DBHCHT 2025, Progres Rehab Pustu Midodaren Capai 60 Persen

BLITAR -(deklarasinews.com)- Hingga pertengahan November, pengerjaan di beberapa lokasi telah mencapai 60 hingga 90 persen dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir tahun 2025.

Fasilitas kesehatan yang tengah direvitalisasi salah satunya Pustu Midodaren di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Pembenahan yang dilakukan mencakup perbaikan ruang pelayanan, penguatan struktur bangunan, hingga peningkatan berbagai fasilitas penunjang untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna layanan.

Tahun anggaran 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar menerima alokasi DBHCHT sebesar Rp15,2 miliar.

Dari total tersebut, Rp1,68 miliar difokuskan untuk rehabilitasi gedung layanan kesehatan, sejalan dengan prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur kesehatan dasar.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Blitar, Muhdianto, menegaskan, bahwa seluruh pengerjaan berjalan sesuai jadwal.

“InsyaAllah proses pembangunan dan perbaikan dipastikan rampung akhir tahun 2025,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Ia menambahkan, pembenahan gedung sangat penting untuk menunjang layanan promotif, preventif, maupun kuratif kepada masyarakat.

Kondisi fasilitas yang semakin representatif juga diyakini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.

Tak hanya perbaikan fisik, DBHCHT 2025 juga dialokasikan untuk dua program penting lainnya, yakni peningkatan mutu layanan dan dukungan pembiayaan operasional. Seluruhnya diarahkan untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dasar di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.

Muhdianto mengungkapkan, bahwa alokasi DBHCHT tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya.

“Kami berharap ke depan alokasinya bisa terus ditingkatkan, sehingga semakin banyak Pustu dan Puskesmas yang bisa dibenahi,” tutupnya.

 

Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan DBHCHT Tahun 2025 dan Rencana Kegiatan DBHCHT Tahun 2026 oleh Disperindag Kabupaten Blitar

BLITAR -(deklarasinews.com)- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar menggelar evaluasi pelaksanaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025 serta menyusun rencana kegiatan tahun anggaran 2026.

Kegiatan berlangsung di Hotel Ilhami, Jl. Raya Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Rabu (19/11/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Disperindag menghadirkan narasumber dari Bagian Perekonomian Setda Pemkab Blitar serta perwakilan Gaperoma untuk memberikan pemaparan dan masukan terkait optimalisasi pemanfaatan DBHCHT di sektor industri hasil tembakau.

Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi menjelaskan, bahwa evaluasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh program yang dibiayai DBHCHT berjalan efektif.

Salah satu kegiatan yang menjadi fokus evaluasi adalah pelatihan pelintingan rokok yang digelar beberapa tahap dengan menggandeng sejumlah perusahaan rokok.

“Pelatihan pelintingan rokok menjadi salah satu upaya kami meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya para peserta yang terlibat langsung dalam industri hasil tembakau,” ujar Darmadi.

Selain itu, pihaknya juga mengevaluasi pelaksanaan pelatihan penguatan SDM karyawan pabrik rokok.

Program ini dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja sehingga mampu mendorong produktivitas perusahaan.

Darmadi menambahkan, untuk rencana kegiatan DBHCHT tahun anggaran 2026, Disperindag masih akan melanjutkan program-program yang dinilai efektif pada tahun sebelumnya.

Pelatihan penguatan SDM pabrik rokok serta pelatihan pelintingan rokok akan tetap menjadi agenda prioritas.

“Melalui pelatihan penguatan SDM, kami berharap karyawan pabrik rokok dapat meningkatkan keterampilan dan kinerjanya. Sedangkan pelatihan pelintingan rokok kami dorong agar peserta mampu menguasai teknik pelintingan secara profesional,” imbuhnya.

 

Target Rampung Akhir Tahun 2025, DBHCHT Danai Rehabilitasi Puskesmas Suruwadang

BLITAR -(deklarasinews.com)- Progres rehabilitasi sejumlah Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang dibiayai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Blitar tahun anggaran 2025 kini telah mencapai 60 hingga 90 persen. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025.

Rehabilitasi di Pukesmas Suruwadang, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar sudah mencapai 60 persen. Adapun yang direhab kurang lebih di bagian atap gedung, UGD dan tempat parkir ambulance.

Pj Klaster 1 Puskesmas Suruwadang, Ika Krisnawati mengatakan, pekerjaan meliputi pembenahan ruang pelayanan, perbaikan struktur bangunan, hingga peningkatan fasilitas penunjang.

“Kita berharap dengan adanya gedung pukesmas bisa meminimalisir resiko, dan bisa memberikan pelayanan lebih baik lagi untuk masyarakat,” terangnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Blitar, Muhdianto memastikan pembangunan berjalan sesuai target.

“InsyaAllah proses pembangunan dan perbaikan dipastikan rampung akhir tahun 2025,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Ia menegaskan, bahwa kondisi gedung yang layak akan sangat menunjang layanan promotif, preventif, maupun kuratif kepada masyarakat.

“Rehabilitasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah,” katanya.

Selain perbaikan infrastruktur, menurut Muhdianto, DBHCHT 2025 juga digunakan untuk dua program lain, yaitu peningkatan mutu layanan serta pembiayaan operasional. Seluruh program diarahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar di berbagai wilayah Kabupaten Blitar.

Muhdianto menambahkan, bahwa alokasi DBHCHT tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

“Kami berharap ke depan alokasinya bisa terus ditingkatkan, sehingga semakin banyak Pustu dan Puskesmas yang bisa dibenahi,” menutup statementnya.

 

Bupati Blitar Tegaskan Pentingnya Sinergi Pengawasan untuk Desa Transparan dan Berintegritas

BLITAR -(deklarasinews.com)- Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM., menegaskan pentingnya sinergi pengawasan antara pemerintah desa, aparat pengawas, dan masyarakat untuk mewujudkan desa yang transparan, bersih, dan berintegritas.

Hal tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Desa (Rakorwasdes) yang diselenggarakan Inspektorat Kabupaten Blitar di Pendopo Sasana Adhi Praja, Senin (17/11/2025).

Kegiatan bertema “Desa Berintegritas, Pengawasan Partisipatif untuk Dana Desa yang Bersih” ini diikuti Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdihansah, para camat, serta seluruh kepala desa se-Kabupaten Blitar.

Rakorwasdes menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan partisipatif dalam pengelolaan desa, khususnya terkait transparansi penggunaan dana desa. Melalui forum ini, Inspektorat dan pemerintah desa diharapkan dapat menyamakan langkah dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menekankan bahwa integritas adalah fondasi dalam setiap proses pembangunan desa. Ia mengajak perangkat desa membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Sinergi antara pemerintah, aparat pengawas, dan masyarakat sangat penting agar tata kelola desa berjalan sesuai aturan. Dengan pengawasan yang solid, kita bisa menghadirkan desa yang bersih, maju, dan berintegritas,” ujarnya.

Melalui penguatan pengawasan yang lebih kolaboratif dan transparan, Pemkab Blitar berharap seluruh desa mampu mengelola anggaran secara tepat sasaran serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa. (ADV)

Bupati Blitar Tegaskan Dukungan untuk Operasi Zebra Semeru 2025, Prioritaskan Keselamatan Jalan

BLITAR -(deklarasinews.com)- Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM., menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 sebagai upaya prioritas untuk meningkatkan keselamatan jalan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Blitar.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat mendampingi Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman, SIK, M.Si., dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Semeru 2025 yang berlangsung di Alun-Alun Kanigoro, Senin (17/11/2025).

Berdasarkan data Ditlantas Polda Jatim periode Januari hingga Oktober 2025, angka kecelakaan lalu lintas mencapai 22.815 kasus. Dari jumlah tersebut, 2.792 orang dinyatakan meninggal dunia, 927 mengalami luka berat, dan 33.316 lainnya mengalami luka ringan. Data tersebut menjadi alarm penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih disiplin dalam berkendara.

Dalam amanat Kapolda Jatim yang dibacakan Kapolres Blitar, disebutkan bahwa Operasi Zebra Semeru 2025 akan digelar selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Operasi ini mengedepankan langkah preventif, edukatif, tegas, dan humanis dalam menumbuhkan kesadaran serta kepatuhan berlalu lintas.

Kapolres Arif menekankan pentingnya kolaborasi seluruh jajaran kepolisian dan pemangku kepentingan agar pelaksanaan operasi dapat berjalan efektif dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Bupati Rijanto menyambut baik pelaksanaan operasi tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar untuk mendukung penuh melalui berbagai upaya pendukung keselamatan transportasi. “Kami terus meningkatkan dan memperbaiki infrastruktur jalan, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” ujarnya.

Selain apel pasukan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan penghargaan Lomba Poskamling, yang meliputi kategori Sistem Keamanan, Keaktifan Masyarakat, Inovasi, serta Simulasi/Peragaan. Penghargaan juga diberikan kepada para local hero di bidang keselamatan dan pelopor kampung tertib lalu lintas sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka menjaga keamanan lingkungan. (ADV)

DBHCHT 2025, Progres Pembangunan Gedung Pustu di Desa Tumpak Kepuh Capai 80 Persen

BLITAR -(deklarasinews.com)- Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar membangun gedung Puskesmas Pembantu (Pustu) baru di Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten litar, menggunakan dana dari optimalisasi DBHCHT 2025.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Blitar, Muhdianto menjelaskan pembangunan ini diperkirakan akan rampung pada pertengahan Desember 2025, dengan progres saat ini sekitar 60 perseb hingga 80 perseblb dari total angaran Rp 515.937.500,00 dari anggaran DBHCHT.

Pelaksanaan proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Pendanaan pembangunan dibiayai melalui optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025.

Progres pengerjaan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2025.

Pembangunan ini bertujuan untuk memastikan masyarakat di Desa Tumpak Kepuh mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan merata.

Miswanto, Kades Tumpak Kepuh menambahkan, pembagunan pustu ini untuk peningkatan layanan kesehatan, terutama di tingkat pertama.

“Gedung pustu kita tempatkan di dekat balai desa supaya masyarakat mudah menjangkau, akses jalan juga memadai, satu lagi biar kantor desa ini terlihat tetap ada aktifitasnya. Biar tidak sepi,” terangnya.

“Diharapkan dengan adanya gedung pustu ini, pelayanan masyarakat lebih utama terutama di bidang kesehatan yang terjangkau dan mudah di akses warga,” imbuhya.

 

Bupati Blitar Tinjau Sejumlah Proyek Infrastruktur, Pastikan Pekerjaan Sesuai Target

BLITAR -(deklarasinews.com)- Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M., meninjau perkembangan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blitar pada Jumat (14/11/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana, terutama menjelang akhir tahun anggaran.

Dalam agenda tersebut, Bupati Rijanto meninjau beberapa titik proyek prioritas, di antaranya pembangunan Jalan Hotmix Ruas Sumberagung–Gandusari, Jalan Beton Ruas Sumberagung–Watugede, pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), serta pembangunan talud pengaman badan jalan di wilayah Ilik-ilik Kebonsari, Kecamatan Kademangan.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur memegang peran penting dalam mendorong kemajuan Kabupaten Blitar. Menurutnya, kualitas akses jalan yang baik akan meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus berpotensi menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Infrastruktur yang memadai merupakan sarana penting untuk mendongkrak PAD dan membuka akses perekonomian di berbagai wilayah,” ujar Bupati.

Selain sektor jalan, pembangunan Labkesda juga menjadi perhatian utama. Fasilitas kesehatan tersebut dinilai strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

“Labkesda akan menjadi penunjang penting bagi pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Blitar,” tambahnya.

Meski saat ini telah memasuki musim hujan, Bupati tetap optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Ia meminta para pelaksana proyek menjaga kualitas pekerjaan dan memastikan progresnya tetap sesuai jadwal.

“Meski musim hujan, saya berharap semua proyek dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Peninjauan tersebut menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar untuk memastikan pembangunan berjalan efektif, berkualitas, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (ADV)

Disperindag Kabupaten Blitar Maksimalkan Dana DBHCHT untuk Uji Mutu Rokok Produksi Lokal Blitar

BLITAR -(deklarasinews.com)- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar memaksimalkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) melalui kegiatan pembinaan dan pengawasan industri hasil tembakau.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah pengujian mutu rokok yang diproduksi oleh sejumlah pabrik di wilayah Blitar.

Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Blitar, Temy Sevidiana, menjelaskan, bahwa pihaknya telah mengirimkan sampel rokok dari berbagai pabrik ke Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Lembaga Tembakau di Jember. Pengujian dilakukan untuk memastikan kelayakan produk sebelum dipasarkan.

“OPD di Jember itu menjadi tempat kami melakukan pengujian. Sampel rokok dari teman-teman pabrik kami kirim ke sana, dan dilakukan serangkaian uji laboratorium untuk mengetahui kandungan di dalamnya, termasuk kadar nikotin, tar, dan bahan lainnya,” jelas Temy, Kamis (13/11/2025).

Menurut Temy, hasil uji tersebut menjadi dasar penting untuk menentukan kelayakan setiap produk sebelum dipasarkan.

Dari hasil pengujian juga dapat diketahui apakah kadar nikotin dan tar yang terkandung masih sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Kami mengirimkan total 15 sampel rokok dari berbagai pabrik. Ada beberapa pabrik yang mengirim lebih dari satu jenis produk. Hasilnya nanti akan keluar dari balai pengujian dan wajib dilepas secara resmi sebelum produk beredar,” terangnya.

Kegiatan pengujian mutu ini merupakan bagian dari upaya serius Disperindag dalam memastikan industri hasil tembakau di Kabupaten Blitar berjalan sesuai dengan ketentuan.

Selain sebagai bentuk pembinaan, langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk lokal agar lebih kompetitif di pasar.

“Penggunaan anggaran DBHCHT tidak hanya untuk sosialisasi atau pelatihan, tetapi juga diarahkan pada kegiatan teknis seperti pengujian laboratorium ini agar manfaatnya lebih nyata bagi pelaku industri,” tukasnya.

Temy berharap, melalui kegiatan pengujian mutu ini, para pelaku industri hasil tembakau di Kabupaten Blitar semakin terdorong untuk menjaga kualitas produknya.

Dengan demikian, rokok produksi lokal tidak hanya memenuhi standar regulasi, tetapi juga mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

“Kami ingin industri hasil tembakau di Blitar tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh sehat dan berdaya saing. Dukungan DBHCHT menjadi salah satu modal penting untuk mewujudkan hal itu,” tutup Temy.

 

 

Penutupan Kejurkab Sepak Takraw 2025, Bupati Rijanto Targetkan Prestasi hingga Nasional

BLITAR -(deklarasinews.com)- Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M., menghadiri penutupan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Sepak Takraw Piala Bupati Tahun 2025 di Gedung Olahraga MA Ma’arif Udanawu, Kamis (13/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya pembinaan atlet muda agar mampu menembus prestasi hingga tingkat provinsi bahkan nasional.

Kejurkab yang berlangsung selama dua hari, 12–13 November 2025, ini diikuti pelajar tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Blitar. Ajang ini menjadi arena bagi para siswa untuk menunjukkan potensi serta memperkuat dasar keterampilan di cabang olahraga sepak takraw.

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto memberikan apresiasi kepada peserta, panitia, guru pembina, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia menekankan bahwa sportivitas harus menjadi nilai utama dalam setiap pertandingan.

“Melalui ajang ini, saya berharap muncul bibit-bibit atlet sepak takraw yang kelak tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi mampu mengharumkan nama Kabupaten Blitar di kancah provinsi dan nasional,” tegas Bupati Rijanto.

Ia juga menambahkan bahwa kompetisi seperti Kejurkab ini merupakan bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan guna mencetak generasi muda yang kuat, disiplin, dan memiliki karakter juara.

Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini turut mempererat silaturahmi antar pelajar serta mendorong minat olahraga sejak usia dini. Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan kegiatan serupa sebagai investasi jangka panjang dalam dunia olahraga.

Dengan penutupan Kejurkab Sepak Takraw 2025 ini, Bupati Rijanto berharap pembinaan atlet di Kabupaten Blitar dapat semakin terarah sehingga prestasi olahraga daerah semakin meningkat dari tahun ke tahun. (ADV)

Bupati Blitar Tekankan Pejabat Baru Harus Tunjukkan Transformasi Birokrasi yang Berintegritas

BLITAR -(deklarasinews.com)- Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M. menegaskan bahwa para pejabat baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar harus mampu menunjukkan transformasi birokrasi yang berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Rijanto saat melantik dan mengambil sumpah/janji Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kamis (13/11/2025) malam. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, kepala OPD, camat, serta pejabat yang dilantik.

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menyampaikan selamat kepada pejabat yang baru menduduki jabatan strategis tersebut. Ia menekankan bahwa setiap pejabat harus bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi profesionalisme, serta memegang teguh integritas.

“Jabatan ini bukan hadiah, tetapi amanah dan kepercayaan yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, integritas, dan loyalitas,” tegas Bupati Rijanto.

Ia menilai pelantikan pejabat tinggi pratama merupakan langkah penting untuk memperkuat kualitas birokrasi pemerintahan daerah. Para pejabat yang baru dilantik diminta menjadi contoh nyata transformasi birokrasi, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkeadilan.

“Pejabat baru, khususnya ASN muda, harus menjadi motor perubahan. Mereka harus mampu menghadirkan inovasi dan memastikan setiap layanan publik memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Rijanto juga menegaskan pentingnya menghilangkan ego sektoral di lingkungan OPD. Ia meminta seluruh aparatur pemerintah membangun budaya kerja kolaboratif, selaras dengan kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi, serta tetap berpegang pada misi daerah yang terangkum dalam Catur Dharma Kabupaten Blitar.

Bupati turut menyinggung komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan sistem merit sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Ia memastikan proses seleksi dan uji kompetensi pejabat tinggi pratama di Kabupaten Blitar telah dilakukan berdasarkan prinsip kompetensi, kualifikasi, dan kinerja.

“Pejabat yang dilantik hari ini memikul tanggung jawab besar. Program prioritas harus dijalankan tidak hanya sekadar menghasilkan output, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya.

Menutup sambutan, Bupati Rijanto meminta pejabat senior menjadi mentor bagi ASN muda yang kreatif dan memiliki semangat inovasi. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan modern adalah kemampuan untuk menginspirasi dan menggerakkan tim, bukan sekadar memerintah.

“Kepemimpinan hari ini bukan soal siapa yang paling kuat memerintah, tetapi siapa yang mampu menginspirasi dan menggerakkan,” tutupnya. (ADV)