Simulasi Jadi Anggota DPRD?Ini Langkah Nyata NasDem Cetak Pemimpin Muda Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Selatan resmi meluncurkan program Sekolah Politik dan Pengkaderan Remaja Bernegara. Kegiatan ini digelar di Sekretariat DPW NasDem Sumsel pada Minggu (26/4/2026) sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan politik di kalangan generasi muda.

‎Sekretaris DPW NasDem Sumsel, H. Nopianto, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan turunan dari agenda nasional partai yang sebelumnya telah dijalankan di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Kini, program itu diimplementasikan secara serentak di seluruh provinsi hingga kabupaten/kota di Indonesia.

‎“Program Remaja Bernegara ini bersifat berkelanjutan secara nasional. Di Sumatera Selatan, kami mengemasnya dalam bentuk sekolah politik dan pengkaderan sebagai bagian dari konsolidasi partai yang dilakukan secara terus-menerus,” ujar Nopianto.

‎Ia menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi politik kepada generasi muda, khususnya Generasi Z, agar memiliki pemahaman yang kuat tentang wawasan kebangsaan, nilai-nilai demokrasi, serta ideologi negara dan partai.

‎Sebanyak 79 peserta dari berbagai SMA dan SMK di Kota Palembang ambil bagian dalam angkatan perdana program ini. Mayoritas peserta merupakan siswa aktif dalam organisasi sekolah seperti OSIS serta pelajar berprestasi, sehingga menciptakan suasana diskusi yang dinamis dan kompetitif.

‎Tak hanya menerima materi teori, para peserta juga dilibatkan dalam simulasi praktik bernegara. Mereka memainkan berbagai peran strategis, mulai dari anggota DPRD Sumsel, kepala daerah, sekretaris daerah, hingga sekretaris dewan.

‎“Peserta langsung mensimulasikan proses kerja legislatif, mulai dari inisiatif rancangan peraturan daerah (Perda), pembahasan di tingkat komisi dan Badan Pembentukan Perda (Bapemperda), pembentukan panitia khusus (pansus), hingga tahap pengesahan Perda,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, Nopianto menyampaikan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan awal. Para peserta akan mendapatkan pembinaan lanjutan dari Partai NasDem sebagai bagian dari proses mencetak kader muda yang siap menjadi pemimpin di masa depan.

‎Sebagai tindak lanjut, panitia juga merancang agenda kunjungan langsung ke gedung DPRD Sumsel. Kegiatan ini bertujuan agar peserta dapat merasakan secara nyata atmosfer kerja lembaga legislatif.

‎“Setelah ini, mereka akan kami ajak ke gedung DPRD agar bisa melihat dan merasakan langsung bagaimana suasana menjadi anggota dewan,” tambahnya.

‎Program ini terbuka untuk umum dengan sistem rekrutmen mandiri tanpa keterlibatan pihak sekolah. Calon peserta mendaftar secara independen dan harus melalui proses seleksi teknis yang telah ditentukan oleh panitia.

‎Di akhir keterangannya, Nopianto turut menyampaikan pesan dari Ketua DPW NasDem Sumsel. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum positif bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus mengubah stigma negatif terhadap dunia politik.

‎“Kami ingin mengikis anggapan bahwa politik itu kotor atau jahat. Melalui kegiatan ini, generasi muda bisa memahami bahwa politik adalah sarana untuk berbuat kebaikan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Ning)

DPD Golkar Pesawaran Gelar Rapat Perdana Pengurus Panitia Muscam

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Pesawaran mengadakan rapat Perdana pengurus organisasi dan pembentukan panitia Musyawarah Kecamatan Periode 2026-2031.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Pesawaran, Mustika Bahrum, SE., MM mengatakan bahwa Rapat bertujuan untuk melakukan konsolidasi organisasi pasca pelantikan untuk memantapkan kerja kerja politik dan agenda agenda organisasi.

“Rapat perdana ini digelar setelah pelantikan kami DPD Golkar Pesawaran yang telah dilaksanakan pada 12 April lalu,” Ujar Mustika. Sabtu, (25/4/2026).

“Dalam rapat ini juga kami DPD Golkar Pesawaran sekaligus membentuk panitia Musyawarah Kecamatan dan konsolidasi organisasi guna memantapkan kerja politik dan agenda agenda organisasi kedepannya,” Tambah Mustika Bahrum yang juga Anggota DPRD Provinsi Lampung.

Mustika juga menargetkan jika Musyawarah Kecamatan dan Musyawarah tingkat Desa selesai secepatnya.

Rapat Perdana tersebut dihadiri oleh seluruh Wakil Ketua, Wakil Sekretaris dan jajaran pengurus DPD Golkar Kabupaten Pesawaran.

H.Yustin Kurniawan Zendrato, Minta Dukungan PDAM Tirta Musi Terkait Pembahasan Raperda Tentang Air Limbah Domestik

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Anggota DPRD kota Palembang Dapil I ( Kecamatan IB I, IB II, Bukit Kecil , Gandus ) kota Palembang menggelar reses masa persidangan II tahun 2026 di kantor PDAM Tirta Musi, Palembang di Jalan Rambutan, Jum’at (24/04/26).

Ketua Dapil I, M Hibbani (PKS), Wakil Ketua Dapil I, Yustin Kurniawan Zendrato (Golkar), Sekretaris Dapil I, RM Yusuf Indra Kesuma (PDI-P), dengan anggota, Hari Apriansyah (Gerindra), M Imam Fahrozi (Gerindra), M Aris Alkautsar (NasDem), Sabia Afriyana (NasDem), Yuriana (Demokrat), Jumaidi Wiratama (PAN), Ahmad Nawawi (PKB).

Dalam kunjungan reses ke PDAM Tirta Musi, H.Yustin Kurniawan Zendrato, SE., MM Sekretaris Komisi IV, menitikberatkan beberapa hal kepada Direksi PDAM Tirta Musi yang baru, diantaranya: peningkatan pelayanan, pemerataan air bersih bagi warga kota Palembang, sumbangan PDAM Tirta Musi ke PAD kota Palembang, penyaluran serta sebaran CSR dan penanganan keluhan pelanggan, ujarnya.

Selanjutnya, H.Yustin Kurniawan Zendrato (F.PG) yang juga anggota Pansus II DPRD kota Palembang, Terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Air Limbah Domestik, menyampaikan bahwa saat ini masih dilakukan pembahasan di Pansus Limbah IPAL yang belum selesai, dimana agenda ini bertujuan memperkuat regulasi pengelolaan limbah untuk kesehatan lingkungan yang berkelanjutan, pada kesempatan ini saya mewakili Pansus II, yang berasal dari Dapi I berharap dukungan agar pansus ini bisa segera menyelesaikan pembahasan Raperda Limbah IPAL, tentunya dengan dukungan Direksi PDAM Tirta Musi yang baru sekarang ini, berdasarkan data saat ini ada ± 700 IPAL yang sudah tersambung dan masih ada ribuan yang masih menjadi PR untuk segera diselesaikan, penyelesaian Limbah IPAL ini selain perlunya dukungan dari PDAM Tirta Musi, kami juga berharap Dinas PUPR dapat membantu menyelesaikan IPAL yang ada di kota Palembang, tambahnya.

Menjawab atas pertanyaan dari H.Yustin Kurniawan, wakil ketua Dapil I, Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang Ir. Teddy Andrian, ST, IPM, ASEAN Eng, Dirut PDAM, mengatakan memang Perda IPAL ini menjadi pekerjaan rumah (PR) saya yang ditugaskan langsung oleh Walikota untuk segera dilakukan penyelesaian nya, dan kami siap untuk dijadwalkan untuk melakukan pembahasan bersama Pansus II Limbah IPAL DPRD kota Palembang, dan ini menjadi prioritas untuk segera diselesaikan, jelasnya.

Dirut Perumda Tirta Musi Palembang Ir. Teddy Andrian, ST, IPM, ASEAN Eng, juga menyampaikan VISI PDAM Tirta Musi untuk menjadi perusahaan smart happy yang unggul dalam penyediaan air minum dan pengelola air limbah di Indonesia pada tahun 2028, dimana total pelanggan pada triwulan pertama 2026 saat ini 371.439 pelanggan yang di distribusikan melalui 9 Booster yang tersebar di kota Palembang, pungkasnya. (Ags).

Ketua DPD PAN Bandar Lampung Ingatkan Generasi Muda Jangan Jadi Penonton Politik

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Ketua Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM-PAN) Jawa Barat, Verrel Bramasta, menegaskan bahwa generasi muda harus tampil sebagai penggerak bangsa. Mengusung tema “Saatnya yang Muda Bicara dan Bekerja untuk Bangsa”, ia menepis stigma bahwa anak muda minim kontribusi dalam politik dan pembangunan.

Menurut Verrel, sering terdengar anggapan “anak muda bisa apa”. Padahal, jawabannya bukan “bisa apa”, melainkan “justru karena”. Karena anak muda justru bisa menjadi agen perubahan. “Anak muda sekarang bisa menjadi kekuatan dalam menentukan dan penggerak bangsa ke depan,” tegasnya saat memberikan materi di Lantai 3 Gedung Alfian Husin IIB Darmajaya, Jumat (24/4/2026).

Verrel juga menyoroti peran media sosial yang kini menjadi kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Selain itu, Verrel menekankan pentingnya memahami Empat Pilar Kebangsaan Indonesia: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menjawab pertanyaan Verrel mengenai pilar Pancasila, Aisyah, mahasiswi Prodi Manajemen semester empat IIB Darmajaya, menegaskan bahwa anak muda harus bicara dan bekerja untuk bangsa dengan memanfaatkan teknologi secara bijak. “Apa-apa serba AI, gunakan dengan bijak,” katanya.

Pertanyaan lain tentang digital skill, digital culture, bhinneka digital, dan digital safety dijawab Aris, mahasiswa dari Sistem Informasi IIB Darmajaya. Ia menekankan bahwa anak muda harus mampu memilah dan memilih dalam menggunakan media sosial. “Jika dulu Mulutmu Harimaumu, saat ini Jarimu Harimaumu, jangan sampai salah bertindak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Kota Bandar Lampung Dr. Ir. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc. menambahkan, anak muda tidak boleh hanya mengomentari politik dari luar. “Hasil survei menunjukkan golput bisa mencapai 40 persen. Anak muda harus ikut andil menentukan arah masa depan Indonesia,” kata Firmansyah.

Sesi diskusi ditutup oleh pertanyaan dari ayahanda Verrel Bramasta, Ivan Fadillah yang menegaskan kebanggaannya terhadap BM-PAN sebagai organisasi yang lahir bersama PAN. Ia mendorong sinergi dengan PUAN agar tidak terjebak dalam persaingan. “Kita harus bersatu membesarkan suara, turun ke bawah, dan melibatkan ibu-ibu sebagai target market,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan Ivan Fadillah siapa nama Ketua DPP PUAN, di jawab ibu Eka dari Bapilu DPD PAN Bandar Lampung, bahwa ketua PUAN saat ini Farah Putri Natali. Semua pertanyaan dari Verrel Bramasta maupun Ivan Fadillah diganjar masing-masing uang sebesar Rp500 ribu.

Hadir dalam kesempatan itu, selain Ketua DPD PAN Kota Bandar Lampung Dr. Ir. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc. hadir pula Ketua Yayasan Alfian Husin yang juga Wakil Ketua MPP PAN Bandar Lampung Ary Meizari, S.E., MBA. dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Alfian Husin Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A.

Hadir pula, Athala Naufal, adik kandung Verrel Bramasta, pengurus BM PAN Kota Bandar Lampung, pengurus PUAN Bandar Lampung, dan sejumlah kader PAN Kota Bandar Lampung, mahasiswa, dan kaum muda dari masyarakat umum. (**)

DPRK Kepulauan Yapen Bahas RTRW 2026-2046

YAPEN -(deklarasinews.com)– Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2026-2046 bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta jalan strategis untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan penghormatan hak ulayat masyarakat adat. Di era otonomi khusus Papua, regulasi ini krusial untuk mencegah konflik lahan, mendukung investasi berkelanjutan, dan menjaga harmoni antara modernisasi dengan kearifan lokal—sebuah langkah visioner agar Yapen tetap hijau dan makmur.

Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen menggelar Rapat Paripurna I, Kamis (23/4/2026), untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 serta Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang RTRW Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2026-2046.

Rapat dihadiri langsung Ketua DPRK Ebzon Sembai, S.Pi.M.H., didampingi Wakil Ketua III Bernad Worumi, Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan perangkat daerah.

Berdasarkan laporan Badan Pembentukan Daerah (Bapemperda) DPRK Kepulauan Yapen yang dibacakan langsung oleh Trison Ayomi, rapat pleno II agenda mendengar hasil pembahasan Bapemperda dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, lembaga adat daerah Yapen, peradilan adat daerah Yapen, serta tujuh dewan adat suku di Kepulauan Yapen terhadap Raperda RTRW.

Penyusunan Raperda ini merupakan langkah imperatif dan strategis untuk menggantikan regulasi sebelumnya, agar relevan dengan dinamika pembangunan nasional dan perubahan regulasi pusat.

Pemetaan ruang terencana diharapkan mencegah konflik pemanfaatan lahan, menjamin kepastian hukum investasi, serta menjaga keseimbangan lingkungan.

Tujuan utama meliputi:

Sinkronisasi regulasi, agar selaras dengan UU Cipta Kerja dan peraturan pelaksananya. Keterpaduan pembangunan, menyelaraskan rencana struktur ruang (jaringan transportasi, energi, dan air) dengan pola ruang (kawasan lindung dan budidaya).

Keberlanjutan ekologis, mengintegrasikan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk memitigasi dampak pembangunan terhadap kelestarian alam Kepulauan Yapen.

Landasan sosiologis menekankan penghormatan hak ulayat masyarakat hukum adat sesuai semangat otonomi khusus, dengan prinsip:

Pengakuan ruang adat.

Perlindungan hak ekonomi lokal.

Partisipasi kearifan lokal.

Catatan dan Rekomendasi Bapemperda

Bapemperda menyampaikan catatan berikut:

Pemerintah daerah wajib segera menyelesaikan validasi KLHS.

Segera harmonisasi dengan Kanwil Hukum Provinsi Papua dan Biro Hukum Setda Provinsi Papua.

Lakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat hukum adat terkait pemanfaatan ruang.

Bapemperda berkesimpulan bahwa Raperda RTRW Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2026-2046 telah melalui tahap pembicaraan tingkat I dan dinyatakan layak dilanjutkan ke tahap pendapat akhir fraksi-fraksi serta persetujuan bersama.(GM)

DPRK Yapen Tutup Paripurna LKPJ Bupati 2025 dan RTRW 2026-2046: Ketua DPRK Ebzon Sembai Tekankan Komitmen Legislasi Strategis

SERAMBI YAPEN -(deklarasinews.com)- Dalam langkah konstitusional yang matang, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen menutup Rapat Paripurna I terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2025 serta Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2026-2046.

Proses ini mencerminkan sikap Ketua DPRK Ebzon Sembai yang visioner,  menegaskan fungsi pengawasan legislatif melalui pembahasan pansus, pandangan fraksi, dan rekomendasi strategis, sejalan dengan Pasal 76 UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah. Rapat berlangsung di Gedung Rapat Utama DPRK, Jumat (24/4/2026).

Rapat penutupan dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga, Wakil Ketua III DPRK Bernad Worumi, Forkopimda, Asisten Sekretaris Daerah (Setda), para pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPRK Ebzon Sembai, S.Pi., M.H., menegaskan wujud nyata komitmen DPRK dalam menjalankan fungsi konstitusionalnya demi kemajuan Kabupaten Kepulauan Yapen yang kita cintai.

“Berdasarkan hasil pembahasan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ, pandangan akhir fraksi-fraksi, dan Pokja Khusus DPRK, kami menyepakati beberapa rekomendasi strategis. Kami menyoroti perlunya peningkatan realisasi Anggaran Pendapatan Asli Daerah (APAD) guna memperkuat pendanaan daerah, pembangunan pelayanan publik, infrastruktur jalan, serta penanganan isu sosial,” ujar Sembai.

Lebih lanjut, terkait Raperda RTRW Tahun 2026-2046, Sembai menjelaskan bahwa DPRK melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) telah melakukan pembahasan intensif dengan OPD terkait, instansi vertikal, dan kelompok masyarakat adat.

“Proses ini memastikan Raperda disempurnakan secara partisipatif dan dapat ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda), sesuai amanat UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dan Perpres No. 22/2021 tentang Penyelenggaraan RTRW,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Sembai menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota DPRK, Pansus, serta Bapemperda yang telah membahas dan menyepakati laporan secara komprehensif pada sidang paripurna ini. Rapat pun ditutup secara resmi oleh Ketua DPRK Ebzon Sembai.

Pandangan umum menunjukkan bahwa sikap Ketua DPRK ini tidak hanya prosedural, tapi juga strategis: dengan menekankan rekomendasi berbasis data anggaran dan partisipasi masyarakat, Sembai memperkuat legitimasi DPRK sebagai pengawas eksekutif.

Langkah ini menjadi preseden positif bagi pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Yapen, di mana realisasi APAD dan RTRW krusial menghadapi tantangan geografis kepulauan.

Tak Perlu Datang ke Kantor! Tirta Musi Siapkan Aplikasi Canggih untuk Keluhan Warga

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Kegiatan reses masa persidangan II anggota DPRD Kota Palembang dari Daerah Pemilihan (Dapil) I digelar di Kantor Perumda Tirta Musi, Jalan Rambutan, Jumat (24/4/2026). Agenda ini dimanfaatkan sebagai forum strategis untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat, terutama terkait layanan air bersih yang selama ini masih menjadi sorotan.

‎‎Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang, Ir. Teddy Andrian, ST, IPM, ASEAN Eng., mengungkapkan bahwa sejumlah masukan dari anggota dewan, khususnya dari wilayah Ilir Barat, menjadi perhatian serius pihaknya. Menurutnya, berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat mencerminkan perlunya pembenahan menyeluruh pada aspek pelayanan.

‎‎“Banyak sekali masukan yang kami terima. Mayoritas berkaitan dengan kualitas layanan, seperti tekanan air yang rendah, jam distribusi yang tidak stabil, hingga gangguan suplai akibat kendala teknis di lapangan,” ujarnya.

‎‎Menanggapi hal tersebut, pihak Tirta Musi telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan. Salah satunya dengan menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang lebih sistematis agar setiap laporan pelanggan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terukur. Setiap aduan nantinya akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat urgensi, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat.

‎‎“Keluhan ringan akan kami prioritaskan untuk ditangani dalam waktu singkat, tanpa harus menunggu lama. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk lebih transparan kepada pelanggan terkait kendala yang terjadi di lapangan,” jelasnya.

‎‎Sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan, Perumda Tirta Musi juga tengah mengembangkan aplikasi pengaduan berbasis digital. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pelanggan dalam menyampaikan keluhan secara langsung melalui ponsel, lengkap dengan fitur unggah foto serta penentuan titik koordinat lokasi kejadian.

‎‎“Melalui aplikasi ini, masyarakat tidak perlu lagi datang langsung untuk melapor. Cukup kirimkan foto dan lokasi, laporan akan langsung masuk ke sistem dan bisa dipantau secara real time selama 24 jam, mulai dari tahap survei hingga proses perbaikan,” terang Teddy.

‎‎Peluncuran aplikasi tersebut ditargetkan dapat terealisasi pada Mei 2026. Namun, untuk penamaan aplikasi, saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama Pemerintah Kota Palembang dan pihak terkait lainnya.

‎‎Selain peningkatan layanan, Tirta Musi juga terus melakukan penertiban terhadap praktik pencurian air yang masih ditemukan di sejumlah titik. Penanganan dilakukan dengan pendekatan persuasif, namun tidak menutup kemungkinan melibatkan pihak lain guna menindak pelanggaran yang terjadi.

‎“Kami menemukan bahwa praktik pencurian air tidak selalu terjadi di meter pelanggan, tetapi juga di jaringan pipa. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan strategi yang tepat serta kolaborasi lintas pihak,” tambahnya.

‎‎Di akhir keterangannya, Teddy mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar terhadap berbagai kendala layanan yang masih terjadi. Ia menegaskan bahwa keterbatasan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia menjadi tantangan yang terus diupayakan untuk diatasi secara bertahap.

‎‎Sementara itu, anggota DPRD Kota Palembang yang hadir dalam kegiatan reses tersebut belum memberikan pernyataan resmi kepada awak media. (Ning)

M. Hidayat Soroti Problem Banjir, Desak Pemkot Palembang berikan solusi nyata untuk masyarakat

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Wakil Ketua DPRD Kota Palembang M. Hidayat, SE.,M.Si menyoroti persoalan banjir yang terus menjadi permasalahan yang belum teratasi. Ia meminta Pemerintah Kota Palembang agar segera mengambil langkah nyata dalam mengatasi banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat kota palembang.

Menurutnya, anggaran yang tidak penting dan kegiatan bersifat seremonial seharusnya dialihkan untuk penanganan banjir, seperti normalisasi drainase, perbaikan saluran air, serta penataan kawasan rawan genangan.

Ia mengatakan, masyarakat saat ini membutuhkan solusi konkret, bukan sekadar pencitraan tanpa hasil yang jelas. “Banjir ini persoalan serius yang harus ditangani bersama. Jangan hanya sibuk pencitraan, tetapi tidak ada dampak nyata yang dirasakan warga,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menegaskan para camat se-Kota Palembang harus menjadi garda terdepan dalam penanganan banjir, karena paling memahami kondisi wilayah masing-masing, termasuk titik rawan banjir dan kebutuhan masyarakat setempat.

Sampai saat ini, Pemerintah Kota Palembang belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan masalah banjir di Palembang. Pernyataan tersebut sebelumnya meminta agar anggaran yang dinilai tidak prioritas dialihkan untuk penanggulangan banjir. Publik kini masih menunggu respons serta langkah nyata dari pemerintah kota terkait solusi atas persoalan banjir yang terus terjadi.

Hidayat berharap seluruh jajaran pemerintah dapat bekerja serius dan terkoordinasi agar persoalan banjir di Palembang tidak terus berulang setiap musim hujan.

Reses DPRD kota Palembang Dapil I, H.Yustin Kurniawan Soroti Pelayanan Puskesmas Kampus

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Anggota DPRD kota Palembang Dapil I yang meliputi Kecamatan Bukit Kecil, Gandus, Ilir Barat I, dan Ilir Barat II, H.Yustin Kurniawan Zendrato, SE.,MM, melaksanakan kunjungan reses masa persidangan II Tahun 2026, dihari pertama digelar di Puskesmas Kampus Palembang, adapun fokus reses mencakup peningkatan layanan, sarana prasarana serta optimalisasi program kesehatan sekaligus menyerap aspirasi. Kamis, (23/04/26).

Dalam kunjungan reses tersebut, Yustin Kurniawan Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Palembang sekaligus Sekretaris Fraksi Golkar, mengapresiasi pencapaian kinerja puskesmas kampus, meski demikian, ia menyoroti keluhan warga terkait sarana maupun layanan kesehatan puskesmas kampus Palembang, pentingnya edukasi terhadap pasien puskesmas, karena kunci keberhasilan suatu organisasi adalah pelayanan dengan sepenuh hati, jelasnya.

Menanggapi apa yang disampaikan anggota DPRD kota palembang dalam giat reses hari ini, Kepala Puskesmas Kampus Palembang dr. Hj. Fitrianti, M.Kes, menyampaikan ucapan terimakasih atas saran dan masukkan yang disampaikan, tentunya ini akan menjadi catatan dan perbaikan kedepannya dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, ia juga menyampaikan hasil survei kepuasaan masyarakat terkait pelayanan dan rencana pengembangan sarana fisik puskesmas kampus kedepan serta prestasi yang telah didapatkan oleh puskesmas kampus, ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan reses di puskesmas kampus, seluruh anggota DPRD kota palembang dari dapil 1, dr. Fauziah Sekretaris Dinas Kesehatan kota Palembang, Sekretaris Camat Ilir Barat Satu, Sekretaris Lurah Lorok Pakjo, dan undangan lainnya. (Ags).

Ketua DPRK Ebzon Sembai Pimpin Rapat Paripurna: Pansus Ungkap PLT di 28 Jabatan dan Rekomendasi Perbaikan Kinerja Pemkab Yapen

SERUI -(deklarasinews.com)- Dalam momen pengawasan legislatif yang krusial, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen menggelar Rapat Paripurna untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025 serta Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2026-2046. Kamis 23 April 2026

Rapat ini menjadi panggung penting bagi DPRK untuk mengevaluasi kinerja pemerintah daerah, memastikan akuntabilitas sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 19 Tahun 2024 tentang evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Rapat paripurna yang berlangsung hari ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Ebzon Sembai, S.Pi.M.H., didampingi Wakil Ketua III Bernad Worumi, berlangsung di Gedung Utama DPRK Yapen .

Hadir pula Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga, Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah (OPD). Suasana rapat mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di wilayah kepulauan yang kaya potensi ini, di mana evaluasi LKPJ tidak hanya menyoroti prestasi, tapi juga celah perbaikan demi kesejahteraan masyarakat Yapen.

Laporan Panitia Khusus (Pansus) DPRK yang dibacakan oleh Abdullah mengevaluasi kinerja pemerintah daerah sepanjang 2025. Pansus menyampaikan apresiasi atas tindak lanjut rekomendasi tahun sebelumnya, namun juga mengkritik sejumlah isu struktural. Temuan utama mencakup 28 jabatan di lingkungan pemkab yang masih diisi Pelaksana Tugas (PLT) dan belum definitif, antara lain: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Komunikasi dan Informasi, Bapperinda, Inspektorat, Asisten I Setda, Sekretaris DPRK, Direktur RSUD Serui, serta 16 distrik yakni Anotaurei, Kepulauan Ambai, Kosiwo, Yapen Barat, Angkasera, Wonawa, Pulauan Yerui, Poom, Raimbawi, Yapen Timur, Teluk Ampimoi, Yawakukat, Nusawani, dan Yapen Selatan.

Pansus menekankan bahwa penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di setiap OPD harus sesuai jenjang kepangkatan, misalnya pelaksana tugas Kepala Bidang (eselon III.b) minimal berpangkat Golongan III.d. Selain itu, diperlukan ketegasan sanksi bagi ASN yang tidak aktif di tempat tugas. Pansus juga mencatat ketidaksesuaian sistematika LKPJ dengan PP 13/2019, Permendagri 18/2020, dan Permendagri 19/2024, termasuk perbedaan misi dalam RPJMD dan LKPJ pada Bab I hingga IV.

Catatan Khusus Per OPD

Pansus merinci evaluasi capaian program sebagai berikut:

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan: 82 program/kegiatan belanja belum capai 100%.

Dinas Kesehatan: Capaian program fisik dan non-fisik belum 100%. RSUD Serui prestasinya baik, tapi perlu perbaikan pelayanan pasien rujukan, fasilitas rawat inap, serta penyelesaian honorarium tenaga kontrak (perawat dan dokter).

Dinas PUPR: Diapresiasi atas realisasi fisik yang prestisius.

BPNBD: 24 program/kegiatan belum capai 100%.

POLPP: 4 program/kegiatan belum capai 100%.

Dinas Sosial: 18 program/kegiatan belum capai 100%.

Secara keseluruhan, Pansus merekomendasikan perbaikan struktural segera, seperti pengisian jabatan definitif, penyelarasan laporan dengan regulasi, dan optimalisasi belanja daerah.

Rapat paripurna ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pemerintahan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan.