Kemerdekaan di Ujung Pensil yang Patah

Oleh: Dr. Susanto

(Dosen Universitas Bandar Lampung)

Dunia sedang sibuk. Di layar-layar gawai kita, bursa saham yang memerah menjadi horor bagi para investor. Di panggung politik, para elite sibuk berbalas pantun soal janji kesejahteraan dan retorika “peras darah” demi rakyat. Namun, di balik riuhnya perdebatan angka pertumbuhan ekonomi dan polemik ijazah yang tak kunjung usai, sebuah berita pilu menyelinap, seorang anak sekolah dasar diduga mengakhiri hidupnya hanya karena tak mampu membeli alat tulis.

Tragedi ini bukan sekadar berita duka kriminal biasa. Ini adalah sebuah anomali yang menggugat definisi “merdeka” yang kita agungkan setiap tahunnya.

Kontras yang Menyakitkan

Kita hidup dalam sebuah paradoks. Di satu sisi, para penguasa berpidato lantang tentang visi Indonesia Emas 2045. Di sisi lain, ada anak bangsa yang emasnya redup sebelum sempat bersinar hanya karena sepotong pensil dan buku tulis. Saat para pakar sibuk berdebat soal angka pertumbuhan 6 persen, kita justru gagal memberikan jaminan dasar paling elementer bagi seorang anak untuk sekadar belajar.

Ketimpangan ini menunjukkan bahwa ada jarak yang sangat lebar antara statistik kemajuan dengan kenyataan di lapangan. Ketika kebijakan hanya dipandang sebagai deretan angka di atas kertas, kita sering lupa bahwa di bawah angka-angka itu ada nyawa, ada harapan, dan ada keputusasaan yang nyata.

Gugatan Terhadap Nurani Publik

Pertanyaan “Apa benar kita sudah merdeka?” yang muncul dalam refleksi ini bukanlah pertanyaan retoris belaka. Merdeka bukan hanya soal kedaulatan wilayah atau kebebasan berpendapat. Merdeka yang hakiki adalah ketika tidak ada lagi anak yang merasa masa depannya tertutup rapat hanya karena kemiskinan struktural.

Ketika seorang anak merasa beban hidupnya lebih berat daripada tas sekolahnya, di situlah kita sebagai bangsa harus berhenti sejenak dan bercermin. Apakah sistem pendidikan kita, skema bantuan sosial kita, dan kepekaan tetangga kiri-kanan kita sudah benar-benar berfungsi? Ataukah kita terlalu sibuk memandang ke atas, ke bursa saham dan panggung politik, sehingga abai pada mereka yang tersungkur di bawah kaki kita?

Menjahit Kembali Makna Merdeka

Tragedi ini harus menjadi alarm keras. Kedaulatan sebuah bangsa tidak diukur dari seberapa keras pidato penguasanya, melainkan dari seberapa aman anak-anak paling miskin di pelosok negeri bisa bermimpi tanpa takut terganjal biaya alat tulis.

Sudah saatnya kebijakan publik kembali ke “khittah”-nya, memanusiakan manusia. Kita tidak butuh lebih banyak janji politis yang mengawang. Yang kita butuhkan adalah kehadiran negara dalam bentuk yang paling konkret, memastikan tidak ada lagi pensil yang patah karena keputusasaan.

Jika kita masih membiarkan kemiskinan merenggut nyawa anak-anak kita, maka kemerdekaan yang kita rayakan mungkin baru sebatas seremoni, belum menjadi substansi. Mari kita pastikan bahwa di masa depan, tidak ada lagi anak yang harus “berhenti” mengakhiri hidupnya di dunia sebelum mereka benar-benar mulai melangkah menggapai hak-nya di bumi nusantara.*

Unila Gelar Sosialisasi PMB Tahun 2026 di SMA YP Unila

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Universitas Lampung (Unila) melaksanakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unila tahun 2026, pada Rabu, 4 Februari 2026, di ruang aula lantai dua Gedung SMA YP Unila, Bandar Lampung.

Kegiatan bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada siswa, orang tua, dan pihak sekolah terkait jalur serta mekanisme seleksi masuk Unila tahun 2026.

Sosialisasi dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T. Turut hadir Dekan Fakultas Teknik Unila Dr. Ahmad Herison, S.T., M.T., Dekan Fakultas Kedokteran Unila Dr. dr. Evi Kurniawaty, S.Ked., M.Sc., Ketua Yayasan SMA YP Unila Dr. Ryzal Perdana, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMA YP Unila Dra. Mey Sriyani, M.M., para dewan guru, serta wali murid SMA YP Unila.

Prof. Suripto Dwi Yuwono dalam sambutannya menegaskan, Unila berkomitmen penuh menyelenggarakan proses seleksi penerimaan mahasiswa baru yang PROAKTIF, yakni Profesional, Akuntabel, Transparan, dan Informatif.

Menurutnya, sosialisasi PMB ini menjadi bagian penting dalam memberikan informasi yang jelas dan terbuka kepada calon mahasiswa dan orang tua agar dapat mempersiapkan diri secara optimal dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi.

Penyelenggara sosialisasi PMB Unila tahun ini menghadirkan narasumber dari Humas PMB Unila, Dr. Muhamad Komarudin, S.T., M.T., yang menyampaikan informasi lengkap mengenai jalur penerimaan mahasiswa baru meliputi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Jalur Mandiri.

Komarudin juga menjelaskan tahapan seleksi, persyaratan, jadwal, serta strategi bagi siswa dalam memilih program studi yang sesuai dengan minat dan kemampuan akademik. Selain itu, disampaikan pula bahwa Unila terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, sarana prasarana, serta kualitas layanan akademik guna menciptakan lingkungan pembelajaran yang unggul dan berdaya saing.

Unila membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik bangsa, khususnya dari Provinsi Lampung, untuk bergabung dan berkembang bersama Unila.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan para siswa dan orang tua memperoleh pemahaman yang komprehensif terkait proses seleksi masuk perguruan tinggi serta semakin mantap menjadikan Unila sebagai pilihan utama melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

 

Bukan Sekadar Donor, IIB Darmajaya Bangun Karakter Mahasiswa Lewat Edukasi Kemanusiaan Melalui UKM KSR PMI

BANDAR LAMPUNG -(deklarasi news.com)– Semangat kemanusiaan membara di Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. UKM KSR PMI Unit Darmajaya menggelar pendidikan dan sosialisasi manfaat donor darah pada Senin, 2 Februari 2026, sebagai langkah nyata membentuk relawan muda yang sadar, peduli, dan siap bergerak.

Kegiatan ini menghadirkan Fina Fisabilillah, SKM., M.Kes., pemateri dari UDD Pembina PMI Provinsi Lampung, yang mengupas tuntas pentingnya donor darah dari sisi kesehatan hingga dampak sosialnya. Dalam pemaparannya, Fina menegaskan bahwa donor darah adalah aksi sederhana dengan dampak besar. “Satu kantong darah yang kita donorkan bisa menyelamatkan lebih dari satu nyawa. Donor darah itu sederhana, tapi efeknya luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa donor darah rutin memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor, seperti membantu menjaga kesehatan jantung dan melancarkan sirkulasi darah. Selain itu, proses donor juga bisa menjadi deteksi dini kondisi kesehatan. Fina menambahkan, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan stok darah karena mereka adalah kelompok paling potensial untuk menjadi pendonor aktif sekaligus agen edukasi.

Dukungan penuh juga datang dari pihak kampus. Plt Direktur Kemahasiswaan dan Rumah Tangga IIB Darmajaya, Doni Andrianto Basuki, S.Kom., M.T.I., menilai kegiatan ini bukan hanya rutinitas organisasi, tetapi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan KSR PMI Unit Darmajaya. Ini bukan hanya tentang donor darah, tetapi tentang membangun kepedulian sosial dan jiwa kemanusiaan mahasiswa sejak dini,” ungkapnya.

Doni juga menegaskan bahwa kampus akan terus mendukung aktivitas kemahasiswaan yang berdampak sosial, terutama yang menumbuhkan empati dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota KSR PMI Unit Darmajaya dan menjadi bagian dari rangkaian Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepalangmerahan (Diklatsar) ke-XXI yang berlangsung pada 1–3 Februari 2026. Melalui program ini, peserta tidak hanya dibekali keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga wawasan sosial dan kemanusiaan. Rangkaian Diklatsar ini akan dilanjutkan dengan diklat lapangan pada 5–7 Februari 2026 di Camp 91 sebagai tahap penguatan praktik dan kesiapsiagaan relawan.

Panitia menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar relawan muda tidak hanya menjadi pendonor aktif, tetapi juga mampu mengedukasi lingkungan sekitarnya. Mereka berharap anggota KSR bisa menjadi penggerak yang konsisten mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. (**)

Akademisi UBL Soroti Dampak Pengunduran Diri Pimpinan BEI dan OJK terhadap Stabilitas Pasar

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dinamika pengunduran diri jajaran pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terjadi akhir pekan lalu dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian tata kelola serta arah kebijakan pasar modal nasional. Kondisi ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas regulasi dan perlindungan investor ke depan.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL), Dr. Z. Diane Zaini, S.H., M.H., menilai dari perspektif hukum bisnis, keberlanjutan kepemimpinan di lembaga strategis seperti BEI dan OJK memiliki dampak langsung terhadap kepastian hukum di sektor pasar modal.

“Pengunduran diri pimpinan secara bersamaan berpotensi menciptakan kekosongan pengawasan. Jika tidak segera ditangani dengan mekanisme transisi yang jelas, hal ini dapat mengganggu konsistensi kebijakan dan menurunkan kepercayaan investor,” ujar Diane, yang juga Ketua Pusat Studi Hukum Perbankan UBL, Rabu (04/02/2026).

Ia menjelaskan, kepastian hukum merupakan fondasi utama pasar modal karena berkaitan langsung dengan regulasi transaksi, transparansi, dan perlindungan hak investor. Ketidakpastian kepemimpinan dapat memicu respons negatif pasar, sebagaimana tercermin pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal Februari 2026.

Selain aspek kepastian hukum, Diane menyoroti pentingnya prinsip tata kelola yang baik (good governance). Menurutnya, pengunduran diri mendadak pimpinan regulator berisiko menimbulkan kesan lemahnya akuntabilitas dan transparansi jika tidak disertai penjelasan publik serta langkah mitigasi yang terukur.

“Kebijakan yang terkesan ad-hoc, termasuk rencana percepatan kenaikan free float saham tanpa kajian risiko yang matang, justru dapat memperbesar tekanan pasar. Regulator harus memastikan setiap kebijakan disusun secara terkoordinasi dan komunikatif,” katanya.

Dari sisi perlindungan investor, kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko, baik bagi investor domestik maupun asing. Ketika arah kebijakan dan pengawasan tidak konsisten, investor berada pada posisi rentan terhadap fluktuasi pasar yang berlebihan.

Lebih lanjut, Diane mengingatkan bahwa stabilitas regulasi pasar modal juga berkaitan erat dengan status Indonesia dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Saat ini Indonesia masih berstatus Emerging Market, namun berisiko mengalami penurunan ke Frontier Market apabila tidak mampu menjaga likuiditas, transparansi, dan stabilitas kebijakan.

“Penurunan status MSCI dapat berdampak signifikan terhadap arus investasi asing, mengingat banyak investor institusional global menjadikan indeks MSCI sebagai acuan utama,” jelasnya.

Ia menilai, upaya pemerintah dan regulator untuk meningkatkan free float, memperkuat transparansi perusahaan, serta menjaga stabilitas regulasi merupakan langkah strategis. Namun, seluruh kebijakan tersebut harus dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan didukung kajian hukum yang komprehensif.

Ke depan, Diane melihat momentum ini sebagai tantangan sekaligus peluang. “Jika dikelola dengan baik, pengisian kepemimpinan yang transparan dan penguatan tata kelola dapat menjadi titik balik untuk memperkuat daya saing pasar modal Indonesia dalam jangka panjang,” pungkasnya

Gol Bertubi-tubi dan Adu Penalti Dramatis! Hari Kedua DSFT 2026 Dipenuhi Skor Gila dan Ketegangan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Hari kedua, Darmajaya Student Futsal Tournament (DSFT) 2026 masih didominasi oleh tim-tim sekolah yang menjadi unggulan dalam event besar ini.

SMA Al Huda (A) putra yang merupakan kampiun tahun lalu berhasil mencetak skor terbesar untuk pelaksanaan DSFT tahun 2026 dengan mengalahkan SMA YMI 18 – 0. Pertandingan dipindahkan dikarenakan cuaca yang turun hujan pada Lapangan Futsal IIB Darmajaya.

SMA YMI tak berkutik oleh ketangguhan SMA Al Huda (A). Langkah mulus juga diperoleh SMAN 1 Candipuro Lampung Selatan yang berhasil mengalahkan SMAN 9 Bandar Lampung setelah skor bertahan imbang 1-1 hingga peluit akhir dan dituntaskan melalui adu penalti dengan skor 3-2.

Untuk tingkat SMP, tak berbeda dengan SMA/K/MA, juara bertahan tahun lalu, SMPN 13 Bandar Lampung dapat melangkah ke pertandingan selanjutnya meskipun harus bersusah payah menyudahi perlawanan SMPN 23 Bandar Lampung dengan adu penalti. Pertandingan berjalan dengan sengit antar kedua tim hingga peluit akhir tetap imbang 0-0. SMPN 13 Bandar Lampung akhirnya menang dengan skor 2-0.

Ketua Pelaksana DSFT 2026 Rhadicka Pratama Pangestu, mengatakan bahwa beberapa pertandingan dipindahkan ke CFC karena cuaca yang tak mendukung. “Alhamdulillah berjalan lancar,” ungkap dia seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Rhadicka menambahkan bahwa untuk pertandingan tim putri akan berlangsung hari ini. “Hari ini putri main,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, event terbesar Futsal kembali digelar di Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya yang memperebutkan tim terbaik tingkat SMA/K/MA Putra dan Putri se Provinsi Lampung tahun 2026.

Ajang Darmajaya Student Futsal Tournament (DSFT) 2026 ini dihelat mulai 2 Februari hingga 8 Februari 2026. Tidak hanya SMA/K/MA gelaran DSFT juga mempertandingkan tingkat SMP.

Untuk pendaftaran mahasiswa baru IIB Darmajaya tahun 2026, silakan kunjungi laman resmi pmb.darmajaya.ac.id. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh dengan menghubungi narahubung yang tersedia 24 jam melalui nomor 08117972244 atau 082306097566.(**)

Dosen IIB Darmajaya Jadi Garda Depan Pengembangan Kompetensi ASN Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Dosen kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali menunjukkan kiprahnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN). Kali ini dalam kegiatan “Sosialisasi Pengembangan Kompetensi ASN Melalui Jalur Pendidikan”, akademisi IIB Darmajaya menjadi narasumber dalam event tersebut.

Kegiatan ydigelar secara daring hari ini (4 Februari 2026) mengangkat tema studi lanjut di IIB Darmajaya sebagai salah satu jalur strategis pengembangan kompetensi ASN.
Dua pimpinan fakultas di IIB Darmajaya tampil sebagai narasumber, yaitu Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, M.Kom selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Dr. Winda Lestari, S.E., M.M. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kehadiran keduanya menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas ASN melalui jalur pendidikan formal.

Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan menekankan pentingnya penguasaan teknologi dalam birokrasi modern. “Transformasi digital di lingkungan pemerintahan menuntut ASN untuk terus meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi agar pelayanan publik semakin efektif dan efisien,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Winda Lestari menyoroti penguatan kapasitas manajerial ASN. “Pendidikan lanjutan tidak hanya meningkatkan kualifikasi akademik, tetapi juga membentuk pola pikir strategis, kepemimpinan, dan kemampuan pengambilan keputusan yang dibutuhkan ASN saat ini,” jelasnya.

Acara ini dipandu oleh Dewi Indria Ningsih, S.H., M.H. selaku moderator, serta dibuka oleh Sepriyadi, S.IP., M.Si., Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi ASN BKD Provinsi Lampung.

Kegiatan ini juga disiarkan secara live streaming melalui YouTube dan menyediakan sertifikat gratis bagi peserta, sehingga membuka akses yang lebih luas bagi ASN untuk mendapatkan informasi sekaligus pengakuan partisipasi. Partisipasi dosen IIB Darmajaya dalam kegiatan ini kembali menegaskan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencetak SDM unggul, adaptif, dan berintegritas.(*)

SMA YP Unila Bandar Lampung Resmi Buka SPMB 2026/2027 Jalur Prestasi

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- SMA YP Unila Bandar Lampung secara resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 melalui Jalur Prestasi.

Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada mutu dan inovasi, SMA YP Unila memiliki visi menjadi sekolah rujukan nasional sebagai pusat inovasi pendidikan berlandaskan spiritualitas dan karakter guna mewujudkan sumber daya manusia yang berdaya saing global pada tahun 2030.

Jadwal Pendaftaran

Pembuatan Akun (Online)

– 1 Februari – 3 Maret 2026

– Validasi Berkas dan Tes (Datang ke Sekolah):

– 2 Februari – 4 Maret 2026

Pengumuman Penerimaan:

– 5 Maret 2026

Daftar Ulang:

– 5 – 12 Maret 2026

Persyaratan Pendaftaran

Cetak formulir pendaftaran:

  1. Fotokopi kartu pelajar atau biodata rapor (1 lembar)
  2. Fotokopi kartu keluarga (1 lembar)
  3. Fotokopi sertifikat/piagam penghargaan
  4. Pas foto berwarna (1 lembar)
  5. Materai Rp10.000 (2 lembar)
  6. Mengisi surat pernyataan pembayaran dan surat komitmen

 

Pendaftaran Online

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi:

👉 www.pmb.sma-ypunila.sch.id

Tempat Verifikasi Berkas

Sekretariat Penerimaan Peserta Didik Baru

Gedung D Ruang SPMB

Jl. R. Soeprapto No. 88, Kecamatan Enggal

📞 Informasi Pendaftaran:

– Pak Yudis | 0812 5135 5976

– Bu Khansa | 0895 4018 77738

– Pak Alin | 0851 3860 6451.(Red)

Buka Jalan ke Kampus Unggul! IIB Darmajaya–SMKN SPP Lampung Resmi Teken Kerja Sama Strategis

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Program studi Teknologi Pangan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melakukan penandatanganan implementasi kerja sama dengan SMKN SPP (Sekolah Pertanian Pembangunan) Lampung pada Senin, (2/2/26).

Penandatanganan dilakukan Ketua Prodi Teknologi Pangan IIB Darmajaya Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A. dengan Kepala SMKN SPP Lampung Margi Prasojo, S.Pd., M.T.I. di Gedung RPS Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura. Hadir juga Dosen Prodi Teknologi Pangan Dr. Ir. Damsir, M.T.A.; Puan Mutia Ayunisa, S.T.P., M.T.P.; Ketua Prodi Sistem Komputer/IoT Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I. bersama dosen Prodi IoT Danang Muktiawan, S.Kom., M.T.I. dan Senior Staf Kerja Sama Ketut Artaye, S.Kom., M.T.I.

Kepala SMKN SPP Lampung Margi Prasojo, S.Pd., M.T.I., menyambut baik adanya kerja sama antara kedua institusi. “Kita ingin sama-sama berkembang,” ungkapnya.

Mengenai penawaran studi lanjut siswa/I ke perguruan tinggi, Margi memberikan kesempatan kepada siswanya untuk menanyakan penawaran ataupun jalur penerimaan yang bisa diikuti setelah lulus. “Silakan dapat langsung menanyakan dalam program penerimaan mahasiswa baru di kampus IIB Darmajaya,” tuturnya.

Margi berharap kerja sama kedua institusi dapat bermanfaat dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan. “Dari kerja sama ini diharapkan kualitas mutu pendidikan di sekolah dan Lampung meningkat dan Indonesia pada umumnya,” ujarnya.

Sementara, Ketua Prodi Teknologi Pangan Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A., mengatakan kedatangannya tidak lain untuk menjalin kemitraan dengan SMKN SPP Lampung khususnya dalam Tri Darma Perguruan Tinggi. “Semoga dari penandatanganan ini dapat memberikan manfaat bagi sekolah khususnya dan IIB Darmajaya sangat terbuka untuk membantu dalam peningkatan mutu sekolah,” ungkapnya.

Selain penandatanganan MoU juga dilakukan pengenalan program studi Teknologi Pangan oleh Puan Mutia Ayunisa, S.T.P., M.T.P. dan pengenalan Prodi Sistem Komputer/IoT oleh Danang Muktiawan, S.Kom., M.T.I. Antuasiasme pelajar terhadap kedua prodi dengan beberapa pertanyaan disampaikannya dalam kegiatan tersebut.

Untuk pendaftaran mahasiswa baru IIB Darmajaya tahun 2026, silakan kunjungi laman resmi pmb.darmajaya.ac.id. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh dengan menghubungi narahubung yang tersedia 24 jam melalui nomor 08117972244 atau 082306097566.(**)

Neo Gen Footwear Design Competition 2025

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Program Studi Desain Produk Universitas Paramadina bekerja sama dengan Outdoor Pro dan PT Mitra Alas Selaras (PT MAS) secara resmi mengumumkan para pemenang Neo Gen Footwear Design Competition 2025, sebuah kompetisi desain alas kaki berskala nasional yang ditujukan bagi pelajar pra-perguruan tinggi. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada 27 Januari 2025 setelah melalui rangkaian seleksi dan pembinaan yang komprehensif.

Kompetisi ini mendapat antusiasme tinggi dari pelajar SMA dan SMK dari berbagai daerah di Indonesia. Pada tahap awal, jumlah peserta yang mendaftar cukup besar dalam skala nasional. Dari keseluruhan peserta tersebut, panitia kemudian menyeleksi 15 finalis terbaik untuk melaju ke tahap akhir. Para finalis ini juga mendapatkan pembekalan berupa workshop pengembangan desain footwear yang diselenggarakan pada 25 Januari 2025, sebagai upaya meningkatkan pemahaman peserta terhadap proses perancangan produk alas kaki yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.

Dekan Fakultas Industri Kreatif Universitas Paramadina sekaligus dosen Desain Produk, Hendriana Werdhaningsih, Ph.D, menyampaikan bahwa kompetisi ini memiliki peran penting dalam membuka ruang bagi talenta-talenta muda yang selama ini belum tersalurkan secara optimal.

“Lomba ini sangat penting, terutama untuk memberikan wadah atau kesempatan kepada talenta-talenta yang tersembunyi. Saya melihat banyak pelajar pra-perguruan tinggi yang kreatif, namun potensi tersebut sering kali hanya dianggap sebagai hobi atau kesenangan, padahal itu adalah talenta yang sangat berharga. PT MAS pun meyakini hal tersebut. Kami telah bermitra hampir 20 tahun dan sudah dua kali menyelenggarakan lomba sejenis. Dengan perkembangan dan pengakuan pemerintah terhadap potensi industri kreatif, semoga lomba ini dapat kami adakan secara berkala setiap tahun,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Neo Gen Footwear Design Competition 2025, Tasyrif Adnan, M.Ds, menambahkan bahwa kompetisi ini tidak hanya berfokus pada pencarian pemenang, tetapi juga pada pembentukan keberanian, kepercayaan diri, dan kesiapan peserta dalam menghadapi dunia desain profesional.

“Lomba ini tidak hanya bertujuan menjaring talenta baru di bidang desain, khususnya footwear, tetapi juga menjadi langkah awal bagi para peserta untuk memanfaatkan peluang ini dengan berani tampil dan bersaing secara kreatif. Diharapkan ke depannya kegiatan ini dapat terus berkelanjutan, sehingga Program Studi Desain Produk Universitas Paramadina dapat berperan nyata dalam melahirkan desainer-desainer unggul di masa depan,” jelasnya.

Para pemenang Neo Gen Footwear Design Competition 2025 adalah Zahara Mutiara Kasih – SMA Negeri 1 Magelang (Juara 1),  Zahra Arraya Sudharmawan – SMA Bintang Mandiri School Jimbaran, Bali (Juara 2), Karla Natasya Tandi Bua – SMK Sahid Jakarta (Juara 3).

Adapun Juara Harapan 1 adalah Andara Ramadhina Wibowo – SMK Budhi Warman II,
Muhammad Rizki Norulloh – SMK Yapalis Krian, Jawa Timur (Juara Harapan 2), Reyhan Febrian – SMA Negeri 27 Kabupaten Tangerang (Juara Harapan 3), adapun Zahra Arraya Sudharmawan – SMA Bintang Mandiri School Jimbaran, Bali meraih Juara Favorit.

Sebagai peraih Juara 1, Zahara Mutiara Kasih mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi ini berawal dari keinginan sederhana untuk mencoba dan menyalurkan minatnya di bidang seni visual.

“Jujur saja, ini kali pertama saya mengikuti event di desain produk. Saya tidak berekspektasi tinggi karena awalnya hanya untuk mengisi waktu luang saat class meeting, sekaligus menambah pengalaman dan mengukur kemampuan saya dalam bersaing. Menggambar dan melukis adalah hobi saya, dan saya pikir tidak ada ruginya mengikuti apa yang saya suka,” tutur Zahara.

Ia menambahkan bahwa mengikuti Neo Gen Footwear Design Competition memberikan banyak manfaat yang membuka wawasannya terhadap proses perancangan produk secara lebih mendalam.

“Ikut berpartisipasi dalam kompetisi ini banyak benefit yang saya dapatkan. Selain pengalaman, relasi saya juga bertambah, serta menambah pemahaman mengenai jalannya suatu produk. Saya jadi bisa membayangkan seberapa spesifik sebuah produk harus dipikirkan hingga akhirnya dapat direalisasikan,” tambahnya.

Melalui Neo Gen Footwear Design Competition, Universitas Paramadina bersama mitra industri berharap dapat terus mendorong lahirnya ekosistem pendidikan desain yang aplikatif, relevan dengan kebutuhan industri, serta mampu menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia profesional sejak dini.

 

Prodi Pariwisata IIB Darmajaya Studi Lapangan ke AMPTA Yogyakarta

YOGYAKARTA -(deklarasinews.com)- Program Studi Pariwisata Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Lampung melaksanakan kegiatan Field Study, Talkshow, sekaligus benchmarking Program Studi di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) AMPTA Yogyakarta pada 30 Januari 2026 di Yogyakarta.

Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Sumber Daya Manusia Pariwisata yang Berdaya Saing di Era Digital” sebagai wujud komitmen institusi dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap transformasi teknologi serta perkembangan industri pariwisata. Selain sebagai sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk melakukan benchmarking pengelolaan akademik dan pengembangan kurikulum Program Studi Pariwisata.

Rombongan IIB Darmajaya dipimpin oleh Dekan Fakultas Desain, Hukum, Pariwisata, dan Teknologi (DHPT), Dr. Handoyo Widi Nugroho, S.Kom., M.T.I., didampingi Ketua Program Studi Pariwisata, Dr. Anggalia Wibasuri, S.Kom., M.M., sejumlah dosen, serta 27 mahasiswa semester V.

Kegiatan ini diterima oleh jajaran pimpinan STP AMPTA Yogyakarta, yakni Ketua STP AMPTA Yogyakarta Drs. Prihatno, M.M., Pembantu Ketua I Bidang Akademik Arif Dwi Saputra, M.M., serta Kaprodi S1 Pariwisata Fian Damasdino, S.IP., M.Sc.

Dekan Fakultas DHPT IIB Darmajaya, Dr. Handoyo Widi Nugroho, menegaskan bahwa penguatan kompetensi digital menjadi kebutuhan utama dalam pendidikan pariwisata saat ini. Ia menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking ini penting untuk menyelaraskan kurikulum, metode pembelajaran, serta penguatan kewirausahaan mahasiswa berbasis teknologi.

“Kita berada di era di mana pariwisata sangat dipengaruhi oleh teknologi. Karena itu, perguruan tinggi harus memastikan mahasiswanya memiliki literasi digital, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi agar mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Pariwisata IIB Darmajaya, Dr. Anggalia Wibasuri, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi pengalaman belajar yang relevan dengan tantangan industri sekaligus penguatan kualitas akademik program studi. Menurutnya, melalui benchmarking, Prodi dapat mempelajari praktik baik pengelolaan akademik, integrasi teknologi dalam pembelajaran, serta pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang pariwisata digital.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga memahami bagaimana dunia akademik dan industri pariwisata bergerak mengikuti perkembangan digital. Ini penting agar mereka tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan peluang,” ungkapnya.

Melalui kegiatan field study, talkshow, dan benchmarking ini, kedua institusi diharapkan dapat memperkuat kolaborasi akademik sekaligus mendukung lahirnya sumber daya manusia pariwisata yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di era digital. (**)