BLITAR -(deklarasinews.com)- Ibu PKK yang akrap dengan panggilan Bu Pipit bersama Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun Alun Kota Blitar mendatangi kantor DPRD Kota Blitar pada Senin (06/02/2023) untuk minta kejelasan relokasi tempat jualannya.

Kedatangan mereka dengan maksud dan tujuan  mengklarifikasi dan mengantarkan PKL yang belum mendapatkan tempat berjualan dan menemui Ketua PKL Yossy Yuliardi yang sekaligus juga Anggota DPRD Kota Blitar.

“Kami datang hanya mendampingi mereka  yang belum mendapat tempat berjualan dan mempertanyakan hak pedagang yang direlokasi dari depan Pendopo Kabupaten Blitar di pindah ke Depan Lapas Kota Blitar,”  ucap Pipit.

Paguyuban Pedagang Kaki Lima ( PKL ) alun alun kota Blitar yang beranggotakan kurang lebih 34 Orang itu, ada beberapa yang belum mendapatkan Gerobak dan tempat jualan.

“Kita datang ke dewan hari ini, tetapi belum mendapat jawaban yang pasti karna belum sepenuhnya keluhan PKL terjawab.  Akan kita tindak lanjuti dengan surat untuk meminta audiensi dengan pimpinan Dewan dan Komisi yang membidangi biar permasalahan dan keluhan tersebut semua jelas dan transparan,” Jelas Pipit panggilan akrabnya.

Sementara itu, ditempat yang sama ditemui awak media, ketua PKL alun alun Kota Blitar yang sekaligus anggota DPRD Kota Blitar Yossy Yuliardi menyampaikan, pedagang yang di relokasi sementara masih 20 orang sesuai rombong yang di sediakan oleh Disperindag kota Blitar.

“Kita menata pedagang makanan dan minuman dulu sesuai 20 rombong yang tersedia dari Disperindag kota Blitar. Untuk tempat memang kami yang menata terlebih dahulu biar semua bisa laku jualannya,” jelas Yossy.

Lanjut Yossy, bagi 12 orang yang belum dapat rombong ketika Disperindag survey di sampaikan mereka tidak aktif berjualan.

“Kami sebagai pengurus paguyuban tetap memperjuangkan bagi yang belum mendapatkan rombong untuk jualan mereka. Karna mereka tetap saudara kami, sementara sekretariat paguyuban di tempat bakso Gong tempat kami berjualan  untuk memudahkan mereka dalam pertemuan,,” pungkas Yossy. (tar)