BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Perilaku berkendara agresif dan tidak disiplin masih menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas sepeda motor di Provinsi Lampung. Kebiasaan seperti memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, menyalip dari sisi kiri, menerobos lampu merah, hingga melawan arus lalu lintas masih kerap ditemui di berbagai ruas jalan, baik di wilayah perkotaan maupun pinggiran.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, Tim Safety Riding PT Tunas Dwipa Matra terus mengajak seluruh pengendara sepeda motor untuk mengubah pola berkendara menjadi lebih aman, tertib, dan bertanggung jawab di jalan raya.
Perilaku berkendara agresif seperti ngebut di jalan umum, menyalip dari kiri, menerobos lampu merah, serta melawan arus lalu lintas memiliki risiko tinggi dan dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Kesadaran akan hal ini perlu ditingkatkan oleh seluruh pengendara sepeda motor tanpa terkecuali, khususnya pelajar dan pengendara usia produktif yang memiliki mobilitas tinggi setiap harinya.
Isu berkendara agresif ini masih sering ditemukan di jalan kabupaten dan jalan desa dengan tingkat pengawasan terbatas, namun juga tidak jarang terjadi di wilayah perkotaan serta di sekitar lingkungan sekolah. Risiko kecelakaan dapat terjadi kapan saja, baik pada jam sibuk pagi dan sore hari maupun saat kondisi lalu lintas terlihat lengang.
Instruktur Safety Riding PT Tunas Dwipa Matra menegaskan bahwa perilaku agresif di jalan raya sering kali menjadi pemicu kecelakaan serius.
“Banyak kecelakaan fatal berawal dari keputusan kecil yang diambil secara tergesa-gesa, seperti memaksakan menyalip atau melanggar rambu. Padahal, keselamatan berkendara sangat ditentukan oleh sikap sabar, disiplin, dan kemampuan mengendalikan emosi saat di jalan,” ujar Bagus Kurniawan, Manager Promosi Tunas Dwipa Matra.
Untuk itu, Tim Safety Riding PT Tunas Dwipa Matra membagikan beberapa tips sederhana agar pengendara dapat berkendara dengan lebih aman, antara lain:
- Mengendalikan kecepatan dan menyesuaikannya dengan kondisi jalan serta kepadatan lalu lintas.
- Menghindari menyalip dari sisi kiri serta selalu mematuhi marka dan rambu lalu lintas.
- Berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah dan menaati seluruh aturan jalan.
- Tidak melawan arus meskipun jarak tujuan terlihat dekat.
- Menerapkan sikap aware dan defensive riding dengan selalu mengantisipasi potensi bahaya di sekitar.
Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan serta penanaman etika berlalu lintas sejak usia sekolah, Tim Safety Riding PT Tunas Dwipa Matra berharap dapat membentuk karakter pengendara yang lebih disiplin dan peduli terhadap keselamatan. Dengan demikian, angka kecelakaan lalu lintas di Provinsi Lampung dapat terus ditekan dan budaya berkendara aman dapat terwujud.