Resah,,,,,,Pekon Selapan, Kecamatan Pardasuka Jadi Lumbung Maling Warga: Polisi Ke Mana?

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Ketakutan menyelimuti warga Pekon Selapan, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu. Hampir setiap malam wilayah mereka disatroni pencuri. Dari hasil Perkebunan, hingga kendaraan bermotor di milik warga yang di parkir di halaman rumah, semua jadi sasaran.

Selapan ini udah kayak pasar buat maling. Malam dikit langsung disatroni.Tak Pandang bulu apa yang di curi mulai dari kencur di ladang yang di sikat  sampai motor. Mau tidur aja was-was, ujar salah satu warga berinisil P, Selasa 15/07/2026.

Lapor Polisi Mentok, Gak  Ada Tindakan.

Yang menjadi sorotan  warga,  laporan ke Polsek Pardasuka sudah berkali-kali dilayangkan. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada tindakan nyata, apalagi penangkapan pelaku.

Sudah capek lapor. Datang buat laporan, Eh Besoknya ada kejadian maling lagi. Polisi kemana ?, Keamanan kami siapa yang jamin? tanya warga dengan nada kecewa.

Minimnya patroli dan respon cepat membuat para pelaku seolah bebas beraksi tanpa rasa takut.

Kepala Pekon Selapan, Maryono, membenarkan keresahan dan ketakutan warganya.

“Iya, kami akan meningkatkan  kewaspadaan dan mengaktifkan kembali ronda kamtibmas, Dan berharap Polsek ikut bekerja sama”,ujarnya

Sementara itu, saat rekan media menghubungi Kapolsek Pardasuka Iptu Bastari, M.SH melalui telpon selulernya belum bisa dimintai keterangan. Dengan alasannya, sedang dalam perjalanan ke Bandar Lampung.

Diamnya aparat penegak hukum membuat warga bertanya-tanya: harus menunggu ada korban lain atau jiwa dulukah  baru bergerak?

Warga kini menuntut keseriusan dari Polsek Pardasuka dan Polres Pringsewu. Mereka meminta patroli malam digencarkan dan pelaku segera ditangkap sebelum aksi pencurian eskalasi menjadi perampokan atau kekerasan.

Kami bayar pajak, kami warga negara. Masa keamanan harta benda kami tidak dijamin, Tolong, Pak Polisi, bertindak sekarang sebelum terlambat, tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, suasana Selapan masih mencekam. Warga hanya bisa begadang dan berjaga, menunggu kapan “tamu malam” itu datang lagi. [ MM, KW-RI ]

Tinggalkan Balasan