dapat mendukung pengelolaan penggunaan tenaga listrik yang lebih tertib, terukur, dan efisien.

Manager PLN ULP Blambangan Umpu, Irawan Rahardian, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi bersama, saat ini terdapat sejumlah ID Pelanggan PJU di wilayah Way Kanan yang tercatat sebagai PJU tanpa meter. Kondisi tersebut selanjutnya menjadi bagian dari upaya penataan melalui proses migrasi, meterisasi, serta optimalisasi pengelolaan PJU di wilayah Kabupaten Way Kanan.

“Melalui program meterisasi ini, kami ingin memastikan penggunaan tenaga listrik untuk PJU dapat tercatat secara lebih akurat berdasarkan konsumsi aktual. Hal ini tentunya membutuhkan kolaborasi yang baik antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Irawan Rahardian.

Mewakili Manager PLN UP3 Kotabumi, Benni Sihite selaku Assistant Manager Transaksi Energi Listrik menyampaikan bahwa meterisasi PJU merupakan langkah strategis untuk mendorong pengelolaan penggunaan tenaga listrik yang lebih transparan dan terukur, sekaligus memperkuat sinergi PLN dengan pemerintah daerah.

“PLN siap mendukung Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam proses pelaksanaan meterisasi, termasuk melalui koordinasi dan pendampingan teknis sesuai dengan kewenangan PLN. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen PLN untuk terus meningkatkan kualitas layanan ketenagalistrikan serta mendukung kebutuhan energi bagi fasilitas publik,” jelas Benni Sihite.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Way Kanan, Suherman Daud, S.P., M.M., yang hadir dalam pertemuan tersebut menyambut baik langkah kolaboratif yang dilakukan bersama PLN. Penataan PJU melalui meterisasi diharapkan dapat mendukung pengelolaan fasilitas penerangan jalan secara lebih optimal serta memberikan kepastian dalam pencatatan konsumsi tenaga listrik.

“Kolaborasi antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan ini diharapkan dapat menciptakan tata kelola PJU yang lebih tertib, terukur, dan efisien. Selain itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung tersedianya fasilitas penerangan jalan umum yang andal dan aman, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Way Kanan,” tutup Suherman Daud.

Melalui kolaborasi tersebut, PLN bersama Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus mendorong pengelolaan fasilitas publik yang lebih tertib dan terukur. Semangat Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat gotong royong dan sinergi antarpihak dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin optimal bagi masyarakat.

Komitmen IMIP Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Pendidikan Warga Bahodopi

MOROWALI -(deklarasinews.com)- PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menegaskan komitmen keberlanjutan melalui penguatan program tanggung jawab sosial (CSR). Langkah tersebut mengiringi pesatnya pertumbuhan kawasan industri pengolahan di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Dalam periode Januari hingga September 2026, PT IMIP memfokuskan penyaluran dukungan sosial pengembangan infrastruktur serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dua di antaranya terkait kebutuhan fasilitas kesehatan masyarakat dan pendidikan.

Di sektor kesehatan, PT IMIP mengedepankan pendekatan promotif dan preventif yang menyentuh level akar rumput. Realisasi fasilitas fisik ditandai dengan renovasi Poskesdes Padabaho, pembangunan Poskesdes Labota, dan pendirian gedung Posyandu Desa Le-Le.

Bekerja sama dengan Klinik IMIP dan pemerintah desa, CSR IMIP menjangkau lebih dekat ke masyarakat. Salah satunya dengan layanan pemeriksaan dan edukasi kesehatan gratis. Kegiatan ini diadakan rutin pada April, Juli, dan Agustus 2026 di Desa Bahomakmur, Fatufia, dan Labota sekaligus menggelar senam kebugaran, penyuluhan pencegahan penyakit tidak menular, pemeriksaan klinis, dan tes laboratorium dasar.

“Dari catatan Tim Pilar Kesehatan CSR IMIP, terdapat 500 jumlah kunjungan warga di layanan kesehatan ini, dan tingkat kepuasan publik mencapai 89,39%,” rinci Laurencia Kirana Larasati, Strategy and Implementation Deputy Department Head CSR PT IMIP, Rabu (23/09/2026). Selain itu, menjawab kebutuhan pasokan kantong darah di Kabupaten Morowali, CSR IMIP bersinergi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Morowali, PMI Sultra, dan RSUD Morowali dengan menggelar aksi transfusi secara berkala. Sepanjang Januari hingga September 2026, agenda ini menjaring kepedulian karyawan dan warga sekitar pada momen peringatan Bulan K3 Nasional, Hari Donor Darah Sedunia, dan HUT RI. Dari situ terkumpul 1.102 kantong darah untuk disalurkan ke fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Di sektor pendidikan, PT IMIP menerapkan strategi holistik mencakup pemenuhan tenaga pengajar, modernisasi sarana-prasarana, pembangunan fisik sekolah, hingga perluasan akses beasiswa. Guna mengatasi keterbatasan rasio tenaga pendidik di sekolah lingkar kawasan, IMIP telah merekrut 66 orang guru berkualitas. Tenaga pengajar ini ditempatkan secara terukur ke berbagai tingkat satuan pendidikan di sekolah IMIP dan binaan CSR di Bahodopi. Ada delapan guru TK, 28 pengajar SD, 18 di SMP, enam di SMK, tiga pendidik di SMA, dan tiga lainnya pendampingan di Rumah Literasi IMIP.

Kompetensi tenaga pendidik pun terus diasah. Pada Mei dan Agustus 2026, IMIP menggelar pelatihan intensif pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris bagi 145 guru. Kepada 58 kepala sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Bahodopi, dilaksanakan pula pengembangan kapasitas kepemimpinan visioner di era transformasi digital.

Demi mempercepat proses digitalisasi dalam proses belajar-mengajar, disalurkan bantuan 12 unit komputer, proyektor, layar, dan printer ke sekolah-sekolah dasar dan unit literasi desa. Dalam sembilan bulan terakhir, IMIP telah mendistribusikan 569 set meubelair di delapan satuan pendidikan, yaitu MTs Labota, MTs Makarti Jaya, SDN Makarti Jaya, SDN 2 Bahodopi, SDN 2 Bahomakmur, SDN Labota, SDN Lalampu, dan SDN Lerea.

Dari sisi fisik bangunan, IMIP merampungkan penambahan tujuh ruang kelas baru untuk MTs Al-Khairaat Makarti Jaya, PAUD KB Almutakabbir Labota, SDN Lerea, dan SD Ekklesia Bahodopi. Khusus di SDN Padabaho, program pilar pendidikan CSR IMIP juga telah membangun talud pengaman. Di tingkat perguruan tinggi vokasi, PT IMIP menunjang kesiapan riset mahasiswa menghadapi standar industri. Ini dicapai lewat penyaluran 22 jenis alat laboratorium kimia modern dan 40 macam bahan kimia ke Politeknik Industri Logam Morowali.

“Tidak hanya mengasah kompetensi manusia, peningkatan sarana fisik diperlukan untuk mengimbangi pertambahan peserta didik. Penting juga upaya mendukung keberlanjutan pendidikan yang lebih baik bagi warga di sekitar kawasan IMIP,” kata Laurencia.

Selain meningkatkan kualitas pendidikan lewat rehabilitasi infrastruktur, dedikasi IMIP mendukung pendidikan di Bahodopi dijalankan secara informal lewat beragam kegiatan edukatif di Rumah Literasi IMIP di Desa Bahomakmur, Labota, dan Mbokita, juga di Balai Pasraman Bahomakmur. Di ruang belajar publik tersebut, CSR IMIP aktif menggelar Kelas Inspiratif, serta pendidikan tematik dan karakter bagi siswa dan masyarakat umum.

“Dukungan keberlanjutan pendidikan di lingkar kawasan direalisasikan melalui program Beasiswa IMIP Bersinergi yang mendampingi 65 mahasiswa studi sarjana asal Kecamatan Bahodopi di belasan perguruan tinggi di Kota Palu, Makassar, Kendari, dan Yogyakarta,” tandas Laurencia. Sebagai perusahaan pengelola kawasan pengolah nikel terintegrasi, IMIP memastikan pertumbuhan industri di Bahodopi berjalan beriringan dengan peningkatan mutu hidup masyarakat sekitar.(*)

Narahubung:

Dedy Kurniawan (Head of Media Department PT IMIP)

 

Rpdm.

Srikandi PLN UP3 Pringsewu Berbagi Buku, Dorong Semangat Literasi di Kabupaten Pringsewu

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Srikandi PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pringsewu turut berkontribusi dalam mendukung peningkatan budaya literasi masyarakat melalui kegiatan berbagi buku bersama Komunitas Pembaca Buku Pringsewu.

Dalam kegiatan tersebut, Srikandi PLN UP3 Pringsewu berkolaborasi dengan Komunitas Pembaca Buku Pringsewu yang memiliki perhatian terhadap pengembangan budaya membaca di masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat gerakan literasi sekaligus menciptakan ruang yang positif bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan melalui kegiatan membaca.

Ketua PLN UP3 Pringsewu, Eka Nurwati menyampaikan bahwa berbagi buku bukan sekadar memberikan bahan bacaan, tetapi juga merupakan upaya untuk menyalakan semangat belajar dan berbagi pengetahuan. PLN berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat sosial dan mendukung pembangunan sumber daya manusia.

“Melalui kegiatan berbagi buku ini, kami berharap dapat ikut menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap membaca. Buku merupakan jendela pengetahuan, dan kami ingin berkontribusi agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki kesempatan untuk mendapatkan akses terhadap bacaan yang bermanfaat,” ujar Eka.

Sementara itu, perwakilan Komunitas Pembaca Buku Pringsewu, Albab Jannatul Firdaus, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Srikandi PLN UP3 Pringsewu yang telah turut berkontribusi dalam kegiatan literasi membaca di Kabupaten Pringsewu. Donasi buku yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembacanya sekaligus mendukung kegiatan literasi yang selama ini dijalankan oleh komunitas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Srikandi PLN UP3 Pringsewu yang telah ikut berkontribusi dalam kegiatan Baca Buku Pringsewu. Semoga buku-buku yang didonasikan dapat memberikan manfaat bagi para pembacanya. Khusus untuk buku bacaan anak-anak, nantinya akan kami manfaatkan dalam kegiatan peningkatan literasi membaca di sekolah-sekolah TK dan SD di Kecamatan Pringsewu,” ujar Albab.

Albab menjelaskan, Komunitas Pembaca Buku Pringsewu selama ini telah mulai melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah TK dan SD di Kecamatan Pringsewu untuk mendorong peningkatan minat baca anak-anak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meminjamkan buku bacaan kepada orang tua siswa agar dapat mendampingi anak-anak membaca di rumah. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut masih menghadapi kendala keterbatasan fasilitas, khususnya ketersediaan buku bacaan anak-anak.

“Selama ini kami sudah mulai mengadakan kunjungan ke beberapa sekolah TK dan SD dengan tujuan meningkatkan literasi membaca. Salah satunya melalui peminjaman buku bacaan kepada orang tua siswa agar mereka dapat mendampingi anak-anak membaca di rumah. Namun, kami masih terkendala keterbatasan fasilitas berupa buku bacaan anak-anak. Karena itu, donasi buku ini sangat berarti untuk mendukung keberlanjutan kegiatan literasi kami,” lanjut Albab.

Melalui kegiatan ini, Srikandi PLN UP3 Pringsewu berharap semangat berbagi dan berliterasi dapat terus berkembang di Kabupaten Pringsewu. PLN juga berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan sosial yang memberikan dampak positif dan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih berpengetahuan, produktif, dan berdaya saing.

Rupiah Melemah ke Rp17.847, Tekanan Geopolitik dan Sinyal BI Jadi Sorotan

LAMPUNG -(deklarasinews.com)-  Rupiah melemah ke level Rp17.847 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (21/9/2026). Nilai tukar rupiah turun 89 poin atau 0,50 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.758 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) melihat tekanan geopolitik di Timur Tengah sebagai salah satu faktor utama yang membebani rupiah. Di saat yang sama, pasar mulai menunggu arah kebijakan BI dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (23/9).

Rupiah Tertekan Sejak Perdagangan Pagi

Tekanan terhadap rupiah sebenarnya sudah terlihat sejak awal perdagangan. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI berada di level Rp17.813 per dolar AS, melemah dari Rp17.745 pada hari sebelumnya.

Pergerakan rupiah kemudian terus berada di zona lemah sepanjang perdagangan. Sejumlah data pasar menunjukkan rupiah sempat berada di sekitar Rp17.825 hingga Rp17.841 sebelum akhirnya ditutup pada Rp17.847 per dolar AS.

Perbedaan angka yang muncul dalam laporan sejumlah media bukan berarti terdapat perbedaan mendasar mengenai arah pergerakan rupiah. Kurs berubah dari waktu ke waktu mengikuti transaksi pasar. Karena itu, angka penutupan menjadi acuan utama untuk melihat posisi rupiah pada akhir perdagangan.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan tekanan terhadap rupiah masih berkaitan dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut turut menjaga harga minyak berada pada level tinggi.

Harga minyak yang bertahan di atas US$100 per barel menjadi persoalan tersendiri bagi negara seperti Indonesia yang masih membutuhkan impor energi. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk pembayaran impor dan pada akhirnya menambah tekanan terhadap nilai tukar.

Analis Ibrahim Assuaibi mengaitkan perkembangan tersebut dengan serangan kelompok Houthi Yaman terhadap sejumlah lokasi di Riyadh dan fasilitas Aramco di Yanbu. Gangguan terhadap infrastruktur energi dan jalur distribusi minyak tersebut disebut mendorong Aramco mengalihkan sebagian ekspornya melalui Selat Hormuz.

Rupiah Melemah, Risiko Tidak Berhenti di Pasar Valas

Persoalan rupiah tidak hanya berhenti pada nilai tukar. Pelemahan mata uang dapat merembet ke sejumlah indikator ekonomi lainnya apabila berlangsung dalam waktu yang panjang.

Erwin menyebut tekanan geopolitik dapat meningkatkan risiko inflasi global dan memperburuk outlook fiskal. Pada saat yang sama, kebutuhan valuta asing dari importir dan potensi keluarnya dana dari pasar portofolio domestik dapat memperbesar tekanan terhadap rupiah.

Data yang dikutip Kiwoom Sekuritas menunjukkan inflasi headline Indonesia pada Agustus mencapai 3,19 persen. Di pasar surat utang, yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun berada di sekitar 7,16 persen, meningkat 12 basis poin secara bulanan.

Kondisi tersebut menjadi penting karena pelemahan rupiah dapat membatasi ruang penurunan yield Surat Berharga Negara (SBN) apabila tekanan eksternal terus berlangsung. Investor akan memperhitungkan kembali risiko nilai tukar, inflasi dan kondisi global ketika menentukan imbal hasil yang mereka minta.

Namun, belum seluruh indikator menunjukkan peningkatan risiko secara tajam. Credit default swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun, misalnya, justru sedikit turun dari 82,19 menjadi 81,78 basis poin. Pergerakan tersebut menunjukkan premi risiko Indonesia masih relatif terkendali.

Jurus BI Menahan Tekanan Rupiah

BI menyatakan tetap melakukan stabilisasi melalui berbagai instrumen pasar valuta asing dan pasar keuangan. Intervensi dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot serta Domestic NDF di pasar domestik. BI juga melakukan pembelian SBN di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Di tengah tekanan tersebut, BI mencatat rupiah masih menguat 0,37 persen secara quarter-to-date dibandingkan sejumlah mata uang negara kawasan.

Cadangan devisa Indonesia juga meningkat menjadi US$146,5 miliar pada akhir Agustus.

Angka tersebut menjadi salah satu bantalan penting bagi stabilitas eksternal Indonesia. Namun, kekuatan cadangan devisa tetap harus dibaca bersama perkembangan impor, harga energi, arus modal dan kondisi pasar keuangan global.

Pasar Menunggu Keputusan BI

Perhatian berikutnya akan tertuju pada RDG BI pada Rabu (23/9). Keputusan suku bunga akan menjadi salah satu sinyal penting mengenai bagaimana bank sentral merespons tekanan nilai tukar dan perkembangan ekonomi global.

Analis Ibrahim Assuaibi memperkirakan terdapat peluang kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Namun, arah kebijakan bank sentral global saat ini tidak seragam. Sebagian masih mempertahankan sikap ketat untuk mengendalikan inflasi, sementara sebagian lainnya mulai memiliki ruang untuk melakukan pelonggaran.

Situasi tersebut membuat keputusan BI tidak hanya berkaitan dengan rupiah. Bank sentral juga harus memperhitungkan pertumbuhan ekonomi, inflasi, stabilitas pasar keuangan dan kebutuhan menjaga daya tarik aset domestik bagi investor.

Dengan demikian, pelemahan rupiah ke Rp17.847 per dolar AS pada Senin bukan semata persoalan satu hari perdagangan. Pergerakannya memperlihatkan bagaimana konflik geopolitik dapat masuk ke perekonomian domestik melalui harga minyak, kebutuhan dolar, arus modal dan pasar obligasi.

Pertanyaan yang kini menunggu jawaban bukan hanya seberapa jauh rupiah dapat bergerak, tetapi juga seberapa lama tekanan eksternal tersebut bertahan dan bagaimana BI memilih kombinasi kebijakan untuk meredamnya. Hasil RDG Rabu akan menjadi salah satu petunjuk penting bagi arah pasar berikutnya..(Arnandes,cmy)

Pecinta Seafood Bandar Lampung Kini Punya Pilihan Baru, Rumah Seafood Lampung Resmi Dibuka

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pecinta seafood di Kota Bandarlampung kini punya pilihan baru. Rumah Seafood Lampung resmi dibuka dengan menawarkan aneka hidangan laut segar yang diolah dengan racikan khas Hong Kong.

Grand opening ditandai pemotongan pita oleh salah satu owner Rumah Seafood Lampung, Ir. Lilyana alias Ali Rumah Kayu.

Manajer Area Rumah Seafood Lampung Dian mengatakan, restoran buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

“Kami buka setiap hari. Ada beragam menu ikan segar yang diolah chef dari Hong Kong,” kata Dian.

Sejumlah menu andalan siap menggoda selera. Di antaranya: kerapu tim Hong Kong, udang lada garam, kepiting saus Hong Kong, serta cumi asam manis.

Tak hanya seafood, pilihan minuman juga beragam. Pengunjung dapat menikmati jus jambu batu hingga jus kedongdong kiamboy.

Soap harga, kata Dian, tentunya sesuai dengan kualitas bahan dan cita rasa yang ditawarkan. Namun, dia  memastikan harga tetap terjangkau.

“Soal harga pastinya kami sesuaikan dengan kualitas dan rasa. Tapi pastinya terjangkau,” ujarnya.

Dengan bahan seafood segar dan sentuhan racikan chef Hong Kong, Rumah Seafood Lampung membidik pencinta kuliner yang ingin menikmati sajian seafood dengan cita rasa berbeda.

Fasilitasi Penguatan Jaringan Usaha KDKMP Komoditas Singkong Resmi Ditutup

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Fasilitasi Penguatan Jaringan Usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Komoditas Singkong yang diselenggarakan Kementerian Koperasi Republik Indonesia di Kabupaten Pringsewu secara resmi ditutup oleh Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi RI Cecep Setiawan di Taman BMJ Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, pada Kamis, 17 September 2026 petang.

Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi RI  Cecep Setiawan mengatakan pihaknya tak ingin kegiatan tersebut hanya sekedar seremonial. Namun harus segera diwujudkan pasca kegiatan, sehingga apa yang dilaksanakan betul-betul bermanfaat bagi masyarakat. Menurut Cecep, hal ini merupakan bentuk kepedulian Kemenkop terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah dibentuk.

“Fungsi gerai KDKMP selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga sebagai offtaker. Kami memilih Kabupaten Pringsewu ini karena menilai Pringsewu sangat serius untuk upaya pengembangan KDKMP ini sehingga perlu difasilitasi. Karena itu, manfaatkan peluang bagus ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, serta tak lupa menjalin kebersamaan dan sinergi dengan semua pihak. Semoga Pringsewu bisa menjadi pelopor untuk pengembangan Mocaf,” ucapnya.

Sementara itu, Kadis Kopdagprin Pringsewu Sulistiyo Ningsih menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Koperasi RI atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut dia, kegiatan seperti ini sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat  Pringsewu terlebih di saat kondisi seperti saat ini, sekaligus berharap tidak berhenti sampai di sini.

“Di Kabupaten Pringsewu, kebetulan Pak Bupati juga seorang entrepreneur, sehingga beliau sangat mensupport kegiatan untuk memajukan UMKM. Terlebih ini juga sesuai dengan visi Pringsewu Makmur, yang salah satunya adalah menciptakan 3000 UMKM. Selain itu, Pringsewu juga sedang mengembangkan program hilirisasi hasil pertanian singkong dengan menjadikan tepung Mocaf,” katanya.

Kegiatan selama dua hari dengan peserta sebanyak 30 pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Pringsewu, antara lain juga diisi dengan kunjungan ke Koperasi Produsen Cokroaminoto Pringsewu Makmur di Pekon Tulungagung dan UMKM Robbani Snack di Pekon Mataram, kesemuanya di Kecamatan Gadingrejo.

Pada acara penutupan yang ditandai dengan prosesi pemukulan gong ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara Koperasi Produsen Cokroaminoto dengan KDKMP peserta, tentang kerjasama penguatan jaringan bisnis, dimana potensi nilai kerjasamanya mencapai Rp 6,24 miliar. Serta Koperasi Cokroaminoto dengan Robbani Snack dalam rangka fasilitasi penguatan jaringan usaha koperasi komoditas singkong.

Turut menghadiri acara tersebut, Kabid Perencanaan dan Pengembangan Akselerasi Jaringan Usaha Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi RI Arif Legowo, dan Tenaga Ahli Deputi Bidang Pengembangan Usaha Kemenkop Toni Kristi Astomo. (KW-RI)

Hari Pelanggan Nasional, Bakti PDKB PLN Jaga Listrik Tetap Menyala di 70 Titik Lampung Timur

LAMTIM -(deklarasinews.com)- Memaknai momentum Hari Pelanggan Nasional 2026, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Metro menghadirkan Bakti Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) Tahap III Tahun 2026 di Kabupaten Lampung Timur. Melalui kegiatan ini, PLN melakukan pemeliharaan jaringan di 70 titik tanpa pemadaman, sehingga pasokan listrik tetap menyala dan aktivitas masyarakat, pelayanan publik hingga kegiatan ekonomi dapat terus berjalan.

Bakti PDKB yang berlangsung pada 14–18 September 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Pelanggan Nasional sekaligus wujud komitmen PLN meningkatkan kualitas pelayanan dan keandalan kelistrikan. Mengusung tema “Bersama Menuntaskan Tantangan, Menguatkan Keandalan,” kegiatan ini melibatkan personel PDKB dari PLN UP3 Metro, PLN UP3 Kotabumi, dan PLN UP3 Tanjung Karang.

Kolaborasi lintas unit tersebut dilakukan untuk mempercepat pemeliharaan sekaligus meningkatkan keandalan jaringan distribusi di Kabupaten Lampung Timur. Dengan metode PDKB, pekerjaan dapat dilakukan saat jaringan tetap dalam kondisi bertegangan sehingga pemeliharaan berlangsung tanpa menghentikan pasokan listrik kepada pelanggan.

Hingga Agustus 2026, Tim PDKB PLN UP3 Metro telah menyelesaikan 475 titik pekerjaan pada jaringan listrik tanpa pemadaman pelanggan. Dari pelaksanaan pekerjaan tersebut, tercatat sekitar 1.220 MWh energi listrik tetap dapat tersalurkan kepada pelanggan selama proses pemeliharaan berlangsung.

Manager PLN UP3 Metro, Anas Febrian, mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menjaga kualitas pelayanan di tengah kebutuhan listrik masyarakat yang terus tumbuh. Menurutnya, pertumbuhan kebutuhan listrik harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan pemeliharaan jaringan secara berkelanjutan.

Saat ini, PLN UP3 Metro melayani 711.315 pelanggan, dengan 298.363 pelanggan atau sekitar 42 persen berada di Kabupaten Lampung Timur. Sementara itu, konsumsi listrik di wilayah kerja PLN UP3 Metro pada Semester I 2026 tercatat tumbuh 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan kebutuhan listrik harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan pemeliharaan jaringan secara berkelanjutan. Melalui PDKB, pekerjaan dapat dilakukan saat jaringan tetap bertegangan sehingga pelanggan tetap dapat menikmati listrik selama proses pemeliharaan berlangsung,” ujar Anas.

Anas menambahkan, momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bagi PLN untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin andal sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar momentum apresiasi, tetapi menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan. Bakti PDKB merupakan salah satu bentuk dedikasi tersebut, dengan menjaga listrik tetap menyala sehingga pelanggan dapat terus beraktivitas dengan nyaman dan produktif,” kata Anas.

Bupati Lampung Timur, Hj. Ela Siti Nuryamah, mengapresiasi kolaborasi PLN dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam menjaga keandalan kelistrikan. Menurutnya, pasokan listrik yang andal memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas masyarakat dan pembangunan daerah.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN atas kolaborasi dan sinergi bersama Kabupaten Lampung Timur. Bakti PDKB menjadi wujud nyata komitmen PLN menghadirkan listrik yang andal untuk mendukung produktivitas dan kemajuan masyarakat Lampung Timur,” ujar Ela.

Ela juga mengingatkan bahwa pekerjaan pada jaringan dalam kondisi bertegangan memiliki tingkat risiko tinggi. Karena itu, kompetensi personel, kedisiplinan, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja menjadi aspek utama dalam setiap pelaksanaan pekerjaan.

“Seluruh petugas harus senantiasa waspada, disiplin, mematuhi SOP keselamatan kerja dan menggunakan APD sesuai standar. Kami berharap seluruh rangkaian Bakti PDKB berjalan lancar, pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik, dan seluruh personel kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat,” tutup Ela.

 

PLN, Kementerian ESDM, dan Pemerintah Daerah Sinkronkan Program Lisdes, Percepat Pemerataan Kelistrikan di Sumatera Selatan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Upaya menghadirkan listrik hingga ke desa dan dusun yang belum terjangkau di Sumatera Selatan terus digalakkan. PT PLN (Persero) bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kementerian/lembaga terkait, serta pemerintah daerah melakukan penyelarasan data, kesiapan lahan, dan penyelesaian perizinan sebagai fondasi pelaksanaan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026–2029.

Penyelarasan tersebut dilakukan melalui kegiatan “Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan dari Pemerintah Daerah dan Fasilitasi Penyiapan Lahan serta Penyelesaian Perizinan” yang berlangsung di Kantor PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Palembang.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI tersebut menjadi forum bersama untuk menyelaraskan usulan desa dan dusun yang belum berlistrik, memastikan kesiapan lahan, sekaligus memetakan penyelesaian perizinan pada jalur kelistrikan yang berada di dalam atau melintasi kawasan hutan maupun area penggunaan lainnya.

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI, Andriah Feby Misna, S.T., M.T., M.Sc., mengatakan sinkronisasi menjadi penting agar setiap lokasi yang diusulkan memiliki data yang lengkap, akurat, dan terverifikasi serta dapat menjadi dasar dalam menentukan perencanaan pembangunan.

“Program Listrik Perdesaan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat penyediaan akses tenaga listrik secara merata, khususnya bagi masyarakat di wilayah perdesaan, terpencil, dan belum berlistrik. Karena itu, kita perlu memastikan setiap lokasi telah memenuhi berbagai prasyarat untuk dapat dibangun, terutama kesiapan lahan dan penyelesaian perizinan,” ujar Andriah.

Berdasarkan pemutakhiran terakhir yang disampaikan PLN, terdapat 129 lokasi Program Lisdes tahun 2026 di Sumatera Selatan. Sebanyak 98 lokasi di antaranya telah dapat segera dilaksanakan dengan target penyelesaian akhir tahun hingga kuartal pertama 2027. Untuk mendukung elektrifikasi di 98 lokasi tersebut, direncanakan pembangunan jaringan tegangan menengah sepanjang 141,18 kilometer sirkuit, jaringan tegangan rendah sepanjang 193,94 kilometer sirkuit, serta gardu distribusi dengan kapasitas total 5.450 kVA.

Andriah menekankan, penyelesaian aspek lahan dan perizinan harus berjalan seiring dengan kesiapan teknis karena keterlambatan pada tahap tersebut dapat berdampak langsung terhadap jadwal pembangunan di lapangan.

“Kami berharap forum ini tidak berhenti pada sinkronisasi data saja. Kita perlu memastikan status setiap lokasi, status lahannya, status perizinannya, dokumen yang masih diperlukan, pihak yang bertanggung jawab, serta target waktu penyelesaiannya. Dengan begitu, setelah kegiatan ini kita memiliki langkah konkret yang harus segera dilakukan oleh masing-masing pihak,” kata Andriah.

General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan keberhasilan Program Lisdes tidak hanya ditentukan oleh pembangunan jaringan, tetapi juga kesiapan seluruh unsur pendukung sebelum pekerjaan dimulai di lapangan.

“Bagi kami, listrik bukan sekadar jaringan dan tiang. Ketika listrik hadir, masyarakat memperoleh akses yang lebih luas terhadap pendidikan, kesehatan, informasi, kegiatan produktif, hingga peluang mengembangkan usaha. Karena itu, setiap lokasi perlu kita siapkan bersama agar pembangunan dapat berjalan tepat sasaran dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Diksi.

Kondisi tersebut mencakup akses jalan yang belum dapat dilalui kendaraan pengangkut material, lokasi yang berada di wilayah perairan, kebutuhan penyelesaian persoalan tanam tumbuh, hingga rencana jaringan yang melintasi kawasan hutan produksi maupun hutan lindung. Lokasi lainnya masih memerlukan penyesuaian program dan verifikasi bersama sebelum dapat ditindaklanjuti.

Menurut Diksi, pemetaan tersebut penting agar setiap kendala memiliki langkah penyelesaian, pihak yang bertanggung jawab, serta target tindak lanjut yang jelas.

“PLN telah menyiapkan perencanaan teknis dan langkah pelaksanaannya. Namun, karakter setiap lokasi berbeda. Ada yang membutuhkan kepastian lahan, pembukaan akses mobilisasi material, penyelesaian tanam tumbuh, hingga perizinan kawasan hutan. Inilah yang perlu kita selesaikan bersama agar pekerjaan di lapangan nantinya bisa berjalan lebih cepat, aman, dan sesuai ketentuan,” jelas Diksi.

Dalam forum tersebut, pemerintah daerah memiliki peran penting terutama dalam pemutakhiran serta validasi data calon lokasi, kepastian status dan pemanfaatan lahan, dukungan akses menuju lokasi pembangunan, penyelesaian persoalan sosial maupun tanam tumbuh, serta fasilitasi dokumen perizinan sesuai kewenangan masing-masing.

Selain melalui perluasan jaringan listrik, PLN juga menyiapkan alternatif elektrifikasi untuk daerah yang secara geografis sulit dijangkau jaringan eksisting. Di Sumatera Selatan, terdapat rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung Program Lisdes di 14 lokasi.

Melalui sinkronisasi ini, PLN bersama pemerintah pusat dan daerah juga memetakan langkah tindak lanjut untuk setiap lokasi, mulai dari validasi data, pemenuhan kesiapan lahan, penyelesaian perizinan, hingga pemantauan progres secara berkala. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bersama agar pelaksanaan Program Lisdes berjalan lebih terukur.

Diksi menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar berbagai hambatan dapat diselesaikan sebelum memasuki tahap konstruksi.

“Kami ingin forum ini menghasilkan langkah nyata untuk setiap lokasi, bukan hanya menyamakan data. PLN siap berkolaborasi dan terus terbuka terhadap usulan desa maupun dusun yang masih membutuhkan akses listrik. Dengan peran yang jelas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat, kami optimistis pemerataan kelistrikan di Sumatera Selatan dapat terus dipercepat,” tutup Diksi.

Sinergi tersebut diharapkan memperkuat pelaksanaan Program Lisdes 2026–2029 sehingga pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat berlangsung tepat sasaran, memenuhi ketentuan yang berlaku, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat hingga ke wilayah perdesaan dan pelosok Sumatera Selatan. (Ning/ril)