PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA Negeri 1 Palembang, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Kemendikdasmen bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan ini mengusung tema Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan, dan Tanpa Diskriminasi sebagai komitmen pemerintah menghadirkan sistem penerimaan peserta didik yang lebih terbuka dan berpihak pada keadilan.
Peluncuran SPMB Ramah 2026 menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan proses penerimaan murid baru berlangsung secara bersih dan transparan, sekaligus meminimalisasi berbagai potensi penyimpangan yang selama ini kerap menjadi perhatian publik.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Tajuddin Idris, menyampaikan bahwa pemahaman masyarakat terhadap mekanisme SPMB saat ini terus meningkat. Kondisi tersebut diyakini dapat menekan berbagai praktik yang tidak sesuai aturan dalam proses penerimaan siswa baru.
Menurutnya, sosialisasi yang masif membuat masyarakat kini semakin memahami alur dan ketentuan penerimaan peserta didik. Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, potensi pelanggaran maupun praktik-praktik yang merugikan masyarakat diharapkan semakin berkurang.
“Persentasenya tetap dan masyarakat sekarang semakin memahami mekanismenya. Dengan semakin tingginya pemahaman masyarakat, praktik-praktik yang tidak sesuai aturan Insyaallah akan semakin berkurang,” ujar Tajuddin.
Ia menjelaskan, pemerintah juga memberikan sejumlah relaksasi dan pengecualian bagi daerah tertentu berdasarkan regulasi dari Kemendikdasmen. Kebijakan tersebut ditetapkan melalui analisis data Dapodik dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kapasitas ruang kelas, ketersediaan tenaga pendidik, pembiayaan pendidikan, kondisi geografis, hingga tingkat kepadatan penduduk di suatu wilayah.
Wilayah perbatasan dan daerah dengan pertumbuhan penduduk tinggi, khususnya kawasan pinggiran, menjadi perhatian khusus pemerintah agar seluruh calon peserta didik tetap memperoleh akses pendidikan yang layak dan merata.
Selain itu, SPMB Tahun 2026 juga menghadirkan sejumlah penyesuaian pada jalur prestasi. Untuk jalur prestasi akademik, seleksi akan menggunakan dua indikator utama, yakni nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sementara pada jalur prestasi non-akademik, penilaian mencakup bidang olahraga, seni, kepanduan, kepemimpinan OSIS, serta kategori lainnya.
Tajuddin juga mengajak insan pers untuk turut aktif mengawal jalannya SPMB 2026 melalui publikasi dan pengawasan. Menurutnya, keterlibatan media menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem penerimaan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami meminta teman-teman media ikut mempublikasikan dan memantau proses SPMB ini. Semua sistem dibuka secara transparan dan berbagai pihak turut dilibatkan dalam pengawasan,” katanya.
Pengawasan pelaksanaan SPMB 2026 sendiri melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat penegak hukum hingga lembaga pengawasan lainnya seperti kepolisian, kejaksaan, KPK, dan institusi terkait lainnya. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi kecurangan serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan, Nopianto, menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB 2026.
Ia memastikan DPRD akan mengawal proses penerimaan murid baru agar berjalan adil, transparan, dan bebas dari penyimpangan. Keterlibatan aparat penegak hukum juga dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah berbagai potensi kecurangan.
“DPRD akan melakukan pengawasan secara komprehensif sehingga pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan dengan baik tanpa adanya praktik penyimpangan. Pemerintah juga telah melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, untuk mengantisipasi potensi kecurangan,” ujarnya.
Peluncuran SPMB Ramah 2026 ditandai dengan prosesi membunyikan short screen serta penyerahan buku petunjuk teknis (juknis) SPMB Tahun 2026.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Mondyaboni, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumsel Mirsal, jajaran pejabat Dinas Pendidikan lainnya, perwakilan Polda Sumatera Selatan, serta Persatuan Wartawan Indonesia yang diwakili Kepala Bidang Organisasi Richan Joe bersama sejumlah unsur pejabat lainnya.(Ning)