Bangun Lampung Berkarakter, Pemprov Perkuat Sinergi Dengan Masyarakat Adat

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan masyarakat adat sebagai bagian dari  pembangunan Provinsi Lampung yang berlandaskan nilai budaya dan kearifan lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menggelar jamuan makan siang dan silaturahmi bersama Sai Batin Lima Makhga Way Handak, Kabupaten Lampung Selatan, di Mahan Agung, Sabtu (27/06/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Pangeran Cahya Marga (Sai Batin Marga Ratu Keratuan Menangsi) Syafrudin, Pangeran Tihang Marga (Sai Batin Marga Legum) Azhar Marzuki, Pangeran Naga Beringsang V (Sai Batin Marga Dantaran) Ahmad Fajrin, Pangeran Penyimbang Agung (Sai Batin Marga Pesisir Rajabasa) David Marison, serta Pangeran Sesuhuman Sampurna Jaya (Sai Batin Marga Katibung) M. Abas’sy.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur bersama para Sai Batin membahas arah pembangunan Lampung ke depan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kebudayaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pelestarian adat sebagai identitas daerah.

“Kami berdiskusi banyak hal tentang arah pembangunan Provinsi Lampung ke depan, bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga pembangunan kebudayaan dan SDM. Kami sepakat kebudayaan Lampung yang sangat kaya ini harus terus dilestarikan melalui kolaborasi pemerintah dengan masyarakat adat,” ujar Gubernur.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung tengah menyiapkan sejumlah program untuk penguatan adat di Lampung Selatan.

“Di Lampung Selatan ada program yang spesifik, dan pada prinsipnya lima marga akan kita sentuh,” katanya.

Mewakili Sai Batin Lima Makhga Way Handak, Pangeran Sesuhuman Sampurna Jaya M. Abas’sy menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur terhadap pelestarian adat serta pembangunan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah menerima kami. Apa yang dibicarakan hari ini sangat berpotensi membangun adat agar lebih dikenal, dan kami sangat mendukung program-program beliau untuk memajukan adat,” ujarnya.

Ia menegaskan masyarakat adat siap mendukung seluruh program pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung.

“Gagasan Pak Gubernur sangat membangun. Bukan hanya membangkitkan adat, tetapi juga perekonomian masyarakat. Kami optimistis jika program ini berjalan akan membawa perubahan bagi Lampung Selatan dan Provinsi Lampung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico mengatakan silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga identitas daerah melalui pelestarian adat.

“Adat merupakan bagian dari kebudayaan Lampung yang harus dijaga. Karena kalau budayanya maju, tentu Lampung juga berkemajuan. Aspirasi para tokoh adat menjadi masukan penting dalam menetapkan kebijakan ke depan,” katanya.

Thomas menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan 16 desa budaya melalui Surat Keputusan Gubernur sebagai upaya merawat identitas budaya sekaligus mewariskan kekayaan budaya Lampung kepada generasi muda.

Kepala BPS RI Piminpin Apel Siaga, Gubernur Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai langkah strategis untuk menghadirkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan mutakhir guna memperkuat perencanaan pembangunan daerah.

Dukungan tersebut ditegaskan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dalam Apel Siaga dan Penguatan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (27/6/2026).

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan yang berkualitas harus diawali dengan ketersediaan data yang valid. Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan agenda nasional yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun tersebut.

“Kita sadari bersama bahwa pembangunan yang berkualitas dan tepat sasaran berawal dari data yang akurat. Tanpa data yang lengkap dan benar, sulit bagi kita mengambil keputusan ataupun menyusun kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran yang sangat penting dalam memotret kondisi perekonomian daerah secara menyeluruh. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Ia menilai Provinsi Lampung memiliki potensi ekonomi yang besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, industri, perdagangan, pariwisata, hingga jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya melalui terciptanya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan, serta semakin kuatnya usaha rakyat.

Untuk itu, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan sensus agar seluruh potensi ekonomi Lampung dapat terdokumentasi secara utuh.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas lapangan yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia berpesan agar seluruh petugas menjalankan tugas dengan profesional, berintegritas, serta memberikan pelayanan yang ramah dan humanis kepada masyarakat.

Selain mengikuti Apel Siaga, Gubernur Lampung turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) RI, di antaranya jalan sehat bersama dan meninjau kegiatan donor darah.

Sementara itu, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Lampung yang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026.

Menurut Amalia, sensus ekonomi merupakan instrumen penting untuk mengetahui kondisi riil perekonomian nasional maupun daerah. Ia mengibaratkan sensus sebagai medical check-up atau rekam medis perekonomian yang akan menghasilkan data akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, pengembangan investasi, dan pemberdayaan dunia usaha.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan data yang benar karena setiap informasi yang dihimpun akan menjadi fondasi penting dalam merancang kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Amalia turut memberikan motivasi kepada 8.619 petugas Sensus Ekonomi 2026 yang akan bertugas di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Ia menyebut para petugas sebagai “pejuang data” yang memegang peran penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan sensus.

Melalui sinergi antara pemerintah, BPS, masyarakat, dan seluruh petugas lapangan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data ekonomi yang berkualitas sebagai pijakan dalam mewujudkan pembangunan ekonomi Lampung yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.

Lampung Perkuat Peningkatan SDM, Gubernur Mirza Ajak PTMA Bersinergi

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyambut jajaran pengurus pusat dan daerah Persyarikatan Muhammadiyah di Mahan Agung, Kamis malam (25/6/2026).

​Kegiatan ini digelar sebagai rangkaian dari agenda Rapat Kerja Nasional ke-17 Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (ALPTK PTMA) yang dijadwalkan berlangsung pada 25-27 Juni 2026 di Hotel Emersia Bandar Lampung. Agenda nasional ini diperkirakan akan dihadiri oleh 101 peserta dan tamu undangan yang mewakili PTMA dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Lampung sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rakernas ALPTK PTMA ke-17. Ia meyakini kehadiran para peserta dari berbagai wilayah akan membawa semangat baru bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Menurut Gubernur, kontribusi Muhammadiyah selama ini telah memberikan peran penting dalam pembangunan Sumber Daya Manusia di Provinsi Lampung melalui berbagai lembaga pendidikan yang dimiliki.

“Kemajuan Provinsi Lampung hari ini tentunya tidak luput dari sumbangsih Muhammadiyah yang telah berkiprah di Provinsi Lampung dan mendidik Sumber Daya Manusia yang berkualitas,” ujarnya.

Gubernur menilai tema besar yang diusung dalam Rakernas ALPTK PTMA sangat relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan guru yang tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan kreativitas, serta melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing global.

Pandangan ini sejalan dengan penegasan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., mengenai pentingnya peran LPTK dalam menyiapkan guru berkualitas demi pembangunan nasional yang disampaikannya pada saat membuka Rakernas tersebut.

“Semakin bagus ekosistem LPTK kita, maka akan semakin bagus juga calon-calon guru yang akan kita dapatkan. Dengan begitu kita bisa memastikan ekosistem pembelajaran kita di masa depan akan lebih terjamin, akan lebih cerah, seperti cerahnya sang surya bersinar.” tutur Wamendikdasmen.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung membuka ruang kolaborasi yang seluas-luasnya dengan Muhammadiyah, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.

“Kami yakin investasi terbaik bagi masa depan bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia,” ujar Gubernur.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur turut menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi yang dinilai mampu mempercepat akses lulusan ke dunia kerja. Sehingga Pemerintah Provinsi Lampung sepakat untuk memperkuat pengembangan pendidikan vokasi sebagai salah satu strategi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.

Selanjutnya Gubernur mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Lampung yang akan meluncurkan Program Satu Desa Satu Sarjana bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta pada tahun 2027

“Kalau ada sekitar 2.600 desa di Lampung, berarti ada 2.600 anak yang akan kami berikan beasiswa setiap tahun. Kami berharap perguruan tinggi Muhammadiyah dapat menjadi salah satu mitra utama dalam menyukseskan program ini,” ungkapnya.

Rakernas ALPTK PTMA ke-17 diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat pendidikan tenaga kependidikan, meningkatkan kualitas guru Indonesia, serta mempererat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan Persyarikatan Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami ucapkan selamat mengikuti Rapat Kerja Nasional ALPTK PTMA. Semoga menghasilkan putusan-putusan strategis yang membawa kemajuan bagi dunia pendidikan Indonesia dan menjadi amal jariyah bagi kita semua.” pungkas Gubernur saat menutup sambutannya.

Gubernur RMJ Dampingi Wamendikdasmen Ramah Tamah Bersama Persyarikatan Muhammadiyah

BANDARLAMPUNG –(deklarasinews.com)-Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq ramah tamah bersama Persyarikatan Muhammadiyah yang digelar dalam rangka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (ALPTK PTMA) di Mahan Agung, Bandar Lampung, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri para rektor, anggota, serta pimpinan Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang selama lebih dari satu abad telah berperan aktif dalam membangun bangsa, khususnya melalui bidang pendidikan. Menurutnya, Muhammadiyah telah melahirkan banyak kader yang berkiprah di berbagai sektor dan berkontribusi dalam pembangunan, termasuk di Provinsi Lampung.

“Muhammadiyah selama ini telah membuktikan selama lebih dari satu abad bahwa kemajuan bangsa tidak hanya dibangun melalui dakwah, tetapi juga melalui pendidikan,” ujar Gubernur.

Gubernur juga memaparkan sejumlah tantangan pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Lampung. Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung masih berada pada peringkat ke-26 secara nasional. Selain itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Lampung saat ini masih sekitar 24 persen.

Ia menjelaskan bahwa setiap tahun Lampung menghasilkan ratusan ribu lulusan SMA sederajat. Namun, jumlah tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja formal yang mampu menyerap tenaga kerja berpendidikan tinggi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung terus menjalankan berbagai program strategis, di antaranya penghapusan uang komite sekolah guna meringankan beban masyarakat, pengembangan kelas vokasi termasuk vokasi migran dengan penguatan kemampuan bahasa asing, serta program beasiswa Satu Desa Satu Sarjana yang direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun mendatang.

“Kami yakin investasi terbaik bagi masa depan bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia,” tegasnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Muhammadiyah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan, serta menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.

“Pemerintah Lampung membuka ruang seluas-luasnya untuk berkolaborasi dengan Muhammadiyah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq memaparkan sejumlah tantangan pendidikan nasional, khususnya terkait kebutuhan tenaga pendidik. Ia menyebut Indonesia saat ini masih mengalami kekurangan lebih dari 561 ribu guru. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga sekitar 900 ribu guru pada tahun 2030 seiring banyaknya guru dan kepala sekolah yang memasuki masa pensiun.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi di tengah tingginya jumlah mahasiswa dan alumni program pendidikan keguruan yang mencapai jutaan orang. Karena itu, pemerintah tengah melakukan berbagai pembenahan melalui revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), penguatan peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), serta penyelarasan kebutuhan guru dengan sistem pendidikan tinggi.

Wamendikdasmen juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas LPTK agar mampu menghasilkan calon guru yang kompeten dan profesional.

“Dengan LPTK yang berkualitas dan bermutu, kita dapat melahirkan calon guru yang kompeten dan kelak melahirkan anak-anak yang kompeten pula,” ujarnya.

Ia turut mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun kolaborasi dengan Muhammadiyah serta menegaskan bahwa Muhammadiyah selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan nasional.

Menutup sambutannya, Wamendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui Rakernas ALPTK PTMA ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan. (Red)

TP PKK Provinsi Lampung Gelar Pengajian dan Santuni Anak Panti dalam Peringatan 1 Muharam 1448 H

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menggelar pengajian bersama anak-anak panti asuhan dan santri tahfiz Al-Qur’an dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Mahan Agung, Kamis (25/06/2026).

Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan bahwa pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum berharga untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan.

“Pergantian Tahun Baru 1448 Hijriah ini adalah momentum berharga bagi kita semua. Mari kita berdoa agar di tahun yang baru ini kita dapat bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik, dipenuhi rasa syukur, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa makna hijrah tidak hanya sebatas perayaan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi komitmen untuk terus memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari.

“Makna hijrah yang sesungguhnya bukan sekadar perayaan seremonial tahunan. Hijrah adalah komitmen dan keistiqamahan kita untuk berpindah dari hal-hal yang kurang baik menuju hal-hal yang baik dan indah dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita bersama-sama merenung dan memantapkan niat untuk melangkah ke depan dengan hati yang bersih,” kata Purnama Wulan Sari.

Dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini mari kita jadikan momentum untuk saling bersinergi, berkolaborasi, dan bersama-sama belajar demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat yang kita cintai. Semoga kegiatan sederhana ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua,” ucapnya.

Pengajian diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Al Bukhori. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Kegiatan pengajian menghadirkan anak-anak dari panti asuhan dan pondok pesantren sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang dalam memperingati Tahun Baru Islam.

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Lampung memberikan tali asih kepada para peserta sebagai wujud perhatian dan dukungan kepada anak-anak panti asuhan serta santri.

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung resmi meluncurkan Toko Tapis, marketplace lokal yang diharapkan menjadi instrumen penguatan ekonomi daerah melalui digitalisasi pemasaran produk unggulan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lampung.

“Transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Daerah tidak boleh tertinggal dan harus mampu memastikan kemajuan teknologi menjadi alat untuk memperkuat ekonomi rakyat, membuka akses pasar yang lebih luas, serta meningkatkan daya saing produk lokal,” ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setdaprov Lampung, Liza Derni, saat Launching dan Sosialisasi Toko Tapis di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (25/6/2026).

Peluncuran Toko Tapis dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung bersama BUMD PT Wahana Raharja (Perseroda) dan mitra platform digital MBizmarket. Kegiatan tersebut diikuti seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Lampung, termasuk pejabat yang menangani pengadaan barang dan jasa serta bendahara sebagai calon pengguna marketplace lokal tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur menilai kehadiran Toko Tapis merupakan langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pelaku UMKM dan usaha lokal, terutama terkait keterbatasan akses pasar, promosi, pembiayaan, serta kemampuan beradaptasi dengan sistem perdagangan digital.

Menurutnya, banyak produk unggulan Lampung memiliki kualitas dan karakteristik yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Namun, produk-produk tersebut masih membutuhkan saluran pemasaran yang kuat, terintegrasi, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

‘Toko Tapis bukan sekadar platform perdagangan digital, tetapi juga etalase peradaban ekonomi lokal yang membawa identitas Lampung ke ruang yang lebih luas,” kata Liza membacakan sambutan Gubernur.

Nama Toko Tapis sendiri dipilih sebagai representasi identitas daerah. Tapis yang selama ini dikenal sebagai warisan budaya Lampung dinilai mencerminkan nilai ketekunan, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat Lampung yang ingin diangkat melalui platform digital tersebut.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan marketplace ini menjadi wadah bersama yang mempertemukan produsen lokal dengan konsumen, memperluas jangkauan pemasaran, mengefisienkan proses transaksi, serta memperkuat ekosistem usaha daerah secara berkelanjutan.

Melalui platform tersebut, berbagai produk unggulan Lampung akan dipasarkan secara digital, mulai dari kerajinan, kain tapis, kuliner, kopi, hasil pertanian, produk olahan, produk fesyen, hingga karya ekonomi kreatif yang dihasilkan generasi muda Lampung.

Gubernur juga menekankan bahwa peluncuran Toko Tapis tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Marketplace tersebut harus tumbuh menjadi platform yang dipercaya, dimanfaatkan secara luas, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha lokal.

Karena itu, Pemprov Lampung meminta pengelolaan Toko Tapis dilakukan secara profesional dengan sistem pembayaran yang aman, mekanisme transaksi yang jelas, layanan pengaduan yang responsif, serta dukungan pendampingan bagi UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk dan literasi digital.

Selain itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor antara perangkat daerah, BUMD, perbankan, perguruan tinggi, komunitas digital, dan sektor swasta untuk memperkuat pengembangan marketplace tersebut, baik melalui pelatihan, pembiayaan, promosi, maupun dukungan logistik dan distribusi.

Direktur Utama PT Wahana Raharja (Perseroda), Asep Muzaki, mengatakan Toko Tapis merupakan salah satu ikhtiar BUMD untuk menghadirkan platform transaksi yang dapat dimanfaatkan perangkat daerah sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah.

Ia menjelaskan keberadaan marketplace lokal tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi belanja pemerintah serta mendorong perputaran ekonomi agar lebih banyak memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat Lampung.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Lampung Asrul Tristianto menyampaikan bahwa peluncuran Toko Tapis merupakan bagian dari percepatan transformasi digital ekonomi daerah. Marketplace ini dirancang sebagai sarana promosi, transaksi, dan pengembangan produk unggulan Lampung yang lebih modern, terintegrasi, dan mudah diakses.

Dalam kesempatan yang sama, Vice President MBizmarket Ade Kurniawan memberikan sosialisasi terkait penggunaan platform Toko Tapis kepada perwakilan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi dan pemanfaatan marketplace lokal dalam mendukung pengadaan serta pemasaran produk daerah.

Selain itu, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Momorandum of Understanding (MoU) antara BUMD PT. Wahana Raharja dan mitra platform digital MBizmarket.

Dengan hadirnya Toko Tapis, Pemerintah Provinsi Lampung berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan omzet usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru. Pada akhirnya, penguatan ekosistem ekonomi digital ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Lampung di tingkat nasional.

Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama

MESUJI -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen mengoptimalkan sektor agraris dan meningkatkan kesejahteraan petani daerah melalui akselerasi program modernisasi dan hilirisasi sektor pertanian.

​Komitmen ini ditegaskan secara langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal usai melakukan peninjauan lapangan dan simulasi pemanfaatan teknologi modern drone penyemprot Pupuk Organik Cair (POC) di kawasan persawahan Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Rabu (24/6/26).

​Dalam dialog tatap muka bersama para kelompok tani setempat, Gubernur mengapresiasi keberhasilan implementasi POC hayati cair yang secara nyata mampu mendongkrak hasil panen warga. Tercatat, dari basis luasan lahan sawah sekitar 1.000 hektar di wilayah tersebut, total produksi gabah melonjak tinggi dari semula sebesar 5.000 ton menjadi 7.000 ton.

​”Jadi kalau 1.000 hektar dipakai semua, tadinya produksinya 5.000 ton sekarang jadi 7.000 ton. Ada tambahan 1,4 miliar buat dibagikan ke petani di seluruh desa,” jelas Gubernur di hadapan para petani.

​Melihat capaian impresif tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menginstruksikan jajaran dinas terkait bersama pemerintah kabupaten untuk mendorong peningkatan indeks pertanaman dari dua kali panen menjadi tiga kali panen (IP300) dalam setahun. Gubernur meminta sinergi yang kompak dari aparatur desa serta dinas teknis agar target-target percepatan tanam tahun ini berjalan dengan optimal.

​Terkait keluhan para petani mengenai kendala serangan hama tikus yang kerap menggagalkan peningkatan masa tanam, Pemerintah Provinsi Lampung bergerak cepat memberikan solusi taktis jangka pendek dan jangka panjang.

Melalui dinas pertanian, pemerintah mendistribusikan bantuan logistik berupa seperempat ton belerang untuk penanganan darurat serta merencanakan pembangunan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai langkah mitigasi jangka panjang.

​”Tahun ini kita usahakan tiga kali. Oke. Kasih burung hantu… Rubuha. Sama belerang. Kompak ya Pak. POC-nya dipakai,” tegas Gubernur.

​Sementara itu, perwakilan masyarakat tani Desa Pangkal Mas mengutarakan rasa terima kasih atas dukungan nyata pemerintah daerah dalam menekan pengeluaran budidaya padi sawah. Berkat dukungan program teknologi pupuk hayati cair ini, beban operasional produksi petani dapat dipangkas secara drastis dari ratusan ribu rupiah menjadi puluhan ribu rupiah per hektarnya.

​Petani juga menaruh harapan besar agar pemerintah daerah bersedia memfasilitasi uji laboratorium berkala bagi beras lokal yang diproduksi murni tanpa menggunakan bahan pestisida kimia sejak tahun 2014 guna mendongkrak nilai tambah ekonomi dari aspek harga jual pasar.

​”Minta tolong Pak Gubernur untuk memfasilitasi agar apa yang kami angan-angankan di beras kami, karena di usaha organik itu ada nilai plusnya dari segi harga. Terima kasih atas teknologinya pupuk hayati cair yang sangat bermanfaat dan mengurangi biaya produksi pangan kami. Semoga Lampung dipimpin Bapak Rahmat Mirzani Djausal jadi lumbung pangan nasional,” pungkas perwakilan petani.

​Di samping pembenahan sektor pertanian organik dan pengendalian hama terpadu, Gubernur turut menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung senantiasa mendengar aspirasi masyarakat Mesuji mengenai kelancaran aksesibilitas ekonomi daerah, termasuk komitmen percepatan pembenahan dan peningkatan infrastruktur jalan poros utama di wilayah setempat.

Pembangunan Sekolah Rakyat Kota Baru Masuki Tahap Akhir, Operasional Segera Dimulai

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Pemerintah Provinsi Lampung mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) Permanen yang berlokasi di kawasan Kota Baru. Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat memimpin rapat koordinasi lintas sektor di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kamis (25/07/2026).

Rapat ini menjadi forum untuk mengintegrasikan dukungan teknis dari berbagai instansi guna memastikan kesiapan infrastruktur, tenaga pendidik, serta sistem pendukung operasional sekolah yang ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan Juli 2026.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi, melaporkan bahwa pembangunan fisik SR Permanen di Kota Baru saat ini telah memasuki tahap akhir dan akan mengakomodasi sebanyak 413 peserta didik. Untuk memastikan kelancaran proses transisi tersebut, diperlukan sinergi lintas organisasi perangkat daerah, mulai dari pemenuhan kebutuhan guru, layanan kesehatan bagi siswa, hingga penyediaan sarana utilitas di lingkungan sekolah.

Sekdaprov menekankan bahwa Sekolah Rakyat merupakan proyek prioritas pemerintah pusat yang menjadi instrumen penting dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, Sekdaprov menginstruksikan seluruh jajaran, termasuk pemerintah kabupaten/kota, untuk proaktif dalam memfasilitasi mobilisasi peserta didik dan pemenuhan kebutuhan teknis lainnya.

“Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen penuh dalam mendukung operasional Sekolah Rakyat ini. Kita harus memastikan seluruh fasilitas dan sistem pendukung berfungsi optimal saat masa pembelajaran dimulai, agar anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang maksimal,” ujar Sekdaprov

Dalam rapat tersebut, juga telah dibentuk tim transisi yang melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya untuk mengawal jalannya masa orientasi dan keberlanjutan operasional sekolah secara berkelanjutan. Fokus utama tim saat ini adalah memastikan kesiapan data siswa, kesehatan lingkungan sekolah, dan pemenuhan standar pelayanan pendidikan yang telah ditetapkan. (Red)

Pemprov Lampung Dorong Kebangkitan Pertanian Mesuji Melalui Teknologi dan Inovasi

MESUJI -(deklarasinews.com)- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Mesuji dalam rangka meluncurkan bantuan Pengering Gabah (Bed Dryer) Tahun Anggaran 2026, di Desa Tanjung Mas Makmur, Kecamatan Mesuji Timur, Rabu (24/06/2026). Selain meluncurkan fasilitas tersebut, Gubernur didampingi Bupati Mesuji, Hj. Elfianah Khamami turut menyaksikan langsung proses produksi gabah hingga siap kemas menjadi beras.

​Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengikis ketertinggalan infrastruktur dan ekonomi di Kabupaten Mesuji. Ia menyatakan bahwa Mesuji merupakan daerah strategis pertanian yang menempati peringkat keempat dengan luas tanam tertinggi di Provinsi Lampung, yakni mencapai 56.000 hektar.

​”Saya ingat betul pesan yang pernah saya sampaikan beberapa waktu yang lalu. Mesuji sudah capek ketinggalan. Sudah capek tertinggal dari daerah-daerah lain yang ada di Provinsi Lampung. Hari ini, saya kembali hadir untuk memastikan bahwa kemajuan itu benar-benar hadir di Kabupaten Mesuji,” tegas Gubernur.

​Gubernur memaparkan langkah strategis pembenahan sektor pertanian dari hulu ke hilir. Pada sektor hulu, Pemprov Lampung menginstruksikan pendistribusian bibit varietas unggul seperti IPB 9G dan IPB 3S yang dinilai adaptif dan mampu mendongkrak produktivitas hingga di atas 8 ton per hektar. Di sisi lain, kelancaran distribusi pupuk di era kepemimpinan Presiden Prabowo terbukti mampu menaikkan produktivitas pertanian Mesuji hingga hampir 30 persen pada tahun sebelumnya.

​Guna memperkuat capaian tersebut, Pemprov Lampung menggulirkan program fasilitas produksi pupuk hayati cair gratis di tiap desa.

“Kita siapkan di setiap desa di Kabupaten Mesuji ini fasilitas pupuk organik cair atau pupuk hayati cair secara gratis. Kami sudah coba tahun 2025 kemarin di 500 desa se-Provinsi Lampung, kenaikan produktivitasnya paling kecil 15 persen dan paling besar mencapai 30 persen,” jelasnya.

​Untuk sektor hilir, peluncuran teknologi bed dryer di 500 desa diharap menjadi jawaban konkret atas persoalan klasik jatuhnya harga gabah akibat pengeringan tradisional yang memakan waktu lama. Sektor permodalan agribisnis juga diperkuat lewat kerja sama dengan Bank Lampung melalui skema pinjaman Kredit Usaha Alsintan (KUA) dengan suku bunga ringan sebesar 3 persen bagi para petani milenial dan generasi muda.

​Pada kesempatan yang sama, Gubernur turut menyerahkan sejumlah bantuan stimulan guna meningkatkan kesejahteraan sosial dan diversifikasi komoditas masyarakat Mesuji. Bantuan yang diserahkan meliputi 1.000 paket sembako bagi warga, 250 kilogram belerang untuk sektor pengamanan lahan, bantuan bibit kakao guna pengembangan perkebunan seluas 1.500 hektar, serta penyaluran Kredit Usaha Alsintan (KUA) senilai Rp562 juta.

​Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh elemen pemerintahan di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk berkolaborasi tanpa lelah mendampingi para petani.

“Saya titipkan satu kepada seluruh jajaran pemerintah yang hadir di sini, jangan pernah kita lelah memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Teruslah bersemangat karena hari ini Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan terutama Pemerintah Pusat akan hadir untuk mendampingi segala kesusahan para petani,” pungkasnya.

Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami memaparkan bahwa Mesuji saat ini memiliki Luas Baku Sawah (LBS) yang dilindungi oleh Peraturan Daerah tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 28.671 hektar. Sektor potensial ini dipastikan kian menggeliat dengan adanya bantuan sarana prasarana pascapanen modern seperti bed dryer berkapasitas 20 ton yang diserahkan kepada Gapoktan Mekar Jaya Abadi.

​Menurut Elfianah, bantuan teknologi pengeringan ini memiliki nilai strategis guna memutus ketergantungan petani terhadap cuaca saat musim rendeng (penghujan). Lewat optimalisasi alat ini, kualitas gabah dapat dipertahankan dan posisi tawar petani di hadapan para tengkulak semakin kuat.

​Bupati Mesuji mengungkapkan rencana strategis Pemkab Mesuji untuk mereaktivasi program lumbung pangan di setiap desa menggunakan stimulus mesin pengering baru tersebut. Program yang mengadopsi iuran keswadayaan gabah 10 kg per hektar dari petani pasca panen ini sempat mati suri akibat terkendala teknis pengeringan manual.

​”Maka tadi saya langsung terpikirkan ketika ada bed dryer ini di setiap desa bahkan mungkin empat desa tadi Pak Gub sampaikan, ini lumbung pangan ini bisa berjalan kembali Pak Gub. Insyaallah dengan adanya bantuan bed dryer ini program ini bisa berkelanjutan,” terangnya optimistis.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Mesuji juga secara khusus mengapresiasi dimulainya proyek pengerjaan infrastruktur jalan provinsi yang menghubungkan ruas Brabasan hingga Wiralaga sepanjang 8,8 kilometer.

​”Pembangunan ruas jalan ini merupakan harapan besar bagi masyarakat Kabupaten Mesuji, karena sudah lama dinanti-nanti oleh masyarakat. Dengan semakin baiknya kondisi jalan, kami yakin mobilitas masyarakat akan semakin lancar, biaya transportasi juga menjadi efisien, serta distribusi hasil pertanian semakin mudah,” pungkasnya.

​Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pembuatan pupuk hayati cair dilanjutkan dengan simulasi penyemprotan lahan persawahan berbasis teknologi pesawat tanpa awak (drone) di Desa Pangkal Mas Mesuji Timur.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Mekar Jaya Abadi, Hj. Atun, yang mewakili seluruh petani di Mesuji Timur, menyampaikan apresiasi atas kepedulian nyata Pemerintah Provinsi Lampung. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran teknologi bed dryer menjadi solusi konkret atas permasalahan pasca panen yang selama ini dihadapi para petani.

​”Dengan anane dryer, program desaku maju, pupuk mah wis yes, ngono ae, (Dengan adanya dryer, program desaku maju, pupuk mah sudah oke, gitu aja),” ujarnya dengan logat khas yang disambut riuh tepuk tangan warga.

​Ia kemudian  menceritakan bagaimana kondisi sebelum adanya mesin pengering ini, dimana para petani sangat bergantung pada cuaca dan membutuhkan waktu hingga satu minggu penuh untuk menjemur padi. Akibatnya, kualitas gabah sering menurun dan dihargai rendah.

​”Petani Tanjung Mas Makmur biasane njemur pitung dino nembe garing, gabahi rusak, parine digiling elek. Anane bed dryer alhamdulillah mau wis dicoba, berase apik, parine yo apik. Dadi, enek nilai juale di sini, Pak (Petani Tanjung Mas Makmur biasanya menjemur tujuh hari baru kering, gabahnya rusak, padinya digiling jelek. Adanya bed dryer alhamdulillah tadi sudah dicoba, berasnya bagus, padinya ya bagus. Jadi, ada nilai jualnya di sini, Pak),” tambahnya.

​Selain mengapresiasi bantuan pengering padi dan program Pupuk Organik Cair (POC) yang diyakini mampu mendongkrak hasil panen hingga dua kali lipat, Gapoktan Mekar Jaya Abadi juga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan sejumlah aspirasi langsung kepada Gubernur. Di antaranya adalah permohonan peremajaan mesin penggilingan padi, konversi bahan bakar mesin dari solar ke jaringan listrik PLN guna efisiensi, hingga pengelolaan rantai pasok. (Red)

Buka Musda II IKAPI, Bunda Literasi Lampung Tegaskan Literasi sebagai Pilar Kemajuan Daerah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung sekaligus Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) II Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Lampung yang dirangkaikan dengan Talkshow IKAPI Lampung di Nuwa Baca Zaenal Abidin Pagar Alam, Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Rabu (24/6/2026).

Dalam sambutannya, Purnama Wulan Sari Mirza menegaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi merupakan fondasi utama kemajuan peradaban serta kunci menciptakan masyarakat yang mampu berpikir kritis dan bijaksana dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Literasi bukan hanya berbicara tentang membaca dan menulis, tetapi merupakan jendela peradaban, fondasi utama kemajuan bangsa, serta kunci membangun masyarakat yang lebih cerdas, kreatif, dan berdaya,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan literasi menjadi kebutuhan utama agar masyarakat mampu memilah informasi, memahami berbagai perkembangan, serta menggunakan pengetahuan secara tepat dan bermanfaat.

Menurutnya, budaya literasi harus terus diasah oleh semua kalangan, tidak hanya anak-anak sekolah maupun generasi muda. Sebagai Bunda Literasi, ia juga mengaku terus berupaya meningkatkan kegemaran membaca dan menulis sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat.

“Literasi bukan hanya untuk anak sekolah, tetapi kita semua sampai kapan pun harus terus belajar dan mengasah kemampuan membaca serta menulis,” katanya.

Wulan Sari Mirza juga mengapresiasi peran IKAPI dan para penerbit yang terus berkontribusi dalam memperkuat ekosistem literasi di Provinsi Lampung. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, penerbit, penulis, editor, dunia pendidikan, serta masyarakat dapat menghasilkan karya-karya yang bermanfaat dan memperkenalkan kekayaan daerah.

“Pemerintah Provinsi Lampung sangat mendukung dan berterima kasih atas konsistensi rekan-rekan penerbit dalam mengawal kemajuan literasi. Buku-buku yang diterbitkan nantinya tidak hanya dinikmati masyarakat Lampung, tetapi juga menjadi warisan ilmu bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Ia turut mengapresiasi inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang menarik bagi masyarakat. Perpustakaan, kata dia, kini tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan rekreasi keluarga.

Wulan Sari Mirza juga mengungkapkan rencana penerbitan buku kumpulan cerita rakyat dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat konten lokal.

“Insya Allah akan diterbitkan buku cerita daerah yang menghimpun 15 cerita rakyat dari kabupaten/kota di Lampung. Ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan literasi berbasis kekayaan budaya daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat IKAPI Arif Hilman Nugraha menyampaikan bahwa Musda II IKAPI Lampung merupakan bagian dari amanat organisasi untuk memperkuat jaringan penerbitan di daerah.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam industri perbukuan. Dengan jumlah sekitar 2.800 penerbit, Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekosistem penerbitan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

“Kalau berbicara pusat keunggulan perbukuan di Asia Tenggara, ada di Indonesia. Kekayaan budaya, bahasa, dan keberagaman daerah menjadi kekuatan besar yang memiliki nilai bagi dunia,” kata Arif.

Ia mendorong penerbit di Lampung untuk mengangkat konten lokal agar dapat dikenal lebih luas, bahkan berpeluang masuk ke pasar internasional melalui kerja sama pertukaran hak cipta dan penerjemahan.

Menurutnya, tren membaca buku saat ini kembali mengalami peningkatan, terutama di kalangan generasi muda. Perpustakaan mulai kembali menjadi ruang yang diminati masyarakat karena buku tetap memiliki peran penting sebagai sumber pengetahuan.

“Buku adalah warisan berharga, ilmu sebagai sumber kebaikan. Literasi bukan sekadar bisa membaca, tetapi bagaimana seseorang mampu memahami dan menggunakan apa yang dibacanya untuk memberikan manfaat,” ujarnya.

Ketua IKAPI Provinsi Lampung Ikhsanuddin berharap Musda II IKAPI dapat menjadi momentum memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem literasi di Lampung.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan layanan perpustakaan daerah di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, serta berharap kolaborasi antara IKAPI, pemerintah, dan berbagai pihak dapat meningkatkan indeks literasi masyarakat.

“Harapan kami, program-program seperti pelatihan penulis, editor, penerbit, dan pengelola penerbitan dapat hadir di Lampung sehingga mampu melahirkan kader-kader baru dalam dunia literasi,” katanya.

Kegiatan Musda II IKAPI Lampung tersebut dilanjutkan dengan talkshow literasi dan penerbitan buku dengan tema “Buku sebagai Warisan Berharga, Ilmu sebagai Sumber Kebaikan”, yang dipandu moderator sekaligus Koordinator Relima Natan Yoga Pratama. (Red)