Dinas Perikanan Yapen Perluas Program Kampung Nelayan Merah Putih

SERUI -(deklarasinews.com)– Plt Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Yapen, Musa Wempi Wabes, S.Pi mengungkapkan rencana penambahan 17 calon kampung nelayan merah putih di 2026. Program ini membawa total menjadi 24 kampung, setelah kuota awal tujuh kampung disetujui tahun sebelumnya.

Dalam wawancara eksklusif dengan media ini di ruang kerjanya, Senin malam (23/2/2026), Musa menjelaskan bahwa usulan ini merupakan tindak lanjut Program Strategis Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Setelah usulan tahun 2025 disetujui KKP usai survei, kami kembali mengajukan tambahan 17 calon kampung,” katanya.Proses ini dimulai dari rapat virtual Zoom pada 11 Februari 2026, yang dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan, Direktur Jenderal Peeikanan Tangkap, Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Gubernur Papua, serta bupati dan wakil bupati se-Papua.

Rapat tersebut menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto agar Papua mengusulkan 200 dari 1.000 kuota kampung nelayan merah putih nasional. “Papua mendapat alokasi 20 persen. Bupati Yapen instruksikan kami usulkan tambahan 17 calon di kabupaten ini,” ujar Musa.

Tim Dinas Perikanan langsung bertindak. Pada 16 Februari, survei lapangan dimulai dari Kampung Tatui, Distrik Kosiwo. Hingga 23 Februari, 15 kampung telah disurvei. Pada Selasa (24/2/2026), survei dilanjutkan di Kampung Nurawi (Distrik Poom) dan Kampung Munggui (Distrik Windesi).

Musa menekankan prioritas survei awal: memastikan lahan bebas sengketa dan masyarakat siap menerima program. “Ini sebelum tim KKP bekerja sama dengan IPB lakukan survei tahap dua,” tambahnya.

Ia juga berterima kasih kepada Bupati Kepulauan Yapen, Wakil Bupati, serta Ketua DPRD Kabupaten Yapen, Ebzon Sembai.

“Ketua DPRD sangat konsen, bahkan ikut turun lapangan dua hari terakhir untuk verifikasi status lahan,” katanya.Menurut Musa, Menteri menargetkan semua 1.000 kampung nelayan merah putih rampung dibangun pada 2026.

Daftar 17 calon kampung yang disurvei.

Kampung Tatui (Distrik Kosiwo)Kampung Ketuapi (Distrik Anotaurei)Kampung Marawi (Distrik Kepulauan Ambai)Kampung Rambai (Distrik Yawakukat)Kampung Roipi II (Distrik Angkaisera)Kampung Bareraipi (Distrik Teluk Ampimoi)Kampung Korombobi (Distrik Yapen Timur)Kampung Mnukuwar (Distrik Pulau Kurudu)Kampung Miosnum (Distrik Yerui)Kampung Jaimaria (Distrik Wonawa)Kampung Inowa (Distrik Yapen Barat)Kampung Maniri (Distrik Yapen Barat)Kampung Moiwani (Distrik Yapen Barat)Kampung Soromasen (Distrik Pantai Utara)Kampung Tindaret (Distrik Pantura)Kampung Nurawi (Distrik Poom)Kampung Munggui (Distrik Windesi)

Prestasi ini menunjukkan loyalitas Musa yang baru menjabat setahun, didukung pengalaman luas dan koordinasi erat dengan Kepala Dinas Perikanan.(GM)

Benyamin Arisoy Tegaskan Penempatan Guru dan Nakes di Yapen Wajib Gunakan SK Bupati, Siap Sidak 17 Distrik

YAPEN -(deklarasinews.com)- Benyamin Arisoy menegaskan komitmennya untuk menata kembali kedisiplinan aparatur, khususnya guru dan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Kepulauan Yapen. Penegasan ini disampaikan menyusul banyaknya guru dan nakes yang selama ini menjalankan tugas hanya berdasarkan nota dinas.

Bupati menegaskan bahwa ke depan tidak boleh lagi ada penempatan guru maupun nakes dengan nota dinas. Seluruhnya harus kembali berpatokan pada Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai dasar hukum yang sah.

“Saya sudah minta kepala dinas dan kepala bidang tidak lagi mengeluarkan nota dinas kepada guru-guru maupun nakes, tetapi harus dengan SK Bupati,” ujarnya tegas.

Menurutnya, penempatan berdasarkan SK penting agar ada kejelasan hak, kewajiban, dan tanggung jawab di tempat tugas masing-masing. Pemerintah daerah membutuhkan guru-guru yang benar-benar berada di sekolah sesuai SK agar proses belajar mengajar berjalan baik dan mampu melahirkan generasi yang berkualitas serta bermoral.

Ia juga mengakui pengawasan dari dinas teknis selama ini belum berjalan maksimal, sehingga distribusi dan kehadiran guru maupun nakes kurang terkontrol dengan baik.

Sebagai langkah lanjutan, Bupati dalam waktu dekat akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke 17 distrik untuk memastikan langsung keberadaan guru dan nakes di lokasi tugas sesuai SK yang telah ditetapkan.

Bupati turut menegaskan bahwa guru dan nakes yang tidak mau bekerja, tidak disiplin, atau tetap membandel akan diberikan sanksi tegas hingga pemberhentian sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berharap pelayanan pendidikan dan kesehatan dapat berjalan lebih tertib, disiplin, dan merata di seluruh wilayah.(GM)

Bupati Yapen Tertibkan Guru dan Terapkan Kenaikan Kelas Berbasis Literasi

YAPEN -(deklarasinews.com)- ​Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menyampaikan klarifikasi resmi terkait sorotan publik atas kondisi pendidikan dasar di daerah itu, menyusul beredarnya informasi sekitar 60 persen murid sekolah dasar (SD) naik kelas namun belum mampu membaca dan menulis dengan baik.Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, menegaskan data tersebut tidak bisa dipahami sebagai gambaran menyeluruh kondisi pendidikan di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Menurutnya, angka itu berasal dari evaluasi terbatas yang dilakukan Yayasan Rumsram Biak atas permintaan langsung pemerintah daerah sebagai bahan koreksi internal.“Ini permintaan saya untuk mengetahui sejauh mana proses belajar mengajar berjalan. Kita harus tahu kondisi riil di lapangan,” tegasnya, Sabtu (14/2/26).Bupati menjelaskan, evaluasi itu bukan survei komprehensif terhadap seluruh sekolah, melainkan alat ukur awal untuk menyusun arah kebijakan pembenahan pendidikan.

Karena itu, penarikan kesimpulan umum dari data terbatas tersebut dinilai tidak memenuhi prinsip objektivitas metodologi dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.Menurut Benyamin, kondisi kemampuan literasi dasar siswa saat ini merupakan akumulasi persoalan selama lima hingga sepuluh tahun terakhir.

“Kondisi hari ini adalah cerminan dari proses beberapa tahun lalu. Jadi ini bukan masalah yang baru terjadi sekarang,” ujarnya.Berangkat dari hasil evaluasi itu, pemerintah daerah mulai melakukan pembenahan menyeluruh dari sisi input, proses hingga output pendidikan.

Fokus utama diarahkan pada penertiban tenaga pendidik, terutama terkait kedisiplinan dan kehadiran guru di tempat tugas.Bupati menyoroti masih adanya guru yang seharusnya mengajar di kampung namun memilih tinggal di kota dengan alasan nota dinas. “Kalau ditugaskan di kampung, harus mengajar di kampung sesuai SK.

Tidak bisa menggunakan nota dinas untuk tinggal di kota. Ini yang akan kita tertibkan,” tegasnya.Ia memastikan seluruh guru akan dikembalikan ke tempat tugas sesuai Surat Keputusan (SK), dan bagi guru yang tidak melaksanakan kewajibannya akan dikenai sanksi tegas hingga pemberhentian. “Guru yang tidak mau mengajar dan tidak bisa diatur, lebih baik kita berhentikan,” tegas Benyamin.

Di sisi proses belajar, pemerintah daerah menetapkan prinsip bahwa siswa yang belum mampu membaca dan menulis tidak boleh dinaikkan kelas. “Jangan naik kelas asal-asalan. Didik sampai benar-benar bisa membaca dan menulis, baru naik kelas,” katanya.

Menanggapi viralnya sorotan pendidikan Yapen, Bupati mengingatkan agar isu tersebut tidak dipelintir untuk kepentingan politik. “Ini bukan untuk provokasi. Ini bagian dari upaya kita memperbaiki pendidikan di Yapen. Jangan sok jadi pahlawan, karena program itu saya yang dorong untuk mengevaluasi potret pendidikan di Yapen,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menegaskan bahwa langkah evaluasi pendidikan justru merupakan wujud keterbukaan pemerintah dalam melihat kondisi riil untuk kemudian diperbaiki, bukan untuk membangun stigma negatif terhadap daerah.

Karena itu, penggiringan opini seolah-olah data evaluasi terbatas tersebut adalah gambaran menyeluruh kondisi pendidikan dinilai tidak proporsional dan cenderung tendensius.Kritik publik tetap dihargai sebagai bagian dari kontrol sosial, namun diharapkan berbasis data utuh dan metodologi yang jelas agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat serta tidak merugikan peserta didik, sekolah, maupun tenaga pendidik.Sebagai langkah konkret pembenahan, pemerintah daerah antara lain melakukan penertiban guru sesuai SK penempatan, melarang penggunaan nota dinas untuk meninggalkan tugas, memberikan sanksi tegas bagi tenaga pendidik yang tidak melaksanakan kewajiban, menerapkan kebijakan kenaikan kelas berbasis penguasaan kemampuan dasar, meningkatkan pengawasan langsung ke sekolah dan kampung-kampung, serta memperbaiki sarana prasarana sesuai kemampuan fiskal daerah.

Benyamin menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas utama pelayanan publik bersama sektor kesehatan. Ia menyatakan akan turun langsung memantau kehadiran guru dan kualitas proses pembelajaran di lapangan. “Mulai pekan depan saya akan turun langsung memastikan guru ada di tempat. Kita ingin kualitas pendidikan Yapen benar-benar berubah,” pungkasnya.

Melalui klarifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen meneguhkan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nyata, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus mengajak seluruh pihak menyampaikan informasi secara berimbang demi masa depan generasi Yapen.(GM)

Setahun Kepemimpinan Ebzon Sembai, Tiga Mezbah di Ampimoi dan Randawaya Diresmikan

YAPEN -(deklarasinews.com)– Ketua DPRK Kepulauan Yapen, Ebzon Y. Sembai, S.Pi, M.H, memimpin pengguntingan pita peresmian tiga mezbah resmi di Distrik Teluk Ampimoi, bertepatan dengan momentum satu tahun kepemimpinannya dan ibadah mezbah ke-12, Sabtu (14/2/2026).

Pengguntingan pita dilakukan secara seremonial oleh Ebzon Sembai bersama Ketua Zona 8 Papua Utara Internasional Sion Kids Movement (ISKIM) Nehemia Waromi, Kepala Distrik Teluk Ampimoi, Ketua Badan Musyawarah Kampung (BMK) Kampung Karoapi, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

Tiga mezbah yang diresmikan adalah Mezbah Moria dan Mezbah Tabor di Kampung Ampimoi, serta Mezbah Yabok di Kampung Randawaya.

Ebzon Sembai menegaskan bahwa peresmian ini merupakan langkah strategis memperkuat pelayanan rohani lintas denominasi.

“Peresmian ini bukan hanya soal simbol, tetapi juga komitmen bersama untuk membangun pelayanan rohani yang terarah, terorganisir, dan inklusif bagi seluruh umat,” ujarnya.

Kegiatan juga dirangkai penyerahan dokumen resmi kelembagaan mezbah dari ISKIM Zona 8 Papua Utara ke Pemerintah Distrik Teluk Ampimoi.

Dokumen Mezbah Moria dan Tabor diserahkan ke Pemerintah Kampung Ampimoi, sementara Mezbah Yabok ke Pemerintah Kampung Randawaya, guna penguatan administrasi dan legalitas.Ebzon berharap mezbah-mezbah ini menjadi wadah pemersatu umat lintas gereja, sekaligus kontribusi bagi kehidupan iman dan sosial masyarakat yang berkelanjutan.

Acara berlangsung khidmat dengan nuansa kekeluargaan, dihadiri perwakilan gereja seperti GBIP Gunung Tabor Ampimoi, GKII Jemaat Antiokia Finggameni, GPDP Sungai Kerit Kampung Ayari, GBIP Jemaat Tujuh Kaki Dian Ampimoi, GPDI Firdaus Ampimoi, GPDP Gunung Karmel Kampung Karoapi, dan GBGP Jemaat Shalom Kampung Karoapi.

Yayasan Internasional Sion Kids Movement (ISKIM) Zona 8 Papua telah berbadan hukum berdasarkan SK Kemenhukam Nomor AHU-0017724.AH.01.04 Tahun 2020.(GM)

Musrenbang Teluk Ampimoi 2026, Ebzon Sembai Desak Penanganan Darurat Literasi SD

YAPEN –(deklarasinews.com)- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai S.Pi., M.H., menekankan urgensi regenerasi sumber daya manusia melalui pendidikan dasar saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Distrik Teluk Ampimoi Tahun 2026 di Kantor Distrik Teluk Ampimoi, Kampung Randawaya, Kamis (12/2/2026). Acara ini sekaligus menutup penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2027.Hadiri acara Kepala Distrik Teluk Ampimoi Korinus Sineri, Tim Asistensi Pemerintah Daerah Paul Richard Dawir, serta anggota DPRK Dapil 4 Jasten Simanjuntak, Rian Hendrik Tania, dan Trison Ayomi.

Turut serta Kapolpos Teluk Ampimoi Frisd M.M., pendamping desa, kepala kampung, Badan Musyawarah Kewangsaan Masyarakat Adat (Bamuskam) se-Distrik Teluk Ampimoi, tokoh pemuda, perempuan, tenaga medis, dan pendidik.Bertema “Peningkatan Kualitas SDM yang Berdaya Saing, Ekonomi Daerah yang Inklusif, Tata Kelola Profesional, dan Infrastruktur Berketahanan”, Sembai mengingatkan temuan survei UNICEF melalui Yayasan Rumsram yang mengungkap 60 persen siswa di 10 sekolah dasar sampel belum bisa membaca—fakta yang telah ramai diberitakan dan menarik perhatian publik.

“Melalui Musrenbang ini, saya minta Kepala Distrik beserta jajarannya, kepala kampung dan perangkatnya, Bamuskam, serta orang tua siswa se-Distrik Teluk Ampimoi serius tangani ini. Ini kunci regenerasi penerus daerah ini  yang akan gantikan kita besok. Segera cek dan pastikan apakah kondisi ini benar terjadi di semua SD wilayah Distrik Teluk Ampimoi atau tidak dan hasilnya segera laporkan agar dapat di ketahui pemerintah daerah.

Kepala kampung sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah paling bawah harus bertanggung jawab atas pendidikan di kampung masing-masing, lalu laporkan hasilnya berjenjang hingga tingkat atas,” tegas Sembai, putra daerah Teluk Ampimoi, dengan nada mendesak yang disambut anggukan peserta.

Sembai juga mengevaluasi program pemerintah daerah yang telah masuk ke kampung-kampung di distrik tersebut. Ia meminta kampung yang belum maksimal tersentuh pembangunan dan bantuan dijadikan prioritas usulan Musrenbang. Usulan dari Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu), termasuk pengawalan anggaran daerah, mendapat perhatian khusus.

“Sebagai anak Teluk Ampimoi, saya kawal setiap usulan dari tingkat bawah hingga atas bersama rekan DPRK Dapil ini. Hari ini, kami hadir untuk dengar aspirasi Bapak/Ibu dan pastikan program 2025 yang belum merata tahun lalu segera ditindaklanjuti,” ujarnya penuh komitmen.

Dengan keterbatasan anggaran, Sembai meminta peserta fokus pada isu urgen dan berdampak luas. “Prioritaskan hal-hal mendasar, karena tidak mungkin akomodir semua usulan,” pesannya

Selama Musrenbang, masyarakat dan kepala kampung menyampaikan aspirasi, seperti kekurangan guru di satu sekolah—hanya satu guru—serta Pustu yang belum punya perawat.

“Aspirasi dari kepala kampung hari ini kami terima dan tindaklanjuti ke dinas terkait agar segera ada langkah konkret atasi masalah masyarakat,” jelas Sembai di hadapan peserta.(GM)

Kadistrik Sopia Rapami Buka Musrembang Distrik Pulau Kurudu

KEP. YAPEN -(deklarasinews.com)- Ketua DPRK Kepulauan Yapen, Ebzon Y. Sembai, S.Pi, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat distrik di Distrik Pulau Kurudu untuk penyusunan Dokumen RKPD Tahun 2027. Kegiatan berlangsung di Gedung Sekolah YPK PNIEL Kurudu, Jalan Critian Mamori, Kampung Mnukwar, pada Selasa (10/2/2026). Musrembang dihadiri Kepala Distrik Pulau Kurudu, Sopia Rapami; Kepala Sub Bidang Ekonomi Makro, Herman Worobai; perwakilan TNI/Polri; serta kepala kampung, Bamuskam, dan Puskesmas se-distrik.

Sambutan Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, dibacakan Kepala Distrik Pulau Kurudu Sopia Rapami. Bupati menegaskan Musrembang sebagai wujud perencanaan pembangunan partisipatif, melibatkan masyarakat langsung sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2024 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Tujuannya, agar rencana distrik mencerminkan kondisi riil masyarakat.

Berdasarkan RPJMD Kepulauan Yapen 2025-2029, Tahun 2027 menjadi tahun kedua mewujudkan visi “Yapen, Rumah Kita yang Berkeadilan, Unggul, dan Sejahtera”. Arah kebijakan fokus pada peningkatan kualitas SDM berdaya saing, ekonomi inklusif, tata kelola profesional, infrastruktur berketahanan, serta program unggulan yang disepakati bersama.

Program unggulan meliputi: Yapen Sehat: Peningkatan layanan kesehatan di semua fasilitas agar mudah dan inklusif bagi masyarakat.

Yapen Cerdas: Perluasan akses pendidikan berkualitas di semua jenjang, dengan pengajaran guru kompeten, khususnya di daerah terpencil.

Yapen Berdaya: Percepatan penurunan kemiskinan, peningkatan pendapatan, serta perlindungan sosial adaptif untuk kesejahteraan masyarakat.

Yapen Berintegritas: Penguatan birokrasi berakhlak, implementasi layanan publik inklusif, dan budaya birokrasi berdampak.Bupati meminta peserta menyumbang lima usulan prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan, serta ekonomi sosial kemasyarakatan.

Usulan ini harus mempertimbangkan potensi lokal untuk memperkuat transformasi sosial, produktivitas, ekonomi berkelanjutan, dan tata kelola pemerintahan.

Atas nama Bupati Benyamin Arisoy, Kepala Distrik Sopia Rapami secara resmi membuka Musrembang dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa.(GM)

Ebzon Sembai: DPRK Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Kurudu

YAPEN -(deklarasinews.com)– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen, Ebzon Y. Sembai, S.Pi, M.H, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat distrik di Distrik Pulau  Kurudu. Dalam Rangka Penyusunan Dokumen RKPD Tahun 2027. Kegiatan berlangsung di Gedung Sekolah YPK PNIEL Kurudu, Jalan Critian Mamori, Kampung Mnukwar, pada Selasa (10/2/2026).

Musrembang dihadiri langsung oleh Kepala Distrik Kepulauan Kurudu, Sopia Rapami; Kepala Sub Bidang Ekonomi Makro, Herman Worabai; perwakilan TNI/Polri; serta kepala kampung,  Bamuskam, dan Puskesmas se-distrik Pulau Kurudu.

Dalam arahannya, Ebzon Sembai menegaskan kehadirannya untuk mengikuti musrembang sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

“Kami selaku DPRK memiliki tanggung jawab besar untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kehadiran saya hari ini untuk mendengar dan melihat langsung kebutuhan masyarakat Distrik Kepulauan Kurudu,” ujarnya.

DPRK memiliki peran strategis sebagai wakil rakyat dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Salah satu tugasnya adalah menghadiri Musrembang tingkat distrik untuk menyerap usulan prioritas dari masyarakat akar rumput. Tujuannya agar aspirasi tersebut terintegrasi ke dalam rancangan anggaran daerah (RAPBD), memastikan pembangunan inklusif dan responsif terhadap kebutuhan dasar yang sifatnya mendesak seperti pendidikan, kesehatan & infrastruktur dasar.” Tutur Ebzon Sembai.

Ebzon Sembai menekankan agar peserta musrembang selektif mengusulkan kebutuhan dasar yang mendesak dan bersifat urgent. Ia juga menyinggung tantangan efisiensi anggaran sejak 2025 hingga 2026, yang menyulitkan pelaksanaan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati.

“Baru-baru ini, kami bersama Bupati dan Wakil Bupati mengikuti Rakornas pemerintah pusat-daerah di Bogor. Ada udara segar untuk kita semua. Mari berdoa agar di 2027 tidak ada lagi efisiensi anggaran, sehingga pembangunan di Kabupaten Kepulauan Yapen berjalan normal,” katanya.

Lebih lanjut, Sembai ungkapkan pagu indikatif Kabupaten Kepulauan Yapen yang awalnya Rp1,2 triliun turun menjadi Rp 984 Miliar akibat efisiensi tersebut. “Ini bukan hanya di kita, tapi di seluruh daerah Indonesia. Kami berharap efisiensi anggaran di 2027 berakhir, sehingga anggaran infrastruktur tidak dipotong dan rencana pembangunan tak terhambat,” tambahnya.

Dalam arahan Ketua DPRK Yapen  Ebzon Sembai, seperti angin laut Yapen yang membawa suara ombak rakyat kecil—mendengar keluhan pulau terpencil, mengawal mimpi infrastruktur bagai jembatan harapan, dan menjanjikan pelabuhan pembangunan yang tak lagi terhambat badai anggaran (GM)

Ketua DPRK Kepulauan Yapen Ucapkan Selamat HUT ke-171 Pekabaran Injil di Tanah Papua

SERUI -(deklarasinews.com)– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai, menyampaikan ucapan selamat atas Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-171 Pekebaran  Injil di Tanah Papua. Perayaan bertema “Pertobatan Mendatangkan Keselamatan” ini digelar pada 5 Februari 2026 di tengah semangat syukur atas peran Injil dalam membawa harapan bagi masyarakat Papua.

Dalam keterangan kepada media, Sembai menghimbau umat Kristen untuk mengenang 171 tahun kehadiran Injil sebagai terang keselamatan.

“Melalui perayaan Pekerjaan Injil di Tanah Papua, saya menghimbau kepada seluruh umat Kristen untuk mengucap syukur dan mengenang kembali 171 tahun hadirnya Injil sebagai terang harapan dan keselamatan bagi Tanah Papua,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat iman. “Kiranya semangat iman dan pelayanan terus hidup dalam kasih, persatuan, dan damai sejahtera bagi kita semua,” tambah Sembai.

Sejarah mencatat, Injil pertama kali masuk ke Tanah Papua pada 5 Februari 1855 melalui misionaris Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler di Pulau Mansinam, Teluk Cenderawasih. Kedatangan mereka membawa pendidikan, kesehatan, dan nilai kasih yang menyatukan berbagai suku di Papua, meski menghadapi berbagai tantangan.

Ucapan Sembai ini menjadi panggilan untuk mempererat persatuan dalam warisan rohani yang telah menerangi Papua selama lebih dari satu setengah abad.(GM)

Pemkab Yapen Dorong Revitalisasi Kakao, Wabup Roi Palunga Turun Langsung ke Kebun Petani

SERUI -(deklarasinews.com)— Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen bergerak cepat menindaklanjuti hasil diskusi strategis bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua terkait investasi kakao dan kopi. Rabu (7/1/2026), Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga turun langsung meninjau kebun-kebun kakao yang masih aktif berproduksi.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah kebun kakao milik warga di Kampung Waniwon, Distrik Yawakukat. Di lokasi tersebut, Wakil Bupati bersama pemilik kebun, Yorens Merani, berkeliling kebun untuk melihat langsung kondisi tanaman kakao, mulai dari fase bunga, pertumbuhan buah, hingga kakao yang siap panen di pohon.

Dalam dialog santai di tengah kebun, Roi Palunga menyampaikan bahwa kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan petani lokal menyambut masuknya investor kakao yang direncanakan segera hadir di Kepulauan Yapen.

“Ini penting sekali untuk peningkatan pendapatan masyarakat. Kita lihat langsung kebun-kebun yang masih dipertahankan petani. Ke depan, investor akan masuk dan diharapkan bisa membantu petani, mulai dari perawatan, penyemprotan, pupuk, sampai pemasaran,” ujar Roi Palunga.

Ia menjelaskan, selama ini harga kakao di tingkat petani sering tidak stabil karena harus melalui beberapa tangan sebelum sampai ke pembeli akhir.

“Kalau nanti investor masuk langsung sebagai pembeli pertama, maka harga akan jauh lebih baik dan jelas. Petani tidak perlu lagi pikir-pikir soal harga,” katanya.

Roi Palunga juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali lahan-lahan pertanian yang selama ini terbengkalai. Menurutnya, kakao yang sudah ada tidak perlu ditebang, melainkan direvitalisasi agar kembali produktif.

“Lahan-lahan yang sudah lama tidak dimanfaatkan harus kita dorong untuk dibersihkan kembali. Kalau masih ada pohon kakao, jangan ditebang. Tinggal bagaimana kita rawat, sambung, pupuk, supaya bisa berbuah lagi,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat kembali menekuni sektor pertanian sebagai sumber penghidupan berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah yang fokus pada pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Pemilik kebun, Yorens Merani, yang merupakan pensiunan pegawai pertanian Kabupaten Kepulauan Yapen, mengaku bersyukur atas kehadiran langsung Wakil Bupati di kebun kakao miliknya. Di masa pensiun, Yorens mengelola kebun kakao seluas kurang lebih satu hektare.

Ia menceritakan bahwa kebun tersebut telah ditanam sejak masa kepemimpinan almarhum Bupati Betawi. Pada awalnya, kakao dikelola dalam kelompok tani, namun seiring waktu kelompok tersebut tidak berjalan akibat pengaruh pasar dan serangan hama. Meski demikian, Yorens tetap bertahan mengurus kebun hingga kini.

“Kemarin saya sudah panen sekitar 120 kilogram kakao kering. Saya jual dengan harga seadanya karena harus memenuhi kebutuhan hidup,” ungkap Yorens.

Ia berharap dengan masuknya investor dan dukungan pemerintah daerah, petani kakao di kampung dapat memiliki pendapatan yang lebih pasti.

“Harapan kami sangat baik. Kalau pasar sudah jelas dan kakao dijual dalam jumlah besar, masyarakat petani bisa punya pendapatan tetap,” ujarnya.

Kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen untuk memastikan program pengembangan kakao benar-benar menyentuh petani di tingkat bawah. Pemerintah daerah menegaskan akan terus mendampingi petani, sekaligus menyiapkan langkah teknis bersama investor agar sektor kakao kembali menjadi penopang ekonomi masyarakat di daerah kepulauan tersebut.(GM)

300 Prajurit Yon TP 860/NSK Disambut Adat Waropen di Pidemani

WAROPEN –(deklarasinews.com)- Komandan Kodim 1709/Yawa, Letkol Inf Baskoro Wijaya Atmanto, S.E, menghadiri langsung kegiatan penjemputan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 860/NSK yang tiba di Pelabuhan Pidemani, Kabupaten Waropen, menggunakan KM Masirei, Selasa (06/01/2026).

Sebanyak 300 prajurit Yon TP 860/NSK yang dipimpin langsung oleh Letkol Inf Alfa Erydani, S.Hub.Int.Han, selaku Danyon TP 860/NSK, tiba dengan aman dan disambut secara adat Waropen. Prosesi adat dilaksanakan oleh Sanggar Seni Sewisarano Kampung Paradoi, berupa pemasangan mahkota, pengalungan noken, serta ritual injak piring sebagai simbol penerimaan dan penghormatan kepada tamu.

Kegiatan penyambutan tersebut turut dihadiri oleh Jaelani, AP.M.Si (Asisten I Setda Kabupaten Waropen), Mayor Inf Yusuf Rinding (Danramil 1709-03/Warbah), Lettu Inf Abdul Latif (Pasi Intel Kodim 1709/Yawa), para kepala kampung , tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Usai prosesi adat, kegiatan dilanjutkan dengan transit di ruang tunggu Pelabuhan Pidemani, Waren.

Dalam sambutannya, Letkol Inf Baskoro Wijaya Atmanto, S.E menyampaikan bahwa penyambutan Yon TP 860/NSK merupakan momentum penting yang mencerminkan kebersamaan dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat Kabupaten Waropen.

“Kedatangan personel Yon TP 860/NSK dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap pertama ini tiba sekitar 300 personel, dan tahap berikutnya akan menyusul kembali sekitar 300 personel. Seluruh rangkaian kedatangan ini telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah dan DPRK Waropen,” jelas Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa kehadiran Yon TP 860/NSK membantu masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan daerah. Para prajurit akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti pendampingan pertanian, pembangunan infrastruktur, serta kegiatan produktif lainnya demi kemajuan Kabupaten Waropen, khususnya wilayah Botawa dan sekitarnya.

“Kami berharap melalui sinergi yang baik, kehadiran Yon TP 860/NSK dapat mendukung tersedianya infrastruktur dasar seperti listrik, jaringan, dan fasilitas penunjang lainnya, sehingga Waropen dapat tumbuh menjadi kabupaten yang maju, mandiri, dan unggulan,” pungkasnya.

Sementara itu,Jaelani, AP.M.Si, mewakili Bupati Waropen, dalam sambutannya menyampaikan , Pemerintah Daerah menyatakan dukungan penuh terhadap kehadiran Yon TP 860/NSK di Kabupaten Waropen.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Waropen, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Danyon TP 860/NSK beserta seluruh personel. Kehadiran Yon TP 860/NSK diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung program pembangunan di daerah,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh kepala distrik, kepala kampung, dan masyarakat untuk berperan aktif serta memahami bahwa kehadiran Yon TP 860/NSK bertujuan membantu pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Diketahui, Serpas gelombang ke-2 personel Yon TP 860/NSK dari Kabupaten Biak menuju Kabupaten Waropen direncanakan pada 12 Janari 2026.(GM)