BANDAR LAMPUNGĀ -(deklarasinews.com)- Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya tugas polisi, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Hal itu disampaikan Kombes Pol Alfret saat memimpin Apel Sabuk Kamtibmas Polresta Bandar Lampung di halaman Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (28/4/2026).
Menurut Kapolresta, apel Sabuk Kamtibmas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol persatuan antara Polri dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
“Sabuk Kamtibmas ini bukan sekadar sebuah barisan, tetapi simbol persatuan antara Polri bersama seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun dan menjaga kamtibmas,” kata Kombes Pol Alfret.
Dalam kegiatan itu, hadir berbagai unsur masyarakat seperti Linmas, Lembaga Swadaya Masyarakat, komunitas ojek online, buruh, tokoh adat, organisasi masyarakat, hingga para lurah di sekitar wilayah hukum Polresta Bandar Lampung.
Ia menyebut, meski berasal dari latar belakang berbeda, seluruh elemen memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga Kota Bandar Lampung tetap aman dan damai agar seluruh aktivitas masyarakat berjalan lancar.
“Kita mungkin berbeda dalam banyak hal, tetapi kita punya satu tujuan yang sama, yaitu Bandar Lampung tetap aman dan damai,” ujarnya.
Kombes Pol Alfret juga mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan ronda malam atau siskamling sebagai langkah nyata menjaga keamanan lingkungan. Dalam apel tersebut, Polresta Bandar Lampung turut membagikan kentongan kepada perwakilan peserta sebagai simbol menghidupkan kembali budaya ronda.
“Kita perlu mengaktifkan kembali ronda malam atau siskamling. Mari kita hidupkan kembali budaya ini agar lingkungan tempat tinggal kita tetap aman,” jelasnya.
Selain itu, Kombes Pol Alfret mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi hoaks maupun isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Ia meminta seluruh warga mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
“Jangan mudah terpancing emosi. Mari kita selesaikan persoalan dengan kepala dingin dan hati yang tenang,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan deklarasi Sabuk Kamtibmas sebagai bentuk komitmen bersama antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan Kota Bandar Lampung.
“Sabuk Kamtibmas ini bukan berarti polisi bekerja sendiri, tetapi kita semua harus saling bergandengan tangan. Bersama Bandar Lampung aman, Lampung maju, Indonesia Emas 2045,” tutupnya.