Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Kepedulian Ketua DPRK Yapen terhadap Kegiatan Keagamaan

YAPEN -(deklarasinews.com)– Di tengah efisiensi anggaran yang berdampak pada berbagai sendi kehidupan di seluruh daerah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai, S.Pi, M.H., tetap menunjukkan niat tulus dengan memberikan bantuan  sembako kepada panitia pelaksanaan Ibadah Paskah Klasis GKI Yapen Selatan Jemaat Alfa dan Omega Panduami (Badan Pelayanan Unsur Kaum Wanita) serta kegiatan Tour Balik Rohani Jemaat GKI Eden Anggaduber Klasis Biak Timur pada 30 Maret 2026.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ebzon Sembai kepada panitia di Distrik Kosiwo, Kampung Panduami, pada Sabtu (28/3/2026).

Dalam keterangan persnya, Ketua DPRK menjelaskan bahwa sikap sosial ini merupakan bagian dari kepribadiannya sejak kecil, yang terbiasa berbagi dengan sesama, terutama untuk kegiatan yang berkaitan dengan iman.

“Sikap ini tidak bisa ditawar-menawar. Bahkan tanpa diminta pun, sebagai umat beriman, kita wajib membantu karena manusia pada hakikatnya makhluk sosial yang saling membutuhkan dalam segala kondisi,” ungkapnya.

Ebzon Sembai menambahkan bahwa bantuan ini diharapkan mendukung kelancaran Ibadah Paskah dan Tour Balik Rohani tersebut.

Ia juga mengakui tantangan efisiensi anggaran yang dialami seluruh daerah, termasuk keterbatasan fiskal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang rendah, serta absennya dana taktis di DPRK untuk menanggapi setiap proposal bantuan masyarakat.

“Namun, kita mau bagaimana lagi dengan kondisi seperti ini. Sebagai pimpinan rakyat di DPRK, kepedulian kami kepada rakyat tetap ada.

Bantuan yang kami berikan, walaupun sedikit, semoga bisa membantu rakyat kami,” tegas Ebzon Sembai.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari janji iman kepada Tuhan. “Dalam bentuk apa pun, bantuan rohani harus dilaksanakan sebagai wujud iman kepada Tuhan,” tandasnya.

Kepemimpinan Ebzon Sembai yang rendah hati dan merakyat ini menjadi teladan, khususnya bagi masyarakat kecil yang bergantung pada dukungan kegiatan keagamaan di tengah keterbatasan anggaran daerah.(GM)

Tinggalkan Balasan