TMMD ke-128 Buka Jalan Harapan, Ringankan Perjuangan Abah Asep dan Ma Ade di Sukajadi

PURWAKARTA -(deklarasinews.com) Pagi baru saja merekah di Desa Sukajadi, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta. Kabut tipis masih menggantung di sela pepohonan, ketika Abah Asep (53) dan Ma Ade (49) memulai langkahnya. Di usia yang tak lagi muda, keduanya tetap setia menyusuri jalan berbatu menuju hutan, tempat mereka menggantungkan hidup sebagai pencari kayu bakar.

Bagi pasangan ini, perjalanan bukan sekadar rutinitas, melainkan perjuangan panjang yang telah mereka jalani bertahun-tahun. Jalan sempit, terjal, dan dipenuhi bebatuan tajam menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari. Saat musim hujan tiba, jalur berubah licin dan berbahaya. Sementara di musim kemarau, debu tebal menyelimuti setiap langkah.

“Kami sudah terbiasa, meski berat. Kalau tidak ke hutan, kami tidak punya penghasilan,” ujar Abah Asep pelan, sembari mengusap keringat yang mulai membasahi wajahnya.

Dengan alat seadanya, mereka mengumpulkan ranting dan kayu kering, lalu memikulnya pulang untuk dijual. Hasilnya tak seberapa, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam diam, keduanya menyimpan harapan sederhana: jalan yang lebih layak untuk dilalui.

Harapan itu sempat terasa jauh. Bertahun-tahun mereka menanti perubahan, tanpa kepastian kapan akan datang. Namun, waktu akhirnya menjawab penantian panjang tersebut.

Kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di wilayah Desa Sukajadi menjadi titik balik bagi warga, termasuk Abah Asep dan Ma Ade. Program tersebut membawa pembangunan akses jalan menuju kawasan hutan yang selama ini sulit dijangkau.

Perlahan namun pasti, jalan yang dulu dipenuhi batu besar mulai diratakan. Jalur yang sebelumnya sempit kini diperlebar dan diperkeras, sehingga lebih aman dilalui warga.

Ma Ade mengaku tak kuasa menahan rasa syukur saat melihat perubahan itu.

“Dulu sering takut jatuh, apalagi kalau hujan. Sekarang jalannya sudah lebih enak dilalui. Kami sangat terbantu,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Bagi mereka, perubahan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan hadirnya harapan baru. Waktu tempuh menuju hutan menjadi lebih singkat, tenaga yang dikeluarkan pun tidak lagi sebesar dulu. Risiko kecelakaan berkurang, dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih aman.

Kisah Abah Asep dan Ma Ade adalah potret nyata kehidupan masyarakat di pelosok yang kerap luput dari perhatian. Di balik kesederhanaan, tersimpan keteguhan dan semangat untuk terus bertahan.

Program TMMD ke-128 tidak hanya membangun jalan, tetapi juga membuka akses bagi kehidupan yang lebih layak. Jalan yang kini terbentang di Desa Sukajadi menjadi saksi perubahan dari keterbatasan menuju harapan.

Kini, langkah Abah Asep dan Ma Ade tak lagi seberat dulu. Di setiap pijakan, terselip keyakinan bahwa masa depan perlahan sedang diperbaiki, seiring dengan jalan yang terus dibangun menuju kehidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan