Dua Hajatan Besar Nasional Akan Digelar di Lampung, PWI Mulai Bentuk Panitia HPN dan Porwanas 2027

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung mulai memanaskan mesin dalam persiapan menjelang dua agenda nasional bergengsi yang akan digelar secara bersamaan pada 2027 mendatang.

Sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas), PWI Lampung mulai menggelar rapat pembentukan panitia besar yang dipimpin langsung Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, di Aula Balai Solfian Akmal, Kamis (4/6/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh pengurus harian serta jajaran pengurus dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, serta pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Lampung.

Dalam rapat tersebut, Wirahadikusumah menegaskan, bahwa Lampung akan menghadapi tantangan besar karena menjadi tuan rumah dua event nasional sekaligus. Karena itu, pembentukan panitia sejak dini dinilai menjadi langkah krusial untuk memastikan seluruh persiapan berjalan matang.

“Ini hajat terbesar PWI. Apalagi HPN dan Porwanas dilaksanakan dalam tahun yang sama. Karena itu rapat pembentukan panitia ini sangat menentukan keberhasilan kita ke depan,” tegas Wirahadikusumah di hadapan pengurus dan anggota PWI yang hadir.

Menurutnya, struktur kepanitiaan harus disusun secara cermat agar tidak terjadi tumpang tindih tugas yang berpotensi mengganggu jalannya persiapan.

Ia mengingatkan, agar setiap personel ditempatkan sesuai kapasitas dan bidang kerjanya masing-masing sehingga fokus pelaksanaan kedua agenda besar tersebut tetap terjaga.

“Jangan sampai ada panitia yang memegang tugas ganda. Kita harus pilah dengan baik karena target kita jelas, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses sebagai tuan rumah,” ujarnya.

Wirahadikusumah juga mengajak, seluruh insan pers di Lampung untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap agenda nasional tersebut. Menurutnya, HPN dan Porwanas bukan hanya kegiatan organisasi, melainkan momentum bagi Lampung untuk menunjukkan kemampuan sebagai daerah penyelenggara event berskala nasional.

“Kita bukan tamu, tapi tuan rumah. Kita bukan mau dilayani, tetapi melayani. Karena itu seluruh anggota PWI harus terlibat dan memiliki semangat yang sama untuk menyukseskan kegiatan ini,” katanya.

Rapat tersebut juga menjadi forum awal untuk menghimpun berbagai masukan terkait konsep penyelenggaraan, kebutuhan kepanitiaan, hingga strategi pelayanan bagi ribuan peserta dan tamu yang diperkirakan akan datang dari seluruh Indonesia.

Sebagai tuan rumah, Lampung diproyeksikan akan menjadi pusat perhatian insan pers nasional. Selain menghadirkan delegasi PWI dari berbagai provinsi, HPN dan Porwanas juga diperkirakan akan dihadiri pejabat pemerintah, tokoh nasional, pelaku industri media, hingga atlet wartawan dari seluruh penjuru tanah air.

Karena itu, persiapan yang matang sejak sekarang dinilai menjadi kunci keberhasilan sekaligus kesempatan bagi Lampung untuk mempromosikan potensi daerah, mulai dari sektor pariwisata, budaya, hingga ekonomi lokal.

“Kita berembug bersama hari ini untuk menentukan apa saja yang harus dilakukan. Ini pekerjaan besar yang membutuhkan kekompakan seluruh keluarga besar PWI Lampung,” pungkasnya.

Dengan dimulainya pembentukan panitia besar tersebut, PWI Lampung resmi membuka babak awal persiapan menuju dua agenda nasional terbesar insan pers Indonesia yang akan menjadi panggung pembuktian kemampuan Lampung sebagai tuan rumah pada 2027 mendatang.(Cak Ton)

Nenek ER Meninggal Dunia di SPBU Kotadalam Usai Hadiri Undangan Keponakanya Di Tanjung Bintang

KOTA DALAM -(deklarasinews.com)- Nenek ER (72) meninggal dunia di depan Toilet  usai buang hajat di SPBU  Kotadalam Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan,  Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 16.00 wib .

Korban tercatat sebagai warga Dusun 03 RT/RW 004/006 desa Kalimekar Kecamatan Gebang kabupaten Cirebon provinsi Jawa Barat. Dari catatan medis diketahui bahwa penyakit Jantung.

” Korban diduga kecapean dalam perjalanan, juga dari keterangan keluarga memiliki penyakit Jantung, ”  tutur Kapolsek Sidomulyo AKP Peri Setiawan mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri melalui pesan WhatsAppnya, Kamis (4/6/2026).

Kapolsek menceritakan bahwa dari informasi yang disampaikan pihak keluarga bahwa, pada hari Minggu (24/5/2026) korban bersama keluarga berangkat dari rumahnya Cirebon Jawa Barat menuju Tanjung Bintang Lampung Selatan untuk menghadiri undangan pernikahan keluarganya menggunakan kendaraan Travel.

Kemudian pada hari Rabu (3/6/2026) berniat akan kembali kerumahnya di Cirebon Jawa Barat. Namun sesampainya di SPBU Kotadalam sekitar pukul 16.09 wib berniat buang hajat di Toilet milik SPBU. Saat keluar dari dalam Toilet korban mengaku lemas kemudian keponakan korban membawa keluar dan dibaringkan dilantai beberapa saat kemudian diketahui sudah meninggal dunia, ” ungkap Kapolsek.

Dari catatan medis lanjut Kapolsek, korban Nenek ER (71) memiliki riwayat penyakit jantung, Asma (Komplikasi).

Usai diberikan perawatan oleh Tim Medis dari PRI Sidomulyo, keluarga korban menyatakan menerima atas meninggalnya korban dan menganggap itu adalah musibah yang harus diterima dan membuat pernyataan tidak dilakukan otopsi. Selanjutnya korban dibawa kerumah duka ke Cirebon Jawa Barat, ” tutup Kapolsek Sidomulyo. (Cak Ton)

*). Data / foto dari Polsek Sidomulyo.

Pemerintah Pekon Lugusari Kecamatan Pagelaran Salurkan Bantuan Pangan Kepada 413 KPM

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Pemerintah Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu kembali menyalurkan Bantuan Pangan (PBP) dari Pemerintah Pusat kepada warganya. Sebanyak 413 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat menerima bantuan pada penyaluran kali ini.

Setiap KPM mendapatkan paket bantuan berupa beras sebanyak 20 kilogram dan minyak makan kemasan 4 liter. Bantuan disalurkan secara langsung di Balai Pekon Lugusari dengan sistem pembagian yang tertib dan sesuai dengan data penerima yang telah divalidasi.

Kegiatan penyaluran ini dihadiri langsung oleh Bapak Adi Sutrisno selaku Penjabat Kepala Pekon Lugusari. Turut hadir pula Ibu M. Supriyatun, Bapak Haryanto selaku Kasi Kesejahteraan Pekon Lugusari, Bapak Kadus SE Pekon Lugusari, serta Ibu Intan Nuryanti yang bertugas sebagai Operator SIKS NG Pekon Lugusari.

Dalam sambutannya, Bapak Adi Sutrisno menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pangan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah kepada masyarakat, khususnya keluarga yang masuk dalam kategori penerima manfaat.

Alhamdulillah hari ini 413 KPM di Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran bisa menerima bantuan beras 20 kg dan minyak 4 liter. Kami dari Pemerintah Pekon memastikan penyaluran berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai data. Saya harap bantuan ini bisa meringankan beban bapak ibu sekalian untuk kebutuhan sehari-hari, ujar Bapak Adi Sutrisno di sela kegiatan.

Proses pembagian berlangsung lancar mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai. Para KPM datang sesuai jadwal undangan dan langsung menuju meja registrasi yang dijaga oleh perangkat pekon. Setelah verifikasi data dan tanda tangan, bantuan beras dan minyak langsung diserahkan kepada masing-masing penerima.

Salah satu penerima bantuan, Ibu Sumiati warga Dusun 2, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Alhamdulillah Pak Kakon, matur nuwun sanget. Bantuan beras sama minyak ini sangat membantu ucapnya sambil membawa paket bantuan.

Pemerintah Pekon Lugusari Kecamatan Pagelaran menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap program bantuan dari Pemerintah agar sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Penyaluran juga didokumentasikan dan dilaporkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga di Pekon Lugusari.Pungkasnya.[Mm.KW-RI]

Layanan Pertanahan Jadi Lebih Dekat dengan Sentuh Tanahku dan PELATARAN, Ubah Persepsi Masyarakat Soal BPN

KARAWANG -(deklarasinews.com)- Di tengah kebiasaan serba cepat, pelayanan publik juga dituntut untuk beradaptasi menjadi lebih sederhana, lebih transparan, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Transformasi inilah yang mulai diwujudkan dalam layanan pertanahan. Melalui digitalisasi lewat aplikasi Sentuh Tanahku serta hadirnya program PELATARAN (Pelayanan Tanah Akhir Pekan), urusan administrasi pertanahan yang dahulu kerap dipersepsikan rumit perlahan berubah menjadi layanan yang lebih praktis dan ramah bagi masyarakat.

Bagi banyak orang, mengurus dokumen pertanahan kerap identik dengan proses panjang, antrean, dan birokrasi yang melelahkan. Namun, keadaan itu tidak terjadi saat Angelita (30) mengurus urusan sertipikat tanahnya. Ia justru merasakan bagaimana inovasi layanan pertanahan mampu memangkas kerumitan administratif dan memberi keleluasaan waktu bagi dirinya yang memiliki mobilitas tinggi.

Saat datang ke Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang pada hari Sabtu, Angelita melihat efektivitas PELATARAN. Dipadukan dengan kemudahan akses informasi melalui aplikasi Sentuh Tanahku, proses yang dulu terkesan berat kini menjadi jauh lebih sederhana.

“Kalau dulu dengar kata birokrasi rasanya sudah berat duluan. Tapi, di sini saya belajar dan merasakan langsung bahwa sekarang jauh lebih baik. Dengan Sentuh Tanahku kita bisa lihat prosesnya, dan layanan Sabtu seperti ini benar-benar membantu,” ungkap Angelita.

Pengalaman Angelita dengan layanan digital pertanahan bermula saat ia hendak membeli rumah. Sebagai calon pembeli, ia ingin memastikan legalitas dokumen pertanahan sebelum melakukan transaksi, langkah yang penting untuk menghindari potensi sengketa atau persoalan hukum di kemudian hari. Dari kebutuhan itu ia mengenal aplikasi Sentuh Tanahku, yang kemudian menjadi pintu masuknya terhadap layanan pertanahan berbasis digital.

“Waktu mau beli rumah saya ingin tahu dulu apa saja yang harus dicek dari surat-suratnya supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Lalu, saya tahu BPN punya aplikasi Sentuh Tanahku, jadi langsung saya download dan verifikasinya juga cepat, hari itu juga selesai,” terang Angelita.

Melalui aplikasi tersebut, Angelita dapat mengakses berbagai fitur yang membantunya memahami status dan informasi pertanahan secara mandiri. Fitur Sertipikatku memudahkannya melakukan pengecekan sertipikat, sementara fitur Cari Bidang membantunya melihat posisi bidang tanah secara lebih akurat. Kehadiran teknologi ini menjadikan masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada informasi manual, melainkan dapat memantau berbagai hal secara langsung dari genggaman tangan.

Kombinasi layanan digital melalui aplikasi Sentuh Tanahku dan layanan tatap muka yang lebih fleksibel melalui PELATARAN menjadi contoh bagaimana transformasi ATR/BPN dapat terasa konkret, sederhana, dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. “Ngapain ambil antrean di hari biasa kalau hari Sabtu bisa? Hari kerja kan kita juga harus kerja. Dengan layanan Sabtu seperti ini jadi lebih fleksibel,” ujarnya.

Apa yang dirasakan Angelita menunjukkan satu hal penting, yaitu inovasi pelayanan publik yang baik adalah inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat. “Menurut saya semuanya sudah bagus. Tinggal dipertahankan saja dan terus mengikuti perkembangan teknologi. Saya benar-benar suka dengan pelayanan seperti ini. I love ATR/BPN,” pungkas Angelita.

Pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Trantang Sakti

OKU TIMUR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Desa Trantang Sakti kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur desa melalui pembangunan jalan rabat beton yang telah selesai dilaksanakan. Proyek ini menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026  Tahap I dengan total anggaran sebesar Rp 39.663.100 termasuk pajak.

Jalan rabat beton yang dibangun memiliki spesifikasi:

– Lebar: 4 meter

– Panjang: 42 meter

– Tebal: 15 cm

Pembangunan ini bertujuan untuk memperlancar akses warga menuju area pertanian dan pemukiman, serta mendukung mobilitas ekonomi lokal. Kepala Desa Trantang Sakti menyampaikan bahwa jalan ini merupakan hasil musyawarah bersama masyarakat dan menjadi prioritas utama dalam pembangunan fisik desa tahun ini.

“Kami berharap jalan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga, terutama dalam mempercepat distribusi hasil pertanian dan meningkatkan kenyamanan aktivitas sehari-hari,” ujar Kepala Desa.

Proses pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan tenaga kerja lokal, sehingga turut memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar. Selain itu, kualitas beton yang digunakan telah memenuhi standar teknis agar jalan tahan lama dan aman digunakan.

Dengan selesainya proyek ini, warga Desa Trantang Sakti menyambut baik hasil pembangunan dan berharap program serupa dapat terus berlanjut di wilayah lain yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur.

LAMPUNG: Gerbang Mulia Atau Sekadar Pintu Lalu Lintas?

— Di Balik Keringanan Pajak Ada Nasib Provinsi Kita —

Pesan Terbuka & Kritik Membangun untuk Bapak Gubernur Lampung

✍️ Oleh: Muhammad Ali – Pengamat Sosial & Hukum Masyarakat

Bapak Gubernur yang kami hormati,

Langkah Bapak memberikan pemutihan pajak, membebaskan denda keterlambatan, mempermudah administrasi kendaraan, hingga mendekatkan layanan Samsat ke pelosok daerah, adalah langkah berani yang sangat kami apresiasi. Kebijakan ini membuat rakyat senang, kas daerah kembali terisi, dan administrasi kependudukan menjadi lebih tertib.

Namun, izinkan saya menyampaikan catatan dan kritik mendasar ini. Bukan maksud menjatuhkan, melainkan karena kami memiliki harapan besar: agar Lampung ini tidak sekadar menjadi daerah yang pandai mengurus pajak, melainkan benar-benar menjadi Gerbang Utama yang MULIA, BERWIBAWA, dan menjadi KEBANGGAAN Indonesia.

Berikut adalah kritik jujur dari hati nurani kami, selaku warga yang mencintai tanah kelahiran ini:

📌 1. Bapak, Kebijakan Ini Terkesan “Cari Uang”, Bukan “Bangun Kepercayaan”

Kami sangat paham kebutuhan kas daerah akan pemasukan. Tapi izinkan saya bertanya: Mengapa rakyat sampai enggan membayar pajak bertahun-tahun?

Bukan karena mereka miskin atau nakal, Pak. Melainkan karena bertahun-tahun mereka merasa “dibohongi”. Uang pajak sudah masuk ke kas, tapi jalan di depan rumah tetap berlubang, fasilitas rusak, dan masyarakat tidak tahu kemana hanyutnya dana tersebut. Muncul pemikiran di benak rakyat: “Buat apa taat aturan kalau negara saja tidak amanah mengelola uangnya?”

Kebijakan Bapak saat ini terasa seperti “memancing uang masuk” dengan iming-iming keringanan, namun belum menyentuh luka terdalam masyarakat, yaitu Pemulihan Kepercayaan.

Kalau nanti uang sudah penuh di kas, lalu Bapak lengah, dan aliran dana kembali tidak transparan atau disalahgunakan seperti masa-masa sebelumnya… percayalah Pak, tahun depan angka penunggakan akan kembali naik bahkan lebih parah. Bapak baru selesaikan masalah uangnya, tapi belum menyentuh masalah hatinya.

Pesan kami:

Jangan jadikan rakyat sapi perah yang dipanggil hanya saat butuh uang saja. Jadikan rakyat MITRA, yang percaya bahwa rupiah yang mereka bayar akan kembali berwujud aspal mulus dan fasilitas nyata di depan mata. Tanpa kepercayaan, kebijakan ini hanya strategi sesaat, bukan kemajuan sejati.

📌 2. Bapak, Jangan Hukumkan Kejujuran dan Ajarkan Pembangkangan

Ini adalah poin kritik terberat kami. Di dalam kebijakan pemutihan ini, terselip ketidakadilan yang sangat nyata, dan hal ini berbahaya bagi karakter masyarakat Lampung yang sedang Bapak bangun.

Lihatlah kenyataan ini:

✅ Warga yang TAAT, yang bayar lunas setiap tahun, yang patuh aturan — mereka merasa RUGI BESAR. Bertahun-tahun mereka bayar lengkap dan denda, sementara tetangganya yang tidak bayar malah diampuni bersih. Rasanya kejujuran mereka dihukum.

❌ Warga yang MENGABAIKAN, yang sengaja tidak bayar bertahun-tahun — mereka malah diuntungkan. Hutang jutaan lunas sekejap mata. Rasanya pembangkangan mereka justru dihargai.

Bapak Gubernur, kalau ini dibiarkan tanpa penjelasan dan penyeimbang, pesan apa yang Bapak wariskan ke generasi depan Lampung?

Mereka akan belajar pola pikir: “Kenapa harus bayar sekarang? Nanti saja, tunggu ada pemutihan, lebih untung!”

Lampung yang ingin jadi CONTOH dan GERBANG NEGARA, tidak boleh mengajarkan hukum yang membalikkan nilai kebenaran. Kami khawatir, kemudahan ini malah melahirkan ribuan warga baru yang nanti sengaja menunggak, berharap ada ampunan lagi di masa depan.

Pesan kami:

Aturan harusnya membuat yang benar merasa diuntungkan, dan yang salah merasa rugi. Jangan sampai kebijakan baik Bapak ini berubah jadi “sekolah pembangkangan” bagi masyarakat kita. Berikan penghargaan nyata bagi warga taat pajak, supaya timbangan keadilan tetap seimbang.

📌 3. Perintah Dana Opsen ke Jalan: Itu Bukan Prestasi, Itu Kewajiban

Bapak berpesan tegas ke Bupati dan Walikota: “Dana pajak WAJIB dipakai perbaiki jalan.”

“Dana pajak WAJIB dipakai perbaiki jalan.”

Di sini kami angkat topi atas ketegasan itu, tapi sekaligus kami ingin mengkritik tajam: Memang selama ini dipakai untuk apa, Pak?

Secara Undang-Undang, dana opsen pajak kendaraan memang sudah MUTLAK HUKUMNYA harus dialokasikan untuk jalan. Kenapa hal wajib ini harus diperintah baru dilakukan? Artinya Pak, selama ini para kepala daerah MELANGGAR ATURAN, menyalahgunakan uang rakyat ke pos lain, sehingga jalan kita rusak parah sampai saat ini.

Kalau Bapak bangga mengumumkan ini seolah itu program baru yang hebat, mohon maaf Pak… itu BUKAN PRESTASI. Itu sekadar kembali ke jalur benar yang sudah lama ditinggalkan.

Namun, di sinilah peluang besar Bapak bersinar:

Lampung adalah GERBANG SUMATERA – JAWA. Semua orang lewat sini. Kesan pertama orang menilai Indonesia ada di Bakauheni, ada di jalan lintas kita. Kalau Bapak berhasil menegakkan aturan ini sampai tuntas: uang masuk, dan aspal tergelar mulus dari ujung selatan sampai perbatasan utara, sampai tidak ada lagi lubang mematikan… BARULAH BAPAK HEBAT, BARULAH LAMPUNG DIANGGAP GERBANG MULIA.

Kalau cuma perintah saja, tapi jalannya tetap berlubang seperti biasa… Bapak sama saja dengan pemimpin sebelumnya: Banyak janji, sedikit bukti.

Pesan kami:

Jangan cuma berteriak “uangnya buat jalan”, tapi buktikan dengan TRANSPARANSI MUTLAK. Rakyat butuh laporan: Berapa masuk? Dipakai di ruas mana? Berapa kilometer selesai? Kalau Bapak bisa buktikan uang pajak rakyat berubah sepenuhnya jadi aspal, kami yang akan jadi orang pertama yang memuji Bapak sekuat tenaga.

📌 4. Ingat Pak: GERBANG itu CERMIN WAJAH NEGARA

Kritik terakhir kami yang paling mendalam:

Lampung itu PINTU MASUK dan PINTU KELUAR. Orang dari Jawa masuk Sumatera, pertama kali menginjak tanah Lampung. Orang dari Sumatera ke Jawa, terakhir kali meninggalkan kesan di Lampung.

Kalau pintunya berantakan, pelayanannya ribet, birokrasinya masih ada pungli, jalannya rusak parah… orang akan berkomentar: “Wah, begini rupa provinsi gerbangnya, begini rupa Indonesia.”

Tapi kalau Bapak berani membenahi total: Administrasi rapi, pelayanan ikhlas, uang rakyat dijaga amanah, jalan mulus, tertib hukum… maka orang akan berdecak kagum: “Lampung ini MULIA, tertib, maju, pantas jadi contoh seluruh Indonesia.”

Bapak Gubernur,

Pemimpin hebat itu bukan yang cuma pintar cari uang masuk ke kas daerah, tapi yang pintar MEMBANGUN MARTABAT DAERAHNYA.

Kami dukung langkah Bapak, kami apresiasi niat Bapak. Tapi sebagai warga yang cinta tanah kelahiran, kami harus ingatkan:

Jangan biarkan kebijakan ini berhenti di pencapaian “uang masuk dan beres administrasi”.

Lanjutkan dengan KEADILAN, TRANSPARANSI, dan PENGEMBALIAN UANG PAJAK MENUJU JALAN RAYA.

Supaya nanti kami tidak bertanya lagi: “Lampung ini Gerbang Mulia atau Sekadar Pintu Lalu Lintas?”

Tapi kami bisa menjawab lantang di mana pun kami berada: “LAMPUNG ADALAH GERBANG KEBANGGAAN INDONESIA!”

Demikian kritik dan harapan kami, sebagai wujud cinta kami pada kemajuan daerah ini.

Hormat kami,

Muhammad Ali

Pengamat Sosial & Hukum Masyarakat.

[ Mm, LPK-GPI ]

ORARI DXpedition & Pringsewu DX Club Gelar Rivers On The Air Di Kali Bronjong

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)– Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) DXpedition Team dan Pringsewu DX Club (PDXC) menggelar kegiatan Rivers On The Air (ROTA) di Kali Bronjong, PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 7 Way Lima, Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Minggu (31/5/2026).

Menurut Koordinator kegiatan, Aris Mulato, S.KM. (YC4XAM), mewakili Ketua ORARI Lokal Pringsewu Dr. Hi. Fauzi, M.E., M.Kom., M.Pd., Akt., C.A., C.M.A. (YB4SJB), ROTA merupakan kegiatan untuk melatih keterampilan berkomunikasi serta teknik radio bagi anggota ORARI, serta memperkenalkan destinasi wisata melalui udara.

“Untuk kegiatan ROTA di Kali Bronjong ini dipancarkan melalui 40 meter band dengan frekuensi 7130 Mhz. Bagi stasiun-stasiun radio amatir yang berhasil melakukan QSO atau kontak komunikasi dengan para operator yang bertugas akan diberikan QSL card yang dapat diunduh  melalui myQSL.id,” jelasnya.

Adapun tim kegiatan ROTA di Kali Bronjong, Cipadang, Pesawaran, yakni Muharto (YF4SDF) yang juga Wakil Ketua ORARI Lokal Pringsewu, Aris Mulato, S.KM. (YC4XAM) dan Anton Isnanto Hapsara, S.Kom. (YB4VOA), keduanya DPP ORARI Lokal Pringsewu, serta Drs. Hi. Iswanto (YG4SEZ), yang juga Ketua Bagian Pendidikan ORARI Lokal Pringsewu. (*Mulia Mega)

Ditinggal Kondangan, Rumah Agus Jamali Ludes Dilalap Si Jago Merah

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Rumah semi permanent milik Agus Jamali (51) warga RT 1 RW 6 dusun Banyumas desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan ludes dilalap api saat ditinggal menghadiri undangan di Sri Bawono Lampung Timur, Minggu (30/5/2026) sekitar pukul 10.00 wib.

Tidak ada korban jiwa saat peristiwa itu terjadi, namun barang miliknya berupa alat elektronik dan beberapa alat rumah tangga lainya habis terbakar api.

Mujiono (62) orang tua korban menyatakan dirinya mengetahui rumah anaknya terbakar sekitar pukul 10.00 wib,

” Saya tau rumah Agus terbakar sekitar pukul 10.00 wib, tidak ada barang-barang yang bisa diselamatkan karena ditinggal kondangan di Sribawono, ”

Menurutnya anaknya sudah dua hari ada dirumah saudaranya mengadiri  undangan, jadi tidak bisa menyelamatkan barang-barang miliknya.

Beruntung kebakaran ini tidak menyebar kerumah lainya, karena dari  pihak Damkar Sidomulyo segera datang memadamkan api, ” kata  Mujiono yang terlihat sedih ini.

Hal yang sama dikatakan oleh Kepala dusun 6 desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo Sukarman mengatakan bahwa orang yang pertama kali melihat  kejadian tersebut yakni Mujiono (62) orang tua korban.

Saat kejadian pemilik rumah Agus Jamali (51) tidak berada dirumah yakni sedang menghadiri undangan keluarganya di Sribawono Lampung Timur

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun barang berharga miliknya berupa barang elektronik dan barang-barang berharga lainya ludes terbakar. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian ditaksir sekitar Rp. 50 juta rupiah,

” Alhamdulillah kejadian ini tidak menyebar kehunian lainya, karena Damkar Sidomulyo segera datang kelokasi kejadian,”  kata Kepala dusun ini.

Camat Kecamatan Sidomulyo Frans Sinatra Adung SP MM, yang hadir bersama unsur uspikan lainya mengatakan bahwa pihaknya mengetahui peristiwa tersebut setelah menerima laporan dari warga masyarakat dan pihak aparatur desa.

Menerima informasi tersebut pihaknya langsung kelokasi melihat kondisi yang terjadi dan meminta keterangan dari keluarga dan para saksi yang melihat kejadian ini, ” ucap Camat Sidomulyo ini kepada pelitaekspres.com.

Saat kejadian lanjut Camat Sidomulyo bahwa pemilik rumah tidak sedang berada dirumah karena menghadiri undangan keluarganya di Sribawono Lampung Timur.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh barang-barang milik korban habis terbakar. Atas peristiwa tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp.50 juta.

Untuk sementara penyebab kejadian tersebut diduga karena konsleting listrik, ” ungkapnya.

Alhamdulillah lanjut Camat yang sangat peduli dengan warganya ini rumah saudara Agus Jamali (51) warga dusun Banyumas desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo ini menjadi prioritas dalam program bedah rumah Pemkab Lampung Selatan, ” Setelah kami berkoordinasi, maka rumah pak Agus Jamali ditetapkan menjadi prioritas dalam program ” Bedah rumah ” Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama, ” tutur Camat Sidomulyo.

Namun demikian, pihaknya meminta kepada warga masyarakat bersama aparatur desa Sidodadi untuk bersama-sama membantu/bergotong royong membantu dalam musibah yang dialami oleh saudara kita ini.

Kemudian kepada warga masyarakat kecamatan Sidomulyo untuk lebih berhati-hati saat keluar rumah/bepergian. Pastikan semuanya aman, listrik, kompor dan lainya. Sehingga peristiwa yang sama tidak terjadi lagi, ” pungkasnya. (Cak Ton)

 

 

PWNU Lampung Sembelih 10 Sapi dan 2 Kambing, Bagikan 1.328 Paket Kurban

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung menyembelih 10 ekor sapi dan 2 ekor kambing kurban di Kantor PWNU Lampung, Telukbetung Utara, Bandar Lampung, Sabtu (30/5/2026).

Dari penyembelihan tersebut, panitia berhasil mendistribusikan sebanyak 1.328 paket daging kurban, dengan rincian 1.278 paket daging sapi, dan 50 paket daging kambing. Daging tersebut didistribusikan kepada badan otonom, lembaga di lingkungan PWNU Lampung, serta masyarakat sekitar.

Salah satu hewan kurban yang disembelih merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan bobot mencapai satu ton. Selain itu, dua ekor sapi merupakan kurban dari PWNU Lampung.

Adapun tujuh ekor sapi lainnya berasal dari sejumlah tokoh dan pejabat di Provinsi Lampung, yakni Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof Wan Jamaluddin, Wakil Rektor II UIN Raden Intan Lampung Prof Safari Daud, Anggota DPR RI Muhammad Kadafi, Rektor IAI An Nur Lampung Prof Andi Warisno, dan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Selanjutnya untuk 2 ekor kambing atas nama Asrofi dari NU Care-LAZISNU PBNU dan Sekretaris PWNU Lampung H Hidir Ibrahim.

Ketua PWNU Lampung, H Puji Raharjo, mengatakan ibadah kurban tidak boleh dipahami sebatas penyembelihan hewan semata, melainkan harus dimaknai sebagai bentuk ketundukan dan kepasrahan kepada Allah swt.

“Di tengah kehidupan modern, kita jangan sampai kehilangan esensi kurban. Kurban bukan hanya ritual ibadah biasa, tetapi refleksi mendalam tentang kepasrahan dan ketaatan kepada Allah swt,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan kurban bersama yang digelar PWNU Lampung menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan mempererat kebersamaan keluarga besar Nahdlatul Ulama di Lampung.

“Kurban bersama ini menjadi momentum mengukuhkan komitmen kebersamaan, mengeratkan hati, dan memperkuat persaudaraan. Tema yang diusung juga adalah kurban untuk mendamaikan,” katanya.

Sementara itu, Ketua LAZISNU PWNU Lampung, H Ahmad Jalaluddin, menyampaikan penyelenggaraan kurban bersama merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi karakter Nahdlatul Ulama.

Ia mengapresiasi para shahibul kurban yang telah mempercayakan penyaluran hewan kurbannya melalui PWNU Lampung.

“Kurban bukan hanya ibadah individual, tetapi juga ibadah sosial yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas. Kami bersyukur kepercayaan masyarakat dan para tokoh kepada PWNU Lampung terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Menurutnya, distribusi 1.328 paket daging kurban menjadi bentuk komitmen NU dalam menghadirkan kemaslahatan dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PWNU Lampung, Enny Puji Lestari, mengatakan seluruh proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban dilakukan secara terencana dan melibatkan relawan serta panitia dari berbagai unsur di lingkungan NU.

“Kami berupaya memastikan proses distribusi berjalan tepat sasaran, sehingga manfaat kurban benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga di sekitar Kantor PWNU Lampung,” katanya.

Ia berharap program kurban bersama yang dilaksanakan ini dapat semakin memperluas manfaat serta memperkuat kehadiran NU dalam pelayanan sosial dan pemberdayaan umat.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban ini melibatkan jajaran kepengurusan PWNU Lampung, badan otonom, lembaga NU PWNU Lampung, serta masyarakat sekitar yang turut bergotong royong menyukseskan pelaksanaan kurban Idul Adha 1447 Hijriah.(red)

Pemdes Ngeni Gerak Cepat Langsung Salurkan Bantuan BLT DD Pada 10 KPM

BLITAR –(deklarasinews.com)- Pemerintah Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar secara langsung menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dor to dor kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Jumat (29/5/2026).

Kegiatan penyaluran dilakukan secara langsung oleh Kepala Desa Ngeni yakni, Iwan Haris Efendi bersama perangkat desa dengan sistem door to door atau mendatangi rumah warga penerima satu per satu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang berhak sekaligus menjadi bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kondisi sosial ekonomi warga.

Program kegiatan penyaluran BLT Dana Desa sendiri merupakan salah satu kebijakan rutin pemerintah yang bertujuan memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin atau rentan miskin, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih memberikan tantangan bagi sebagian masyarakat pedesaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar seperti bahan pangan, biaya kesehatan, pendidikan anak, hingga kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Sementara itu Kepala Desa Ngeni, Iwan Haris Efendi, menjelaskan bahwa seluruh penerima bantuan telah melalui proses pendataan, verifikasi, dan validasi secara ketat sesuai mekanisme yang berlaku. Penetapan KPM dilakukan melalui musyawarah desa agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan mengutamakan asas keadilan.

“Alhamdulillah, hari ini Pemerintah Desa Ngeni telah menyalurkan BLT Dana Desa kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat yang sebelumnya telah ditetapkan melalui proses pendataan dan musyawarah desa. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar diterima oleh warga yang memang membutuhkan dan berhak mendapatkannya,” ujar Iwan Haris Efendi.

Menurut Haris, pemerintah desa bergerak cepat dalam proses penyaluran agar masyarakat segera dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk kebutuhan penting keluarga. Terlebih, sebagian warga masih menghadapi tekanan ekonomi akibat naiknya harga kebutuhan pokok dan tantangan penghasilan yang belum sepenuhnya stabil.

“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan menopang ekonomi masyarakat. Gunakanlah bantuan ini untuk kebutuhan yang benar-benar penting, terutama kebutuhan pokok keluarga, kesehatan, maupun pendidikan anak-anak,” paparnya.

Lebih lanjut, Haris menegaskan bahwa Pemerintah Desa Ngeni berkomitmen menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi publik dalam pengelolaan Dana Desa, termasuk dalam program BLT-DD. Oleh karena itu, seluruh proses dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai unsur masyarakat desa agar tidak menimbulkan polemik maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami ingin seluruh program Dana Desa berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Pemerintah desa terus melakukan evaluasi serta pengawasan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kami juga terbuka terhadap masukan warga demi perbaikan pelayanan ke depan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa juga menyampaikan harapannya agar kondisi ekonomi masyarakat Desa Ngeni terus membaik dari waktu ke waktu. Ia optimistis, dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa, kesejahteraan masyarakat dapat semakin meningkat.

“Semoga bantuan ini membawa manfaat nyata bagi keluarga penerima. Harapan kami tentu masyarakat semakin mandiri, perekonomian membaik, dan kesejahteraan warga Desa Ngeni terus meningkat,” jrlasnya.

Sementara itu, salah satu warga penerima BLT-DD mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah desa maupun pemerintah pusat. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga sehari-hari. Semoga program seperti ini terus ada untuk masyarakat yang membutuhkan,” ungkap salah seorang penerima manfaat.

Terakhir, Penyaluran BLT Dana Desa di Desa Ngeni menjadi bagian dari upaya memperkuat jaring pengaman sosial masyarakat desa, sekaligus memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan oleh warga desa yang membutuhkan.

Dengan pola penyaluran yang cepat, transparan dan tepat sasaran menunjukan Pemerintah Desa Ngeni komitmen terus hadir di tengah masyarakat.(Laila)