Merah Putih Menyala dari Beranda Sumatra, Menara Siger Jadi Panggung HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lampung Selatan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Merah putih bukan sekadar warna yang menghiasi perayaan. Dari kawasan Menara Siger, Bakauheni, semangat kemerdekaan dikibarkan dari gerbang selatan Sumatra dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Pemkab Lampung Selatan, Senin (17/8/2026).

Amphitheater Menara Siger menjadi panggung utama perayaan yang berlangsung dalam suasana semarak. Ikon Lampung Selatan yang berdiri menghadap Selat Sunda itu dipenuhi nuansa merah putih, sekaligus menjadi latar yang memperkuat identitas Kabupaten Lampung Selatan sebagai Beranda Sumatra.

Upacara peringatan detik-detik Proklamasi diikuti unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, masyarakat, dan para undangan. Suasana peringatan semakin semarak dengan berbagai penampilan, mulai dari drumband, tari-tarian, pertunjukan musik hingga aksi paramotor.

Semangat perayaan kemerdekaan juga menggema dari kawasan penyeberangan Bakauheni. Saat detik-detik Proklamasi berlangsung, bunyi klakson kapal dibunyikan secara serentak dari Dermaga Eksekutif hingga Dermaga 7, menciptakan suasana khas peringatan kemerdekaan di salah satu pintu utama Pulau Sumatra.

Pemilihan kawasan Menara Siger sebagai lokasi perayaan bukan semata karena nilai ikoniknya. Bakauheni memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk dan keluar Pulau Sumatra melalui jalur penyeberangan Selat Sunda, sekaligus menjadi salah satu kawasan yang merepresentasikan wajah Lampung Selatan di mata masyarakat dari berbagai daerah.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengatakan, Menara Siger memiliki makna khusus sebagai salah satu ikon kebanggaan masyarakat Lampung sekaligus simbol Kabupaten Lampung Selatan sebagai Beranda Sumatra.

“Ini adalah salah satu ikon kebanggaan masyarakat Lampung. Yang kedua, ini adalah simbol Kabupaten Lampung Selatan menjadi berandanya Pulau Sumatra,” ujar Bupati Egi.

Menurut Egi, kawasan Menara Siger juga menjadi salah satu lokasi yang tepat untuk memperlihatkan potensi alam dan keunggulan yang dimiliki Kabupaten Lampung Selatan.

Selain memiliki posisi strategis dan kekayaan alam, Kabupaten Lampung Selatan juga memiliki keberagaman suku dan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas daerah. Keragaman tersebut, kata Egi, merupakan kekuatan yang harus terus dijaga sekaligus menjadi modal untuk mendorong kemajuan daerah.

“Pelangi tidak akan indah kalau hanya satu warna. Pelangi menjadi indah karena banyak warna. Karena itu, keragaman merupakan sebuah kekuatan besar yang bisa kita manfaatkan untuk kemajuan Kabupaten Lampung Selatan,” katanya.

Semangat keberagaman itu turut hadir dalam perayaan HUT ke-81 RI melalui Tari Nusantara Memanggil. Tari kreasi Nusantara tersebut menggambarkan rasa cinta tanah air sekaligus kebanggaan terhadap kekayaan adat dan budaya Indonesia.

Kehadiran pertunjukan budaya di tengah perayaan kemerdekaan memperlihatkan bahwa semangat merah putih di Lampung Selatan tidak hanya diterjemahkan melalui seremoni, tetapi juga melalui kekayaan budaya yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.

Bagi Lampung Selatan, momentum HUT ke-81 RI di Menara Siger menjadi kesempatan untuk menegaskan identitasnya sebagai salah satu pintu utama Sumatra, sekaligus daerah dengan potensi wisata, budaya, ekonomi, dan konektivitas yang terus berkembang.

Dari Menara Siger, merah putih kembali berkibar di gerbang selatan Sumatra. Bukan hanya sebagai penanda 81 tahun Indonesia merdeka, tetapi juga sebagai simbol persatuan dan harapan agar Lampung Selatan terus bergerak maju bersama seluruh masyarakat.

Membangun Masa Depan Generasi dari Desa, Bupati Radityo Egi Resmikan Ponpes dan SMP IT Al Fatih di Sidomulyo

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Masa depan sumber daya manusia Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga dari ruang-ruang pendidikan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Semangat itulah yang mengiringi peresmian Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatih dan SMP IT Muhammad Al Fatih di Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Minggu (16/8/2026).

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama meresmikan langsung lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Al Fatih Citra Bangsa tersebut.

Kehadiran Ponpes Al Fatih dan SMP IT Muhammad Al Fatih diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan berkualitas, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam karakter.

Bupati Egi menyampaikan apresiasi atas berdirinya Yayasan Al Fatih Citra Bangsa beserta Ponpes Al Fatih dan SMP IT Muhammad Al Fatih. Menurutnya, kehadiran lembaga pendidikan baru tersebut menjadi kabar baik sekaligus harapan bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat pilihan pendidikan bagi generasi muda di Lampung Selatan.

“Kehadiran yayasan ini tentu menjadi kado istimewa bagi dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan, karena turut mengambil peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa,” ujar Bupati Egi.

Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi penerus kepemimpinan dan pembangunan bangsa. Terlebih, Indonesia tengah bergerak menuju visi Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan generasi dengan kapasitas, karakter, dan daya saing yang kuat.

Bupati Egi menilai anak-anak Lampung Selatan saat ini merupakan calon pemimpin, pemikir, sekaligus penggerak pembangunan di masa mendatang. Karena itu, investasi pada pendidikan sejak usia dini menjadi langkah penting agar generasi muda mampu menghadapi perubahan dan tantangan zaman.

“Untuk menyongsong visi besar tersebut, tidak ada jalan lain yang lebih utama selain memperkuat fondasi sumber daya manusia kita sejak usia dini,” katanya.

Di sisi lain, Bupati Egi menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Peran lembaga pendidikan swasta dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan hingga ke tingkat kecamatan dan perdesaan.

Karena itu, ia berharap Yayasan Al Fatih Citra Bangsa, Ponpes dan SMP IT Muhammad Al Fatih dapat terus berkembang secara konsisten dan inovatif serta menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan.

“Jadilah lembaga pendidikan swasta yang senantiasa konsisten, inovatif, dan menjadi mitra terdepan dalam mendukung program-program pemerintah di bidang pendidikan,” pesannya.

Lebih jauh, Bupati Egi berharap keberadaan Ponpes Al Fatih dan SMP IT Muhammad Al Fatih tidak berhenti pada pencapaian akademik dan penguasaan ilmu pengetahuan. Menurutnya, pendidikan juga harus menjadi ruang untuk menanamkan nilai moral, membangun karakter, serta menumbuhkan kepedulian sosial peserta didik.

Ia berharap lembaga tersebut mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mencintai Al-Qur’an, memiliki jiwa nasionalisme, serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Citra Bangsa Ponpes Panti Al Fatih, Aipda Alex Budi Santoso, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan berbagai pihak sehingga pembangunan lembaga pendidikan tersebut dapat terwujud.

Alex juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat. Menurutnya, terciptanya kehidupan yang harmonis membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Ia berharap keberadaan Ponpes dan SMP IT Muhammad Al Fatih dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi yang lebih baik.

Fasilitas pendidikan yang telah dibangun, lanjutnya, diharapkan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan pendidikan dan masyarakat dengan dukungan pemerintah maupun masyarakat sekitar.

Rangkaian peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama sebagai tanda resmi berdirinya Yayasan Al Fatih Citra Bangsa serta Ponpes dan SMP IT Muhammad Al Fatih.

Kehadiran lembaga pendidikan tersebut menambah ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Lampung Selatan.

Dari desa, pendidikan diharapkan menjadi pijakan untuk melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, mencintai nilai-nilai kebangsaan, dan siap mengambil peran dalam masa depan daerah maupun Indonesia.(Red)

Dari Desa Bulok, Relawan Bakti BUMN 2026 Bawa Potensi Wisata dan Ekonomi Warga Naik Kelas

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi salah satu lokus utama Program Relawan Bakti BUMN 2026, sebuah gerakan pengabdian masyarakat yang mempertemukan para karyawan terbaik dari berbagai perusahaan milik negara dengan potensi dan kebutuhan masyarakat desa.

Pembukaan program tersebut dihadiri langsung Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama di Rio by The Beach, Desa Bulok, Minggu (16/8/2026).

Program Relawan Bakti BUMN 2026 menjadi bagian dari komitmen Kementerian BUMN dalam memperkuat pembangunan desa melalui kolaborasi lintas sektor. Pelaksanaannya diarahkan pada tiga pilar utama, yakni pemberdayaan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan UMKM dan BUMDes.

Di Desa Bulok, para relawan akan terlibat langsung dalam sejumlah kegiatan pendampingan. Fokusnya antara lain penguatan tata kelola BUMDes, edukasi literasi digital, serta peningkatan strategi pemasaran produk UMKM agar semakin kompetitif.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, kehadiran Program Relawan Bakti BUMN 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan desa wisata sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi pariwisata secara mandiri dan berkelanjutan.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengapresiasi dipilihnya Desa Bulok sebagai salah satu lokasi pelaksanaan rangkaian pemberdayaan masyarakat dan pengembangan desa wisata tersebut.

Menurut Egi, kolaborasi lintas pihak dapat memberikan energi baru bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki desa.

“Sinergi yang kita jalin hari ini adalah angin buritan yang akan membawa Desa Bulok dan desa-desa wisata lainnya berlayar lebih jauh menuju kemandirian dan kesejahteraan,” kata Egi saat menyampaikan sambutan.

Egi mengatakan, Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi pariwisata bahari yang besar. Saat ini terdapat 92 objek wisata dan delapan jaringan desa wisata yang terus dikembangkan. Potensi tersebut turut mendorong kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lampung Selatan hingga mencapai lebih dari 1,5 juta orang.

Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi sesuatu yang patut disyukuri, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas destinasi dan pengelolaan pariwisata di daerah.

“Untuk mempertahankan dan melesatkan pencapaian tersebut, tentu kita tidak bisa bergerak sendiri. Kehadiran Program Kolaborasi Relawan Bakti BUMN Tahun 2026 di Desa Bulok ini menjadi momentum yang sangat tepat,” katanya.

Program Relawan Bakti BUMN 2026 berlangsung pada 16-19 Agustus 2026 dengan melibatkan sejumlah BUMN dan mitra, di antaranya PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 7, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, serta PT Angkasa Pura Indonesia.

Egi berharap program tersebut tidak berhenti pada perubahan fisik melalui pembangunan maupun penguatan infrastruktur desa. Lebih jauh, ia mendorong agar kehadiran para relawan mampu meninggalkan pengetahuan dan kapasitas baru yang dapat terus dikembangkan masyarakat setelah program berakhir.

Transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengelola potensi wisata secara mandiri dan berkelanjutan dinilai menjadi bagian penting dari keberlanjutan program.

“Kehadiran rekan-rekan relawan serta dukungan penuh dari berbagai BUMN merupakan wujud nyata sinergi yang luar biasa untuk memperkuat potensi pariwisata dan pemberdayaan masyarakat di Lampung Selatan,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur SDM dan Teknologi Informasi PTPN I Siwi Peni, Regional Head Region 7 PTPN I Iyan Heryanto, Vice President Human Capital Development & Sustainability InJourney Robby Saputra, EGM Bandara Raden Inten II Nurhadi Nugraha, VP Destination ITDC, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan I Nyoman Setiawan, Camat Kalianda serta unsur Forkopimcam. (Red)

Pergantian Kajati Lampung, Bupati Radityo Egi Tegaskan Komitmen Jaga Sinergi Pembangunan dan Kepastian Hukum

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pergantian pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menjadi momentum untuk memperkuat kembali sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menjaga kepastian hukum sekaligus memastikan pembangunan berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam acara Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung di Mahan Agung, Rumah Jabatan Gubernur Lampung, di Bandar Lampung, Jumat malam (14/8/2026).

Acara tersebut menandai berakhirnya masa tugas Danang Suryo Wibowo, S.H., LL.M., sebagai Kajati Lampung dan menyambut Dr. Taufan Zakaria, S.H., M.H., sebagai Kajati Lampung yang baru.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung, para bupati dan wali kota se-Provinsi Lampung, termasuk Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Danang Suryo Wibowo atas pengabdian, kebersamaan, serta kolaborasi yang telah dibangun selama menjalankan tugas di Provinsi Lampung.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum memiliki peran penting dalam memastikan agenda pembangunan berjalan dengan baik sekaligus menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Terima kasih Pak Danang, setahun tiga bulan ini membantu kami dalam menghadirkan negara di hati masyarakat Provinsi Lampung,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Mirza menyampaikan ucapan selamat datang kepada Taufan Zakaria sebagai Kajati Lampung yang baru. Ia berharap kepemimpinan baru di lingkungan Kejati Lampung dapat semakin memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di Provinsi Lampung.

Kehadiran Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam agenda tersebut turut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk menjaga komunikasi dan kolaborasi dengan jajaran Forkopimda Provinsi Lampung.

Sinergi tersebut dinilai penting, terutama dalam menciptakan iklim pemerintahan yang kondusif, mendukung pembangunan daerah, serta memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan dalam koridor kepastian hukum.

Bupati Egi juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Danang Suryo Wibowo selama bertugas di Provinsi Lampung. Egi menyambut kehadiran Taufan Zakaria dengan harapan hubungan antarlembaga yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan dan diperkuat.

Diketahui, Taufan Zakaria sebelumnya dilantik sebagai Kajati Lampung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Selasa (11/8/2026).

Sebelum dipercaya memimpin Kejati Lampung, Taufan Zakaria menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Sementara itu, Danang Suryo Wibowo mendapat penugasan baru sebagai Direktur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan tidak mengubah semangat kolaborasi yang telah terbangun, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Kejaksaan dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat di Provinsi Lampung.

 

Lummay Villa Resort Perkuat Wisata Aman, Damkarmat Lampung Selatan Bekali Karyawan Hadapi Kebakaran

LAMSEL -(deklarasinews.com)_ Menikmati panorama pantai tidak hanya membutuhkan tempat yang indah, tetapi juga rasa aman.

Kesadaran itu mendorong manajemen Lummay Villa Resort membekali 35 karyawannya dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi kondisi darurat kebakaran.

Pelatihan tersebut menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan dan berlangsung di halaman Lummay Villa Resort, di kawasan Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Bakauheni, Jumat (14/8/2026).

Para peserta mendapatkan edukasi pencegahan kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga praktik pemadaman api secara langsung.

Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Sefri Masdian, mengapresiasi langkah manajemen Lummay Villa Resort yang secara aktif melibatkan Damkarmat dalam memberikan edukasi keselamatan kepada para karyawannya.

Menurut Sefri, langkah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan destinasi wisata tidak berhenti pada pembangunan fasilitas dan penyediaan pengalaman bagi pengunjung, tetapi juga mencakup kesiapan menghadapi risiko keselamatan.

“Itu artinya, manajemen tidak hanya menyuguhkan panorama keindahan pantai serta infrastruktur yang ada di dalamnya, tetapi juga memikirkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung dari bahaya kebakaran,” kata Sefri.

a menjelaskan, sebagian besar peristiwa kebakaran masih dipicu oleh kelalaian manusia. Salah satu penyebab yang paling banyak ditemukan adalah korsleting listrik.

Berdasarkan data Damkarmat Lampung Selatan, sejak Januari hingga Kamis (13/8/2026), telah terjadi 100 peristiwa kebakaran. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 kejadian atau lebih dari sepertiga di antaranya disebabkan oleh korsleting listrik.

Sefri mengingatkan masyarakat maupun pengelola usaha untuk tidak menggunakan sambungan listrik secara berlebihan. Penumpukan steker pada satu stop kontak dapat membuat arus listrik melampaui kapasitas, memicu panas berlebih, hingga menyebabkan komponen stop kontak atau steker meleleh dan menimbulkan percikan api.

Selain korsleting listrik, Damkarmat juga mencatat meningkatnya kejadian kebakaran lahan yang dipicu aktivitas pembakaran sampah maupun lahan. Sejak Juli hingga 13 Agustus 2026, tercatat 32 peristiwa kebakaran lahan dengan penyebab tersebut.

Memasuki periode kemarau, Sefri mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Pembakaran sampah atau lahan, terutama dalam kondisi kering dan disertai angin, dapat membuat api dengan cepat menjalar ke area di sekitarnya.

“Upayakan hindari membakar sampah atau lahan. Saat ini sedang musim kemarau yang lebih kering. Sangat berbahaya jika kita membakar sampah atau lahan tanpa adanya pengawasan yang ketat, terlebih jika ada hembusan angin yang kencang,” kata Sefri.

Di sisi lain, General Manager Lummay Villa Resort, Kukuh Wibawanto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya manajemen meningkatkan kesiapsiagaan seluruh karyawan dalam menghadapi situasi darurat.

“Kami berupaya memberikan yang terbaik bagi para tamu. Mereka yang berkunjung ke sini dapat lebih enjoy menikmati liburannya tanpa ada rasa khawatir terhadap situasi darurat. Kami ingin para tamu merasa nyaman dan aman berkunjung ke sini,” ujar Kukuh.

Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan, para karyawan tidak hanya memahami cara menggunakan APAR, tetapi juga mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat kebakaran.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan jenis dan fungsi APAR, tata cara penggunaannya, serta praktik memadamkan api secara langsung oleh para peserta di bawah arahan petugas Damkarmat.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat upaya pengembangan pariwisata Lampung Selatan yang tidak hanya bertumpu pada daya tarik destinasi, tetapi juga pada aspek keamanan, kenyamanan, dan kesiapan pengelola dalam memberikan perlindungan kepada wisatawan.

Bagi wisatawan, rasa aman merupakan bagian penting dari pengalaman perjalanan. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia di destinasi wisata menjadi salah satu unsur yang turut menentukan kualitas pelayanan dan keberlanjutan pengelolaan pariwisata.

 

5.000 Wartawan Bersiap ke Lampung, Bupati Radityo Egi Buka Jalan Lampung Selatan Jadi Destinasi HPN dan Porwanas 2027

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Lampung bersiap menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027. Agenda nasional yang dijadwalkan berlangsung pada April 2027 tersebut diperkirakan akan mempertemukan sekitar 5.000 wartawan dan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia.

Peluang besar tersebut mendapat dukungan dari Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang siap berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk menyukseskan rangkaian HPN dan Porwanas 2027 sekaligus membuka ruang agar Kabupaten Lampung Selatan ikut menjadi bagian dari momentum nasional tersebut.

Komitmen itu disampaikan Bupati Egi saat menerima audiensi PWI Provinsi Lampung dan PWI Lampung Selatan di Ruang Kerja Bupati Lampung Selatan, Jumat (14/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, PWI menyampaikan sejumlah persiapan menuju HPN dan Porwanas 2027. Kedua agenda nasional itu akan digelar dalam satu rangkaian kegiatan di Provinsi Lampung pada 5-12 April 2027.

Porwanas dijadwalkan dimulai pada 5 April 2027 dengan pembukaan yang direncanakan berlangsung di Stadion Pahoman, Bandar Lampung. Sementara rangkaian HPN berlangsung 9-12 April dengan puncak peringatan pada 12 April 2027.

Bagi Kabupaten Lampung Selatan, kehadiran ribuan wartawan dan kontingen menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi daerah, mulai dari destinasi wisata, kuliner, UMKM, budaya hingga berbagai program pembangunan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan HPN dan Porwanas ini. Besar harapan saya Lampung Selatan bisa menjadi salah satu titik singgah dan destinasi bagi para kontingen. Ini bukan hanya kebanggaan bagi Lampung Selatan, tetapi juga kesempatan untuk menjadikan Lampung semakin dikenal sebagai magnet event-event besar,” ujar Bupati Egi.

Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, mengatakan penyelenggaraan HPN dan Porwanas menjadi kesempatan bagi Lampung untuk menunjukkan berbagai potensi daerah sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.

“Harapan kami, dukungan dari Pemkab Lampung Selatan dapat membuat kami menjadi tuan rumah yang baik, sekaligus mampu meraih prestasi dalam Porwanas,” ujarnya.

Dalam Porwanas 2027, terdapat 14 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Selain itu, terdapat perlombaan jurnalistik seperti fotografi, video jurnalistik, dan karya tulis yang diperkirakan melibatkan sekitar 200 jurnalis.

Lampung Selatan direncanakan menjadi salah satu lokasi dalam rangkaian kegiatan jurnalistik tersebut. Momentum ini dinilai dapat memperluas promosi potensi daerah karena karya para jurnalis berpeluang menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Selain olahraga dan jurnalistik, rangkaian HPN juga akan membawa agenda lingkungan. Para ketua PWI dari berbagai provinsi direncanakan membawa tanaman khas daerah masing-masing untuk ditanam dalam kegiatan penghijauan di SMA Kebangsaan, Lampung Selatan.

Bupati Egi menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kegiatan penghijauan dapat menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.

“Menanam pohon ini bisa kita kaitkan dengan program pangan dan lingkungan. Pemerintah dan organisasi wartawan harus bisa bersama-sama mengambil bagian dalam menghadapi tantangan ke depan, termasuk persoalan lingkungan dan perubahan iklim,” katanya.

Di sisi lain, Bupati Egi mendorong momentum HPN dan Porwanas tidak hanya dimanfaatkan untuk memperkenalkan daerah, tetapi juga meningkatkan kualitas wartawan, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan.

“Harapan saya, para pewarta, khususnya di Lampung Selatan, bisa naik kelas. Kita harus memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan skill, pengetahuan, wawasan, dan kualitas narasi. Saya siap mendukung dan berkolaborasi,” tegasnya.

Ia juga menyambut rencana peningkatan kapasitas wartawan melalui pelatihan jurnalistik yang melibatkan media nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pemberitaan dan kemampuan para pewarta dalam menyajikan narasi yang informatif dan berdampak.

Dengan dukungan berbagai pihak, HPN dan Porwanas 2027 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda nasional semata, tetapi menjadi momentum untuk memperluas promosi Lampung Selatan, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

 

Pemkab dan DPRD Lampung Selatan Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Bawa Semangat Kemerdekaan Jadi Kerja Nyata

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui peringatan seremonial, tetapi juga melalui kerja bersama untuk memastikan pembangunan dan pelayanan publik benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Semangat itu mengemuka saat DPRD Kabupaten Lampung Selatan menggelar Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Rapat paripurna yang dimulai pukul 08.30 WIB di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Selatan tersebut dipimpin Ketua DPRD, Erma Yusneli, didampingi Wakil Ketua I Merik Havit, Wakil Ketua II A. Benny Rajarjo, dan Wakil Ketua III Bella Jayanti.

Hadir dalam kesempatan itu Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, unsur Forkopimda Lampung Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten, para pejabat utama dan kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya.

Seluruh peserta mengikuti jalannya agenda dengan serius dan khidmat. Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto disampaikan secara langsung melalui media elektronik dari Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta.

Pidato itu menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjadi ruang bersama bagi pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda dan elemen masyarakat untuk menyimak arah kebijakan nasional serta pesan kebangsaan Presiden.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjaga dan mengelola kekayaan bangsa dengan sebaik-baiknya agar dapat dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

Presiden juga menekankan bahwa amanah yang diberikan rakyat merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kerja keras dan ketulusan.

“Dalam waktu kurang dari dua tahun, dengan kerja keras yang didasari oleh hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat, masalah puluhan tahun yang rumit dapat mulai kita selesaikan,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih jauh, Presiden menegaskan bahwa pembangunan bangsa bukanlah pekerjaan seorang presiden semata. Kemajuan Indonesia merupakan hasil kerja bersama seluruh lembaga negara, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh elemen masyarakat.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi pemerintah daerah dalam menerjemahkan arah pembangunan nasional ke dalam program dan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan setiap kebijakan memiliki dampak yang nyata.

Bagi Kabupaten Lampung Selatan, momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan harus terus diterjemahkan dalam kerja nyata. Pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari seberapa jauh manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen meneruskan semangat tersebut melalui penguatan sinergi dan kolaborasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dengan semangat kemerdekaan yang terus dirawat, kerja bersama diharapkan mampu menjadi kekuatan untuk membawa Lampung Selatan semakin maju, sekaligus memastikan kemajuan tersebut tumbuh bersama dan dirasakan oleh seluruh masyarakat.

 

Bupati Egi Dorong Kadin Jadi Jembatan Ekonomi Lampung Selatan, Buka Ruang bagi UMKM, Pariwisata, hingga Investasi

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lampung Selatan mengambil peran lebih besar sebagai penghubung antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membuka lebih banyak peluang usaha sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi daerah memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Dorongan itu disampaikan Bupati Egi saat menerima audiensi dan silaturahmi jajaran Kadin Kabupaten Lampung Selatan di ruang kerja Bupati, Jumat (14/8/2026).

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga membahas keberadaan dan penguatan peran Kadin dalam mendukung arah pembangunan ekonomi Lampung Selatan, termasuk rencana pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Mukab) VIII Kadin Lampung Selatan.

Ketua Kadin Lampung Selatan Budiman Dabo dalam kesempatan itu menyampaikan kondisi organisasi serta berakhirnya masa kepengurusan Kadin sebelumnya. Ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan Mukab VIII sekaligus meminta arahan dan bimbingan Bupati Lampung Selatan.

Budiman berharap, Mukab VIII tidak sekadar menjadi agenda internal organisasi, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kiprah Kadin dalam mendukung pembangunan dan pengembangan dunia usaha di Lampung Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Egi mengapresiasi kehadiran jajaran Kadin. Ia menilai, Kadin memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun ekosistem dunia usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Harapan saya, Kadin bisa menjadi mitra strategis pemerintah. Bagaimana kita melihat dan memetakan apa sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat dengan perusahaan,” ujar Egi.

Menurutnya, peran Kadin ke depan perlu diarahkan sebagai bridging atau jembatan yang mempertemukan kepentingan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Dengan peran tersebut, kebutuhan di lapangan dapat dipetakan lebih baik, sementara peluang usaha dan investasi dapat diarahkan sesuai dengan potensi serta kebutuhan daerah.

“Kadin harus bisa menjadi akselerator ekonomi. Kita punya visi dan rencana pembangunan, sehingga kita perlu melihat bagaimana pengembangan pelaku usaha untuk lima, sepuluh sampai lima belas tahun ke depan,” katanya.

Bupati Egi menyebut Lampung Selatan memiliki beragam potensi ekonomi yang dapat dikembangkan bersama dunia usaha, mulai dari UMKM, pariwisata, industri hingga investasi.

Karena itu, ia berharap Kadin tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga aktif membuka jaringan, mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai peluang, serta membantu menciptakan iklim usaha yang saling mendukung.

Ia juga mendorong terbangunnya sinergi antara berbagai organisasi dunia usaha, termasuk Kadin, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Menurutnya, kolaborasi antarpelaku dunia usaha akan memperkuat ekosistem ekonomi daerah apabila dibangun berdasarkan kebutuhan dan kepentingan bersama.

“Jadilah hubungan yang mutual. Kita harus sama-sama tahu kebutuhan dan keinginan masing-masing, sehingga kolaborasi ini bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ucapnya.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian Bupati Egi adalah pariwisata. Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong pengembangan kawasan-kawasan yang memiliki potensi wisata dan ekonomi agar mampu menarik lebih banyak kunjungan sekaligus menggerakkan aktivitas usaha masyarakat.

Dalam ekosistem tersebut, keterlibatan dunia usaha dinilai penting, terutama dalam mengembangkan UMKM yang menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata.

“Kita ingin Kadin bisa membantu menjadi akselerator di pariwisata dan pengembangan UMKM, dan lainnya,” ujarnya.

Selain pariwisata dan UMKM, Bupati Egi juga menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam membuka dan mengembangkan investasi di Lampung Selatan.

Pemerintah daerah membutuhkan mitra yang mampu menjembatani kepentingan investor dengan kebutuhan masyarakat serta arah pembangunan daerah.

Menurutnya, investasi yang masuk ke daerah tidak hanya harus dilihat dari nilai investasinya, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu menciptakan aktivitas ekonomi, membuka peluang usaha, memperluas lapangan kerja, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, Bupati Egi berharap penguatan kolaborasi dengan Kadin dapat menjadi bagian dari langkah bersama untuk membangun ekosistem ekonomi Lampung Selatan yang lebih terbuka, produktif dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, sinergi pemerintah dan dunia usaha diharapkan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi menghasilkan kerja sama yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

 

Sambut Kajari dan Kapolres Baru, Bupati Radityo Egi Perkuat Sinergi Forkopimda untuk Lampung Selatan yang Aman dan Maju

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan perkenalan Kapolres Lampung Selatan yang baru sebagai bagian dari penguatan sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung pembangunan.

Acara yang berlangsung di Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis malam (13/8/2026), tersebut menandai berakhirnya masa tugas Kajari Lampung Selatan Suci Wijayanti, S.H., M.Kn., sekaligus menyambut Kajari baru Ibnu Firman Ide Amin, S.H.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Lampung Selatan juga menyambut AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K, M.M., M.Si. sebagai Kapolres Lampung Selatan yang baru, menggantikan AKBP Toni Kasmiri, S.H., S.I.K, M.H.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama hadir bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah beserta para pejabat utama dan kepala perangkat daerah, kepala instansi vertikal, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Suasana berlangsung hangat ketika Suci Wijayanti menyampaikan pesan perpisahan setelah menjalankan tugas selama 1 tahun 16 hari di Lampung Selatan.

Ia mengapresiasi dukungan dan kerja sama yang terbangun bersama Pemkab Lampung Selatan serta jajaran Forkopimda selama masa pengabdiannya.

“Terima kasih atas kerja sama dan dukungan yang luar biasa selama 1 tahun 16 hari saya mengemban amanah di Lampung Selatan. Kalimat pamit ini telah saya persiapkan sejak jauh hari, dan saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari dinamika pembangunan di daerah ini,” ungkap Suci.

Sementara itu, Kajari Lampung Selatan yang baru, Ibnu Firman Ide Amin, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai hal positif yang telah dilakukan pejabat sebelumnya sekaligus meningkatkan kinerja penegakan hukum di Lampung Selatan.

Ia mengatakan, pendekatan humanis akan tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kejaksaan, dengan tetap menempatkan keadilan sebagai tujuan utama dari penegakan hukum.

“Terkait penegakan hukum di Lampung Selatan saya tetap mengedepankan humanis, keadilan itu ada di dalam hati, pasti tujuan hukum itu adalah menciptakan keadilan hukum,” kata Ibnu.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan penghargaan atas dedikasi Suci Wijayanti selama menjalankan tugas di Lampung Selatan.

Di saat yang sama, Bupati Egi menyambut kehadiran Kajari baru dan berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan dan diperkuat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serta seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Selatan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Suci Wijayanti,” kata Bupati Egi.

Pada kesempatan yang sama, AKBP Deddy Kurniawan secara resmi memperkenalkan diri sebagai Kapolres Lampung Selatan yang baru di hadapan jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda.

Dalam sambutannya, Deddy turut menceritakan perjalanan kariernya, mulai menjalankan penugasan di lingkungan Akpol, Polda Metro Jaya sebagai Kasat Samapta hingga menjalani penugasan di Bareskrim Polri.

Saat bertugas di Polda Metro Jaya, ia mengisahkan pengalamannya mengamankan berbagai aksi unjuk rasa di sekitar Istana Negara. Dengan nada humor, pengalaman tersebut disebutnya sebagai salah satu penugasan yang cukup menguras energi.

Deddy kemudian menceritakan pengalamannya ketika pertama kali dipercaya menjadi Kapolres di Lampung Utara. Saat itu, ia mengaku sempat memiliki kekhawatiran karena adanya stigma mengenai kerawanan tindak kejahatan di wilayah Lampung.

Namun, setelah menjalani tugas secara langsung, pandangan tersebut justru berubah. Ia menilai masyarakat Lampung memiliki karakter yang ramah dan wilayahnya dapat dijaga tetap kondusif melalui kerja sama seluruh elemen.

“Namun, setelah bertugas langsung di Lampung Utara, persepsi itu terpatahkan. Masyarakat Lampung ternyata sangat ramah dan tidak seperti stigma yang beredar. Lampung sangat kondusif,” jelas Deddy.

Memasuki tugas barunya di Lampung Selatan, Deddy menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama dengan seluruh unsur pemerintahan, Forkopimda, serta masyarakat. Menurutnya, keamanan tidak dapat dibebankan hanya kepada kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama seluruh elemen masyarakat. Visi kami di Polres Lampung Selatan adalah menciptakan wilayah yang maju, aman, dan tertib. Saya berkomitmen dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” tambahnya.

Bupati Egi menegaskan bahwa pergantian pejabat di jajaran Forkopimda merupakan bagian dari dinamika organisasi dan penugasan. Karena itu, ia berharap pergantian tersebut tidak mengurangi soliditas hubungan antarlembaga yang selama ini telah terbangun.

Menurutnya, kolaborasi, komunikasi, dan sinergitas antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting untuk menjaga keamanan sekaligus mempercepat pembangunan di Lampung Selatan.

Pisah sambut tersebut pun tidak sekadar menjadi seremoni pergantian pejabat, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen bersama dalam menjaga Lampung Selatan tetap aman, kondusif, serta terus bergerak maju melalui kolaborasi lintas sektor.

 

 

Hadapi Ancaman Karhutla di Tengah Cuaca Kering, Lampung Selatan Perkuat Kesiapsiagaan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Menghadapi potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi cuaca kering, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat kesiapsiagaan dan langkah pencegahan sejak dini.

Penguatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla di Lapangan Mapolres Lampung Selatan, Kamis (13/8/2026). Apel menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi Karhutla.

Sejumlah pejabat Pemkab Lampung Selatan turut hadir, di antaranya Asisten Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan Edy Firnandi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan M. Sefri Masdian, Kepala Pelaksana BPBD Maturidi, serta Kepala Dinas Sosial Puji Sukanto.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan mengatakan, kondisi cuaca pada musim kemarau membutuhkan kewaspadaan dari seluruh pihak. Terlebih, berdasarkan informasi BMKG, periode puncak El Nino diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September, sehingga potensi kekeringan dan Karhutla perlu diantisipasi secara serius.

“Cuaca menuntut kewaspadaan dari kita semua. Penanganan harus dilakukan secara serius. Kita bertanggung jawab penuh untuk melindungi ketahanan pangan dan menghadapi bahaya kekeringan,” ujar Deddy dalam arahannya.

Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas dengan mengoptimalkan sistem deteksi dini. Setiap potensi titik api yang ditemukan perlu segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan sulit dikendalikan.

“Optimalisasi deteksi dini. Jangan tunggu api membesar. Setiap spot yang terdeteksi harus dilakukan pemadaman awal,” tegasnya.

Selain deteksi dini, kesiapan sumber air menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla. Karena itu, koordinasi lintas sektor perlu diperkuat untuk memastikan ketersediaan sumber air alternatif, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi

“Kita harus memastikan unsur air sebagai bahan utama dalam penyelamatan. Lakukan koordinasi dan kolaborasi untuk menyiapkan sumber air alternatif, termasuk menyiapkan mobil tangki sebagai langkah antisipasi,” katanya.

Deddy juga meminta patroli terpadu ditingkatkan di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami Karhutla. Patroli dinilai penting untuk memastikan kondisi lapangan terpantau secara berkala sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Di sisi lain, kesiapan armada dan kendaraan juga menjadi perhatian. Seluruh sarana pendukung penanggulangan Karhutla diminta diperiksa secara berkala agar selalu dalam kondisi siap digunakan ketika terjadi keadaan darurat.

“Ingkatkan patroli terpadu ke daerah rawan. Lakukan pengecekan secara berkala terhadap armada dan kendaraan agar saat dibutuhkan, seluruhnya dalam kondisi siap,” imbuhnya.

Melalui apel gelar pasukan tersebut, seluruh unsur penanggulangan Karhutla diharapkan memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kering.

Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, pemadam kebakaran, BPBD, dunia usaha, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat pencegahan dan mempercepat respons di lapangan. Dengan kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini, potensi karhutla diharapkan dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat, ketahanan pangan, dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Lampung Selatan tetap terjaga.