Wagub Cik Ujang: HUT ke-80 Sumsel Jadi Momentum Mengenang Perjuangan dan Mendorong Hidup Sehat

PALEMBANG -(deklarasinews.com)— Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menegaskan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Provinsi Sumatera Selatan harus menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat semangat hidup sehat dan kebersamaan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Cik Ujang saat menghadiri kegiatan jalan santai, senam bersama, dan lomba hiburan yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Minggu (17/5/2026).

Ribuan peserta memadati lokasi kegiatan yang diikuti ASN Pemprov Sumsel, Forkopimda, pegawai instansi vertikal, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang secara langsung melepas peserta jalan santai yang mengambil rute melewati Jalan Kapten A. Rivai, Jalan Pom IX, Jalan Sumpah Pemuda, Jalan Angkatan 45, Jalan Kapten Anwar Sastro, dan kembali finis di halaman Kantor Gubernur Sumsel.

Tidak hanya melepas peserta, Cik Ujang juga ikut mengikuti senam sehat bersama masyarakat. Kehangatan dan semangat kebersamaan tampak begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung.

“Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pembangunan daerah serta jasa para pendahulu di Bumi Sriwijaya,” ujar Cik Ujang.

Ia menilai, kemajuan Sumsel selama delapan dekade merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak dalam membangun daerah.

“Momentum hari jadi provinsi bukan sekadar seremoni belaka, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan kesadaran hidup sehat, serta meningkatkan semangat kebersamaan,” katanya.

Cik Ujang berharap seluruh elemen masyarakat terus bersatu dan bergotong royong demi mewujudkan Sumsel yang mandiri, maju, dan sejahtera.

Senada dengan itu, Kepala Dinas PUBMTR Sumsel, Affandi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat.

Menurut Affandi, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dalam memeriahkan HUT ke-80 Sumsel.

Di usia ke-80, Sumsel tidak hanya merayakan hari jadinya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat.(Ning)

Wagub Cik Ujang Hadiri Haul Akbar KH Ali Umar Thoyib di Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)— Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang religius dan harmonis.

Hal tersebut disampaikan Cik Ujang saat menghadiri Haul Akbar KH Ali Umar Thoyib di Kompleks Griya Asri Sungai Buah, Palembang, Minggu (17/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Cik Ujang mengajak masyarakat menjadikan haul ulama sebagai momentum untuk meneladani perjuangan, akhlak, dan keteladanan para alim ulama dalam membimbing umat.

Menurutnya, KH Ali Umar Thoyib merupakan sosok ulama karismatik yang memiliki kontribusi besar dalam dakwah Islam, pendidikan pesantren, serta pembinaan akhlak masyarakat.

Ia mengatakan, almarhum dikenal sebagai pribadi yang istiqamah dalam perjuangan, sederhana dalam kehidupan, dan tulus dalam mengajarkan ilmu agama kepada umat.

“Warisan terbesar para ulama bukanlah harta benda, melainkan ilmu yang bermanfaat dan generasi penerus yang terus melanjutkan perjuangan dakwahnya,” ujar Cik Ujang di hadapan jamaah yang memadati lokasi haul.

Ia menambahkan, kegiatan haul memiliki nilai penting dalam menjaga silaturahmi, memperkuat ruh Islamiyah, serta mengingatkan masyarakat agar senantiasa dekat dengan ulama dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut Cik Ujang, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan moral dan spiritual masyarakat. Karena itu, peran ulama dinilai sangat penting dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan mempererat kebersamaan di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini.

Haul Akbar KH Ali Umar Thoyib dihadiri para ulama, ustaz, tokoh masyarakat, serta para murid dan jamaah almarhum yang datang dari berbagai daerah, baik dari Sumatera Selatan maupun luar daerah.

Suasana khidmat tampak menyelimuti jalannya acara yang diisi dengan doa bersama dan tausiyah keagamaan.

Selain kegiatan keagamaan, panitia juga menggelar kegiatan sosial berupa donor darah dan khitanan massal sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari warga yang hadir di Kompleks Griya Asri Sungai Buah Palembang.

Putra almarhum KH Ali Umar Thoyib, Ustaz Abu Hasan Sazili, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia sehingga acara dapat berlangsung tertib dan aman.

“Mereka yang hadir ini merupakan murid-murid KH Ali Umar Thoyib dari berbagai daerah, baik dari Sumsel maupun luar Sumsel,” ujarnya. (dkd)

Sekdaprov Sumsel Hadiri Peresmian Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo

PALEMBANG –(deklarasinews.com)– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., menghadiri peresmian operasionalisasi 1.601 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) secara virtual dari Jalan TPH Sofyan, Gandus, Palembang, Sabtu (16/5/2026).

Peresmian secara nasional dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kebanggaannya atas percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih yang dinilai berjalan sangat cepat. Menurutnya, mulai dari proses pematangan konsep hingga pembangunan fisik koperasi berhasil diselesaikan hanya dalam waktu satu tahun.

“Secara fisik, saat ini sudah siap 9.000 gedung beserta sistemnya. Program pemerintah untuk KDMP dengan total 9.294 gerai juga telah selesai dibangun. Mari kita maju dengan rasa percaya diri bahwa koperasi ini akan menjadi kekuatan bersama dalam membangun ekonomi masyarakat dan negara,” ujar Presiden Prabowo.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan inisiatif besar Presiden Prabowo tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, Koperasi Merah Putih dirancang agar roda perekonomian masyarakat benar-benar bergerak dan tumbuh dari bawah sehingga mampu menciptakan pemerataan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dengan diresmikannya operasionalisasi ribuan koperasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan siap mendukung penuh keberadaan KDMP di seluruh wilayah Sumsel.

Koperasi ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, menjaga ketahanan pangan lokal, serta membuka peluang usaha baru bagi warga di tingkat desa dan kelurahan.(Ning)

Hadiri Panen Raya Jagung di OKU Selatan, Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Sumsel Dukung Ketahanan Pangan Nasional

OKU SELATAN –(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mendukung ketahanan pangan nasional saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Polda Sumsel tersebut juga dirangkaikan dengan groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri, peluncuran operasional 166 SPPG Polri, penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat, serta penyerahan benih jagung secara simbolis kepada kelompok tani.

Panen raya dilaksanakan secara serentak dan terhubung virtual bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui Zoom Meeting.

Turut hadir Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., Forkopimda OKU Selatan, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya dari Tuban, Jawa Timur, Presiden Prabowo menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan suatu negara.

“Semua harus bekerja keras agar pangan kita tetap aman. Tidak mungkin suatu negara bertahan tanpa ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Polri, dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

“Hari ini saya berterima kasih kepada tim pangan dan berbagai pihak, termasuk Polri, dalam menjaga ketahanan pangan. Masalah swasembada pangan ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan semua pihak, mulai dari daerah hingga BUMN, BUMD, dan lembaga lainnya,” tambahnya.

Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang mengatakan panen raya tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor pertanian Sumsel dalam menopang program swasembada pangan nasional.

“Panen raya jagung ini menjadi bukti nyata semangat petani di OKU Selatan dan Sumsel, serta dukungan pemerintah, Polda Sumsel, pemerintah kabupaten, dan pihak swasta. Terima kasih kepada Kapolda Sumsel atas upaya peningkatan produksi jagung di Sumsel,” katanya.

Menurutnya, Sumsel memiliki sumber daya alam yang sangat potensial untuk pengembangan pertanian modern, khususnya komoditas jagung.

“Sumber daya alam Sumsel dan dukungan teknologi memiliki potensi besar untuk pengembangan jagung di seluruh wilayah Sumsel. Apa saja yang kita tanam pasti tumbuh, tergantung kesungguhan petani yang didampingi para pemangku kepentingan agar kelompok tani semakin maju,” ujarnya.

Data Dinas Pertanian mencatat produksi kumulatif jagung Sumsel periode Januari–Juni 2026 diperkirakan mencapai 124.901 ton jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen atau meningkat 6.345 ton dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Sementara itu, produksi jagung pipilan kering kadar air 28 persen mencapai 168.956 ton dengan luas panen 18.906 hektare dan produktivitas rata-rata 66,06 kuintal per hektare.

Kabupaten OKU Selatan tercatat sebagai daerah dengan produktivitas tertinggi mencapai 70,52 kuintal per hektare, disusul OKU Timur sebesar 64,74 kuintal per hektare dan Banyuasin sebesar 60,96 kuintal per hektare.

Harga rata-rata jagung pipilan kering kadar air 14 persen saat ini mencapai Rp6.400 per kilogram di gudang Bulog.

Pada Tahun Anggaran 2025, bantuan benih jagung hibrida di Sumsel mencapai 23.661 hektare yang terdiri atas bantuan DIPA Pusat seluas 22.661 hektare dan APBD Provinsi seluas 2.000 hektare.

Khusus Kabupaten OKU Selatan, bantuan benih jagung hibrida Tahun 2026 melalui DIPA Pusat mencapai 22.825 hektare dengan jadwal tanam Juni hingga Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang mengajak masyarakat agar tidak ragu mengembangkan usaha pertanian karena pemerintah terus memberikan dukungan, termasuk melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Oleh sebab itu, jangan takut berusaha. Mari bersama mendukung program swasembada pangan Presiden. Saat ini panen jagung sudah bisa menggunakan mesin, tidak seperti dulu. Sekarang sudah ada alsintan yang mendukung,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada komoditas jagung, tetapi juga padi, kopi, karet, serta komoditas unggulan daerah lainnya.

“Kalau kebutuhan pangan tersedia dan perut kita kenyang, kita tidak akan melihat milik orang lain. Yang penting mau bekerja keras, tekun dalam berusaha, dan disertai doa,” ujarnya.

Cik Ujang turut mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan.

“Ayo kita dukung Presiden, gubernur, dan bupati untuk mewujudkan swasembada pangan. Bersama petani, kita harus kompak dan berdiri di kaki sendiri,” tegasnya.

Bupati OKU Selatan, Abusama, menyampaikan apresiasi kepada Polri dan Pemprov Sumsel karena panen raya jagung dipusatkan di wilayahnya.

“Kami mohon dukungan kepada Polda Sumsel dan Pemprov Sumsel dalam membina dan meyakinkan petani OKU Selatan agar terus meningkatkan produktivitas pertanian mereka,” katanya.

Selain jagung, Abusama juga berharap masyarakat terus meningkatkan budidaya kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Sumsel.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan benih jagung, traktor, dan hand traktor secara simbolis kepada kelompok tani, serta pelepasan simbolis pengiriman hasil panen raya jagung ke gudang Bulog untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program ketahanan pangan nasional di Sumsel.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sumsel, Bulog, perbankan, kelompok tani, dan seluruh pihak atas dukungan terhadap panen raya jagung ini sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat petani terus diperkuat demi meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.(Ning)

Sekdaprov: Lampung Miliki 345 Koperasi Merah Putih

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengikuti prosesi peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Sekdaprov Marindo mengikuti acara tersebut secara virtual dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Way Halim, Perumnas Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Marindo, Pemerintah Provinsi Lampung mendukung percepatan pembentukan dan operasionalisasi KDKMP melalui pemanfaatan aset milik pemerintah daerah untuk pembangunan fasilitas koperasi di berbagai wilayah.

“Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan Pak Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peresmian operasionalnya Koperasi Desa Merah Putih. Salah satunya berada di Provinsi Lampung, tepatnya di Way Halim ini yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Lampung,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemprov Lampung bersama jajaran TNI melakukan inventarisasi aset daerah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung percepatan pembangunan KDKMP dan salah satu aset tersebut berada di kawasan Way Halim, Kota Bandar Lampung.

Menurut Marindo, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong pemanfaatan aset-aset pemerintah yang belum digunakan secara optimal agar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Pemerintah Provinsi Lampung bersama TNI memastikan aset-aset pemerintah yang belum digunakan secara utuh bisa dimanfaatkan untuk mendukung percepatan berdirinya Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, hingga saat ini sudah terdapat 345 unit KDKMP yang berdiri di Lampung.

Jumlah tersebut disebut menjadi yang terbanyak di luar Pulau Jawa.

Marindo menyebutkan bahwa KDKMP di Lampung nantinya memiliki berbagai unit usaha, mulai dari gerai kebutuhan pokok, apotek, layanan kesehatan, distribusi LPG, layanan PLN hingga usaha pangan seperti beras dan jagung.

Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, secara keseluruhan terdapat 41 titik KDKMP yang diresmikan di wilayah Lampung dan Bengkulu pada hari yang sama.

Ia merinci, hingga 16 Mei 2026, Kodam XXI/Radin Inten telah menyelesaikan pembangunan 562 titik koperasi, terdiri dari 345 titik di Lampung dan 217 titik di Bengkulu.

“Kita terus mengejar target. Harapannya akhir Mei atau paling lambat awal Juni sudah ada 600 titik yang selesai 100 persen,” ujarnya.

Khusus di Bandar Lampung, Kristomei menyebut target pembangunan mencapai 10 titik KDKMP.

Saat ini lima titik telah selesai dibangun dan ditargetkan meningkat menjadi delapan titik pada awal Juni mendatang.

Menurutnya, dukungan Pemprov Lampung sangat membantu percepatan pembangunan koperasi, terutama dalam penyediaan lahan.

“Di Bandar Lampung kami sempat terkendala lahan. Nah, untuk itu kami dibantu oleh Pemprov sehingga ada lahan-lahan milik Pemprov yang bisa dibangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” pungkasnya. (Red)

Pemprov Lampung Perkuat Kerja Sama Lampung–Malaysia di Sektor Pariwisata, Energi dan Investasi

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat hubungan strategis dengan Malaysia melalui berbagai langkah konkret di sektor pariwisata, konektivitas internasional, investasi, energi hijau, hingga ketenagakerjaan.

Komitmen tersebut tercermin dalam rangkaian pertemuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Konsul Jenderal Malaysia Shahril Nizam Abdul Malek, jajaran maskapai TransNusa, serta perusahaan energi dan infrastruktur asal Malaysia Citaglobal Berhad yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Lampung pada 12–13 Mei 2026.

Dalam pertemuan bersama Konsul Jenderal Malaysia, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa hubungan antara Lampung dan Malaysia selama ini telah terjalin erat, baik dari sisi sosial, ekonomi, pariwisata maupun ketenagakerjaan.

Menurutnya, saat ini sedikitnya terdapat sekitar 8.000 pekerja migran asal Lampung yang bekerja di Malaysia.

Selain itu, Malaysia juga menjadi salah satu negara penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ke Provinsi Lampung.

“Hubungan Lampung dan Malaysia ini sudah sangat dekat. Banyak masyarakat Lampung yang bekerja, berusaha, maupun bepergian ke Malaysia. Karena itu kami ingin hubungan ini terus diperkuat melalui kerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Ia juga menilai terbukanya konektivitas penerbangan langsung Lampung–Kuala Lumpur menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kedua wilayah sekaligus membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Selain membahas hubungan masyarakat kedua negara, Gubernur Mirza turut memaparkan berbagai potensi unggulan Lampung, mulai dari sektor komoditas, industri, hingga destinasi wisata.

Menanggapi hal tersebut, Konsul Jenderal Malaysia Shahril Nizam Abdul Malek menyampaikan antusiasmenya terhadap berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Pemerintah Provinsi Lampung.

Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang sangat potensial karena masyarakat Malaysia memiliki minat tinggi untuk berwisata ke Indonesia.

Selain itu, ia juga menyoroti peluang kerja sama dalam perdagangan produk halal dan sektor tekstil yang dinilai memiliki prospek besar di pasar Malaysia.

“Dengan semakin terbukanya konektivitas antara Lampung dan Malaysia, hubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata dan hubungan antar masyarakat tentu akan semakin kuat,” ujarnya.

Upaya memperkuat konektivitas internasional tersebut juga dibahas dalam rapat peningkatan penerbangan bersama maskapai TransNusa.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mirza mendorong pengembangan rute penerbangan langsung Lampung–Kuala Lumpur guna mempermudah akses masyarakat sekaligus meningkatkan arus wisatawan mancanegara ke Provinsi Lampung.

Chief Executive Officer TransNusa Dato Bernard menilai hubungan wisata antara Lampung dan Malaysia sangat prospektif.

Menurutnya, selama ini masyarakat Lampung yang bepergian ke Malaysia masih harus transit melalui Jakarta sehingga penerbangan langsung dinilai memiliki potensi pasar yang besar.

“Kami melihat potensi wisatawan dari Malaysia ke Lampung cukup besar. Begitu juga masyarakat Lampung yang bepergian ke Malaysia cukup tinggi. Karena itu, TransNusa melihat ini sebagai peluang,” ujarnya.

Pihak TransNusa berencana melakukan studi mendalam terkait pengembangan rute tersebut dengan target awal tiga kali penerbangan dalam sepekan dan berpotensi meningkat menjadi penerbangan harian apabila permintaan terus tumbuh.

Gubernur Mirza mengatakan pengembangan konektivitas internasional tersebut diharapkan mampu memperluas akses wisatawan asing menuju berbagai destinasi unggulan Lampung, termasuk kawasan selancar Pantai Tanjung Setia di Kabupaten Pesisir Barat.

“Apapun yang dilakukan untuk kemajuan Lampung, saya sangat mendukung kerja sama ini,” ujarnya.

Keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat hubungan dengan Malaysia juga diwujudkan melalui kerja sama investasi strategis di sektor energi hijau dan infrastruktur berkelanjutan bersama perusahaan asal Malaysia, Citaglobal Berhad.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dan Memorandum of Understanding (MoU) antara Gubernur Mirza bersama Executive Chairman & President Citaglobal Berhad Mohamad Norza Zakaria.

Kerja sama difokuskan pada pengembangan energi baru terbarukan dan pengelolaan lingkungan, meliputi proyek floating solar panel, pengolahan sampah menjadi energi (Waste to Energy), biomassa limbah industri, hingga pengembangan kawasan industri ramah lingkungan.

“Ke depan fokus kami di Provinsi Lampung memang akan mengarah pada energi, terutama energi terbarukan,” tegasnya.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan energi hijau, termasuk tiga bendungan yang dinilai layak dikembangkan menjadi proyek floating solar panel dengan kapasitas mencapai 150–200 megawatt per bendungan.

Selain itu, Lampung juga memiliki sekitar 1,3 juta hektare potensi biomassa yang berasal dari limbah pertanian dan perkebunan seperti padi, jagung, singkong, nanas, hingga bagas tebu.

Tak hanya energi baru terbarukan, Pemerintah Provinsi Lampung juga menawarkan peluang pengembangan proyek Waste to Energy seiring meningkatnya volume sampah di daerah.

Gubernur Mirza menilai posisi strategis Lampung yang dekat dengan Jakarta dan memiliki pelabuhan laut dalam juga sangat potensial untuk mendukung hilirisasi komoditas dan pengembangan kawasan industri baru di Sumatera bagian selatan.

“Kami ingin Lampung tidak hanya menjual komoditas mentah, tetapi juga tumbuh melalui hilirisasi dan industri bernilai tambah,” pungkasnya.

Sementara itu, Mohamad Norza Zakaria menjelaskan bahwa Citaglobal saat ini aktif mengembangkan berbagai proyek clean energy di Malaysia, termasuk floating solar, biogas, Waste to Energy, telekomunikasi, dan infrastruktur konstruksi.

Ia menyampaikan optimismenya terhadap peluang investasi di Lampung dan berharap kerja sama tersebut menjadi awal yang baik bagi pengembangan berbagai proyek strategis Malaysia di Provinsi Lampung.

Rangkaian pertemuan internasional tersebut memperlihatkan langkah aktif Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun jejaring kerja sama global untuk memperkuat transformasi ekonomi daerah, memperluas investasi, membuka akses internasional, serta mempercepat pembangunan sektor strategis berbasis potensi unggulan Lampung.

Pemprov Lampung Kembangkan Ekonomi Berbasis Pariwisata, Jalan Pesisir Dipercepat

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)-  Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengembangkan strategi besar ekonomi berbasis pariwisata (tourism-based economy) melalui perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung.

Hasil yang mulai dirasakan masyarakat, salah satunya Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu yang sebelumnya ditempuh  4 Jam, kini hanya 2,5 jam. Akses Wisata Pesisir Lampung kian terhubung.

Dengan strategi ini, Pemerintah Provinsi Lampung berhasil memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata unggulan melalui percepatan pembangunan dan perbaikan jalan provinsi di jalur pesisir selatan.

Perbaikan konektivitas jalan juga dimulai dari pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin sepanjang 5,888 kilometer yang menjadi pintu utama menuju kawasan wisata pesisir Pesawaran.

Selama ini, ruas tersebut dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terpadat saat musim liburan. Dengan lebar jalan sebelumnya sekitar lima meter dan volume kendaraan mencapai 7.500 kendaraan saat akhir pekan, kemacetan panjang kerap terjadi dan menghambat mobilitas wisatawan maupun masyarakat.

Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar untuk meningkatkan kapasitas jalan menjadi 14 meter lengkap dengan rigid pavement, drainase, bahu jalan, dan perlengkapan keselamatan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut bukan sekadar perbaikan jalan, melainkan bagian dari strategi besar pengembangan ekonomi berbasis pariwisata.

“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi besar. Karena itu aksesnya harus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Dari Padang Cermin menuju Teluk Kiluan, Pemerintah Provinsi Lampung juga mempercepat penanganan jalan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dengan nilai kontrak mencapai Rp48,2 miliar.

Penanganan dilakukan pada sejumlah titik prioritas sepanjang jalur wisata pesisir yang selama ini mengalami kerusakan cukup berat dan menjadi kendala utama mobilitas masyarakat maupun wisatawan.

Melalui program tersebut, tingkat kemantapan jalan ditargetkan meningkat dari 83,80 persen menjadi 96,85 persen.

Gubernur Mirza menegaskan, pembangunan konektivitas pesisir menjadi bagian penting dalam membuka jalur wisata terintegrasi dari Pesawaran hingga Tanggamus.

“Kalau jalur Pesawaran sampai Tanggamus tersambung dengan baik, maka akan terbentuk jalur wisata pesisir yang sangat potensial dan berdampak besar terhadap ekonomi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, di ruas Teluk Kiluan menuju Gigi Hiu atau Simpang Umbar, Pemprov Lampung mulai melakukan pembangunan bertahap guna membuka akses menuju salah satu destinasi wisata eksotis yang telah dikenal hingga mancanegara.

Pantai Gigi Hiu selama ini dikenal memiliki panorama batu karang unik menyerupai gigi hiu dengan latar ombak Samudra Hindia. Namun keterbatasan akses membuat kunjungan wisatawan belum optimal.

Pada tahap awal, pembangunan dilakukan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan rigid pavement dengan dukungan anggaran Rp23,9 miliar.

Pemerintah Provinsi Lampung menilai pembangunan jalan ini akan menjadi pengungkit terbentuknya ekosistem pariwisata terintegrasi di wilayah pesisir, sekaligus mendukung sektor perikanan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga distribusi hasil bumi masyarakat.

“Percuma kalau jalan sudah bagus tetapi ekosistemnya tidak dibangun. Karena itu kita dorong agar investasi, ekonomi kreatif, budaya, dan sektor wisata tumbuh bersama,” ujar Gubernur.

Masyarakat pun menyambut positif pembangunan tersebut. Dan berharap akses yang semakin baik akan membuat kawasan wisata pesisir Lampung semakin ramai dikunjungi wisatawan dan membawa dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga.

Kini, jalur Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu perlahan berubah wajah. Dari perjalanan panjang dan melelahkan selama empat jam, akses menuju surga wisata pesisir Lampung kini semakin cepat, nyaman, dan menjanjikan masa depan baru bagi pariwisata daerah.

Wagub Cik Ujang Safari Jumat di Masjid Al-Ikhlas

PALEMBANG – (deklarasinews.com)– Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, melaksanakan Safari Shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Perumdam Kartika, Jalan Kolonel Sulaiman Amin, Kelurahan Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Jumat (15/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang mengungkapkan rasa syukur karena dapat melaksanakan Shalat Jumat berjamaah bersama masyarakat di Masjid Al-Ikhlas. Menurutnya, agenda tersebut sebenarnya telah lama dijadwalkan, namun baru dapat terlaksana pada hari ini.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa sama-sama melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Al-Ikhlas ini. Sebenarnya sudah lama dijadwalkan, namun baru hari ini ada kesempatan,” ujarnya.

Menjelang Hari Raya Iduladha, Cik Ujang juga menyampaikan rencananya untuk memberikan bantuan hewan kurban berupa seekor sapi kepada masjid tersebut.

“Sebentar lagi Hari Raya Kurban, insyaallah saya akan memberikan sapi,” katanya.

Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan berupa Al-Qur’an serta bantuan keuangan untuk mendukung pembangunan masjid. Bantuan lainnya, lanjut dia, akan menyusul melalui dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional.

“Tadi banyak sekali yang disampaikan oleh Pak Ketua terkait pembangunan ini. Saya hanya bisa membantu semampunya. Ada bantuan Al-Qur’an, ada bantuan keuangan, dan nanti akan menyusul lagi. Tolong minta nomor rekeningnya, karena ada juga bantuan dari Baznas,” tambahnya.

Safari Jumat tersebut berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan kedekatan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan masyarakat setempat. (Ning)

Hadiri Pelantikan PaSKI Sumsel, Gubernur Herman Deru dan Wagub Cik Ujang Tekankan Komedi yang Mendidik dan Beretika

PALEMBANG -(deklarasinews.com)–  Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI) Sumsel dan Koordinator Wilayah (Korwil) PaSKI se-Sumsel periode 2026–2030 di Griya Agung, Kamis (14/5) sore.

Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP PaSKI, Jarwo Kwat. Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam sambutannya, Herman Deru menilai keberadaan PaSKI Sumsel memiliki peran penting dalam membangun kreativitas dan membentuk karakter para komedian agar lebih profesional serta mandiri.

“Saya bangga sekali. Organisasi ini membangun anggotanya menjadi pribadi mandiri,” ujar Herman Deru.

Ia mengatakan, komedian harus mampu memahami karakter masyarakat di setiap daerah karena selera humor memiliki perbedaan sesuai budaya dan lingkungan masing-masing.

“Kadang yang lucu di Empat Lawang belum tentu lucu di Palembang, begitu juga yang lucu di Lahat belum tentu lucu di Ogan Ilir,” katanya.

Pada kesempatan itu, Herman Deru juga menyampaikan empat pesan penting bagi para komedian agar mampu bertahan di tengah perkembangan zaman. Pesan tersebut meliputi kemampuan artikulasi yang baik, penguasaan intonasi, penguatan narasi materi, serta pengaturan durasi penampilan.

“Kalau terlalu lama, orang juga bosan. Jadi durasi itu penting,” tegasnya.

Herman Deru juga mengingatkan agar komedian masa kini tidak lagi identik dengan citra negatif. Menurutnya, pelaku seni komedi harus terus memperkaya wawasan dan memahami situasi sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“Dulu komedian identik dengan aksi dan tingkah seolah-olah menjadi orang yang tidak pintar. Sekarang komedian harus update dengan kondisi lapangan,” ujarnya.

Ia berpesan agar anggota PaSKI banyak mendengar, melihat, dan membaca guna memperkaya materi humor yang cerdas dan mendidik tanpa merendahkan pihak lain.

“Bisa masuk ke kalangan politisi, pedagang, maupun agamis supaya tahu anekdot yang berlaku di lingkungan itu. Tapi jangan mencaci dan merendahkan orang lain,” tambahnya.

Menurut Herman Deru, komedian senior seperti Jarwo Kwat dan Abdel Achrian mampu bertahan lintas generasi karena terus mengikuti perkembangan situasi dan selera masyarakat.

“Jadikan profesi ini secara serius, jangan setengah-setengah. Hati-hati memilih diksi karena banyak yang tumbang gara-gara itu. Marah pun harus terkelola,” pesannya.

Sementara itu, Jarwo Kwat menyampaikan apresiasi atas perkembangan PaSKI Sumsel yang dinilai sangat aktif dan solid. Ia menyebut Sumsel menjadi salah satu wilayah dengan kepengurusan korwil paling lengkap di Indonesia.

“Saya bangga dengan kinerja PaSKI Sumsel. Tantangan dari Pak Herman Deru mampu dipenuhi pengurus. Semoga terus meningkatkan program, kegiatan, dan kerja sama dengan Pemda Sumsel,” katanya.

Ketua PaSKI Sumsel, Fikri Haikal, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumsel atas dukungan terhadap keberadaan PaSKI selama ini.

Ia mengatakan, PaSKI tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjalankan program edukatif seperti pelatihan public speaking bagi masyarakat.

“Ada program mengajar dan belajar public speaking. Kami juga berpesan kepada anggota agar jangan hanya mengejar viral dan viewer, tetapi jangan sampai menyakiti orang lain. Semoga PaSKI menjadi organisasi yang hebat dan luar biasa,” tandasnya. (Ning)

Dukung Program Strategis Presiden, Gubernur H. Herman Deru dan Polda Sumsel Kawal Implementasi Permen ESDM

MUBA- (deklarasinews.com)– Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam mendukung program strategis nasional sektor energi melalui pengawalan implementasi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 tentang tata kelola sumur minyak masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Ikrar Bersama dan Launching Tata Kelola Sumur Minyak yang dipimpin langsung Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di wilayah hukum Polsek Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Kegiatan strategis ini dipusatkan di Markas Polsek Keluang dan Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin. Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., hadir mendampingi Gubernur Sumsel bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta stakeholder sektor energi.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan tata kelola sumur minyak rakyat yang legal, aman, dan sesuai standar keselamatan kerja. Langkah ini juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat kedaulatan energi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil minyak.

Dalam rangkaian kegiatan, seluruh pemangku kepentingan melaksanakan pembacaan ikrar bersama dan penandatanganan komitmen untuk mendukung pengelolaan sumur minyak masyarakat yang taat hukum serta terintegrasi dengan sistem pengawasan pemerintah.

Kehadiran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama jajaran Polda Sumsel dalam kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi tata kelola minyak rakyat dilakukan secara serius guna mencegah praktik ilegal yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan merugikan negara.

Selain itu, keterlibatan badan usaha seperti Petro Muba, Koperasi KBS, dan Keban Berkah Energi diharapkan mampu membuka ruang pengelolaan energi berbasis masyarakat yang lebih tertata, profesional, dan memiliki perlindungan sosial melalui skema BPJS Ketenagakerjaan.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menegaskan bahwa tata kelola sumur minyak masyarakat harus dilakukan secara legal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan lingkungan.

“Pengelolaan sumur minyak rakyat harus berubah menjadi lebih tertib, aman, dan memberikan manfaat ekonomi yang jelas bagi masyarakat. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan hadir untuk memastikan proses ini berjalan sesuai aturan dan mendukung kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan,” tegas H. Herman Deru.

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam menjaga stabilitas keamanan selama implementasi kebijakan berlangsung di lapangan.

“Polri memastikan seluruh tahapan implementasi Permen ESDM ini berjalan sesuai koridor hukum. Pengamanan dan pengawasan dilakukan agar situasi kamtibmas tetap kondusif serta manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa pengawalan program tata kelola sumur minyak merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mendukung pembangunan nasional dan stabilitas ekonomi daerah.

“Polda Sumatera Selatan berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan demi terciptanya pengelolaan energi yang aman, legal, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” tegas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung lokasi sumur minyak di Desa Tanjung Dalam oleh Gubernur Sumsel bersama jajaran Forkopimda dan Polda Sumsel guna memastikan kesiapan operasional di lapangan.

Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif sebagai bentuk nyata sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung transformasi tata kelola energi nasional di Sumatera Selatan. (Ning)