TANGGAMUS –(deklarasinews.com)- Para pemuda pekon lengkukai, kecamatan kelumbayan barat, kabupaten tanggamus sampaikan ke awak media atas ketidak transparanan perealisasian anggaran karang taruna oleh pemerintah pekon selama ini.
Menurut pengakuan salah satu pemuda pekon lengkukai selama ini mereka tidak mengerti tehnik penganggaran untuk pemuda tersebut.
“Selama ini kami pemuda tidak pernah menggubris hal tersebut, walaupun dibenak kami selalu bertanya-tanya berbedanya cara perealisasian anggaran karang taruna antara pekon kami dengan pekon yang lainnya”, ungkap salah satu pemuda.
Para pemuda juga menyayangkan kepada pemerintah pekon terutama kepada pimpinan saat itu, (Ade Irawan) bahwa selama ini tidak pernah memberikan kejelasan terkait anggaran untuk pemuda.
“Yang kami tau di pekon lain setiap tahun selalu terbuka anggaran untuk pemuda berapa, dibelanjakan kemana dsb. Namun ditempat kami tidak halnya, kami tidak pernah tau berapa anggarannya dan teruntuk apa dana tersebut”, tambah salah satu ketua pemuda.
Padahal semestinya anggaran untuk karang taruna harus sangat jelas, sebab karang taruna adalah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat sebagai wadah generasi muda untuk mengembangkan diri, tumbuh, dan berkembang. Yang sangat jelas payung hukumnya.
Saat dikonfirmasi mantan kakon lengkukai (Ade Irawan) mengakui bahwasanya benar tiap tahun pemerintah pekon menganggarkan untuk karang taruna pekon lengkukai, setiap tahunnya berbeda-beda, terkadang Rp. 6 juta juga kadang Rp. 7 juta. Sistem perealisasian anggaran karang taruna tersebut tidak langsung ke-ketua pemuda dan ke para pemuda lengkukai. Ungkap Ade.
“Memang tiap tahun cara kami menganggarkan itu tidak langsung ke-pemuda, sebab saat itu pernah saya sampaikan ke-pemuda seperti itu tekniknya, alasannya pemuda tidak pernah mengajukan proposal”, jelas mantan kakon.
Dalam hal ini sekretaris karang taruna pekon lengkukai (Sukamto) membeberkan benar adanya tidak ada keterbukaan terkait anggaran karang taruna selama kepemimpinan Ade Irawan.
“Dari dulu, sejak tahun 2015 hingga selesainya jabatan Ade Irawan, anggaran karang taruna tidak pernah terbuka kepada kami. Kami baru merasakan jelas anggaran tersebut sejak di gantikan Pj. Kakon, Tohirin, tahun 2019 ini”, beber Sekretaris.
Diangakatnya permasalahan ini tidak lain demi keterbukaan publik oleh pemimpin kepada warga, mengingat berapa pentingnya ke transparanan dana desa kepada masyarakat. Warga berharap jika jelas adanya unsur kecurangan anggaran oleh oknum maka harus segera ditindak tegas oleh pihak terkait dan pihak berwajib, karena hal seperti ini jangan sampai berkelanjutan kedepannya. (Yan)