BANDARLAMPUNG – (deklarasinews.com) Indeks Preskatsi Kumulatif (IPK) 3,86 bukan mudah untuk digapai oleh setiap mahasiswa apalagi jika mahasiswa tersebut terlibat aktif dalam organisasi kemahasiswaan.  Anggun Pretty Wulandari, gadis berhijab kelahiran,  Daya Murni, 16 Maret 1995 mengungkapkan ketertarikannya pada program studi Kesehatan Masyarakat.

“Kesehatan Masyarakat  itu kata sederhana yang sangat luas. Itu yang menjadi salah satu alasan saya memilih jurusan kesehatan masyarakat. Mengapa demikian? Karena, kita tidak hanya mempelajari satu bidang saja, tetapi kita dituntut untuk mempelajari beberapa bidangseperti :promkes, epidemiologi, gizi, k3, biostatistik, management kesehatan, kesehatanl ingkungan, dll. Ini menjadi suatu kebanggaanmahasiswa kesmas ketika mereka mempunyai kesempatan untuk mempelajari beberapa bidang di kesmas yang nantinya saya yakin salah satu bidan tersebut akan membawa mereka dalam tata cita yang sudah mereka impikan,”tutur Anggun yang kini tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana Kesehatan Masyarakat Umitra.

Anak kedua dari tiga bersaudara, buah hati  dari Achmad Sobri Lakoni, Amd. Kep dan Panca Asmara Dewi, pertama kali mengaku diperkenalkan dengan kesehatan masyarakat adalah  melalui papanya.

“Papa saya saya juga adalah orang kesehatan. Saya yakin orang tua selalu memberikan saran dan pendapat yang terbaik untuk anaknya. Meskipun saya belum seberapa paham dengan kesehatan masyarakat saya mencoba untuk masuk ke program studi tersebut. Dan akhirnya saya bertahan dan saya merasa beruntung bisa menjadi sarjana kesmas yang mana selain ilmunya yang luas, lapangan pekerjaan untuk sarjana kesmas pun sangat luas,” ujar mahasiswi yang beralamat di Murni Jaya RK 03 RT 01 Tumijajar,Tulang Bawang Barat. Dari awal masuk kuliah di STIKes Umitra, Anggun terlibat di salah satu organisasi eksternal yaitu Pergerakan Anggota Muda Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (PAMI). ”

Harapan saya PAMI merupakan jejaring yang dapat membantu saya bila mana nantinya saya memcari pekerjaan ketika saya membutuhkan. Saya selalu percaya akan adanya proses. Dari organisasi ternyata saya bisa memetik hasil proses saya selama ini,” tandas pemilik motto “jadilah wanita yang berpendidikan tinggi tanpa melupakan kodrat sebagai wanita”. Beruntungnya, setelah dia  selesai sidang akhir skripsi dia langsung mendapat tawaran untuk bekerja di sekretariat Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Provinsi Lampung.

Organisasi bukan penghambat atau perusak prestasi, tapi organisasi merupakan wadah dimana pola pikir  akan berubah dan wadah dalam menyalurkan segala bakat yang ada dalam diri.

Ketua Departemen Pendidikan Penelitian dan Keilmuan PAMI Lampung (2014-2015), Sekertaris Jendral PAMI Lampung (2015-2016), serta menjadi Ketua Umum PAMI Lampung (2017) ini pada awalnya keterlibatannya aktif berorganisasi, dikhawatirkan orangtuanya, jika organisasi  akan mengganggu akademiknya. Apalagi ketika di semester akhir Anggun memutuskan untuk menjadi ketua umum PAMI Lampung. “Orangtua sangat mengkhawtirkan d ngan tugas akhir saya. Namun saya buktikan kepada merekabahwa akademik saya tidak terganggu dengan adanya saya mengikuti organisasi dan saya bisa cepat menyelesaikan studi saya ketika saya juga sedang menjabat sebagai ketua,” ujar alumni  SMP Negeri 1 Tumijajar Tulang Bawang Barat, dan SMA Al-Kautsar Bandar Lampung itu.

Anggun mengakui ia termasuk  tipe orang yang pelupa jadi triknya dalam belajar, dia selalu menggunakan istilah-istilah seperti jembatan keledai atau kode-kode yang membuat dia mudah mengingat. Waktu belajar yang efektif baginya adalah 1/3 malam dan pagi hari. Karena ia merupakan tipe orang yang ketika belajar harus dengan kesunyian atau ketenangan. Ketika ujian dia harus membuat rangkuman seringkas mungkin untuk belajar. “Intinya proses tidak akan pernah mengkhianati hasil. Dan jangan pernah takut ketika kita selalu melibatkanTuhan dalam semua situasi. Berbuat baiklah kepada orangtua dan orang lain sesungguhnya doa merekalah yang akan menghantarkan mu menjadi orang yang sukses nantinya,” pesan dari mantanSekertaris Rohis SMA Al-Kautsar Bandar Lampung (2012) ini yang ketika wisuda Umitra tahun lalu didampuk sebagai salah satu pengucap ikrar alumni Umitra.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.