Proyek Ravitalisasi SDN Tanjung Waras Di Duga Abaikan K3 Keselamatan Pekerja Terancam!!

LAMPURA -(deklarasinews.com)- Pekerjaan proyek ravitalisasi Sekolah Dasar Negri ( SDN) yang berada di desa Tanjung Waras Kecamatan Bukit kemuning kembali menyedot perhatian publik pasalnya proyek yang seharusnya menjadi simbol peningkatan kualitas pendidikan justru diduga mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lapangan.

Pantauan awak media di lokasi, terlihat sejumlah pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm proyek, sepatu safety, sarung tangan, atau rompi keselamatan. Parahnya lagi, tidak tampak papan peringatan keselamatan kerja maupun standar prosedur pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang seharusnya wajib diterapkan di setiap proyek konstruksi pemerintah.

Seseorang MD yang mengaku ikut bekerja di lingkungan sekolah tersebut saat kami tanyai hanya mengatakan silahkan saja di monitor sambil berlalu terkesan enggan di konfirmasi. Rabu 22 Oktober 2025

Praktik kerja tanpa penerapan K3 jelas bertentangan dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa setiap penyelenggara proyek konstruksi wajib menjamin keselamatan pekerja dan lingkungan kerja.

Sayangnya, pihak pelaksana proyek maupun pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait temuan ini. Saat wartawan mencoba meminta klarifikasi di lokasi, salah satu pekerja justru menyebutkan bahwa “belum pernah ada pengarahan soal K3 dari pihak proyek.”

Lebih lanjut kepala sekolah juga terkesan acuh tak acuh atas kedatangan awak media di lihat dari penyambutan salam yang awak media ucapkan pun tak di jawab nya.

Dalam hal ini kami awak media menyimpulkan jika terbukti ada nya ada unsur pembiaran atau kelalaian dari pihak pelaksana proyek, maka harus ada sanksi tegas, termasuk kemungkinan kurangnya pengawasan dari konsultan pengawas dan dinas terkait.pihak

“Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak. Ini soal nyawa manusia, bukan sekadar proyek angka-angka,”

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait seperti Kepala SDN Tanjung Waras Kecamatan Bukutkemuning, pelaksana proyek, dan pihak dinas teknis belum memberikan tanggapan resmi meski sudah dihubungi wartawan.

Kami berharap agar proyek revitalisasi sekolah tersebut tidak hanya mengejar target fisik, tapi juga menjunjung tinggi aspek keselamatan kerja, sebagaimana amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku.”(zainal/tiem)

Tinggalkan Balasan