Bupati Rijanto Apresiasi Launching SPPG Polres Blitar sebagai Penguat Program Gizi Masyarakat

BLITAR -(deklarasinews.com)- Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M mengapresiasi peluncuran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Polres Blitar yang berlangsung di Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan, Kamis (13/11/2025).

Program ini dinilai menjadi penguat penting dalam upaya percepatan pemenuhan gizi masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blitar.

Acara launching SPPG tersebut dihadiri Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si., Wakil Bupati H. Beky Herdihansah, jajaran Forkopimda, Forkopimcam, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan solidnya kolaborasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Polres Blitar atas inisiatif dan peran aktifnya dalam memperkuat program gizi pemerintah daerah. Menurutnya, SPPG berperan strategis dalam meningkatkan kesadaran gizi masyarakat sekaligus memperluas jangkauan layanan makan bergizi secara merata.

“Pemerintah Kabupaten Blitar memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Blitar yang telah berperan aktif dalam mendukung dan mengimplementasikan program Makan Bergizi Gratis,” ujar Rijanto.

Ia menambahkan bahwa program MBG tidak hanya sekadar pembagian makanan bergizi, tetapi juga mengandung nilai edukasi dan pemberdayaan. Pelaksanaannya harus mengutamakan potensi dan produk lokal agar manfaat ekonomi turut dirasakan masyarakat.

“Program ini sangat strategis dalam membangun generasi emas Kabupaten Blitar. Karena itu, kita dorong agar produk dan potensi lokal dilibatkan sehingga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman menyampaikan bahwa pendirian SPPG merupakan komitmen kepolisian untuk membantu percepatan pemenuhan gizi serta memperluas jangkauan layanan MBG. Ia berharap lebih banyak SPPG bisa dibangun di desa-desa lainnya.

“Semakin banyak SPPG didirikan, maka semakin cepat pula pemenuhan gizi bagi masyarakat. Kami bersyukur program ini bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Kapolres menekankan bahwa pelayanan SPPG harus dilakukan dengan sepenuh hati agar manfaat program semakin dirasakan oleh masyarakat.

“Pelayanan SPPG bukan hanya memasak dan membagikan makanan, tetapi melayani dengan cinta. Dengan begitu, manfaatnya dapat lebih luas sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal,” imbuhnya. (ADV)

Dinsos Kabupaten Blitar Salurkan BLT Cukai Tahap 5 kepada Buruh Tembakau

BLITAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Sosial menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap ke 5 di bulan november ini dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Penyaluran dimulai sejak 1 Juli 2025 dan menyasar ribuan buruh sektor pertembakauan.

Bantuan diberikan kepada buruh pabrik rokok, buruh tani tembakau, dan buruh tani cengkeh yang berdomisili di Kabupaten Blitar. Selain itu, pekerja di dua perusahaan rokok yang berlokasi di Kota Blitar juga tercakup dalam program ini.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Blitar, Yuni Urinawati, menyebut jumlah penerima yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) sebanyak 3.997 orang. Dari total itu, 3.901 di antaranya telah melalui proses klarifikasi data dan siap menerima bantuan.

“Sisanya masih dalam proses pembukaan rekening untuk pencairan. Tapi penyaluran tahap ke 5 sudah mulai kami lakukan meski ada perubahan , ada yang keluar ada juga yang masuk” ujar Yuni saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (11/11/2025).

BLT disalurkan melalui Bank Jatim untuk menjamin distribusi yang transparan dan tepat sasaran. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan selama enam bulan berturut-turut.

Yuni menegaskan, program ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Blitar dalam memberikan perlindungan sosial bagi warga yang bekerja di sektor yang terdampak langsung oleh regulasi dan kebijakan cukai tembakau.

Pemerintah daerah berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan penghasilan dari industri hasil tembakau dan perkebunan terkait.

“Ini bentuk komitmen kami dalam memastikan bahwa pekerja sektor informal, terutama di bidang tembakau, tetap mendapat perhatian dan dukungan pemerintah daerah,” tambah Yuni.

 

Bupati Blitar Dorong Media Jadi Garda Terdepan Tangkal Hoaks di Era Digital

BLITAR -(deklarasinews.com)- Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, M.M., menegaskan pentingnya peran media sebagai garda terdepan dalam menangkal hoaks dan disinformasi yang semakin marak di era digital. Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Community Gathering bagi insan media yang berlangsung di Ruang Rapat Candi Penataran Lantai 3 Kantor Bupati Blitar, Rabu (12/11/2025).

Dengan mengangkat tema “Kemitraan Strategis Pemerintah Daerah, Kepolisian dan Pers: Merajut Informasi Akurat Demi Keamanan, Ketertiban dan Kesejahteraan Masyarakat”, kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati H. Beky Herdihansah, Plt. Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian, sejumlah kepala OPD, narasumber, serta para jurnalis dari berbagai media lokal dan nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan media yang terus menghadirkan pemberitaan informatif dan berimbang. Ia menilai media merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban daerah.

“Silaturahmi hari ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan insan pers. Media adalah mitra penting dalam membangun Kabupaten Blitar,” ujar Bupati Rijanto.

Ia menyoroti tantangan besar di era digital, di mana arus informasi yang begitu cepat sering diiringi oleh maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan keresahan publik jika tidak diantisipasi secara bijak.

“Hoaks bukan hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi memecah belah masyarakat. Karena itu, media harus menjadi penjaga kebenaran informasi dengan terus menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan menyejukkan,” tegasnya.

Bupati Rijanto mengajak insan media untuk terus mengembangkan jurnalisme damai dan edukatif, sekaligus memperkuat literasi publik agar masyarakat semakin cerdas dalam menerima serta menyebarkan informasi.

Selain itu, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan media dapat semakin solid guna mewujudkan sistem informasi publik yang transparan, cepat, dan terpercaya.

“Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, Polres, dan insan pers, saya optimis ekosistem informasi di Kabupaten Blitar akan semakin sehat dan berdampak positif bagi masyarakat,” imbuhnya. (ADV)

Bupati Blitar Tekankan Pemerataan Layanan Kesehatan pada Peringatan HKN ke-61 di Blitar

BLITAR -(deklarasinews.com)- Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 di Kabupaten Blitar menjadi momentum penting bagi Pemerintah Daerah untuk meneguhkan kembali komitmen membangun masyarakat yang sehat dan berdaya. Acara yang digelar di Hutan Pinus Loji, Kecamatan Gandusari, Rabu (12/11/2025), dihadiri Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M bersama Wakil Bupati H. Beky Herdihansah, pimpinan DPRD, Sekda, jajaran OPD, serta tenaga kesehatan dari seluruh Puskesmas.

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan menegaskan bahwa peringatan HKN harus menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.

“Hari Kesehatan Nasional bukan hanya peringatan rutin, tetapi ajakan bagi kita semua untuk terus meningkatkan pelayanan yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Mengangkat tema nasional “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, Bupati menilai bahwa kesehatan generasi muda menjadi fondasi penting pembangunan daerah. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia yang sehat secara fisik, mental, dan sosial merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan Kabupaten Blitar.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus memperluas akses layanan kesehatan, meningkatkan kapasitas tenaga medis, hingga memperkuat kampanye gizi dan sanitasi di tengah masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan Catur Dharma Bupati dan Wakil Bupati Blitar dalam mewujudkan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan.

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa hak kesehatan masyarakat telah dijamin dalam UUD 1945 Pasal 28H dan Pasal 34 Ayat (3), yang menempatkan layanan kesehatan sebagai hak dasar setiap warga negara.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rijanto juga menyoroti tantangan kesehatan yang masih dihadapi Kabupaten Blitar, di antaranya stunting, penyakit tidak menular, serta masalah kesehatan lingkungan. Meski demikian, ia optimistis berbagai tantangan tersebut dapat diselesaikan melalui kolaborasi pemerintah daerah, tenaga medis, dan partisipasi aktif masyarakat.

“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, saya yakin Kabupaten Blitar mampu menurunkan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Bupati turut memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan atas langkah-langkah edukatif, termasuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi kesehatan seperti imunisasi, pencegahan stunting, hingga perilaku hidup bersih dan sehat.

Di akhir sambutannya, Bupati Rijanto berterima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah mengabdikan diri untuk masyarakat, sekaligus mengajak semua pihak menjadikan HKN sebagai pengingat pentingnya kesehatan sebagai modal utama pembangunan daerah.

“Mari kita jadikan HKN ini sebagai dorongan bersama untuk memperkuat kesadaran dan kolaborasi demi Blitar yang lebih sehat dan berdaya,” imbuhnya. (ADV)

DBHCHT 2025 Pemkab Blitar Alokasikan untuk Jaminan Kesehatan Warga Miskin

BLITAR -(deklarasinews.com)-  Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Kesehatan memastikan bahwa alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 tetap diprioritaskan untuk sektor kesehatan masyarakat.

Salah satunya iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Hasnan Effendi menjelaskan, bahwa pada tahun 2025 terdapat beberapa program penting yang telah ditetapkan.

Salah satu porsi anggaran terbesar DBHCHT tetap diarahkan untuk membiayai iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat tidak mampu.

“Total anggaran untuk premi BPJS Kesehatan sebesar Rp12.694.874.600. Selisih Rp 425.000 digunakan sebagai biaya pendukung administrasi,” terangnya.

Hasnan menyebut, penerima manfaat premi BPJS Kesehatan yang dibiayai khusus dari DBHCHT mencapai 27.986 jiwa per bulan.

Untuk total dengan sumber pembiayaan lain, Penerima Bantuan Iuran (PBI) pusat, jumlah warga Kabupaten Blitar yang ditanggung pemerintah mencapai sekitar 77 ribu jiwa. Pembayaran premi dilakukan selama 12 bulan agar kepesertaan tetap aktif.

Terkait proyeksi penurunan DBHCHT pada tahun berjalan, Hasnan berharap pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu tidak terpengaruh.

“Harapannya kuota PBI yang dibiayai DBHCHT tidak berkurang. Kalau harus ada penyesuaian, maka OPD lain yang menyesuaikan. Kondisi kesehatan masyarakat harus tetap jadi prioritas,” ucapnya.

Hasnan menambahkan, fokus utama pemerintah tetap memastikan masyarakat Kabupaten Blitar memiliki akses kesehatan yang merata dan memadai.

“Semoga masyarakat Kabupaten Blitar tetap sehat. Itu yang paling penting,” tutupnya.

 

Bupati Blitar Serukan Penguatan Literasi sebagai Kunci Kemajuan Daerah

BLITAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Festival Literasi Tahun 2025 dengan tema “Literasi Maju, Kabupaten Blitar Berdaya dan Berjaya” di halaman kantor dinas setempat, Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat budaya literasi sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia.

Acara dibuka oleh Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, M.M, dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi, sejumlah kepala OPD, para pegiat literasi, komunitas baca, pelajar, serta masyarakat pemerhati literasi.

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menegaskan bahwa literasi merupakan kunci utama kemajuan daerah. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pemenang lomba dan penerima penghargaan Aktivis Literasi 2025, seraya mengingatkan bahwa budaya membaca, menulis, serta berpikir kritis merupakan fondasi penting dalam menghadapi tantangan zaman.

“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi kemampuan memahami, menganalisis, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tegasnya.

Bupati Rijanto juga menyerukan penguatan literasi di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari sekolah, kampus, komunitas, hingga desa-desa. Menurutnya, derasnya arus informasi digital menuntut masyarakat Blitar untuk semakin cerdas dalam memilah dan memanfaatkan informasi secara bijak.

Ia menyebut peran para aktivis literasi sangat vital sebagai penjaga nalar publik, terutama di tengah maraknya informasi yang tidak terverifikasi. Karena itu, ia berharap gerakan literasi dapat terus menjadi budaya kolektif yang mengakar kuat di Kabupaten Blitar.

“Festival Literasi ini merupakan wujud semangat masyarakat Kabupaten Blitar dalam menumbuhkan budaya literasi di setiap sendi kehidupan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti sejumlah tantangan seperti menurunnya minat baca tradisional, pergeseran perilaku membaca ke media sosial, serta ketimpangan akses literasi di beberapa wilayah. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Blitar terus mendorong inovasi literasi, mulai dari pengembangan perpustakaan digital, penyediaan pojok baca di desa dan sekolah, hingga kolaborasi dengan komunitas dan pegiat literasi.

“Dengan kerja bersama, saya yakin literasi dapat menjadi jantung peradaban dan pondasi bagi Kabupaten Blitar untuk terus maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar, Dr. Jumali, S.Pd., M.AP, menjelaskan bahwa Festival Literasi 2025 bertujuan membentuk ruang interaktif antara masyarakat dan sumber pengetahuan. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Festival Literasi bukan sekadar hiburan edukatif, tetapi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berpengetahuan luas dan berbudaya literasi,” ujarnya. (ADV)

Bupati Blitar Dorong PPDI Perkuat Sinergi dalam Pembangunan Desa

BLITAR -(deklarasinews.com)- Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M mendorong Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Rijanto saat menghadiri pengukuhan dan pelantikan pengurus PPDI Kabupaten Blitar masa bhakti 2025–2030 yang berlangsung di Pendopo Kantor Bupati Blitar, Kanigoro, Selasa (11/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Bupati Rijanto menyampaikan selamat kepada para pengurus PPDI yang baru dilantik dan menegaskan pentingnya peran perangkat desa sebagai garda terdepan pelayanan publik dan penggerak pembangunan di tingkat desa.

“PPDI memiliki peran strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan di desa. Perangkat desa bukan sekadar pelaksana administrasi, tetapi motor utama pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Rijanto.

Ia menekankan bahwa pengukuhan PPDI harus menjadi momentum memperkokoh kolaborasi antara perangkat desa dan pemerintah daerah, terutama dalam menjalankan berbagai program strategis yang sejalan dengan kebijakan pusat dan provinsi.

“Sinergi ini penting agar program seperti penanggulangan kemiskinan, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, serta pengembangan ekonomi lokal dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Selain memperkuat koordinasi, Bupati Rijanto juga meminta seluruh perangkat desa untuk tetap patuh pada regulasi dan menjaga transparansi dalam pengelolaan anggaran desa. Ia mengingatkan agar Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) digunakan secara tepat sasaran demi kemanfaatan masyarakat.

“Hindari penyimpangan, dan pastikan setiap rupiah dari anggaran desa memberikan manfaat nyata bagi warga,” imbuhnya.

Bupati juga mendorong perangkat desa untuk menggali dan mengembangkan potensi unggulan lokal, termasuk pertanian, peternakan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM. Ia menilai penguatan BUMDes serta Koperasi Merah Putih menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi desa.

“BUMDes dan Koperasi Merah Putih harus menjadi wadah pemberdayaan ekonomi warga, membuka lapangan kerja, dan mendorong desa lebih mandiri,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Bupati Rijanto mengajak PPDI menjadikan momentum pengukuhan ini sebagai langkah memperkuat kapasitas, soliditas, dan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Semangat kebersamaan, loyalitas, dan integritas adalah kunci dalam mewujudkan desa yang berdaya, rakyat yang sejahtera, dan Kabupaten Blitar yang semakin maju,” imbuhnya. (ADV)

Gelar Reses, Anggota DPRD Ridwan Akbar Terima Aspirasi Infrastruktur

KOTA TANGERANG -(deklarasinews.com)- Anggota DPRD Kota Tangerang Ridwan Akbar menggelar Reses kesatu masa sidang tahun 2025-2026 di daerah pemilihan Ciledug, Karang Tengah dan Larangan. Mayoritas aspirasi masyarakat masih seputar infrastruktur di lingkungan.

“Tidak berbeda dari reses sebelumnya,  aspirasi terkait infrastruktur masih mendominasi, infrastruktur di lingkungan seperti permintaan pembangunan Posyandu, pengaktifan lampu PJU dan Tangerang Terang yang mati dibanyak titik, hingga pengajuan drainase untuk mengurangi banjir,” ujar Ridwan.

Sekretaris Komisi 1 DPRD ini juga menerima aspirasi non fisik yaitu terkait informasi dan program beasiswa pendidikan.

“Aspirasi ini disampaikan para orang tua yang menanyakan peluang-peluang beasiswa untuk pendidikan anak-anaknya.

Terkait ini ada program yang dapat diikuti seperti PIP dan Tangerang Cerdas,” ungkap politisi PKS ini.

Selanjutnya hasil reses akan disampaikan oleh anggota DPRD kepada pimpinan melalui laporan reses diberikan kepada Pemkot untuk ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan.

“Aspirasi masyarakat yang disampaikan akan dikawal untuk ditindaklanjuti oleh Dinas terkait,” ujarnya.(ADV)

Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi Lantik 17 Pejabat dan Tunjuk 4 Plt, Tegaskan “Budaya Kerja Jalan Lurus” untuk Pelayanan Publik yang Tulus

TANGGAMUS  -(deklarasinews.com)- Bupati Tanggamus, H. Moh. Saleh Asnawi, Melantik dan mengambil sumpah jabatan belasan pejabat manajerial dan non-manajerial di Sekretariat Pemkab setempat, Rabu 17 September 2025

Pada format data pelantikan yang diterima, Bupati juga menunjuk 4 pelaksana tugas sejumlah jabatan, hal ini menjadi momentum penting untuk penyegaran organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Berikut daftar pejabat yang dilantik beserta jabatan lamanya dan jabatan barunya:

  1. Syamdjuniston, S.H., M.M., dari Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.
  2. Riswanda Djunaidi, S.E., M.M., dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjadi Kepala Bidang Tanaman Pangan Pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura.
  3. Taufik Hidayat, S.E., M.Kes., dari Kepala Dinas Kesehatan menjadi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan.
  4. Adi Putra, S.E., dari Sekretaris Kecamatan Kota Agung menjadi Camat Kota Agung.
  5. Evi Silvia, S.H., M.M., dari Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup menjadi Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Sekretariat Daerah.
  6. Rachmat Hidayat, S.P., dari Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura menjadi Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura.
  7. Wiwin Triani, S.E., M.M., dari Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadi Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan.
  8. Mahrizan Al-Rizkie, S.Kom., M.T.I., dari Penelaah Teknis Kebijakan pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia menjadi Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
  9. Bambang Probo Sampurno, S.STP., M.Si., dari Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia menjadi Kepala Bidang Pengawasan Perikanan pada Dinas Perikanan.
  10. David Erwin Gunawan, S.K.M., dari Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan menjadi Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.
  11. Rohalyana, S.E., M.M., dari Kepala Bidang Sejarah dan Tradisi pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus menjadi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
  12. John Hendrik, S.Kom., M.M., dari Kepala Sub Bidang Penatausahaan Aset Daerah pada Bidang Aset Daerah pada Badan Pengelola Keuangan Daerah menjadi Kepala Bidang PBB-P2, BHTB dan Opsen Pajak pada Badan Pendapatan Daerah.
  13. Ria Sundari, S.E., M.M., dari Analis Kebijakan Ahli Muda pada Dinas Tenaga Kerja menjadi Kepala Bidang Pelaporan dan Pengawasan Pajak Daerah pada Badan Pendapatan Daerah.
  14. Suherli, S.T., M.M., dari Penelaah Teknis Kebijakan pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menjadi Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
  15. Amiril Hasan, S.I.P., dari Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Perikanan Budidaya Air Tawar Wilayah Barat pada Dinas Perikanan menjadi Kepala Bidang Produksi Peternakan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan.
  16. dr. Panji Indra Purnama, dari Dokter Ahli Muda pada Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Sanggi Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus menjadi Kepala Bidang Pelayanan pada Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang.
  17. Taman Prasi, S.K.M., MKKK., dari Inspektur Pembantu III pada Inspektorat Daerah menjadi Auditor Ahli Madya pada Inspektorat Daerah Kabupaten Tanggamus.

Selain pejabat definitif tersebut, beberapa posisi strategis, Bupati juga menunjuk Pelaksana Tugas, yakni:

  1. Irvan Wahyudi, S.T., M.M., Jabatan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ditunjuk menjadi Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
  2. Ir. Belli Pahlupi, S.T., M.T., jabatan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, ditunjuk menjadi Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
  3. Hi. Bambang Nurwanto, S.K.M., M.Kes., jabatan Sekretaris Dinas Kesehatan ditunjuk menjadi Plt. Kepala Dinas Kesehatan.
  4. Drs. Sabar Marulak Sitanggang, jabatan Kepala Bidang Layanan Kepemudaan pada Dinas Pemuda dan Olahraga ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan.

Bupati Tanggamus, H. Moh. Asnawi menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan hasil penilaian kinerja dan kompetensi, tanpa praktik gratifikasi atau pungutan.

Ia meminta para pejabat baru segera bekerja profesional, membangun tim yang solid, dan mendukung percepatan pembangunan daerah.

Bupati juga memperkenalkan konsep “Budaya Kerja Jalan Lurus” yang harus dipegang teguh oleh seluruh jajaran pemerintah, dengan lima prinsip utama yakni fokus pada tujuan yang jelas, menghindari penyimpangan, menjaga integritas dan kejujuran, berkomitmen pada kolaborasi dan istiqomah (konsisten) dalam bekerja.

“Kita harus ingat, bahwa kita ada karena masyarakat. Kita ini pelayan, bukan dilayani. Turunlah langsung ke lapangan dan berikan pelayanan terbaik,” tegas Bupati Asnawi.

Bupati berharap pelantikan ini membawa semangat baru bagi seluruh ASN.

“Dengan semangat Bekerja jalan lurus dan pelayanan tulus, pembangunan Tanggamus akan lebih cepat terwujud,” tandasnya. (ADV)

Bupati Rijanto Lantik Khusna Lindarti sebagai Sekda Blitar

BLITAR -(deklarasinews.com)- Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, melantik Khusna Lindarti sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif kabupaten Blitar pada Kamis ( 16/10/2025) malam di Pendopo agung Ronggo Hadi Negoro Utara Alun Alun Blitar.

Khusna Lindarti yang meniti karirnya hingga mencapai jabatan tertinggi ASN yakni, menjadi Sekda kabupaten Blitar dan sebagai wanita pertama yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemerintah Kabupaten Blitar sekaligus Pelaksana Jabatan Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Blitar,

Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, di saksikan ratusan pasang mata, Khusna Lindarti melangkah maju mengambil sumpah jabatan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif kabupaten Blitar.

Ia juga telah mengukir sejarah sebagai wanita pertama mejadi Sekda, dengan segudang pengalaman panjang di tata kelola pemerintahan Kabupaten Blitar. Pelantikan berjalan dengan khidmat.

Sementara itu, Drs, H  Rijanto menyampaikan, selain di dampingi Wakil Bupati Beky Herdiansyah dalam pelantikan Sekda Kabupaten Blitar, juga hadir Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi, Para Wakil Ketua DPRD, Sekda Kabupaten Tulungagung, Sekda Kabupaten Kediri, Sekretaris Dewan, Forkopimda, para kepala OPD, dan tokoh masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Blitar akhirnya memiliki nakhoda administratif setelah melalui proses panjang yang sempat membuat roda birokrasi berjalan lambat.

“Alhamdulillah, saat ini kita sudah memiliki Sekda definitif. Ke depan, kita akan bersama-sama mengawal Kabupaten Blitar menuju capaian visi dan misi pemerintah daerah, yakni kabupaten Blitar yang Berdaya dan Berjaya,” ungkapnya.

Lanjut Bupati Blitar juga menyampaikan bahwa, pengangkatan Sekda bukan sekadar seremonial jabatan tinggi Pratama, ini adalah momentum mempercepat kerja dan kinerja pemerintahan kabupaten Blitar serta memperkuat tata kelola birokrasi kedepannya.

“Saya berharap Ibu Khusna bergerak cepat, melakukan koordinasi intensif dengan para kepala OPD agar pelayanan publik semakin optimal. Dengan kerja bersama, kita bisa mewujudkan Kabupaten Blitar yang mandiri, sejahtera, dan berlandaskan akhlak mulia, berdaya dan berjaya,” jelasnya.

Terpisah, setelah dilantik, Sebagai Sekda Kabupaten Blitar definitiv, Khusna Lindarti tidak menunggu waktu lama untuk menegaskan arah kerjanya. Dengan nada tenang namun tegas, ia menyampaikan komitmen bahwa jabatan Sekda bukanlah puncak karier, melainkan panggilan pengabdian.

“Kami langsung fokus pada penyelesaian RPJMD serta persiapan penyusunan APBD tahun mendatang. Semua itu membutuhkan sinergi, koordinasi, dan komunikasi yang baik antar perangkat daerah,” paparnya.

Lanjut, Ia menyampaikan bahwa, tantangan ke depan bukan hanya soal angka dan dokumen, tapi juga tentang membangun kepercayaan publik terhadap birokrasi. Di tengah tuntutan masyarakat akan transparansi dan pelayanan publik yang cepat, kami bertekad membangun pola kerja kolaboratif.

“Kami mohon doa dan dukungannya, dalam kerja keras, dan kebersamaan, saya yakin kita bisa mewujudkan Kabupaten Blitar yang berdaya saing tinggi, memberikan pelayanan publik yang semakin prima, dan menjadi daerah yang benar-benar berjaya dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.(Laila)