PAGARALAM –(deklarasinews.com)- Operasi PT.Supreme Energy Rantau Dedap di kawasan hutan lindung Bukit Tunggul Bute Kecamatan Kota Agung Lahat yang terus menerus mengeksplorasi geothermal (panas.bumi) dengan dalih ketersediaan energy listrik yang disalurkan ke PLN telah membuahkan hasil berupa bencana banjir, longsor dan juga serangan si Raja Rimba yang merasa terganggu habitatnya.
Ironisnya lagi, meski beroperasi sejak 2008 dengan 12 sumur yang sudah dibor dengan diameter dan kedalaman 2000 meter belum produksi, sementara hutan lindung yang dibabat sudah ratusan hektar.
Seperti diungkapkan Goriellah Tan saat kunjungan anggota DPRD Lahat ke lokasi belum lama ini. Berkaitan dengan musibah longsor dan banjir di Lahat, Kikim dan Mulak PT.Supreme Energy telah memberikan perhatian meringankan korban yang terkena musibah, hal ini menjawab pertanyaan anggota Dewan Lahat atas musibah yang terjadi.
Agaknya pernyataan Goriellah Tan dengan Frengki sebagai wakil Perusahaan tidak kompak. Goriellah Tan mengatakan belum menghasilkan alias belum produksi karena baru masuk tahapan ketiga.
Sementara Frengki mengatakan sudah menghasilkan meski baru 2 x 45 Mega watt dari harapan 2 x 110 Mega Watt.
“Berdasarkan eksploitasi kapasitas yang didapat untuk supply Energy listrik hanya 2×45 Mega Watt sejak February 2018.” terang Frangki pada pertemuan dengan Anggota DPRD Lahat.
Sedangkan Nopran Marjani menilai kebenaran yang disampaikan pihak PT.Supreme Energy harus dicross check kepada pihak berkompeten, mulai dari Propinsi hingga ke kementerian atau pusat.
“Apakah memang benar yang disampaikan.? termasuk procedure yang dilalui, ijin didapat dan luas lahan yang diberikan, nah ini perlu koordinasi.Dan duduk bersama dengan Propinsi dan Pusat.” bebernya.
Mengingat areal operasi PT. Supreme Energy di tiga wilayah yakni: Muara Enim, Lahat, dan Pagaralam, imbuh Nopran. Lanjut Nopran, dampak operasional PT Supreme Energy cukup besar selain bersifat ekonomis juga musibah dan bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.
Diberitakan sebelumnya DPRD Lahat, Rabu (22/01) yang digawangi ketua nya Fitrizal Hormizi ST meninjau lokasi PT Supreme Energy Rantau Dedap sesuai dengan konstitusi.(Repi)