YAPEN -(deklarasinews.com)- Penjabat Bupati Kepulauan Yapen Cyfrianus Yustus Mambay, S.P.d M.Si. dalam sidak di pasar Tradisional Aroro-iroro Serui sekalian mengecek  beberapa gudang  distributor sembako.

Dalam sidak ini Bupati  di dampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Fredy Ayomi dan Forkopimda guna memastikan stabilitas harga sembilan bahan pokok yang berpotensi memberikan kontribusi  inflasi di daerah, sidak ini pada Jumat 27/01/23.

Kepada awak media, Pj. Bupati Cyfrianus Mambay mengatakan bahwa hari ini (red; jumat 27/01/23) telah melakukan sidak/ survei harga-harga barang yang menyumbang inflasi di wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen.

Dikatakan apa yang di lakukan hari ini adalah tindak lanjut dari rapat kordinasi tingkat nasional seluruh kepala daerah dan Forkopimda  yang di pimpinan langsung oleh Presiden  Republik Indonesia Ir. Joko Widodo.

Selain itu,  menurutnya bahwa rapat khusus bersama Kemendagri yaitu untuk mengintruksikan kepada seluruh Kepala daerah dan Forkopimda agar memonitoring dan mengevaluasi setiap harga barang serta kesedian stok bahan pokok di pasar masing masing, bebernya.

“kami telah melakukan rapat lengkap dengan Forkopimda setelah mendapat instruksi dari Presiden dan Mendagri, sehingga hari ini kami melakukan  monitoring serta pengawasan di kabupaten kita ini untuk survei harga sembilan bahan pokok yang potensi berkontribusi terhadap inflasi di Yapen” ucap Pj. Bupati Mambay.

Lebih lanjut Bupati Mambay menjelaskan pula  survei harga hari ini juga bersama dengan unsur perwakilan dari Forkopimda dan kepala dinas Perdagangan dan Perindustrian dan  perdaganggan tersebut terdapat harga barang di pasar Tradisional Aroro – iroro  Serui, ternyata masih normal.

Bukan itu saja namun kami juga survei Gudang kontributor PT. Serui Indah, Gudang Dolog dan PT. Sumber Makmur, hasil yang kami dapatkan adalah harga barang barang yang berpotensi imflasi ternyata masih standar harga normal  bahkan ada yang mengalami penurunan harga.

Pj. Bupati menambahkan bahwa ada beberapa distributor yang saling berdiskusi termasuk Kepala Kantor Bulog  dalam rangka  mengontrol setiap barang yang beredar di pasar, kami minta para distributor itu harus memiliki data dari suplayer yang bisa menyampaikan tentang rens harga itu sampai di pasar, sehingga tidak mengalami lonjakan harga yang luar biasa, pintanya  kepada distributor.

Kami juga  menemukan sesuatu hal yang baru di distributor Sumber makmur terkait harga susu, yang memegang ijin distributor di kabupaten Kepulauan Yapen, ternyata banyak juga yang distributor.

Dengan operasi pasar oleh dinas Perdagangan dan Perindustian dan BPOM,  teryata  PT Sumber Makmur yang di minta untuk menjemput barang dan membayar ini sangat merugikan pihak Sumber Makmur.

“atas informasi ini kami pemerintah daerah akan membuat Perda atau Perbup yang khusus mengatur tentang siapa yang berhak mendistribusikan barang sehingga pertanggung jawaban itu harus ada, jangan sampai kejadian yang di alami PT Sumber Makmur ini di alami lagi oleh distributor yang lain”

“kami tidak mau merugikan pelaku usaha yang lain, harus menertibkan semua pelaku usaha yang ada  sehingga segala proses rantai pelaku usaha ekonomi di Kabupaten ini akan berlangsung sesuai dengan apa yang kita harapkan  berdasarkan perinta Prasiden dan petunjuk Mendagri kepada kita semua di daerah ” tegas Bupati Cyfrianus Mambay (GM/Zack).

Tinggalkan Balasan