‎Dispora Palembang Siapkan Atlet Masa Depan, Turnamen Basket Antar-SMP Pecah Rekor Peserta!

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam membina potensi olahraga usia dini. Selama dua hari, Kamis–Jumat (11–12/12/2025), Dispora menggelar Kejuaraan Bola Basket Antar SMP se-Kota Palembang yang dipusatkan di lapangan Canton Park, Jalan Sinaraga No. 110, Palembang.

‎‎Ajang kompetisi yang diikuti ratusan pelajar ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan Daerah, Hukum dan HAM, Edison S.Sos., M.Si.

‎‎Dalam sambutannya, Edison menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar pertandingan antar pelajar, melainkan langkah strategis dalam membangun fondasi pembinaan atlet jangka panjang. Melalui kompetisi seperti ini, kata Edison, pemerintah kota berharap dapat menemukan bibit-bibit atlet muda berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Palembang di pentas nasional bahkan internasional.

‎‎” Tujuan kejuaraan ini adalah mencari atlet-atlet potensial sejak usia dini. Kami berharap dari ajang ini lahir atlet muda yang bisa dibina menjadi atlet berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Edison di sela-sela kegiatan, Kamis (11/12/25).

‎‎Edison juga menuturkan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi antara Dispora Kota Palembang dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Palembang. Sinergi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak pembinaan olahraga yang lebih terarah, khususnya di cabang bola basket.

‎‎Tak hanya fokus pada prestasi, Edison turut mengingatkan para peserta agar menjunjung tinggi nilai sportivitas. Menurutnya, kompetisi antar-SMP ini harus menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang untuk meningkatkan kedisiplinan dan mental bertanding para atlet.

‎‎“Ikutilah pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas. Jadikan momen ini sebagai ajang mempererat silaturahmi atlet-atlet bola basket SMP di Kota Palembang,” pesannya.

‎‎Sementara itu, Kepala Dispora Palembang, Ahmadi Damrah, mengungkapkan bahwa animo peserta pada kejuaraan tahun ini sangat tinggi. Tercatat 300 atlet pelajar dari 75 SMP negeri dan swasta turut ambil bagian.

‎‎Ahmadi menyebut, selain meningkatkan kualitas olahraga bola basket di tingkat pelajar, kegiatan ini juga bertujuan memperluas jejaring pertemanan antar siswa serta memperkuat karakter positif seperti sportivitas, kerja tim, dan motivasi berprestasi.

‎‎“Tujuannya bukan hanya meningkatkan prestasi di cabang bola basket, tetapi juga memupuk persaudaraan, sportivitas, serta motivasi atlet-atlet muda di seluruh SMP di Palembang,” jelasnya.

‎‎Menurut Ahmadi, Dispora akan terus mendorong berbagai kompetisi berjenjang untuk memastikan proses pembinaan berlangsung berkelanjutan. Ia berharap kejuaraan ini menjadi titik awal lahirnya generasi baru atlet bola basket yang bisa bersaing secara profesional. (Ning)

Gubernur Lepas Ribuan Peserta Smanda Fun Run 2025

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal melepas ribuan peserta Smanda Fun Run Tahun 2025 yang digelar di halaman kantor Gubernur, Minggu (07/12/2025).

Smanda Fun Run Tahun 2025 merupakan rangkaian perayaan HUT ke-60 SMA Negeri 2 Bandar Lampung yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Smanda.

Smanda Fun Run tahun ini menghadirkan dua kategori lomba untuk umum, yakni 5K dan 10K. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi momentum silaturahmi dan reuni akbar bagi para alumni SMA Negeri 2 dari berbagai generasi.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, yang juga merupakan alumnus Smanda, menyampaikan apresiasi atas kekompakan para alumni dan kerja keras panitia dalam menyelenggarakan rangkaian kegiatan HUT ke-60 yang telah berlangsung sejak Agustus dan akan berakhir pada Desember 2025.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul di ruang terbuka untuk merayakan HUT Smanda yang ke-60. Ini juga menjadi reuni luar biasa. Seluruh rangkaian acara benar-benar diadakan oleh panitia dari alumni, dengan dukungan sponsor. Ramainya kegiatan ini menjadi bukti bahwa Smanda adalah salah satu alumni paling kompak se-Indonesia,” ucapnya.

Gubernur dalam kesempatan tersebut juga menegaskan bahwa tiga tahun masa belajar di SMA adalah masa paling berkesan dan menjadi pondasi bagi perjalanan hidup para alumni hingga hari ini. Karena itu, ia berharap ikatan alumni dapat terus menjadi ruang kebersamaan untuk saling mendukung dan memperkuat kontribusi bagi pembangunan daerah.

“Saya harapkan ikatan alumni ini semakin kuat, semakin kompak dan yang paling penting kita harus saling bahu-bahu. Kita harus saling bergotong royong, kita harus saling mengangkat semuanya demi apa agar kita sama-sama ingin membangun daerah kita lebih baik ke depan,” tegasnya.

Diakhir, Gubernur mengajak para alumni untuk menjadikan momentum reuni ini sebagai penyemangat dalam memperkuat kolaborasi dan memberikan sumbangsih nyata bagi daerah.

“Saatnya hari ini dengan karir kita masing-masing, dengan profesi kita masing-masing, dengan kemampuan kita masing-masing, dengan apa yang kita punya masing-masing. Kita melakukan kontribusi yang maksimal, kita akan memberikan sumbangan yang maksimal Kita memberikan perhatian yang maksimal untuk membangun daerah kita tercinta,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, dan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan juga turut menyerahkan hadiah serta mengalungkan medali kepada para pemenang. (Red).

Ponpes SMB II Mulai Bangun Aula Pelatihan Pagar Nusa, KH. Soni Suharsono Targetkan Lahirnya Pesilat Santri Berprestasi

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya santri, khususnya di bidang seni bela diri pencak silat. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Aula Pelatihan dan Pengesahan Warga Baru Pagar Nusa di lingkungan pesantren SMP SMB II, Sabtu (15/10/2025).

Kegiatan yang diikuti sekitar 30 santri itu berlangsung khidmat dan menjadi salah satu momentum penting dalam penguatan pembinaan kader Pagar Nusa di Kota Palembang. Peletakan batu pertama dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren SMB II sekaligus Dewan Pendekar Pagar Nusa Palembang, KH. Soni Suharsono.

KH. Soni Suharsono menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan pusat pelatihan tersebut. Menurutnya, keberadaan aula khusus sangat dibutuhkan sebagai sarana pembinaan atlet dan kader Pagar Nusa yang selama ini berkembang cukup pesat di Ponpes SMB II.

“Ini adalah kebutuhan mendesak untuk memaksimalkan proses latihan dan pengesahan warga baru. Apalagi dalam satu minggu terakhir kami menghadirkan pelatih profesional dari Wonosobo, Jawa Tengah, yang selama ini mendampingi atlet-atlet muda Indonesia berlaga di Singapura,” jelasnya.

KH. Soni berharap pelatihan intensif yang diberikan dapat meningkatkan kemampuan teknis, mental, dan kedisiplinan para santri.

“InsyaAllah dari sinilah akan lahir atlet-atlet Pagar Nusa yang membanggakan pesantren, bahkan bisa berkompetisi di tingkat nasional dan internasional,” tegasnya.

Pembangunan aula ini disebut akan menjadi tonggak penting bagi masa depan Pagar Nusa di Sumatera Selatan. Selain sebagai tempat latihan, fasilitas tersebut juga akan dijadikan padepokan resmi Pagar Nusa Ponpes SMB II, tempat kaderisasi berkelanjutan dan pusat pelatihan terintegrasi.

“Kami ingin jadikan aula ini sentra pelatihan Pagar Nusa Sumsel. Tidak hanya untuk santri kami, tetapi juga untuk kader-kader muda dari berbagai wilayah,” tambah KH. Soni.

Dengan fasilitas yang lebih representatif, ia optimistis Pagar Nusa Palembang dapat melahirkan generasi baru pesilat yang solid, berakhlak, dan memiliki jiwa pengabdian.

Dalam kesempatan itu, KH. Soni kembali menegaskan pentingnya memahami filosofi berdirinya Pagar Nusa. Organisasi pencak silat kebanggaan Nahdlatul Ulama ini didirikan oleh Mbah Maksum Jauhari dari Kediri, di masa perjuangan nasional, sebagai bentuk pagar penjagaan terhadap ulama dan pesantren.

“Pagar Nusa itu pagar nusa dan bangsa. Santri yang terlatih harus siap menjaga marwah ulama, pesantren, dan membentengi NKRI dari berbagai ancaman ideologi yang ingin merusaknya,” ungkapnya.

Saat ini, perkembangan Pagar Nusa di Kota Palembang menunjukkan capaian positif. Dari total 18 kecamatan, seluruhnya telah memiliki Pengurus Anak Cabang (PAC). Kebanyakan pengurusnya merupakan alumni pesantren yang kembali mengabdi untuk membangun basis organisasi di wilayah masing-masing.

“Ini menunjukkan kebangkitan yang luar biasa. Dengan pembenahan struktur dan pusat pelatihan baru, kami optimistis Pagar Nusa Palembang akan semakin maju,” jelas KH. Soni.

Ia menutup acara dengan harapan agar pembangunan aula dan penguatan organisasi ini menjadi energi baru bagi kejayaan Pagar Nusa.

“Semoga ini menjadi awal kebangkitan besar Pagar Nusa untuk menjaga ulama, pesantren, serta berkhidmat kepada nusa dan bangsa,” ujarnya.(Ning)

‎Tak Sekadar Turnamen, Garuda Cup Jadi Wadah Emas Cetak Bintang Muda Indonesia

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Komunitas sepak bola usia dini Football Community Garuda Anak Nusantara (GAN) Sumatera Selatan kembali menggelar ajang bergengsi bertajuk Garuda Cup Sumsel Series 2025: Road to Milo National Championship 2025. Turnamen ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (8–9 November 2025), di Stadion Jasdam II/Sriwijaya, Jalan Letjen Harun Sohar, Kebun Bunga, Palembang.

‎‎Koordinator GAN untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan meliputi Sumsel, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, dan Bengkulu, Hanief Djohan, menjelaskan bahwa Football Community Garuda Anak Nusantara merupakan wadah pembinaan sepak bola usia dini berskala nasional yang telah berdiri sejak tahun 2012.

‎‎Menurut Hanief, turnamen Garuda Cup 2025 diselenggarakan di 24 regional dari total 38 provinsi di seluruh Indonesia. Nantinya, setiap tim juara di masing-masing regional akan melaju ke Kejuaraan Nasional yang digelar pada awal tahun 2026.

‎‎“Setiap tahun, kejuaraan nasional Garuda Cup selalu dilaksanakan pada bulan Januari. Karena itu, babak kualifikasinya digelar di tahun sebelumnya untuk menentukan tim-tim terbaik yang berhak tampil di tingkat nasional,” ungkap Hanief.

‎‎Hanief juga menjelaskan bahwa Garuda Cup tahun 2025 mengalami perubahan regulasi penting dalam hal kategori usia peserta. Jika pada tahun-tahun sebelumnya (2015–2024) turnamen mempertandingkan kategori U-10 dan U-12, maka tahun ini berubah menjadi U-9 dan U-11.

‎‎Perubahan ini dilakukan karena pertimbangan usia kompetitif di tingkat nasional. “Kalau anak U-12 ikut kejuaraan nasional di awal tahun berikutnya, usia mereka sudah 13 tahun. Itu sudah masuk kategori usia besar, bukan festival lagi. Karena itu, kami sesuaikan agar U-11 nanti ketika tampil di final nasional sudah pas berusia 12 tahun,” jelasnya.

‎‎Dengan perubahan tersebut, pihak penyelenggara berharap pembinaan dan pengukuran kemampuan pemain usia dini dapat berlangsung lebih optimal dan sesuai standar pembinaan internasional.

‎‎Hanief mengakui, jumlah peserta dari Zona Sumatera Selatan pada tahun ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, Sumsel menjadi salah satu wilayah dengan peserta terbanyak di luar Pulau Jawa, mencapai 32 tim penuh.

‎‎Namun, karena perubahan kategori usia, jumlah peserta kini menjadi 24 tim untuk U-11 dan 10 tim untuk U-9. Meski demikian, Hanief menegaskan bahwa penurunan jumlah peserta tidak memengaruhi kualitas kompetisi. Sebaliknya, tingkat antusiasme dan semangat para peserta justru semakin tinggi karena mereka ingin menunjukkan kemampuan terbaik agar bisa lolos ke tingkat nasional.

‎‎Garuda Cup, menurut Hanief, memiliki peran penting dalam memberikan wadah kompetitif bagi anak-anak pecinta sepak bola di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan.

‎‎“Selama ini, pembinaan usia dini di dunia sepak bola Indonesia belum tersentuh langsung oleh PSSI. Karena itu, komunitas seperti GAN hadir untuk mengisi ruang tersebut, menjadi mitra pembinaan yang membantu anak-anak berkembang sejak dini,” jelasnya.

‎‎Hanief menambahkan, turnamen seperti Garuda Cup bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengukur perkembangan kemampuan pemain muda. Tanpa adanya turnamen semacam ini, anak-anak hanya akan berlatih tanpa tahu sejauh mana peningkatan mereka.

‎‎“Event seperti ini sangat penting. Ini tempat mereka menguji hasil latihan, meningkatkan kepercayaan diri, dan menambah jam terbang. Jadi, perkembangan mereka bisa terlihat secara nyata,” imbuhnya.

‎‎Dalam kesempatan itu, Hanief juga memberikan pesan khusus bagi para peserta dan orang tua mereka. Kepada para pemain muda, ia berpesan agar tidak takut untuk mengikuti turnamen apa pun dan tetap semangat bertanding.

‎‎“Setiap pertandingan adalah pengalaman berharga. Dari situ, kalian bisa belajar banyak hal tentang kerja sama, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya memberi semangat.

‎‎Sedangkan bagi para orang tua, Hanief menekankan pentingnya memberi kebebasan bagi anak-anak untuk bermain dan berekspresi di lapangan tanpa intervensi.

‎‎“Biarkan anak-anak bermain dengan hati nurani mereka. Jangan di-remote dari pinggir lapangan. Kami ingin mereka berkembang secara alami,” tegasnya.

‎‎Untuk menjaga sportivitas dan kenyamanan, panitia juga memberlakukan aturan ketat. Orang tua tidak diperbolehkan mendampingi anak-anak di pinggir lapangan. Hanya pelatih yang diizinkan berada di area pertandingan. Bila ada orang tua yang melanggar, pertandingan akan dihentikan sementara hingga mereka naik ke tribun penonton.

‎‎“Kami ingin menciptakan suasana yang sehat, di mana anak-anak bisa bermain bebas tanpa tekanan. Kami juga memastikan seluruh aspek keamanan dan kenyamanan mulai dari lapangan yang layak, tim medis profesional, hingga wasit berlisensi,” tutup Hanief. (Ning)

‎Ratusan Bocah SD Berlaga di Liga Merah Putih Regional Palembang, Siapa yang Melaju ke Bandung?

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Semangat sportivitas dan pembinaan generasi muda kembali menggema di Kota Palembang. Melalui ajang Kejuaraan Liga Merah Putih Regional Palembang antar SD/MI, ratusan anak usia dini menunjukkan bakat dan kemampuan mereka di lapangan hijau. Kompetisi bergengsi ini digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (8–9 November 2025), bertempat di Adofo Mini Soccer, Jalan Seduduk Putih, Palembang.

‎‎Ketua Pelaksana Liga Merah Putih Regional Palembang, Aulia Septian, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Liga Merah Putih yang diadakan di 26 regional kabupaten/kota se-Indonesia. Dari setiap regional, juara pertama dan kedua akan mewakili daerahnya untuk berlaga di tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Kota Bandung pada 6–7 Desember 2025 nanti.

‎‎“Liga ini bukan hanya soal siapa yang menjadi juara, tapi lebih kepada bagaimana anak-anak belajar berproses, berkarakter, dan menjunjung nilai sportivitas,” ujar Aulia.

‎‎Ia menambahkan, kompetisi ini dibagi berdasarkan kategori usia, yaitu usia 10 tahun maksimal di kelahiran 2015 dan usia 12 tahun maksimal di kelahiran 2013.

‎‎Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kota Palembang, yang melihat Liga Merah Putih sebagai sarana penting untuk membina dan menumbuhkan potensi siswa sejak dini. Aulia menyampaikan apresiasi atas sambutan positif dari dinas terkait, sekaligus berharap agar di tahun-tahun berikutnya dukungan dari Pemerintah Kota Palembang semakin kuat.

‎‎“Kompetisi ini diikuti oleh anak-anak sekolah dasar se-Kota Palembang. Kami berharap ke depan, kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin dan mendapat perhatian lebih luas, karena selain meningkatkan kemampuan teknis anak-anak, juga membentuk karakter dan mental juara,” tambahnya.

‎‎Lebih jauh, Aulia menekankan bahwa esensi utama dari Liga Merah Putih bukan semata-mata pada hasil akhir atau trofi yang diraih, melainkan pada proses pembelajaran dan pembentukan sikap.

‎‎“ Menjadi juara itu hanyalah bonus. Yang paling penting, anak-anak bisa menikmati proses, belajar kerja sama tim, dan tumbuh dengan karakter yang baik. Kami ingin mereka berkembang menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan punya semangat pantang menyerah,” ujarnya.

‎‎Ajang Liga Merah Putih Regional Palembang ini juga diharapkan menjadi wadah lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang kelak bisa mengharumkan nama daerah, bahkan Indonesia, di kancah nasional maupun internasional.

‎‎Melalui kegiatan semacam ini, anak-anak tidak hanya dilatih dalam keterampilan bermain sepak bola, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas, yang menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka di masa depan.

‎‎Aulia menegaskan, pembinaan usia dini harus terus digalakkan agar anak-anak memiliki ruang untuk mengasah bakatnya. “Kami ingin kegiatan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain, bahwa pembinaan karakter dan prestasi bisa berjalan seiring. Dengan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah dan orang tua, bukan tidak mungkin Palembang akan melahirkan bintang sepak bola masa depan,” tutupnya. (ning)

‎Akhirnya! Palembang Pecah Rekor Setelah 23 Tahun Puasa Gelar Sepak Bola

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎ Euforia kemenangan membuncah di Kota Palembang pada Senin (3/11/2025) sore. Suara klakson kendaraan berpadu teriakan penuh sukacita dari ratusan masyarakat dan atlet sepak bola yang mengarak piala serta medali emas keliling kota. Momentum ini bukan sekadar perayaan, melainkan penutup penantian panjang selama 23 tahun tanpa gelar cabang olahraga (cabor) sepak bola pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan.

‎‎Rombongan konvoi memulai perjalanan dari Kantor Askot PSSI Kota Palembang di Jalan Mayor Santoso, Kecamatan Ilir Timur I. Dua unit mobil pick-up menjadi panggung kemenangan para punggawa tim sepak bola Palembang. Mereka berdiri gagah sambil mengangkat trofi dan medali emas, menunjukkan prestasi yang membanggakan kepada masyarakat.

‎‎Arakan itu kemudian melintasi rute protokol kota: Jalan A. Rivai, Jalan Merdeka dan singgah sejenak di halaman kantor Wali Kota Palembang, Jalan Jenderal Sudirman di sekitar Masjid Agung, lalu kembali ke Kantor Askot PSSI Palembang. Sepanjang perjalanan, masyarakat yang melihat turut melambaikan tangan, merekam momen, dan meneriakkan yel-yel dukungan.

‎‎Kemenangan ini seolah menegaskan kembali identitas Palembang sebagai kota olahraga, sekaligus menghidupkan kembali kejayaan sepak bola “Wong Kito” yang sempat redup di level provinsi.

‎‎Harapan yang tertunda selama lebih dari dua dekade akhirnya terwujud. Tim sepak bola Palembang mengakhiri dahaga gelar setelah bekerja keras sepanjang turnamen Porprov XV di Musi Banyuasin (Muba).

‎‎“Ini bukan hanya kemenangan biasa. Ini simbol kebangkitan sepak bola Palembang,” ujar Ketua Askot PSSI Palembang, Mohammad David dalam sambutannya.

‎‎David menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari kerja sama banyak pihak—pemerintah kota, para pelatih, pemain, hingga dukungan masyarakat. “Medali emas ini sudah sangat kita nantikan selama 23 tahun. Akhirnya, Palembang kembali menunjukkan dominasinya, bukan hanya di Sumsel, tapi juga menjadi modal untuk bersaing di level nasional,” tuturnya.

‎‎Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa pengembangan sepak bola Palembang sedang berada di jalur tepat. Banyak talenta muda kota yang kini berani bermimpi besar, bercita-cita meneruskan prestasi putra-putra terbaik daerah di lapangan hijau.

‎‎Perayaan kemenangan itu juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara Askot PSSI Palembang dan Pemerintah Kota di bawah kepemimpinan Wali Kota Ratu Dewa, yang juga merupakan mantan Presiden PS Palembang.

‎‎David menyebut dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor kunci di balik keberhasilan ini. “Ini kolaborasi. Dalam pemerintahan Pak Ratu Dewa, kita melihat komitmen nyata terhadap pembinaan atlet. Beliau turun langsung memberikan motivasi, hadir di lapangan, dan mendukung para pemain bertanding,” ungkapnya.

‎‎Langkah pemerintah bukan hanya hadir secara seremonial, tetapi ikut mengawal perkembangan sepak bola sejak level akar rumput. Program pelatihan, kompetisi usia dini, hingga dukungan fasilitas menjadi prioritas dalam beberapa tahun terakhir dan hasilnya kini mulai terlihat.

‎‎Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tim sepak bola Palembang. Ia menyebut moment ini sebagai “awal kebangkitan” olahraga paling populer di kota ini.

‎‎“Sebagai Wali Kota, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, official, Askot PSSI, Dispora, dan tentu para orang tua atlet yang telah mendukung penuh. Ini bukan akhir, ini justru awal dari kebangkitan sepak bola Palembang,” kata Ratu Dewa.

‎‎Ratu Dewa bahkan memberikan tali asih senilai Rp20 juta sebagai bentuk apresiasi pribadi atas perjuangan tim. Gestur ini mendapat sambutan meriah dari para pemain, memperlihatkan kedekatan emosional antara pemimpin kota dan para atlet kebanggaan daerah.

‎‎Sebagai figur yang pernah merasakan dinamika kompetisi sepak bola dari dekat saat memimpin PS Palembang, Ratu Dewa memahami betul beratnya proses menuju prestasi. “Saya tahu betul suka dukanya. Perjuangan mereka luar biasa,” ungkapnya.

‎Meski kemenangan ini terasa istimewa, baik pemerintah maupun Askot PSSI menegaskan bahwa prestasi ini bukan garis finis. Target lanjutan sudah menanti: menjaga konsistensi, memperkuat pembinaan usia dini, serta membawa Palembang lebih maju pada kompetisi tingkat nasional.

‎‎“Kita tidak boleh puas. Tantangan sejati adalah mempertahankan dan meningkatkan prestasi,” pungkas David.

‎‎Ratu Dewa pun menambahkan, “Kita akan terus perkuat fasilitas olahraga, penyaringan bakat muda, dan penyediaan kompetisi rutin. Palembang harus kembali menjadi barometer sepak bola Sumsel dan Indonesia.”

‎‎Arak-arakan pun ditutup dengan doa bersama di halaman Kantor Askot PSSI, sebagai bentuk syukur dan harapan untuk masa depan sepak bola Palembang. (Ning)

Semangat CFD SH Terate Cabang Kota Blitar Dalam GEMAS Kota Blitar

BLITAR KOTA -(deklarasinews.com)- Semangat Car Free Day (CFD) di Kota Blitar bernama “Blitar GEMAS” (Gerakan Minggu Sehat) pada Minggu pagi, dari pukul 06.00 s/d selesai, utamanya kebersamaan dan kepedulian terhadap kesehatan ditunjukkan oleh warga bersama ratusan siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) atau SH Terate Cabang Kota Blitar, Pusat Madiun.

Mereka bersatu mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) masyarakat Kota Blitar yang di gelar rutin oleh Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin dalam acara berpusat di Kota Blitar, pada Minggu 02 November 2025 pagi.

Ratusan warga dan siswa anggota SH Terate Cabang Kota Blitar yang dikenal dengan disiplin bela dirinya itu langsung ke lokasi dengan tertib mengikuti jalanya kegiatan CFD hingga selesai.

Sementara itu, ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Kota Blitar yakni, Miskan Hadi Prasetyo ST melalui pengurus SH Terate Cabang Kota Blitar, yakni kang mas Andika mengatakan, kalau aksi sosial yang di ikuti hari ini dalam Car Free Day (CFD) ini merupakan wujud nyata pengabdian organisasinya dalam menjaga kerukunan kepada masyarakat.

“Ini adalah bentuk implementasi dari nilai-nilai persaudaraan yang kami junjung tinggi. Kami ingin menanamkan rasa kepedulian sosial, bukan hanya antar anggota, tetapi juga kepada lingkungan sekitar di mana kami berada. Melalui kebersamaan dan bermasyarakat, aksi nyata inilah karakter peduli tersebut dibentuk, walau kadang tingkat emosi anak anak muda kurang terkendali” ujar kang mas Andika

Dilain sisi, Kehadiran para siswa dan warga SH Terate dalam kegiatan ini mendapat sambutan dan apresiasi yang hangat dari tokoh masyarakat setempat. Davit satu tokoh masyarakat kota Blitar, menyatakan kegembiraannya atas partisipasi aktif para pemuda tersebut.

“Kehadiran para siswa dan warga SH Terate Kota Blitar sangat berarti membaur dan bersatu dengan warga dalam bermasyarakat. Para generasi muda adalah urat nadi kehidupan masa depan bangsa kita. Menjaganya adalah kewajiban bersama, semoga kegiatan positif seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa terus berlanjut dan menjadi contoh bagi organisasi lainnya,” pungkasnya. (Laila)

Duel Sarat Gengsi Turu I FC vs Aeta Squad Panaskan Lapangan Sapta Marga Serui, Turu I FC Melaju ke Semifinal

SERUI –(deklarasinews.com)- Turnamen Sepak Bola TKBM & Dandim 1709/YAWA Cup II 2025 kembali menghadirkan laga panas yang menyedot perhatian penonton di Lapangan Sapta Marga Serui, Kamis (30/10/2025) sore. Pertandingan babak 8 besar mempertemukan Turu I FC melawan Aeta Squad dalam duel sengit yang sarat gengsi.

Kedua tim sebelumnya sama-sama tampil impresif di babak 16 besar. Turu I FC berhasil menyingkirkan Manayami FC, sementara Aeta Squad memastikan tiket perempat final setelah menundukkan Wanamba FC. Pertemuan keduanya kali ini menjadi laga yang dinanti-nantikan publik, mengingat keduanya memiliki sejarah rivalitas kuat antara Kampung Turu dan Kampung Serui Laut.

Sejak peluit awal dibunyikan, laga berlangsung dengan tempo tinggi. Kedua tim saling jual beli serangan, namun hingga peluit panjang babak kedua dibunyikan, skor tetap imbang. Pertandingan kemudian dilanjutkan ke babak adu penalti yang menegangkan.

Akhirnya, Turu I FC keluar sebagai pemenang dengan skor 4–3 dan memastikan langkah mereka ke babak semifinal.

Manajer tim Turu I FC, Fredy Barangkea, mengaku bangga atas kerja keras para pemainnya.

“Kemenangan ini jadi modal berharga bagi kami untuk menghadapi laga berikutnya. Kami tetap mengedepankan disiplin dan sportivitas dalam setiap pertandingan,” ujarnya seusai laga.

Sementara itu, pelatih Turu I FC, Herman Oropa, menyampaikan rasa optimisme tinggi menjelang laga semifinal.

“Kami akan terus berjuang dengan semangat sampai ke partai final. Tim sudah siap secara mental dan fisik,” tegasnya.

Turnamen TKBM & Dandim 1709/YAWA Cup II 2025 diikuti oleh 35 tim dari Kabupaten Kepulauan Yapen, Mamberamo, dan Waropen. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT TNI ke-80, yang diprakarsai oleh Dandim 1709/Yawa Letkol Inf Baskoro Wijaya Atmanto, S.E., bersama Ketua TKBM Serui Yakob Michael Tapakeding.

Dengan mengusung tema “Bangkitkan Semangat – Aureto. Disiplin & Sportivitas,” ajang ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pembinaan talenta muda sepak bola di wilayah Kepulauan Yapen, Papua.(GM)

Kasdam XXI/Raden Inten Hadiri Event Utomobile Run 10K dan 5K Tahun 2025

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Kepala Staf Kodam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol. menghadiri kegiatan Utomobile Run 10K dan 5K Tahun 2025 yang digelar di halaman Kantor Bank Utomo, Jalan Raden Intan No. 93, Kelurahan Enggal, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, pada Minggu (26/10/2025).

Event olahraga lari jalan raya ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Bank Utomo sekaligus menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat hidup sehat di kalangan masyarakat Lampung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Irdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han., Kapoksahli Pangdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Sriyanto, M.I.R., M.A., Kanit Keuangan Polda Lampung Kombes Pol Juniar Simanjuntak, S.Si., M.Si., Kajasdam XXI/Raden Inten Letkol Arm Andi Achmad Afandi, S.Sos., M.Si.,  Direktur Utama PT BPR Utomo Manunggal Sejahtera Lampung, Bapak Rudy Hasanudin, Pimpinan Cabang Bank Danamon Ibu Lince,  Direksi dan Jajaran BPR dan BPRS se-Provinsi Lampung.

Event Utomobile Run 2025 diikuti lebih dari 2.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas lari, pelajar, masyarakat umum hingga prajurit TNI dan personel Polri. Peserta berkompetisi dalam dua kategori, yaitu 10 kilometer dan 5 kilometer, dengan rute yang melintasi sejumlah jalan protokol di Kota Bandar Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Kasdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pihak penyelenggara serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan positif tersebut.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan semangat sportivitas di tengah masyarakat Lampung,” ujarnya.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat, ditandai dengan antusiasme peserta sejak pagi hari. Acara ditutup dengan penyerahan medali dan hadiah bagi para pemenang, serta pengundian doorprize menarik bagi seluruh peserta yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.(Red)

Uho Al – Khudry Sah Pimpin PBVSI Indramayu 2025–2029 Secara Aklamasi

(pelitaekspres.com) – INDRAMAYU – Moh. Makholiddin Al Khadriyyi, S.Ag., atau yang lebih dikenal dengan sapaan Uho Al-Khudry, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Indramayu, Jawa Barat, masa bakti 2025–2029.

Pria yang sebelumnya pernah menjadi Ketua Pelaksana Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Voli Indoor Antar Klub Under 19 Se Jawa Barrat, terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang digelar di Aula Ki Tinggil, Pendopo Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (25/10/2025).

Pemilihan berlangsung penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan. Seluruh peserta Muskab sepakat memberikan dukungan kepada Uho Al-Khudry untuk melanjutkan estafet kepemimpinan PBVSI Indramayu yang sebelumnya dijabat Kasan Basari.

Dalam sambutannya, Uho menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen untuk memajukan prestasi bola voli Indramayu, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya. Kita akan bersama-sama membangun pembinaan atlet muda dan menghidupkan kembali semangat voli di seluruh wilayah Indramayu,” ujar Uho penuh semangat.

Musyawarah yang juga dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Jawa Barat, Dr. Drs Agus Jumaedi, M. Si, Binpres PBVSI Jabar Beni Hidayat, Kabid Perwasitan Dedi Setiawan, Pengurus Pengkab PBVSI Indramayu, dan para Ketua Klub bola voli Indoor Indramayu,  turut memberikan dukungan dan harapan baru perbolavolian di Indramayu maju kembali seperti puluhan tahun sebelumnya.

Dengan terpilihnya Uho Al- Khudry diharapkan PBVSI Indramayu lahir atlit atlit handal dan berpotensi dikancah nasional. “Ini keinginan dan harapan kami. Tentunya mari kita jalin kolaborasi yang baik dikepengurusan kedepan,, ” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum Pengprov PBVSI Jabar Agus Jumaedi, mengapresiasi atas digelarnya Muskab Pengkab PBVSI Indramayu periode 2025 – 2029.

“Biasanya setiap daerah yang menggelar Muskab yang hadir dari Pengprov Ketua Organisasi. Namun melihat Indramayu mulai semangat ingin bangkit lagi di perbolavolian indor maka kami hadir,” ujar Agus.

Agus Jumaedi yang kerap disapa Pak Boy berpesan siapapun Ketua Umum Pengkab PBVSI yang terpilih jangan membeda bedakan antara voli indoor dan voli pasir.

Karena atlit voli indoor dan atlit voli pasir merupakan satu kesatuan dibawah naungan Pengkab PBVSI.

“Selamat dan Sukses Muskab Pengkab PBVSI Indramayu. Dan selamat kepada Ketua Umum Pengkab PBVSI Indramayu yang terpilih,”ungkap Pak Boy.

Dengan terpilihnya Uho Lakhodri, diharapkan PBVSI Indramayu semakin solid dan mampu mencetak lebih banyak atlet berprestasi di masa mendatang. (Wira)