‎Tak Sekadar Turnamen, Garuda Cup Jadi Wadah Emas Cetak Bintang Muda Indonesia

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Komunitas sepak bola usia dini Football Community Garuda Anak Nusantara (GAN) Sumatera Selatan kembali menggelar ajang bergengsi bertajuk Garuda Cup Sumsel Series 2025: Road to Milo National Championship 2025. Turnamen ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (8–9 November 2025), di Stadion Jasdam II/Sriwijaya, Jalan Letjen Harun Sohar, Kebun Bunga, Palembang.

‎‎Koordinator GAN untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan meliputi Sumsel, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, dan Bengkulu, Hanief Djohan, menjelaskan bahwa Football Community Garuda Anak Nusantara merupakan wadah pembinaan sepak bola usia dini berskala nasional yang telah berdiri sejak tahun 2012.

‎‎Menurut Hanief, turnamen Garuda Cup 2025 diselenggarakan di 24 regional dari total 38 provinsi di seluruh Indonesia. Nantinya, setiap tim juara di masing-masing regional akan melaju ke Kejuaraan Nasional yang digelar pada awal tahun 2026.

‎‎“Setiap tahun, kejuaraan nasional Garuda Cup selalu dilaksanakan pada bulan Januari. Karena itu, babak kualifikasinya digelar di tahun sebelumnya untuk menentukan tim-tim terbaik yang berhak tampil di tingkat nasional,” ungkap Hanief.

‎‎Hanief juga menjelaskan bahwa Garuda Cup tahun 2025 mengalami perubahan regulasi penting dalam hal kategori usia peserta. Jika pada tahun-tahun sebelumnya (2015–2024) turnamen mempertandingkan kategori U-10 dan U-12, maka tahun ini berubah menjadi U-9 dan U-11.

‎‎Perubahan ini dilakukan karena pertimbangan usia kompetitif di tingkat nasional. “Kalau anak U-12 ikut kejuaraan nasional di awal tahun berikutnya, usia mereka sudah 13 tahun. Itu sudah masuk kategori usia besar, bukan festival lagi. Karena itu, kami sesuaikan agar U-11 nanti ketika tampil di final nasional sudah pas berusia 12 tahun,” jelasnya.

‎‎Dengan perubahan tersebut, pihak penyelenggara berharap pembinaan dan pengukuran kemampuan pemain usia dini dapat berlangsung lebih optimal dan sesuai standar pembinaan internasional.

‎‎Hanief mengakui, jumlah peserta dari Zona Sumatera Selatan pada tahun ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, Sumsel menjadi salah satu wilayah dengan peserta terbanyak di luar Pulau Jawa, mencapai 32 tim penuh.

‎‎Namun, karena perubahan kategori usia, jumlah peserta kini menjadi 24 tim untuk U-11 dan 10 tim untuk U-9. Meski demikian, Hanief menegaskan bahwa penurunan jumlah peserta tidak memengaruhi kualitas kompetisi. Sebaliknya, tingkat antusiasme dan semangat para peserta justru semakin tinggi karena mereka ingin menunjukkan kemampuan terbaik agar bisa lolos ke tingkat nasional.

‎‎Garuda Cup, menurut Hanief, memiliki peran penting dalam memberikan wadah kompetitif bagi anak-anak pecinta sepak bola di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan.

‎‎“Selama ini, pembinaan usia dini di dunia sepak bola Indonesia belum tersentuh langsung oleh PSSI. Karena itu, komunitas seperti GAN hadir untuk mengisi ruang tersebut, menjadi mitra pembinaan yang membantu anak-anak berkembang sejak dini,” jelasnya.

‎‎Hanief menambahkan, turnamen seperti Garuda Cup bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengukur perkembangan kemampuan pemain muda. Tanpa adanya turnamen semacam ini, anak-anak hanya akan berlatih tanpa tahu sejauh mana peningkatan mereka.

‎‎“Event seperti ini sangat penting. Ini tempat mereka menguji hasil latihan, meningkatkan kepercayaan diri, dan menambah jam terbang. Jadi, perkembangan mereka bisa terlihat secara nyata,” imbuhnya.

‎‎Dalam kesempatan itu, Hanief juga memberikan pesan khusus bagi para peserta dan orang tua mereka. Kepada para pemain muda, ia berpesan agar tidak takut untuk mengikuti turnamen apa pun dan tetap semangat bertanding.

‎‎“Setiap pertandingan adalah pengalaman berharga. Dari situ, kalian bisa belajar banyak hal tentang kerja sama, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya memberi semangat.

‎‎Sedangkan bagi para orang tua, Hanief menekankan pentingnya memberi kebebasan bagi anak-anak untuk bermain dan berekspresi di lapangan tanpa intervensi.

‎‎“Biarkan anak-anak bermain dengan hati nurani mereka. Jangan di-remote dari pinggir lapangan. Kami ingin mereka berkembang secara alami,” tegasnya.

‎‎Untuk menjaga sportivitas dan kenyamanan, panitia juga memberlakukan aturan ketat. Orang tua tidak diperbolehkan mendampingi anak-anak di pinggir lapangan. Hanya pelatih yang diizinkan berada di area pertandingan. Bila ada orang tua yang melanggar, pertandingan akan dihentikan sementara hingga mereka naik ke tribun penonton.

‎‎“Kami ingin menciptakan suasana yang sehat, di mana anak-anak bisa bermain bebas tanpa tekanan. Kami juga memastikan seluruh aspek keamanan dan kenyamanan mulai dari lapangan yang layak, tim medis profesional, hingga wasit berlisensi,” tutup Hanief. (Ning)

‎Ratusan Bocah SD Berlaga di Liga Merah Putih Regional Palembang, Siapa yang Melaju ke Bandung?

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Semangat sportivitas dan pembinaan generasi muda kembali menggema di Kota Palembang. Melalui ajang Kejuaraan Liga Merah Putih Regional Palembang antar SD/MI, ratusan anak usia dini menunjukkan bakat dan kemampuan mereka di lapangan hijau. Kompetisi bergengsi ini digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (8–9 November 2025), bertempat di Adofo Mini Soccer, Jalan Seduduk Putih, Palembang.

‎‎Ketua Pelaksana Liga Merah Putih Regional Palembang, Aulia Septian, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Liga Merah Putih yang diadakan di 26 regional kabupaten/kota se-Indonesia. Dari setiap regional, juara pertama dan kedua akan mewakili daerahnya untuk berlaga di tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Kota Bandung pada 6–7 Desember 2025 nanti.

‎‎“Liga ini bukan hanya soal siapa yang menjadi juara, tapi lebih kepada bagaimana anak-anak belajar berproses, berkarakter, dan menjunjung nilai sportivitas,” ujar Aulia.

‎‎Ia menambahkan, kompetisi ini dibagi berdasarkan kategori usia, yaitu usia 10 tahun maksimal di kelahiran 2015 dan usia 12 tahun maksimal di kelahiran 2013.

‎‎Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kota Palembang, yang melihat Liga Merah Putih sebagai sarana penting untuk membina dan menumbuhkan potensi siswa sejak dini. Aulia menyampaikan apresiasi atas sambutan positif dari dinas terkait, sekaligus berharap agar di tahun-tahun berikutnya dukungan dari Pemerintah Kota Palembang semakin kuat.

‎‎“Kompetisi ini diikuti oleh anak-anak sekolah dasar se-Kota Palembang. Kami berharap ke depan, kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin dan mendapat perhatian lebih luas, karena selain meningkatkan kemampuan teknis anak-anak, juga membentuk karakter dan mental juara,” tambahnya.

‎‎Lebih jauh, Aulia menekankan bahwa esensi utama dari Liga Merah Putih bukan semata-mata pada hasil akhir atau trofi yang diraih, melainkan pada proses pembelajaran dan pembentukan sikap.

‎‎“ Menjadi juara itu hanyalah bonus. Yang paling penting, anak-anak bisa menikmati proses, belajar kerja sama tim, dan tumbuh dengan karakter yang baik. Kami ingin mereka berkembang menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan punya semangat pantang menyerah,” ujarnya.

‎‎Ajang Liga Merah Putih Regional Palembang ini juga diharapkan menjadi wadah lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang kelak bisa mengharumkan nama daerah, bahkan Indonesia, di kancah nasional maupun internasional.

‎‎Melalui kegiatan semacam ini, anak-anak tidak hanya dilatih dalam keterampilan bermain sepak bola, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas, yang menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka di masa depan.

‎‎Aulia menegaskan, pembinaan usia dini harus terus digalakkan agar anak-anak memiliki ruang untuk mengasah bakatnya. “Kami ingin kegiatan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain, bahwa pembinaan karakter dan prestasi bisa berjalan seiring. Dengan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah dan orang tua, bukan tidak mungkin Palembang akan melahirkan bintang sepak bola masa depan,” tutupnya. (ning)

‎Akhirnya! Palembang Pecah Rekor Setelah 23 Tahun Puasa Gelar Sepak Bola

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎ Euforia kemenangan membuncah di Kota Palembang pada Senin (3/11/2025) sore. Suara klakson kendaraan berpadu teriakan penuh sukacita dari ratusan masyarakat dan atlet sepak bola yang mengarak piala serta medali emas keliling kota. Momentum ini bukan sekadar perayaan, melainkan penutup penantian panjang selama 23 tahun tanpa gelar cabang olahraga (cabor) sepak bola pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan.

‎‎Rombongan konvoi memulai perjalanan dari Kantor Askot PSSI Kota Palembang di Jalan Mayor Santoso, Kecamatan Ilir Timur I. Dua unit mobil pick-up menjadi panggung kemenangan para punggawa tim sepak bola Palembang. Mereka berdiri gagah sambil mengangkat trofi dan medali emas, menunjukkan prestasi yang membanggakan kepada masyarakat.

‎‎Arakan itu kemudian melintasi rute protokol kota: Jalan A. Rivai, Jalan Merdeka dan singgah sejenak di halaman kantor Wali Kota Palembang, Jalan Jenderal Sudirman di sekitar Masjid Agung, lalu kembali ke Kantor Askot PSSI Palembang. Sepanjang perjalanan, masyarakat yang melihat turut melambaikan tangan, merekam momen, dan meneriakkan yel-yel dukungan.

‎‎Kemenangan ini seolah menegaskan kembali identitas Palembang sebagai kota olahraga, sekaligus menghidupkan kembali kejayaan sepak bola “Wong Kito” yang sempat redup di level provinsi.

‎‎Harapan yang tertunda selama lebih dari dua dekade akhirnya terwujud. Tim sepak bola Palembang mengakhiri dahaga gelar setelah bekerja keras sepanjang turnamen Porprov XV di Musi Banyuasin (Muba).

‎‎“Ini bukan hanya kemenangan biasa. Ini simbol kebangkitan sepak bola Palembang,” ujar Ketua Askot PSSI Palembang, Mohammad David dalam sambutannya.

‎‎David menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari kerja sama banyak pihak—pemerintah kota, para pelatih, pemain, hingga dukungan masyarakat. “Medali emas ini sudah sangat kita nantikan selama 23 tahun. Akhirnya, Palembang kembali menunjukkan dominasinya, bukan hanya di Sumsel, tapi juga menjadi modal untuk bersaing di level nasional,” tuturnya.

‎‎Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa pengembangan sepak bola Palembang sedang berada di jalur tepat. Banyak talenta muda kota yang kini berani bermimpi besar, bercita-cita meneruskan prestasi putra-putra terbaik daerah di lapangan hijau.

‎‎Perayaan kemenangan itu juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara Askot PSSI Palembang dan Pemerintah Kota di bawah kepemimpinan Wali Kota Ratu Dewa, yang juga merupakan mantan Presiden PS Palembang.

‎‎David menyebut dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor kunci di balik keberhasilan ini. “Ini kolaborasi. Dalam pemerintahan Pak Ratu Dewa, kita melihat komitmen nyata terhadap pembinaan atlet. Beliau turun langsung memberikan motivasi, hadir di lapangan, dan mendukung para pemain bertanding,” ungkapnya.

‎‎Langkah pemerintah bukan hanya hadir secara seremonial, tetapi ikut mengawal perkembangan sepak bola sejak level akar rumput. Program pelatihan, kompetisi usia dini, hingga dukungan fasilitas menjadi prioritas dalam beberapa tahun terakhir dan hasilnya kini mulai terlihat.

‎‎Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tim sepak bola Palembang. Ia menyebut moment ini sebagai “awal kebangkitan” olahraga paling populer di kota ini.

‎‎“Sebagai Wali Kota, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, official, Askot PSSI, Dispora, dan tentu para orang tua atlet yang telah mendukung penuh. Ini bukan akhir, ini justru awal dari kebangkitan sepak bola Palembang,” kata Ratu Dewa.

‎‎Ratu Dewa bahkan memberikan tali asih senilai Rp20 juta sebagai bentuk apresiasi pribadi atas perjuangan tim. Gestur ini mendapat sambutan meriah dari para pemain, memperlihatkan kedekatan emosional antara pemimpin kota dan para atlet kebanggaan daerah.

‎‎Sebagai figur yang pernah merasakan dinamika kompetisi sepak bola dari dekat saat memimpin PS Palembang, Ratu Dewa memahami betul beratnya proses menuju prestasi. “Saya tahu betul suka dukanya. Perjuangan mereka luar biasa,” ungkapnya.

‎Meski kemenangan ini terasa istimewa, baik pemerintah maupun Askot PSSI menegaskan bahwa prestasi ini bukan garis finis. Target lanjutan sudah menanti: menjaga konsistensi, memperkuat pembinaan usia dini, serta membawa Palembang lebih maju pada kompetisi tingkat nasional.

‎‎“Kita tidak boleh puas. Tantangan sejati adalah mempertahankan dan meningkatkan prestasi,” pungkas David.

‎‎Ratu Dewa pun menambahkan, “Kita akan terus perkuat fasilitas olahraga, penyaringan bakat muda, dan penyediaan kompetisi rutin. Palembang harus kembali menjadi barometer sepak bola Sumsel dan Indonesia.”

‎‎Arak-arakan pun ditutup dengan doa bersama di halaman Kantor Askot PSSI, sebagai bentuk syukur dan harapan untuk masa depan sepak bola Palembang. (Ning)

Semangat CFD SH Terate Cabang Kota Blitar Dalam GEMAS Kota Blitar

BLITAR KOTA -(deklarasinews.com)- Semangat Car Free Day (CFD) di Kota Blitar bernama “Blitar GEMAS” (Gerakan Minggu Sehat) pada Minggu pagi, dari pukul 06.00 s/d selesai, utamanya kebersamaan dan kepedulian terhadap kesehatan ditunjukkan oleh warga bersama ratusan siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) atau SH Terate Cabang Kota Blitar, Pusat Madiun.

Mereka bersatu mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) masyarakat Kota Blitar yang di gelar rutin oleh Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin dalam acara berpusat di Kota Blitar, pada Minggu 02 November 2025 pagi.

Ratusan warga dan siswa anggota SH Terate Cabang Kota Blitar yang dikenal dengan disiplin bela dirinya itu langsung ke lokasi dengan tertib mengikuti jalanya kegiatan CFD hingga selesai.

Sementara itu, ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Kota Blitar yakni, Miskan Hadi Prasetyo ST melalui pengurus SH Terate Cabang Kota Blitar, yakni kang mas Andika mengatakan, kalau aksi sosial yang di ikuti hari ini dalam Car Free Day (CFD) ini merupakan wujud nyata pengabdian organisasinya dalam menjaga kerukunan kepada masyarakat.

“Ini adalah bentuk implementasi dari nilai-nilai persaudaraan yang kami junjung tinggi. Kami ingin menanamkan rasa kepedulian sosial, bukan hanya antar anggota, tetapi juga kepada lingkungan sekitar di mana kami berada. Melalui kebersamaan dan bermasyarakat, aksi nyata inilah karakter peduli tersebut dibentuk, walau kadang tingkat emosi anak anak muda kurang terkendali” ujar kang mas Andika

Dilain sisi, Kehadiran para siswa dan warga SH Terate dalam kegiatan ini mendapat sambutan dan apresiasi yang hangat dari tokoh masyarakat setempat. Davit satu tokoh masyarakat kota Blitar, menyatakan kegembiraannya atas partisipasi aktif para pemuda tersebut.

“Kehadiran para siswa dan warga SH Terate Kota Blitar sangat berarti membaur dan bersatu dengan warga dalam bermasyarakat. Para generasi muda adalah urat nadi kehidupan masa depan bangsa kita. Menjaganya adalah kewajiban bersama, semoga kegiatan positif seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa terus berlanjut dan menjadi contoh bagi organisasi lainnya,” pungkasnya. (Laila)

Duel Sarat Gengsi Turu I FC vs Aeta Squad Panaskan Lapangan Sapta Marga Serui, Turu I FC Melaju ke Semifinal

SERUI –(deklarasinews.com)- Turnamen Sepak Bola TKBM & Dandim 1709/YAWA Cup II 2025 kembali menghadirkan laga panas yang menyedot perhatian penonton di Lapangan Sapta Marga Serui, Kamis (30/10/2025) sore. Pertandingan babak 8 besar mempertemukan Turu I FC melawan Aeta Squad dalam duel sengit yang sarat gengsi.

Kedua tim sebelumnya sama-sama tampil impresif di babak 16 besar. Turu I FC berhasil menyingkirkan Manayami FC, sementara Aeta Squad memastikan tiket perempat final setelah menundukkan Wanamba FC. Pertemuan keduanya kali ini menjadi laga yang dinanti-nantikan publik, mengingat keduanya memiliki sejarah rivalitas kuat antara Kampung Turu dan Kampung Serui Laut.

Sejak peluit awal dibunyikan, laga berlangsung dengan tempo tinggi. Kedua tim saling jual beli serangan, namun hingga peluit panjang babak kedua dibunyikan, skor tetap imbang. Pertandingan kemudian dilanjutkan ke babak adu penalti yang menegangkan.

Akhirnya, Turu I FC keluar sebagai pemenang dengan skor 4–3 dan memastikan langkah mereka ke babak semifinal.

Manajer tim Turu I FC, Fredy Barangkea, mengaku bangga atas kerja keras para pemainnya.

“Kemenangan ini jadi modal berharga bagi kami untuk menghadapi laga berikutnya. Kami tetap mengedepankan disiplin dan sportivitas dalam setiap pertandingan,” ujarnya seusai laga.

Sementara itu, pelatih Turu I FC, Herman Oropa, menyampaikan rasa optimisme tinggi menjelang laga semifinal.

“Kami akan terus berjuang dengan semangat sampai ke partai final. Tim sudah siap secara mental dan fisik,” tegasnya.

Turnamen TKBM & Dandim 1709/YAWA Cup II 2025 diikuti oleh 35 tim dari Kabupaten Kepulauan Yapen, Mamberamo, dan Waropen. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT TNI ke-80, yang diprakarsai oleh Dandim 1709/Yawa Letkol Inf Baskoro Wijaya Atmanto, S.E., bersama Ketua TKBM Serui Yakob Michael Tapakeding.

Dengan mengusung tema “Bangkitkan Semangat – Aureto. Disiplin & Sportivitas,” ajang ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pembinaan talenta muda sepak bola di wilayah Kepulauan Yapen, Papua.(GM)

Kasdam XXI/Raden Inten Hadiri Event Utomobile Run 10K dan 5K Tahun 2025

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Kepala Staf Kodam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol. menghadiri kegiatan Utomobile Run 10K dan 5K Tahun 2025 yang digelar di halaman Kantor Bank Utomo, Jalan Raden Intan No. 93, Kelurahan Enggal, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, pada Minggu (26/10/2025).

Event olahraga lari jalan raya ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Bank Utomo sekaligus menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat hidup sehat di kalangan masyarakat Lampung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Irdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han., Kapoksahli Pangdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Sriyanto, M.I.R., M.A., Kanit Keuangan Polda Lampung Kombes Pol Juniar Simanjuntak, S.Si., M.Si., Kajasdam XXI/Raden Inten Letkol Arm Andi Achmad Afandi, S.Sos., M.Si.,  Direktur Utama PT BPR Utomo Manunggal Sejahtera Lampung, Bapak Rudy Hasanudin, Pimpinan Cabang Bank Danamon Ibu Lince,  Direksi dan Jajaran BPR dan BPRS se-Provinsi Lampung.

Event Utomobile Run 2025 diikuti lebih dari 2.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas lari, pelajar, masyarakat umum hingga prajurit TNI dan personel Polri. Peserta berkompetisi dalam dua kategori, yaitu 10 kilometer dan 5 kilometer, dengan rute yang melintasi sejumlah jalan protokol di Kota Bandar Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Kasdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pihak penyelenggara serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan positif tersebut.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan semangat sportivitas di tengah masyarakat Lampung,” ujarnya.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat, ditandai dengan antusiasme peserta sejak pagi hari. Acara ditutup dengan penyerahan medali dan hadiah bagi para pemenang, serta pengundian doorprize menarik bagi seluruh peserta yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.(Red)

Uho Al – Khudry Sah Pimpin PBVSI Indramayu 2025–2029 Secara Aklamasi

(pelitaekspres.com) – INDRAMAYU – Moh. Makholiddin Al Khadriyyi, S.Ag., atau yang lebih dikenal dengan sapaan Uho Al-Khudry, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Indramayu, Jawa Barat, masa bakti 2025–2029.

Pria yang sebelumnya pernah menjadi Ketua Pelaksana Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Voli Indoor Antar Klub Under 19 Se Jawa Barrat, terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang digelar di Aula Ki Tinggil, Pendopo Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (25/10/2025).

Pemilihan berlangsung penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan. Seluruh peserta Muskab sepakat memberikan dukungan kepada Uho Al-Khudry untuk melanjutkan estafet kepemimpinan PBVSI Indramayu yang sebelumnya dijabat Kasan Basari.

Dalam sambutannya, Uho menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen untuk memajukan prestasi bola voli Indramayu, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya. Kita akan bersama-sama membangun pembinaan atlet muda dan menghidupkan kembali semangat voli di seluruh wilayah Indramayu,” ujar Uho penuh semangat.

Musyawarah yang juga dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Jawa Barat, Dr. Drs Agus Jumaedi, M. Si, Binpres PBVSI Jabar Beni Hidayat, Kabid Perwasitan Dedi Setiawan, Pengurus Pengkab PBVSI Indramayu, dan para Ketua Klub bola voli Indoor Indramayu,  turut memberikan dukungan dan harapan baru perbolavolian di Indramayu maju kembali seperti puluhan tahun sebelumnya.

Dengan terpilihnya Uho Al- Khudry diharapkan PBVSI Indramayu lahir atlit atlit handal dan berpotensi dikancah nasional. “Ini keinginan dan harapan kami. Tentunya mari kita jalin kolaborasi yang baik dikepengurusan kedepan,, ” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum Pengprov PBVSI Jabar Agus Jumaedi, mengapresiasi atas digelarnya Muskab Pengkab PBVSI Indramayu periode 2025 – 2029.

“Biasanya setiap daerah yang menggelar Muskab yang hadir dari Pengprov Ketua Organisasi. Namun melihat Indramayu mulai semangat ingin bangkit lagi di perbolavolian indor maka kami hadir,” ujar Agus.

Agus Jumaedi yang kerap disapa Pak Boy berpesan siapapun Ketua Umum Pengkab PBVSI yang terpilih jangan membeda bedakan antara voli indoor dan voli pasir.

Karena atlit voli indoor dan atlit voli pasir merupakan satu kesatuan dibawah naungan Pengkab PBVSI.

“Selamat dan Sukses Muskab Pengkab PBVSI Indramayu. Dan selamat kepada Ketua Umum Pengkab PBVSI Indramayu yang terpilih,”ungkap Pak Boy.

Dengan terpilihnya Uho Lakhodri, diharapkan PBVSI Indramayu semakin solid dan mampu mencetak lebih banyak atlet berprestasi di masa mendatang. (Wira)

Akademisi Olahraga Ardian Cahyadi: Pemerataan Infrastruktur Olahraga di Daerah Harus Menjadi Salah Satu Fokus Pembangunan Daerah

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Sentralisasi penyelenggaraan event olahraga di Bandar Lampung dinilai menjadi tantangan serius bagi pemerataan pembangunan olahraga di Provinsi Lampung. Akademisi olahraga, Ardian Cahyadi, menilai mundurnya beberapa kabupaten yang sebelumnya mengajukan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) menunjukkan adanya ketimpangan dalam kesiapan infrastruktur dan strategi daerah.

“Ini sudah ketiga kalinya Porprov digelar di Bandar Lampung. Harusnya ini menjadi alarm penting bahwa pemerataan infrastruktur olahraga di daerah belum berjalan optimal,” kata Ardian kepada awak media, Selasa (21/10/2025).

Menurutnya, ketergantungan pada kota besar seperti Bandar Lampung mengindikasikan minimnya dukungan dan keberanian daerah lain dalam menjadikan olahraga sebagai sarana promosi wilayah. Padahal, di banyak daerah di Indonesia bahkan dunia, olahraga telah menjadi alat strategis untuk membangun citra, ekonomi, dan pariwisata lokal.

“Daerah sebenarnya punya peluang besar. Olahraga itu bukan hanya soal prestasi, tapi juga industri. Ketika ada event besar, sektor perhotelan, transportasi, kuliner, bahkan UMKM ikut bergerak. Sayang sekali kalau potensi ini tidak ditangkap,” ujarnya.

Ardian Cahyadi Menambahkan Lampung memiliki potensi kuat sebagai daerah sport tourism berkat letak geografis dan minat masyarakat terhadap olahraga. Namun, agar hal itu terwujud, harus ada model bisnis yang melibatkan sponsor, investor, dan pelaku usaha lokal.

“Ketika ekonomi olahraga hidup, masyarakat akan melihat olahraga sebagai karir masa depan. Atlet fokus pada prestasi, dan prestasi itulah yang mengangkat nama Lampung di level nasional dan internasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pemerintah daerah harus mulai melihat olahraga sebagai hilir ekonomi dan bukan sekadar aktivitas kompetisi semata.“Kalau ditangani dengan baik, event olahraga bisa menjadi kampanye positif daerah. Bisa menunjukkan budaya, destinasi wisata, hingga produk unggulan. Tapi semua itu butuh keberanian membangun infrastruktur dan menggandeng sektor bisnis,” katanya.

Dirinya berharap pemerintah provinsi dan daerah segera menyusun kebijakan pemerataan infrastruktur olahraga yang disokong sektor swasta, agar percepatan prestasi dan ekonomi olahraga di Lampung tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi.

“Sudah saatnya daerah bergerak. Olahraga itu bukan beban, tapi peluang,” pungkasnya. (Red)

Usia Masih Belia, Para Kenshi Perkemi Bapor Pertamina EP Zona 4 Siap Guncang Arena Porprov XV Sumsel 2025 ‎

MUBA -(deklarasinews.com)- ‎Semangat juang membara terpancar dari tim Perkemi Bapor Pertamina EP Zona 4 Prabumulih yang tampil penuh percaya diri pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumsel 2025 di Muba. Dengan kekuatan 43 atlet kenshi yang mewakili 4 kabupaten/kota, tim ini optimis menorehkan prestasi terbaik di kejuaraan bergengsi tersebut.

‎‎Pelatih Dojo Bapor Pertamina EP Zona 4 Prabumulih, senpai Mustopa di dampingi senpai Mochamad Riza Zakaria dan senpai Holik menerangkan bahwa kenshi yang mewakili Dojo Bapor Pertamina EP Zona 4 Prabumulih terdiri dari 4 kabupaten/kota yakni Prabumulih 15 kenshi, Pali 16 kenshi, Muba 4 kenshi dan Muara Enim 8 kenshi.

‎‎” Meski datang dari latar daerah yang berbeda, seluruh atlet bersatu membawa nama besar Dojo Bapor Pertamina EP Zona 4,” kata senpai Mustopa

‎‎Menurut senpai Mustopa para atlet yang diturunkan kali ini berada pada rentang usia 9 hingga 17 tahun. Mereka siap turun di seluruh kelas pertandingan, mulai dari kategori Randori hingga Embu.

‎‎Untuk kelas Randori putra, para kenshi akan berlaga di kelas 45 kg, 50 kg, 55 kg, 60 kg, dan 65 kg. Sementara di kelas Randori putri, pertandingan akan berlangsung di kelas 40 kg, 45 kg, 50 kg, dan 55 kg.

‎‎Tak hanya itu, Bapor Pertamina EP Zona 4 Prabumulih juga menurunkan atlet di kelas Embu yang meliputi Embu pasangan, Embu beregu, hingga Embu campuran.

‎‎“Anak-anak ini sudah kami persiapkan dengan matang. Mereka tidak hanya berlatih teknik, tapi juga mental bertanding,” ujar Senpai Mustopa.

‎‎Di tempat yang sama, senpai Mochamad Riza Zakaria menambahkan bahwa dengan persiapan yang terukur dan intensif, Bapor Pertamina EP Zona 4 memasang target tinggi setidaknya 10 medali emas ingin dibawa pulang. Para kenshi mulai dibina sejak awal tahun, tepatnya sejak Januari 2025, dengan program latihan rutin.

‎‎Memasuki masa Training Center (TC) yang dimulai pada Agustus, latihan digencarkan hampir setiap hari, hanya memberikan jeda istirahat pada hari Minggu. Disiplin dan komitmen menjadi kunci utama dalam membangun kekuatan tim.

‎‎“Kami latih bukan hanya fisik dan teknik, tapi juga kedisiplinan. TC ini menjadi momentum penting untuk membentuk karakter juara,” jelas senpai Mochamad Riza Zakaria.

‎‎Lebih dari sekadar meraih kemenangan, Senpai Riza menekankan pentingnya pembentukan karakter dan mental juang para atlet muda. Ia berharap para kenshi bisa menjadikan ajang ini sebagai pengalaman berharga dan pijakan untuk meraih prestasi lebih tinggi di masa depan.

‎‎“Mereka bisa mencontoh senior-senior yang sudah berprestasi. Yang terpenting, karakter mereka terbina dengan baik. Bertanding di Porprov ini adalah bentuk penghargaan atas kerja keras mereka selama latihan,” tegasnya.

‎‎Di akhir, para pelatih Dojo Bapor Pertamina EP Zona 4 Prabumulih menyampaikan rasa terima kasih kepada Pertamina EP Zona 4 Prabumulih, juga kepada Dandim 404/Muara enim dan Danramil 404-02/Prabumulih yang telah memberikan dukungan penuh, baik secara moral maupun fasilitas, demi kelancaran persiapan tim menuju Porprov. (Ning)

Target 15 Medali Emas, IODI Kota Palembang Siap Menatap Porprov XV Sumsel 2025

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Dalam rangka mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XV Sumatera Selatan di Kabupaten Musi Banyuasin, Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kota Palembang menggelar Pemusatan Latihan Terakhir (TC) pada Selasa (14/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh atlet dancesport Kota Palembang yang akan berlaga di ajang bergengsi tersebut.

Ketua IODI Kota Palembang, Rubi Indiarta, dalam kesempatan kali ini diwakili oleh Bendahara Umum IODI, Yustin Kurniawan, SE., MM. Yustin mengatakan bahwa pemusatan latihan tersebut digelar untuk memantapkan persiapan para atlet dalam mempertahankan predikat Juara Umum Cabor Dancesport di ajang Porprov Sumsel yang akan berlangsung pada 18–23 Oktober 2025 mendatang.

“Kita harapkan adik-adik mampu menampilkan hasil yang terbaik sehingga Juara Umum akan kembali menjadi milik Kota Palembang,” kata Yustin, Selasa (14/10/2025).

Lebih lanjut, Yustin menegaskan bahwa IODI Kota Palembang menargetkan 15 medali emas pada Porprov kali ini. Target tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para atlet agar tampil maksimal di setiap nomor pertandingan.

“Kami optimis dengan kemampuan dan kerja keras atlet-atlet kita. Target 15 medali emas ini bukan hal yang mustahil jika seluruh tim tetap fokus dan kompak,” ujarnya penuh semangat.

Selain itu, Yustin juga mengingatkan kepada seluruh atlet agar tetap menjaga sportivitas dan nama baik selama berada di Kabupaten Muba nanti.

“Kami dari IODI Kota Palembang menyampaikan kepada seluruh atlet untuk dapat menjaga nama baik, tunjukkan bahwa kita masyarakat Kota Palembang adalah masyarakat yang baik, serta jangan lupa untuk menjaga kesehatan,” tutupnya. (Ning)