PALEMBANG – (deklarasinews.com) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan R.A. Anita Noeringhati mengingatkan warga perlu meningkatkan disiplin penggunaan masker berkualitas dalam menghindari virus covid-19. Meskipun Sumsel sudah memulai vaksinasi Sinovac seminggu terakhir ini, namun peningkatan insiden kasus positif masih membayangi Provinsi ini.
Anita menyampaikan pesan soal pentingnya aspek pencegahan dalam kesempatan distribusi 5 juta masker medis di 20 wilayah Indonesia dan sumatera selatan mendapatkan antuan 200 ribu masker dari Aice Group yang akan di distribusikan di 17 Kabupaten/Kota melalui GP Ansor dan ini merupakan kepedulian GP Ansor dan Aice Group untuk menyelamatkan masyarakat sumatera selatan. Peluncuran misi kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Kantor Staf Presiden (KSP), Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Aice Group dilaksanakan di Gedung DPRD Provinsi Sumsel, Selasa (26/1/2021).
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan atas terus meningkatnya status positif covid-19. Korelasi kepadatan, mobilitas penduduk dan kedisiplinan dalam melakukan physical distancing berkorelasi sangat tinggi dengan kondisi penularan ini. Kami dari DPRD dan Pemprov Sumsel mengapresiasi misi bagi masker medis yang dilakukan ke masyarakat rentan penularan di kalangan grassroot. Mudah-mudahan ini akan menahan laju penularan virus,” kata Anita.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda Kiemas juga menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya insiden kasus positif covid-19 di Sumatera Selatan. Menurutnya, masih tingginya aktivitas ekonomi dan sosial di Sumsel menyumbang probabilitas penularan.
Giri mengajak semua pihak kompak menjalankan sinergi proses pencegahan lewat Prokes yang ketat dengan langkah pemulihan ekonomi di masyarakat Sumsel. Langkah GP Ansor dan Aice Group dalam menghimpun para pemangku kepentingan dalam membagikan masker medis Aice – SHIELD ke masyarakat bawah yang rentan tertular dan berdaya beli rendah akan melahirkan efektivitas dalam melawan virus berbahaya ini dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, ungkapnya.
Senada dengan legislatif dan eksekutif Sumsel, Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana mengatakan bahwa perusahaannya telah sepakat bersama KSP dan GP Ansor dalam mengupayakan program persistens dalam melawan virus covid-19 di Indonesia.
Menurutnya pembagian masker ini dilakukan di 20 Kota di Indonesia termasuk kota Palembang, dan masker yang dibagikan adalah masker Produksi sendiri yang telah lulus kompetensi oleh kementerian kesehatan, jadi kami produksi masker hanya untuk kegaiatan sosial tidak untuk diperjual belikan. Masker medis ini telah lulus kompetensi dan siap digunakan,” ungkap Sylvana
Dijelaskan, ada 20 juta masker medis yang akan dibagikan di 20 kota di Indonesia dan untuk pendistribusian, Aice bekerjasama dengan Gerakan Pemuda Ansor. “Saat ini kami mulai menjalankan program 20 juta masker untuk Indonesia, dimana 5 juta masker medis kita kerja sama dengan kantor staff kepresidenan (KSP) untuk disebarkan di 20 kota di Indonesia, sisa 15 juta kami distribusikan melalui gerai-gerai kami,” ungkapnya.
Terkait kerjasama dengan GP Ansor, Silvana menjelaskan karena Ansor , mempunyai jaringan yang sangat luas dan memungkinkan distribusi masker tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Dirinya berharap, dengan adanya bantuan masker medis ini, angka penyebaran Covid yang sementara melanda, terkhususnya di Kota Palembang dapat ditekan.
Saat ditanyai media tentang penggerakan distribusinya, Sylvana menjelaskan pada saat ini Aice telah memiliki lebih dari 250 ribu jaringan warung atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjual es krim produksinya. Produsen es krim yang dikenal dekat dengan masyarakat berbagai kalangan dan memiliki harga terjangkau oleh semua level masyarakat ini memiliki jaringan pemasar yang kuat di masyarakat.
Dalam peluncuran distribusi 150 ribu masker Aice-SHIELD ini, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Sumatera Selatan Ahmad Zarkasih mengatakan bahwa misi kemanusiaan organisasinya bersama produsen es krim nasional Aice adalah gerakan lintas kelompok masyarakat. GP Ansor, Aice dan KSP melibatkan semua elemen masyarakat dari semua suku, agama maupun kelompok profesi di Sumsel.
Menurutnya, misi kemanusiaan yang telah berjalan sejak April saat pandemi baru melanda Indonesia menempatkan diri di garda depan yang riil memperkuat titik terlemah infrastruktur dalam melawan virus jahat ini. Kelompok masyarakat paling rentan tertular menjadi titik fokus utamanya.
Zarkasih menjelaskan bahwa GP Ansor Sumsel akan memfokuskan 150 ribu masker medis SHIELD kali ini untuk memperkuat pertahanan diri beberapa kalangan masyarakat yang paling rentan tertular virus. Profesi penggali kubur, petugas sampah, Pedagang Kaki Lima, Ojek Online, santri, guru, dan kyai menjadi beberapa kalangan yang akan didahulukan menerima cukup masker medis berkualitas ini.
“Masker medis ini adalah ikhtiar kuat kami bersama banyak pihak dalam melawan virus ini. Ikhtiar kita membangun ketangguhan bangsa di jaman pandemi. Insya Allah dengan koalisi bersama yang konkrit, kita bisa saling mawas diri dan saling memperkuat. Insya Allah bangsa ini akan makin kuat dan rekat dalam menjalani cobaan, Amin,” harap Zarkasih. (Ags)