BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)– Rapat Pleno terbuka verifikasi faktual ke dua Bakal Calon Walikota dan Bakal Calon Wakil Walikota Bandar Lampung dari jalur independen Ike Edwin dan Zam Zanariah berketempatan di hotel Radison jalan Sultan Agung kelurahan Kedaton kecamatan Kedaton berakhir ricuh dan di tunda. Jumat (21/8).
Terjadinya kericuhan bermula pada saat ketua KPU kota Dedi Triadi membacakan rapat pleno tingkat kota tanpa kehadiran bakal calon walikota dan wakil walikota Bandar Lampung Ike Edwin dan Zam Zanariah yang sedang menunaikan ibadah sholat magrib pada jam istirahat yang disetujui oleh pihak KPU.
Puncak amarah pun tak terbendung saat terdengar ketua KPU membacakan hasil sehingga pendukung Ike-Zam menarik pintu ruangan yang setengah terbuka dan meneriaki ketua KPU dan jajaran.
“rapat pleno tidak sah jangan berbuat curang kepada calon walikota dan wakil walikota kami.
Pihak aparat kepolisian langsung melerainya sehingga beberapa menit kemudian Ike Edwin muncul dan mampu meredamkan amarah pendukungnya.
“Diam-diam dulu dengar saya kalian jangan buat ribut. kalian jangan terpancing ricuh. “Saya malu, saya ini mantan kapolda Lampung saya polisi yang berprestasi dan polisi-polisi disini mantan anggota saya, jadi jangan buat malu saya sebagai polisi yang pernah mengukir prestasi di tanah Lampung.
Dang Ike mengatakan saya ingatkan kita harus tenang kita disini sedang perang data bersama KPU, kita akan membuka dan membuktikan adanya kecurangan dalam proses verifikasi faktual kedua ini. “Jadi kalian tenang saja mereka sudah kelabakan dengan adanya data kita dan disinilah akan terbuktinya kecurangan dalam demokrasi. Ujar mantan kapolda Lampung.(*)