PWI Pagaralam–PALI Gelar Seminar Jurnalistik Dorong Promosi Wisata

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Seminar Jurnalistik dalam rangka peringatan HPN dan HUT PWI ke,-80 kolaborasi PWI Pagaralam dan PWI PALI dibuka oleh Asisten III ,Syamsul Bahri Burlian yang dipusatkan di Aula Villa Gunung Gare.

Diharapkan dengan seminar Jurnalistik ini  menghadirkan  karya jurnalistik yang bisa membuat pembaca berkunjung ke kota Pagaralam sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Sumatera Selatan.

“Nantinya diharapkan karya jurnalis baik yang di Pagaralam maupun di PALI akan membuat pembaca ingin ngunjungi kota Pagaralam.”jelas Syamsul Bahri Burlian,Kamis (12/02) di hadapan peserta seminar.

Lebih lanjut,ada beberapa persamaan Antara kabupaten PALI dengan Pagaralam,dimana salah satunya di PALI ada Candi yang sudah jadi dan cukup terkenal sementara di Pagaralam ada Rimba Candi meski candinya belum jadi “candanya.

Dalam seminar ini dia narasumber dalam bidangnya memberikan paparan yang sangat baik dan sesuai,yakni Kadis Pariwisata kota Pagaralam Brilian Astofani dan kepala desa wisata Gunung Dempo Wawan Alamsyah.

Sebelumnya ketua PWI kita Pagaralam menjelaskan, kehadiran kawan kawan dari PWI PALI memberikan angin segar bagi PWI kota Pagaralam.”semoga hubungan yang terjalin sesama PWI semakin baik,harapnya.

Senada ,juga disampaikan oleh ketua PWI PALI,Joko Sadewo,harmonisasi yang ada akan senantiasa dijaga dan terimakasih kepada rekan rekan PWI Pagaralam yang telah memberikan ruang dan bahkan berkesempatan menggelar Seminar bersama.”promosi melalui digital lebih berpengaruh dibandingkan dengan pamflet,baleho dan sejenisnya,dan insyaallah setelah pulang dari Pagaralam kami akan membuat karya yang bisa dipromosikan.”terangnya.

Acara Seminar Jurnalistik yang digelr diikuti dengan seksama oleh para peserta dan ditutup dengan fose bersama (Rep)

Hujan Dua Jam, Banjir Kembali Lumpuhkan Pringsewu

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Debit air meningkat akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pringsewu selama hampir dua jam pada Kamis [12/02/2026 ] kembali melumpuhkan aktivitas warga di berbagai wilayah. Banjir terpantau di Pekon Padang Suryo, depan RS Mitra Husada, Pekon Wates, Pekon Tambahrejo Barat, Pekon Tambahrejo, Blitarejo, hingga ruas Jalan Lintas Barat Sumatera, Hinggamenyebabkan kemacetan panjang dan merendam sejumlah rumah warga.

Air menggenangi permukiman, fasilitas umum, serta akses jalan utama. Di beberapa lokasi, kendaraan roda dua dan roda empat terjebak banjir dan tidak dapat melintas selama berjam-jam. Aktivitas masyarakat lumpuh, sementara warga terpaksa bertahan di rumah masing-masing.

Warga terdampak menyebut banjir seperti ini bukan kejadian baru, melainkan persoalan lama yang terus berulang tanpa solusi nyata.

Salah seorang warga menyampaikan keluhannya kepada rekan media jika setiap turun hujan sidah di  pastikan akan seperti ini.

Kejadian banjir seperti ini bukan  Hal yang baru dan ini sudah berlangsung lama sudah bertahun, Sampai saat ini belum terlihat perhatian serius dari pemerintah untuk menyelesaikan ini, ujar salah seorang warga.

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat di tengah masyarakat bahwa persoalan banjir di Pringsewu tidak pernah ditangani secara serius dan berkelanjutan. Padahal, Kabupaten Pringsewu telah berdiri lebih dari satu dekade, namun masalah klasik banjir di banyak titik justru seolah dibiarkan berulang setiap musim hujan.

Warga berharap pemerintah daerah tidak lagi mengedepankan pendekatan seremonial belaka saat bencana terjadi, melainkan menghadirkan langkah pasti dan terukur melalui pembenahan drainase, tata kelola lingkungan, serta penataan wilayah rawan banjir.

Yang kami butuhkan bukan sekadar tinjauan lapangan atau foto-foto kegiatan, tapi solusi nyata agar banjir tidak terus jadi langganan,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa, namun dampak banjir terhadap mobilitas, ekonomi warga, dan kerusakan fasilitas umum menjadi pengingat serius bahwa penanganan banjir di Kabupaten Pringsewu harus segera menjadi prioritas utama.(Mulia mega)

Ketua DPD Lantik Pengurus Cabang HIPAKAD Lampung Utara Di Aula Makodim 0412/LU

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Kabupaten lampung utara Dilantik Di Gedung GSG Makodim 0412/LU, Pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 10.05 wib.

Kegiatan Pelantikan tersebut yang dihadiri langsung Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Lampung beserta jajaran DPC Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung, Bupati Lampung Utara H. Hamartoni Ahadis, Ketua DPRD Lampung Utara M. Yusrizal, S.T, Dandim yang diwakili Kasdim 0412/LU dan Forkopimda Lampung Utara serta undangan lainnya berjalan lancar.

Dalam Keterangannya, Ketua DPD HIPAKAD Provinsi Lampung Wahyu Widiyatmiko, S.H, M.H, CPM memberikan selamat atas dilantiknya Pengurus DPC HIPAKAD Lampung Utara masa bakti 2025 – 2030.

Semoga Pengurus yang baru dilantik dapat bersinergi dan HIPAKAD Lampung Utara menjadi solid dan lebih baik, harapnya.

“Terimakasih atas kehadiran semua undangan dan dukungan semua pihak hingga kegiatan Pelantikan ini dapat terlaksana dengan lancar tanpa hambatan,” ucap Wahyu kepada awak media.

Ditambahkannya, semoga Hipakad Lampung Utara dapat menjalankan tugas dan bersinergi dengan baik serta berkontribusi kepada negara, khususnya daerah lampung utara sampai ahir masa jabatan selesai.

“Hipakad bukan sekedar organisasi putra putri keluarga angkatan darat tapi sebagai penerus perjuangan. Dalam hal ini Hipakad menjaga nama baik TNI AD dan juga dapat melakukan kegiatan bakti sosial seperti penanggulangan bencana dan lainnya,” jelasnya.

Semoga pengurus yang baru dilantik dapat mengemban amanah dan melayani bukan dilayani, dapat mengayomi bukan diayomi, pungkasnya

Jelang HBKN 2026, Satgas Saber Pangan Sisir 9.138 Titik, Pelanggar Disanksi

JAKARTA -(deklrasinews.com)- Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mencatat hasil signifikan dalam pengawasan pangan nasional pada Minggu ke-I periode 5–11 Februari 2026. Intensitas pemantauan meningkat pasca Rapat Koordinasi Satgas Saber Pelanggaran Pangan yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si selaku Ketua Pengarah Satgas, di Rupat Dirtipideksus Bareskrim Polri, Gedung Awaloedin Djamin Mabes Polri, sepekan lalu.

Berdasarkan rekapitulasi Posko Satgas Saber Pusat, selama sepekan dilakukan pemantauan di 9.138 titik yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI selaku Ketua Pelaksana Satgas, Dr. I Gusti Ketut Astawa, mengatakan intensitas pengawasan tersebut berdampak langsung pada pergerakan harga sejumlah komoditas strategis menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026.

“Sejumlah komoditas seperti telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi segar, cabai rawit dan cabai merah keriting, Minyakita, serta beras medium dan premium mulai menunjukkan tren penurunan harga. Meski di beberapa provinsi masih berada di atas HET dan HAP, namun secara umum cenderung menurun,” ujar Ketut Astawa, Kamis (12/2/2026).

Ia menegaskan, pemantauan masif dan tindak lanjut di lapangan terbukti efektif menekan harga komoditas pangan utama, khususnya beras premium dan medium di Zona I dan II, cabai merah keriting, telur ayam ras, serta daging ayam ras.

Dari total titik pemantauan, pengawasan paling banyak dilakukan terhadap pedagang dan pengecer sebanyak 5.939 titik, disusul ritel modern 1.472 titik, grosir 967 titik, distributor 554 titik, produsen 136 titik, dan agen 70 titik.

Teguran hingga Rekomendasi Cabut Izin

Satgas mencatat berbagai tindak lanjut atas temuan pelanggaran di lapangan. Selama periode pemantauan, Satgas menerbitkan 128 surat teguran, melakukan 400 pengisian stok kosong, serta pengambilan 33 sampel pangan untuk uji laboratorium. Selain itu, dikeluarkan rekomendasi pencabutan satu izin usaha dan dua izin edar terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan HET/HAP, keamanan, dan mutu pangan.

“Langkah tegas ini menjadi peringatan agar pelaku usaha patuh terhadap regulasi harga dan standar keamanan pangan,” tegas Ketut Astawa.

Meski demikian, hasil analisis menunjukkan sejumlah komoditas masih menjadi perhatian karena berada di atas HET atau HAP, antara lain beras premium Zona III, Minyakita, bawang merah, bawang putih di wilayah Indonesia Timur dan 3TP, daging sapi segar, daging kerbau beku, cabai rawit merah, serta gula konsumsi di wilayah Indonesia Timur dan 3TP.

Menurut Ketut Astawa, kondisi tersebut memerlukan sinergi lintas kementerian dan lembaga, seperti Kemenko Pangan, Kemendagri, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Polri, Bapanas RI, Bulog, serta Satgas di daerah untuk melakukan intervensi di wilayah dengan harga pangan tinggi.

Minyakita Jadi Fokus Pengawasan

Satgas juga menyoroti Minyakita yang secara nasional masih dijual di atas HET, meski menunjukkan tren penurunan di akhir periode pemantauan. Komoditas ini menjadi yang paling banyak dilaporkan masyarakat melalui hotline pengaduan.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono menegaskan kepada seluruh Satgas, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, agar tidak ragu menindak tegas pelaku usaha yang melanggar ketentuan harga, keamanan, dan mutu pangan sesuai hukum yang berlaku.

Satgas Saber Pangan Pusat juga akan turun langsung melakukan pengecekan ke produsen, distributor lini satu dan dua, hingga pengecer untuk memastikan Minyakita dijual sesuai HET Rp15.700 per liter. Selain itu, Satgas mendorong Perum Bulog dan BUMN Pangan yang menerima alokasi 35 persen DMO dari produsen minyak goreng/CPO untuk segera mengintervensi wilayah yang masih mencatat harga tinggi.

Selama Minggu ke-I, hotline pengaduan Satgas menerima enam laporan masyarakat dari Jakarta Pusat, Kupang, Bandar Lampung, Bukittinggi, Maros, dan Mataram. Seluruh laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Satgas daerah.

Di sisi lain, pemerintah memperkuat intervensi pasokan melalui penyaluran beras SPHP sebanyak 28.765 ton melalui Gerakan Pangan Murah, pasar tradisional, ritel modern, hingga outlet pangan binaan pemerintah daerah.

Ketut Astawa menegaskan, Satgas Saber Pelanggaran Pangan akan terus meningkatkan intensitas pengawasan serta memperluas sosialisasi hotline pengaduan kepada masyarakat.

“Pengawasan berlapis dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan terjangkau, terutama menghadapi Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026,” pungkasnya.

Pukesmas Medan Satria Memberikan Pelayanan Terbaik Bagi Warga Kota Bekasi

BEKASI -(deklarasinews.com)- UPTD Pukesmas Medan Satria memberikan pelayanan terbaik untuk warga kota bekasi dan kesehatan bagi masyarakat, termasuk peserta BPJS kesehatan, tetap berjalan optimal dengan pengguna obat standar  yang didistribusikan oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

“Drg, Suci Prihati menjelaskan bagi masyarakat pengguna BPJS, obat yang diberikan merupakan obat standar yang berasal dari (Dinkes) Dinas Kesehatan,”Lanjut suci prihati

Untuk pengguna BPJS tetap menggunakan obat standar yang disediakan dari (Dinkes) Dinas Kesehatan, ” ujar drg Suci Prihati, Kamis, (12/2/2026)

Ia menerangkan bahwa Pukesmas Medan Satria saat ini berstatus non BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) Dengan status tersebut, pukesmas masih menerima dropping atau distribusi obat dari instalansi farmasi yang berada dibawah Dinas Kesehatan.

” Karena kami masih non BLUD, kami mendapatkan dropping atau distribusi dari farmasi Dinas Kesehatan. Sebenarnya obat yang tersedia di seluruh Kota Bekasi, itu sama, ” jelasnya

Menurutnya, perbedaan hanya terdapat pada pukesmas yang sudah berstatus  BLUD. Pukesmas BLUD memiliki kewenangan  untuk melakukan pengadaan obat- obatan tertentu. Khususnya untuk penanganan penyakit-penyakit khusus yang membutuhkan jenis obat spesifik di luar distribusi standar.

” Kalau yang sudah BLUD, mereka bisa melakukan pengadaan obat-obat khusus untuk penyakit tertentu, itu yang membedakan, ” tambahnya.

Meski demikian, drg suci menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen memberi pelayanan terbaik kepada seluruh warga yang berobat di UPTD Pukesmas Medan Satria.

” Kami akan terus memberikan pelayanan yang baik kepada warga yang berobat di pukesmas, ” tutupnya (Ronald)

“Nuwa Dalom” Simbol Kebangsawanan dan Jejak Peradaban Adat Lampung Way Kanan

WAY KANAN -(deklarasinews.com)-  “Nuwa Dalom” bukan sekadar rumah hunian biasa. Bangunan kayu bersejarah ini merupakan simbol peradaban dan nilai luhur adat budaya masyarakat Way Kanan, khususnya di Kampung Pakuan Ratu. Pada masanya, Nuwa Dalom menjadi lambang kebangsawanan serta cikal bakal terbentuknya kelompok masyarakat adat Buay Pemuka Pangeran Tua yang hingga kini masih menjaga garis silsilah dan tatanan adatnya.

Terletak di Kampung Pakuan Ratu, Kecamatan Pakuan Ratu, Nuwa Dalom berdiri kokoh sebagai saksi bisu perjalanan sejarah. Struktur bangunan kayu yang masih mempertahankan bentuk aslinya mencerminkan kearifan lokal masyarakat Lampung tempo dulu, baik dari sisi arsitektur, tata ruang, maupun filosofi kehidupan yang melekat di dalamnya.

Secara geografis, keberadaan Nuwa Dalom juga memiliki makna yang sangat penting. Tepat di belakang rumah adat tersebut mengalir pertemuan dua arus sungai besar, yakni Way Besai dan Way Umpu. Pertemuan dua sungai inilah yang diyakini menjadi salah satu asal mula penamaan wilayah Way Kanan. Letaknya yang strategis pada masa lampau menjadikan tempat ini sebagai pusat aktivitas adat, sosial, dan pemerintahan tradisional.

Meski tidak diketahui secara pasti kapan rumah kayu ini dibangun, sejumlah ahli waris keturunan Dalom meyakini bangunan tersebut telah berdiri lebih dari 400 tahun. Keyakinan itu didasarkan pada cerita turun-temurun, catatan silsilah keluarga, serta sejarah lisan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Dahulu, Nuwa Dalom menjadi tempat tinggal anak keturunan keluarga Dalom sekaligus pusat pengambilan keputusan adat. Dari rumah inilah nilai-nilai kebangsawanan, kepemimpinan, dan tata krama adat ditanamkan kepada masyarakat.

Kini, rumah tersebut memang sudah tidak lagi ditempati sebagai hunian. Namun keberadaannya tetap dijaga dan dirawat dengan penuh tanggung jawab oleh para ahli waris bersama masyarakat sekitar. Mereka menyadari bahwa Nuwa Dalom bukan sekadar milik satu keluarga besar, melainkan simbol pemersatu seluruh masyarakat yang bernaung dalam adat Buay Pemuka Pangeran Tua.

Bagi masyarakat setempat, Nuwa Dalom adalah identitas. Ia adalah jejak sejarah yang tidak boleh hilang, sekaligus pengingat akan jati diri dan akar budaya yang harus terus dijaga di tengah arus modernisasi.

Melihat nilai sejarah, usia bangunan, serta perannya dalam perjalanan adat dan kebudayaan Lampung, masyarakat berharap pemerintah, Pemerintah Provinsi Lampung, dapat segera menetapkan Nuwa Dalom sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Provinsi Lampung.

Penetapan tersebut dinilai penting agar keberadaan Nuwa Dalom mendapat perlindungan hukum, perhatian dalam hal pelestarian, serta dukungan anggaran untuk perawatan jangka panjang. Dengan demikian, warisan leluhur ini tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi juga dapat terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari kebanggaan daerah.

Harapannya, Nuwa Dalom tetap berdiri kokoh, bukan hanya sebagai bangunan kayu berusia ratusan tahun, tetapi sebagai simbol hidup peradaban adat Way Kanan yang terus menyala sepanjang zaman. (red).

DPC IWAPI Tuba Resmi di Lantik dan di Kukuhkan ”Bunda Reny Harapkan UMKM Tuba Mendunia”

MENGGALA -(deklarasinews.com)- Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Tulang Bawang periode 2026-2031 resmi dilantik dan dikukuhkan. Bertempat di GSG Menggala, Rabu (11/2/2026).

Pelantikan DPC IWAPI Tulang Bawang oleh Bupati Tulang Bawang, Drs. Hi. Qudratul Ikhwan, M.M dan dilanjutkan pengukuhan pengurus DPC oleh Ketua Umum DPD IWAPI provinsi Lampung, Dr. Hj. Armalia Reny Madrie AS, S.P., M.M.

Didaulat sebagai Ketua DPC IWAPI Tulang Bawang, Desmawati, S.Bns.

Dalam sambutannya, Bupati Tulang Bawang, Drs. Hi. Qudratul Ikhwan, M.M, pemerintah Kabupaten Tulang Bawang menyampaikan selamat kepada pengurus DPC Tulang Bawang yang baru saja dilantik dan berharap amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya yakin IWAPI Tulang Bawang dapat terus berkembang dan memberi dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan ekonomi lokal,”ucapnya.

Pelantikan dan pengukuhan ini memiliki arti penting, tidak hanya bagi pengurus IWAPI yang baru dilantik, tetapi juga bagi masyarakat Tulang Bawang secara keseluruhan.

Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat organisasi wanita pengusaha di daerah, sekaligus meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan.

“Pemerintah daerah menyadari pentingnya peran perempuan dalam pembangunan, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun budaya. Pemkab Tulang Bawang akan terus mendukung pemberdayaan perempuan, termasuk melalui kerja sama dengan IWAPI,” lanjutnya.

Ketua Umum DPD IWAPI Lampung, Dr. Hj. Armalia Reny Madrie AS, S.P., M.M, menyampaikan rasa lega atas terbentuknya kepengurusan baru DPC IWAPI Tulang Bawang.

Perempuan yang kesehariannya menjabat sebagai Rektor Universitas Mitra Indonesia (UMITRA) dan Koordinator Global Surya Islamic School (GSIS) Bandarlampung ini berharap pengurus yang terpilih dapat menjalankan visi dan misi IWAPI serta bekerja sama dengan pemerintah daerah sebagai motor penggerak dalam pemberdayaan perempuan serta penguatan UMKM.

“Harapannya, UMKM di Tulang Bawang ini bisa naik kelas, memperkuat legalitas usaha, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di kabupaten Tulang Bawang,” ungkap Bunda Reny, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ketua DPC IWAPI Tulang Bawang, Desmawati, S.Bns, menyatakan komitmennya untuk mengembangkan UMKM di Tulang Bawang, terutama yang selama ini kurang tersentuh oleh pemerintah atau organisasi lain.

“Kami akan mendata dan membina UMKM perempuan di Tulang Bawang agar bisa berkembang lebih baik,”pungkasnya.

Pelantikan dan pengukuhan Kepengurusan DPC IWAPI Kabupaten Tulang Bawang periode 2026-2031 dihadiri Ketua TP. PKK Kab. Tulang Bawang, Harlinawati Qudrotul, S.H, Ketua DWP Kab.Tulang Bawang, Ida Seprida Haryanto, S.E., M.Ec.Dev, Ketua Kadin Kab.Tulang Bawang, Hi. Syarnubi, S.Pd., M.H, kepala OPD se-Kab. Tulang Bawang, pengurus DPD IWAPI provinsi Lampung, ketua dan pengurus DPC IWAPI se-provinsi Lampung serta perwakilan organisasi wanita se-Kab. Tulang Bawang.(red).

Satgas Sampah Kerahkan Alat Berat Angkut Sampah Yang Menumpuk

KAB. TANGERANG -(deklarasinews.com)- Satuan Tugas (Satgas) Sampah dari satuan Koramil 03/Legok, Kodim 0510/Trs mengerahkan alat berat berupa eskavator untuk mengangkat sampah menumpuk di Kampung Candu Kelurahan Serdang Wetan Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Rabu (11/02/2026).

Tim di lapangan yang terdiri dari personil Kramil Legok, Polsek Legok, Komduk dan Sakawira Kartika melakukan pengangkutan sampah secara bertahap.

“Untuk mengantisipasi penumpukan sampah di beberapa lokasi, kita bantu muat sampah dengan alat berat,” ujar Danramil 03/Legok Mayor Kav Dwi Joko Purnomo.

Ia memastikan proses pengangkutan dengan alat berat ini untuk mencegah sampah terus bertambah. Titik yang banyak sampah sudah dibongkar sehingga tidak ada lagi tumpukan.

“Seluruh sampah lantas dimuat ke dalam unit fuso serta unit dump truck. Proses muat sampah ke dalam truk dibantu oleh eskavator agar bisa diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Danramil juga mengimbau kepada warga masyarakat, agar menjaga lingkungan dari pembuangan sampah liar yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Setelah ini Babinsa wilayah Binaan akan melakukan patroli sampah, agar tidak terjadi lagi penumpukan sampah yang menimbulkan penyakit,” tutupnya.

Sofia Marwah Anugerah Pemenang Lomba Fashion Show Etnik Nusantara Tingkat Provinsi

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Lomba Fashion Show Etnik Nusantara yang di selenggarakan STD Management di Hotel Azana Bandar Lampung  di ikuti 20 peserta berasal dari berbagai Provinsi.

Setelah sebelumnya melalu seleksi ketat, Minggu 8/02/26 melalui Grand Final,Sofia Marwah dari Kabupaten Pringsewu berhasil meraih juara Umum untuk kategori Remaja.

Remaja cantik yang biasa di sapa Sofia  merupakan Putri ke dua  dari Alm Bapak Anton Afrianto.S.E. dan Ibu DR.Can.NURUL H.SH. MH.CPM yg berprofesi srbagai Advokat.

Sofia yang kini berusia 16 tahun merupakan Siswi yang masuk melalui jalur Prestasi di SMA Negri 1satu (SMA N1) Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.

Sejak TK Sofia sudah sering mengikuti Lomba Fashion Show dan menjadi juara yang di adakan di berbagai tempat,Tentu saja prestasi Sofia menjadi  kebanggan untuk keluarga dan Sekolahnya

Dalam sesi wawancara, Kepada rekan media Sofia berharap dapat mewakili daerah asalnya  sampe ke tingkat Nasional untuk berkompetisi meraih Prestasi di ajang Fashion show selanjutnya.Doain ya ucapnya dengan senyum manis.

Di kesempatan yang sama Ibunda Sofia Marwah Nurul Hidayah yang berprofesi sebagai Advokat yang sempat di wawancarai rekan media menyampaikan, Dia sangat mensuport keinginan Putri tercintanya untuk mengembangkan bakatnya di bidang Modeling.

Saat di mintai pendapat untuk tema Lomba yang bertema  Etnik Nusantara, Menurutnya  ini sangat baik, Dapat  mempromosikan keindahan dan kekayaan budaya Indonesia melalui desain busanaTradisional yang modern, Terpenting baginya dapat menumbuhkan jiwa Nasionalisme.Dan menciptakan kebanggaan terhadap Budaya Nusantara kepada generasi muda,

Generasi muda Bukan hanya Pewaris Budaya, tetapi juga Kreator masa depan yang membawa Budaya Indonesia tampil membanggakan di panggung dunia.Pungkasnya

( Mulia Mega )

Masyarakat Pekon Jati Agung Kecamatan Ambarawa Adakan Aksi Gogoh Iwak di Jalan Berlubang

(pelitaekspres.com) – PRINGSEWU – Masyarakat Pekon Jati Agung kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu Lampung melakukan aksi demo menaburkan ikan di jalan berlubang di sepanjang jalan di pekon Jati Agung yang rusak berlubang minggu 08/02/26,

Mereka menuntut pemerintah Daerah untuk memperbaiki jalan yang berlubang-lubang dan rusak parah.

Dalam aksinya, warga membawa ikan lele yang mereka gogoh bersama-sama di sepanjang jalan yang rusak parah dan berlubang.

Salah satu warga berinisial D menyampaikan keinginan masyarakat dari aksi unjuk rasa ini, Kami ingin pemerintah memperhatikan nasib kami,Jalan rusak ini membuat kami kesulitan beraktivitas ,ini sudah berlangsung lama, sering terjadi kecelakaan akibat jalan berlubang, Apalagi di musim penghujan jalan menjadi licin.

Aksi protes ini mendapat perhatian warga sekitar.

Mereka berharap pemerintah segera merespons tuntutan mereka untuk segera memperbaiki jalan di pekon kami.

Warga juga mengimbau pemerintah untuk memperhatikan kondisi infrastruktur jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, ujarnya

Isnar sekretaris Pekon Jati Agung yang dihubungi lewat telepon seluler nya oleh rekan media berharap dengan adanya penyampaian aspirasi masyarakat ini, Pemerintah Daerah dapat segera  memberikan perhatian dan merealisasikan permintaan  warga untuk memperbaiki jalan yang rusak dan berlubang. “Kami juga memantau aksi masyarakat ini berjalan tertib dan damai,” katanya. (KW-Ri)