BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Paguyuban Panji Sewu melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Jalan Basuki Rahmat No.21, Gedong Pakuon, Kecamatan Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung, Selasa (14/07/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Paguyuban Panji Sewu Dony Estavianto. Turut hadir Sekretaris Hendri Purwanto, Wakil Ketua Cahyono Candra, Kepala Bidang Kesepuhan Suparman Kinowo, dan wakil Sekretaris Bangkit.
Kedatangan pengurus pusat Panji Sewu disambut oleh Kepala Kesbangpol Provinsi Lampung Achmad Syaifulloh, SH, MH, didampingi Sekretaris Wiwit, Kepala Bidang Kewaspadaan Kris, dan Kepala Bidang Keormasan Jauhari.
Ketua Umum Paguyuban Panji Sewu Dony Estavianto mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari Kesbangpol Provinsi Lampung.
“Mohon maaf dan terima kasih sudah menerima silaturahmi kami dari pengurus pusat Panji Sewu,” ujar Dony.
Lebih lanjut Dony menjelaskan, akta pendirian Paguyuban Panji Sewu tercatat sejak tahun 2020, namun baru dikembangkan secara aktif pada tahun 2026.
“Anggota kami terdiri dari berbagai suku dan lintas agama. Kami tidak membedakan karena niat kami adalah untuk mempersatukan para pecinta benda pusaka yang ada di Nusantara,” tegasnya.
Ia berharap melalui silaturahmi ini, Paguyuban Panji Sewu dapat diakui dan didukung oleh Pemerintah Provinsi Lampung dalam upaya melestarikan kebudayaan melalui kecintaan terhadap pusaka asli Nusantara.
“Kami berharap para pecinta benda pusaka asli Nusantara ini dapat didukung oleh pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Kesbangpol Provinsi Lampung Achmad Syaifulloh. Ia mengapresiasi keberadaan organisasi kebudayaan yang bertujuan membangun wilayah menjadi lebih baik.
“Organisasi kebudayaan kemarin saya sudah datang waktu acara jamasan di Kabupaten Prengsewu. Saya juga terima kasih atas kehadirannya. Pada intinya kami mengapresiasi tujuan organisasi kebudayaan untuk membangun wilayah menjadi lebih baik dan tidak terpaku pada satu budaya saja,” ucap Syaifulloh.
Menurutnya, Lampung memiliki banyak kebudayaan dan keanekaragaman. Sementara Panji Sewu merupakan organisasi tingkat nasional yang menjangkau seluruh Indonesia.
“Pecinta benda pusaka ini sangat bagus karena sebenarnya benda pusaka adalah senjata asli Nusantara yang digunakan oleh nenek moyang kita pada zaman dahulu, dan harus dilestarikan,” tambahnya.
Lebih lanjut ia menekankan pentingnya generasi bangsa untuk tidak melupakan sejarah.
“Seperti yang dikatakan ‘Jas Merah’ yaitu jangan sekali-kali melupakan sejarah,” pungkasnya.(Red)