Pembangunan Jalan AK Gani Hasil Swadaya Masyarakat Diduga Dipolitisasi Oknum, Lambang Partai Jadi Sorotan

BUKIT KEMUNING -(deklarasinews.com)- Upaya mandiri warga dalam memperbaiki infrastruktur Jalan AK Gani, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jalan Pabrik Ateng, kini menuai polemik. Pasalnya, hasil pembangunan yang murni dikerjakan melalui swadaya masyarakat tersebut diduga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab demi kepentingan politik tertentu. Senin. 20 April 2026

Dugaan ini muncul setelah beredarnya sebuah video di media sosial yang menunjukkan kehadiran oknum tersebut di lokasi pembangunan swadaya. Mirisnya, video tersebut dibagikan dengan tempelan atribut atau lambang partai politik, yang seolah-olah mengesankan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan kontribusi dari pihak partai, bukan murni inisiatif dan dana dari kantong warga.

Masyarakat Kecewa atas Klaim Sepihak

Sejumlah warga yang terlibat langsung dalam aksi gotong royong dan penggalangan dana merasa keberatan dengan beredarnya video tersebut. Menurut perwakilan warga, aksi perbaikan jalan ini lahir dari rasa jenuh atas rusaknya akses jalan selama bertahun-tahun yang tak kunjung tersentuh perbaikan pemerintah secara maksimal.

“Kami hargai kedatangan beliau selaku anggota dewan kabupaten Lampung Utara sebagai bentuk supot kepada kami, namun sangat kecewa ketika kami mengetahui pada Vidio yang beredar di media sosial yang di unggah  oleh beberapa masyarakat vidio di lokasi gotongroyong dan saat kami yang bekerja bergotong royong di tempelin lambang partai.

Sangat disayangkan jika keringat masyarakat justru dijadikan alat kampanye atau pencitraan oleh oknum tertentu dengan menempelkan lambang partai,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak agar oknum yang bersangkutan memberikan klarifikasi terkait tujuan pengunggahan video tersebut. Warga menegaskan bahwa gerakan swadaya ini bersifat netral dan murni demi kepentingan umum, bukan untuk mendukung kepentingan elektoral individu maupun kelompok politik mana pun.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras agar kerja keras masyarakat tidak dipolitisasi. Warga berharap ke depannya pihak-pihak terkait lebih fokus pada solusi nyata pembangunan daripada hanya sekadar mencari panggung di atas jerih payah rakyat.zainal

Tinggalkan Balasan