PAGARALAM –(deklarasinews.com)– Permasalahan kurangnya lokal Madrasah Aliyah Negeri (MAN) kota Pagaralam sehingga sejumlah siswa baru saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) ketika awal tahun ajaran ditolak. Karena minat orang tua menyekolahkan anak-anaknya di MAN terbilang tinggi saat ini dibandingkan beberapa tahun silam.
Kepala MAN Pagaralam Fahran Radi S.Pd MM kepada media ini menuturkan persoalan krusial yang dihadapi adalah kekurangan lokal, meski tanah sudah siap tapi dana pembuatan atau pembangunan ruang belajar baru itu tidaklah sedikit.
“tanah sudah kita siapkan tetapi dananya yang belum siap.”urainya.
Bila saja lokal kita cukup, setidaknya 10 lokal setiap awal tahun ajaran bisa ditampung, saat ini paling banyak tujuh Rombel sesuai jumlah lokal.
“peningkatan kuantitas diyakini berpengaruh juga dengan kualitas.”terangnya.
Berkaitan dengan hal diatas,Plt Kakanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Abadil Tarmuni saat kunjungan dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Kemenag di Pagaralam belum lama ini menjelaskan, akan mengusulkan rencana pembangunan gedung baru untuk MAN Pagaralam.
“kita akan usulkan ke Kemenag pusat agar mengalokasikan pembangunan gedung baru seperti yang diharapkan kepala MAN.”terangnya.
Ditambahkan Abadil, untuk pengembangan Madrasah juga bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, komite dan wali siswa.
“Kan bisa lewat Pemda, Komite dan Wali siswa dalam pengembangan Madrasah.”katanya.
Namun pihaknya (Kanwil) tidak akan diam dan akan coba mengusulkan ke pusat sehingga jumlah siswa siswi yang menuntut ilmu di Madrasah ini bertambah dan bertambah, pungkasnya .(Repi)